Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

"mau kemana Hun ?" tanya ibu Sehun saat melihat anak bungsunya sudah rapi dengan kemeja biru, celana panjang hitam dan topi yang melingkar secara terbalik di kepalanya.

"mau kerumah kekasihku umma." Jawab Sehun membenarkan letak kemeja dan topi berkaca pada televisi layar lebar yang berada di ruang tamunya.

"kekasihmu sudah kembali dari pohang ?" tanya sang ibu membuat Sehun menoleh dan tersenyum.

"sudah."

Selama 3 tahun Kai menghilang, Sehun mengatakan pada sang ibu jika kekasihnya sedang kembali ke rumah orangtuanya, jadilah Sehun tidak perlu repot repot menjelaskan kenapa ia jadi sering berdiam diri di rumah.

"kau belum pernah membawa kekasihmu kerumah Hun ?" Sehun meraih kunci mobil dan menghampiri sang ibu lalu tersenyum dan mengecup pelan pipi sang ibu.

"nanti jika sudah waktunya ku bawa kesini umma, pegang ucapanku." Sang ibu tersenyum lalu menganggukan kepalanya.

"aku pergi dulu umma."

"pulangnya jangan terlalu larut." Sehun terkekeh lalu menganggukan kepalanya mengerti.

Hari ini hari sabtu dan Sehun punya banyak rencana yang akan ia lakukan bersama kekasih manisnya itu, rasa rindunya masih terasa mengingat ia bertemu dengan Kai dalam waktu singkat.

.

.

#####

.

.

"Kaai, ada Sehun." Teriakan Kibum menggema di bawah tangga memanggil Kai, membuat Jonghyun yang sedang duduk di meja makan pun mendesah pelan, kenapa suara istrinya keras sekali ?

Terdengar suara langkah kaki menuruni tangga, Kai yang masih setengah sadar menatap Kibum dengan malas, kenapa harus terima tamu pagi pagi seperti ini ?

"Sehun ada di ruang tamu." Ucap Kibum sambil mengacak rambut asal Kai yang masih berantakan.

"Yaaak !" Kai menjauhkan tangan Kibum dari kepalanya lalu mendengus kesal, Jonghyun yang melihat pakaian tidur Kai menggelengkan kepalanya pelan.

Kemeja putih tipis kebesaran dengan celana leging hitam sebatas betis membuat lekuk tubuh Kai terlihat jelas jika sinar matahari menyinari tubuh Kai.

"aku temui Sehun dulu." Ucap Kai sambil menggulung rambutnya dan berjalan menuju ruang tamu dengan langkah gontai, nyawanya belum terkumpul karena bangun dengan kaget akibat suara teriakan Kibum.

Kai menatap sosok pria yang duduk dengan satai dengan topi di kepalanya, Kai yakin jika sekarang Sehun sedang mengigit bibir bawahnya.

Kai mengambil posisi duduk di samping Sehun membuat Sehun mendelik kaget lalu menoleh kearah Kai dengan horor.

"pagi Hun." Ucap Kai mengusap kasar matanya yang masih sulit untuk membuka.

"ini siang sayang." Kai terkekeh lalu menggeliat menunduk dan berakhir dengan Kai yang tiduran di paha Sehun, Sehun menggelengkan kepalanya dan Kai terkekeh.

"sungguh aku masih mengantuk Hun, semalam aku tidak bisa tidur karena menonton film horor." Jelas Kai membuat Sehun mengelus lembut rambut hitam Kai.

"kalau takut kenapa menonton ?" Kai mengedikan bahunya sambil terkekeh, Sehun mencubit pelan hidung Kai membuat Kai mengaduh kesakitan.

"aku ingin mengajakmu jalan jalan, sekarang mandi dan aku tunggu kau disini." Ucap Sehun sambil membantu Kai bangun dari pahanya.

"mau kemana ?"

"kemana pun selama aku mampu sayang." Kai merenggut kesal membuat Sehun terkekeh.

