Tittle : Diskotik
Cast :
Oh Sehun
Kim Kai (GS)
Etc Other cast
Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.
Don't like Don't read
NO SIDER, No Bash.
Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.
Happy
.
.
Reading XD
.
.
"Kai ?" Kai yang sedang membawa keranjang belanjaan menoleh ke belakangnya dan matanya membulat saat menemukan seseorang yang sangat ia kenal dulu.
"Taemin." Kai berlari menubruk Taemin dengan pelukan membuat mereka menjadi pusat perhatian.
"astaga, lihat kau semakin cantik saja." Kai melepaskan pelukannya lalu terkekeh mendengar ucapan Taemin.
"kau juga semakin cantik Tae." Ucap Kai sambil melirik kebelakang Taemin dan menemukan seorang anak kecil dan pria tampan yang sedang tersenyum kearah Kai.
"Minho oppa." Pria tampan itu terkekeh lalu melambaikan tangannya kearah Kai dan meraih jemari seorang anak laki laki untuk menghampiri Kai dan Taemin.
"Kai ? kau terlihat semakin sehat." Kai tertawa mendengar ucapan Minho yang tidak jelas, memangnya ia pernah sakit apa ?
"dia siapa ?" Taemin mengeikuti arah pandang Kai lalu tersenyum.
"ini anak ku." Taemin menyejajarkan tubuhnya membuat Kai ikut menyejajarkan tubuhnya di hadapan anak kecil itu.
"annyeong."
"na..do annyeong Nonna." Kai tersenyum hangat saat anak kecil itu meraih tangan Kai yang mengambang di udara.
"siapa namamu tampan ?" anak kecil itu melirik Taemin yang tersenyum lalu kembali menatap Kai yang tersenyum.
"naneun Choi Taeho imnida Nonna."
"aigoo, kau lucu sekali Taeho, berapa umurnya Tae ?"
"3 tahun 7 bulan, tanggal 12 april besok ulang tahunnya yang ke empat." Kai mengangguk anggukan kepalanya dengan mata berbinar.
"lalu dimana anakmu ?" seketika Kai mendelik mendengar pertanyaan Minho membuat Taemin terkekeh dan Minho menjadi kikuk karena Kai menatapnya dengan tajam.
"menikah saja belum bagaimana aku bisa punya anak ?"
"segeralah menikah, menikah itu tidak seburuk bayanganmu." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Minho yang mulai mengendong Taeho yang merengek.
"kalau belum waktu nya aku bisa apa ?"
"kau punya kekasih kan ?" Tanya Taemin membuat Kai menatap Taemin, mereka bangkit lalu Kai tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"berkunjunglah kerumahku dengan kekasihmu, kau tahu kan aku merindukan saat saat kita bersama dulu." Kai tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"masih di tempat yang lama, kenangan denganmu masih tersimpan Kai. Aku tidak akan melupakannya bahkan aku sempat menenangkan mantan kekasihmu di sana." Kai sontak menatap Taemin yang tengah memasang wajah muram membuat Kai menatapnya heran.
"mantan kekasihku ?" Tanya Kai sambil menaikan sebelah alisnya, seingat Kai semua mantan kekasihnya tidak mengenal Taemin.
"iya kalau tidak salah namanya Sehun, kau harus menemuinya dan mengatakan kau sudah kembali, kau tidak tahu betapa terpuruknya ia saat mengetahui kau kembali kerumah orangtuamu." Kai terdiam mendengar penjelasan Taemin.
Sampai seperti itu kah perjuangan Sehun ? bahkan dirinya dengan begitu santai meninggalkan Sehun saat itu tapi Sehun malah kerepotan mencarinya ?
"benarkah ?" Taemin menganggukan kepalanya mantap menjawab pertanyaan Kai.
"temui lah dan katakan kau sudah punya kekasih jadi ia tidak terlalu mengharapkanmu, ia sangat mencintaimu Kai, kenapa kau malah meninggalkannya ?"
