Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

Kai yang sedang memainkan ponselnya mendongakkan kepalanya menatap pelayan yang membanting menunya kesal.

"ada apa ?" tanya Kai membuat pelayan itu menoleh menatap Kai.

"eonnie, 3 pria di meja 15 memandangmu terus menerus, kau harus hati hati." Kai menoleh kearah meja yang di maksud, memicingkan matanya menatap ketiga pria mapan yang tengah tertawa senang.

Mata Kai membulat saat matanya menangkap sosok berambut coklat dengan senyuman yang lebar dan bercahaya.

"Chan… Chanyeol ?" Kai menelan ludahnya menatap sosok yang berada di hadapan Chanyeol, pria berambut pirang platina dengan kulit putih susu pucat.

"Se… Sehun ?" Kai menggeserkan posisinya lalu menyentuh dadanya. Dadanya sesak melihat Sehun yang berada di hadapannya.

Tiga tahun tidak bertemu bahkan tidak memberi kabar, tidak membuat cinta dalam hati Kai menghilang bagai tertiup angin.

Bahkan cinta itu semakin menjadi dan semakin menyiksa Kai, banyak pria yang jelas jelas menaruh perhatian lebih pada Kai tapi bayang bayang Sehun selalu berada di otaknya dan membuat Kai menolak pria pria itu secara baik.

Kai melongok dan tepat saat yang sama Sehun tengan menatap kearah kasir tempatnya duduk, Kai langsung menjatuhkan dirinya untuk duduk kembali sambil menyentuh dadanya.

Jantungnya masih berdetak tidak normal sebagaimana mestinya saat matanya menatap mata tajam milik Sehun.

"Kai-ya ?"

"yaak !" Kai terlonjak kaget membuat Jonghyun kakak laki laki Kai menatap heran Kai yang tengah mempoutkan bibirnya, memberikan sumpah serapah pada Jonghyun.

"ada apa ?"

"kau tidak kembali ke kantor ? biar aku yang jaga kasir, kau kembali bekerja sana." Kai melirik jam di tangannya dan matanya kembali membulat, 30 menit lagi jam kerjanya kembali di mulai.

Kai menganggukan kepalanya sambil tersenyum, meraih tas kecil dan menyampirkannya di pundaknya lalu meninggalkan bagian kasir.

"hati hati." Kai menganggukan kepalanya lalu berjalan cepat melewati meja Sehun, Kai yakin jika Sehun sedang menatapnya dengan tajam dan jika mata itu pisau mungkin Kai sudah mati terbunuh oleh tatapan mata Sehun.

Kai berjalan menuju halte bus untuk kembali ke kantornya dari restoran milik Jonghyun yang di bangun dari hasilnya sendiri, mereka berdua nekat kembali meninggalkan sang ibuyang tidak ingin meninggalkan Pohang.

Dengan alasan yang tidak logis, tidak ingin melupakan kenangan yang di buat bersama ayah Kai tapi nyatanya alasan itu malah terdengar lucu di telinga Kai dan Jonghyun.

Kenangan hanya untuk disimpan di dalam hati bukan untuk terus menerus di kenang, kita tidak akan bisa bangkit jika terus menerus mengenang kenangan, begitulah kata Jonghyun dan Kai yakin jika itu kalimat juga untuk menyindir dirinya.

Jonghyun tahu bagaimana masalah percintaannya dengan Sehun dan Jonghyun juga tahu jika Kai belum bisa melepas kenangan dengan Sehun.

Cinta yang Sehun berikan pada Kai terlalu besar membuat Kai tidak mampu meninggalkan bahkan menggantikan posisi Sehun.

Kai menghela nafasnya pelan, Sehun pria polos yang sukses membuatnya seperti daun terombang ambing oleh perasaan yang tidak pernah hilang.

.

.

#####

.

.

Keesokan hari nya, Sehun kembali datang ke restoran itu sendiri, ia jadi teringat saat nekat datang ke diskotik sendiri hanya untuk melihat Kai dan sekarang ia lakukan lagi dan beruntungnya ini restoran bukan diskotik.

