Hong Jisoo tidak pernah menyangka hanya karena meng-klik secara random salah satu dari beberapa –sekitar lima- url blog yang dikirim oleh Hansol di grup chat dapat membuatnya goyah. Maksudnya Jisoo itu terkenal-dikenal- sebagai laki-laki yang baik, tidak aneh-aneh, pembawaannya itu tenang , kalem, lembut, ramah atau sebagainya. Pokoknya Jisoo itu tidak yang aneh-aneh seperti teman-temannya yang lain. Tapi ya itu tadi, gara-gara meng-klik secara random salah satu url blog yang dikirim Hansol membuat seorang Hong Jisoo mulai ikut 'aneh'.

.

Cherry Baby

.

Hong Jisoo / Joshua

Lee Jihoon / Woozi (GS)

.

SooHoon | ZiShua | JoZi | 2Ji

.

.

.

"Jihoon, apakah kau Cherry baby?" dengan lancar pertanyaan yang dari tadi menari diotak Jisoo keluar begitu saja. Mata Jihoon membola, ia terkejut.

"A-apa maksudmu?" tanya Jihoon sedikit gagap dengan keringat yang mulai keluar. "Aku tidak mengerti a-hahaha" lanjut Jihoon sambil tertawa garing.

"Ini. Latar tempatnya sama dengan kamarmu" kata Jisoo sambil menunjukkan foto yang tadi ia lihat di smartphonenya.

"Ya! Hong Jisoo!" teriak Jihoon mencoba merampas ponsel Jisoo namun kalah cepat karena Jisoo lebih dulu menyembunyikannya, wajah Jihoon memerah karena marah dan malu pada dirinya sendiri. Jisoo menatap Jihoon lekat-lekat. Lama keheningan terjadi diantara mereka. Akhirnya suara helaan nafas yang berat terdengar dari Jihoon.

"Ya, aku adalah Cherry Baby" pernyataan itu keluar dari mulut Jihoon. Jisoo menatap Jihoon tidak menyangka. "Hong Jisoo, kufikir kau adalah lelaki bersih seperti kelihatannya. Tapi ternyata itu salah.. kau sama saja seperti lelaki lainnya" kata Jihoon, ada setitik kekecewaan terselip disana. Jisoo menyadarinya, dan langsung panik.

"Ji-Jihoon aku tidak seperti itu. Ini semua kareana hansol memberi beberapa url dana aku membuka salah satunyanya secara random. Dan hanya hanya sekali itu saja. Aku- maksudku aku tidak pernah ke yang lain.. anu maksudnya aku.. hanya melihatmu. Ya hanya melihatmu, tidak yang lain. Hanya kau. Sungguh" panik Jisoo, bahkan kata demi kata yang keluar dari mulutnya berantakan. Tapi, ia berkata jujur.

Wajah Jihoon sedikit memerah sambil menunduk mendengar kalimat Jisoo. 'jadi, ia hanya melihatku' batin Jihoon.

"Kau tau Jihoon aku mengagumi Cherry Baby, sebelumnya aku sangat tidak suka pada hal hal yang yah kau tau yang seperti itu. Tapi setelah melihat Cherry baby, aku seakan tidak bisa berpaling. Sosok Cherry baby begitu menarik perhatianku" kata Jisoo.

'Jadi hanya Cherry baby ya?' batin Jihoon berdenyit sakit. Membuang pandangnya jadi Jisoo, meruntuki wajahnya yang sempat memerah.

"Tapi, ada yang lebih menarik perhatianku ketimbang Cherry baby. Dan itu adalah kau. Kau menarikku lebih kuat daripada Cherry baby. Aku menyukaimu Jihoon" ungkap Jisoo.

Jihoon dengan cepat menatap Jisoo setelah mendengarnya. Menatap mata Jisoo mencari kebohongan disana. Namun nihil.

"Aku menyukai semua yang ada padamu, aku menyukai bagaimana kau tersenyum, aku menyukai bagaimana kau menyelipkan rambutmu kebelakang telinga, aku menyukai bagaimana kau melakukan presentasi didepan kelas, aku menyukai bagaimana kau bersenandung dibelakang punggungku saat kubonceng tadi. Aku menyukai semuanya" lanjut Jisoo sambil tersenyum lembut.