"ia terlalu baik untuk ku saat itu." Ucap Kai lirih membuat Taemin mengelus lembut punggung Kai.
Taemin tahu pekerjaannya saat itu memang jauh dari kata bagus mengingat mereka menjual tubuh mereka untuk mendapatkan uang, tapi mereka tetap manusia yang berhak mendapatkan cinta dari seseorang yang mencintai mereka dengan tuluskan ?
"lalu kini ?" Kai mendongakkan kepalanya menatap Taemin lalu tersenyum.
"kehidupan ku sudah baik jadi aku tidak akan mengecewakan nya lagi."
"kau sudah bertemu dengannya ?" Kai tersenyum menatap Taemin membuat Taemin menatap Kai heran.
"Sehun itu kekasihku saat ini Tae, kapan kapan aku berkunjung ke rumahmu dan mengajaknya, aku rasa ia masih ingat dimana jalan nya."
"ku tunggu kedatanganmu Kai."
.
.
#####
.
.
"apa yang kau lakukan ? kenapa lama sekali ?" Tanya Kibum garang membuat Kai mempoutkan bibirnya, ia lupa waktu karena terlalu asik mengobrol dengan Taemin tadi.
"aku tidak sengaja bertemu dengan teman kerja ku dulu Nonna."
"tapi tidak seperti ini juga kan ? kau lupa sedang di tunggu dirumah eoh ?" Kai semakin mempoutkan bibirnya lalu meletakan belanjaannya di meja makan dapurnya.
"sudah sudah, kita makan sereal saja ini sudah malam tidak baik jika makan nasi, lagi pula kalau masak pun tidak akan keburu yang ada aku mengantuk." Jelas Jonghyun membuat Kibum menghela nafasnya pelan saat matanya menangkap sosok Kai yang mempoutkan bibirnya.
"sudah Kai, masuk kamarmu dan istirahat kau kan seharian bermain dengan Sehun dan keponakannya, besok kau ingin sarapan apa ?" Kai mendongakkan kepalanya menatap Kibum dengan berbinar.
"ay –"
"ayam goreng ?" Kai langsung menganggukan kepalanya mantap membuat Kibum tersenyum hangat.
"aku ke kamar dulu ya Eonnie, oppa." Pamit Kai pada Kibum dan Jonghyun tak lupa mengecup pipi keduanya secara bergantian membuat keduanya terkekeh.
Dimata mereka Kai tetap lah anak kemarin sore yang masih membutuhkan kasih sayang, entah kenapa di mata Kibum, Kai masih terlihat seperti anak kecil yang bisa kapan saja terluka.
Dan Kibum sudah menyayangi Kai seperti adik nya sendiri, mengingat dirinya anak tunggal di keluarganya.
.
.
#####
.
.
"aku tidak tahu kau akan senekat ini Hun, jarak dari kantor mu ke sini kan lumayan jauh." Sehun terkekeh mendengar ocehan Kai.
Hari ini Sehun nekat mendatangi kantor Kai dengan bekal makanan yang sebenarnya untuk dirinya tapi ia beralibi jika ibunya membuatkannya untuk Kai agar punya alasan menemui Kai.
"untukmu apapun semua kulakukan Kai." Kai menggelengkan kepalanya menatap heran Sehun yang terkekeh.
"aku tidak tahu jika kau banyak penggemar." Kai menegakkan tubuhnya menatap Sehun yang menopang dagunya dengan tangan.
"maksudmu ?" Tanya Kai tidak mengerti membuat Sehun menghela nafasnya pelan.
"tadi saat aku tiba, aku bertanya pada bagian informasi untuk menanyakan bagian kau kerja tapi ada seorang pria yang entah lah aku tidak kenal malah bertanya padaku, aku siapa kau lalu aku jawab , aku kekasih mu dan pria itu menggeram kesal." Jelas Sehun sambil tersenyum membuat Kai menatapnya heran.
"memang nya ada yang seperti itu ?" Sehun mendesah pelan lalu menatap Kai yang menatapnya heran.
