Tittle : Diskotik
Cast :
Oh Sehun
Kim Kai (GS)
Etc Other cast
Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.
Don't like Don't read
NO SIDER, No Bash.
Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.
Happy
.
.
Reading XD
.
.
Sehun menarik tangan Kai yang sedang berlari, nafas Sehun memburu saat matanya menangkap mata Kai yang berair.
"maaf." Lirih Sehun membuat Kai menundukan kepalanya dan menghapus jejak air matanya, Kai melepaskan genggamannya membuat Sehun mengigit bibir bawahnya.
"mungkin ini yang kau rasakan saat kau melihatku dengan pria lain tapi ini jauh lebih sakit Hun.
"Kai maafkan aku, aku mengira it –"
"Bahkan kau tidak tahu perbedaan aku dengannya."
"Kaai." Kai mengusap wajahnya kasar dan mendongakkan kepalanya menatap Sehun.
"maafkan aku."
"aku yang harusnya meminta maaf." Ucap Kai sambil mengenggam tangan Sehun, Sehun menatap Kai yang menangis dalam diam.
Sehun merasakan sesak di dadanya melihat Kai menangis dan yang membuatnya menangis adalah dirinya sendiri.
Sehun menarik Kai dalam pelukannya dan mengelus lembut punggung Kai yang masih terisak.
"maafkan aku Hun, aku bukan wanita yang baik untukmu."
"ssst… jangan bicara seperti itu Kai, aku yang memilihmu, aku tahu mana yang baik dan mana yang buruk untukku, jadi jangan berkata seperti itu ya sayang." Oceh Sehun panjang sambil mengelus lembut punggung Kai, Kai yang masih terisak malah mengeratkan pelukannya pada Sehun.
"aku mencintaimu Hun." Sehun tersenyum mendengar pernyataan Kai, walaupun keluar saat Kai menangis tapi entah kenapa Sehun merasa senang.
"aku lebih mencintaimu Kai." Kai semakin mengeratkan pelukannya dan tangisnya semakin reda.
.
.
#####
.
.
Pagi ini Kai sudah kembali duduk di sofa diskotik yang masih sepi, jelas masih sepi karena diskotik belum buka dan Kai sudah duduk disana ingin melancarkan rencana baik untuk hidupnya.
"aku mengundurkan diri." Ucap Kai pada seorang pria bermata sipit yang menatapnya tajam, Kai menghela nafasnya pelan lalu menundukan kepalanya.
"apa alasanmu ?" Tanya pria bermata sipit itu sambil menatap tajam Kai yang masih menundukan kepalanya, Kai menghela nafasnya lagi.
"aku hanya ingin memperbaiki kehidupanku." Jelas Kai sambil mendongakkan kepalanya.
"kau benar benar akan mundur Kai ?" Kai menganggukan kepalanya mantap sambil menatap pria sipit itu.
"iya oppa, terimakasih atas pekerjaan yang kau berikan padaku tapi aku harus berubah, aku benar benar tidak ingin kehidupanku seperti ini terus."
"pasti karena pria itu ya." Kai mendelik dan menatap horror pria di hadapannya yang tersenyum.
"tidak juga oppa." Ucap Kai sambil menggelengkan kepalanya mantap, pria sipit di hadapannya hanya terkekeh.
"kalau iya juga tidak apa, Taemin pun mengundurkan diri dengan cara seperti ini hanya saja terlambat mengetahuinya dan hamil." Jelas pria bermata sipit membuat Kai mempoutkan bibirnya.
"tapi aku tidak hamil oppa."
"aku tahu, mana mungkin pria polos seperti kekasihmu berbuat seperti itu." Kai memicingkan matanya menatap pria bermata sipit di hadapannya.
"kau tahu ?"
"jelas aku tahu,setiap pengunjung disini selalu mencatat nama dan memberikan name card pada kasir, Kai sayang." Jelas pria itu membuat Kai menghela nafasnya.
Berarti hubungannya dengan Sehun hampir semua rekan kerjanya tahu ? jadi untuk apa menyembunyikannya ? apa lagi jika atasannya Onew sudah tahu.
"baiklah." Kai mendongakkan kepalanya lalu menatap Onew yang tersenyum.
"jadi aku di izinkan ?"
"tentu saja, semoga sukses dengan karirmu Kai, kau wanita yang berbakat dalam segala hal." Kai langsung reflek berteriak membuat Onew berjingkat kaget.
"astaga, atur suaramu Kai."
"maaf dan terimakasih oppa."
