HIDDEN LOVE
.
Kai cinta Baekhyun dan Kyungsoo. Kyungsoo cinta Kai dan Chanyeol. Cinta segi 4? Tidak, mereka hanya terjebak didalam dunia berbentuk kubus.
.
.
Preview
"Maksudmu?" tanyanya tak mengerti
"Ucapanku tadi akan tetap berlaku selama kau belum menikah. Jadi kapanpun kau membutuhkanku, aku akan selalu siap menerima uluran tanganmu" ucap Chanyeol sambil mengusap airmata dipipi Kyungsoo. "Jangan menangis. Kau terlihat sangat jelek jika seperti itu" godanya dan berhasil membuat pipi Kyungsoo memerah.
"Yak! apa kau baru saja mengataiku jelek? Dasar Park Chanyeol mesum" sungutnya
"Hey, aku tidak mesum"
"Kau mencuri ciuman dariku, bodoh! Apa namanya jika tidak mesum?"
"Aku tidak mesum, Kyung" belanya
"Kau mesum. Dasar mesum"
"Aku tidak" Chanyeol tetap bersikeras
"Kau mesum, mesum, mesum. Kau mesum pangkat tiga"
"Aku tidak mesum, Kyung. Aku akan menggelitikimu jika kau mengatakannya lagi" ancam Chanyeol
"Kenapa? Bukankah kau memang mesum. Dasar mesum"
"Yak!" dengan cekatan Chanyeol menarik tubuh Kyungsoo dan menggelitikinya tanpa ampun. Kyungsoo tertawa terbahak-bahak sambil berusaha melepas tangan Chanyeol yang menempel pada perutnya.
"Yeol, ampun. Geli, hahahahaha..." Kyungsoo menggeliat karena kini Chanyeol menggelitikinya dari belakang, membuat posisi mereka seolah berpelukan.
"Kau yang memulai, Kyung. Jadi rasakan ini" Chanyeol semakin gencar menggelitiki perut Kyungsoo hingga membuat lelaki mungilnya tertawa terbahak-bahak.
"Masih mau mengataiku mesum, eoh? Kau akan merasakan yang lebih geli dari ini"
"Hahahaha...ampun, Yeol. Tidak lagi~ hahaha..."
"Kyungsoo!"
Deg
Seketika tawa Chanyeol dan Kyungsoo terhenti. Mereka tercekat karena mengetahui suara siapa yang telah mengganggu acara bersenang-senang kecil mereka. Siapa lagi kalau bukan-
"K-Kai"
...
...
Kyungsoo terpaku. Rasa takut dan juga gugup menyerang dadanya secara tiba-tiba. Dengan segera ia melepaskan pelukan Chanyeol pada perutnya. Tersenyum canggung sambil sesekali menyikut lengan Chanyeol, memberi kode untuk membantunya berbicara pada Kai.
Membantu?
Ya, bukankah Chanyeol sudah mengetahui hubungannya dengan Kai?
"Sedang apa kau disini?" tanya Kai sinis. Matanya menatap tajam pada pria bertubuh tinggi yang telah menjadi sahabatnya sejak kecil itu.
Merasa diberi pertanyaan yang menusuk, akhirnya Chanyeol bangkit dari duduknya kemudian berjalan mendekati Kai. Kyungsoo yang merasa dalam 'bahaya' hanya bisa mengekori Chanyeol dari belakang.
"Ini tidak seperti yang kau lihat, Kai" ucap Kyungsoo takut-takut.
"Aku tidak bertanya padamu, Soo" ucap Kai sedikit mengeram hingga membuat Kyungsoo meringsut, sembunyi dibalik tubuh tinggi Chanyeol. Mata Kai sangat menyeramkan jika sedang marah.
"Kau sendiri sedang apa disini?" tanya Chanyeol berpura-pura tak tahu.
Berpura-pura?