"baiklah." Ucap Kai sambil bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya untuk mandi.

Kibum muncul dengan makanan ringan dan teh hangat menyajikan di meja di hadapan Sehun, sebenarnya waktu masih menunjukan pukul 10 tapi menurut Sehun yang bekrja pagi hari itu adalah waktu yang menunjukan siang hari.

"dimakan Hun."

"terimakasih Nunna." Kibum mengambil posisi duduk disebelah Sehun membuat Sehun menoleh dan tersenyum.

"mau kemana ?" tanya Kibum pada Sehun yang tengah terdiam.

"aku hanya ingin mengajak Kai jalan jalan, boleh kan Nunna ?" tanya Sehun membuat Kibum terkekeh sambil menatap Sehun.

"jelas boleh, Kai sudah dewasa dan sudah bisa menentukan pilihannya." Sehun terkekeh lalu mengangguk anggukan kepalanya.

"kalian berniat serius kan ?" Sehun mendongakkan kepalanya menatap Kibum yang sedang memakan keripik kentang.

"pasti Nunna tapi aku belum memiliki apapun untuk meminang Kai." Jelas Sehun membuat Kibum tersenyum.

Kibum senang jika Kai sudah memiliki seseorang yang serius menjalani hubungan dengannya dan Kibum sangat bangga pada Sehun.

Tetap menerima Kai walaupun Kai pernah meninggalkanya selama 3 tahun tapi Sehun masih mau menerima Kai bahkan berniat untuk menikah.

"semoga rencana mu berhasil Hun." Sehun tersenyum menatap Kibum yang mulai bangkit dari duduknya.

"sudah sarapan ? agak terlambat di katakan sarapan tapi makanlah bersama Kai jika kau mau." Sehun menganggukan kepalanya menatap Kibum yang tersenyum.

"terima kasih Nunna." Kibum tersneyum membuat Sehun membalas senyuman hangat Kibum.

"aku tinggal dulu Hun." Ucap Kibum sambil melangkah pergi meninggalkan Sehun di ruang tamu.

Sehun tersenyum menatap kepergian Kibum, setidaknya sudah ada anggota keluarga Kaiyang menyetujui keinginannya, walaupun Sehun tahu itu masih terlalu cepat.

Mengingat mereka baru bertemu lagi setelah 3 tahun tidak bertemu, setidaknya Sehun harus mengatakanpada keluarganya dulu, semoga berakhir dengan indah.

.

.

#####

.

.

"aku belum siap." Sehun melirik Kai yang menggembungkan pipinya membuat Sehun mendesah pelan.

"lalu ?"

"Sehun, jujur aku belum bisa memberikan apapun pada ibuku." Sehun mendongakkan kepalanya kearah Kai yang terlihat gelisah, Sehun menggenggam jemari Kai.

"kita berjuang sama sama Kai, aku akan membantumu dan berjanji kau juga akan membantuku." Kai menatap menatap Sehun lekat, terpancar kesungguhan disana dan Kai langsung membalas dengan senyumannya.

Kai memang tidak pernah mengira bahwa Sehun akan melakukan ini padanya, menyatakan bahwa ia menginginkan hubungan yang lebih serius.

Kai juga menginginkannya tapi entah kenapa pikirannya masih mengarah pada ibunya, Kai merasa belum bisa memberikan apapun pada sang ibu.

"sekarang aku akan mengajakmu bertemu ibuku."

Uhuk !

Kai yang sedang menyantap ramennya tersedak membuat Sehun menyodorkan air mineral dan Kai meminumnya secara brutal.

Mereka tengan beraad di kedai ramen setelah berjalan jalan sekitar Namsan Park, rasa lapar melanda Sehun setelah menolak makan bersama Kai di rumah Kai tadi.

"pelan pelan."

"kau serius Hun ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap sambil tersenyum.

