Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

Malam ini Sehun kembali datang ke diskotik itu sendiri, jantungnya berdebar cepat saat mengingat perkenalannya pertamanya dengan Kai.

Wanita muda itu sukses membuat seorang Oh Sehun yang polos dan tidak suka akan kebisingan kembali datang hanya untuk melihat.

"Nonna ?"

"astaga Sehun ? Kau sendiri lagi ?" Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"apa malam ini Si Tan ?" Baekhyun menganggukan kepalanya sambil menggerak gerakkan tangannya, ia sedang membuat minuman untuk pelanggan lain.

"syukurlah."

"kau ingin minum apa ?"

"ah tidak usah Nonna, aku bawa minum di tas ku." Baekhyun mendengus kesal membuat Sehun tertawa, tampaknya Sehun benar benar anak kecil yang terperangkap di tubuh orang dewasa.

"bagaimana kemarin malam ?" Sehun menoleh dan menatap Baekhyun yang menggodanya, pasalnya Baekhyun tahu jika Sehun dan Si Tan bertemu di luar diskotik.

"bagaimana apanya ? kami tidak melakukan apapun Nonna."

"yang benar saja ?" tanya Baekhyun tidak percaya membuat Sehun menganggukan kepalanya.

"bagaimana bisa ?" Teriak Baekhyun membuat Sehun mengedikan bahunya.

Melihat sosok gadis itu menggoda setiap pria yang ada di dalam diskotik ini mustahil bagi Baekhyun jika Sehun dan Si Tan itu tidak melakukan apapun.

Bahkan pria pria disini menatap lapar tubuh Si Tan dan siap menerkam kapanpun tapi kenapa Sehun tidak melakukan apapun ?

"kau yakin Hun ?" Sehun menatap Baekhyun yang menatapnya intens, Sehun mengerjap matanya lalu menganggukan kepalanya.

"kau melewatkan kesempatan." Sehun menatap Baekhyun heran yang tengah menggelengkan kepalanya.

"kesempatan apa ?"

"Sehun yang tampan tapi bodoh, kau lihat semua pria disini bahkan menginginkan Si Tan berada di bawahnya sambil mendesah dan kau malah melewatkannya."

Sehun mengedarkan pandangannya dan menatap semua pria yang berada disana, yang di katakan Baekhyun memang ada benarnya juga tapi semalam Sehun sama sekali merasa bahwa Kai dan Si Tan itu adalah dua orang berbeda.

Kai adalah gadis manis yang ceria, baik, dan sopan bagaimana bisa Sehun tiba tiba menyeret Kai untuk bercinta ? hanya orang gila yang melakukan itu.

Tapi lain hal nya dengan Si Tan, Si Tan adalah kebalikan dari Kai.

"tapi aku sama sekali tidak memikirkan sampai kesana Nonna."

"itulah polosnya otakmu, bodoh." Sehun merenggut mendengar gadis yang lebih tua darinya 2 kali mengatakan bahwa dirinya bodoh.

Lampu tiba tiba mati membuat Sehun menoleh kearah meja DJ yang sudah di terangi lampu lampu sorot.

Lampu menyorot sesosok wanita yang Sehun yakin itu adalah Kai, tatapan mata mereka bertemu dan senyum tipis terpancar dari bibir tebal Kai.

"runtuki kebodohan mu Sehun." Sehun menatap garang Baekhyun yang mendengus kesal lalu menghampiri pelanggan lain.

Kali ini wanita itu memakai bra dan celana merah menyala sesuai dengan warna topeng yang di gunakannya, Sehun menatap dari atas sampai kebawah saat wanita itu berdiri di atas meja dan meliuk liukan badannya.

Sehun menghela nafasnya, sesak kembali datang saat melihat wanita berkulit Tan ini mengoyangkan seluruh badannya yang tak tertutupi sehelai benang pun.

Wanita itu turun dan menghampiri seorang pria yang sejak tadi memandangnya dengan tatapan lapar.

