Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

"ahh hamil ? siapa hyung ?" Tanya Sehun saat Luhan memasuki kamarnya secara paksa saat melihat Sehun baru pulang.

"Kai ?" Sehun membulatkan matanya menatap Luhan yang menjawab dengan santainya, bagaimana bisa Kai hamil saat dirinya tidak melakukan apapun ?

"Ka.. Kai ? hyung kau bercanda kan ?" Tanya Sehun setengah gugup pada Luhan yang mendesis kesal.

Manic mata Sehun mulai bergerak liar, pikiran pikiran buruk menghantui otaknya, ya jelas buruk mereka baru bertemu dan Sehun seperti mendapatkan kenyataan pahit, mengetahui Kai hamil.

Hamil ? dengan siapa ? dirinya ? tidak mungkin, bahkan selama menjalin hubungan pun Sehun hanya berani menyetuh bagian atas Kai bukan bagian paling sensitive nya tapi kenapa Kai bisa hamil ?

"memang nya aku terlihat sedang bergurau ? ayo mengaku saja, itu anakmu atau bukan ?" Sehun mendelik tidak suka kearah Luhan yang seenaknya bertanya pertanyaan konyol menurutnya.

Kai memang kekasihnya tapi untuk anak ? rasanya itu bukan anak Sehun, sekali lagi catat Sehun tidak pernah melakukan itu katakan belum, ia belum ingin merusak Kai dan dirinya.

"Hyung sungguh aku tidak pernah melakukan apapun dengan Kai."

"berarti bukan anak mu, mudah kan." Luhan menghela nafasnya lalu berjalan menjauhi kamar Sehun meninggalkan Sehun yang masih terdiam.

Apa Kai bermain di belakangnya dan menyebabkan dirinya hamil ? Sehun tidak yakin jika Kai melakukan itu.

"hyung." Panggil Sehun lirih membuat Luhan menoleh kearah Sehun yang masih menundukan kepalanya.

"eum ?"

"kenapa kau bertanya seperti itu ?" Luhan menghela nafasnya lalu menatap miris Sehun, setahunya Sehun sangat mencintai Kai tapi ia tidak tahu bagaimana rasanya saat mengetahui kekasih kita hamil tapi kita tidak pernah melakukan apapun padanya.

"aku bertemu dengan Kai di supermarket tempatku bekerja dan ada pegawai yang mengatakan jika aku akan dapat keponakan dari Kai karena Kai membeli testpack akurat, Hun jujur padaku kau tidak pernah melakukannya ?" Sehun mendongakkan kepalanya menatap Luhan yang menatapnya iba membuat Sehun mengigit bibir bawahnya.

"tidak hyung, aku benar benar tidak pernah melakukannya." Luhan mengangguk anggukan kepalanya.

"istirahatlah, besok kau kerja kan ?" Sehun menganggukan kepalanya kaku dan Luhan meninggalkan Sehun terdiam di kamarnya.

Rasa sakit 3 tahun lalu kembali menguak di dada Sehun, rasa sakit saat Kai meninggalkannya 3 tahun lalu muncul begitu saja membuat dadanya sesak.

Kai membeli testpack untuk memeriksa apakah dirinya hamil atau tidak kah ? kalau Kai hamil ? apa Sehun harus meninggalkannya secara perlahan ? Sehun benar benar tidak sanggup lagi hidup jika harus kehilangan Kai untuk kedua kalinya.

Sehun berjalan menuju ranjangnya dan menekan secara acak nomor pada ponselnya.

"yeoboseo."

"eum, ada apa Hun ?"

"Kai…" nafas Sehun tercekat di tenggorokan saat ingin bertanya tentang hal yang Kai sembunyikan darinya.

"Hun, ada apa ?"

"ah tidak, selamat tidur dan mimpi indah Kai, aku… aku mencintaimu."

"iya kau juga, aku juga mencintaimu Hun."