Sehun menatap wajah Kai yang tiba tiba memucat membuat Sehun mengernyitkan keningnya, memang ibunya semenakutkan itu sampai menjadi pucat pasi seperti ini ?

"kau kenapa ?"

"aku takut."

"ibuku manusia bukan monster kenapa harus takut ?" Kai menatap Sehun yang mendengus kesal membuat Kai memberikan peace sign kearah Sehun.

"maaf bukan itu maksudku Hun, aku hanya takut jika ibumu mempertanyakan dimana kita bertemu." Jelas Kai membuat Sehun menaikan sebelah alisnya.

Kai menundukan kepalanya lemas, ia jadi ingat saat ibunya bertanya pada Jonghyun dan Kibum saat Jonghyun membawa Kibum kerumahnya untuk bertemu dengan ibunya kala itu.

Beruntunglah Jonghyun bertemu kibum di kedai kopi, di saat Jonghyun terpesona dengan paras Kibum sebuah gelas kopi melayang dari Kibum saat itu dan berakhir bahagia saat kini.

Tapi dirinya dan Sehun, bertemu di diskotik ? dan Kai bisa tahu apa yang langsung menjalar di otak ibu Sehun jika Kai nekat mengatakan kata yang menurut beberapa orang itu laknat.

"aku jamin itu tidak akan terjadi." Kai mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang menyeruput cola nya dan menatap lekat Kai.

"bagaimana bisa kau seyakin itu ?"

"sayang dengar, ibuku tidak pernah bertanya dimana aku bertemu kekasihku, yang selalu ibuku tanyakan itu pasti berapa perbedaan usia aku dengan kekasihku, karena yaa kau pasti tahu lah bagaimana ibuku." Kai mengerjap matanya menatap Sehun yang mendesah malas.

Ia sudah sangat hafal itu karena setiap dirinya membawa seorang gadis yang berstatus kekasihnya, ibunya pasti akan langsung bertanya berapa usia gadis itu.

Mungkin yang ada di pikiran sang ibu adalah agar sang gadis bisa tetap menjaga Sehun dan Sehun menjaga gadis itu.

Entahlah sebenarnya Sehun pun bingung.

"aku mengerti, dasar anak kecil." Sehun memicingkan matanya menatap Kai membuat Kai menelan ludahnya susah.

"aku salah satu anak kecil yang sudah bisa membuat anak kecil, kau harus hati hati." Kai menelan ludahnya semakin susah dan sukses membuat hawa di sekitarnya panas.

Sehun menyeringai menatap Kai yang mendesah malas sambil mengulung rambut hitamnya.

.

.

#####

.

.

"aku pulang." Teriak Sehun sambil menggenggam jemari Kai erat.

Sesuai rencana, Sehun mengajak Kai untuk mengunjungi rumahnya.

Entah apa namanya tapi sejak tadi Kai terus menerus menolak dan Sehun yang seakan tuli dengan penolakan itu membuat Kai berkali kali memukul, mencubit bahkan mengigit Sehun tapi Sehun seperti manekin hidup yang sudah di beri perintah membawa Kai kerumahnya.

"aah Sehun oppa." Hyemin gadis kecil itu berlari senang melihat teman mainnya pulang dari acara jalan jalannya.

"kau kemana saja ? ayo kita main oppa." Sehun menyejajarkan tinggi tubuhnya lalu mengusak lembut rambut Hyemin.

"oppa harus bertemu nenek dulu, jadi Hyemin bisa main dengan appa dulu." Ucap Sehun saat melihat Luhan yang sedang mengusap peluhnya.

Kai yang melihjat Luhan melirik sekilas kearah Sehun, apa Sehun kembar ? kenapa tidak pernah mengatakan pada dirinya.

"Hyemin-ah, ayo main dengan appa. Biar paman Sehun mengenalkan bidadari cantik yang ia bawa."Sehun memicingkan matanya menatap Luhan yang tengah terkekeh.