"kalau tidak ada buat apa aku menceritakannya ? jaga jarak dengan pria itu sayang."
"aku tahu orangnya juga tidak Hun." Sehun mengangguk anggukan kepalanya, benar juga Kai kan tidak kenal jadi bisa di pastikan jika pria itu pengagum rahasia Kai.
"ya intinya kau harus jaga jarak dengan semua pria disini, aku merasa kau sedang berada di kandang macan Kai." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang sedang mengedarkan padangannya.
Mata Kai mengikuti arah pandang Sehun dan memicingkan matanya, Kai mendesah pelan saat memergoki dua orang gadis yang berbeda divisi dengannya dengan santainya melambaikan tangannya kearah Sehun.
"kau membalas lambaiannya aku tidak akan menemuimu lagi Hun." Sehun yang berniat untuk ramah dengan membalas lambaian itu langsung menegang dan menoleh karah Kai yang tengah menatapnya malas.
"tidak akan sayang." Ucap Sehun sambil tersenyum membuat kedua gadis yang berada di ujung sana memekik senang membuat Kai menoleh dan menggelengkan kepalanya heran.
Baru sekali datang Sehun sudah dapat fans bagaimana jika Sehun lebih sering mengunjunginya ?
"mereka kenapa ?" Tanya Sehun membuat Kai menoleh kearah Sehun yang sedang menunjuk kearah ujung yang berisi kedua gadis muda itu.
Kai mengedikan bahunya tidak tahu lalu membuka bekal makan siang yang di bawakan Sehun, Kai menaikan sebelah alisnya melihat isi dari bekal itu lalu menatap Sehun.
"ini bekalmu ya ?" Sehun mengerjap matanya lalu tertawa pelan membuat Kai menggelengkan kepalanya pelan.
"makan bekalmu, aku makan bekalku."
"andwe sayang."rengek Sehun membuat Kai menaikan sebelah alisnya seakan bertanya kenapa ?
"bekal dari umma terlihat menyeramkan untukku." Jelas Sehun tanpa Kai minta membuat Kai mendesah pelan.
Kai tahu jika Sehun tidak menyukai sayuran dan sang ibu masih dengan semangatnya selalu memberikan sayuran pada makanan yang Sehun makan, salah satu nya bekal ini.
Kai di bekali oleh Kibum ayam goreng dan kentang goreng tanpa nasi tapi bekal Sehun, sayuran dengan daging cincang di dalamnya, jelas saja Sehun memberikannya padanya.
"aku suapi Hun." Sehun menggelengkan kepalanya mantap membuat Kai mendesah pelan.
"aku mau ayam gorengmu sayang." Kai langsung memberikan bekal buatan Kibum pada Sehun membuat Sehun berbinar senang, Kai hanya bisa tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya samar.
"berapa usiamu eoh ? kenapa tingkah lakumu seperti anak kecil ? bagaimana jika kau punya anak ?" Sehun mendelik menatap Kai yang mulai memakan bekal makanan yang Sehun bawa.
"kan sudah ku katakan, kita tidak akan memiliki anak dulu sebelum aku puas berduaan denganmu."
"memangnya kau yakin jika aku akan jadi ibu dari anakmu ?" Tanya Kai sambil menaikan sebelah alisnya membuat Sehun terdiam.
Yang di katakan Kai ada benarnya juga, ia hanya bisa berencana kan ? tuhan yang akan melakukannya jika saja Kai bukan jadi istrinya lalu siapa yang akan jadi istrinya ?
Sehun kan hanya mencintai Kai bahkan saat Kai menghilang pun Sehun masih tetap mencintai sosok gadis berkulit tan itu.
"aku sih yakin tapi aku tidak tahu kau yakin atau tidak aku akan menjadi ayah dari anakmu ?" Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang tengah mengulum sumpitnya sambil menatap Kai.
"sejauh ini aku masih yakin." Jawab Kai membuat senyuman Sehun tercetak dengan begitu jelasnya, membuat Kai ikut tersenyum.