Kai keluar ruangan Onew dengan senyum yang mengembang membuat Baekhyun yang berpapasan dengan Kai yang di minta untuk datang menatap heran Kai.
"kau ?" Kai yang merasa di tunjuk Baekhyun pun menoleh dan tersenyum kearah Baekhyun yang menatap nya dengan tatapan heran.
"iya ?"
"apa yang kau lakukan disini ?" Tanya Baekhyun membuat Kai terkekeh dan menatap Baekhyun yang tengah mengernyitkan keningnya bingung.
"aku ? aku ada urusan dengan Onew oppa sebentar, aku duluan eonnie." Baekhyun menganggukan kepalanya dan Kai berjalan meninggalkan Baekhyun.
"Ka.. Kai ?"
"nde ?" Kai menoleh menatap Baekhyun yang memanggilnya dengan ragu.
"hubunganmu dengan Sehun baik baik saja kan ?" Kai menaikan sebelah alisnya menatap Baekhyun yang menatapnya gelisah.
"selalu baik eonnie." Baekhyun tersenyum mendengar jawaban Kai membuat Baekhyun menghela nfasnya lega.
Baekhyun sempat mengira jika Kai akan memutuskan Sehun saat melihat Sehun tengah berciuman panas dengan Si Tan semalam, nyatanya Kai wanita yang baik dan pengertian.
"baguslah, karena semalam wanita itu yang menggoda Sehun." Jelas Baekhyun membuat Kai menganggukan kepalanya, jika masalah itu Kai tahu karena Sehun bukan pria penggoda seperti yang lain.
"aku tahu, Sehun terlalu polos untuk jadi pria pria penggoda eonnie." Baekhyun terkekeh nyaris tertawa mendengar ucapan Kai.
Benar juga, Sehun terlalu polos untuk di sebut pria penggoda. Di dekati wanita saja sudah gugup sampai menahan nafasnya apa lagi harus menggoda, rasanya aneh dan tidak mungkin.
"yasudah aku pergi dulu eonnie." Baekhyun menganggukan kepalanya lalu Kai meninggalkan Baekhyun, Baekhyun ikut berbalik meninggalkan Kai. Ia harus menemui atasannya.
Kai berjalan cepat sambil membenarkan letak syal dan jaketnya, melirik sebentar ke jam miliknya dan mendesah pelan.
Sudah jam 11 siang dan Kai masih berada di tempat ini.
"Kai ?" Kai mendongakkan kepalanya menatap seorang gadis berkulit coklat yang menatapnya sendu.
"Tao-ya ? ada apa kau kesini ?" Tanya Kai sambil tersenyum membuat Tao mengigit bibir bawahnya.
"Onew oppa memintaku untuk datang dan kau kenapa ada disini ?" ucap Tao membuat kai tersenyum hangat.
Penari baru yang baru bekerja satu minggu lalu itu menatap Kai dengan sendu, pikirannya masih berkecamuk dan masih memikirkan kejadian semalam.
"aku ada urusan sedikit dengannya." Tao menganggukan angguk anggukan kepalanya lalu menatap Kai yang tersneyum.
"untuk yang semalam maafkan aku Kai, aku sungguh tidak tahu jika pria itu kekasihmu." Jelas Tao membuat Kai tersenyum lalu mengelus pundak Tao.
"sudah tidak apa, jelas kau tidak mengenalnya karena ia selalu pergi saat aku selesai tampil." Jelas Kai membuat Tao mendongakkan kepalanya menatap Kai yang tersenyum.
Entahlah Tao tidak bisa mengatakan apapun, Kai terlalu sabar untuk tipikal seorang gadis. Gadis manapun akan marah dan langsung memutuskan hubungan jika melihat kekasihnya berciuman dengan gadis lain.
Dan itu yang ada di pemikiran Tao, ia harus merusak hubungan seniornya dengan kekasihnya dengan cara menggoda kekasihnya Kai dan mencium nya tapi yang ia dapatkan dari Kai sendiri sepertinya hubungan mereka baik baik saja.
"kalian tidak bertengkar ?" Kai menatap Tao yang tengan menatapnya, membuat Kai tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"untuk apa bertengkar jika bisa di selesaikan secara baik baik ? banyak waktu kami yang terbuang jika aku melakukan itu." Jelas Kai membuat Tao ikut tersenyum lalu beralih memeluk Kai yang memekik kaget dengan perlakuan Tao.