"silahkan menunya." Sehun mendongakkan kepalanya lalu tersenyum melihat pelayan pria yang menghampirinya.

Pelayan itu pergi dan mata Sehun langsung beralih menuju meja kasir, senyum Sehun tercetak saat matanya menangkap sosok Kai yang tengah pusing dengan sebuah kertas di tangannya.

"Kau masih tetap cantik Kai." Gumam Sehun sambil tersenyum, senyum terlalu tercetak jelas membuat tak bisa berhenti tersenyum.

Sehun menyentuh dadanya, jantungnya berdetak tidak normal membuat Sehun sesak nafas sendiri. Sehun menaikan tangannya dan pelayan lain menghampiri Sehun.

"ada yang bisa di bantu tuan ?" Sehun menganggukan kepalanya.

"saya pesan daging panggang dan orange jus satu, terimakasih." Ucap Sehun satu kali tanpa jeda nafas membuat sang pelayan mencatat pesanan Sehun dengan cepat.

"ada lagi tuan ?" Sehun menggelengkan kepalanya membuat pelayan itu membungkukkan badannya pamit lalu membawa menu itu.

Sehun menoleh kearah kasir dan mendapati Kai yang tengah mempout kan bibirnya sambil memukul pelan lengan seorang pria yang lebih pendek darinya.

Senyum Sehun langsung hilang melihat pria itu tersenyum dan mengusak pelan rambut hitam Kai membuat Kai tersenyum.

Sesak kembali menyeruak dalam dada Sehun, senyuman Kai yang di lakukan oleh orang lain lah yang membuat Sehun sesak nafas, dadanya berdetak cepat.

Cemburu ?

Jelas saja cemburu Kai masih kekasihnya walaupun sudah menghilang selama tiga tahun, tapi cinta Sehun tetap untuk Kai sampai kapan pun.

"pesanan anda tuan." Sehun menoleh dan tersenyum saat pesanannya datang, Sehun tersenyum saat melihat daging itu, dimakan masa apapun daging tetaplan makanan nikmat menurutnya.

"sayuran tidak daging pun tidak."

Sehun tersenyum saat suara Kai kembali terngiang di telinganya.

"baiklah." Gumam Sehun seakan menjawab suara Kai yang terngiang di otak dan telingannya.

Sehun meraih kentang. Lalu wortel, mengunyahnya perlahan walau hatinya menolak tapi tangan dan otaknya sama sekali tidak menolak.

Sehun memakan sayuran pendamping itu dengan cepat lalu menatap daging dengan berbinar dan menyuapnya sekali kali, Sehun mendongakkan kepalanya lalu matanya menangkap sosok Kai yang tengah berjalan meninggalkan restoran dengan tas di tangannya.

Sehun bangkit dan meraih tangan Kai yang terbebas lalu menariknya membuat tubuh Kai terputar dan matanya menangkap sosok Sehun yang berada di hadapannya.

Sehun menelan daging itu susah lalu tersenyum kearah Kai yang menatapnya tidak percaya.

"Kai ?" Kai membulatkan matanya dan matanya berkaca melihat senyuman Sehun yang sama sekali tidak berubah.

"Sehun ?" Sehun langsung menarik Kai dalam pelukan eratnya membuat Kai membala pelukan erat Sehun.

"aku merindukanmu Kai." Kai menganggukan kepalanya, menjawab Sehun seakan mengatakan bahwa dirinya juga merindukan Sehun.

"ayo."

"tunggu, aku harus kembali ke kantor." Kai melepaskan tangannya membuat Sehun menatap tidak percaya.

"nanti aku antar, temani aku makan siang dulu." Jelas Sehun membuat Kai membulatkan matanya, apa sikap Sehun belum berubah ?

Kai menatap Sehun yang tersenyum lalu menarik tangan Kai untuk menuju meja dan mendudukan Kai di seberangnya.