PIP

Sehun mematikan sambungannya lalu membanting tubuhnya ke ranjangnya lalu menghela nafas kasar, sepertinya Kai sama sekali tidak berniat untuk jujur atau belum waktunya untuk jujur ?

Sehun jadi ingat perbincangan dirinya dengan Kai di kantin tempat kerja Kai, mengenai seberapa yakin dirinya kalau Kai akan jadi ibu dari anak anaknya.

Rasanya Sehun ingin menangis kencang di hadapan Kai dan memaksa Kai jujur dengan semuanya tapi ini sudah malam dan yang ada nanti ia malah di paksa masuk oleh ibunya kedalam kamar.

Sehun menghela nafasnya pelan lalu bangkit dan memasuki kamar mandi, ia harus membersihkan tubuhnya dulu lalu istirahat, tubuhnya tidak lelah tapi rasa sakit di hati nya muncul lagi dan membuatnya lelah.

.

.

#####

.

.

"kau ini sebenarnya kenapa sih Hun ?" Tanya Kai saat matanya menangkap Sehun yang masih duduk sambil menopang dagu dan menatapnya.

Mereka ada di kantin gedung perkantoran tempat Kai bekerja, Sehun nekat pergi dari kantornya lima belas menit sebelum jam makan siang di mulai membuat Kris yang tahu jika Sehun menghilang menggeram kesal pasalnya pekerjaan mereka sedang banyak banyaknya dan Sehun tiba tiba menghilang dan Kris yakin jika Sehun sedang berada di kantor Kai.

Dan pemikiran Kris tepat sekali, Sehun mendatangi Kai dan memaksa Kai untuk makan siang bersama saat pekerjaan Kai sedang menumpuk, Kai mendesah malas keluar dari ruangannya dan sudah mendapati wajah datar milik kekasihnya tercetak disana.

Sehun mengajak Kai duduk di kantin yang tidak terlalu sepi dalam diam, Sehun tidak pesan makanan dan minuman membuat Kai juga tidak memesan makanan dan minuman.

"Hooek." Kai menutup mulutnya membuat Sehun langsung tersadar dari lamunan panjangnya.

Sehun menatap punggung Kai yng berlari menuju kamar mandi membuat Sehun mendesah pelan, Sehun jadi frustasi sendiri.

Bagaimana tidak frustasi, semalam ia mendapatkan penyataan Luhan bahwa Kai membeli testpack lalu kini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri Kai mual dan Sehun yakin Kai tadi pagi sarapan dan tidak mungkin di serang mual di saat seperti ini kan ?

"kau kenapa ?" Tanya Sehun saat Kai membersihkan bibirnya dengan tisu yang ia bawa, Kai menatap Sehun malas dan membuat wajahnya kearah lain.

"aku bertanya padamu Kai, kau kenapa ?"

"hanya kurang enak badan." Jawab Kai lirih membuat Sehun menggeram kesal, apa Kai belum ingin mengatakan semuanya ? sampai kapan ia akan menyembunyikan nya ?

"ingin bercerita sesuatu ?" Kai langsung menoleh kearah Sehun yang menatapnya dengan tatapan sendu membuat Kai menghela nafasnya pelan.

"kau kenapa ? kau aneh Hun, datang memaksa ku untuk makan siang tapi malah menatapku dengan tatapan datar menyebalkan itu ? kau tahu jika kau bukan kekasih ku, aku sudah meninggalkanmu sejak tadi." Sehun mendelik membuatnya langsung menegakkan tubuhnya lalu menghela nafasnya pelan.

Sehun menatap Kai yang menopang dagunya dengan tatapan kosong, Sehun menghela nafasnya pelan lalu berdehem sebentar.

"kau hamil ?" Tanya Sehun membuat Kai membulatkan matanya lalu menatap Sehun horror.

Sehun yang merasakan tatapan mata kaget Kai hanya bisa menundukan kepalanya, reaksi yang di perlihatkan menunjukan jika itu benar.

Dan Sehun tidak sanggup mendengar penjelasan yang keluar dari bibir Kai.

