Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah Kai membuat Kai menelan ludahnya susah, ia benar benar tidak tahu jika harus segugup ini menghadapi anak kecil seperti Sehun.

Sehun mencium bibir Kai lembut membuat Kai memejamkan matanya perlahan, tangan Sehun menuntun tangan Kai untuk melingkar di lehernya dan tangannya beralih kebelakang tubuh Kai.

Mengangkat Kai dan mencari posisi yang bagus tapi tidak melepas ciuman mereka.

Tok… Tok… Tok…

Sehun dan Kai membuka matanya saat mendengar ketukan pintu kamar Sehun yang terkunci dari dalam.

Kai mendorong Sehun pelan membuat tautan bibir mereka terlepas, terlihat benang saliva di antara keduanya membuat Sehun mengecup bibir Kai pelan lalu beranjak bangun tak lupa mengancing kemeja nya lagi.

Sehun menatap malas Luhan yang sudah bedecak pinggang di hadapan pintu kamarnya, Luhan menggaruk tengkuknya gugup menatap Sehun yang tengah menjilat bibirnya yang merah.

"ada apa hyung ?" tanya Sehun membuat Luhan tersenyum, lalu melirik kebelakang Sehun.

Menatap Kai yang tengah terduduk dengan menghadap jendela membuat angin menerpa wajahnya.

"jangan lihat lihat ! nanti suka bahaya." Teriak Sehun membuat Luhan mendelik dan Kai menoleh kearah pintu kamar Sehun.

"yaaak ! makan malam sudah selesai, umma menyuruhmu dan kekasihmu turun." Jelas Luhan membuat Sehun menganggukan anggukan kepalanya, bahkan ia lupa jika tadi ibunya menyuruhnya untuk membersihkan diri lalu turun.

"baiklah 20 menit lagi kami turun hyung." Ucap Sehun membuat Luhan menganggukan kepalanya lalu meninggalkan kamar Sehun.

Sehun kembali memasuki kamarnya melihat Kai yang menatap keluar jendela, Sehun mendekati Kai lalu memeluknya dari belakang.

"sepertinya kita di tunggu makan malam sayang." Ucap Sehun membuat Kai menoleh kearah samping dan mendapati wajah Sehun, Sehun mengecup pelan pipi Kai lalu memutar tubuh Kai.

"ada sesuatu yang menganggumu ?" tanya Sehun membuat kai menggelengkan kepalanya ragu.

Sehun yang melihat keraguan di mata Kai memeluk Kai erat lalu mengelus lembut punggung Kai.

"percayalah sayang, tentang masa lalumu tidak akan terbongkar." Kai menganggukan kepalanya mantap membuat Sehun semakin memeluknya erat.

"aku membersihkan tubuhku dulu, setelah itu kau." Kai menganggukan kepalanya patuh lalu Sehun meninggalkannya menuju kamar mandi.

.

.

#####

.

.

Kai dan Sehun duduk bersebelahan lalu bersebrangan dengan Luhan, Minseok dan gadis kecil yang tadi Sehun katakan keponakannya.

Di sebelah Sehun ayahnya dan di sebelah Kai ibu Sehun, sebenarnya Kai sangat merindukan saat saat seperti ini.

Saat dimana Ia berkumpul dengan ibu dan ayahnya tapi siapa yang bisa menolak kehendak tuhan ? ibunya memilih untuk tinggal sendiri setelah ayahnya meninggal .

Kai menatap Sehun yang sedang memakan dagingnya dan melupakan sayurannya, Kai menyendokkan sayuran kedalam piring Sehun membuat Sehun membulatkan matanya.

Kai menatap Sehun tajam membuat Sehun menelan makanannya susah.

Luhan yang melihat itu terkikik pelan membuat Minseok menatapnya tajam, seakan bertanya apa yang Luhan tertawakan di saat makan malam seperti ini ?

"Sehun oppa tidak suka sayuran eonnie." Kai menoleh kearah Hyemin lalu menatap Hyemin dengan senyuman.

