Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

Kai mengerjap matanya perlahan, sinar matahari yang menerobos masuk melewati celah tirai di kamarnya sukses membuat tidur cantiknya terganggu.

Bangkit dari posisinya lalu merentangkan tangannya, hari ini hari sabtu dan Kai tidak ada kegiatan apapun selain menjadi 'kelelawar' nanti malam.

Kai gadis kelahiran Pohang 23 tahun yang lalu, hidup sendiri di kota besar tidak membuatnya manja dan terlalu mengharapkan biaya yang di kirimkan oleh ibu atau kakak laki lakinya.

Ayah Kai ? sudah lama meninggal, karena itulah Kai lebih memilih untuk bekerja di Seoul dari pada di Pohang mengingat peluang pendapatannya lebih besar daripada di Pohang.

Setiap bulan nya Kai mengirim uang ke Pohang untuk kebutuhan ibunya yang hanya bekerja di toko bunga milik tetangganya.

Sudah 3 tahun Kai menjalani pekerjaan sebagai wanita penghibur di diskotik karena penghasilan yang bisa di katakan besar tapi Kai tetap menjaga kesucian tubuhnya.

Walaupun tidak bisa di katakan suci juga karena setiap malam Kai harus menari hanya memakai bra dan celana untuk menutupi daerah sensitive nya.

Terlebih sekarang Kai memiliki Sehun, sejak melihat Sehun beberapa hari lalu Kai merasa jika benang merah nya adalah Sehun.

Dan beruntunglah Kai, Sehun bukan nya salah satu pria mencari kenikmatan malam yang selalu tersebar di diskotik tempatnya bekerja.

Sehun berbeda dan Kai sangat menyukai Sehun yang memperlakukan nya secara berbeda.

.

.

#####

.

.

"bangun sayang." Teriakan Sehun menggema di apartement Kai, Kai mengerang saat Sehun mengoyang goyangkan tangannya yang masih setia memeluk perut Sehun.

Kai bangun hanya membukakan pintunya saat ketukan membuyarkan lamunannya mengenai kekasih anak kecilnya itu berakhir dengan Kai yang tidur di paha Sehun dan memeluk perut Sehun.

"Sehun ku sayang, 5 menit lagi ya. Semalam aku pulang jam 4 dan baru tidur jam 5 lalu kau datang jam 8 da –"

"dan sekarang sudah jam 10, aku lapar. Ayolah sayang bangun kita sarapan." Ucap Sehun memotong rengekan panjang Kai dengan mata terpejam, Sehun mendesis pelan jam 10 apa makan di jam 10 termasuk dalam kategori sarapan ?

"kau yang masak ?" tuntut Kai membuat Sehun menatap kesal Kai yang masih meringkuk di atas pahanya.

"umma membuatkan sarapan untukmu dan kau menyuruhku memasak ? Kau ingin aku membakar dapurmu ?" ucap Sehun membuat Kai membulatkan matanya.

"ibumu ?" Sehun menganggukan kepalanya, Kai bangkit dari posisinya dan menatap Sehun yang tengah meluruskan badannya, pegal juga.

"iya ibuku."

"kau pamit saat mau kesini ?"

"tentu saja, aku ingin kencan ini aman."

"dan damai." Lanjut Kai membuat Sehun terkekeh, Sehun merasa tidak enak pada Kai karena setiap tengah bertemu ponselnya selalu berbunyi dan dengan id calling itu ibunya.

Dan beruntunglah Sehun, Kai tidak marah dan malah mengatakan bahwa ibunya sangat sayang padanya jadilah selalu menelpon saat Sehun terlambat pulang.

"yasudah kau makan duluan, aku mau mandi dulu." Ucap Kai sambil bangkit dari duduknya dan meregangkan badannya, Sehun menaikan sebelah alisnya.

Sehun baru sadar jika Kai tengah memakai kemeja kebesar sebatas paha berwarna biru, kemeja siapa yang Kai pakai ?

"kau pakai baju ibumu ya ?" Kai langsung menatap Sehun yang tengah menatap Kai dari atas sampai bawah lalu mendesah pelan.

"bukan, ini baju ayahku."

"beruntung aku yang datang sayang, kalau orang lain sudah di terkam kau." Kai menganggukan kepalanya lalu berjalan dengan gontai menuju kamarnya.

