Tittle : Diskotik
Cast :
Oh Sehun
Kim Kai (GS)
Etc Other cast
Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.
Don't like Don't read
NO SIDER, No Bash.
Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.
Happy
.
.
Reading XD
.
.
'Bruk'
"akh."
"kau baik baik saja ?" Luhan menangkap Kai yang tidak sengaja menabraknya, Kai yang merasa posisi mereka berdua aneh langsung membenarkan posisinya dan tersenyum menatap Luhan.
"nde." Jawab Kai pelan membuat Luhan menatap Kai lalu pandangannya menurun pada perut rata Kai.
"sungguh ?" Tanya Luhan dengan nada khawatir disana dan Kai bisa menangkapnya dengan mudah.
"iya."
"Kai aku ingin bertanya." Kai langsung mendongakkan kepalanya menatap Luhan yang menatapnya intens.
"Kau hamil ? bisa beritahu aku siapa ayahnya ?" Kai hampir saja memekik kaget saat Luhan bertanya dengan sangat mudahnya, membuat Luhan menatap perubahan wajah Kai dengan heran.
"oppa, kau salah paham." Ucap Kai sambil membekap mulutnya sendiri, ia jadi ingat bagaimana Sehun menatapnya horror saat bertanya apa dirinya hamil.
"bagaimana aku salah paham ? malam itu kau membeli testpack Kai." Kai tersenyum lebar membuat Luhan menatapnya heran, ada yang lucu kah ? pikir Luhan.
"itu bukan miliku sungguh." Luhan menaikan sebelah alisnya menatap Kai yang menghela nafasnya pelan.
"lalu ?"
"itu milik kakak ipar ku, ia memintaku untuk membelikannya, adikmu tidak mungkin melakukan itu padaku oppa, Sehun masih polos." Luhan reflek menghela nafasnya pelan lalu tersenyum.
"kupikir kau hamil, aku hanya takut jika kau meninggalkan Sehun, kau tahu kan Sehun begitu mencintaimu ?" Kai menganggukan kepalanya mantap sambil tersenyum.
"segera lah menikah aku ingin lihat bagaimana gen kalian berdua yang berbeda warna kulit." Luhan terkekeh pelan membuat Kai merenggut sambil mempoutkan bibirnya.
"kau tidak kerja oppa ?" Luhan mendongakkan kepalanya menatap Kai.
"baru mau berangkat." Kai membulatkan matanya melirik jam di tangannya, jam 7 malam baru ingin berangkat ? pulang jam berapa ?
"jam segini ?" Kai menatap horror Luhan membuat Luhan terkekeh.
"aku tadi sudah berangkat tapi menjemput Hyemin lalu sekarang berangkat lagi." Kai mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum.
"oh begitu ya."
"bagaimana keadaan Sehun ?" Tanya Luhan membuat Kai melirik kamar Sehun yang tertutup rapat.
"ia sedang tidur setelah minum obat, tapi demamnya sudah turun." Luhan menghela nafasnya lega sambil tersenyum, pasalnya sejak tadi siang Luhan bisa mendengar omelan ibunya yang memaksa Sehun untuk makan dan minum obat tapi Sehun malah menutup pintu kamarnya rapat.
Luhan tidak menyangka juga jika Sehun lebih menurut pada Kai daripada ibunya sendiri, ckck.
"aku berangkat Kai." Kai tersadar dari lamunannya lalu menatap Luhan dan menganggukan kepalanya.
"cepatlah menikah dan berikan aku keponakan." Luhan mengusak pelan rambut Kai membuat Kai tersenyum lalu Luhan berjalan menuruni tangga meninggalkan Kai di depan kamar Sehun.
Kai habis makan malam karena di paksa oleh ibu Sehun untuk menginap jadi alhasil jam 7 Kai belum pulang kerumahnya.
Kai juga sudah menghubungi Jonghyun dan Jonghyun hanya mengatakan Kai juga harus menjaga kesehatannya.
Kai memasuki kamar Sehun dan agak tersentak saat mendapati Sehun tengah terduduk di ranjangnya.
