Tittle : Diskotik
Cast :
Oh Sehun
Kim Kai (GS)
Etc Other cast
Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.
Don't like Don't read
NO SIDER, No Bash.
Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.
Happy
.
.
Reading XD
.
.
Kai menghela nafasnya pelan, suasana di meja makan terasa canggung menurutnya, mulai dari Sehun yang biasanya selalu menolak kini lebih memilih untuk menurut.
Apapun yang Kai dan ibunya berikan di telan mentah mentah dan membuat piring makan malamnya penuh dengan nasi dan lauk.
"ada apa denganmu ?" Tanya Kai membuat Sehun yang sedang mencoba menelan brokoli menoleh kearah Kai.
"aku kenapa ? tak apa." Jawab Sehun setelah berhasil menelan brokoli yang tersangkut di kerongkongannya.
Kai mendesah pelan sambil membuang wajahnya kearah lain, Kibum dan Jonghyun yang melihat tingkah aneh keduanya hanya bisa saling berpandangan dan mengedikan bahu.
"Sehunnie, mau tambah lagi ?" Sehun hampir tersedak nasi mendengar penawaran ibu Kai, dengan mulut penuh Sehun hanya menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan ibu Kai.
Kai hanya bisa menatap Sehun dalam diam.
Apa ucapan ibunya mengenai pernikahan menyinggung Sehun ? tapi kenapa Sehun tidak mengatakan padanya tadi ?
Jika Sehun mengatakannya Kai kan bisa membantu mengatakan pada ibunya.
"tidak umma , ini cukup." Ucap Sehun sambil menyumpit ayam dan mencoba menyuapi Kai, Kai yang merasa Sehun sedang mencoba memperbaiki suasana di meja makan pun membuka mulutnya.
Sehun yang melihat Kai merespon pun tersenyum hangat membuat Kibum yang melihat adegan itu nyaris memekik histeris kalau saja tidak di tahan Jonghyun.
"kau juga harus banyak makan." Ucap Sehun sambil menatap Kai, Kai hanya menganggukan kepalanya sambil mengunyah daging ayam yang berada di dalam mulutnya.
.
.
#####
.
.
Makan malam selesai Kai, Kibum, Jonghyun duduk di sofa ruang tamu, di tengah tengah mereka ada ibu Kai yang tertawa sambil bercerita masa kecil Jonghyun pada Kibum.
Kemana Sehun ? jangan Tanya kan kemana Sehun.
Sehun meminta izin pada ibu Kai untuk masuk kamar lebih cepat karena ia lelah dan ibu Kai mengiyakan dengan mudahnya.
Tapi tidak dengan Kai.
Kai merasa ada yang berubah dengan Sehun, bukannya Sehun yang memaksa Kai untuk mempertemukannya dengan ibunya kan ? tapi kenapa kini kesannya Sehun malah menghindar ?
Kai menghela nafasnya pelan lalu bangkit dari duduknya membuat Kibum, ibunya dan Jonghyun menatap Kai heran.
"mau kemana ?"
"kamar Sehun, ia baru sembuh dari sakitnya kemarin, aku takut ia sakit lagi nanti aku yang di marahi ibunya." Jawab Kai membuat ibu Kai menganggukan kepalanya, pantas saja Sehun terlihat kurang sehat nyatanya baru pulih dari sakit.
"baiklah." Jawab ibu Kai yang tidak di dengar Kai sama sekali, kaki Kai sudah melangkah meninggalkan ruang tamu dan menaiki tangga.
Kaki Kai terhenti di depan kamarnya yang tertutup rapat, Kai mengetuk pelan pintu kamarnya dan tidak mendapatkan jawabannya.
Dengan sangat terpaksa Kai membuka pintu itu tanpa izin, ya walaupun itu kamarnya tapi di dalam kamarnya ada yang menempati.
"Sehun ?" Sehun yang sedang duduk di ranjang sambil bersandar dengan laptop dan headset di telingannya langsung mendongakkan kepalanya saat merasa namanya di panggil.
"kau menghindar dari umma ?" Tanya Kai sambil menghampiri posisi Sehun dan tidak lupa menutup pintunya.
