HIDDEN LOVE
.
KaiSoo, KaiBaek, ChanSoo
Other Cast
Rate : M
Genre : Drama, Romance
.
Typo(s), abal, alur gaje, Peringatan keras: Don't like Don't read
.
.
.
Prangg!
"Umma, hiks"
Sosok mungil itu tengah berjongkok disudut ruangan. Tubuh mungilnya bergetar, mata bulatnya mengeluarkan lelehan hangat yang tak juga berhenti, bibir merahnya berdarah, lututnya terluka.
Ia ketakutan. Suara teriakan dan bantingan benda-benda keras seakan menghantam dadanya. Disana, dihadapannya, kedua orang yang Ia sebut Umma dan Appa tengah perang mulut. Tak jarang pula mereka saling melayangkan pukulan menggunakan benda yang mereka temui.
"Kemana saja kau, hah?! Kau lihat Kyungsoo terluka! Dimana matamu?!"
Teriakan dari Appanya begitu menyakitkan. Mata bulat bocah mungil itu mengerjap hingga lelehan hangat kembali mengalir.
"Aku menjaganya dengan baik. Kau yang tidak pernah menjaga anak-anakmu dirumah!"
Suara tak kalah kencang juga menggema disetiap sudut ruangan. Semakin membuat bocah kecil itu meringkuk ketakutan.
"Apa kau bilang? Aku tidak menjaga anak-anak dengan baik?! Kau lupa jika aku harus bekerja?! Harusnya itu MENJADI TANGGUNG JAWABMU!"
"Aku memang bertanggung jawab atas anak-anak!" bela wanita cantik itu dengan senyum kecutnya.
"Kau bertanggung jawab tapi membiarkan Kyungsoo terluka?! Ibu macam apa kau ini!"
Prang!
Lagi, benda kaca itu terbanting keras hingga serpihannya meloncat didepan tubuh bocah itu. Ia semakin bergetar ketakutan.
"Aku sedang menjaga Jongin dan Jongdae! Bahkan kau tidak mengerti bagaimana repotnya aku mengurusi anak-anak! Kau hanya sibuk bermain dengan wanita murahan itu, kan?!"
PLAK!
Satu tamparan keras menyapa pipi mulus wanita yang dipanggil Umma itu. Pipinya yang putih mengecap telapak tangan dengan rona merah disana.
"Kau baru saja menuduhku?! Kau menuduhku tanpa bukti. Bahkan kau lebih buruk dariku! Kau bilang kau hanya menjaga Jongin dan Jongdae! Kau melupakan Kyungsoo! Dia terjatuh dari tangga dan itu semua karenamu!"
"Hiks...Umma"
Bocah itu semakin terisak saat melihat kedua orang tuanya bertengkar karenanya. Ia ingin berlari menuju kedua saudaranya yang juga tengah menangis didepan pintu kamar. Namun lututnya masih terlalu sakit untuk sekedar berdiri.
"Kau selalu menyalahkanku atas kesalahan kecil seperti ini. Tapi kau tidak pernah mau mengakui kesalahanmu. Dasar, brengsek!"
Plak!
Lagi, pria itu menampar wanita yang bahkan sudah mengeluarkan darah dari hidungnya dengan keras. Ketiga bocah yang menyaksikan adu mulut dan adu pukul itu semakin terisak ketakutan.
"KAU KETERLALUAN! Ceraikan aku, Yunho. Aku tidak sanggup jika harus seperti ini!"
"Baiklah jika kau menginginkan itu. KITA BERCERAI! Aku tidak butuh istri yang melalaikan anaknya sepertimu!"
Setelah kalimat itu terlontar, Kyungsoo melihat Appanya yang pergi keluar kamar. Sedangkan Ummanya langsung terduduk dilantai dengan deraian air mata.
"Umma~Umma~" mata bulatnya melihat kedua saudaranya mendekat dan memeluk Umma.
"Mianhae, sayang"
Setelah mengelus kepala kedua bocah kecil itu, Umma Kyungsoo segera berdiri dan mendekati lemari pakaian. Mengambil sebuah tas besar dan memasukkan semua pakaiannya kedalam tas.
Mata bulat Kyungsoo melihat jika hyung tertuanya tengah mengehntikan aksi Ummanya. Sedangkan adik yang lebih muda satu tahun darinya datang mendekatinya.
"Hyung~apa itu cakit? Hiks..." tanya bocah itu sambil menunjuk luka pada sudut bibir Kyungsoo.
Kyungsoo hanya menggeleng dengan lelehan bening yang tak juga berhenti.
"Hyung jangan cakit. Maafkan Jongin tidak menjaga hyung..hiks" isakan itu semakin keras saat tubuh bocah berkulit tan itu memeluk hangat tubuh mungil bocah yang dipanggil hyung itu.
"Aku tidak apa-apa Jongin-ah" bocah itu mengelus kepala adiknya.
"Kau telluka dan-"
"Kyungsoo, kau ikut Umma" suara wanita yang dipanggil Umma itu menggema memotong percakapan kedua bocah kecil yang terduduk dilantai.