"kau ? kau bercanda ya ? bagaimana aku hamil sedangkan aku belum menikah ! kau ini benar benar menyebalkan !" Kai memukul kepala Sehun dengan kesal membuat si punya kepala mengaduh kesakitan sambil mengelusnya lembut.

"sakit Kai."

"lebih sakit mana ? kekasih ku menuduhku hamil disaat aku berusaha menjaga semuanya untuknya ? atau di pukul dengan tangan ? jawab !" Sehun mendelik takut saat Kai sudah mengepalkan tangannya dengan kesal.

"aku kan hanya bertanya."

"tapi apa wajar kau bertanya seperti itu pada kekasihmu sendiri ? Sehun kau benar benar ya."

"maafkan aku." Ucap Sehun lirih sambil menundukan kepalanya membuat Kai menghela nafasnya pelan.

"semalam Luhan hyung bilang kau membeli testpack." Lirih Sehun membuat Kai mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang masih menundukan kepalanya.

Testpack ?

Jadi itu penyebab Sehun jadi seperti ini ? ia seperti meminta penjelasan dan Kai jadi bingung sendiri penjelasan apa ? sedangkan dirinya tidak melakukan kesalahan apapun.

"astaga Sehun, jadi gara gara testpack kau bertanya seperti itu ?" Sehun menganggukan kepalanya kaku membuat Kai tertawa kecil sambil mengelengkan kepalanya.

"testpack itu untuk Kibum eonnie tau, kau ini payah sekali." Sehun mendongakkan kepalanya menatap Kai yang sedang melipat kedua tangannya di dada.

"lalu kenapa kau mual ?" Kai menatap Sehun lalu tersenyum aneh membuat Sehun mendengus kesal.

"aku tidak makan sejak semalam, tadi pagi pun tidak makan ! aku baru tahu jika orang hamil itu merepotkan." Sehun memukul pelan Kai membuat Kai mendelik lalu menatap kesal Sehun, kenapa Sehun malah memukulnya ?

"nanti kau juga merasakannya." Kai tersenyum kearah Sehun.

"iya aku tahu dan aku akan menyusahkanmu." Sehun tersenyum malu membuat Kai terkekeh, pernyataan kecilnya seakan menunjukan jika ia akan menjadi suami Kai kelak kan ? walaupun Kai tidak menjelaskannya secara rinci.

"sudah kan ? kau sudah tidak salah paham kan ?" Sehun menganggukan kepalanya semangat membuat Kai mendengus kesal.

"maafkan aku."

"tidak apa, aku yang harus nya meminta maaf, aku lupa mengatakannya padamu dan aku juga lupa mengatakan aku bertemu Luhan oppa disana." Sehun menganggukan kepalanya senang.

Bagaimana tidak senang, semua pemikirannya tentang Testpack semalam sudah terpecahkan kan ? Kai membeli Testpack karena Kibum menyuruhnya.

Dan setelah tahu Kibum hamil dan Morning Sick dadakan di pagi harinya membuat Kai tidak sempat sarapan karena Kibum tergeletak lemas di atas kasur dengan wajah pucat dan berakibat dirinya tidak sarapan dan Jonghyun harus meminta izin tidak bisa datang kerestoran hari ini.

Rasanya Sehun ingin segera menikahi Kai saja jika seperti ini, bahkan bayang bayang Sehun tentang Kai yang meninggalkannya membuatnya memikirkan bagaimana caranya bunuh diri tapi tidak menyakitinya dari pada harus berpisah dengan Kai.

"kau mau makan apa ?" Kai menatap Sehun yang mulai bangkit dari duduknya lalu mengedarkan pandangannya.

"kau mau kemana ?"

"aku mau membeli makanan untukmu, aku tidak ingin baby kita yang ada dalam perutmu kelaparan karena ibunya belum makan."