"maafkan aku Kai, malam itu kekasihmu terlihat bersinar di mataku." Kai menganggukan kepalanya dan mengelus punggung Tao lembut.
Sehun memang selalu bersinar, disaat semua pria mengelu elukan nama dan memaksa untuk di hampiri dan digoda, tapi Sehun hanya terdiam dengan mata membulat, kaget dengan apa yang ia lihat dan itulah yang membuat Sehun bersinar di tengah pria hidung belang yang minta di belai.
"aku memaafkanmu Tao."
"terimakasih Kai." Kai melepaskan pelukannya dan membalas senyuman Tao.
"aku harus pergi Tao." Tao menganggukan kepalanya dan melambaikan tangannya kearah Kai yang mulai meninggalkan diskotik.
Tao langsung beralih berjalan memasuki diskotik untuk menemui Onew.
.
.
.
"jadi kau memintaku untuk jadi wanita penghibur itu ?" pekik Baekhyun membuat Onew mengangguk kan kepalanya.
"berminat ?" Tanya Onew membuat Baekhyun menghempaskan tubuhnya lelah.
Baekhyun menatap Onew yang tengah membuka buka sebuah dokumen yang ada di atas mejanya.
Tok… Tok… Tok…
"masuklah." Teriak Onew membuat seseorang membuka pintunya dan Baekhyun kembali menegakkan posisi duduknya, dan masuklah Tao dengan wajah cerah ceria.
"ada apa dengan wajahmu ?" Tanya Onew saat Tao sudah duduk di samping Baekhyun membuat Baekhyun menatapnya heran.
"tidak ada apa apa." Jawab Tao menatap Baekhyun dan matanya membulat melihat sosok bartender wanita berada di ruangan Onew.
"apa Kai tadi kesini ?" Onew menganggukan kepalanya sambil menatap Tao dan Baekhyun yang memasang wajah heran.
"iya, Kai mengajukan surat pengunduran diri padaku."
"APA?" teriakan Baekhyun dan Tao sukses membuat kursi yang di duduki Onew mudur beberapa centi.
"bagaimana bisa ?" Tanya Tao membuat Onew menarik maju kursinya dan menatap Tao.
"bisa saja karena ia harus kembali ke kampung halamannya."
"Ja.. Jadi Kai bekerja sebagai wanita penghibur ?" Tanya Baekhyun membuat Tao menoleh dan menatap Baekhyun.
"iya, dia adalah penari pertama di selang waktu jam 12 sampai jam 2."
"jadi Kai itu Si Tan ?" Tanya Baekhyun membuat Onew menganggukan kepalanya.
Onew sangat banyak tahu mengenai julukan yang di berikan pada kedua penarinya dulu, Si Tan dan Si Putih. Mengingat kedua penarinya memiliki dua warna kulit yang berbeda.
"lalu yang semalam itu siapa ?"
"aku." Jawa Tao membuat Baekhyun menatap horror, jadi Sehun dan Si Tan itu sudah menjadi sepasang kekasih ? kenapa Baekhyun tidak menyadari jika Kai dan Si Tan adalah satu orang yang sama.
"lalu aku menggantikan Si Tan ?" Onew menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"Kau berminat ?"
.
.
#####
.
.
Siang ini, Sehun terlihat gelisah menatap jam yang bertengger manis di pergelangan tangannya, menunggu saat jarum kecil tepat berada di angka 5 dan jarum panjang di angka 12.
Sehun benar benar ingin pulang dan menghampiri Kai di rumahnya, kenapa ? ada apa dengan Kai ?
Karena Kai sama sekali tidak membalas semua pesan singkat bahkan telepon yang Sehun tujukan padanya sejak kejadian malam itu, ya jangan Tanya kenapa ? dan apa ? ini memang murni salah Sehun dan Sehun merasa ia pantas mendapatkan ini.
Tapi Sehun tidak bisa jika tidak mendapatkan kabar dari Kai, Sehun terlalu mencintai Kai.
"gelisah karena kekasihmu ?" Sehun menatap Kris yang baru saja duduk di mejanya dan menatap Sehun lekat, beruntung mereka di tempatkan dalam satu ruangan jadi jika Kris dan Chanyeol tidak ada hanya dirinya sendirilah yang tetap berada disana.
"Hyung aku harus bagaimana ? sejak kejadian malam itu ia tidak membalas pesanku." Jelas Sehun sambil terus mendial nomor Kai bahkan sampai Sehun sangat hafal akan ucapan operator yang menjawabnya.
"mungkin dia sibuk ?"