Kyungsoo hanya mengerjap bingung. Rasa perih pada sudut bibir dan lututnya membuatnya kehilangan konsentrasi untuk sedekar bertanya pada Ummanya.
Dengan cepat wanita itu mengangkat tubuh Kyungsoo dalam gendongannya. Hingga membuat kedua anak lelakinya yang lain mulai menangis. Mereka tahu jika Kyungsoo akan dibawa pergi.
"Umma, jangan tinggalkan kami" hyung tertua memohon dengan lelehan airmata.
"Maafkan Umma sayang. Jaga diri kalian baik-baik" setelah mengelus kepala kedua putranya, Umma Kyungsoo membawa tubuh mungilnya menjauh.
"Kyungcoo hyung~hiks. Kyungcoo hyung~" adik kecilnya berlari mengejar untuk meraih tangan mungil Kyungsoo.
"Jongin-ah~ Jongin~..." tangan mungil Kyungsoo tidak bisa meraih tangan Jongin karena Ummanya berlari menjauhi rumah mewah itu. Berlari meninggalkan kedua anak laki-lakinya yang lain. Ia terus berlari menyeberangi jalan hingga sebuah truk besar datang menghampiri tubuh mereka.
"Umma~"
BRAKKK!
"Umma!"
Deru nafas terasa kencang berhembus. Keringat dingin mengalir pada pelipis dan leher putihnya. Dadanya sesak, kepalanya berdenyut. Ia tidak tahu mengapa mimpi buruk itu kembali datang.
Tes
Lelehan pekat berbau amis menetes pada selimut berwarna putihnya. Selalu seperti ini.
Ia mengangkat tangannya untuk menghapus lelehan pekat itu. Namun bukannya berhenti yang ada cairan itu semakin deras mengalir hingga mengotori tangan mungilnya.
"Umma" lirihnya
.
.
.
"Kau ada kuliah pagi?" tanya namja berahang tegas saat melihat dongsaengnya mencomot roti dimeja makan.
"Umm" hanya deheman sebagai jawabannya.
"Dimana Appa?" tanya namja tan itu kemudian setelah mendudukkan bokongnya pada kursi diseberang Jongdae.
"Appa kalian sudah berangkat" tiba-tiba suara lembut menyapa telinga mereka. Sontak saja kedua namja yang tengah melahap sarapannya itu menoleh kesumber suara. Sejenak suasana berubah hening. Kedua pasang mata itu dikejutkan oleh sosok wanita cantik yang tadi malam mereka lihat.
"Kau..." Kai tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Dia terlalu kaget dengan apa yang Ia lihat. Ayolah, belum pernah ada wanita yang berkeliaran dirumah mereka kecuali para maid.
"Jangan berekspresi seperti itu. Kalian akan terbiasa dengan keberadaanku setelah ini" ucap wanita cantik itu dengan senyumnya. Tangannya yang lentik meletakkan piring berisi potongan buah-buahan segar diatas meja makan.
"Apa maksudmu?" kini giliran Jongdae yang bertanya. Sebenarnya Ia tahu maksud dari wanita itu, hanya saja Ia ingin memastikan dari mulut wanita yang sedang berdiri disebelahnya itu sendiri.
"Aku yakin kalian tahu maksudku" senyum manis wanita itu tak luntur.
Kedua namja itu hanya terdiam tidak bermaksud menjawab perkataan wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang berkepala 4.
"Kalian tahu, Appa kalian sangat menyayangi kalian"
Kai berdecih mendengar ucapan itu. Siapa dia? Berani sekali membahas masalah keluarganya.
"Aku tahu aku tidak berhak berkata seperti ini, tapi jik-"
"Jika kau mengerti masalah ini bukan hakmu untuk berbicara, maka berhentilah" Kai memotong ucapan wanita itu. Ia kesal jika ada orang yang mencoba mengguruinya sementara orang ini sama sekali tidak mengetahui apapun.
Suasana berubah hening. Yoona-wanita cantik itu hanya terdiam. Didalam hatinya Ia bertanya, apakah Ia terlalu jauh mencampuri urusan Appa dan kedua putranya ini? Tapi bagaimanapun juga Ia adalah calon Ibu mereka.
Beberapa detik berlalu hingga Kai kembali membuka suaranya.
"Terserah jika kau memilih menikahi Appa, tapi jangan sekalipun kau membahas masalahku dan Appa" dingin. Kalimat dari Kai selalu dingin. Jongdae memaklumi sikap dongsaengnya itu, karena memang begitulah sifat Kai.
Kai bangkit dari duduknya untuk kemudian pergi meninggalkan ruang makan. Ia meletakkan tas gendongnya kebelakang, berjalan melewati Jongdae dan wanita cantik 'calon' ibunya itu.
Keheningan kembali menyapa rumah mewah keluarga Kim hingga satu helaan nafas dari Jongdae membuyarkan lamunan Yoona.
"Aku harap kau bisa terbiasa dengan sikap Kai seperti kau menyuruh kami terbiasa denganmu"
Deg
Kalimat halus memang, namun mampu menghentak jantung Yoona. Sebegitu terlukanyakah hati mereka?
.
.
.