"benarkah ? berarti Sehun oppa harus belajar menyukai sayuran." Ucap Kai membuat Hyemin menaikan kedua alisnya.

"loh kenapa ? apa kalian berencana tinggal bersama."

Uhuk !

Sehun terbatuk dengan sadisnya saat memaksa menelan brokoli yang Kai berikan tadi, Kai langsung memberikan minum pada Sehun, Sehun langsung menatap Hyemin membuat Hyemin mempoutkan bibirnya.

"jangan menatapnya seperti ini, kau membuatnya takut Hun." Ucap sang ayah membuat Sehun menoleh kearah sang ayah.

"lidahnya mencetak lidah Luhan hyung, appa." Luhan mendelik tidak suka menatap Sehun yang sedang mengelus dadanya.

"apa aku salah ?"

"kau tidak salah, tapi Sehun oppa yang salah." Sehun menatap Kai yang tersenyum kearah Hyemin membuat Hyemin nyaris terlonjak senang di tempat duduknya.

"kenapa aku ?"

"sudah sudah, ayo lanjutkan." Ucap ayah Sehun menengahi pertengkaran Sehun dan Kai yang tidak akan pernah berhenti.

Mereka melanjutkan makan malam dengan tenang, setelah makan malam selesai Kai membantu ibu Sehun membersihkan meja makan.

Kai membawanya dan mencuci semua piring kotor dan ibu Sehun membantu menata piring, gelas dan sendok yang bersih pada tempatnya.

"Kai-ya." Kai menoleh kearah sang ibu yang tersenyum, nampaknya Sehun tidak salah memilih seorang kekasih.

Kai bisa memaksa Sehun memakan sayuran hanya dengan menatapnya, bahkan dirinya yang menjabat sebagai ibu Sehun saja sampai pusing di buatnya.

"berapa usiamu ?" Kai menaikan sebelah alisnya lalu tersenyum kearah ibu Sehun.

"aku ? aku 26 tahun umma." Ibu Sehun mengangguk anggukan kepalanya menatap Kai, ia pikir Kai berada di atas Sehun nyatanya seumuran hanya saja Kai terlihat dewasa jika bersanding dengan Sehun.

Ya salahkan dirinya yang terlalu memanjakan Sehun.

"ku pikir kau lebih tua, kau cocok jika bersanding dengan Sehun." Kai mengerjap matanya pelan, apa ini lamaran secara tidak langsung ?

"lalu dimana kalian bertemu ?"

Deg !

Tubuh Kai menegang mendengar suara Luhan yang tiba tiba muncul di dapur untuk mengambil minum.

Luhan menengak minumnya lalu menatap Kai yang tengah terdiam, Kai menelan ludahnya susah dan menahan nafasnya.

Kenapa harus ada yang bertanya seperti itu ? Kai berharap sekarang Sehun muncul dan membawanya pergi dari dapur.

"sayang." Reflek Kai menghela nafasnya saat melihat sosok Sehun muncul dengan kunci mobil di tangannya.

"ayo pulang." Ucap Sehun membuat ibu Sehun dan Luhan menatap Sehun tidak rela.

"baru selesai makan Hun, tunggu sebentar lagi." Ucap ibu Sehun membuat Sehun menaikan sebelah alisnya, tumben sekali ibunya menahan kekasihnya untuk tidak pergi.

Biasanya sang ibu langsung mengiyakan bahkan langsung menyuruh Sehun untuk cepat mengantar kekasihnya.

"loh kenapa ? ini sudah lumayan malam umma nanti aku di marahi oleh Jonghyun hyung." Ibu Sehun menaikan sebelah alisnya saat Sehun menyebut nama 'Jonghyun'

"Jonghyun ?" Sehun menganggukan kepalanya, lalu menatap Kai yang sudah mempoutkan bibirnya.