Sehun tersenyum lalu memanggil Kai untuk mendekat kearahnya, Kai yang sama sekali tidak mengerti pun menghampiri Sehun dan duduk di sebelah Sehun.
Sehun langsung memperlihatkan laptopnya yang sedang memutar video pernikahan Luhan dan Miseok membuat Kai menatap Sehun lekat.
"Sehun ada apa ? katakan padaku." Sehun menghela nafasnya lalu ikut menatap lekat Kai.
"sayang, kau tahu kalau aku ingin seriuskan ? bantu aku bicara pada ibumu." Ucap Sehun sambil meringis membayangkan ucapan ibu Kai tadi.
Rasanya seperti tolakan halus di telinga Sehun.
"aku tahu tapi –"
"tapi apa lagi ? kau belum siap ? aku pun begitu, tapi jika kita mempersiapkannya berdua ku rasa kita siap sejalan dengan waktu kan ?" Kai menundukan kepalanya, di kepalanya benar benar terbayang bayang semua keinginan ibunya yang belum terpenuhi sama sekali.
"Sehun." Sehun menatap lekat Kai yang tengah mengigit bibir bawahnya.
"Kai, kumohon. Setidaknya kau harus mengiyakan keinginanku dulu jika kau sudah setuju biar aku yang mengatakan pada ibumu, kau hanya perlu membantuku dengan doa." Jelas Sehun membuat Kai menghela nafasnya pelan lalu tersenyum.
Jika di pikir pikir, usia mereka tidak lagi muda memang, 26 tahun.
"baiklah Sehun, aku mau." Senyum Sehun langsung merekah mendengar jawaban Kai.
Sehun langsung menubruk Kai dengan pelukannya membuat laptop yang masih menyalah di pangkuannya terjatuh tidak elitnya di atas tempat tidurnya.
"aku mencintaimu Kai, kau tahu betapa terpuruknya aku saat kau meninggalkanku 3 tahun lalu Kai ? semua kenangan yang kita lakukan di waktu singkat itu benar benar terekam di otak dan memoriku Kai, bahkan aku sempat di katakan gila oleh Chanyeol hyung dan Kris hyung." Kenang Sehun sambil mengeratkan pelukannya pada Kai, Kai membalas pelukan Sehun dengan erat.
Kai tidak tahu jika Sehun juga merasakan apa yang Kai rasakan dulu, Kai bahkan sempat memeriksakan diri ke psikolog karena terlalu sering mendengar sayup sayup ucapan cinta Sehun.
"Sehun, aku pun merasakannya. Kenanganmu terlalu banyak dan itulah yang membuat ku tidak melupakanmu bahkan semakin mencintaimu." Sehun melepaskan pelukannya lalu mengecup pelan pipi Kai sambil tersenyum.
.
.
#####
.
.
"kalian ini kenapa ?" Tanya ibu Kai heran saat Kai dan Sehun turun dari kamar Kai dan langsung menggeser posisi Kibum dan Jonghyun membuat mereka memekik kesal.
"tidak apa." Jawab Sehun sambil melirik Kai yang tengah tersenyum karena mendapatkan tatapan maut dari Kibum.
Kai hanya terkekeh sambil menggulung rambut hitamnya membuat Kibum mengernyitkan keningnya bingung.
"Ny. Kim." Panggil Sehun membuat ibu Kai menoleh kearah Sehun, begitu juga Kibum yang merasa Kim adalah namanya ikut menoleh kearah Sehun.
"nde ?"
"aku ingin meminta izini padamu untuk menikahi Kai." Ibu Kai membulatkan matanya, Kibum dan Jonghyun kompak membekap mulutnya.
"memangnya sudah berapa lama kalian berhubungan ?"
"tiga tahun." Jawab Sehun cepat membuat ibu Kai menatap Kai yang tengah gelisah, matanya bergerak secara random dan kakinya di gerak gerakan asal.
"jadi saat Kai melanjutkan kuliahnya ia memilikimu ?" Tanya ibu Kai membuat Sehun menganggukan kepalanya.