"yaaak !" Sehun berlari meninggalkan Kai yang menatapnya kesal dengan tertawa senang, Sehun tahu apa yang Kai suka dan Sehun tahu Kai tidak akan menolak jika ia membelikan makanan dalam porsi yang sesuai untuknya itu.

.

.

#####

.

.

"Sehun, kau tidak usah menjemputku ya."

"Loh kenapa ?"

"aku harus menggantikan Jonghyun oppa di restoran, hari ini ia benar benar tidak bisa kemana pun."

"ah baiklah, nanti setelah pulang kerja aku akan mampir kesana sayang."

"baiklah, pai."

PIP

Sehun langsung mempoutkan bibirnya setelah mendapatkan telepon dari Kai yang mengatakan ia tidak usah menjemputnya, membuat Kris dan Chanyeol yang masih berada di sana menatap Sehun heran.

"kau kenapa ?" Sehun menoleh kearah Chanyeol yang sedang berhadapan dengan computer.

"tidak apa hyung." Jawab Sehun pelan sambil menghela nafasnya pelan.

Pemikiran tentang pernikahan tiba tiba menganggu otaknya, dan pernikahan Luhan dan Minseok langsung terbayang dalam benak nya.

Apa ia dan Kai saat menikah harus semewah itu ? rasanya tidak harus seperti itu juga, tapi saat bayangan Sehun mengatakan akan serius pada Kai dan Kai masih menolak karena ibunya, Sehun kembali mendesah pelan.

"Hyung." Kris dan Chanyeol menoleh bersamaan kearah Sehun membuat Chanyeol dan Kris mendengus kesal, kenapa harus menoleh bersama ?

Salah kan Sehun yang hanya mengucapkan 'Hyung' karena ia punya 2 hyung disana.

"siapa yang kau panggil eoh ?"

"kalian berdua." Jawab Sehun saat pertanyaan Chanyeol memasuki gendang telingannya dengan mudah.

"apa saat kalian menikah kemarin, kalian menyiapkan tempat tinggal untuk kalian tinggali setelah menikah ?" Chanyeol dan Kris kompak menaikan sebelah alisnya dan saling bertatapan.

"kalau aku sih tidak, karena umma memintaku untuk tetap tinggal dirumah, mengingat Nonna ku yang ikut suami nya ke Kanada untuk tinggal disana." Jelas Chanyeol membuat Sehun mengangguk anggukan kepalanya sambil menatap Chanyeol.

"lalu kau hyung ?" Kris mendelik kaget lalu mengernyitkan keningnya.

"sebelum menikah pun aku tinggal di apartemen kan ? jadi aku tinggal meminta istriku untuk tinggal disana." Sehun juga mengangguk anggukan kepalanya.

Chanyeol yang punya kakak perempuan di paksa untuk tinggal oleh ibunya lalu Kris yang memang sejak awal sudah mandiri pun hanya meminta sang istri untuk tinggal bersama nya.

"memangnya kenapa ? kau ada rencana menikah ?" Sehun menatap Chanyeol lalu Sehun membalasnya dengan menganggukan kepalanya.

Semua orang pasti ada rencana untuk menikah kan ? hanya saja rencana itu terwujud berjalan dengan waktu.

"dengan Kai ?" Sehun kembali menganggukan kepalanya mantap.

"lalu ada masalah ?" Sehun mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol yang sudah memutar kursinya dan Kris mengikuti Chanyeol untuk memutar kursinya menatap Sehun.

"tidak hanya saja aku berfikiran dimana aku akan tinggal setelah menikah kalau dari sekarang aku belum memiliki rumah sendiri ?" jelas Sehun membuat Chanyeol menaikan sebelah alisnya.

"Luhan hyung masih tinggal di rumah ibumu kan ?"

"ibuku yang melarang Luhan hyung untuk pindah." Jawab Sehun membuat Chanyeol menganggukan kepalanya.

Jika di pikir pikir rumah keluarga Oh itu sangat besar, di tinggali oleh 20 orangpun tidak akan membuat rumahnya sempit, itulah alasannya kenapa nyonya Oh melarang Luhan untuk tidak pergi.