Pria itu menghimpit Si Tan ke dinding dan mencium ganas Si Tan membuat Sehun memutar kursinya dan mendengus kesal.

Si Tan itu bukan kekasihnya tapi kenapa selalu sesak saat melihat adegan yang pasti selalu di lakukan Si Tan saat tengah di diskotik itu.

Sehun bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan diskotik itu membuat Baekhyun menatap heran Sehun lalu menatap Si Tan yang mendorong pelan pria itu dan meninggalkan lantai dansa memasuki ruangannya.

.

.

#####

.

.

Sehun berdiri bersandar di dinding samping pintu karyawan, perginya Sehun dari dalam diskotik itu bukan pulang tapi menghampiri pintu karyawan dan menunggu Kai.

Setidaknya Sehun harus tahu bahwa yang tadi berciuman dengan pria itu Kai atau yang lain ?

Sehun mendongakkan dan menghampiri Kai yang membuka pintu membuat Kai tersentak kaget.

"Se… Sehun." Panggil Kai lirih dan Sehun hanya membalasnya dengan senyuman.

"ya ini aku."

"ada apa ?"

"ingin ku antar pulang ?" Sehun langsung menggengam lembut tangan Kai dan mengajaknya menuju tempat parkir tempat Sehun memarkirkan mobilnya.

Kai memasuki mobil Sehun dalam diam, membuat Sehun ikut terdiam.

"tidak ada tempat yang ingin kau datangi ?" Kai menggelengkan kepalanya, membuat Sehun menatapnya.

Bibir merah Kai terkesan bengkak dan membuat Sehun menghela nafasnya, Kai merasa ada yang aneh dengan Sehun pun memalingkan wajahnya.

"ada yang ingin kau katakan ?" tanya Kai saat Sehun tidak menjalankan mobilnya.

Sehun menatap Kai yang terdiam sambil menatapnya, tatapan mata, bentuk bibir semua sama dengan Si Tan yang berciuman ganas dengan pria tadi.

"apa yang tadi itu kau ?" tanya Sehun membuat Kai membulatkan matanya dan menaikan sebelah alisnya.

"hehe… iya Hun, ada apa ?" Sehun menatap gadis muda di hadapannya dengan heran, mengapa masih bisa tertawa saat Sehun menanyakan pertanyaan serius semacam ini ?

"bisa kau kau berhenti dari pekerjaan itu Kai ?" Kai mendelik lalu menatap Sehun yang tengah berwajah sendu.

Kai menatap heran Sehun.

Kenapa ada pria seperti Sehun ? bertemu beberapa kali dan baru berkenalan kemarin tiba tiba memaksanya untuk berhenti dari pekerjaan yang bisa di katakan untuk menyambung hidupnya.

"jika kau butuh uang katakan padaku, jika kau butuh belaian minta lah padaku, aku siap memberikannya."

Kai menatap Sehun yang menundukan kepalanya sambil mengenggam tangannya, Kai bisa merasakan tangan Sehun meremat tangannya.

"aku menyukaimu Kai dan aku tidak ingin melihatmu menjual tubuhmu lagi."

Kai tersenyum menatap Sehun yang masih menundukan kepalanya, baru kali ini Kai mendapatkan pernyataan cinta tulus dari seorang pria yang menyukainya.

Sejak dulu Kai selalu mendapatkan serangan pernyataan cinta dan berakhir dengan pria itu meminta Kai untuk bercinta dengannya, hanya Sehunlah yang melakukannya dengan tulus.

"maaf Sehun aku tidak bisa, hanya itu pekerjaan yang membuatku hidup." Sehun mendongakkan kepalanya menatap Kai yang tengah menatapnya sendu.

"kenapa ? kau bisa cari pekerjaan lain kan ?"

"tidak semudah itu." Sehun menghela nafasnya, memang mencari pekerjaan tidak semudah membalikan telapak tangan tapi Sehun benar benar tidak ingin melihat Kai menjual tubuhnya.