"seberapa serius kau menjalani nya dengan Kai ?" Sehun menelan ludahnya lalu menghela nafasnya pelan.
"sangat serius nyonya, mungkin jika aku main main aku tidak akan menunjukan wajahku padamu dan meminta izin untuk menikahi Kai." Jelas Sehun membuat ibu Kai menoleh kearah Kai dan Kai melirik sekilas ibunya.
"aku sih terserah pada Kai nya, karena ia sudah dewasa jadi bisa memilih mana yang baik dan yang buruk dan jika sampai saat ini ia masih bersama mu Sehun, berarti kau baik untuknya." Ucap ibu Kai sambil tersenyum membuat Sehun ikut tersenyum.
"apa artinya boleh ?" ibu Kai mengangguk mantap membuat Sehun langsung memeluk ibu Kai sebentar lalu memeluk Jonghyun yang berada di belakangnya membuat Jonghyun berteriak malas.
"tapi boleh kah aku tahu pekerjaanmu ?" Tanya ibu Kai membuat Sehun menatap ibu Kai yang tengah menatapnya.
"aku bekerja di bagian perencanaan acara nyonya, di sebuah perusahaan yang lumayan besar di daerah Seoul." Ibu Kai mengangguk anggukan kepalanya.
"dan aku akan membawa kedua orangtua ku untuk bertemu dengamu, untuk melancarkan rencana ini."
"pintu rumahku selalu terbuka untukmu Sehun." Sehun tersenyum senang mendengar ucapan ibu Kai.
.
.
#####
.
.
"lalu apa yang harus ku siapkan lebih dulu ?" Kai mendongakkan kepalanya saat Sehun berucap tanpa menoleh kearahnya.
Mereka tengah berada di kamar Kai dengan laptop menyalah karena Kai sedang melihat tentang pekerjaan Sehun lalu Sehun sendiri, memegang ponselnya sambil mengetik apa saja yang akan ia lakukan.
Ucapan setuju dari ibu Kai masih terngiang di telinga Sehun membuat Sehun tak henti henti nya tersenyum.
"kau bertanya padaku ?" Sehun menoleh kearah Kai lalu menganggukan kepalanya.
"lalu aku bertanya pada siapa ?" Tanya Kai membuat Sehun mengerjap matanya, Sehun lupa jika ini yang pertama untuk Kai dan dirinya.
Tapi setidaknya Kai kan tahu apa yang Jonghyun lakukan setelah mengatakan akan melamar Kibum.
"Jonghyun hyung dulu melakukan apa ?" Kai membenarkan posisi duduknya menjadi tegak lalu menatap Sehun.
Kai mengernyitkan keningnya sebentar lalu menoleh kearah Sehun.
"seingatku, setelah ibuku menemui Kibum eonnie, setahun setelah itu mereka baru menikah."
"setahun ?" Kai menganggukan kepalanya mantap.
"haruskah kita menunggu sampai satu tahun ?" Tanya Sehun membuat Kai menolehkan kepalanya menatap Sehun.
"seperti nya iya Hun, Karena banyak yang belum kita siapkan.. termasuk biaya yeaah kau tahu menikah itu membutuhkan banyak biaya bukan hanya ribuan won saja." Sehun mengangguk anggukan kepalanya mantap, benar juga apa yang di katakan Kai.
Lalu apa kah dirinya sudah mempunyai biaya itu ? Sehun mengernyitkan keningnya, sepertinya tabungan nya sudah banyak terisi mengingat ia tidak pernah menggunakannya.
"aku punya tabungan Kai."
"aku juga punya tapi tidak banyak, karena sudah ku gunakan kemarin."
"kau membantu sedikit saja tak apa sayang." Kai menoleh kearah Sehun yang tersenyum sambil menatap ponselnya, sepertinya Sehun begitu senang dengan ucapan setuju dari ibunya.
Sebenarnya Kai juga senang hanya saja ada perasaan mengganjal hatinya, tapi Kai tidak mengerti apa yang membuat perasaan mengganjal itu.
"jadi ?" Sehun menoleh kearah Kai dan menatapnya lekat membuat Kai membulatkan matanya kaget.