Chanyeol tengah tersenyum lebar saat melihat note kecil yang Ia bawa. Sambil menyetir mobil sport berwarna merahnya, sesekali Ia terkikik membayangkan bagaimana reaksi namja bermata bulat yang beberapa hari ini mencuri hatinya jika Ia menjemputnya.
Ia telah berada diplataran luas sebuah apartemen. Memarkirkan mobil sportnya dengan tergesa untuk kemudian melangkah memasuki lobi apartemen. Bukan apartemen mewah memang, namun cukup menunjukkan status sosial orang-orang yang berada disana.
Chanyeol bersemangat menaiki lift yang kebetulan terbuka. Memencet tombol angka 5 untuk menuju ke apartemen Kyungsoo. Sesekali tangan kokohnya terangkat untuk membenarkan kemeja berwarna kremnya yang sedikit kusut. Megecek kembali note kecil itu sambil terus tersenyum lebar. Untung saja didalam lift hanya dirinya sendiri. Jika seseorang mengetahui bahwa Putra Tuan dan Nyonya Park yang sedang tersenyum sendiri, apa jadinya?
Ting
Lift terbuka dan Ia langsung dihadapkan dengan lorong luas berarsitektur klasik. Kakinya mulai melangkah dan matanya mulai mencari. Disini hanya ada sekitar 3 rumah apartemen, dan itu memudahkan Chanyeol mendapatkan apartemen Kyungsoo.
"1214" ucapnya bersemangat saat telah menemukan apa yang Ia cari.
Tangan besarnya Ia angkat untuk memencet bel, berharap Kyungie'nya' benar-benar terkejut dengan kedatangannya.
Beberapa menit berlalu namun tak ada tanda-tanda Kyungsoo membukakan pintu. Ia memencet beberapa kali lagi.
Masih belum ada jawaban.
Merasa ada yang aneh, Chanyeol mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Membuka salah satu aplikasi yang mencatat semua hal tentang Kyungsoo termasuk...password apartemennya.
"123321. Huh, password macam apa ini?" kekehnya
Pip
Berhasil. Chanyeol tersenyum lebar, merasa bangga dengan salah satu tangan kanannya yang tak pernah gagal mencari informasi apapun tentang Kyungsoo.
Dengan hati-hati Chanyeol memasuki apartemen berukuran cukup luas itu. Suasana yang masih remang menandakan sang penghuni belum menunjukkan eksistensinya. Masih asik mengedarkan pandangannya kesegala sudut apartemen, tiba-tiba...
Prangg!
Terdengar suara pecahan benda menyapa telinganya. Chanyeol segera berlari menuju dapur, dimana suara pecahan itu berasal. Chanyeol sangat khawatir jika terjadi sesuatu dengan Kyungsoo karena Ia tahu jika Kyungsoo memiliki satu riwayat penyakit yang serius.
Setibanya didapur Chanyeol dikejutkan oleh tubuh mungil Kyungsoo yang sedang berpegangan pada kulkas dengan satu tangannya menyentuh pelipisnya. Hidungnya mengeluarkan banyak darah.
"Astaga, Kyungie!"
.
.
.
Namja berkulit tan itu tengah gelisah. Pasalnya sudah dari tadi pagi Ia menghubungi Kyungsoo'nya' tapi tak ada balasan apapun. Tubuh mungil kekasihnya itupun juga sama sekali tidak terlihat dikampus. Dimana Kyungsoo? Apa dia sakit? Pikiran itu selalu saja muncul dikepalanya. Ya, masih sangat jelas diingatannya saat Kai melihat Kyungsoo'nya' yang berdarah saat itu.
"Kai-ya, kau sedang memikirkan sesuatu?" suara halus itu tiba-tiba membuyarkan lamunannya. Bagaimana bisa Ia lupa jika sedang bersama Baekhyun?
"Tidak" jawabnya singkat. Baekhyun mengerutkan dahinya. Tidak biasanya Kai begitu acuh padanya.
"Apa kau sakit?" tanya Baekhyun lagi
Tidak ada jawaban
Justru Kai malah berpikir tentang Kyungsoo'nya'.
'Apa mungkin Kyungsoo sedang bersama Chanyeol?'
"Kai-ya" Baekhyun menggoyang pelan lengan Kai.
"Baekhyun-ah"
Deg
Baekhyun tersentak saat Kai memanggil namanya. Biasanya Kai akan memanggilnya sayang, baby, changi, atau apapun, bukan namanya.
"Huh?"
"Aku harus segera pergi. Ada urusan yang harus kuselesaikan. Kau bisa mengerjakan tugasmu sendiri kan?" tanya Kai dengan raut seriusnya.
"Tidak biasanya. Ada urusan apa?" Baekhyun yang merasa curigapun bertanya.
"Dengan Chanyeol. Aku pergi,ne?"
Cup
Kai mengecup dahi Baekhyun singkat dan segera berjalan menjauh. Bahkan saat berpapasan dengan Tao, Kai hanya melewatinya saja tanpa menghiraukan sapaan dari namja panda itu.
"Kenapa dia?" tanya Tao setelah mendudukkan bokongnya dibangku sebelah Baekhyun. Sedangkan yang ditanya masih melongo sambil menatap punggung Kai yang menjauh.