Oke, Chanyeol memiliki suatu rencana saat ini. Ia ingin melihat bagaimana reaksi Kai saat melihat Kyungsoo bersamanya. Chanyeol tahu Kai tipe pria seperti apa. Dia memang baik mengingat dirinya dan Kai telah berteman sedari kecil. Namun Chanyeol tak suka jika 'Kyungsoonya' dipermainkan seperti ini.
Chanyeol bukan pria bodoh yang akan selalu mengalah tiap kali Kai berbuat sesuatu. Dulu saat Chanyeol mendekati Baekhyun, Kai hadir ditengah-tengah mereka. Hingga pada akhirnya Baekhyun menjadi kekasih Kai, Chanyeol tak masalah. Dan sekarang, dia mencintai Kyungsoo. Ia tak akan membiarkan Kai melangkah terlalu jauh. Ia tak mungkin menyerahkan Kyungsoo begitu saja. Apa Baekhyun tak cukup untuknya?
"Aku mengunjungi Kyungsoo tentu saja" jawab Kai acuh tak acuh.
"Ahh...kebetulan, aku juga sedang mengunjungi Kyungsoo. Benar 'kan, Kyungie?" Chanyeol menyentuh tangan mungil Kyungsoo, namunsegera ditampik oleh lelaki mungil itu.
Chanyeol memaklumi, karena bagaimanapun juga Kyungsoo sudah tercatat sebagai kekasih Kai. Oleh karena itu Chanyeol hanya tersenyum tipis sebagai balasan.
Jantung Kyungsoo terasa ingin melompat keluar ketika melihat Kai meliriknya dengan tajam. Mengapa Chanyeol berkata seperti itu pada Kai? Bagaimana jika Kai marah padanya?
"I-iya" gugupnya
Jawaban itu membuat Kai marah tentu saja. Hingga tanpa sadar ia mengeratkan kepalan tangannya pada kedua sisi tubuhnya. Bagaimana tidak, baru beberapa hari yang lalu ia menasehati Kyungsoo agar tak terlalu dekat dengan Chanyeol. Tapi sekarang yang terlihat justru sebaliknya. Bahkan Chanyeol memangil Kyungsoo-nya dengan sebutan Kyungie?
Yang benar saja!
"Umh...bukankah kau harus ke Rumah Sakit, Yeol" Kyungsoo memecah keheningan dengan ucapan gugupnya.
"Ini hari minggu, Kyungie. Aku tidak ke Rumah Sakit" jawab Chanyeol lembut namun tak mengalihkan tatapannya pada Kai.
Kyungsoo membeku ditempatnya. Mengapa Chanyeol tiba-tiba bersikap seperti ini. Seperti ada yang aneh dengannya.
"B-benarkah?" Kyungsoo berkata sambil menggaruk pelipisnya yang tak gatal.
"Segeralah mandi. Aku akan mengajakmu keluar setelah ini" ucap Kai datar tanpa menatap Kyungsoo.
Chanyeol tersenyum tipis mendengar Kai mengucapkan hal itu. Tidak bisakah ia meminta Kyungsoo dengan cara yang lebih lembut?
"Kita mau kemana, Kai? Chanyeol kan sedang ada disini. Mana mungkin kita meninggalkannya?" ragu-ragu Kyungsoo berucap. Bagaimanapun juga ia tetap merasa tak enak hati kepada Chanyeol.
"Chanyeol pasti mengerti" balasnya yang kini menatap Kyungsoo tajam.
"B-baiklah" pasrahnya. Kyungsoo masih akan berucap sesuatu kepada Chanyeol, semacam ingin meminta ijin agar Chanyeol mengerti keadaannya. Namun sebelum satu kalimat keluar, tatapan tajam dari Kai menghentikan pita suaranya untuk bergetar.
Tanpa menunggu lagi Kyungsoo segera berjalan kekamarnya, melaksanakan apa yang baru saja diperintahkan Kai padanya. Tanpa ia ketahui percakapan sengit antara Kai dan Chanyeol sedang berlangsung.
...
...