"kau masih ingat dengan Taemin ?" Sehun mengerjap matanya menatap Kai yang memakan bekal Sehun dengan perlahan.
"tunggu, aku ingat ingat dulu." Ucap Sehun sambil mengernyitkan keningnya berfikir keras.
Rasanya telinganya tidak terlalu asing dengan nama 'Taemin' tapi dimana dan siapa 'Taemin' itu ?
Kai menatap Sehun yang masih mengernyitkan keningnya terdiam menatap Sehun yang masih dengan tenangnya.
"itu Si Putih." Sehun tersadar dari lamunannya lalu menatap Kai yang tersenyum, Si Putih ? Sehun menegakkan badannya tersenyum menatap Kai yang membalas nya dengan senyuman.
"ahh aku ingat."
"akhir pekan ini kita berkunjung kerumahnya ya Hun, aku merindukannya." Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"baik sayang."
.
.
#####
.
.
"apa maksudnya inih ?" Tanya Kai pada kedua temannya, setelah makan siang selesai Kai dan Sehun langsung memulai pekerjaan mereka lagi.
Tapi aneh bagi Kai, mungkin teman teman nya tidak tahu siapa Sehun sebenarnya kini tengah merenggek pada Kai untuk menyampaikan salam mereka untuk Sehun.
Jika saja kesabaran Kai sudah habis mungkin para gadis gadis ini sudah tidak ada di hadapannya sekarang.
"berikan pada pria yang tadi bertemu denganmu." Kai hanya bisa menghela nafasnya pelan sambil memasukan dua surat berwarna merah muda yang mereka berikan.
"aku tidak bisa janji." Jawab Kai lirih dan yakin tidak ada seorang pun yang mendengar kecuali Kai sendiri.
"katakan jika pria muda berwajah datar tadi itu calon suamimu." Kai mendelik menoleh kearah Krystal yang sudah menggeser bangkunya mendekat kearah Kai.
"tidak akan ada gunanya."
"ya ada dong, biar mereka tidak menganggu kekasihmu Kai." Kai mendelik setelah sadar dengan apa yang Krystal ucapkan lalu menoleh kearah Krystal yang tengah menaikan kuku cantiknya.
"bagaimana kau tahu ?"
"mudah saja, seorang pria tidak akan menghampiri seorang gadis di tempat kerjanya jika itu bukan kekasih atau salah satu keluarganya, dan pilihan kedua tidak mungkin karena kau dan pria itu sama sekali tidak ada miripnya, jadi aku menyimpulkan jika kau kekasih dari pria itu." Krystal menaik turunkan alisnya menggoda Kai membuat Kai menghela nafasnya pelan.
"diam berarti iya." Ucap Krystal lagi membuat Kai tersenyum maksa membuat Krystal tertawa.
"aku hanya bercanda."
"ya ya ya tapi candaan mu semuanya tepat Krys." Krystal yang tadinya tertawa langsung terhenti dan menatap Kai.
"darimana kau dapat kekasih seperti dia Kai ? kau tahu dia sangat mempesona." Kai menatap Krystal dengan malas membuat Krystal tersenyum kaku menatap Kai.
"dapat ? kau pikir dia hadiah ?"
"kali saja." Kai menghempaskan tubuhnya ke sandaran bangku kerjanya sambil menatap surat surat yang di berikan fans baru Sehun, benar benar hebat.
Sehun baru pertama kali datang dan langsung mendapatkan tatapan dari gadis gadis yang menyukainya, boleh kah Kai berbangga hati ?
Jika di pikirkan Kai termasuk gadis yang beruntung kan ? memiliki Sehun yang selalu mencintainya walaupun ia sempat menghilang lalu Jonghyun dan Kibum yang selalu menyayanginya walaupun ia selalu membuat mereka kesal.
Kai merasa bersyukur dengan semua itu, sangat bersyukur malah.
"ada rencana menikah ?"
"Ada tapi tidak sekarang."
"semoga secepatnya, kulihat ia pria yang baik dan tidak akan menyakitimu."