"mau kah kau menjadi kekasihku Kai ?" Kai menatap heran Sehun yang tengah menatapnya gelisah.

"ku mohon jangan menolak."

"aku tidak bisa…" Sehun membulatkan matanya menatap Kai yang menundukan kepalanya, genggaman tangan Sehun terlepas secara perlahan.

"menolak maksudku."

"ehh ?" Sehun menaikan alisnya menatap Kai yang tersenyum hangat kearahnya.

"tunggu." Sehun berfikir sejenak dan menggabungkan jawaban Kai yang terbata dan langsung memeluk Kai yang tengah kaget mendapatkan perlakuan Sehun.

"kau bisa berjanji untuk menjagaku Hun ?" Sehun menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Kai.

"aku akan menjagamu dari jauh dan dekat sayang." Kai terkekeh mendengar panggilan baru untuk dirinya.

"aku mencintaimu Kai."

.

.

#####

.

.

"aku lapar." Kai menoleh kearah Sehun yang mengendarai mobilnya dengan tenang, tapi ponsel Sehun lah yang membuat suasana tidak tenang.

"kau lapar ?'

"angkat dulu ponselmu Sehun."Sehun menoleh kearah Kai dan ponselnya secara bergantian dan terkekeh.

"paling umma." Kai menatap Sehun yang menjawab seperlunya dan tetap tenang dalam mengemudi.

Sejak berkenalan dengan Sehun kemarin, Kai jadi tahu bagaimana hangatnya keluarga Sehun, Sehun selalu mendapatkan panggilan telepon dari sang ibu atau kakak sepupunya karena terlambat pulang.

Padahal usia Sehun adalah usia dewasa yang sudah lepas dari tanggung jawab karena sudah bertanggung jawab atas hidupnya sendiri tapi berbeda dengan Sehun.

Pantas saja Sehun memperlakukan Kai lembut bahkan sangat lembut dan Kai sangat menyukai itu.

"kita makan setelah itu ku antar pulang."

"bagaimana baiknya saja Hun." Jawab Kai sambil meringkuk di kursi penumpang samping Sehun.

"besok kau kerja sayang ?" Kai mendongakkan kepalanya dan menatap Sehun.

"aku tidak ada libur Hun tapi jam kerja ku hanya 2 jam, lalu selanjutnya di lanjutkan oleh penghibur yang lain." Jelas Kai mambuat Sehun menganggukan kepalanya.

"ramen Hun, Ramen." Sehun terkekeh saat Kai menunjuk kedai ramen yang masih buka di tengah malam seperti ini.

"iya iya." Jawab Sehun sambil memberhentikan mobilnya tepat di depan kedai itu.

Sehun mengenggam tangan Kai memasuki kedai yang hanya terisi oleh 4 pembeli lalu memposisikan mereka duduk dekat jendela.

Setelah memesan ramen, Kai menatap Sehun yang sibuk dengan ponselnya.

"apa alasanmu pada ibumu jika pulang terlambat ?" Sehun mendongakkan kepalanya menatap Kai dan terkekeh pelan.

"jalan jalan dengan Chanyeol hyung." Ucap Sehun polos membuat Kai tertawa, membawa bawa orang lain untuk di jadikan tameng ? astaga tipikal anak kecil yang pusing jika di marahi.

"katakan pada Chanyeol, jadi saat ibumu bertanya jawaban kalian sama." Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum menatap Kai.

"ini sedang di usahakan sayang, tapi tidak di angkat."

"mungkin sudah tidur."

"mana mungkin Park Dobi itu sudah tidur ?"

"Sehun." Sehun terkekeh mendengar Kai yang menegurnya karena memanggil Chanyeol dengan sebutan Park Dobi.

"maaf sayang." Kai bangkit berdiri menghampiri mesin minuman dan membeli 2 botol cola karena Kai tahu jika Sehun tidak bisa meminum alkohol.