"satu tahun dari sekarang, kau siap jadi nyonya Oh ?" Kai terkekeh sambil menatap Sehun yang berwajah serius.
"tidak, aku akan tetap jadi Nyonya Kim, Hun." Kai tertawa melihat perubahan wajah Sehun saat Kai mengatakan akan tetap menjadi Nyonya Kim ? Kai tidak ingin mengganti namanya atau tidak ingin menikah dengannya.
"kan nama ku sejak lahir Kim Kai, bukan Oh Kai." Sehun langsung menubruk Kai membuat Kai terjengkang kebelakang dan dengan posisi yang begitu berbahaya.
"jadi siap atau tidak ?" Tanya Sehun sambil menatap lekat Kai membuat Kai menelan ludahnya susah, sudah berkali kali di perlakukan manis tetap membuat Kai harus menelan ludahnya susah ketika harus bertatapan mata dengan mata tajam Sehun.
"Sehun, kau berat." Ucap Kai asal sambil mendorong pelan tubuh Sehun, membuat Sehun bangkit dan mendesah pelan.
"aku siap Tuan Oh." Sehun mengecup sekilas pipi Kai dan langsung beralih ke bibir Kai.
"aku mencintaimu."
"yeaah haruskah ku jawab setelah aku setuju dengan rencana pernikahan kita ?" Sehun terkekeh pelan dan kembali mengecup pelan pipi Kai.
"tidak perlu, karena aku sudah tahu jawabannya." Kai tersenyum dan langsung memeluk Sehun dengan erat.
Kai sama sekali tidak menyangka jika benang merahnya benar benar dengan Sehun, pertemuan tidak disengaja di diskotik tempatnya bekerja dulu dan dengan keadaan yang sangat memalukan menurutnya.
Tapi Sehun tetap menerimanya dengan tulus dan begitu mencintainya, Kai lah yang bodoh sempat meninggalkan kekasih tampannya tanpa kabar selama 3 tahun.
Dan Kai sama sekali tidak menyangka jika Sehun tetap menunggu nya dan tetap memaafkannya, Kai tersenyum sambil mengeratkan pelukannya.
"aku mengantuk sayang." Kai melepaskan pelukannya lalu menatap Sehun.
"yasudah kau istirahat saja."
"kau tidur denganku saja."
"tidak."
"ayolah."
"tidak."
"sayang."
"Sehun jangan macam macam ya, jika ibuku lihat keputusan setujunya akan di tarik dan jadi tidak setuju, kau mau ?"
"tidak."
"yasudah aku pergi, tidur lah yang nyenyak walaupun kamarku tidak sebagus kamarmu Hun." Kai mengecup pipi Sehun pelan lalu bangkit berdiri meninggalkan Sehun yang masih terduduk.
Sehun mematikan laptopnya lalu meletakannya di meja belajar Kai dan ia menaiki tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya.
Hari ini melelahkan dan Sehun yakin besok akan lebih melelahkan.
.
.
#####
.
.
"yang pergi belanja ke pasar tradisional Kai dan Sehun, aku dan Jonghyun ke supermarket, aku yakin jika kalian yang kesupermarket bukan melihat sayuran malah melihat pakaian bayi." Ucap Kibum sambil melengos membuat Kai menatap malas Kibum, sebenarnya yang sedang hamil dirinya atau Kibum ? kenapa jadi ke pakaian bayi ?
"baiklah Noona." Kai menoleh kearah Sehun yang sama sekali tidak menolak dan langsung mengiyakan begitu saja.
"tidak menolak ?"
"untuk apa ? menolak hanya mengulur waktu dan sarapan kita akan jadi makan siang sayang." Ucap Sehun membuat Kibum yang mendengar itu langsung mengacungkan ibu jarinya kearah HunKai.
"kalian sama saja ternyata." Ucap Kai kesal, pasalnya ini sudah terlalu siang jika harus kepasar tradisional dan Kai yakin jika sudah tidak ada sayuran segar disana.