"Bahkan jika aku adalah Cherry baby?" tanya Jihoon lirih sambil menundukkna kepalanya.

"Ya, bahkan jika kau adalah Cherry baby. Yang kurasakan padamu berbeda dengan yang kurasakan pada Cherry baby. Aku hanya sekedar mengagumi Cherry baby karena tubuh wanitanya dan aku lebih menyukaimu apa adanya Jihoon. Dirimu yang selama ini kulihat secara langsung" jawab Jisoo.

Jihoon hanya menunduk tanpa bersuara.

Jisoo yang masih berada dihadapan Jihoon menatap Jihoon yang tengah tertunduk. Entah apa yang merasuki dirinya, Jisoo dengan lembut mengangkat wajah Jihoon dan menatapnya dalam mengunci mata kucing Jihoon, lalu mendekatkan wajahnya perlahan. Hingga bibir keduanya bersatu. Jihoon terkejut, tubuhnya memanas seketika. Jisoo mulai menggerakkan bibirnya melumat bibir Jihoon. Jihoon yang terbawa suasana pun membalas lumatan Jisoo.

Dan entah bagaimana sekarang keduanya sudah berada di kamar Jihoon lebih tepatnya di atas ranjang Jihoon. Dengan tubuh keduanya yang sudah tak mengenakan apapun ditubuhnya dan Jisoo yang berada diatasnya tengah melumat dada Jihoon. Sambil sesekali Jisoo gigiti dada mungil nan putih itu seolah tengah menggigiti marsmallow. Semakin turun ia kecupi tubuh yang selalu ia lihat dari layar monitor atau pun ponsel itu.

"Jis –kkhahhh ahh" desah Jihoon saat Jisoo mulai merambat ke daerah selangkangnya, mengecupi dan menjilati dengan sesekali menggigiti lipatan pink itu.

Jisoo berhenti dari aktivitasnya ditubuh Jihoon dan menatap Jihoon dalam. Sebelum mulai kembali melumati bibir Jihoon. "Bolehkah?" tanya Jisoo. Dan dijawab anggukan oleh Jihoon.

Jisoo mempersiapkan batang penisnya didepan vagina Jihoon, "aku masuk" katanya sebelum mendorong penisnya masuk.

"aakhh!" pekik Jihoon merasa sakit pada vaginanya, Jihoon memang sering mempertontonkan tubuhnya di media social, tapi ia sama sekali tidak pernah melakukan seks sebelumnya. Dan bersama Jisoo adalah yang pertama untuknya. Begitu pula dengan Jisoo ia hanya melakukannya sesuai nalurinya sebagai seorang lelaki.

"maaf. Tenanglah" bisik Jisoo dengan lembut pada Jihoon serta memberikan kecupan kecupan manis pada wajah Jihoon agar lebih rileks. Dan benar saja kerutan kerutan yang tadi ada diwajah gadis mungil itu berangsur menghilang walau matanya masih terpejam erat.

"Bergeraklah" kata Jihoon memberi ijin. Dan Jisoo bergerak dengan lembut agar gadisnya tak terkejut. Dan lama kelamaan temponya semakin bertambah. Membuat Jihoon yang tadinya memekik kesakitan menjadi memekik nikmat.

"ahh ahh ahk uuh Jisoohh" desah Jihoon saat Jisoo menyentuh titiknya, matanya terpejam dengan tangan mencengkram bantal yang ada disamping kepalanya.

Jisoo semakin bernafsu untuk menggerakkan tubuhnya, namun tidak untuk menjadi kasar.

Hingga Jihoon semakin mendesah tak karuan karena akan mencapai puncaknya. Jisoo menambah kecepatan gerak tubuhnya.

"Jisoohhahhh, a-akhh ku hahh" desahan Jihoon bahkan terdengar tersenggal.

"Bersamahh-ermhh" eram Jisoo mempercepat genjotannya dari yang sebelumya, sambil membawa tangan Jihoon untuk melingkar di lehernya.