"iya, itu kakak laki laki Kai umma, aku tidak mau namaku buruk di mata mereka karena memulangkan Kai larut malam." Ibu Sehun mengangguk anggukan kepalanya lalu menatap Kai.

"umma aku pulang dulu."

"Kai lain kali datang pagi hari, banyak yang ingin umma ceritakan padaku tentang Sehun." Sehun menaikan sebelah alisnya lalu mempoutkan bibirnya kesal.

"ah tidak akan umma, nanti umma menceritakan keburukan ku saja, ayo sayang." Sehun menarik tangan Kai, membuat Kai membungkukan badannya kearah Luhan dan ibu Sehun.

Luhan melambaikan tangannya kearah Kai, ibu Sehun menatap Luhan lalu menggelengkan kepalanya, merasa di tatap Luhan menatap balik ibunya yang sedang menggelengkan kepalanya.

"kenapa umma ?" ibu Sehun membasuh tangannya dengan air di wastafel yang berada di dekat mereka.

"kenapa kau bertanya dimana mereka bertemu ? umma kan tidak pernah bertanya seperti itu Lu." Luhan menatap sang ibu lalu menaikan kedua alisnya.

"setidaknya aku hanya ingin tahu dimana mereka bertemu dan kenapa sampai bisa membuat Sehun begitu cinta pada Kai." Ucap Luhan membuat sang ibu menggelengkan kepalanya lalu mengusap wajah Luhan dengan tangannya yang basah.

"yaak umma."

"jangan seperti itu, kau bisa menyakiti nya dengan ucapamu." Ucap sang ibu membuat Luhan mengerutu sambil mengusap wajahnya dengan tisu.

"aku hanya bertanya umma."

"kau kan tidak tahu bagaimana perasaan mereka saat di singgung 'dimana mereka bertemu ?' kau ingat dimana kau dan Minseok bertemu ?" Luhan menganggukan kepalanya menatap ibunya.

"ingat umma."

"lalu kau tidak mau di singgung masalah itu lagi kan ?" Luhan menggelengkan kepalanya mantap.

Luhan dan Minseok bertemu di klub malam juga yang lebih parah menurut Luhan karena di klub yang berisikan wanita bayaran untuk memenuhi hasrat pria hidung belang.

Saat itu Minseok dan Luhan di paksa masuk dalam satu kamar yang sama dengan teman Luhan dan wanita bayarannya, Luhan yang memang hampir sama dengan Sehun hanya bisa menatap dengan mata bulat Minseok yang sedang mempoutkan bibirnya.

Awalnya Luhan hanya berniat menemani tapi karena temannya memaksa dan berakhir Luhan dengan Minseok, tak salah juga Luhan memilih Minseok sebagai wanita bayaran.

Karena Minseok adalah orang baru dan belum mengerti apapun, ya jadilah malam itu Luhan dan Minseok hanya duduk di sofa sambil bercerita, sempat agak terganggu dengan kegiatan teman mereka, mereka memilih untuk keluar.

Dan dari situlah Luhan melihat sosok asli seorang Minseok yang langsung membuatnya jatuh cinta.

Luhan menundukan kepalanya mengingat dimana ia bertemu Minseok, ia hampir mengajak Minseok untuk kawin lari jika saja ibunya tidak menyetujui saat tahu pekerjaan yang Minseok kerjakan tapi beruntung lah Luhan ibunya bukan termasuk ibu yang kolot dan memaksa kehendaknya.

Sang ibu bisa melihat keinginan Minseok untuk keluar dari pekerjaan yang telah membiayai hidupnya dan tetap menerima Minseok sebagai wanita yang di cintai anaknya.

"maafkan aku umma." Sang ibu menganggukan kepalanya lalu tersenyum menatap Luhan, sang ibu mengusak pelan rambut Luhan.

"karena alasan itu lah umma tidak pernah bertanya dimana Sehun bertemu kekasihnya Lu, ini sudah malam apa Hyemin sudah tidur ?" tanya sang ibu membuat Luhan mendongakkan kepalanya lalu tersneyum.