Sehun menatap tidak percaya pada Kris yang menjawabnya dengan santai, kemarin seharian penuh Sehun sama sekali tidak mendapatkan kabar Kai dan hari ini Sehun sama sekali tidak ingin itu kembali terjadi lagi.
Sudah cukup kemarin Sehun uringan uringan saat menemani ibu dan kakak iparnya pergi kerumah paman mereka di Daegu.
"aku tahu kesibukannya hyung dan sesibuk sibuknya kai pasti akan membalas pesanku walaupun hanya satu kata." Jelas Sehun sambil menatap Kris yang tengah membuka dokumen yang baru ia ambil tadi.
Ini hari pertama kerja di awal minggu, kenapa Kris harus di hadapkan pada Sehun yang tengah galau ?
"yasudah kau temui dia saat pulang nanti."
"itu memang rencanaku."
"dan jangan ganggu aku !" Sehun mendelik dan menganggukan kepalanya mantap saat melihat hawa hitam menyelimuti Kris.
.
.
#####
.
.
Sehun sudah berdiri di hadapan pintu berwarna coklat dengan tulisan 'For Rent' tergantung di depannya, Sehun menggelengkan kepalanya samar, mana mungkin rumah yang masih berisikan penghuni harus di pasang tulisan seperti itu ?
Sehun mengetuk pintu secara pelan awalnya dan semakin brutal mengingat ia sudah terlalu lama menunggu.
"maaf." Sehun menoleh dan mendapati seorang wanita muda cantik dengan wajah hampir serupa dengan Kai, menatap Sehun heran.
"Kau menganggu kenyamanan disini." Sehun menghela nafasnya dan membungkukan badannya meminta maaf.
"boleh aku tanya sesuatu ?" wanita muda itu mengerjap matanya menatap Sehun yang tengah mengigit bibir bawahnya.
"iya ?"
"kemana perginya penghuni kamar ini ?" wanita muda itu menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang berwajah sendu.
"Kai maksudmu ?" Sehun menganggukan kepalanya cepat.
"dia sudah pergi." Sehun membulatkan matanya tak percaya menatap wanita muda di hadapannya, wanita itu menghela nafasnya pelan lalu menatap Sehun yang terdiam dengan mata berkaca.
"ke… kemana ?" tanya Sehun gugup sambil menghampiri wanita muda itu membuat wanita muda itu reflek memundurkan badannya.
"kembali kerumah ibunya, kau siapa ? kenapa mencari Kai ? kau ada urusan dengan Kai ?" tanya wanita muda itu bertubi tubi pada Sehun membuat Sehun menundukan kepalanya dan jatuh terduduk membuat wanita muda itu reflek menghampiri Sehun.
"Hei kau baik baik saja ?" tanya wanita muda itu sambil menatap Sehun yang sudah menangis dalam diam.
Bagaimana Kai bisa meninggalkannya saat dirinya sedang cinta cintanya ? apa karena masalah itu Kai jadi meninggalkannya ? Sehun semakin menundukan kepalanya.
"Minho oppa." Wanita muda itu berteriak saat tangis Sehun semakin menjadi dan seorang pria tinggi menghampiri mereka berdua.
"ada apa Taem ?"
"bantu aku membawa 'Dia' kedalam rumah."
.
.
#####
.
.
"ya aku Taemin, salam kenal Oh Sehun." Sehun terduduk dengan lesu di sofa rumah Taemin dan Minho.
Taemin menatap Sehun dengan miris membuat Taemin mengigit bibir bawahnya.
"ya Taemin Nonna, aku tidak menyangka jika itu malam terakhir aku bertemu dengannya." Ucap Sehun sambil menundukan kepalanya membuat Taemin beralih jadi duduk di samping Sehun dan mengelus punggung Sehun.
"mungkin ada alasan Kai meninggalkanmu."
"tapi aku mencintainya Nonna."
"Kai juga mencintaimu." Ucap Taemin membuat Sehun mendongakkan kepalanya dan menatap Taemin yang berada di sampingnya.
"kau dekat dengan Kai ?" Taemin menganggukan kepalanya mantap membuat Sehun semakin berwajah sendu.
Sungguh baru kali ini Sehun benar benar merasakan sesak di dadanya sangat terasa dan Sehun baru merasakan bagaimana rasanya mencintai.
"tentu karena kami pernah satu tempat kerja." Ucap Taemin sambil tersenyum membuat Sehun mengernyitkan keningnya.