"kau makan daging saja ?"

"tenang saja sayang, sayurannya sudah habis ku makan lebih dulu." Jelas Sehun membuat Kai tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya.

Ternyata Sehun belum berubah, Kai hanya takut jika Sehun berubah bahkan telah melupakannya tapi nyatanya Sehun sama sekali tidak berubah.

Tapi apakah Sehun masih mencintainya seperti dulu ? Kai menghela nafasnya pelan membuat Sehun mendongakkan kepalanya.

"ada yang ingin kau ceritakan ?" Kai membulatkan matanya menatap Sehun yang sedang mengunyah potongan daging.

Kai tahu jika Sehun tengah meminta penjelasan kenapa menghilang selama 3 tahun tanpa kabar tapi dengan bahasa yang halus.

"eumm… maafkan aku." Lirih Kai membuat Sehun menyeruput orange jusnya lalu menatap Kai yang tengah menundukan kepalanya.

"maaf untuk ?"

"meninggalkanmu."

"mungkin tubuhmu yang meninggalakanku Kai tapi aku yakin jika hati dan cintamu tetap memihak padaku." Kai tertawa sendiri melihat Sehun yang terkekeh dengan ucapan yang di ucapkan sendiri.

"aku benarkan ?" tanya Sehun menatap Kai lekat membuat Kai mengigit bibir bawahnya.

"tepat sekali Hun." Sehun tersenyum lalu mengelus pipi Kai lembut.

"kau tahu betapa terpuruknya aku saat kau meninggalkanku tiba tiba ?" Kai menggelengkan kepalanya pelan.

"aku lebih suka dunia malam dari pada dunia nyataku, karena saat itu aku bisa merasakan bagaimana kau hadir di sisiku." Kai menundukan kepalanya membuat Sehun terkekeh.

"maafkan aku Hun, aku hanya ingin memperbaiki semuanya yang sudah buruk." Sehun menaikan sebelah alisnya menatap Kai yang masih menundukan kepalanya.

"aku kembali ke Pohang melanjutkan sekolahku, kini setelah aku lulus aku kembali lagi ke Seoul karena memilik pekerjaan yang lebih baik dari kemarin, aku benar benar ingin merubah hidupku Hun. Dulu kau pernah memintaku untuk berhenti aku tidak mau karena aku sudah terikat akan pekerjaan itu tapi setelah aku melihatmu dengan penari lain, aku tahu apa alasannya kau menyuruhku berhenti dan bagaimana rasanya melihat seseorang yang aku sayang melakukan itu, maafkan aku Hun."

Sehun bangkit dari duduknya lalu memeluk Kai dari samping sambil mengelus lembut punggung Kai.

"sudah tak apa Kai." Sehun melepaskan pelukannya lalu menyejajarkan tubuhnya dengan Kai yang duduk, Kai memutar posisi duduknya menatap Sehun.

"aku senang kau mendengarkan ucapkanku." Kai menganggukan kepalanya dan satu bulir air mata turun melewati pipi Kai.

"dan aku senang kau meninggalkan pekerjaan itu karena aku, maukah kau kita memulainya dari awal ?" Kai menaikan sebelah alisnya membuat Sehun terkekeh.

"kita mulai semuanya dari awal, melupakan semua yang sudah lalu. Dan kita mulai dari sekarang, kau mau Kai ? aku mencintaimu Kai, sangat mencintaimu." Kai tersenyum lalu menganggukan kepalanya dan Sehun langsung membalas senyum Kai, langsung memeluk Kai erat.

Mereka bahkan lupa jika mereka masih berada di restoran dan adegan mereka sukses membuat satu restoran riuh dengan teriakan tapi mereka tidak perduli karena cinta mereka yang hilang kembali dan mereka siap memulainya lagi dari awal.

.

.

#####

.

.

"kau kembali terlambat masuk magnae." Sehun yang tengah tersenyum langsung menoleh kearah Kris yang tengah membenarkan letak kertas kertas di mejanya.