"ia sedang mengerjakan tugas rumah yang di berikan gurunya umma, aku ingin menemui Minseok, aku rindu, sejak baby ku lahir ia mengacuhkanku." Ucap Luhan sambil mempoutkan bibirnya.

Sang ibu hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Luhan, di usianya yang sudah menginjak kepala 3, ibunya masih melihat Luhan kecil yang selalu minta di perhatikan.

Jadi wajar ia selalu meminta di perhatikan oleh Minseok, dirinya dan juga ayahnya.

.

.

#####

.

.

"besok ada rencana kemana sayang ?" tanya Sehun membuat Kai menoleh kan kepalanya kearah Sehun yang sedang menyetir dengan tenang.

"tidak ada rencana kemana pun." Jawab Kai setelah dirasa besok ia hanya ingin menikmati hari liburnya, jangan lupakan besok hari minggu.

Hari dimana Kai biasanya memanjakan dirinya dirumah atau kesalon bersama Kibum, sebenarnya di paksa oleh Kibum kesalon.

"aku ingin mengajakmu jalan jalan lagi." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang sedang tersenyum saat sedang menyetir.

"kemana ?"

"taman bermain bersama Hyemin." Kai membulatkan mulutnya lalu menganggukan kepalanya, sepertinya tidak buruk juga.

"tidak buruk juga."

"baiklah besok kau aku jemput jam 10 dan kau harus sudah siap." Kai terkekeh mendengar Sehun menekannya kalimatnya 'kau harus sudah siap' mungkin Sehun lelah menunggu Kai yang belum bangun.

"baiklah Hunnie, bangunkan aku atau kirim pesan untukku saat kau sudah ingin pergi." Sehun menganggukan kepalanya tanda setuju dengan usulan Kai.

.

.

#####

.

.

"ayo oppa." Hyemin menarik tangan Sehun saat sedang berusaha mengirimi Kai pesan, mengatakan kalau ia akan menuju rumahnya.

"aigoo sabar." Sehun menghela nafasnya saat Hyemin masih saja menarik tangannya membuatnya kesulitan mengetikan pesan untuk Kai.

"iya ayo ayo." Sehun langsung mengenggam jemari Hyemin, membuat Hyemin terlonjak senang.

Hari ini ia di ajak Sehun ke taman bermain, siapa yang tidak senang ? di saat ayah dan ibunya sibuk dengan adik baru nya, Sehun datang untuk mengajaknya liburan di hari minggu bersama Kai tentu saja.

"dengan Kai eonnie ?" tanya Hyemin membuat Sehun menganggukan kepalanya mantap, kalau bukan dengan Kai lalu dengan siapa ?

"iya lah." Jawab Sehun sambil mendudukan Hyemin di bangku sebelah pengemudi, tak lupa Hyemin melambaikan tangannya kearah Luhan dan Minseok yang mengantarnya sampai depan pintu.

Sehun mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Kai, Sehun berharap Kai sudah bersiap jadi ia tidak perlu menunggu lagi, walaupun sebenarnya tidak terlalu membosankan menunggu tapi mengingat ia membawa Hyemin yang tidak bisa diam.

Bisa bisa Hyemin terus merengek untuk cepat dan Sehun pusing di buatnya.

.

.

#####

.

.

Kini mereka sudah berada di taman bermain, Kai menggandeng tangan Hyemin membuat Sehun yang membawa semua barang barang yang tadi di siapkan ibunya dan Minseok untuk Hyemin bawa.

"kau bawa baju ganti kan Minnie ?" Hyemin mendongakkan kepalanya saat dirasa telinganya menangkap nama asing di telinganya.

"Minnie ? siapa Eonnie ?" Kai menundukan kepalanya menatap Hyemin yang mempoutkan bibirnya lucu membuat Kai mencubit pelan pipi Hyemin.