"bahkan aku yang selalu menyakitinya." Jawab Kai semakin lirih membuat Krystal menatap heran Kai, ia tidak mendengar jawaban yang di lontar kan Kai dari bibirnya.
.
.
#####
.
.
"Kaaai." Kai yang baru keluar dari gedung tempatnya bekerja langsung mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang datang hanya dengan kemeja putih kerjanya tanpa jas hitam di tubuhnya.
"Hunnie, kenapa selalu tepat waktu ?" Tanya Kai membuat Sehun berlari menghampiri Kai dan langsung mengenggam tangan Kai.
"pekerjaanku selesai lebih awal dan Kris hyung mengizinkanku untuk pulang lebih dulu." Jelas Sehun membuat Kai mengangguk anggukan kepalanya.
"ku antar pulang." Sehun langsung menarik tangan Kai memasuki mobilnya dan ia duduk di bangku pengemudi.
"ingin kemana ?" Tanya Sehun membuat Kai menolehkan kepalanya kearah Sehun yang mulai menjalankan mobilnya.
"kesupermarket." Jawab Kai membuat Sehun menoleh kearah Kai seakan bertanya kenapa harus kesupermarket ?
"belanja bulanan keperluanku Hun, tidak keberatan kan ?" Sehun sontak menggelengkan kepalanya mantap membuat Kai tersenyum.
Beruntung Sehun menjemputnya, jadi ia tidak perlu repot repot belanja banyak barang sendiri terlebih Kibum juga banyak menitipkan barang yang harus dibeli di supermarket sepertinya, entahlah Kai tidak mengerti.
Mereka berhenti di sebuah supermarket besar membuat Kai menatap Sehun heran, Kai tidak tahu jika di daerahnya ada supermarket sebesar ini, bahkan supermarket ini sangat dekat dengan rumahnya.
"darimana kau tahu supermarket ini Hun ?" Sehun yang sedang mengenggam tangan Kai untuk memasuki supermarket itu menoleh kearah Kai.
"Luhan hyung bekerja disini jadi aku tahu." Kai mengangguk anggukan kepalanya tanda mengerti, Sehun semakin mengeratkan pegangannya pada Kai dan berjalan mendekati kereta belanja.
"apa yang ingin kau beli ?" Tanya Sehun membuat Kai mempoutkan bibirnya, jika di ingat ingat semua peralatannya sudah habis.
Mulai dari bedak sampai parfum pun habis tapi yang mana dulu yang harus ia cari ?
"semua alat make-up ku sudah habis Hun." Sehun menoleh kearah Kai lalu mendorong kereta dorong dengan Kai yang berada disampingnya.
Mereka terlihat seperti sepasang suami istri muda yang sedang senang senangnya, hanya saja kenyataannya tidak seperti kelihatannya.
Mereka masih sepasang kekasih yang sempat berpisah tapi di pertemukan lagi oleh takdir mungkin.
"disini lorongnya." Kai membulatkan matanya saat Sehun berhenti di lorong alat make-up.
Kai mulai berjalan cepat dengan Sehun yang berada di belakangnya dan ponsel di tangannya, Kai mulai menjelajahi setiap etalase disana dengan mata berbinar.
Semuanya terlihat indah dan jadi pertanyaannya, apa nanti akan cocok di kulitnya jika ia memilih make-up yang berbeda dari make-up nya dulu ?
Sehun yang merasa Kai sama sekali belum memasukan belanjaannya mendongakkan kepalanya dan mendesah pelan, Kai sedang mengernyitkan keningnya di hadapan puluhan lipstick berwarna warni yang membuat Kai bimbang.
"kenapa ?" Kai menoleh kearah Sehun yang muncul dengan tiba tiba.
"aku bingung, memilih warna lipstick yang lama atau yang baru ?"
"jika menurutmu cocok denganmu, beli saja sayang." Kai mempoutkan bibirnya lalu tangannya meraih dua buah lipstick di hadapannya.