"kupikir kau sudah pulang dan tidak pamit padaku." Ucap Sehun saat matanya menangkap sosok Kai yang muncul dengan makanan kecil yang di bawakan ibu Sehun dari bawah.
"tidak akan Hun."
"kau menginap ?"
"mau tidak mau, lagipula besok aku cuti." Kai mendudukan dirinya di ranjang Sehun dan meletakan makanannya pada meja nakas samping ranjang Sehun lalu menatap Sehun.
"cuti ?"
"ya rencananya aku akan pulang ke Pohang bersama Jonghyun oppa dan Kibum eonnie tapi setelah melihat keadaan mereka rasanya tidak mungkin ke Pohang yang ada nanti umma malah bersedih bukan bahagia." Jelas Kai membuat Sehun menarik Kai untuk mendekat kearahnya.
Kai melepaskan sandal rumahnya lalu duduk bersandar di samping Sehun.
"kalau begitu pergi denganku saja." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang tersenyum.
"kau masih sakit Hun, lebih baik jangan."
"aku ingin bertemu ibumu Kai." Kai menghela nafasnya pelan saat matanya menangkap Sehun yang melakukan aegyo padanya.
"iya tapi tidak sekarang."
"kau bilang besok."
"maksudku tidak besok juga, kau masih sakit Sehun." Ucap Kai membuat Sehun mempoutkan bibirnya.
Sehun kembali merebahkan tubuhnya tapi menjadikan Kai sebagai bantalannya.
"masih pusing ?" Sehun menggelengkan kepalanya pelan membuat Kai mengelus lembut rambut platina Sehun.
"kau lapar ?" Tanya Sehun membuat Kai menggelengkan kepalanya.
"aku sudah makan bersama umma, appa dan Minseok eonnie." Sehun mengangguk anggukan kepalanya lalu memiringkan tubuhnya.
Ia memeluk erat perut rata Kai membuat Kia bergidik geli.
"sepertinya mereka sudah menerimamu Kai, baguslah."
"bagus apanya ?"
"sepertinya rencanaku akan dimudahkan." Kai menaikan sebelah alisnya menatap Sehun yang masih memeluknya erat.
"rencana apa Hun ?"
"menikahimu, aku berjanji mulai dari sekarang akan memikirkan semuanya Kai."
"menikahiku ?" Sehun langsung mendongakkan kepalanya menatap Kai yang bertanya dengan nada ragu.
"kau keberatan ?"
"tidak, hanya saja apa tidak terlalu cepat ?" Sehun bangkit dari posisinya lalu mengenggam lembut tangan Kai.
"buatku tidak ada kata terlalu cepat, hubungan ini sudah berjalan selama 3 tahun kan Kai ? kau tidak ingin hubungan lebih serius ?"
"bukan itu maksudku Hun, hanya saja kita baru bertemu lagi Hun dan ibuku."
"tapi cinta ku tidak berubah Kai, maka dari itu pertemukan aku dengan ibumu biar aku tahu ibumu menyetujui hubungan kita atau tidak, lalu kalau masalah kau belum membahagiakan ibumu, akan ku bantu itu Kai." Jelas Sehun membuat Kai tersenyum haru.
Kai tidak menyangka jika Sehun akan mempunyai rencana seperti itu, bahkan sampai saat ini pun Kai belum memikirkan bagaimana ia menikah tapi Sehun sudah mulai memikirkannya.
Kai tersenyum membuat Sehun mengecup pelan pipi dan kening Kai bergantian.
"aku mencintaimu Kai, sangat sangat mencintaimu." Kai tersenyum lalu mencubit pelan pipi Sehun.
"aku juga mencintaimu Sehun."
"jadilah nyonya Oh yang cerewet dan cantik sayang." Kai terkekeh lalu memukul kepala Sehun yang semakin mendekatkan wajahnya.
"jauhkan wajahmu, kau bau Sehun." Sehun merenggut kesal lalu mengecup sekilas bibir Kai dan kembali merebahkan tubuhnya dengan menjadikan Kai sebagai bantalannya.
"semoga saja nanti anak kita menurunkan gen mu sayang." Kai mengelus lembut rambut Sehun yang berada di pahanya.