Kai kembali ke mejanya dan ramen pun ikut datang, mereka menikmati ramennya dengan tawa.

Tak segan Kai di buat heran dengan tingkah Sehun yang manja dan memintanya untuk menyuapinya.

Selesai makan Sehun mengantar Kai kembali ke apartement nya, Sehun sudah tahu jika Kai tinggal di apartement sendiri di kota besar seperti ini.

"mau masuk ?" Tanya Kai pada Sehun yang masih sibuk dengan ponselnya, menggelengkan kepalanya samar.

"makanya jangan berbohong, kau jadi bingung sendiri kan mencari alasannya." Ucap Kai sambil menjitak kepala Sehun membuat Sehun meringis sebentar dan terkekeh.

"suatu saat aku akan mengajakmu kerumahku, ku kenalkan kau dengan ibuku yang cerewetnya melebihimu sayang." Kai memicingkan matanya membuat Sehun terkekeh, jika sedang seperti ini Kai terlihat begitu sangat menggoda.

"sudah sana pulang, aku tahu ibumu sejak tadi meneleponmu." Ucap Kai sambil mengecup pelan pipi Sehun lalu berlari masuk kedalam apartementnya.

Sehun mengerjap ngerjap matanya lalu tangannya beralih menyentuh pipinya lalu tersenyum, semburat merah sedikit muncul di pipi Sehun.

"Sehun." Sehun menoleh dan mendapati Kai yang tersenyum.

"Saranghae." Senyum Sehun kembali tercetak mendengar ucapan Kai yang sekilas dan langsung menutup pintu dan memasuki apartemennya.

.

.

#####

.

.

"lihat kan kau kesiangan." Teriak nyonya Oh pada Sehun yang sudah berlari kesana kemari mencari barang barang yang harus di bawanya ke kantor.

Sehun terlambat bangun karena semalam tiba jam 3 pagi dirumah dan Sehun lupa jika jam 7 ia harus sudah sampai tempat kerja karena ada meeting.

"ssstt.. umma diamlah kau membuatku panik." Teriak Sehun sambil membenarkan letak kemeja dan dasinya, lalu beralih mengambil sepatu kerjanya.

"bekal mu Hun." Teriak nyonya Oh kembali terdengar membuat Sehun kembali berlari menghampiri sang ibu yang sudah menenteng bekal makanan untun makan siang Sehun.

"aku berangkat umma…. Appa aku duluan." Pamit Sehun pada sang ibu dan sang ayah yang masih menikmati sarapan paginya.

Sang ibu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Sehun, terburu buru memasuki mobilnya.

"jangan ngebut Sehun." Teriak sang ibu dan hanya Sehun balas mengacungkan ibu jarinya keluar jendela membalas ucapan sang ibu yang hanya terkekeh.

Sehun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kantornya yang berada di pusat kota.

.

.

#####

.

.

"kemana saja kau semalam ?" Tanya Chanyeol saat meeting mereka telah selesai dan mereka mulai memasuki ruangan mereka.

"jalan jalan."

"jalan jalan ? sendiri ? kau gila ya ?" Sehun menatap Chanyeol yang bersungut kesal karena semalaman suntuk ibu dari magnae kesayangan Kris terus menelpon dan memaksa Chanyeol untuk mengajak Sehun pulang.

Sedangkan dirinya tengah tidak bersama Sehun, bagaimana bisa memaksa Sehun untuk pulang ?

"dengan seorang gadis ?" Tanya Kris membuat Sehun semakin memperdalam kepalanya di tumpukan tangannya, moodnya sedang tidak baik untuk berdebat jadi terima saja apa yang di katakan kedua seniornya ini.

"kami bertanya magnae albino." Ucap Chanyeol sambil menarik telinga Sehun.

"aduh, aduh sakit hyung." Ucap Sehun sambil mengelus telinganya yang langsung memerah akibat perlakuan Chanyeol.