"kau tahu tidak hyung." Sehun menghampiri Kris dengan menggeser bangku kerjanya dan duduk di samping Kris membuat Kris menatap Sehun tak percaya.

"tidak."

"mau kuberitahu tidak ?" tanya Sehun sambil tersenyum membuat Kris menatap Sehun tidak percaya.

"tidak." Sehun mempoutkan bibirnya membuat Kris menghela nafasnya lalu menatap Sehun yang mencibir sambil menggeser kembali kursi ke mejanya.

"memangnya kenapa ?" tanya Chanyeol yang sejak tadi diam tidak memperdulikan pertengkaan kecil Kris dan Sehun.

Sehun menoleh kearah Chanyeol dan menggeser bangkunya kearah Chanyeol, membuat Chanyeol mendelik kaget.

"kau tahu hyung." Tanya Sehun berbinar, membuat Chanyeol menatap Sehun yang mengerjap ngerjap matanya.

"aku bertemu Kai." Ucap Sehun membuat Chanyeol membulatkan matanya lalu mengerjap ngerjapkan matanya membuat Sehun mengerutkan keningnya, kenapa tidak ada reaksi ?

"baguslah."

"dimana ?"

Ucap Chanyeol dan Kris bersamaan membuat Sehun menoleh kearah Chanyeol dan Kris bergantian lalu tersneyum.

"direstoran tempat kita makan siang kemarin, ternyata itu milik kakak laki laki Kai dan tadi aku mengantarnya bekerja jadi terlambat." Chanyeol dan Kris melempar pandangan satu sama lain melirik Sehun yang tersenyum sambil menatap langit langit.

"lalu ?"

"nanti saat pulang aku akan menjemputnya lagi."

"syukurlah, cintamu kembali datang Sehun." Ucap Chanyeol membuat Sehun tersenyum.

Chanyeol merasa sangat bersalah saat mengetahui Sehun memiliki kekasih yang bekerja di diskotik lalu tiba tiba menghilang karena dirinya kembali memaksa Sehun untuk ke diskotik.

"aku merasa seperti sedang jatuh cinta hyung."

.

.

#####

.

.

Jam 5 tepat Sehun sudah berada di depan gedung kantor Kai dengan mobilnya, melirik sekilas jam yang bertengger di tangannya.

Tangannya reflek membuka pintu kemudi saat matanya menangkap Kai yang tengah berjalan keluar dengan tas jinjing dan tas laptop di tangannya.

"Hai." Kai mendelik kaget melihat Sehun yang sudah berada di hadapannya dengan senyuman mengembang membuat Kai membalas senyum Sehun.

"sejak kapan kau datang ?" tanya Kai sambil melirik jam tangannya.

"sejak 5 menit yang lalu, mungkin." Sehun tersenyum memperlihatkan eyesmilenya membuat Kai ikut tersenyum.

Sehun mengenggam tangan Kai dan menggiring Kai memasuki mobilnya yang masih terparkir rapi di depan gedung kantor Kai.

"ingin kemana ?" Kai menoleh kearah Sehun yang mulai menjalankan mobilnya.

"tidak ingin kemana pun, aku ingin pulang aku lelah." Ucap Kai membuat Sehun mempoutkan bibirnya kesal, kenapa harus pulang ?

Padahal Sehun ingin lebih lama berdua dengan Kai setelah tidak bertemu, Sehun menoleh kearah Kai yang tengah menyamankan posisi duduknya.

Kai yang merasa si perhatikan menoleh kearah Sehun membuat Sehun mendelik lalu tersenyum kearah Kai dan Kai ikut tersenyum.

"ada apa Hunnie ?" senyum Sehun semakin mengembang mendengar panggilan yang dulu sempat Kai ucapkan padanya.

"tidak, hanya saja kau semakin cantik." Kai terkekeh membuat Sehun ikut terkekeh.

Kai mencubit pelan pipi Sehun lalu mengelusnya membuat Sehun menoleh.