"Hyung, kau tidak apa-apa kan?" pertanyaan Tao membuat Baekhyun menolehkan pandangannya pada namja panda itu.
"Aku hanya merasa aneh, Tao-zi"
"Aneh?"
"Kai. Tidak biasanya dia bersikap aneh padaku" Baekhyun menggembungkan kedua pipinya. Bibirnya mengerucut lucu.
"Apa dia mencampakanmu?"
Ups! Sepertinya uri panda salah memilih kalimat. Buktinya Ia langsung mendapat deathglare dari namja bereyeliner itu.
"Ma-maksudku bukankah kau bilang Kai aneh. Jadi yang ada dikepalaku hanya pertanyaan itu. Jangan menatapku seperti itu, hyung" Tao bergidik sendiri.
"Entahlah. Aku sendiri juga tidak tahu" Baekhyun mengedikkan bahunya.
"Bagaimana kabar tentang Appanya Kai?"
Baekhyun kembali mengerutkan keningnya.
"Kenapa kau menanyakan Appa Kai?"
"Ani. Bukankah kau bilang jika Appa Kai di Korea sekarang. Apa kau sudah dikenalkan padanya?" Tao menaik turunkan alisnya.
"Bagaimana aku akan dikenalkan pada Appanya Kai jika Kai saja bersikap aneh padaku"
Oke, sepertinya Tao memang harus menjaga pertanyaannya. Karena setiap pertanyaan yang keluar dari mulutnya selalu membuat bibir tipis milik sahabatnya itu mengerucut.
"Sepertinya aku memang harus mengatakan sesuatu padamu suatu saat nanti" lirihnya
.
.
.
"Maaf karena merepotkanmu, Yeol" Kyungsoo tengah duduk disofa setelah mendapat penanganan dari Chanyeol. Tangan mungilnya memegangi kapas lembut yang menyumpal kedua lubang hidungnya.
Chanyeol tersenyum singkat. Tidak sia-sia jika Ia selalu membawa kotak obat didalam tasnya. Pekerjaannya sebagai dokterpun juga sangat membantu disaat genting seperti ini.
"Kau harus banyak istirahat, Kyung" tegas Chanyeol sambil merapikan kembali kotak obatnya.
"Ini bukan masalah serius" jawab Kyungsoo singkat
"Gangguan fungsi otak kau bilang bukan masalah serius? Astaga, Kyungsoo! Kau bisa mati kapan saja jika kau terus mengeluarkan darah seperti ini!"
"Kau...darimana-"
"Aku tahu Kyungsoo. Kau lupa siapa aku?" ucap Chanyeol sambil mendudukkan dirinya disamping Kyungsoo. Ia meneliti wajah pucat namja mungil itu dengan seksama.
"Ahh...benar. Kau pasti tahu karena kau seorang dokter" ucap Kyungsoo lemah
Tidak, sebenarnya Chanyeol tahu karena dia yang telah menjadi stalker Kyungsoo selama beberapa hari terakhir ini. Chanyeol yang telah mengorek kehidupan Kyungsoo tanpa Ia ketahui. Jika dipikir secara logika, sangat tidak mungkin Chanyeol mengetahui suatu penyakit tanpa melakukan pemeriksaan lanjutan. Namun Ia juga tidak mungkin mengatakan pada Kyungsoo jika Ia mengetahui semuanya dari hasil penguntitan tangan kanannya.
"Bagaimana kau bisa memiliki penyakit semacam ini, Kyung?" Chanyeol memegang kedua bahu Kyungsoo untuk menatap manik mata bulat itu.
Kyungsoo terdiam. Mata penuh kekhawatiran dari Chanyeol membuat hatinya terasa dicubit. Tidak pernah ada seorangpun yang menanyakan hal semacam ini kepadanya. Bahkan Ahjummanya sendiri tidak mengetahui perihal penyakit ini.
"Kyungie" Chanyeol kembali memanggil lembut nama Kyungsoo karena namja mungil itu tak merespon pertanyaannya.
"Aku belum tahu, Chanyeol. Aku takut" bergetar. Nadanya bergetar. Chanyeol segera merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Ia tahu pasti Kyungsoo memiliki waktu yang sulit selama ini.
"Kita harus memeriksakannya" Chanyeol semakin mempererat pelukannya saat Ia rasa Kyungsoo membalas pelukan hangatnya.
Kyungsoo terdiam. Ia takut jika harus mengetahui penyakit apa yang tengah bersarang ditubuhnya.
"Aku takut"
Deg
Chanyeol merasa dadanya sesak. Sebegitu rapuhnyakah hati Kyungsoo?
"Aku akan selalu bersamamu, Kyungie. Kau percaya padaku?" Chanyeol mengelus lembut kepala Kyungsoo memberi kenyamanan disana. Kyungsoo menikmatinya. Sentuhan dari Chanyeol benar-benar bisa mengembalikan moodnya.
Sesaat hanya detingan jam yang terdengar. Kesunyian diapartemen itu begitu terasa. Namun Chanyeol mulai mengulas senyumnya saat perlahan Kyungsoo menganggukkan kepalanya.