"diskotik di tengah kota itu ?" Taemin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"aku dulu bekerja disana berdua dengan Kai lalu satu minggu yang lalu aku baru mengundurkan diri." Sehun membulatkan matanya yang berair membuat Taemin mengelus pelan punggung Sehun.
"Kau si putih ?" Taemin menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"entah kenapa julukan kami Si Tan dan Si Putih, dan aku harus mengundurkan diri karena akan menikah, kau bertemu dengan Kai di diskotik itu kan ? Onew oppa bilang hubungan yang berawal dari diskotik itu akan langgeng, sudah banyak buktinya kok jadi kau berdoa saja semoga kalian salah satunya."
"Kai." Lirih Sehun membuat Taemin mengelus lembut punggung Sehun, Sehun sama sekali tidak berfikiran jauh sampai sana.
Kai meninggalkannya dan kembali kerumah orangtuanya, Sehun hanya tahu jika Kai kelahiran Pohang dan hidup sendiri di Seoul tapi Sehun sama sekali tidak tahu dimana pastinya rumah Kai.
"Kau tahu apa alasan Kai kembali kerumah ibunya ?" Taemin mengedikan bahunya tak tahu, karena pertemuannya dengan Kai terakhir kali adalah saat Kai pulang kerja dan sukses membuat Kai terlambat tidur.
Sehun menghela nafasnya, dadanya benar benar sesak mengingat semua kenangan yang di lakukannya dengan Kai.
Sehun mengusap wajahnya saat airmata kembali turun melewati pipinya, Taemin tidak pernah bisa menghadapi seseorang yang menangis karena ia akan ikut menangis.
Taemin mengelus lembut punggung Sehun.
"cinta sejati tidak akan pernah mati dan ku yakin jika kalian berjodoh kalian akan di pertemukan oleh tuhan."
Sehun semakin menundukan kepalanya mendengar ucapan Taemin, nyatanya mencintai seseorang yang mencintai kita tidak semulus bayangan orang orang, Sehun harus tetap merasakan bagaimana rasanya sakit hati.
.
.
#####
.
.
Chanyeol menatap Sehun dengan sendu, malam ini mereka kembali ke diskotik itu tapi ini kemauan Sehun bukan kemauan Chanyeol.
Chanyeol meruntuki kebodohannya membuat Sehun seperti mayat hidup sekarang, senyum sulit, makan sulit, bicara pun sulit.
Hanya wajah datar dengan tatapan tajam yang terlihat di wajah putihnya, mirip seperti vampire vampire difilm yang sering ia tonton berdua dengan kakak sepupunya.
"Hun."
"aku ingin bicara dengan Baekhyun Nonna, hyung." Jawab Sehun setelah duduk di meja bartender tempat Baekhyun biasa meracik minuman tapi matanya sama sekali tidak menemukan Baekhyun dimana pun.
Chanyeol menoleh ke kiri dan kanan semua sama tidak menemukan Baekhyun disana padahal waktu sudah menunjukan pukul 2 pagi, apa Baekhyun tidak masuk kerja ?
Chanyeol menoleh kearah Sehun yang terdiam dengan wajah datarnya apa Sehun sudah berpindah kelain hati ?
Sehun menghela nafasnya pelan lalu bangkit berdiri membuat Chanyeol ikut bangkit berdiri.
"aku antar pulang Hun." Ucap Chanyeol tapi Sehun tetap diam, Sehun benar benar mogok bicara padanya.
"aku minta maaf Hun."
"ini bukan salahmu hyung, ini sudah di takdirkan tuhan." Jawab Sehun sepat sambil menoleh kearah Chanyeol.
Chanyeol meringis menatap Sehun, binar matanya semakin redup dan senyuman khasnya sudah tidak terlihat lagi.
"Sehun ? Chanyeol ?" kedua pria tampan itu langsung mendongakkan kepalanya dan senyum Sehun tercetak saat melihat Baekhyun disana.
"Baekhyun Nonna." Baekhyun terkekeh melihat senyum Sehun, Chanyeol pun ikut menggeleng gelengkan kepalanya heran.
"aku ingin bertanya ?"
"tanya apa ?"
"apa Si Tan masih bekerja disini ?" mata Baekhyun dan Chanyeol membulat sempurna mendengar pertanyaan Sehun yang sambil mengigit bibir bawahnya.
"aah lebih baik kita kerumahku saja, aku akan ceritakan semuanya disana."
.
.
#####
.
.