"memangnya kau sudah ingin memiliki anak ?" Tanya Kai membuat Sehun menatap Kai yang sedang menaikan sebelah alisnya.
Cerita Hyemin tentang orangtuanya kembali terngiang di telinga Sehun, Sehun tidak akan snaggup jika Kai mengabaikannya karena anaknya.
"belum, nanti saja kalau perlu saat usia pernikahan kita 2 atau 3 tahun." Ucap Sehun asal sambil memeluk perut rata Kai.
Sehun bersumpah, di saat seperti inilah yang paling ia sukai, berdua dengan kai tanpa gangguan telepon dari ibunya yang selalu memintanya untuk tidak pulang terlalu larut.
.
.
#####
.
.
Sehun mengerjap matanya lalu meraba raba sebelahnya, dirasa tangannya tidak menemukan sosok Kai, Sehun bangkit lalu merentangkan tangannya dan matanya menangkap gundukan dengan selimut biru di sofa kamarnya.
Sehun bangkit dari posisinya lalu menghampiri sofa kamarnya dan menatap sosok yang tengah tertidur dengan damainya.
"aigoo calon istriku cantik juga saat tidur." Gumam Sehun sambil membenarkan letak poni Kai.
"eugh." Sehun mengangkat tangannya lalu mendekatkan wajahnya dan mengecup pelan kening Kai.
Sehun mengendong Kai dan memindahkannya ke ranjang dan menyelimuti Kai dengan selimutnya, Sehun menghela nafasnya pelan lalu tersenyum.
"baru jam 2 pagi ya." Sehun bergumam pelan lalu bangkit dari posisinya.
Rasa haus yang menyerang memaksa Sehun untuk bangkit dan meninggalkan kamarnya menuju dapur.
Kaki Sehun melangkah pelan menuruni tangga menuju dapur.
Sehun mendudukan dirinya di meja makan dengan segelas air di tangannya.
"Sehun ?" Sehun mendoangakkan kepalanya menatap ibunya yang muncul dengan wajah khawatir.
"umma ?"
"kau sedang apa ?" Sehun mempoutkan bibirnya sambil menatap ibunya yang sudah duduk di hadapannya.
"aku haus jadi aku turun." Ibu Sehun menganggukan kepalanya mengerti lalu tersenyum.
"istirahatlah agar kau cepat sembuh, jangan membantah." Sehun menganggukan kepalanya patuh.
"umma." Panggil lirih Sehun membuat ibu Sehun menoleh kepalanya kearah Sehun yang menundukan kepalnya.
"ada apa ?"
"boleh kah aku menikah ?" Tanya Sehun membuat ibu Sehun menaikan sebelah alisnya heran, kenapa harus bertanya seperti itu ?
"jelas boleh Hun." Sehun menganggukan kepalanya sambil terseyum senang membuat ibu Sehun mengelengkan kepalanya heran.
"kau ingin menikah ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap sambil tersenyum.
"dengan Kai ?" Sehun kembali menganggukan kepalanya membuat ibunya tersenyum senang, bagaimana tidak senang jika anak yang kau sayangi menyatakan keinginannya untuk menikah.
"baguslah."
"umma setuju ?"
"kalian saling mencintai kan ? umma yakin kau bisa memilih jalan hidupmu sendiri Hun." Sehun langsung reflek memeluk sang ibu membuat sang ibu terkekeh pelan.
"umma… terima kasih."
"sama sama Hun, temui orangtuanya dan katakan keinginanmu untuk menikahi Kai." Sehun menganggukkan kepalanya dalam pelukan ibunya.
"pasti umma, mulai sekarang aku akan memulai semuanya." Sang ibu tersenyum dalam pelukannya.
Sang ibu senang karena Sehun mendapatkan kekasih seperti Kai, bagaimana tidak senang, Kai termasuk wanita baik dan bisa mengatur Sehun, dirinya saja yang sebagai ibunya suka agak sulit mengatur Sehun tapi Kai ? ia bisa dengan mudahnya menaklukan Sehun.
.
.
#####
.
.
"eugh."