Sepasang kaki berbeda ukuran itu berjalan beriringan, menuju kesebuah mobil berwarna merah yang terparkir rapi didepan apartemen Kyungsoo. Sang lelaki mungil tak hentinya tersenyum karena Kai terus menggenggam tangannya, seperti tak ada yang terjadi sebelum mereka keluar dari sana. Sementara Chanyeol? Kai bilang dokter muda itu mendapat telephon mendadak dari Rumah Sakit yang mengharuskannya pergi kesana. Entah itu benar atau tidak Kyungsoo tak ambil pusing. Karena terbebsas dari masalah ini saja ia sudah sangat bersyukur.
"Kai-ya, kita mampir ke toko bunga milik Ahjumma-ku dulu ya? Sudah seminggu tokonya tak kukunjungi, aku takut bunganya akan banyak yang mati" Kyungsoo berucap polos sambil menunjukkan bola mata bulat menggemaskannya pada Kai.
"Hm" jawab Kai singkat.
Kyungsoo memaklumi, pasti reaksi Kai akan seperti itu. Kekasih mana yang tak akan marah jika melihat kekasihnya sedang bersama pria lain dan tertawa bersama? Hah, rasanya Kyungsoo ingin mengeluarkan segala unek-unek yang mengganjal dihatinya, namun ia urungkan. Ia takut jika membahas hal itu justru akan merusak mood Kai terlalu jauh. Untuk itu Kyungsoo memilih diam saja dan berpura-pura tak terjadi apa-apa.
-Semoga saja tak ada masalah besar dikemudian hari, pikirnya.
Sementara Kyungsoo berpikiran demikian, Kai tak jauh berbeda. Ia sebenarnya marah pada Kyungsoo. Ingin sekali ia mematoki lebel pada diri Kyungsoo agar tak ada lelaki lain yang berani menyentuh Kyungsoo'nya' seperti tadi. Namun ia harus berpikir dua kali untuk hal itu. Bahkan Kyungsoo dan Chanyeol hanya berteman, lalu bagaimana dirinya dengan Baekhyun? Lagi-lagi pemikiran akan sifatnya yang brengsek itulah yang membuatnya sedikit mengalah. Ia memang lelaki keras, namun ia bukan lelaki yang tak memiliki hati. Ia harus berpikir beribu kali ketika akan melakukan suatu hal. Yah, setidaknya ajaran baik dari Jongdae hyung menancap dengan baik ditelinganya.
Tak ada percakapan selama didalam mobil. Kyungsoo hanya memainkan tangan mungilnya pada jendela kaca yang sedikit terbuka, sementara Kai berkonsentrasi menyetir.
Sungguh sangat tak menyenangkan jika hanya diam seperti ini. Tapi jika Kyungsoo yang membuka suara terlebih dulu, ia takut Kai akan bertanya dan berbicara hal yang tak ingin ia dengar. Baiklah, mungkin memang lebih baik seperti ini.
Tak lama, tibalah mereka pada sebuah toko bunga. Kai masih sangat hapal dengan toko bunga ini. Bagaimana tidak? Disinilah pertama kali ia bertemu dengan Kyungsoo.
Berbicara mengenai Kyungsoo, bocah itu sudah berlari terlebih dulu menuju toko bunga kala melihat bunga anggreknya sedikit layu. Anak itu, apa selalu sepolos ini?
"Kai-ya, bisakah aku meminta tolong?" ucap Kyungsoo setelah membuka pintu toko.
"Apa?"
"Tolong ambilkan penyiram bunga dibelakang ya? Bungaku banyak yang layu" ucap Kyungsoo sambil memegang lengan Kai manja.
"Baiklah" Kai mengalah. Ia segera berjalan kebelakang dan mengambil penyiram bunga yang dimaksud Kyungsoo. Setelah menyerahkannya pada kekasih mungilnya itu, Kai memilih duduk pada kursi kayu didekat pot besar tak jauh dari tempat Kyungsoo berdiri.