"yang jelas aku jalan jalan tidak sendiri, okeh jangan ganggu aku. Aku benar benar mengantuk hyung." Jelas Sehun panjang dan langsung menenggelamkan kepalanya ke meja kerjanya membuat Chanyeol dan Kris mendesah pelan.

Sepertinya kepolosan Sehun sudah ternodai, berawal dari ajakan ke diskotik beberapa hari lalu, Chanyeol selalu mendapatkan telepon tengah malam dengan id calling nama ibu Sehun.

Sehun menjadi sering keluar malam dan membuat ibunya khawatir.

"ini salahmu hyung." Kris mendelik menatap Chanyeol tidak percaya, bagaimana jadi salah dirinya ? sedangkan itu rencana Chanyeol.

"kita berdua salah yeol."

.

.

####

.

.

Hari sudah sore dan menunjukan pukul 5 sore, Sehun sudah keluar dari kantornya dengan segar karena mendapatkan telepon dari Kai yang memintanya datang.

Aah pria mana yang tidak senang jika kekasihnya menelepon dan mengatakan merindukannya.

Senyum Sehun selalu tercetak jelas membuat orang orang di sekitarnya menatap heran, Sehun menjalankan mobilnya menuju apartement Kai.

.

.

#####

.

.

"cepat sekali." Kai menatap Sehun yang terkekeh dengan satu kantung plastic belanjaan di tangannya membuat Kai mendesah pelan.

"Sehun gitu."

"kunci mobilmu akan disita jika ibumu tahu kau mengebut Sehun." Kai memasuki rumahnya dan Sehun mengikuti di belakangnya.

"kau selalu membawa bawa ibuku deh."

"karena hanya ibumu yang bisa membuatmu menurut." Ucap Kai sambil meraih kantung itu dan membulatkan matanya lalu menatap Sehun.

"ceritanya kau menyuruhku untuk memasak ?" Sehun menganggukan kepalanya dan tersenyum lalu beralih memeluk Kai dari belakang.

"ayolah sayang, kita makan malam bersama." Ucap Sehun mengeratkan pelukannya pada Kai, Kai mengeluarkan semua bahan makanan itu dan menghela nafasnya pelan.

"baiklah baiklah." Sehun memekik senang membuat Kai mengelus telinganya.

"kau sudah bilang pada ibumu ?" Tanya Kai sambil berlalu menuju dapur rumahnya dan Sehun mengikuti di belakangnya.

"sudah."

"bilang apa ?"

"makan malam dengan kekasihku." Langkah kaki Kai langsung terhenti dan membalik tubuhnya.

"lalu ?"

"umma hanya memekik dan mengatakan kau harus membawanya kerumah Sehun." Jelas Sehun mengikuti gaya bicara sang ibu membuat Kai meringis pelan dan kembali menuju dapur.

Sehun duduk di meja dan Kai sudah menggulung rambut hitam panjangnya, memperlihatkan leher jenjangnya lalu memakai celemek biru dan sarung tangan dan memulai memasak dengan tenang sambil bergumam nyanyiaan di bibirnya.

Sehun yang melihat gerak gerik Kai dari belakang membuatnya mengigit bibir bawahnya menahan hasrat lain yang membuncah di dadanya.

Sehun menghela nafasnya dan mulai berjalan mendekati Kai yang sudah mulai memasukan dagingnya kedalam panci.

Tangan Sehun melingkar posesive pada pinggang Kai membuat Kai mendelik kaget.

"Sehun, kau mengagetkanku." Sehun terkekeh dan semakin mengeratkan pelukannya pada Kai, Kai bisa merasakan detak jantung Sehun yang berdetak sangat cepat.

"apa kau merasa bahagia jika orang lain memelukmu seperti ini ?" Tanya Sehun membuat tangan Kai yang sedang mengaduk makanannya terhenti.

Kai mengerti kemana arah pembicaraannya dengan Sehun, Kai menghela nafasnya lalu membalikan tubuhnya membuat Sehun agak tersentak.