Ya, setidaknya Ia yang harus menjaga Kyungsoo. Karena selama hidupnya, hanya Kyungsoo yang bisa merubah pola pikirnya dari namja datar dan arogan menjadi namja penuh rasa ingin tahu dan penyayang. Setidaknya itulah yang Ia pelajari sejak mengenal Kyungsoo.
Drrttt...Drrttt...
Ponsel dari Kyungsoo membuyarkan acara mereka. Kyungsoo segera melepas pelukan hangat dari Chanyeol dan mengambil ponselnya diatas meja.
From: Kai Kkamjong
Aku didepan apartemenmu. Keluarlah!
Deg
Bagaimana ini? Ia lupa jika sekarang statusnya adalah kekasih Kai. Dan keberadaan Chanyeol disini pasti akan membuat Kai berpikir yang tidak-tidak.
Kyungsoo sedikit melirik kearah Chanyeol yang masih tak bergerak diposisinya. Apa yang harus Ia lakukan? Menyembunyikan Chanyeol? Itu konyol. Apa yang akan dipikirkan Chanyeol jika Ia melakukannya? Tapi apa yang dipikirkan Kai jauh lebih penting dari pada apa yang dipikirkan Chanyeol. Ah,tidak tidak. Chanyeol adalah orang yang telah menolongnya, tidak mungkin Ia menjadi egois hanya karena Kai. Argh...sepertinya hal kecil seperti ini bisa berdampak banyak dikepalanya.
Ting tong
Bunyi bel terdengar dan itu semakin membuat Kyungsoo gugup.
"Apa kau memiliki tamu?" pertanyaan dari Chanyeol membuat pemikiran Kyungsoo yang melayang kemana-mana akhirnya terfokus juga.
Kyungsoo mengangguk
"Nugu? Apa tamu penting?" tanya Chanyeol penasaran.
"Kai" ucap Kyungsoo ragu. Ya, ia ragu memberitahu Chanyeol siapa tamunya karena kemarin Chanyeol baru saja memperingatkannya agar tidak berdekatan dengan Kai. Tapi bagaimanapun juga Ia tidak boleh berbohong. Kai adalah namjachingunya sekarang.
"Kai? Untuk apa dia datang kesini?" Chanyeol segera bangkit dari duduknya dan berjalan keluar menuju pintu masuk. Sementara Kyungsoo yang gugup bertambah gugup saat langkah Chanyeol semakin dekat dengan pintu. Kyungsoo segera melepas kapas penyumbat hidungnya dan sedikit berlari untuk meraih tangan Chanyeol.
Grep
Chanyeol menghentikan langkahnya karena merasa ada yang menahan lengannya.
"Jangan beritahu apapun pada Kai" mohonnya. Sebenarnya Chanyeol ingin bertanya banyak tentang hal ini. Kenapa sepertinya Kyungsoo sangat takut pada Kai? Namun niatnya itu Ia urungkan ketika lagi-lagi telinganya mendengar bunyi bel.
Ceklek
Chanyeol membuka pintu dan yang tampak adalah raut wajah Kai yang kebingungan.
"Kau? Sedang apa kau disini?" Kai menunjuk hidung Chanyeol
"Kau tahu apartemen Kyungsoo?" bukannya menanggapi pertanyaan Kai, Chanyeol justru balik bertanya.
"Dimana Kyungsoo?" dan Kaipun juga bersikap sama. Tidak mau menjawab pertanyaan Chanyeol justru kembali bertanya.
Perlahan Kyungsoo muncul dari balik punggung Chanyeol dengan senyum paksa diwajahnya.
Kai tertegun. Ia melihat Kyungsoo yang bahkan masih memakai piyama tidur bergambar pororo. Dan...bercak darah? Kai mengamati lebih dalam. Apa benar yang ada dipiyama kekasihnya ini adalah bercak darah?
"Anyeong, Kai-ya" Kyungsoo menyapa seceria mungkin. Sementara Kai hanya menatapnya datar. Mengerti dengan raut wajah Kai yang kurang enak dipandang, akhirnya Kyungsoo mengeluarkan suaranya kembali.
"Umh, sebaiknya kau pulang, Yeol. Terimakasih atas bantuanmu" Chanyeol tersentak. Apa dia baru saja diusir oleh namja yang disukainya?
Tapi melihat gelagat Kyungsoo yang kurang nyaman dengan situasi ini, Chanyeol berusaha memaklumi. Mungkin kehadirannya masih belum bisa diterima oleh Kyungsoo.
"Baiklah. Jika kau butuh seuatu segera hubungi aku, arraseo?" Chanyeol mengusak pelan kepala Kyungsoo sebelum Ia berjalan menuju sofa untuk mengambil tasnya.
"Kai, aku titip Kyungsoo. Jaga dia baik-baik selama aku tidak ada" dan kalimat itu mengiringi kepergian Chanyeol.
Kai mengepalkan tangannya kesal. Apa yang baru saja dikatakan Chanyeol benar-benar membuat dadanya sesak. Kyungsoo adalah kekasihnya, dan apa tadi Chanyeol bilang? Menjaga Kyungsoo selama dia tidak ada? Hey, siapa kekasih Kyungsoo disini?