Sehun paling tidak suka jika di panggil dengan panggilan paman, menurutnya ia masih terlalu muda di panggil paman.

Hyemin menatap Kai yang sedari diam lalu menggembungkan pipinya menatap Sehun.

"panggil dia Kai eonnie." Mata Hyemin langsung berbinar lalu berjalan menghampiri Kai yang masih terdiam.

"annyeong." Kai tersentak lalu menoleh kebawah lalu menyejajarkan tubuhnya.

"nado annyeong." Kai mengusak lembut rambut Hyemin.

Jika di lihat sekilas Hyemin tidak mirip dengan pria yang tadi berdiri di hadapannya.

"Oh Hyemin imnida Eonnie." Kai tersenyum lalu mengelus lembut pipi bakpau Hyemin.

"nde."

"bangapta."

"Hyemin kajja." Panggil Luhan membuat Hyemin menoleh lalu membungkuk sebentar kearah Kai dan pergi menghampiri Luhan.

Sehun menarik tangan Kai untuk membantu Kai berdiri lalu merangkul Kai.

"ayo, aku rasa umma ada di dapur." Ucap Sehun sambil terus mengenggam tangan Kai.

Sehun merasa tangan Kai mendingin, membuat Sehun menatap Kai, Sehun tahu jika Kai sedang gugup.

Mungkin Kai hanya takut jika kenangan lamanya terbongkar, kenangan tentang pekerjaannya tapi Sehun sama sekali tidak berniat memberitahu ibunya tentang itu.

"umma." Panggil Sehun saat melihat sang ibu sedang mengaduk sayur atau apalah itu di dapurnya.

Kai sontak langsung bersembunyi di belakang tubuh tegap dan tinggi Sehun.

"kau sudah pulang, ayo ganti baju dulu danbersiap untuk makan malam bersama yang lain." Ucap sang ibu panjang lebar tapi Sehun hanya tersenyum membuat sang ibu menatapnya heran.

"habis bertemu gadismu kau bahagia sekali, ayo lekas mandi Sehun." Ucap ibu Sehun sambil berbalik menatap panci yang mendidih.

"tentu, aku juga membawanya untuk bertemu denganmu umma." Sang ibu yang sedang mengaduk langsung menoleh dan Sehun sudah membiarkan Kai berdiri di sampingnya dan berhimpitan dengannya.

"a..annyeong ahjumma." Ibu Sehun tersenyum menatap Kai yang menundukan kepalanya, ibu Sehun meletakan sendok sayurnya lalu menghampiri Kai.

"hooaaa nado annyeong, selamat datang dirumah Sehun." Ucap ibu Sehun membuat Kai mendongakkan kepalanya memberanikan dirinya menatap ibu Sehun yang tersenyum hangat.

"nde ahjumma."

"panggil umma saja cukup, kau sudah makan ? apa Sehun menyusahkanmu ?" Kai melirik Sehun sekilas lalu menatap ibu Sehun yang bertanya tanpa jeda nafas.

"nde, kebetulan sudah tadi umma, aku yang menyusahkan Sehun umma."

"tidak mungkin kau yang menyusahkan Sehun, tadi ? kapan ? tadi siang ?" ucap ibu Sehun sambil mencibir membuat Sehun menatap malas sang ibu.

"astaga sayurku." Teriak ibu Sehun sambil berlari kearah kompor dan melanjutkan kegiatannya.

"kalian bersihkan tubuh kalian setelah itu bertemu di meja makan ne, eumm aku lupa siapa namamu anak manis ?" Kai mengerjap matanya saat ibu Sehun memanggilnya dengan panggilan aneh menurut telinganya.

"Kim Kai umma."

"okeh Kai, kau bersihkan tubuhmu lalu makan bersama kami." Jelas ibu Sehun membuat Sehun langsung menyeret Kai menuju lantai 2 dimana kamarnya berada.

.

.

#####

.

.