Sehun menghela nafasnya pelan sambil menatap lima tempat makan berwarna sama yang ada di atas meja di hadapannya.

Ibunya terlalu senang saat Sehun mengatakan akan berkunjung kerumah kekasihnya bahkan sampai membawakan sarapan untuk Kai.

Mungkin karena efek Sehun tidak pernah memperkenalkan kekasihnya pada sang ibu yang terlalu menyayanginya itu.

.

.

#####

.

.

"kau makan sayurannya." Kai menatap garang Sehun yang menyuruhnya menghabiskan sayurannya sendiri.

"harus seimbang Sehun." Kai menuangkan sayuran kedalam piring Sehun membuat Sehun membulatkan matanya seram.

"tidak, terimakasih sayang kau habiskan saja aku sudah cukup dengan dagingnya saja." Kai merebut bekal makanan berisi daging dan menyodorkan bekal makanan berisikan sayuran.

"sayuran tidak, daging pun tidak." Sehun menatap horor sayuran hijau hijau itu membuat perutnya merasa di kocok dan mual seketika.

"aku alergi sayuran."

"mana ada alergi seperti itu ?" Kai menatap Sehun dengan mata bulat membuat Sehun mendengus kesal, kenapa ibunya harus membawakan sayuran juga sih ? harusnya daging saja.

Kai menuangkan nasi, sayuran, daging dan ayam kedalam piring Sehun lalu menuangkan nya untuk dirinya sendiri.

Mereka makan dengan tenang, Sehun melirik Kai yang tengah bergumam dalam makannya, Sehun memindahkan sedikit demi sedikit sayuran dalam pirinya ke piring Kai.

Kai yang sebenarnya menyadari itu menatap Sehun yang tengah mengulum sumpitnya dan tersenyum.

"pantas saja kau kurus Hun."

"tumbuh tuh ke atas bukan kesamping sayang." Kai menghela nafasnya pelan, sepertinya Kai memang harus menghabiskan sayuran itu sendiri.

"kalau keatas tapi kesamping tidak, kau terlihat seperti tiang Sehun." Sehun terkekeh membuat Kai tersenyum terpaksa membuat Sehun mencubit pelan pipi Kai.

Baru kemarin Sehun bertingkah seperti orang dewasa yang menuntun Kai dalam ciumannya sekarang Kai harus melihat Sehun dengan tingkah anak kecilnya.

"habiskan setelah itu antar aku beli pakaian ya ?" Sehun mendelik menatap Kai yang tengah mengerjap ngerjap matanya.

Di otak Sehun saat Kai mengatakan pakaian adalah pakaian yang di pakai Kai saat pertunjukannya.

Bra dan Celana yang sangat pendek itu ?

Sehun membulatkan matanya menatap Kai yang tengah tersenyum lima jari.

"jangan bilang beli kacamata." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang memeragakan dengan kedua tangannya di bulatkan ke kedua matanya.

"kacamata ?" Sehun menganggukan kepalanya membuat Kai menaikan sebelah alisnya.

"bukan Hun, pakaian untuk nanti malam."

"maksudku itu, kacamata." Ucap Sehun memeragakan menyentuh dadanya membuat Kai tertawa.

"astaga Sehun, iya beli itu." Kai tertawa melihat tingkah Sehun, membuat Sehun mempoutkan bibirnya sambil mendengus kesal.

"antar aku ya Sehun ?" Sehun mendesah pelan lalu menganggukan kepalanya.

"yeaaay ! terimakasih Sehun." Kai beranjak dari duduknya dan memeluk Sehun lalu mengecup pelan pipi Sehun.

.

.

#####

.

.

"yang ini ya Hun." Sehun menatap horor bra yang di pegang Kai, apa tidak ada yang lebih tebal dan panjang dari itu ? bahkan Sehun bisa melihat sosok Kai dari cup bra itu.

"yang lain sayang, itu tipis sekali." Kai mempoutkan bibirnya lalu meletakan bra itu di tempatnya, tangan Kai menarik Sehun untun memasuki toko pakaian dalam membuat bulu kuduk Sehun meremang.

"kalau itu tidak boleh ini tidak boleh, aku yang pilihkan aku duduk disana untuk menunggu." Sehun membulatkan matanya menatap Kai yang tengah melipat tangannya kesal.