Ia melihat sekeliling. Tak jauh berbeda sejak pertama kali ia kesini. Tanpa sadar senyumnya mengembang. Ia merasa seperti seorang bocah. Sangat kekanakan. Ia memutar kejadian beberapa saat yang lalu ketika berada didalam mobil. Bisa-bisanya ia tak mengajak Kyungsoo berbicara sama sekali. Padahal niatnya mengajak Kyungsoo keluar 'kan untuk bersenang-senang.
Mata Kai terus mengedar hingga ia menangkap sosok mungilnya tengah berjongkok menghadap pot-pot kecil berisi bunga-bunga bonsai. Kai terkekeh kala menyadari Kyungsoonya begitu manis hari ini. Lihat saja celana selututnya itu. Dan kaos putih bergambar pinguin berhelm yang ia kenakan. Jika Kyungsoo berada ditaman bermain saat ini, pasti banyak yang menyangka jika Kyungsoo masih TK.
Kai kembali terkekeh. Ini begitu lucu. Ia jadi gemas sendiri.
"Kyungsoo-ya" panggilnya pelan. Sementara sang empunya nama otomatis menyahut meskipun hanya dengan deheman.
"Hm" mungkin Kyungsoo masih terlalu sibuk menyiram bunga.
"Kau suka bunga?" tanya Kai
"Sangat"
"Apa yang paling kau suka?"
"Umh..." Kyungsoo menghentikan acara menyiramnya dan berpose seolah sedang berpikir "Hampir semua bunga aku suka. Tapi yang menjadi favorite ku...mawar" ucapnya sambil tersenyum lebar, menunjukkan barisan giginya yang rapi. Sangat menggemaskan.
"Benarkah? Mengapa kau suka mawar?" tanya Kai lagi masih diposisinya.
"Tak ada alasan khusus. Aku hanya menyukainya saja" jawab Kyungsoo santai. Ia meletakkan alat penyiram bunganya dipojok ruangan kemudian berjalan mendekati Kai dan duduk tepat disebelahnya.
"Aneh. Biasanya jika orang menyukai sesuatu pasti memiliki alasan untuk menyukai sesuatu itu" Kai menatap Kyungsoo dari samping.
"Eiy...itu tidak benar" Kai mengerutkan kening mendengar ucapan Kyungsoo "Buktinya aku tak memiliki alasan khusus ketika menyukaimu" lalu tersenyum.
"Benarkah?" tangan Kai bergerak menyentuh poni Kyungsoo yang sedikit berantakan.
"Tentu saja" jawab Kyungsoo cepat " Memangnya kau memiliki alasan khusus saat menyukaiku?" tanyanya penasaran.
Kai mengangguk membuat rasa penasarannya semakin besar.
"Apa?"
"Karena aku mencintaimu" Kai berucap santai. Bahkan saking santainya, Kyungsoo sampai merubah ekspresinya.
"Apa itu yang namanya alasan?" Kyungsoo memukul pelan lengan Kai membuat lelaki berkulit tan itu terkekeh pelan.
"Dengar" Kai memegang kedua bahu Kyungsoo hingga tubuh mereka saling berhadapan "Karena alasan itulah aku menjadi sedikit pencemburu" lanjutnya.
Kyungsoo terdiam. Ia tahu akan pergi kemana pembicaraan ini.
"Mianhae" ucap Kyungsoo lemas. Matanya yang bulat langsung meredup. Ah tidak, tidak! Kyungsoonya tidak boleh seperti ini.
"Tak apa selama kau berkata jujur padaku" ucap Kai menenangkan.
"Aku benar-benar tak ada hubungan apapun dengan Chanyeol, Kai. Kami hanya berteman" ucapnya penuh rasa menyesal.
"Aku percaya dengan apapun yang kau katakan. Jadi jangan pernah merubah rasa percayaku, arraseo?" Kai mengacak pelan rambut halus Kyungsoo. Kyungsoo tersenyum lebar, mata bulatnya kembali berbinar, lalu mengangguk semangat. Aish! Sangat manis.