"Kau datang?" perkataan Kyungsoo mengembalikan atensi Kai namja mungil itu kembali.
"Masuklah. Akan aku buatkan jus jeruk yang enak" tawarnya sambil melangkahkan kaki mungilnya memasuki apartemen. Kai mengikuti dari belakang dengan kepala yang dipenuhi pertanyaan. Tapi sepertinya Ia harus mengontrol apapun yang akan keluar dari mulutnya. Bertengkar dengan Kyungsoo dihari kedua mereka pacaran sangat tidak bagus menurutnya.
"Apa kau dan Chanyeol sedang dalam urusan penting?" pertanyaan halus yang sengaja diucapkan Kai. Ia berdiri dibelakang Kyungsoo yang sedang memilih beberapa buah jeruk untuk dijadikan jus.
"Chanyeol datang untuk meminjam buku padaku" bodoh! Dimana otakmu Kyungsoo? Mana mungkin mahasiswa kedokteran semester akhir meminjam buku pada mahasiswa kesenian tingkat menengah.
"Buku apa yang dia pinjam?" Kai yang merasa aneh akhirnya kembali bertanya.
Kyungoo menutup kulkasnya setelah mendapatkan beberapa buah jeruk segar. Ia sengaja tidak menolehkan pandangannya pada Kai agar tidak ketahuan jika Ia sedang berbohong.
"Buku kekesian tentu saja. Dia sedang mengadakan penelitian mengenai kerja otak dan pengaruh musik" bersyukurlah dengan alasan yang 'mungkin' sedikit masuk akal ini.
Kyungsoo merasakan jika Kai tidak mengeluarkan suaranya lagi. Maka ia beranikan dirinya menghadap Kai.
"Kai-ya, kau sedang tidak memikirkan sesuatu yang aneh-aneh tentangku kan?" Kyungsoo menatap wajah Kai yang menunduk.
Hening
Tidak ada jawaban apapun dari Kai. Dan itu membuat Kyungsoo merasa bersalah.
"Kau tidak mendengar yang aku katakan kemarin, Kyungsoo" kepala Kai mulai terangkat hingga menunjukkan mata tajam yang seperti ingin menguliti Kyungsoo. Namja bermata bulat itu bergidik. Ternyata Kai memiliki sisi yang seperti ini.
Sret
Grep
Secara tiba-tiba Kai mendorong tubuh Kyungsoo hingga menghantam tembok disisi dapur. Ia kembali mengungkung tubuh mungil Kyungsoo seperti yang Ia lakukan kemarin.
Kyungsoo memejamkan kedua matanya menahan sakit dipunggungnya. Kemudia perlahan membuka kedua mata bulatnya saat nafas hangat kembali menyapa kedua pipi gembilnya. Jantungnya berdetak kencang. Sama seperti kemarin.
"Hanya aku yang boleh menyentuhmu" Kai mempertegas maksudnya.
"Ak-aku tidak melakukan apapun dengan Chanyeol, Kai" Kyungsoo memberanikan diri menatap mata Kai. Sangat terlihat sifat overprotectif disana.
"Sentuhan tangan Chanyeol dikepalamu. Aku tidak menyukainya" Kai mendekatkan wajahnya pada Kyungsoo. Berbisik lembut disebelah telinga namja mungil itu. Kyungsoo bergetar. Rasanya lututnya melemas mendengar suara Kai yang sangat menggodanya.
"Ta-tapi aku-"
Chu~
Ciuman singkat dikedua belah bibir tebal itu membuat Kyungsoo membulatkan kedua matanya. Hanya singkat namun sukses membuat dadanya bergemuruh.
Kai menjauhkan tubuhnya dari Kyungsoo. Ia tahu jika ini tidak baik. Terlalu menekan Kyungsoo sama saja membuat namja manis ini tidak nyaman. Jadi Ia berpikir untuk mengikuti alur saja. Bertanya baik-baik agar tidak ada suatu hal buruk yang menimpa hubungan yang bahkan baru saja dimulai ini. Ia sangat mencintai Kyungsoo. Dan Ia tidak ingin jika hubungannya bermasalah hanya karena masalah kecil seperti ini.
"Aku percaya padamu" Kyungsoo menggerak-gerakkan bola matanya lucu saat Kai mengucapkan kalimat itu. Ia menjadi semakin bersalah. Apa yang harus Ia lakukan?
Sementara Kai berusaha mengulas senyumnya. Ia tidak mau menjadi egois. Karena sebenarnya yang brengsek disini adalah dia sendiri. Tidak mungkin Ia melarang Kyungsoo berdekatan dengan Chanyeol sementara dia sendiri memiliki hubungan dengan Kyungsoo dan Baekhyun.
"Kau tidak mempermasalahkan ini?" tanya Kyungsoo ragu
Kai menggeleng dengan senyum yang tak lepas dari wajah tampannya. Melihat reaksi Kai membuat Kyungsoo tersenyum senang. Segera Ia menghamburkan tubuh mungilnya kepelukan Kai.