Kesal ? tentu saja bagaimana tidak kesal sudah 1 jam berada di dalam toko tapi tidak ada satu pun barang Kai beli, kerena Sehun selalu mengatakan 'Yang Lain Sayang' dan berakhir Kai kembali meletakannya di tempat semula.

"kenapa aku ? kan kau yang pakai."

"tapi kau yang lihat, cepat lah. Aku sudah lelah." Ucap Kai sambil mendudukan dirinya di bangku tunggu toko itu.

Sehun menelan ludahnya susah lalu menatap sekitar, sebenarnya alasan Sehun sangat logis jika sampai Kai salah pilih pakaian yang di pakai malam ini bisa saja tubuh polos Kai lah yang jadi pertunjukan semua pria disana.

Sehun menatap Kai dengan tatapan memohon membuat Kai menoleh kearah lain dan mendengus kesal.

Sehun mendesah pelan lalu menghampiri penjaga toko dan meminta bantuan wanita muda penjaga toko itu.

"bisa tolong bantu aku ?" tanya Sehun pada penjaga toko itu membuat penjaga toko itu menganggukan kepalanya.

"pilihkan beberapa pasang pakaian dalam warna apa saja untuk gadis Tan disana, jika menurutmu cocok. Tapi aku ikut untuk memastikan saja cocok atau tidak." Jelas Sehun membuat penjaga toko itu mengernyitkan keningnya bingung.

Kenapa malah pria yang memilihkan pakaian untuk wanita ? pakaian dalam lagi ? penjaga toko itu menggelengkan kepalanya heran.

"apa saja ?" Sehun menganggukan kepalanya.

"warna nya ?"

"apa saja, karena untuk malam hari dan kurasa jangan terlalu warna menyala seperti kuning atau hijau." Jelas Sehun membuat penjaga toko itu menganggukan kepalanya.

"kalian pengantin baru ya ?"

"ahh ?" Sehun menaikan sebelah alisnya membuat penjaga toko itu terkekeh lalu berjalan menghampiri pakaian pakaian dalam yang tergantung di dekatnya.

"banyak pengantin baru yang sedang melakukan progam hamil dan meminta pendapat pakaian dalam warna apa saja yang bisa menaikan gairah." Jelas penjaga toko itu sambil memberikan sepasang pakaian dalam atas bawah berwarna coklat muda pada Sehun.

"terlalu tipis." Jawab Sehun, lalu penjaga itu kembali menggantungkannya lagi, lalu tanganya beralih ke gantungan lain dan memberikannya pada Sehun.

"warna merah, biru dan hijau tua adalah warna pembangkit gairah." Sehun menatap penjaga itu dan pakaian dalam berwarna merah yang berada dalam genggamannya membuatnya mendesah pelan.

"pilihkan saja, aku pusing."

Penjaga toko itu terkekeh dan dengan lincahnya tangan penjaga toko itu mengambil pakaian dalam warna apapun dan dengan model apapun lalu memberikannya pada Sehun.

Sehun menatap dengan tatapan meringis melihat ketujuh model pakaian yang di pilihkan untuk Kai, apa semua model pakaian dalam berbahan tipis ? Sehun baru menyadari itu.

"aku ambil semuanya." Ucap Sehun akhirnya, kalau dipikir pikir jika Sehun melarang Kai membeli pakaian itu, berarti Kai tampil tanpa pakaian ? Sehun tidak mau mengambil resiko itu.

Sehun dan penjaga toko itu menghampiri kasir dan membayar semua belanjaan itu, setelah selesai Sehun menghampiri Kai yang sudah beridri melepaskan sepatu hak tinggi nya.

"kau pendek jika tidak pakai itu." Kai yang hanya mendengar suara langsung berancang ancang melempar heels nya kearah Sehun.

"ku pikir orang gila."

"mana ada orang gila tampan."

"ya itu kau." Jawab Kai cepat membuat Sehun mendengus kesal, jika wanita di hadapannya bukan kekasihnya mungkin Sehun sudah meninggalkannya.

Lidahnya tajam seperti pisau jika sudah bicara.

"hooaaa, kau membelikan 7 pasang ? Sehun kau yang terbaik." Ucap Kai sambil melihat melihat hasil pilihan Sehun, Kai benar benar tidak menyangka jika Sehun bisa memilihkan pakaian dalam untuknya.

"poppo sayang."

"jangan disini juga, nanti di rumah saja." Jawab Kai asal sambil memasukan belanjaannya ke dalam papper bag.