"aku hanya bahagia jika kau yang melakukannya." Jawab Kai membuat Sehun mengerjap matanya dan Kai hanya terkekeh melihatnya.

Kai menjijitkan kakinya mendekatkan wajahnya pada wajah Sehun, membuat Sehun membulatkan matanya mengerti apa yang akan Kai lakukan.

Tangan Sehun beralih mengelus pipi Kai yang bersemu merah, sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan Sehun.

Kai mendekatkan bibirnya pada bibir Sehun, tangan Sehun yang berada di pinggang Kai beranjak naik dan menekan tengkuk Kai untuk memperdalam ciuman mereka.

Sehun memiringkan kepalanya memudahkan mereka menyesap satu sama lain, tangan Kai melingkar di leher Sehun dan memejamkan matanya merasakan bibirnya dan bibir Sehun yang menyatu.

Tangan bebas Sehun mengangkat Kai dan menyamankan Kai dalam gendongannya, Sehun semakin menyesap bibir tebal itu penuh nafsu.

Mengigit bibir bawah Kai agar Kai membuka mulutnya dan memulai peraduan lidah antara keduanya.

Kai meleguh saat tangan Sehun berjalan menyusuri tubuhnya yang masih terlapisi pakaian dan celemek.

Sehun semakin merapatkan tubuhnya dan semakin memperdalam ciuman mereka, keringat Sehun mengalir lambat mengingat ini pertama kalinya Sehun melakukannya.

Ciuman mereka semakin dalam membuat tangan Sehun semakin aktif menjelajahi tubuh Kai dan terhenti di gundukan di bagian dada Kai.

Kai semakin meleguh saat tangan Sehun menerobos masuk kedalam pakaiannya, Sehun merasakan gundukan kenyal itu mengeras, Sehun menekan tengkuk Kai membuat Kai kesulitan bernafas dan memperkecil suara desahan Kai yang akan keluar, Kai memukul mukul pelan punggung Sehun.

Sehun melepaskan pangutan mereka dan benang saliva terlihat di sana, Sehun mengecup pelan bibir Kai yang memerah dan terbuka sedikit, mengeluarkan tangannya dari baju Kai dan memeluk Kai erat.

"ternyata anak mami bisa membuatku meleguh."

"Kaaai." Kai terkekeh pelan saat Sehun memeluknya erat dengan merajuk.

"itu ciuman pertamaku Kai." Ucap Sehun membuat Kai melepaskan pelukannya dan menatap Sehun yang menatapnya.

"benarkah ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap smabil tersenyum.

"dan aku senang kau yang mengambilnya, dadamu besar juga ya."

"yaaak !" tangan Kai reflek memukul kepala Sehun membuat Sehun meringis.

"sakit sayang."

"huh menyebalkan." Sehun terkekeh dan memeluk Kai semakin erat.

"setidaknya kau melakukan itu hanya denganku, berjanjilah."

"iya iya aku berjanji." Ucap Kai cepat membuat Sehun terkekeh dan memeluknya erat.

Sehun tidak akan melupakan malam ini, ciuman pertamanya di ambil oleh kekasih manisnya yang entah kenapa selalu membuat jantung Sehun berdetak tidak normal.

Dan Kai sudah berjanji untuk menjaga tubuhnya untuk Sehun tapi mengingat pekerjaan Kai sepertinya agak sulit untuk menepati janji itu.

"aku mencintaimu Kai."

Bahkan mereka lupa dengan sayuran dan daging yang akan menjadi santapan makan malam mereka.

.

.

TBC

.

.

Hwa datang lagi, hwa gatau ini namanya NC atau bukan tapi M ya.

Hwa merinding loh ngetik itu, hahaha demi memenuhi keinginan kalian para reader loh.

Terserah mau review apa ya, Hwa terima ajaah asal jangan ngebash ajah.

Okeh.

Paai ^^

_Hwa_

140731