"Ja… Jadi kau sekarang wanita penghibur itu Baek ?" mata Chanyeol membulat mendengar penjelasan Baekhyun, tak berbeda dengan reaksi Sehun yang hanya membulatkan matanya.
"mungkin Si Tan yang kau katakan adalah Kai ? Kai sudah mengunduran diri dari diskotik dan atasanku memintaku untuk menggantikan posisinya." Sehun langsung menghela nafasnya, sepertinya Kai benar benar ingin menghilang dari kehidupannya.
"aku tidak mengerti."Baekhyun menatap Chanyeol dengan sengit membuat Chanyeol terkekeh.
"bodoh." Chanyeol mencubit pelan pipi Baekhyun membuat Baekhyun memekik sakit.
"sakit bodoh."
"aku tidak perduli."
"lalu apa alasan Kai mengundurkan diri ?" tanya Sehun membuat pertengkaran ChanBaek berhenti dan Baekhyun menatap Sehun.
"Kai ingin kembali ke kampung halamannya."
"hanya itu ?" Baekhyun mengangguk kepalanya mantap membuat Sehun menghela nafasnya miris.
Kai benar benar meninggalkannya, melupakan cinta yang sudah mereka bangun berdua dengan manis.
"salah satu di antara kalian harus menjelakan padaku." Pekik Chanyeol membuatnya mendapatkan pukulan telak di lengannya.
"berisik bodoh, kau ingin kalian berdua di usir karena mngunjungi wanita lajang tengah malam ?" Chanyeol mempoutkan bibirnya sambil mengelus lengannya yang dapat pukulan telak dari Baekhyun.
"begini, Si Tan yang saat pertama kali kalian membawa Sehun adalah Kai, lalu Kai adalah kekasih Sehun, lalu Si Coklat yang waktu itu mencium Sehun bukan Kai tapi penari pengganti Si Putih yang mengundurkan diri karena hamil." Jelas Baekhyun membuat Chanyeol menganggukan kepalanya mengerti.
Ternyata banyak yang tidak ia mengerti tentang magnae mereka, bahkan tentang kekasih Sehun yang pernah membuat Kris menuntaskan hasratnya sendiri.
Chanyeol menatap Sehun yang terdiam, bagaimana caranya membuat Sehun kembali seperti dulu ?
.
.
#####
.
.
Kai menghela nafasnya pelan menatap sang ibu yang tengah memasak sarapan untuknya dan kakak laki lakinya.
Kai kembali ke Pohang untuk memulai semuanya kembali dari awal, Kai akui ia sangat merasa bersalah pada Sehun karena meninggalkannya tanpa kabar.
Kai merasa tidak pantas untu Sehun tapi ia terlalu mencintai Sehun, bayang bayang ibu Sehun yang menyayanginya selalu terlintas.
Lalu apa yang akan ibu Sehun lakukan jika tahu Kai seorang wanita penghibur di diskotik ? Kai sudah tahu jawabannya.
Entah Kai merasa tubuhnya bergerak sendiri, mengepack pakaiannya, mengatakan pada pemili apartement untuk pindah lalu meninggalkan Seoul menuju Pohang tanpa mengatakan apapun pada Sehun.
Kai hanya ingin memulainya kembali, memulai awal kehidupannya dengan uang saku yang selama ini ia kumpulkan untuk kehidupannya kelak.
Kai ingin memperbaiki ekonomi keluarganya, walaupun Kai tahu jika ini sudah sangat terlambat tapi Kai benar benar ingin melakukannya.
"umma tahu kau lelah, jadi kau istirahat saja." Lamunan Kai buyar saat mendengar suara sang ibu yang selama ini jadi semangatnya bekerja.
"aku ingin membantumu umma, Jonghyun oppa mana ?" ucap Kai menghampiri sang ibu yang tengah memotong sayuran untuk sarapan mereka.
"sudah berangkat sejak tadi." Kai menganggukan kepalanya tanda mengerti membuat sang ibu tersenyum hangat.
Anak perempuannya kembali kerumah dan menemani di waktu sendirian tiba.
"jam 8 pendaftaran kuliahmu di buka kan ?" Kai menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
Kai ingin melanjutkan sekolahnya walau tidak sampai sarjana tapi Kai menggunakan uangnya sendiri, uang yang ia akui sebenarnya tidak terlalu halal mengingat pekerjaanya.
Tapi Kai bertekad akan belajar setekun mungkin dan mencari pekerjaan halal untuknya.
.
.
#####
.
.
