Ini sudah masuk minggu ketiga liburan semester mereka, itu artinya paling tidak tersisa seminggu lagi waktu liburan mereka. Saat ini Jisoo dan Jihoon tengah berada di super market untuk membeli beberapa kebutuhan mereka dirumah. Rumah Jihoon maksudnya. Jisoo dengan seenak jidat sexynya memperpanjang waktu menginapnya dirumah Jihoon saat tau ibunya pergi keluar kota untuk mengurus pekerjaan yang mendadak.

Setelah selesai dengan barisan camilan sepasang keksaih itu melanjutkan langkahnya menuju tempat sayuran. Di tengah jalannya Jihoon hanya memutar mata melihat Jisoo memasukkan sekotak kondom kedalam keranjang dorong mereka. Segera ia mengembalikan kotak itu kebarisannya di rak.

"kenapa? Bukankah stok kita sudah menipis?" tanya Jisoo, kembali memasukkan kondom kedalam keranjang mereka sambil tersenyum manis yang menggoda kearah kekasihnya itu.

"tererahmu saja" kesal Jihoon lalu melanjutkan langkahnya menuju kearah tempat sayuran dengan langkah dihentak hentak seperti seorang anak kecil yang tak dibelikan permen oleh orang tuanya. Sedangkan Jisoo hanya bisa tertawa kecil lalu menyusul Jihoon sambil mendorong keranjang mereka berdua.

Dan tanpa Jisoo dan Jihoon sadari, sedari tadi ada dua orang yang memperhatikan mereka dengan mulut terbuka seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat barusan.

"Boo, coba cubit aku" kata lelaki berwajah bule yang tadi meperhatikan Jisoo dan Jihoon pada gadis berpipi cubby disebelahnya.

"AW shi–" erang si bule saat merasakan sakit pada lengannya dan hampir saja ia mengumpat pada kekasihnya. "kenapa kau mencubitku, Boo?"

"Kau yang suruh aku untuk mencubitmu tadi" kata Seungkwan. "apa yang tadi itu benar Jisoo oppa?" tanya Seungkwan.

"aku juga sebenarnya tidak yakin itu Jisoo hyung. Tapi itu benar-benar seperti Jisoo hyung" kata Hansol mengambang.

"Sebaiknya kita periksa saja" Usul si montok.

"kau benar Boo. Ayo kita periksa" kata Hansol lalu menarik tangan Seungkwan untuk memeriksa dengan sembunyi-sembunyi apakah itu benar Jisoo.

.

Hansol dan Seungkwan sekarang berada di sebuah café. Keduanya masih hening menunggu pesanan dan masih terbayang-bayang tentang apa yang mereka lihat di super market tadi. Sungguh sesuatu yang hampir diluar nalar mereka.

"Kau tau Boo, aku sungguh tidak pecaya dengan mataku sekarang" Hansol memecah keheningan mereka berdua dengan wajahnya yang –sumpah- menggelikan sekali.

Seungkwan sebenarnya ingin tertawa mendengan perkataan kekasihnya itu. Tapi ia juga sedang meragukan indera penglihatannya sendiri. Bagaimana ia masih ingat lelaki tampan bernama Hong Jisoo yang ia kenal adalah lelaki yang baik, kalem, lelaki yang setiap minggunya sangat rajin pergi ke gereja, lelaki yang akan selalu memberi nasihat apabila ia dan teman-temannya yang lain melakukan hal-hal tidak senonoh dengan sepenggal ayat dari alkitab, leleki yang yah kalian lanjutkan sediri bagaimana Jisoo dikenal semua orang, dan yang ia lihat tadi adalah Hong Jisoo yang bukan ia kenal, ia tidak kenal Jisoo yang membeli kondom, ia tidak kenal Jisoo yang senang meremas bokong seorang gadis dan yang paling tidak ia kenal adalah Jisoo yang mampu berciuman di area public.

Heol! atau memang ia selama ini tidak mengenal Jisoo yang sebenarnya. Tapi melihat kekasihnya yang notabene teman sepergumulan dengan Jisoo saja tidak percaya dengan apa yang dilihat, membuat seungkwan semakin bingung.

"Ah! Bukankah ibu Jisoo oppa bilang, Jisoo pergi liburan dengan Seungcheol oppa?" tanya Seungkwan teringat ucapan ibu Jisoo saat ia dan Hansol kerumah Jisoo awal Liburan kemarin untuk mengajak jalan-jalan Jisoo.

"Ah iya" Hansol langsung saja membuka ponselnya untuk menghubungi Seungcheol.

'Hallo'

"Hyung?"

'Ya, kenapa?'

"kau sekarang ada dimana?"

'aku? Aku sekarang ada di apartement Junghan. Kenapa memang?'

"Kau bersama Jisoo Hyung?"