"terimakasih atas pujiannya Tuan Oh." Jawab Kai sambil membenarkan posisi duduknya, Sehun melirik Kai lalu tersenyum.

Entah mata Sehun yang bermasalah atau memang kenyataannya, Kai benar benar terlihat sangat cantik.

Dengan rambut hitam panjang dan mata tajamnya semakin terlihat dan bibir merahnya, Sehun menghirup nafasnya dalam lalu menghembuskannya perlahan.

Penampilan Kai sekarang sukses membuat jantungnya berdetak dan membuatnya kesulitan bernafas.

"tunjukan jalan menuju rumahmu Kai." Kai menganggukan kepalanya sambil tersenyum, Kai menggulung rambut panjangnya membuat Sehun menelan ludahnya.

.

.

#####

.

.

Mereka telah tiba di rumah sederhana dengan garasi kecil untuk memarkir satu mobil disana, Sehun melongok melihat kedalam membuat Kai melirik kebelakangnya.

"ingin mampir ?" Sehun tersentak kaget dan langsung menatap Kai yang tengah menaikan sebelah alisnya.

"bolehkah ?"

"tentu saja boleh, ayo." Ucap Kai sambil menarik tangan Sehun untuk keluar mobilnya.

Sehun keluar mobil dengan kemeja putih panjang meninggalkan jas dan dasinya di dalam mobil, Kai menggenggam tangan Sehun, Sehun menghela nafasnya lalu mengikuti langkah kaki Kai.

Kai langsung membuka pintu rumahnya saat di rasa tidak ada kendala saat memutar kenop pintu rumahnya.

"kau tidak menguncinya ?" tanya Sehun heran, Kai hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Sehun.

"aku pulang." Teriak Kai membuat Sehun menaikan sebelah alisnya, Kai berteriak seperti sedang memberitahu seseorang bahwa ia sudah pulang, Sehun menatap Kai yang sudah menggiringnya duduk di sofa ruang tamu.

"kau tinggal dengan siapa ?" tanya Sehun membuat Kai menoleh dan tersenyum.

"nanti juga tahu." Sehun menatap Kai tidak suka membuat Kai tertawa dan mengusap pelan pipi Sehun.

"oia, ini ide siapa ? rambutmu kenapa berubah jadi seperti ini ?" Sehun langsung menyentuh rambutnya sambil terkekeh pelan.

Sebenarnya ibunya melarang mewarnai rambutnya seperti ini, tapi entah kenapa Sehun merasa ia terlihat lebih tampan dengan warna rambut ini.

"tidak dari siapa siapa, kenapa ? kau tidak suka ?" Kai mengernyitkan keningnya menatap Sehun membuat Sehun mengerjap matanya.

"aku suka kau terlihat tampan." Sehun membulatkan matanya menatap Kai yang terkekeh, Kai mengusap pelan pipi Sehun yang memerah, membuat Sehun mempoutkan bibirnya.

"kau sudah pul… ups maaf aku tidak tahu." Kai langsung melepaskan tangannya dari pipi Sehun lalu menoleh kearah suara dan mendapati wanita cantik dengan celemek coklat di dadanya.

"ya aku sudah pulang."

"dengan siapa ?"

"sini ku perkenalkan." Ucap Kai memanggil wanita itu membuat wanita itu menghampiri Kai dan matanya membulat dengan bibir membentuk 'O'

"dia Sehun, lalu Sehun ini Kibum Eonnie… kakak iparku." Sehun membungkukkan badannya hormat pada Kibum.

"hooaa calon adik iparku kah ?"

"yaaak !"

"maaf keceplosan." Kai menatap tajam membuat Kibum terkekeh dan berjalan memasuki dapur.

"aku sedang membuat makan malam, kau makan malam disini saja kita makan malam bersama." Ucap Kibum sambil menjauh membuat Sehun menatap Kai yang mengedikan bahunya.

"terserah kau Hun." Jawab Kai saat dirasa mata Sehun seakan bertanya boleh atau tidaknya ia makan malam disini.