"Kau sudah makan?" tanya Kai lembut, pertanda jika moodnya sudah kembali membaik.
Kyungsoo menggeleng sebagai jawaban.
"Bagimana jika membeli beberapa cake untuk bekal jalan-jalan hari ini?" tawar Kai.
Mendengar hal itu tentu saja tak akan ditolak oleh Kyungsoo. Kyungsoo adalah 'penggemar' makanan manis. Jadi ketika Kai menawarinya cake jiwa 'fanboynya'langsung muncul begitu saja.
Kai yang gemas kembali mengacak surai lembut Kyungsoo. Perlakuan sederhana, namun memberi kenyamanan tersendiri bagi lelaki mungil itu.
...
...
Kyungsoo tersenyum riang kala matanya menatap barisan cake coklat yang ada dietalase toko. Kai terkekeh melihat sikap kekanakan kekasihnya ini. Tapi justru itu yang ia suka. Kyungsoo begitu apa adanya.
"Pilih saja yang kau suka" ucap Kai lembut dan dibalas anggukan oleh Kyungsoo.
Kyungsoo mengamati kembali barisan cake itu. Ada satu cake yang menarik perhatiannya. Namun sebelum sempat ia memesan, sebuah suara mengalihkan atensinya.
"Kai?"
Ah tidak, bukan hanya Kyungsoo, namun sang empunya nama juga mengalihkan pandangannya pada seseorang yang menyapa.
Kai terdiam. Tak ada gerakan yang dapat ia buat. Melihat bagaimana lelaki mungil itu berada didepannya saat ini, menjadikan tubuhnya kaku mendadak.
"Sedang apa kau disini? Bukan kah kau bilang sedang menemui Chanyeol?" tanya lelaki mungil itu lagi.
"Kau teman Kai?" Kyungsoo yang sedari tadi hanya diam kini bertanya. Sedangkan pertanyaan itu membuat dada Kai sesak secara tiba-tiba.
Apa ini lelucon? Bagaimana bisa dua kekasihnya bertemu dalam keadaan seperti ini? Astaga!
"Eoh, bukankah kau yang waktu itu berada dilapangan basket?" Baekhyun-sang lelaki mungil menunjuk Kyungsoo dengan semangat "Kita sempat berkenalan waktu itu. Kau..."
"Kyungsoo. Namaku Kyungsoo" jawab Kyungsoo cepat.
Kai masih diposisinya. Tak bergerak maupun mengeluarkan sepatah katapun. Ia rasa hidupnya akan habis setelah ini.
"Ah, benar, Kyungsoo. Aku Baekhyun, kekasih Kai"
DUARRR!
Seperti halilintar yang menyambar dadanya secara langsung. Senyum Kyungsoo luntur seketika. Tatapan matanya meredup, berusaha mencerna kalimat yang baru saja keluar dari bibir lelaki mungil didepannya ini.
"Yak! Kenapa kau hanya diam saja, Kai-ya?" Baekhyun menyikut lengan Kai lembut karena lelaki berkulit tan itu tak juga merespon kehadirannya. Sementara Kyungsoo hanya melihat. Ia melihat bagaimana wajah pucat Kai yang begitu tiba-tiba. Hal ini membuatnya berpikir, apakah Baekhyun benar-benar kekasih Kai? Lalu siapa dirinya?
Waktu seolah berhenti. Kai dengan pemikirannya, dan Kyungsoo dengan pertanyaan yang memenuhi kepalanya. Ini begitu tiba-tiba, dan ia tak sepenuhnya menerima.
"K-kalian baik-baik saja 'kan?" Baekhyun yang merasakan atmosfir antara mereka berbeda segera bertanya. Dan Kyungsoo yang tersadar terlebih dulu.
"Ahh...jadi kau kekasih Kai?" tanyanya lirih, sedikit tak rela menyebut kekasihnya sebagai kekasih orang lain "Sudah berapa lama kalian menjalin hubungan?" lanjutnya sedikit bergetar.