"pagi sayang." Kai langsung membuka matanya saat menangkap sosok Sehun yang tersenyum dengan lebarnya, Kai memutar tubuhnya membelakangi Sehun membuat Sehun mendengus kesal.
Kai langsung memeluk guling disana dan tersentak kaget.
Guling ?
Bukannya semalam ia tidur di sofa kenapa ada guling ? dan itu guling Sehun, Kai membalik tubuhnya perlahan dan menatap Sehun yang tersenyum hangat.
"kenapa aku ada di ranjangmu ?" Tanya Kai membuat Sehun terkekeh lalu mendudukan dirinya di pinggir ranjang sebelah Kai yang masih merebahkan tubuhnya.
"aku yang memindahkanmu."
"hoaaaam." Kai bangkit dari posisinya lalu membentangkan tangannya membuat Sehun mengelengkan kepalanya.
"pagi Sehun."
"pagi juga sayang." Kai langsung meletakan punggung tangannya di kening Sehun lalu tersenyum senang, panas Sehun sudah turun pantas saja wajah Sehun berbinar senang.
"kau sudah sembuh ?" Sehun menganggukan kepalanya mantap sambil menatap Kai yang masih menatap Sehun heran.
"kau mau kemana ?"
"ingin mengantarmu kerumah ibumu."
"kemarin aku belum menyetujuinya kan ?" wajah Sehun mendadak lesu mendengar ucapan Kai, sama saja ini penolakan pada rencana Sehun kan ?
"ayolah sayang."
"baiklah baiklah tapi antar aku pulang dulu, aku harus izin pada Jonghyun oppa dulu." Sehun menganggukan kepalanya lalu memberikan handuk pada Kai membuat Kai mengernyitkan keningnya.
"mandi disini saja, aku siapkan pakaian yang cocok untukmu." Ucap Sehun membuat Kai menghela nafasnya pelan.
Kai meraih handuk itu lalu menyibak selimut Sehun dan kembali meregangkan tangannya.
"berikan aku morning kiss atau apa gitu ?" Kai langsung menatap Sehun tajam membuat Sehun terkekeh.
"jika tidak mau memberikannya biar aku yang memberikannya padamu." Ucap Sehun sambil menempelkan kedua belah bibir mereka membuat Kai membulatkan matanya kaget.
Kai sama sekali tidak menyangka jika Sehun akan benar benar melakukannya.
Sehun melumat pelan bibir Kai membuat Kai meremat kemeja belakang yang Sehun pakai, tangan Sehun menekan tengkuk Kai, mengigit kecil bibir Kai membuat Kai membuka mulutnya dan Sehun langsung melesakkan lidahnya masuk kedalan rongga hangat Kai.
"eugh." Kai meleguh membuat Sehun langsung melepaskan ciumannya dan terkekeh pelan.
'Plaak'
"aigoo." Sehun mengelus puncak kepalanya yang mendapatkan pukulan telak dari tangan Kai dan Kai langsung menghapus jejak saliva yang berceceran di sekitar bibirnya.
"menyebalkan." Sehun menatap Kai heran yang bangkit dari posisinya dan langsung memasuki kamar mandinya.
Sehun bisa melihat rona merah di wajah Kai sesaat sebelum Kai memasuki kamar mandi dan membuat Sehun tersenyum.
Sehun menghapus jejak salivanya dengan Kai yang masih menempel pada bibirnya, ia sama sekali tidak menyangka bisa sampai kecanduan pda bibir tebal itu.
Ciuman yang selalu terasa manis dan sukses membuatnya ingin melakukanya lagi, bagus itu bibir Kai bukan bibir orang lain, Sehun bisa menciumnya tanpa harus meminta nya lebih dulu.
.
.
######
.
.
"kau yakin ikut ?" Tanya Kai saat tiba dirumahnya dan Jonghyun menganggukan kepalanya mantap sambil melirik Kibum yang tersenyum.
"aku rindu umma." Ucap Kibum sambil menggerak gerakkan tangannya membuat Kai menaikan sebelah alisnya, tingkah absurd Kibum muncul lagi dan Kai hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan.
"lalu kau juga ikut Hun ?" Tanya Jonghyun sambil menatap Sehun yang tengah menundukan kepalanya, Sehun yang merasa namanya di panggil pun mendongakkan kepalanya dan mengerjap matanya.