"berarti aku bisa minta lebih."

"tidak juga, ayo pulang." Ucap Kai sambil mendongakkan kepalanya dan bangkit berdiri lalu menarik tangan Sehun untuk keluar toko dan mengucapkan terimakasih pada penjaga toko.

.

.

#####

.

.

"bye." Kai melambaikan tangannya di depan wajah Sehun saat Sehun hendak berpamitan untuk pulang, karena sudah seharian penuh Sehun menemani Kai.

"hanya itu ?"

"lalu mau ku apakan ?" tanya Kai saat Sehun mempoutkan bibirnya membuat Kai mendesah pelan.

"jangan merajuk Sehun." Cengiran khas Sehun langsung terpancar membuat Kai memicingkan matanya.

"ku beri pengingat untukmu sayang, karena nanti aku tidak bisa melihatmu." Kai menganggukan kepalanya dan menyandarkan tubuhnya pada tiang pintu rumahnya.

"jangan memakai kacamata yang terlalu tipis, lalu pakai celana lagi, lalu jangan menggoda pria pria disana bisa di makan kau nanti, lalu jangan lupa kalau kau telah milik ku, lalu –"

"tidak sekalian kau suruh aku tidak usah tampil Hun." Ucap Kai memotong ucapan Sehun,membuat Sehun menganggukan kepalanya.

"itu kata lainnya, bisa tidak sayang ?" Kai menghela nafasnya pelan lalu menatap Sehun yang tengah menunjukan puppy eyesnya.

"darimana kau dapat aegyo seperti itu ?" senyum Sehun semakin lebar membuat Kai mendesah pelan.

"keponakanku, dia akan melakukan itu pada kakak ipar ku jika keinginannya tidak di penuhi."

"lalu kau melakukannya padaku ?" tanya Kai membuat Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"nanti ku kabari jika di izinkan." Senyum Sehun semakin mengembang dan langsung memeluk Kai.

"aku pulang dulu."

"hati hati ya baby Hunnie." Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Kai yang terkekeh.

"panggilan apa itu ?"

"panggilan baru untukmu, lucu kan selucu aku." Jawab Kai sambil memberikan cengiran dan peace sign kearah Sehun.

"aku bukan bayi sayang."

"kau bayi Hun, bayi besar yang butuh kasih sayang aku." Jawab Kai membuat Sehun mendengus kesal.

"ya terserah kau sayang, panggil Hunnie saja jangan baby apa tadi ? ah pokoknya itu jangan."

"iya iya." Kai menganggukan kepalanya membuat Sehun tersenyum.

"kemarikan pipimu Hun." Ucap Kai membuat Sehun mendekatkan pipinya dan Kai mengecup pelan pipi Sehun.

"hati hati dan titip salam untuk ibumu yang kau bilang cerewet melebihi aku."

"yaaak !" Kai tertawa mendengar teriakan Sehun, Sehun melambaikan tangannya lalu memasuki mobilnya dan pulang menuju rumahnya.

.

.

#####

.

.

"kau berjanji padaku untuk tidak mengajaknya kesini lagi kan yeol ? tapi kenapa sekarang kita ada disini ?" tanya Kris pada Chanyeol yang tengah memperlihatkan senyum cerah plus bodohnya.

"aku hanya ingin tahu sampai mana kepolosan Sehun menghilang ?" ucap Chanyeol membuat Kris memukul kepala Chanyeol telak.

"bodoh, jika sampai Si Tan atau penari atau satunya menggoda dan sukses membuat Sehun klimaks bagaimana ?"

"tinggal katakan 'Kau Harus Menikahinya Hun' selesai." Kris menggeram kesal mendengar jawaban idiot bin gila yang keluar begitu saja dari mulut Chanyeol.

Malam ini, malam minggu dan bisa di pastikan diskotik penuh. Chanyeol dengan segenap percaya diri tinggi meminta izin pada ibu Sehun untuk mengajak Sehun jalan jalan.

Dan ternyata lebih mudah meminta izin pada ibu Sehun dari pada meminta izin ibu wanita incarannya, ya jelas Sehun itu laki laki jadi pasti sang ibu mempercayakannya padanya.

"aku lepas tanggung jawab soal itu." Kris angkat tangan sambil menggelengkan kepalanya dan memasuki diskotik itu meninggalkan Chanyeol yang tengah menunggu Sehun.