Kai mendesah pelan saat kakinya memasuki kamar Sehun yang bentuknya tidak karuan, menurut Kai.

Karena di tempat tidur ada sepatu, lalu di rak sepatu ada kaos dan di mja yang Kai yakini sebagai meja untuk membaca pun terdapat bantal.

"kamarmu habis kena gempa ?" Sehun langsung menutup pintu kamarnya lalu mendahului Kai dan membanting tubuhnya ke kasur empuknya.

"kenap badai topan sayang." Kai menggelengkan kepalanya lalu mendudukan dirinya di single sofa di hadapan meja baca Sehun

"kau harus punya jadwal untuk membersihkan kamarmu Hun."

"nanti kalau sempat." Kai mendengus kesal mendengar jawaban asal Sehun, Kai menghampiri Sehun yang sedang menenggelamkan wajahnya ke kasur empuknya.

Kai mencubit pelan perut Sehun membuat Sehun meringgis lalu membalikan tubuhnya, tangannya menarik tangan Kai membuat Kai terjatuh menimpa tubuh Sehun.

Sehun langsung memeluk Kai erat membuat Kai tidak bisa berbuat banyak, Sehun menenggelamkan wajanya ke ceruk leher Kai.

"aku mencintaimu Kai, sangat mencintaimu." Ucap Sehun lirih dan Kai hanya menganggukan kepalanya.

"aku juga mencintaimu Hun." Jawab Kai membuat Sehun semakin menenggelamkan kepalanya ke ceruk leher Kai.

Sehun melepaskan pelukannya lalu membalik posisinya membuat posisi Kai berada di bawahnya, Kai membulatkan matanya menatap Sehun yang tersenyum.

Sehun mengecup lama kening Kai membuat Kai memejamkan matanya, rasa nyaman benar benar menguak saat dirinya tengah bersama Sehun dalam keadaan apapun.

Kemudian Sehun beralih mengecup kedua bola mata Kai yang terpejam, lalu beralih ke hidung Kai dan berakhir di bibir tebal Kai.

Mengecup pelan bibir Kai, Sehun menatap Kai yang sedang menghembuskan nafasnya kembali mencium bibir itu.

Ciuman yang awalnya mengecup menjadi menyesap saat lidah Sehun menerobos masuk kedalam mulut hangat Kai.

"eugh…" Kai meleguh membuat Sehun menghentikan aktifitasnya lalu menatap Kai, Kai yang merasa ciuman Sehun terhenti membuka matanya.

Kai menatap Sehun dengan mata sayunya membuat Sehun melepaskan ciumannya lalu bangkit membuat Kai mendesah pelan.

Sehun mendekati pintu lalu menguncinya dari dalam lalu menutup tirai kamarnya membuat Kai memandang sekitarnya yang tiba tiba gelap.

"kau menginginkannya ? jika kau menjawab iya maka kita lakukan sekarang." Ucap Sehun sambil menyalakan lampu tidur dan lampu meja kamarnya.

"kau yakin ?" tanya Kai sambil bangkit dari posisinya sambil menatap sehun yang mulai membuka kancing kemejanya.

"aku ingin tahu bagaimana rasanya, kata Chanyeol hyung enak tapi kata Baekhyun Nunna sakit, jadi aku ingin memastikannya sendiri."

Plaak !

Pukulan telak mendarat sempurna di kepala Sehun membuat Sehun meringgis.

"apa yang sudah Chanyeol ceritakan padamu ?"

"malam pertamanya." Kai menutup wajahnya yang memerah karena kesal mungkin, kenapa Sehun menelan semua ucapan Chanyeol mentah mentah ?

"aku tahu caranya membuatmu terasa panas." Kai membuka wajahnya lalu menatap Sehun yang sudah mendaratkan bibirnya ke bibir Kai.

Dan Kai tahu sekaranglah puncak kepolosan Sehun menghilang.

.

.

TBC

.

.