Kibum yang melihat tingkah polos Sehun hampir saja memekik dan ingin mencubit pelan pipi Sehun.
"boleh kan ? aku ingin bertemu dengan ibumu hyung."
"ingin melamar Kai ya ?" Tanya Kibum dengan nada menggoda membuat Kai menatap Kibum tajam dan Jonghyun mencubit pelan pipi Kibum, Sehun hanya bisa mempoutkan bibirnya dan terlihat noda merah samar muncul di kedua pipinya.
"aigoo calon adik ipar ku lucu sekali sih."
"Bummie." Kibum mempoutkan bibirnya mendengar teguran Jonghyun yang tepat berada di telinganya.
"baiklah ayo kita berangkat." Ucap Jonghyun sambil meraih koper yang sudah ia siapkan, di dalamnya hanya berisi pakaian Kibum karena ia dan Kai masih memiliki pakaian yang di simpan ibunya.
.
.
#####
.
.
Dalam perjalanan mereka bersenda gurau, mereka pergi menggunakan mobil Sehun dan Jonghyun menyimpan mobilnya dengan rapi di garasi rumah sederhananya.
Kibum yang sepertinya sejak awal sudah menyukai Sehun pun tidak hentinya menggoda Sehun bahkan memaksa Sehun untuk segera menikahi Kai dan langsung mendapatkan amukan pukulan dari Kai.
Pukulan ringan mengingat Kibum tengah mengandung keponakannya dan Kai tidak mau mengambil banyak resiko dan sepertinya Jonghyun begitu menantikan anak itu terlihat dengan senang hati menunggui Kibum yang tengah hamil muda itu.
"Eonnie hentikan ah." Rengek Kai saat ledekan Kibum pada Kai dan Sehun, tapi Sehun hanya menanggapinya dengan kekehan pelan, toh yang di katakan Kibum ada benarnya juga kan ?
Usia mereka tidak lagi muda dan apa jadinya jika mereka menikah di usia yang memasuki kepala 3 ? yang ada mereka akan terus di paksa untuk memiliki anak karena usia yang sudah terlampau tua.
"hati hati anakmu bisa mirip dengan ku jika kau menggoda ku terus." Kibum mendelik tidak suka dengan ucapan Kai.
Mirip dengan Kai ? memangnya ini anaknya Kai dengan Jonghyun ? bahkan Kibum sedikit tidak rela jika harus membayangkan anaknya mirip dengan Kai.
Kulit Tan, bibir tebal dan mata berbinar ? rasa nya Kibum lebih menginginkan kulit putih, bibir tipis dengan mata berbinar, hampir serupa dengannya kan ?
"tidak akan Kai." Ucap Kibum final membuat Kibum langsung terdiam dan Kai terkikik geli, jangan lupakan jika Kibum sedang hamil dan wanita hamil sangat sensitive dengan masalah apapun.
.
.
#####
.
.
"kami datang." Teriak Kai dan langsung berlari memasuki rumahnya, Kai meruntuki kebiasaan ibunya yang tidak pernah mengunci pintu rumahnya membuat Kai dengan mudah memasuki rumahnya.
"aigoo Kai-ya." Sang ibu memekik senang melihat anak perempuannya datang dengan wajah berbinar dan langsung memeluk nya erat, sang ibu hanya membalas pelukan itu sama eratnya.
"umma." Teriak Kibum tak kalah kencangnya membuat ibu Kai yang sedang mengusap lembut punggung anak gadisnya mendongakkan kepalanya tersenyum menatap Kibum yang berlari kecil membuat Jonghyun yang melihat itu hampir berteriak tidak suka.
"agioo, kalian datang bertiga ?" Tanya ibu Kai yang langsung berganti memeluk Kibum yang meminta pelukannya, Kibum menggelengkan kepalanya pelan membuat ibu Kai menaikan sebelah alisnya.
"tidak umma, kami membawa anggota baru." Ucap Kibum sambil melepaskan pelukannya lalu menatap Kibum yang mengelus perutnya yang masih rata.