"ayolah." Teriak Chanyeol saat Sehun tak kunjung tiba di sampingnya, Sehun masih sibuk dengan ponselnya membuat Chanyeol menghela nafasnya pelan.

Paling paling tidak jauh jauh dari ibunya yang sedang memberikan petuah untuk tidak pulang terlalu larut, Chanyeol tersenyum.

Ibu Sehun tahu saja jika Chanyeol akan memulangkan Sehun pada pagi harinya.

"ibumu tidak akan marah jika kau mengatakan kau sedang bersamaku." Chanyeol merebut ponsel Sehun membuat Sehun hampir memekik.

"tapi –"

"tidak ada tapi tapian Sehun, kita sudah terlambat." Ucap Chanyeol sambil menunjukan jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 1 dinihari.

Mereka terlambat karena harus meminta izin pada ibu Sehun, daripada mereka harus mendengar 2 ponsel berbunyi sekaligus lebih baik di antisipasi dengan meminta izin.

"aku tidak mau masuk hyung." Chanyeol menoleh menatap Sehun yang tengah mengigit bibir bawahnya.

"lalu ?" Sehun mengedikan bahunya lalu menghela nafasnya pelan.

Jika Sehun masuk dan Sehun bertemu dengan Kai ? matilah Sehun, kerena Sehun sudah mengatakan tidka akan ke diskotik malam ini tapi malah muncul seperti hantu.

"ayo masuk." Sehun menghela nafasnya dan melangkahkan kakinya memasuki diskotik mengikuti langkah Chanyeol.

Chanyeol menghampiri Kris yang sudah terduduk di hadapan Baekhyun sambil terkekeh.

"Hai." Baekhyun melambaikan tangan dan tersenyum lalu menatap Sehun yang memberi tatapan 'Jangan Katakan Apapun' membuat Baekhyun mengedikan bahunya.

"seperti kemarin Baek." Ucap Kris membuat Baekhyun menganggukan kepalanya, Chanyeol mengambil posisi duduk di samping Kris lalu Sehun di pinggir.

Baekhyun menganggukan lalu mulai meracik minuman untuk Chanyeol dan Kris, lampu diskotik yang sudah mati membuat pandangan mereka bertiga terbatas.

"ponselku hyung." Rengek Sehun membuat Chanyeol menghela nafasnya, Sehun harus melihat apa Kai membalas pesannya mengenai ia tampil atau tidak ?

"diamlah Hun." Lirih Chanyeol yang sudah memutar kursinya menghadap meja DJ membuat Sehun mendesah pelan.

Baekhyun yang mengerti akan kegelisahan Sehun dari raut wajahnya memberikan minuman non alkohol pada Sehun.

"ini ?"

"bukan alkohol Hun." Sehun menganggukan kepalanya dan ikut memutar kursinya di ikuti Kris yang ikut memutar kursinya.

Mata Sehun membulat melihat satu wanita berkulit coklat yang sedang meliuk liukan badannya, mata Sehun terpaku pada dada dan topengnya.

Otak Sehun yang memang masih memiliki ingatan yang kuat langsung terpikirkan tadi siang saat mengantar Kai membeli 'Pakaian Kerjanya' dan pakaian itu di pakai oleh wanita berkulit coklat yang tengah meliuk liukan badannya.

"itu ?"

"Si Tan ?"

"Aaaahh ?" Sehun menganga kan mulutnya sambil menatap Chanyeol yang sama sekali tidak berkedip menatap wanita itu.

"kau yakin itu Si Tan, hyung ?"

"kulit eksotiknya membuat ku mudah mengenalinya Hun." Jawab Chanyeol membuat Sehun menatap wanita itu sambil memicingkan matanya.

Jika itu Si Tan ada yang aneh tapi apa ya ? Sehun mengernyitkan keningnya berfikir sejenak.

Teriakan riuh dari para pria pria disana membuyarkan lamunan Sehun, mata Sehun membulat saat wanita itu menghampirinya.

Tanpa sadar membuat Sehun memundurkan kursinya dan terbentur meja bartender milik Baekhyun membuat meja itu bergeser sedikit.

"sudah ku duga Si Tan menyukaimu Hun." Sehun meringis menatap wanita yang mendekat itu.