"panggilan untukmu dari ku." Ucap Kai membuat Hyemin mengangguk anggukan kepalanya, tidak buruk juga malah terkesan imut.

"namanya lucu."

"iya seperti dirimu Minnie." Hyemin dan Kai terkekeh pelan lalu Kai mengusak pelan rambut Hyemin.

"aku tidak tahu di bawakan baju ganti atau tidak oleh umma." Ucap Hyemin menjawab pertanyaan Kai, Kai menoleh kearah Sehun yang menyampirkan tas tidak terlalu besar di pundaknya.

"Hunnie, apa Minseok Eonnie membawakan baju untuk Minnie." Sehun yang mendengar nama aneh berjalan cepat mendekati Kai dan Hyemin.

"siapa ?" tanya Sehun heran membuat Kai mempoutkan bibirnya.

"aku oppa, aku." Sehun menundukan kepalanya menatap Hyemin lalu menaikan sebelah alisnya.

Tadi Kai bilang 'Minnie' kan ? apa Kai punya hobby manggil orang dengan nama belakangnya dan di tambahkan 'Nie' ia jadi ingat saat Kai memanggilnya 'Hunnie' lucu sih tapi terkesan Kai seperti memanggil hewan peliharannya.

"sepertinya bawa." Jawab Sehun membuat Kai membulatkan matanya senang, jika begitu berarti mereka bisa bebas memainkan semua mainan tanpa memilih kan ?

"tapi aku dan kau tidak bawa sayang." Kai yang sudah bersiap berlari meuju pintu masuk jadi berbalik dan menatap Sehun.

"oia ya." Kai menepuk pelan puncak kepalanya, kenapa ia begitu bodoh. Menanyakan Hyemin bawa baju ganti atau tidak tapi dirinya sendiri tidak membawa baju ganti.

"yaaah, lalu kalau Eonnie dan oppa tidak bawa baju ganti kita tidak jadi main ?" Kai dan Sehun kompak menunduk lalu tersenyum.

"tentu saja tetap main dong, kajja." Ucap Kai sambil mengandeng tangan mungil Hyemin.

Mereka mulai memasuki taman bermain dengan mengantri di pintu masuk, suasana taman bermain yang ramai membuat Kai semakin mengenggam jemari Hyemin erat, takut terlepas.

Setelah lama mengantri akhirnya mereka masuk, telunjuk Hyemin sudah menari nari menunjuk nunjuk wahana apa yang akan mereka naiki membuat Kai terkekeh, karena Hyemin baru 7 tahun dan bisa di pastikan tidak semua permainan tidak bisa di naiki kan ?

Kai mengajak Hyemin untuk menaiki bianglala tapi saat Kai menatap Sehun, Sehun menggelengkan kepalanya mantap menolak untuk ikut.

"yakin tidak mau ikut ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap, membuat Kai menganggukan kepalanya.

Kai dan Hyemin menaiki bianglala berdua dengan Sehun yang berada di luar kawasan wahana itu, menatap sekitar dengan tas di pundaknya, Sehun terlihat seperti seorang ayah yang sedang menunggu anak dan istrinya jalan jalan.

Setelah menaiki wahana itu Hyemin menunjuk seluncuran air membuat Kai mendesah pelan, ia tidak membawa baju ganti dan Sehun pun tidak bawa, tapi tidak mungkin ia membiarkan Hyemin naik itu sendirian.

"aku mau naik itu Eonnie." Teriak Hyemin sambil menghentak hentakan kakinya membuat mereka menjadi pusat perhatian.

"sstt… kami tidak bawa baju ganti." Hyemin mempoutkan bibirnya saat Kai menyejajarkan tubuhnya, Kai mengusak pelan rambut Hyemin lalu tersenyum.

"naik yang lain ya, yang tidak ada hubungannya dengan air." Hyemin merengut kesal membuat Kai menatap Sehun yang sedang mengedarkan pandangannya.

Sepertinya mereka salah masuk area, area yang mereka masuki adalah area air dan pasti Hyemin akan melihat wahana yang sepenuhnya air.