"aku beli 2 ya." Sehun menaikan sebelah alisnya saat Kai mencoba mengeluarkan lipstick itu dengan memutar bawahnya.
Sehun memasang wajah datar membuat Kai semakin mempoutkan bibirnya lalu meletakan lipstick itu kedalam kereta dorongnya.
"tidak memilih warna lain sayang ?" Tanya Sehun sambil mengikuti langkah kaki Kai yang mulai beralih ke bagian bedak, Kai mendongakkan kepalanya menatap Sehun.
"itu dua warna yang berbeda Hun."
"kenapa di mataku warna mereka sama merah ya ?" Kai menghela nafasnya pelan menatap datar Sehun yang tengah mengernyitkan keningnya.
Kai memasukan bedak dengan tiga lapis kedalam kereta dorong membuat Sehun meraih bedak itu dan membolak balikan bedak itu.
"ini bedak ?" Kai menoleh kebelakang Sehun lalu menganggukan kepalanya.
"kenapa kotaknya terlihat seperti kotak kacamata umma dirumah ?" Kai mendengus kesal lalu berjalan mendahuli Sehun dengan cepat, sekarang Sehun terlihat seperti anak kecil yang sedang di ajak jalan jalan.
Setelah berbelanja alat alat make-up Kai berjalan menyusuri setiap etalase disana dengan cepat.
"Sehun." Sehun menatap Kai yang berjalan di depannya dengan semangat.
"Ada apa sayang ?"
"kau kebagian makanan beku ya, belikan aku kentang beku dan daging beku untuk Kibum eonnie." Jelas Kai membuat Sehun menganggukan kepalanya mengerti.
Sehun mulai berjalan menjauhi Kai dengan kereta dorong dan Kai mulai menatap etalase bagian kesehatan dengan wanita muda sebagai penjaganya.
"selamat malam." Kai tersenyum membalas sapaan wanita muda itu lalu mulai mengedarkan pandangannya kearah etalase yang berada di belakang wanita itu.
"ada yang bisa ku bantu ?" Kai menatap wanita muda itu sambil mempoutkan bibirnya.
"aku mencari testpack yang paling akurat." Ucap Kai membuat wanita muda itu mengangguk anggukan kepalanya.
Wanita muda itu memberikan dua buah testpack akurat memberikannya pada Kai, lalu Kai mulai menjauhi lorong itu.
"Kai ?" Kai mendongakkan kepalanya kaget menatap Luhan yang tiba tiba muncul di hadapannya.
"oppa." Luhan terkekeh lalu mengusak pelan rambut Kai.
"apa yang sedang kau lakukan ?" Tanya Luhan sambil menatap barang yang di bawa Kai lalu mengangguk anggukan kepalanya.
"aku sedang membeli keperluan sehari hari oppa, bersama Sehun kok tapi ia sedang ke bagian makanan beku."
"oh seperti itu baiklah, lanjutkan Kai." Kai membungkukan badan kearah Luhan lalu meninggalkan Luhan yang sedang memeriksa para pekerjanya.
"apa yang tadi teman mu sajangnim ?" Luhan mendelik lalu menatap wanita muda pegawainya lalu tersenyum.
"calon adik iparku."
"sudah menikah ?" Luhan menaikan sebelah alisnya menatap wanita muda itu yang tersenyum.
"sepertinya Sajangnim sebentar lagi akan dapat keponakan darinya."
"aah ?" Luhan semakin tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan pegawainya itu.
"maksudnya ?"
"sepertinya ia sedang hamil tapi ingin mencoba memeriksanya dulu, ia membeli testpack yang terbukti akurat." Jelas sang pegawai membuat Luhan terdiam.
Bagaimana bisa Kai hamil disaat ia dan Sehun belum menikah ? apa mereka melakukan nya dan membuat Kai hamil ? Luhan mendadak sulit bernafas.
Bagaimana jika ibu dan ayahnya marah besar pada adik polosnya itu ? lalu sebagai kakak yang baik.
Apa yang harus Luhan lakukan ?
.
.
TBC