Kai menatap Kyungsoo kala pertanyaan itu meluncur dari belah bibir tebalnya. Ia sangat tahu jika Kyungsoo pasti merasa bingung atas situasi ini.
"Dua tahun. Benar 'kan Kai?" Baekhyun berucap bangga dengan senyum mengembang ceria dari bibirnya.
Lagi...
Dada Kyungsoo seolah dihantam ribuan bebatuan tak kasat mata. Apa yang ia dengar begitu mengganggu pikirannya. Kai dan Baekhyun sudah menjalin hubungan selama dua tahun, lalu hubungannya dengan Kai apa? Bahkan ini belum genap sebulan. Apa dirinya dijadikan selingkuhan oleh Kai?
Kyungsoo berusaha sekuat tenaga menahan sesak didalam dadanya. Mata bulatnya mengarah pada lelaki tan didepannya. Bahkan Kai tak berusaha menjelaskan sesuatu padanya. Apakah yang dikatakan Baekhyun adalah benar? Jika tidak mengapa Kai hanya diam?
"Dua tahun..." Kyungsoo mengulang ucapan Baekhyun lirih dan hampa, bahkan hampir tak terdengar. Tapi Kai mendengarnya. Kai mendengar sekecil apapun suara Kyungsoo.
Ia menatap mata bulat Kyungsoo yang memerah. Namun ia tak bisa berkata apa-apa ketika Baekhyun mulai bergelayut manja pada lengannya.
"Um...Kai-ya, aku lupa jika aku memiliki janji dengan temanku. Sepertinya lain kali saja kau mentraktirku cake" sekuat tenaga Kyungsoo mengatur nada bicaranya. Ia sengaja mencari alasan agar Baekhyun tak menaruh curiga padanya maupun Kai. Ia masih berpikiran waras. Yang menjadi orang ketiga adalah dirinya, dan Kyungsoo tahu betul apa yang harus ia lakukan.
Menghindar...
Sementara Kyungsoo berjalan keluar toko, Kai merasa jika dadanya sakit. Entah mengapa melihat ekspresi kecewa dari Kyungsoo terasa lebih menyakitkan daripada melihat Kyungsoo bersama Chanyeol.
'Mianhae...'
'Kyungsoo-ya'
...
...
Kaki mungilnya meniti jalanan Seoul. Meninggalkan jejak-jejak luka yang tergambar berurutan. Matanya mengabur perlahan, pikirannya kosong. Apa lagi sekarang? Setelah kemarin ia mendapatkan hal mengejutkan mengenai informasi keluarganya, sekarang ia dihadapkan dengan kenyataan yang semakin membuat hatinya terluka.
Harusnya Kyungsoo sudah bersiap siaga. Tak selalu yang ia harapnya sesuai fakta. Yang tak ia habis pikir adalah 'Kai menjadikannya selingkuhan atas Baekhyun'. Setelah ia memberikan segalanya pada Kai, mengapa baru ia mengetahui? Ah...pemikiran ini membuat kepalanya semakin pening saja.
"Kyungsoo-ssi?"
Reflek ia menoleh pada sumber suara. Matanya yang sayu kemudian menatap penuh minat ketika melihat siapa yang ada didepannya.
"Bisakah saya meminta waktu anda sebentar?" ucap seorang pria bersetelan jas hitam yang menemuinya tempo hari, Jung Ilhoon.
Kyungsoo masih diam. Matanya mengikuti arah pandang Ilhoon, menuju kesebuah mobil hitam yang terparkir tak jauh dari tempatnya berdiri.
Ilhoon berjalan pelan, membuka pintu untuk mempersilahkan Kyungsoo masuk kedalam.
Sementara Kyungsoo masih terpaku. Keadaan yang semakin berurutan semakin membuatnya bingung. Ia jadi ingat dengan nasehat dokter Jongdae untuk beristirahat lebih banyak. Apa mungkin karena penyakitnya?