'Tidak. Hei, kata Jisoo ia akan pergi liburan bersamamu. Kenapa kau malah bertanya kepadaku?'

Hansol terdiam.. tapi ibunya Jisoo bilang Jisoo pergi bersama Seungcheol.

'sudah ya. Aku tutup aku sedang sibuk'

BEEP

"bagaimana?" tanya Seungkwan.

"Itu benar Jisoo hyung. Karena Seungcheol hyung sekarang ada di apartement Junghan nuna dan ia tidak bersama Jisoo hyung" terang Hansol.

"heol, ayo kita ke apartement Junghan eonni" Kata seungkwan lalu menarik tangan hansol keluar café yang bahkan pesanan mereka belum diantarkan.

.

Dan sini mereka berenam berada –tadi Seungkwan menelpon Mingyu dan Wonu-, di apartement Junghan. Dan hansol yang harus menelan tatapan tajam dari Seungcheol. Hansol lupa kalau saat ia menelpon Seungcheol tadi ia mendengar desahan kecil Junghan yang pastinya mereka sedang 'itu'. Dan mereka datang mengganggu.

"Jadi? Ada apa kalian tiba-tiba datang kesini? Hei, mana JunHao dan SeokSoon?" tanya Junghan yang datang dari dapur sambil membawa minuman untuk mereka.

"JunHao pulang kampung, SeokSonn entah mereka dimana tak dapat dihubungi mungkin sedang mencari cacing besar alasaka dan Ini tentang Jisoo oppa" kata Seungkwan sedangkan yang lain memandangnya bingung –minus Hansol.

"Kenapa dengan Jisoo Hyung" tanya Mingyu sambil meminum minuman yang Junghan sediakan.

Seungkwan menceritakan semua yang ia lihat bersama Hansol di supermarket tanpa ada yang teringgal sedikitpun. Dan reaksi teman-temannya.

"Omo! Mungkin kau salah kalian salah lihat" –Junghan, menutup mulutnya dengan tangan dan wajah yang sangat terkejut.

"Jangan bercanda" –Seungcheol, datar dan tak percaya.

"Yak PabBoo Seungkwan, kau harus periksa matamu ke dokter setelah ini. Kau juga Hansol-ah" –Wonu.

Dan Mingyu yang tersedak setiap mendengar perkataan Seungkwan.

"aku dan seungkwan Juga awalnya tak percaya dengan apa yang kami lihat. Tapi kalian lihat ini saja" kata Hansol.

Ia lalu menyerahkan ponselnya yang menampilkan foto-foto yang mereka ambil secara diam diam tadi, dan sebuah video berdurasi 15 detik dimana disana terlihat seorang pria tengah menggoda gadis mungil didepannya yang sedang memilih sayuran dengan meremas bokong gadis itu atau mencolek-colek si gadis, lalu hampir didetik terakhir si pria menarik si gadis lalu menciumnya. Lalu gambar menjadi bergerak acak dengan suara grasak-grusuk lalu seungkwan dan hansol yang kompak menyebut 'O my gawd'.

"Cheol, bukan kah itu Jihoon?" Junghan bertanya pada Seungcheol setelah melihat foto dan video itu.

"Iya itu sepertinya Jihoon" kata Seungcheol.

Seungcheol dan Junghan memang mengenal Jihoon karena mereka sekelas begitu juga dengan Jisoo, mereka berpikir mengingat tentang Jisoo dan Jihoon. Seingat mereka berdua Jisoo dan Jihoon itu hanya sekedar teman sekelompok dalam beberapa mata kuliah karena memang nomor mahasiswa mereka berdekatan. Tapi tak ada tanda-tanda dari mereka berdua kalau sedang menjalin hubungan.

Tapi mendengar cerita Seungkwan dan Hansol ditambah bukti foto dan video itu. Mereka tidak menyangka. Padahal Jisoo dan Jihoon itu termasuk mahasiswa yang kalem yang ada di kelas. Dan Jisoo yang sudah berteman lama dengan mereka.

.

Hatchoo~

Jisoo dan Jihoon dengan romantisnya bersin secara bersamaan saat sedang menata sayuran didalam kulkas bersama.

"apa ada yang sedang membicarakan kita?" tanya Jihoon.

TBC

Laholla~ ini dia lanjutannya, dan masih berlanjut wkwkwk

Jangan gerek leher aku yaa wkwk

Sorry kalo pendek dan ngebosenin

Sorry untuk typo

Maapkan aku membuat Jisoo menjadi mesum begini wkwkwk

Makasih untuk yang udah ripiu

Ripiu lagi yaaaa… akutu seneng bacain ripiu kalian

Kritik saran diterima kok, asal jangan kasar aku gak bisa dikasarin ;-;

W

REVIEW JUSEYO