"nanti kita beli ice cream dan bubble tea jika kau menyetujuinya." Kai menaikan alisnya saat Sehun mengatakannya tanpa melihat kearahnya dan Hyemin.

"ice cream dan bubble tea ? kau bisa membuatnya sakit Hun." Ucap Kai membuat Hyemin menatap Kai dengan tatapn datar membuat Kai terkekeh pelan.

"aku setuju oppa." Ucap Hyemin sambil berjalan menjauhi Kai dan Sehun yang masih mematung disana.

Kai menatap Sehun yang sedang mengedarkan pandangannya, mencari jalan keluar.

"kita salah masuk area." Ucap Sehun membuat Kai ikut mengedarkan pandangannya, lalu Kai menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah kecil Hyemin yang berada di depannya.

"ayo Hun."

.

.

#####

.

.

"suka kepiting ?" Tanya Kai pada Hyemin yang sedang menikmati ice creamnya, kini mereka sedang makan siang karena perut mereka sudah mengerang.

Setelah berkeliling taman bermain sekalian mencarikan ice cream untuk Hyemin mereka berhenti di food court walaupun tidak bisa di katakan food court juga karena mereka juga menyediakan menu seafood.

Hyemin menganggukan kepalanya sambil menikmati ice cream coklat yang lumer di mulutnya, bergumam nikmat membuat Kai dan Sehun menggelengkan kepala.

"kalau udang ?" Hyemin kembali menganggukan kepalanya, Sehun yang mengerti arti anggukan kepala Hyemin merebut menu dari tangan Kai membuat Kai nyaris memekik tidak suka.

"sudah biar aku yang pesankan." Kai mempoutkan bibirnya lalu meminum minuman yang sudah mereka pesan duluan.

"eonnie mau ?" Tanya Hyemin membuat Kai menoleh kearah Hyemin yang menyodorkan gelas ice cream pada Kai.

"memangnya boleh ?"

"sini aku suapi." Ucap Hyemin membuat Kai mendekatkan wajahnya pada Hyemin sambil membuka mulutnya, Hyemin menyuapkan ice cream itu pada mulut Kai yang terbuka.

"enak kan ?" Kai menganggukan kepalanya saat ice cream lumer di mulutnya.

Sehun memanggil pelayan dan memesan pesanan yang cukup untuk mereka bertiga, setelah memesan Sehun menatap Kai dan Hyemin yang tertawa bersama.

Mungkin begini lah jika nanti mereka menikah dan mempunyai anak, Sehun jadi membayangkan betapa lucunya anaknya nanti, Sehun tersenyum membuat Kai yang melihat itu bergidik ngeri.

"Sehun oppa kenapa ?" Tanya Hyemin membuat Sehun menoleh dan menatap Hyemin yang tengah menatapnya heran.

"tidak kenapa kenapa." Jawab Sehun sambil menatap Kai, membuat Kai yang sedang mengedarkan pandangannya, melirik Sehun yang menatapnya dengan senyuman.

"ada apa denganmu Hun ?" Sehun terkekeh lalu mengelengkan kepalanya, ia membayangkan bagaimana jika perut Kai membuncit karena hamil dan ia jadi lucu sendiri jika membayangkannya.

Pesanan mereka dating membuat Kai menarik gelas ice cream Hyemin menjauh dari Hyemin, membuat Hyemin mengerang tidak suka.

"ahh ice cream ku."

"makan dulu."

"nanti cair eonnie."

"ku belikan lagi jika cair." Ucap Kai final membuat Hyemin mempoutkan bibirnya sambil melipat kedua tangannya di dada.

"ayo ku suapi setelah makan siangmu habis aku janji membelikannya lagi." Ucap Kai menyodorkan sendok penuh nasi dan lauk kearah Hyemin, dengan ragu Hyemin menyambut.