Ibu Kai yang masih belum mengerti menatap Kai yang tersenyum membuat ibunya menggelengkan kepalanya.
"umma tidak mengerti."
"umma disini ada anggota baru keluarga kita." Ucap Kibum dan membuat ibu Kai membulatkan matanya kaget.
"kau hamil ?" pekik sang ibu dan hanya dibalas anggukan kepala dari Kibum dan Kai yang terkekeh pelan melihat tingkah sang ibu.
Ibu Kai langsung memeluk Kibum erat dan hampir membuat Kibum kehabisan nafas saking eratnya.
"berapa usianya ?"
"sudah satu bulan umma, tapi aku baru mengetahuinya beberapa hari yang lalu." Ibu Kai semakin mengeratkan pelukannya pada Kibum dengan erat.
"selamat sayang, kau akan jadi ibu."
"selamat juga umma, kau akan jadi nenek."
"kalian melupakan kami ?" Kibum, Kai dan sang ibu menoleh kearah Jonghyun dan Sehun yang membawa tas dan koper, Jonghyun membawa koper milik Kibum yang berisi pakaian dan entah apa lagi dan Sehun membawa satu tas gendong miliknya yang berisi barang barangnya.
Kai langsung menghampiri Sehun dan membantu Sehun membawa tas gendong nya yang lumayan berat, jika Kai bisa berspekulasi isinya adalah barang barang elektronik seperti laptop dan kawan kawannya.
"maaf." Ucap Kai dan hanya dibalas anggukan kepala dari Sehun.
"annyeong haseo ahjumma." Sapa Sehun membuat ibu Kai menatap Kai dan Jonghyun bergantian seakan bertanya siapa pria berwajah datar itu.
"annyeong haseo." Sapa ibu Kai membuat Kibum terkekeh pelan dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Kai.
"naneun Oh Sehun imnida ahjumma." Sapa Sehun sambil membungkukan badannya dan ibu Kai menatap Kai yang tengah menghela nafasnya pelan.
"nde Sehun-ssi." Jawab Ibu Kai kaku membuat Kibum terkekeh pelan dan Jonghyun hanya menggelengkan kepalanya pelan, tingkah istrinya seperti anak kecil yang sedang melihat lawannya kalah, tertawa senang.
"dia kekasih Kai, umma." Kai membulatkan matanya sambil mendelik mendengar ucapan Jonghyun yang melewatinya dengan satu koper di tangannya.
Ibu Kai yang tadinya memasang wajah datar seketika tersenyum lebar menatap Sehun yang mengenggam jemari Kai erat.
"ah kekasih Kai, salam kenal aku ibu Kai."
"nde ahjumma."
"panggil umma saja Sehunnie." Sehun tersenyum menatap ibu Kai yang ikut tersenyum kearahnya, Sehun tahu darimana kebiasaan Kai memanggil orang lain dengan tambahan 'Nie' setelah mendengar ibu Kai memanggilnya dengan 'Sehunnie'
"nde umma." Jawab Sehun senang dan semakin mengeratkan genggamannya pada jemari Kai, Sehun tidak menyangka jika sambutan ibu Kai sama hangatnya dengan sambutan ibunya saat bertemu Kai.
"kalian pasti lelah kan ? kalian istirahat dan umma akan siapkan makan malam." Ucap ibu Kai sambil berjalan menuju dapur dan sontak membuat Kibum dan Kai langsung menghampiri dan merangkul ibunya di sisi kanan dan kirinya.
"umma istirahat saja." Ucap Kai lalu diangguki oleh Kibum.
"biar kami saja yang membuatkan makan malam nanti." Kini Kai yang menanggukan kepalanya mendengar ucapan Kibum.
"kalian kan baru tiba."
"umma harus banyak banyak istirahat." Kali ini Kai dan Kibum menanggukan kepalanya mendengar ucapan Jonghyun.
"kami tidak mau di sangka tidak mengurus umma oleh para tetangga." Ucap Kai dan kembali dibalas anggukan kepala dari Kibum dan Jonghyun yang mendengarnya.
Ibu Kai yang merasa seperti tengah di paksa akhirnya menganggukan kepalanya patuh sambil menghela nafasnya pelan.