Hari hari berlalu, bulan bulan berlalu dan tahun tahun berlalu juga. Sehun tetaplah Sehun. Pria mapan dan tampan yang selalu mencintai Kai.
Bayang bayang Kai terlalu melekat di benaknya membuatnya tidak bisa melupakan Kai, sosok gadis manis yang terlihat indah di matanya.
3 tahun sejak Kai menghilang dan sejak itu pula Sehun tidak melupakan cintanya pada Kai, banyak wanita yang mendekat tapi Sehun menolak dan akhirnya menjauh.
Dan pada akhirnya hanya dirinya lah yang saat ini masih melajang, di saat kedua seniornya telah memutuskan untuk membina rumah tangga.
Kris dengan kekasih yang sudah di pacarinya selama 5 tahun, Suho. Lalu Chanyeol dengan Baekhyun, Sehun tidak menyangka jika kedua mood maker itu telah menikah, di kepalanya masih terekam jelas pertengkaran Chanyeol dengan Baekhyun saat dirinya menanyakan keberadaan Si Tan.
Pagi ini Sehun kembali harus memulai aktivitasnya, sejak 3 tahun kepergian Kai banyak yang berubah dari Sehun.
Hanya saja sikap manja dan menginginkan kasih sayang yang tidak pernah berubah.
"Sehun oppa."
"nde ?" Sehun menoleh pada keponakan imutnya yang kini sudah berusia 7 tahun, semakin terlihat seperti kakaknya daripada kakak iparnya.
"bekalmu, nenek bilang jangan sampai terlambat makan siang nanti penyakitmu kambuh." Sehun meraih bekal makan siang berwarna biru itu dan memeluk keponakannya yang tersenyum.
"aigoo kau mirip sekali dengan Luhan hyung eoh."
"jelas aku anaknya."
"bukan anak Minseok Nonna ya ?" ucap Sehun membuat gadis kecil itu mempoutkan bibirnya tidak terima, Luhan ayahnya dan Minseok ibunya itu tidak bisa di ganggu gugat.
"itu ibuku, oppa." Sehun terkekeh mendengar rengekan Hyemin di telinganya, selalu seperti ini. Sehun selalu menggoda keponakannya dan berakhir dengan ibunya yang muncul tapi kali ini berbeda.
Karena sang ibu tengah berada dirumah sakit, Minseok. Kakak iparnya tengah berjuang melahirkan anak keduanya dengan Luhan kakak laki lakinya.
Dan Sehun kembali menjadi penjaga untuk Hyemin dan ayahnya.
"oppa harus berangkat, ayo kita berangkat bersama." Hyemin menganggukan kepalanya membuat Sehun mengusak pelan kepala Hyemin.
.
.
#####
.
.
"kau terlambat."
"aku tahu hyung, Hyemin tidak ingin di tinggal jadilah aku terlambat." Kris menganggukan kepalanya tanda mengerti.
"Sehunnie."
"eumm." Gumam Sehun sambil mendudukan dirinya dan menatap Chanyeol yang tengah berkutat dengan kertas dan pensilnya.
"akhir bulan ini ada fashion show dan kita kebagian mengatur tata panggungnya." Sehun menggaruk alisnya gatal dan mengerjap matanya menatap kertas kertas yang ada di hadapannya.
"biasanya konser kenapa jadi fashion show ?" Chanyeol mengedikan bahunya tidak mengerti.
Sehun, Kris dan Chanyeol yang memang bekerja di sebuah stasiun televisi hanya bagian perencanaan dan penataan. Mengatur tata panggung dan iklan yang di sebar ke seluruh pelosok negeri.
Tapi biasanya mereka bertiga menangani tata panggung konser karena memang lebih mengandalkan sisi kreativ daripada fashion show.
Bahkan Sehun tidak mengerti model apa yang tengah di gandrungi anak muda di sekitar tempat kerjanya.
"jalani saja, cepat memulai cepat selesai juga." Sehun dan Chanyeol menatap Kris yang tengah menatap kertas kertas di meja nya.
.
.
#####
.
.
Sehun membuka bekal makannannya dan mendesah pelan, sayuran ? kenapa harus ada sayuran di setiap kotak makannya ?
Sehun berdoa sejenak lalu memisahkan sayurannya menjauh dari nasinya.
"Harus seimbang Hun."
"sayuran tidak, daging pun tidak."
Sehun mendesah pelan entah kenapa setiap makan siangnya suara Kai benar benar terngiang di telinga dan kepalanya.