Sehun yang melihat itu tersenyum senang, calon ibu dan istri idaman, pikir Sehun bisa mengatur anak dan dirinya tentu saja.

"kau jangan tersenyum saja, ayo di makan setelah itu kita pulang, aku lelah Hun." Sehun mengacungkan ibu jarinya sambil menganggukan kepalanya.

Setelah makan siang selesai, mereka berjalan kearah pintu keluar dengan ice cream baru untuk Hyemin karena ice cream nya cair, Sehun meletakan barang barang di bangku penumpang di belakang dan Hyemin meminta Kai untuk duduk dipangkuan Kai.

Kai yang sudah menyayangi Hyemin pun menuruti semua perkataan Hyemin, Sehun mengantar Kai pulang dulu.

Sepanjang perjalanan, mereka hanya mendengar ocehan Hyemin yang bercerita tentang sekolahnya, ayahnya, ibu nya dan adik barunya.

Menurut Hyemin, adik barunya membuat ibunya melupakan ayahnya karena sejak adiknya lahir sang ayah lebih memilih tidur di kamarnya ketimbang di kamarnya sendiri.

Mendengar cerita Hyemin membuat Sehun melirik kearah Kai, apa nanti Kai seperti itu jika mereka sudah punya anak ? Sehun menghela nafasnya pelan kalau ceritanya nanti sama dengan Hyemin lebih baik jangan punya anak dulu.

Setelah tiba di rumah Kai, Kai melambaikan tangannya kearah Sehun dan Hyemin.

"Eonnie, poppo." Kai membungkukan badannya kearah Hyemin dan mengecup pelan pipi Hyemin lalu mengusak lembut kepala Hyemin.

"aku tidak ?" Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang mempout kan bibirnya.

"tidak malu pada anak kecil ?"

"tidak." Kai mendesah pelan lalu mengecup pelan pipi Sehun membuat Hyemin menutup matanya, Kai yang melihat Hyemin menutup matanya terkekeh lalu mengusak pelan rambut Hyemin.

"sudah, hati hati dan jangan nakal, Minnie harus sayang pada adik Minnie ne." Hyemin membuka matanya lalu menganggukan kepalanya mantap, Kai langsung melangkah kan kakinya memasuki rumah dan tak lupa melambaikan tangannya.

Sehun langsung menggiring Hyemin memasuki mobilnya lagi dan langsung menjalankan mobilnya menuju rumahnya.

.

.

#####

.

.

Setelah tiba di rumah Kai langsung membersihkan tubuhnya dan duduk di sofa ruang tamu sambil menonton acara televise yang sedang di tonton Jonghyun dan Kibum.

"seharian dengan kekasih sepertinya kau senang." Ucap Kibum membuat Kai menoleh dan tersenyum, tentu saja siapa yang tidak senang ? apalagi mereka terlihat sepeti keluarga kecil bahagia dengan Hyemin bersama mereka.

"tentu saja senang Eonnie."

"anak kecil tadi anaknya Sehun ?" Kai membulatkan matanya mendengar pertanyaan bodoh Jonghyun, Sehun belum menikahinya bagaimana bisa sudah punya anak ?

"itu keponakannya oppa." Jawab Kai kesal membuat Jonghyun terkekeh.

Drrt… drrt… drrt…

Kai terlonjak kaget saat ponsel yang berada di sampingnya bergetar dan menampilkan nama Sehun, Sehun mengiriminya pesan pasti hanya untuk bertanya apa yang sedang Kai lakukan.

Kai membuka pesan itu dengan santai dan matanya membulat sempurna lalu mendesah pelan.

'from : Sehunnie

Sayang, kau ingat apa yang tadi Hyemin ceritakan tentang Minseok Nonna ? aku takut jika kau seperti itu, bagaimana kalau kita menikah dan jangan punya anak dulu ?'

Kai mendesah pelan lalu mengusap wajahnya pelan, menikah saja belum ? bagaimana mungkin Kai bisa melakukannya ?

.

.

TBC