Perasaan lain muncul, bukan perasaan senang atau apa lah itu tapi perasaan takut. Sehun merasa ada yang aneh dengan perasaannya, bukan seharusnya Sehun senang jika Kai hanya menghampirinya ?

Tapi yang jadi pertanyaannya wanita berkulit coklat itu Kai atau bukan ?

Wanita itu mendekat kearah Sehun sambil menyeringai membuat Chanyeol tertawa melihat tingkah Sehun yang hanya terdiam.

Sehun masih polos seperti kemarin.

Wanita itu merapatkan tubuhnya kearah Sehun membuat Sehun menahan nafasnya gugup.

Wanita itu meniup telinga Sehun membuat tubuh Sehun bergidik, Sehun mengatur nafasnya yang tak beraturan karena takut.

Wanita itu menangkup wajah Sehun membuat Sehun reflek memejamkan matanya takut.

wanita itu mencium bibir Sehun membuat Sehun membuka matanya dan langsung membulat menatap horor wanita yang tengah menyesap bibirnya.

Chanyeol dan Kris langsung memekik tak percaya apa yang ada di hadapan mereka, Sehun tak sepenuhnya polos ternyata.

Sehun tidak membalas perlakuan wanita itu, otaknya tak sejalan dengan tubuhya. Ada perasaan lain yang muncul di dada da otaknya. Dadanya tidak berdetak dan otaknya selalu memikirkan Kai.

Semua pria yang berada disana langsung riuh melihat tingkah wanita yang bisa sesukai hati mencium bahkan membuat seorang pria langsung tunduk di hadapannya dan Sehun bisa merasakan tatapan tidak suka saat semua pria menatapnya.

"Sehun ?" reflek Sehun menoleh kearah suara dan membuat wanita itu juga melepaskan ciumannya dan Sehun langsung menatap horor. Chanyeol dan Kris yang memang tidak tahu apa apa hanya mengedikan bahunya.

"Ka.. Kai." Panggil Sehun gugup sambil mendorong wanita itu menjauh dan Kai langsung pergi dari diskotik tempatnya bekerja itu, melupakan keinginannya untuk melihat atau berbincang dengan Baekhyun sebagai sosok lain dari Si Tan.

"tunggu." Wanita itu mencengkram tangan Sehun membuat Sehun menoleh menatap tidak suka wanita itu.

"kau kenal dengannya ?" Sehun menatap dari atas kebawah wanita itu dan mendesah pelan, kulit mereka sama coklatnya dan bodohnya kenapa Sehun tidak menyadari perbedaan mereka yang berada di matanya ?

"dia kekasihku." Jawab Sehun mantap membuat mata wanita itu membulat, tak terkecuali Chanyeol, Kris dan Baekhyun yang mendengar itu.

Chanyeol menatap Kris yang tengah terdiam dengan wajah bodohnya, ternyata tidak sepenuhnya Sehun polos.

"kita benar benar merusak kepolosan Sehun, Hyung."

Sehun melepaskan tangannya dan langsung berlari keluar meninggalkan diskotik itu, diskotik yang mempertemukannya dengan Kai dan Sehun tidak berharap diskotik itu juga yang membuatnya di jauhkan dari Kai.

Sehun bisa gila jika itu terjadi.

.

.

TBC or END

.

.

Hollaa Hwa bawa Diskotik lagi #Nyengir karena hari libur Hwa berubah drastis jadi Hwa ga yakin bisa publish lanjutan semua cerita Hwa tepat waktu, terlebih jadwal kerja Hwa yang padet merayap kaya macetnya jakarta.

oiaa buat review yang chapter kemarin yang bilang ciuman pertama Sehun sama sekertaris Kris ? itukan keinginan dari wanitanya bukan keinginan dari Sehunnya jadi Sehun menganggap itu bukan ciumannya tapi ciuman wanita itu #apahSiLoHwa hahaha.

Nah chapter ini sudah mulai ada konflik antara Kai sama Sehun, tapi Hwa ga bakal bikin konflik terlalu berat mengingat cerita yang lain konfliknya udah berat kaya sembako #eh

Udah ya gituh ajah, maaf Hwa ga bisa sebutin satu satu para readers yang udah review. Kalian semua membuat semangat Hwa naik gitu pas baca review kalian sumpah dah ga boong #wks

Okeeh salam HunKai Shipper *wink bareng Kai*

Paai ^^

_Hwa_