.

.

#####

.

.

Makan malam selesai dengan damai membuat Jonghyun mengelus dadanya lega, pasalnya setiap malam ia harus mendengar teriakan teriakan dari kedua wanita cantik yang tinggal bersamanya.

Entah apa saja yang akan mereka komentari, jika jadwal Kibum yang memasak Kai selalu berkomentar mengatakan makanannya kurang asin lah, ini lah, itu lah, tapi begitu pula sebaliknya saat Kai yang memasak Kibum lah yang banyak berkomentar bahkan tak jarang Kai jadi kesal dan meninggalkan meja makan dengan makanan bersisa.

Mungkin karena ada tamu yang di ajak Kai membuat keduanya bersikap manis dan anggun padahal Jonghyun merasa sangat aneh jika berada dlam posisi seperti tadi.

"ayo film apa lagi ?" teriak Kai membuat Jonghyun yang sedang di peluk Kibum pun menoleh dan menghampiri Kai.

Kai tinggal bersama kakak laki laki nya dan istrinya yang cerewet, pasangan itu menikah beberapa bulan lalu dan memutuskan untuk tinggal di Seoul membuat Kai ikut menetap di Seoul.

Di paksa untuk tinggal bersama daripada harus tinggal sendiri mengeluarkan uang lebih, kan uangnya bisa di tabung untuk tambah tambah biaya menikah, petuah Jonghyun yang saat itu sukses membuat Kai yang sedang memakan keripik kentang tersedak dengan sangat tidak elitnya.

"jangan film horor lagi ! lebih baik aku tidur." Teriak Kibum sambil melempar bantal kearah Kai dan Jonghyun yang sedang berjongkok di hadapan DVD player.

"yaak sakit tahu."

"kau menyebalkan."

"siapa perduli." Sehun yang sejak tadi diam menatap Jonghyun yang sedang menarik wajah Kai untuk tidak memandang Kibum.

"yaak kau tidak mendukungku ?"

"sudahlah sayang, kalian seperti anak kecil saja." Ucap Jonghyun membuat Kia berdiri lalu melengos dan kembali duduk di samping Sehun.

"kalian memang sering bertengkar ?" Kai menoleh kearah Sehun membuat Sehun membulatkan matanya karena jarak mereka terlalu dekat, jika Kai memajukan sedikit saja wajahnya bibir mereka bertemu.

"tidak juga." Kai memutar kepalanya dan Sehun reflek menghela nafasnya.

Drrt… Drrt… Drrt…

Kai berjengkit kaget saat pahanya merasakan sebuah getaran dasyat di dalam kantung celana Sehun.

"ponselmu Hun."

"iya, palin –"

"ibumu ya ?" Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum membuat Kai ikut tersenyum.

Ternyata Sehun benar benar tidak berubah, setelah tidak bertemu selama 3 tahun dan kini bertemu lagi Sehun masih mendapatkan telepon dari ibunya yang cerewet.

"kau ingin pulang ?" tanya Kai pada Sehun yang sedang merogoh kantung celananya karena ponselnya bergetar dengan hebat.

"sebentar." Ucap Sehun sambil bangkit dan berjalan menjauhi Kai yang tengah mempoutkan bibirnya.

Kai menoleh kearah televisi dan matanya membulat saat di televisi menampilkan adegan ranjang pria dan wanita dengan suara berisik.

"yaaak !"

Jonghyun dan Kibum terlonjak kaget mendengar teriakan Kai lalu menatap Kai yang menatapnya tajam.

"ada apa sih ?"

"kenapa harus adegan itu sih ?"

"kasetnya berputar dan aku tidak mungkin memotong ceritanya, nanti aku tidak mengerti." Jelas Jonghyun membuat Kai menghela nafasnya lalu menatap Sehun yang masih menelepon.

Mata Sehun masih polos Kai yakin itu jika di cekoki oleh film film seperti itu yang ada Kai lah yang jadi korbannya.