Dan bisa saja jika nanti Sehun menikah, Sehun akan di paksa tinggal disana juga kan ?

"mungkin saja nanti ibu ayahmu akan memaksa Kai untuk tinggal dirumah." Sehun menganggukan kepalanya sambil mengigit bibirnya.

Itu sama saja merepotkan ibu nya, jika Kai hamil dan melahirkan pasti ibunya akan repot kan ? ia jadi ingat saat anak kedua Luhan lahir, ibunya harus mondar mandir rumah sakit sendiri sedangkan Luhan tidak bisa menemani Minseok.

Setidaknya dirinya harus bisa meringankan kan ? dan setidaknya ia juga harus bisa menemani Kai di saat apapun.

Ahh Sehun harus mulai memikirkan biaya masa depan nya, jika tidak di mulai dari sekarang.

Kapan lagi ?

.

.

#####

.

.

"selamat datang." Kai menoleh lalu tersenyum saat Sehun melambaikan tangannya dan menerima menu dari pelayan disana.

Kai menghampiri Sehun dan memaksa Sehun untuk duduk, Sehun menatap Kai dari atas kebawa membuat Kai memukul pelan kepala Sehun.

"jangan tatap aku seperti itu Hun."

"kau lebih cantik dengan pakaian itu sayang." Kai mendelik tidak suka menatap Sehun.

Pasalnya kini ia sedang memakai seragam pelayan di restoran, seragam dengan rok mengembang berada di atas lutut, tak lupa dengan sepatu high heels yang ia gunakan membuat tubuhnya terlihat semakin menjulang ke atas.

"ish menyebalkan, kau ingin pesan apa ?"

"kalau aku ingin memesanmu bagaimana ?"

"Sehun ?!" Sehun terkekeh lalu menutup buku menu lalu meletakannya di meja.

"aku ingin pesan Hot Orange jus saja Kai, tenggorokan ku rasanya tidak enak."

"kau sakit ?"

"sepertinya begitu." Jawab Sehun asal sambil mengeluarkan ponselnya yang bergetar.

"tunggu sini dan jangan kemana pun." Ucap Kai sambil berlari meninggalkan Sehun dan menuju dapur untuk membuatkan Sehun minuman hangat.

Kai datang dengan gelas Hot Orange Jus dan teh hangat lalu memberikannya pada Sehun, Sehun tersenyum lalu memaksa Kai untuk duduk di meja nya.

"maaf Hun, aku pakai seragam dan tidak bisa seenaknya duduk di hadapan tamu." Jelas Kai membuat Sehun mendesah pelan.

Entah lah tubuhnya merasa tidak enak sejak semalam, hanya saja rasa tidak nya semakin menjadi saat ia terlambat untuk makan siang membuat nya merasa seperti akan sakit.

"ah baiklah, aku lupa." Ucap Sehun sambil mengeluarkan laptop nya dan mulai membuka buka apapun yang bisa ia buka, sampai matanya membuka sebuah situs EO

Event Organizer dan langsung menampilkan tema tema pernikahan, astaga rasanya Sehun benar benar jadi pusing, ia belum mengatakan rencananya pada ayah dan ibu nya lalu ibu Kai walaupun ia sempat mengatakannya pada Kibum tapi siapa Kibum ? ia hanya kakak ipar Kai kan ?

Dan bisa di pastikan jika Kibum tahu, Jonghyun pun tahu tapi ibunya ? sejauh ini Kai belum pernah meminta izin lagi untuk menemui ibunya di Pohang berarti Kai belum mengatakan rencana Sehun yang Sehun katakan kemarin.

Sehun mengerang sakit saat punggung dan kepalanya mendadak berdenyut, sepertinya ia harus pulang dan istirahat dirumah.

Sehun memasukan kembali laptop dan menoleh kearah kasir tempat Kai biasanya berdiri atau duduk, Kai yang melihat Sehun menoleh kearahnya langsung menghampiri Sehun.