"Aku menyayangimu, Kai-ya. Gomawo" hanya senyum dan sentuhan lembut pada kepalanya yang menjadi jawaban Kai. Dan Kai, Ia terlalu larut pada kepolosan Kyungsoo. Kyungsoo bilang jika dia mencintai Kai, tapi rasa cinta Kai jauh melebihi rasa cintanya pada dirinya sendiri. Kai terjatuh. Ya, Kai terjatuh pada pesona dan ketulusan Kyungsoo. Untuk itu Ia lebih memilih mengalah karena rasa cintanya pada Kyungsoo yang begitu besar.
.
.
.
"Jadi bagaimana?" Chanyeol menatap penuh minat pada namja berahang tegas yang tengah duduk didepannya. Ruang kerja yang cukup besar itu mampu membuat suara bass dari Chanyeol menggema.
"Kau mendapatkan ini dari mana?" namja berahang tegas itu mengangkat kertas yang sedari tadi Ia pegang untuk ditunjukkan pada Chanyeol.
"Aku menemukannya dirumah Kyungsoo" jawabnya cepat
"Jadi namja yang kau stalker itu bernama Kyungsoo?" kekehan keluar dari bibir namja itu.
"Ayolah Jongdae. Kau hanya perlu menjelaskan padaku apa maksud dari tulisan-tulisan itu. Hanya kau dokter ahli saraf yang bisa kupercaya" Chanyeol mulai merengek.
"Baiklah-baiklah. Dengarkan aku baik-baik" namja bernama Jongdae itu meletakkan kertasnya diatas meja dan menatap wajah penasaran Chanyeol. Ia menghela napas sebentar sebelum menjelaskan hasil analisis dari kertas itu.
"Disini dijelaskan jika Kyungsoo menderita penyakit Alzheimer" Jongdae menunjuk salah satu deretan tulisan yang terjejer rapi disana.
"Kau tahu kan jika penyakit ini adalah penyakit yang berkaitan dengan penurunan fungsi otak?" lanjutnya. Chanyeol mengangguk.
"Gangguan fungsi otak yang dimaksud disini diakibatkan beberapa hal, misalnya kecelakaan hingga terdapat cidera parah dikepala, riwayat kesehatan keluarga, atau gaya hidup. Menurut catatan ini, Kyungsoo menderita Alzheimer dikarenakan kecelakaan yang pernah Ia alami" Jongdae menjeda perkataanya untuk melihat reaksi Chanyeol.
Namun sepertinya Chanyeol memang menginginkan penjelasan lebih dari Jongdae. Ia tidak berniat bertanya dulu sebelum Jongdae benar-benar mengakhiri penjelasannya.
"Penyakit ini biasanya diderita oleh orang-orang lanjut usia, namun karena penyebab disini adalah dari gen dan karena kecelakaan jadi tidak menutup kemungkinan pasien seusia Kyungsoo bisa menderita penyakit semacam ini. Dia mengalami kecelakaan yang bukan hanya sekedar otaknya saja yang terkena efek, namun juga beberapa ruas tulang belakangnya yang rusak dan dapat menyebabkan kelumpuhan jika otaknya terlalu diforsir berlebihan. Cidera saraf perifer lah yang menyebabkan sakit kepala luar biasa hingga mimisan bahkan menyebabkan tubuh mati rasa secara bertahap. Kau pasti paham dengan penjelasanku sejauh ini bukan?"
Chanyeol mengerjap. Pandangannya kosong mengarah Jongdae. Ia masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Jongdae.
"Kyungsoo akan lumpuh?"tanyanya lemah
"Bukan hanya lumpuh, bahkan Ia bisa meninggal jika fungsi otaknya telah menurun jauh. Lebih mudahnya Kyungsoo akan mati secara perlahan"
Deg
Deg
Deg
Chanyeol seperti terjerembab didasar palung setelah menaiki tebing tinggi dan curam. Jantungnya seperti tersayat. Orang yang Ia cintai memiliki penyakit semacam ini? Apa yang harus Ia lakukan?
"Apa penyakit ini bisa sembuh?" rasanya Ia telah kehilangan seluruh tenaganya atas pertanyaan yang satu ini.
"Tidak ada. Hanya ada beberapa resep yang bisa membantu memperlambat jalannya gangguan fungsi diotaknya. Dan hanya dari diri pasien sendiri yang bisa menentukan cepat atau lambatnya perkembangan penurunan fungsi otak itu"
Lagi, Chanyeol seperti orang bodoh yang hanya bisa mengangakan mulutnya. Ia bingung harus berkata apa. Ia tidak tahu harus berbuat apa.
"Jika kau benar-benar terobsesi padanya, lakukan sesuatu, Yeol. Jangan sampai semuanya sia-sia" ucapan dari Jongdae membuat Chanyeol kembali fokus pada pemikiran awalnya. Ya, Ia telah berjanji untuk menjaga Kyungsoo. Setidaknya sebelum semua terlambat Ia harus bisa menjadikan Kyungsoo bahagia. Ia memang belum lama mengenal Kyungsoo, namun pesona namja mungil itulah yang telah menariknya kedalam kehidupannya. Dan Chanyeol akan terus melanjutkan langkahnya meskipun tarikan itu semakin kuat.