Kai menghela nafasnya pelan, kembali menatap televisi yang semakin menampilkan adegan 'itu' semakin panas.

Kai menghirup nafasnya panjang, suasana panas langsung menjalar di tubuhnya, sial ! jangan sampai Kai terangsang hanya karena melihat film itu.

Kai menggulung rambutnya lalu mengibas ngibaskan tangannya sambil mengigit bibir bawahnya, rasa panas semakin menjadi saat adegan itu semakin panas.

"AC nya menyala lalu kenapa kau berkeringat ?" Kai berjengkit kaget lalu mengusap peluh nya dan beralih menatap Sehun yang tengah menaikan sebelah alisnya menatap kearah televisi.

Setidaknya Kai harus menghindari Sehun dari acara acara seperti itu.

"kau ingin pulang kan ? ayo aku antar kedepan." Ucap Kai sambil menarik tangan Sehun membuat Sehun bingung.

"tapi aku belum pamit."

"sudah tak apa." Jawab kai sambil menarik tangan Sehun.

Kibum yang sedang mengalungkan tangannya dilengan Jonghyun mengedikan bahunya, melihat Kai dan Sehun.

Kai menarik Sehun untuk berjalan meninggalkan ruang tamu dengan tangan melingkar di lengan Sehun.

"ada apa ?" Kai menggelengkan kepalanya sambil mengatur nafasnya, matanya sama sekali tidak beranjak dari bibir Sehun membuatnya menelan ludahnya sulit.

Baru kali ini Kai merasa sangat tersiksa memiliki kekasih polos macam Sehun, Sehun tidak akan peka akan situasi seperti ini, Kai yakin itu sangat yakin malah.

"katakan saja Kai." Kai menggelengkan kepalanya lalu mengibas ngibaskan tangannya, panas masih menjalar membuat Kai tersiksa.

Sehun menaikan sebelah alisnya lalu menatap Kai dari atas sampai bawah, ada yang tidak beres dengan Kai tapi apa ?

"sudah sana pulang." Ucap Kai dengan nafas memburu membuat Sehun menampik tangan Kai dan mendorongnya keluar rumah.

Sehun mendekatkan wajanya lalu menatap kai yang tengah berpeluh, Sehun mengusap kening Kai yang berkeringat.

"aku tahu kau menginginkannya tapi tidak sekarang Kai." Kai membulatkan matanya mendengarkan ucapan Sehun sambil mengusap lembut kepala Kai.

"aku sudah tidak sepenuhnya polos, aku mengerti kau kenapa, walaupun kau tidak bercerita padaku." Tunjuk Sehun membuat Kai mempoutkan bibirnya, Sehun mengecup pelan bibir itu dan langsung menegakkan tubuhnya.

"aku mencintaimu Kai." Ucap Sehun sambil mengusap pipi Kai yang bersemu merah.

"aku pulang dulu." Sehun berjalan meninggalkan rumah Kai sambil melambaikan tangannya, tapi Kai diam terpaku menatap Sehun tanpa berkedip.

Astaga apa Sehun nya benar benar sudah tumbuh dewasa ? apa yang di katakannya ? tidak sekarang ? apa itu artinya suatu saat nanti mereka akan melakukannya ?

Kai mengusap wajahnya kasar lalu menutup pintu dan berjalan melewati kedua kakaknya yang sudah bisa di pastikan sedang melakukan apa.

Salahkan kedua nya yang menonton film itu saat ada Kai dan Sehun.

Kai langsung beranjak menuju kamarnya dan membanting pintunya kesal, sepertinya malam ini tidurnya tidak akan tenang.

.

.

TBC

.

.

Holla hwa hadir lagi bawa diskotik lagi, hwa ga mau banyak ngomong.

Tapi makasih yang udah mau cape cape baca plus review atau tanpa review, maaf juga hwa ga bisa bales satu satu review kalian tapi dengan ngebaca itu review udah bikin semangat Hwa naik buat lanjut fict ini.

Gamsahamnida.

Paai ^^

_Hwa_