"baiklah baiklah." Jawab ibu Kai akhirnya dan berjalan mendekati sofa ruang tamu dan tangannya memanggil Sehun dan Jonghyun yang masih setia dengan tas dan koper di tangan mereka.
Ibu Kai mendudukan dirinya di sana sambil menatap Sehun yang tengah mempoutkan bibirnya.
"Sehunnie, kau tidur di kamar Kai saja lalu Kai tidur bersama umma." Ucap ibu Kai saat di rasa matanya menangkap sosok lelah Sehun, Sehun baru saja sembuh dan harus melakukan perjalan jauh jelas ia terlihat lelah.
"kenapa mereka tidak tidur berdua saja ?" Kai dan Jonghyun langsung menatap tajam Kibum membuat Kibum mendelik kaget.
"mereka belum menikah Bummie."
"yasudah nikahan saja mereka."
"yak !" teriakan kencang Kai membuat Kibum mendelik kaget dan membuat Sehun tersenyum sendiri.
"jangan asal bicara menikah itu bukan hal yang mudah." Jelas ibu Kai membuat Kai menatap Sehun yang raut wajahnya tiba tiba berubah.
Kai tahu Sehun agak tersentil dengan ucapan ibunya tapi mau bagaimana lagi memang itu kenyataannya kan ?
Pernikahan itu bukan hanya menyatukan 2 orang dengan 2 karakter berbeda tapi juga menyatukan 2 keluarga dengan latar belakang berbeda kan ?
Jadi ucapan pernikahan itu tidak main main.
Sehun menundukan kepalanya membuat Kai langsung mengenggam jemari Sehun dan Kibum yang merasa ucapannya asalnya membuat perubahan pada Sehun hanya bisa menggumamkan kata maaf pada Kai.
"baiklah Sehunnie pasti lelah jadi, antarkan Sehun ke kamarmu Kai." Kai menatap ibunya lalu tersenyum dan Sehun mendongakkan kepalanya mencoba tersenyum hangat pada ibu Kai.
Kai menarik tangan Sehun untuk mengikutinya menaiki tangga menuju kamarnya yang berada di lantai dua.
"ada apa denganmu ?" Tanya Kai saat ia berhasil mengantar Sehun tiba di kamarnya, Kai yakin kamarnya selalu bersih walaupun ia tinggal karena ibu nya pasti membersihkannya walaupun Kai tidak menempatinya.
"aku baik baik saja Kai."
"jawab jujur Sehun." Sehun mendongakkan kepalanya menatap Kai lalu menghela nafasnya pelan.
"ini kamar mu kan ? aku lelah boleh aku istirahat ?" ucap Sehun membuat Kai menghela nafasnya pelan, Sehun langsung memasuki kamarnya tanpa pamit pada Kai membuat Kai mendesah pelan.
Yang salah ibunya atau malah dirinya ? entah lah Kai jadi bingung sendiri dengan perubahan sikap Sehun.
Sehun meletakan tas gendongnya di single bed kamar Kai dan merebahkan tubuhnya, ucapan ibu Kai benar benar terngiang di telingannya membuat dadanya sesak dengan sendirinya.
Apa ibu Kai akan menolak mentah mentah rencana Sehun ? bahkan Sehun merasa belum memiliki apapun untuk membahagia kan Kai, pantas saja Kai selalu menjadikan ibunya sebagai alasan.
Jadi inilah sebabnya, Sehun tahu melangsungkan pernikahan memang tidak mudah tapi apa ibu Kai akan merespon positive seperti ibunya saat ia mengatakan akan menikahi Kai ?
Rasa nya tidak.
Karena ibunya dan ibu kai dua orang berbeda kan ? mempunyai pemikiran yang berbeda pula lalu apa yang akan Sehun lakukan agar ibu Kai merespon sama baiknya seperti ibunya ?
Sehun mendesah pelan lalu menenggelamkan wajahnya pada sela bantal kamar Kai, wangi Kai benar benar menyeruak disana dan membuat Sehun semakin terbuai.
"Kai… bantu aku ku mohon."
.
.
TBC