"aku gila karenamu Kai." Gumam Sehun sambil menutup bekal makannya, selera makannya hilang. Walaupun Kai tapi tetap saja, sesak langsung terasa di dadanya.
Sehun meninggalkan ruangannya dan pergi menuju restoran tempat Kris dan Chanyeol biasanya makan siang.
Sehun akan memakan apa saja yang tidak berbau daging dan sayuran.
"hyung." Panggil Sehun saat matanya menangkap sosok Chanyeol dan Kris.
Kedua tiang itu melambai dan memanggil Sehun untuk duduk.
"tumben ? tidak membawa bekal makan siangmu ?" Sehun menatap Chanyeol yang tengah tersenyum mengejek membuat Sehun mendesah pelan.
"bawa tapi suara Kai kembali terngiang."
"kurasa kau sudah gila Hun."
"gila karena Kai, hyung." Sehun mendesah pelan lalu menatap menu yang ada di hadapan Chanyeol.
"apa menu favorite restoran ini ?" Kris menatap Sehun, membuat Sehun menatap Kris dan Chanyeol bergantian.
"daging panggang." Sehun mendesah pelan.
Ia ingin lari dari bekal makan siangnya kenapa kembali bertemu daging ?
"ada ayang panggang juga, kenapa wajahmu seperti itu eoh ?" Sehun menggelengkan kepalanya menatap Kris yang sudah menyeruput 'iced coffe' di hadapannya.
"ingin kupesankan apa ?" tanya Chanyeol membuat Sehun menoleh kearah Chanyeol yang masih membuka buku menu.
"apapun asalkan ayam dan jangan daging." Jawab Sehun membuat Chanyeol mengangguk anggukan kepalanya mengerti.
Chanyeol mengangkat tangannya, membuat para pelayan menghampiri, 2 pelayan menghampiri membuat Sehun membulatkan matanya.
"sudah eonni duduk saja, ini kan pekerjaanku." Ucap salah satu pelayan membuat pelayan dengan blazer dan rok pendek mendesah lalu tersenyum dan meninggalkan meja Sehun, Chanyeol dan Kris.
"ada yang bisa di bantu tuan ?" Chanyeol tersenyum lalu membuka menunya, Sehun masih memandang pelayan dengan blazer yang memasuki bagian kasir.
"ahh kami ingin memesan Thai grilled chicken satu lalu… Hunnie kau makan nasi tidak ?" Tanya Chanyeol pada Sehun yang masih memandang kearah kasir membuat pelayan yang melayani meja pun ikut menoleh dan menatap takut Sehun.
"Sehunnie." Sehun tersentak dan mengerjap matanya.
"ada apa hyung ?"
"nasi atau tidak ?" Sehun menganggukan kepalanya lalu kepalanya kembali berputar menatap meja kasir.
"okeh baiklah, Nasi satu, orange jus satu."
"Kai ?"
"eoh ?" Chanyeol. Kris dan pelayan itu menoleh kearah Sehun yang bergumam memanggil nama Kai sambil menatap kasir.
Mungkin Sehun terlalu rindu pada Kai, Chanyeol dan Kris menghela nafasnya pelan. Sepertinya wanita penghibur itu sukses membuat Sehun galau segalaunya.
"ada lagi yang bisa di bantu ?" tanya pelayan itu membuat Chanyeol menoleh tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
"terimakasih." Chanyeol menganggukan kepalanya lalu pelayan itu pergi meninggalkan meja mereka.
"Sehun kurasa kau gila." Ucap Kris membuat Sehun menoleh dan memicingkan matanya.
"itu Kai hyung, aku masih sangat hafal dengan bentuk tubuh dan rambutnya."
Chanyeol menggelengkan kepalanya sambil mendesah pelan, sepertinya pesona wanita itu tidak bisa menghilang dari benak Sehun.
"mana mungkin ? anggap saja Kai sudah mati bodoh." Sehun menggelengkan kepalanya sambil menundukkan kepalanya.
Melupakan Kai ?
Cintanya pada Kai terlalu besar mana mungkin ia sebegitu mudahnya melupakan cintanya begitu saja.
"aku mencintainya hyung."
.
.
TBC !
.
.
Maaf kalo ceritanya makin ga jelas ya, ini udah lepas dari diskotik tapi judulnya masih diskotik, buat yang nanyain tentang NC sabar ya, lagi proses kok kalo sekarang sekarang ga mungkin kan Kai nya lagi hilang.
Udah gitu ajah.
Gamsahamnida.
Paai ^^
_Hwa_