"kau kenapa Hun."

"aku pulang Kai, tubuhku sakit semua." Kai langsung membantu Sehun untuk bangkit lalu Sehun menatap Kai.

"berapa semuanya ?"

"tidak usah Hun, mau ku antar ?" Tanya Kai membuat Sehun langsung menggelengkan kepalanya.

"tidak usah sayang, jaga istirahat dan pola makan mu."

"kau hati hati Hun." Sehun menganggukan kepalanya lalu mengecup pelan pipi Kai membuat Kai membulatkan matanya, lalu tersenyum membalas senyum Sehun.

Sehun berjalan pelan menuju mobilnya dan menjalankan mobilnya secara pelan menuju rumahnya.

.

.

#####

.

.

Hari ini Kai pulang cepat dan Kai berniat mengunjungi Sehun dirumahnya, mengingat seharian ini Sehun tidak mengabarinya hanya mengabari ia tidak masuk kerja karena sakit.

Dan itu sukses membuat Kai kelimpungan.

"masih ingat letak kamar Sehun kan ?" Kai terkekeh lalu menganggukan kepalanya.

"masih umma."

"temui Sehun, umma akan buatkan minum untukmu."

"terimakasih umma." Kai berjalan menaiki tangga dengan cepat lalu terhenti di sebuah kamar dengan pintu tertutup rapat.

Kai mengetuk pintu itu pelan dan tidak mendengar jawaban membuat Kai mendesah pelan.

"Sehun, ini aku. Aku masuk ya." Kai memutar kenop pintu dan mendorongnya pelan dan matanya langsung menangkap gundukan berselimut di atas tempat tidur.

Kai menutup pintu perlahan dan langsung berjalan medekati ranjang yang bisa di pastikan itu Sehun, Kai mengambil kursi asal dan menaruhnya di samping ranjang Sehun dan menduduki nya.

"Hun."

"Eugh ~"

"Hun."

"umma, sudah aku tidak ingin obat lagi."

"Hun."

Sehun yang kesal langsung menyibak selimutnya dan mendapati wajah khawatir Kai di sampingnya.

"Kai ?"

"Hai ?" Kai tersenyum miris lalu meletakan tangannya pada kening Sehun membuat Kai membulatkan matanya, suhu tubuh Sehun panas sekali.

"kau demam ?" Sehun menganggukan kepalanya yang berat, Kai memaksa Sehun untuk kembali merebahkan tubuhnya.

"tapi tidak makan ? kau tidak mau sembuh ?" Kai menatap bubur sayuran yang di berada di meja sebrangnya membuat Sehun langsung memutar tubuhnya menghadap Kai.

"Kau tahu aku tidak suka sayuran, ku mohon jangan paksa aku untuk memakan itu." Kai menghela nafasnya pelan lalu mengusap sayang rambut platina Sehun.

"lalu kau mau makan apa ?"

"mulut ku pahit Kai."

"tapi Kau harus tetap makan Sehun, aku buatkan bubur tanpa sayuran ya." Sehun menganggukan kepalanya membuat Kai menghela nafasnya pelan.

"kau tunggu sini." Kai bangkit dan keluar kamar Sehun, berjalan menuruni tangga dan ibu Sehun tersenyum saat matanya menangkap sosok Kai di dapur rumahnya.

"ada apa Kai ?"

"eumm begini umma, bubur Sehun –"

"oh Sehun tidak memakan bubur sayurannya ya ? baiklah umma sudah buatkan bubur polos untuknya ia memakan bubur sayuran itu hanya sedikit dan umma takut ia tidak akan sembuh." Jelas ibu Sehun sambil memberikan satu nampan berisi kan satu mangkuk bubur, segelas air untuk Kai dan beberapa butir obat yang harus Sehun minum.

"bisa bantu umma memaksa Sehun untuk memakannya ?" Kai menganggukan kepalanya sambil tersenyum.