Perlahan tapi pasti Kyungsoo menuruti permintaan Ilhoon. Tanpa berucap suatu apapun, ia mulai memasuki mobil hitam itu. Setelah pintu ditutup, Ilhoon berjalan kedepan dan duduk dibelakang kemudi. Hanya dalam hitungan detik mobil hitam itu berjalan menjauh. Tanpa Kyungsoo ketahui jika seseorang telah mengawasinya sedari tadi.
...
...
"Kita sudah sampai" ucapan pelan dari Ilhoon menyadarkan lamunan Kyungsoo.
Melamun?
Ya, sejak tadi Kyungsoo tak mau mengeluarkan suaranya barang satu kata saja. Ia hanya melamun. Pikirannya melayang kemana-mana. Pikiran tentang Kai, tentang Baekhyun, hubungan diantara mereka bertiga, dan ingatan tentang pernyataan Chanyeol. Begitu menyiksa, hingga tak ia sadari jika informasi mengenai keluarganya jauh lebih penting dari pada masalah apapun.
"Huh?" Kyungsoo berujar bingung.
"Jika anda sudah membaca seluruh isi surat itu tentu anda tahu apa yang harus anda lakukan bukan, Kyungsoo-ssi?" Ilhoon kembali berucap.
Ah, benar. Sekarang yang harus menjadi fokusnya adalah masalahnya dengan keluarganya. Masalah dirinya dengan Kai maupun Baekhyun dapat diselesaikan jika ia telah mengetahui siapa keluarganya.
"Ne" jawabnya singkat.
Kyungsoo sedikit tersentak ketika pintu mobil terbuka. Sejak kapan Ilhoon berada diluar? Astaga, sepertinya ia harus benar-benar fokus pada dunia nyata mulai sekarang.
Kyungsoo berdehem lirih ketika telah menginjakkan kakinya ditanah. Menatap bangunan besar didepannya yang menjulang kokoh. Ada perasaan ragu namun terkalahkan oleh rasa penasarannya.
Perlahan ia melangkah. Sedikit menarik napas ketika salah satu maid membukakan pintu utama. Setelah kepercayaan dirinya terkumpul Kyungsoo berjalan masuk. Ia tak berani menoleh kekanan maupun kekiri, yang menjadi tumpuannya adalah lurus kedepan. Ia belum siap jika sesuatu yang tak ingin ia lihat berada disekitarnya.
"Kyungsoo"
Suara berat dan dalam begitu terdengar. Kyungsoo tercekat. Suara ini...seperti pernah ia dengar sebelumnya.
Mata bulatnya mengarah pada sumber suara. Disana, diujung tangga, berdiri sosok tinggi dengan rambut yang sedikit memutih. Tengah tersenyum diantara air yang mengenang dipelupuknya. Tangannya terangkat, memberi isyarat pelukan hangat. Berjalan tergopoh dengan senandung lirih kerinduan. Kyungsoo menatapnya dalam. Menatap mata yang pernah ia kenal.
"Kyungsoo-ya..." pelukan hangat itu tersampaikan. Kyungsoo masih saja tak bergerak ketika dadanya bergetar hebat "Kyungsoo-ya..." dan ucapan itu mengiringi semakin eratnya pelukan hangat.
Kyungsoo merasakan kenyamanan. Kenyamanan yang memang seharusnya ia dapat. Kenyamanan yang telah direnggut paksa oleh takdir. Kenyamanan yang membuatnya melupakan kejadian beberapa saat yang lalu. Entah sejak kapan lelehan itu mengalir dipipinya. Lelehan kebagahiaan yang tak dapat ia ungkapkan dengan kata-kata. Pelukan hangat ini nyatanya dapat merubah pikiran mengambangnya menjadi lebih tenang. Pelukan seorang...
"Appa" ucapnya bergetar.
...
...
TBC
...
Anyeong...
JongSoo balik lagi setelah hampir 2 bulan nggak nongol dengan Hidden Love.
Banyak yang menunggu chapter 10 Update, dan baru sekarang bisa di Update. Duh, JongSoo jadi merasa bersalah sama kalian. Huhuhu...Mianhae... :'(
JongSoo terlalu larut sama Fic OneShoot sampai mengesampingkan Hidden Love.