.
.
.
TBC
.
.
.
Anyeoong...fast Update nih buat nemenin malem minggu kalian, yeeaayy! *Prok prok prok
Udah ketahuan kan Kyungsoo anak siapa dan penyakitnya apa?
Itu nama penyakit udah sering denger sih sebenernya, dan memang bener itu adalah gejala penurunan fungsi otak. Biasanya penderita berusia 40-65 th yang rentan sama penyakit ini. Tapi berhubung dicerita ini Kyungsoo menderita penyakit karena gen (keturunan) dan karena kecelakaan jadi masuk logika kalian kan kenapa bisa dia menderita penyakit ini?
Penjelasannya memang gak detile karena Jongsoo ambil inti-intinya aja. JongSoo juga bukan jurusan kedokteran jadi gak begitu paham sama diagnosa yang terlalu belibet. Chap ini dibuat murni 'untuk kepentingan cerita' dengan sedikit bumbu abal dari JongSoo tentunya Hahah... Jadi yang mau ngebash bagian ini, tolong dipikirkan lagi ya. Biar makin jelas, lebih baik search mbah google deh. Biar kalimat-kalimat yang keluar dari jempol gak menusuk hati *eh /efek bash kemaren tente/
Terimakasih telah berkenan membaca. Saran sangat dinantikan. Jadi ripiuw, plis! n_n
.
.park28sooyah : Khekhe...jadi nebak-nebak sendiri kan? Ntar geregetan sendiri juga loh. Tenang, Chansoo momen akan selalu ada kok. Tunggu aja *smirk
. meyriza : Karakter Kkamjong yang minta dibegal itulah daya tarik cerita ini mey, bwahaha...
. anisafransiskaa : Ntar juga putus dari Baek kok, tapi tunggu jong tobat dulu :D jangan nyesek dong, mereka tetep bersatu kok meskipun sodaraan *eh
. Yessi94esy : Sudah nextnextnext nih chingu. Gomawo karena berkenan membaca :D
. unniechan1 : Jongsoo lagi gak enak badan chingu-ya, jadi mian kalo Up chap kemaren kelamaan. Gantinya chap ini fast kan? Hehe.. misteri telah terpecahkan dalam satu chap loh ini. kasih apa ini Jongsoonya? Iya, bener apa katamu. Gomawo atas dukungannya. Duh, makin cinta deh sama kamu *lhoh
. FarydahKAISOO8812 : Terimakasih chingu... semoga selalu suka dengan ff Jongsoo yang abal-abal sebiji 500 ini *eh itu bala-bala ding
. Rahmah736 : Pasti seru dong, kan Jongsoo yang bikin dengan cinta dan kasih sayang *apadeh. Iya mereka sodaraan, tapi bukan tiri. Oiya, gomawo karena sudah ripiuw juga di FB, JongSoo mah sukanya nyoba-nyoba jadi maklumi saja :D
. Dhina395 : Nih reader yang namanya sama, terimakasih selalu memberi riview, mempaporitkan, mempolow, menginpit bbm JongSoo juga. Semoga makin banyak sharing, makin bisa akrab. Gomawoo...
. rakaahmada : Iya ribet. Cinta segi apa ya? Jejar genjang mungkin :D
.kianaevellyn : JongSoo sakit kemarin kiana, jadi mian Upnya lama. Tapi ini udah fast kan? Chansoo Kaisoo akan selalu ada momennya kok. Tapi diporsi mereka masing-masing ya...
. yuniawijayanti2002 : sabar, mereka pasti akan ada ceritanya masing-masing. kenapa bisa Kyung sodaraan ama Kai, dan kai sodaraan ama chan, tunggu kelanjutan ceritanya aja, khekhe...
. Sofia Magdalena : Iya sofi, gomawo atas dukungannya. Makin sayang deh sama sofi XOXO. Hahaha...sebelum Yunho mau nikah ama Ahjumanya soo, Kaisoo udah sodaraan. Tuh udah dijelasin diatas. Untuk Baek, gak tau kenapa dia malah kaya jadi cameo disini. khekhe...maapkan JongSoo.
. Kaisooship : Khekhe...iya gak dipikirin kok walaupun nyelekit :D. Mereka sodaraan dan ntar Kyung mati apa enggaknya tergantung readers aja deh suka yang mati-matian apa enggak *eh
. SevtrisaV : Nih JongSoo fast Update. Gomawo sudah menanti ff JongSoo~
. andiasli99 : Kaisoo momen untuk 1 chap penuh belom bisa terealisasi, nunggu menteri tandatangan kontrak perjanjian dulu yah *apadeh. Gomawo atas dukungannya XOXO
. waiz Snivy : Hahaha...kkamjong mah emang pemaksa orangnya. Chansoo akan selalu hadir kok, apalagi udah disuruh panggil 'kyungie' noh. Gomawo, ne dek udah ripiuw. Istirahatnya udah cukup kok, sekarang giliran nulisnya :D
. Lovesoo : Jangan sedih, udah Up lagi nih fic nya. Gomawo sudah bersedia meriview~