"terimakasi Kai." Ibu Sehun mengusak pelan kepala Kai membuat Kai senyum Kai semakin lebar, ia tidak menyangka jika ibu Sehun bisa sayang seperti ini padanya.

"aku ke kamar Sehun dulu, umma." Ibu Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum dan Kai langsung melesat pergi menaiki kamar Sehun.

Di kamar, Sehun masih bergelung dengan selimut dan tak berniat untuk bangun.

"Sehunnie ~" Sehun langsung menyibak selimutnya menatap Kai yang muncul dengan nampan di tangannya.

"aku membawakanmu makanan dan kau harus menghabiskannya." Ucap Kai sambil meletakan nampan itu di meja dan memberikan mangkuk nya pada Sehun.

"suapi aku." Kai mendesah pelan lalu mendudukan dirinya di ranjang Sehun sebelah Sehun yang sudah duduk tegak dengan selimut di kakinya.

Kai menyuapi Sehun dengan perlahan dan dengan senyum saat Sehun takut takut jika Kai menyuapinya dengan bubur sayuran.

Setelah bubur habis, Kai memberikan Sehun tiga butir obat yang harus Sehun minum membuat Sehun mendelik dan langsung menutupi tubuhnya dengan selimut.

"Sehun !"

"tidak mau Kai."

"okeh ! aku pulang dan jangan meminta ku untuk datang !" Sehun langsung menyibak selimutnya dan menatap Kai membuat Kai tersenyum dan menyodorkan obat obat itu.

"mulut ku pahit Kai." Kai seakan tidak mendengar rengekan Sehun, Kai tetap menyodorkan obat dan gelas air kepada Sehun.

Sehun menghela nafasnya pelan lalu dengan terpaksa menerima obat itu dan meminumnya secara perlahan membuat Kai tersenyum.

"huueek." Sehun menjulurkan lidahnya saat pahit obat itu tertinggal di lidahnya membuat Kai menyodorkan permen lemon yang selalu Jonghyun bawakan untuknya saat tenggorokannya sakit.

Sehun menggelengkan kepalanya membuat Kai mendesah pelan, Kai memakan permen itu lalu menarik tengkuk Sehun membuat Sehun mendelik kaget.

Kai menempelkan bibirnya ke bibir Sehun lalu mendesakkan lidahnya memberikan permen yang baru saja ia emut melalui pertempelan bibirnya dengan bibir Sehun.

Tanpa Kai sadari jika Sehun menyeringai dan tangan Sehun malah ikut menekan tengkuk Kai lalu mulai menekan bibirnya di atas bibir Kai, Kai membulatkan matanya kaget.

Sehun menyesap pelan bibir itu dengan lembut, tangan Kai yang tadinya menekan tengkuk Sehun pun kini beralih meremat kaos bagian belakang Sehun.

Ciuman mereka terasa manis dengan permen yang kini berpindah menjadi di mulut Kai, dan terus menerus berpindah saat Sehun memaksa lidahnya untuk bergelung dengan lidah Kai.

Tangan Sehun semakin menekan tengkuk Kai dan tangan Kai semakin meremat kaos milik Sehun, Kai memukul mukul punggung Sehun saat di rasa jantungnya butuh asupan oksigen.

Sehun melepaskan ciumannya lalu tersenyum menatap Kai yang terengah, Sehun kembali mencium Kai dan merebut permen yang berada di dalam mulut Kai, membuat benang saliva terlihat disana.

Sehun mengecup pelan bibir itu lalu merebahkan tubuhnya.

"temani aku tidur ya sayang." Kai menghela nafasnya pelan.

Ternyata Sehun gampang sekali tergoda, Kai memang sengaja melakukan pertempelan bibir dengan Sehun ingin tahu apa Sehun akan melakukannya atau tidak ?

Nyatanya Sehun langsung menekan tengkuknya dalam dan menyesap kedua belah bibirnya.

Kai tidak akan menggoda Sehun lagi jika seperti ini jadinya.

.

.

TBC