Bukan apa-apa, karena niatnya emang Hidden Love ini akan bener-bener dinikmati penulisannya. Maka dari itu antisipasilah readers sekalian(?) agar tidak bosan dengan Hidden Love :D
Tata bahasa di chapter ini sedikit berubah lhoh (kalau kalian sadar sih :D ). JongSoo banyak berkelana baca Fic dari OTP lain dan banyak author-author dengan penulisan keren tapi ringan yang menjadi inspirasi, jadilah JongSoo ikut terbawa arus perjalanan panjang itu /apadah/ abaikan/
Semoga kalian tetap bisa menikmati ya...
Keep Support me..
Caranya?
Riview dong :D
.
Guest : Mian karena gak bisa update cepet. Wkwk chap lalu memang Baek-nya teraniaya secara batin(?) padahal hari ultahnya ya. Jadi merasa bersalah :D
unniechan1 : Eiy, bingung gimana bales riview kamu, puanjang banget :D tapi intinya makasi sudah setia menunggu HL :D Terimakasih juga sudah mengingatkan tentang typo. Itu nggak bisa dihindari, karena memang disitulah seninya menulis/eh/
park28sooyah : Terimakasih atas dukungannya/blusing/ Di chapter ini Kyungsoo ketemu sama bapaknya kok. Kalo ketemu Kai sama Jongdae sebagai saudara, mungkin chap depan. Ditunggu aja :D
sweetsugarvee : Sudah Update :D Tapi nggak bisa fast hehe...mianhae
anisafransiskaa : Mian nggak bisa fast Update. Mian Chansoo moment-nya dikit, tapi semoga chap ini bisa memuaskan ya :D
Sofia Magdalena : Kalau end-nya sih belum tahu Kyungsoo bakalan sama Chanyeol apa Kai. Kasih saran dong sofi :D
whenKmeetK : Ho'oh ketauan. Gak asik bgt deh :D
waiz Snivy : Tuh udah ketahuan kan Kai pacaran sama Baek. Kyung-nya patah hati tapi ditahan-tahan :D Vampire or Dog nya belum diupdate. Nanti kalau udah selelsai edit pasti cepet-cepet di update. Gumawoo..
kyungni sarang : Terimakasih sudah bersedia meluangkan waktu membaca Hidden Love. Terimakasih juga sudah mau meneliti bagaimana konflik disetiap chapternya. kedepannya akan diperbaiki lagi :D
meyriza : Ngakak deh baca riview kamu mey. Udah terlanjur ketahuan tuh si KaiBaek, gimana hayoo?
Kaisooship : Iya Kai sama Kyungsoo nya sodaraan. Ntar mau jadi Kaisoo apa Chansoo belum kepikiran. Kasih saran boleh kok :D
kimsoo : Eits...jangan marah-marah sama si item. Dia kan lagi khilap/eh/
Lovesoo : Sudah Update, gumawo riview-nya :D
kianaevellyn : Wkwkwk iya ki. Mian gak bisa fast update
rakaahmada : Waaah..kamu Chansoo shipper ya dek? Etdah heboh bener. Iya noh udah ketemu sama bapaknya noh.
yuniawijayanti2002 : Sudah Update. Gumawoo
dyonism : Disaat semua pengen ngeracunin si item pakek obat nyamuk(?) Cuma kamu nih yang kesian sama si item. Wae? wae? Katakan padaku, wae?
AlienBaby88 : Perang dunianya dalam batin Kaisoo :D
: Sudah Update. Mian membuatmu menunggu. Semoga chap ini memuaskan :D
Kyungra26 : Iya Kaisoo-nya sodaraan. Hahaha...nanti maunya chansoo apa kaisoo hayoo? dimantepin dulu. Tar nyesel kalo milih Kaisoo /eh/
luketan : Terimakasih sudah menyukai HL :D Enjoy ya :D