Tubuh Jihoon bergetar hebat saat ia mencapai surga dunia bersama Jisoo, tubuhnya melekung keatas sambil mengeratkan pelukannya pada leher Jisoo. Jihoon merasakan hangat yang melimpah ruah dalam tubuhnya dan itu terasa menakjubkan.

Jisoo merebahkan tubuh nya disamping Jihoon lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh berkeringat merka berdua.

Lalu sisa malam itu mereka habiskan untuk berbagi kehangatan dalam pelukan berdua.

.

Pagi menyapa, Jisoo terbangun dari tidurnya. Matanya mengerjap menyesuaikan pandangan dan ia seedikit tersentak setelah potongan-potongan ingatan masuk menyeruak kedapam kepalanya. Lalu ia sadar, seorang gadis bersurai pink tengah berada dipelukannya. Jisoo tersenyum sambil menyingkirkan beberapa helai rambut Jihoon untuk melihat wajah gadis mungil itu.

Gadis mungil dalam dekapannya mulai menggeliat kecil, lalu membuka mata perlahan. "Pagi" sapa Jisoo sambil tersenyum ramah seperti biasanya.

Jihoon kaget. "emm.. P-pagi"

"Jihoon" panggil Jisoo. Membuat si gadis menatap kearahnya. Dengan posisi mereka yang masih tiduran, dengan tubuh telanjang yang lengket dibawah satu selimut.

"a-apa?" Jihoon mencoba meredam gugupnya.

"aku hanya ingin bertanya kenapa kau memutuskan berhenti menjadi Cherry baby?" tanya Jisoo yang masih penasaran akan hal itu.

"Kenapa?"

"tidak, aku hanya ingin tau. Jika kau berkenan bercerita"

"karena aku menyukai seseorang, orang itu sangat sempurna dia bagai malaikat dimataku. Dan kurasa aku tak akan pernah pantas untuk bersamanya, aku hanyalah seonggok makhluk hina bernama Cherry baby, jadi setidaknya aku berhenti" kata Jihoon menatap langit-langit kamarnya.

Jisoo ikut menatap langit-langit kamar Jihoon, hatinya sakit mendengar Jihoon menyukai seseorang.

"tapi kurasa tidak perlu merasa hina lagi sekarang" kata Jihoon.

"kenapa?" tanya Jisoo menatap Jihoon disampingnya. Dan Jihoon balas menatap Jisoo dengan senyum.

"Karena orang yang suka bahkan telah meniduriku semalam dan sekarang menatapku dengan tubuh telanjang dibawah selembar selimut yang sama denganku" kata gadis itu sambil tersenyum.

END

Peuliseu~ ini maksa bin aneh banget endingnya wkwkwk

Typo epriwer :v

Jangan salahkan aku yang takbisa membuat adegan naena. Kurang hot. Ini NC paling receh yang pernah ada :v maapkeun

Hiks aku terharu ada juga yang suka 2ji atau soohoon couple T.T

Untuk couple svt, kalo di aku sih fleksible. Tapi otp aku seunghan verkwan 2ji junhao meanie seoksoon.. tapi bisa juga cheolsoo seokwan junhan.. yang aku sih tergantung suasana hati

Mungkin juga DiKet (Dino Rocket) couple wkwkwk:v biar dino ga jomblo

Makasih untuk kalian yang udah ripiu di ff aku ini.. aku cipok satu satu sini :* kalian tau aku pas baca ripiu kalian itu langsung dance aju naiseu~

Oh iya aku kemaren sempet ngalamin gangguan, gabisa liat riview gitu.. litany udah ada beberapa review tapi pas dicek gaada sama sekali reviewnya. Tapi sekarang udah bisa. Apa kemaren memang ffn gangguan apa gangguan diakunya?

Udah ah banyak bacot gw.

Makasih buat

Mshynngts, Anna-Love 17Carats, Choi Alicia Joshua, Bamie Joe,, Ikka1296hoon, Anone, Werewolf, Seolhanna97, RistyBoo, AlbinoHun, Thal.j

Rocketssi, July 2016