"ingat kalian hanya ku bolehkan beli ayam dan daging, kuyakin jika kalian beli sayuran sudah tidak segar." Kai memicingkan matanya menatap Kibum, kalau begitu kenapa masih menyuruh dirinya ?
"ayo sayang, umma kasihan belum sarapan kan ?" Kibum menganggukan kepalanya sambil melirik ibu nya yang tengah di 'Sogok' roti pangang oleh Kibum.
Kai mendesah pelan lalu mengikuti langkah kaki Sehun yang menuntunnya keluar dapur rumahnya.
Mereka berjalan menuju halaman depan dan Sehun melirik Kai.
"pasar nya tidak terlalu jauh jangan menggunakan mobil, kita kesana menggunakan sepeda saja." Ucap Kai sambil menunjuk sepeda hitam dengan keranjang di depannya dan boncengan di belakangnya membuat Sehun menoleh kearah Kai.
"jangan katakan kau tidak bisa mengendarainya Hun." Sehun tersenyum lima jari membuat eyesmile nya sangat terlihat.
"bisa hanya saja itu sudah lama, saat aku sekolah dasar Kai."
"mau dicoba dulu ?" Tanya Kai membuat Sehun menghampiri Kai dan menggiring sepeda itu keluar halaman rumahnya, Sehun menaiki sepeda itu dan Kai memegangi di belakangnya.
"kayuh yang cepat jangan menoleh kebelakang, lihat lah lurus kedepan." Jelas Kai membuat Sehun menganggukan kepalanya mantap dan menelan ludahnya susah.
Ini adalah pengalam pertamanya setelah lulus dari sekolah, ia mengandarai sepeda saat masih tingkat 4 sekolah dasar dan itu hanya bertahan sampai satu tahun lalu setelah itu Sehun lebih sering di antar jemput oleh supir pribadi bayaran ibu dan ayahnya.
Kai mendorong pelan sepeda yang perlahan di kayuh Sehun, membatu Sehun menjaga keseimbangan sepeda nya.
"kayuh Sehun." Sehun terus mengayuhkan sepeda itu dengan cepat, ucapan Kai yang mengatakan kayuh dan jangan lihat kebelakang terngiang di telinga nya.
Sehun terus mengayuh sepeda itu dengan pelan dan perlahan, Kai yang berada di belakang sepeda Sehun perlahan melepas pegangannya dan membiarkan Sehun mengayuh sepeda nya sendiri.
Kai berloncat loncat senang saat Sehun berhasil mengendarai sepeda nya.
"Hunnie hebat." Sehun menghentikan kayuhan sepeda nya lalu menoleh kebelakang, memutar balik sepeda nya dan terhenti di sebelah Kai.
"hanya saja aku masih agak kaku sayang."
"tak apa, sebenarnya kau sudah bisa hanya tidak pernah di latih lagi." Kai tersenyum membuat Sehun tersenyum.
"ayo kita berangkat Nyonya Oh." Kai terkekeh saat Sehun memutar balik sepeda nya dan menaiki nya, Kai menaiki di boncengan belakangnya dan melingkarkan tangannya pada pinggang Sehun.
.
.
#####
.
.
"aku pulang." Teriak Kai dengan dua kantung belanjaan di tangannya dengan wajah tertekuk membuat Kibum yang menerima belanjaan Kai mengerutkan keningnya.
"bukan 'aku' sayang tapi kami."
"terserah kau Hun." Ucap Kai kesal sambil memasuki kamar mandi di sebelah dapurnya membuat Kibum menoleh kearah Sehun tengah mempoutkan bibirnya.
"ada apa ?" Sehun tersentak kaget lalu menoleh kearah Kibum lalu tersenyum.
"tidak ada apa apa Noona." Ucap Sehun sambil memasuki dapur dan disana sudah ada Jonghyun dan ibu Kai dengan celemek yang melekat ditubuh mereka.
Di dalam kamar mandi Kai meruntuki kenapa setuju dengan Sehun ikut kerumahnya, dan ia jadi kesal sendiri.
Bagaimana tidak kesal, acara belanja yang awalnya nyaman dan damai tiba tiba saja di ganggu oleh seorang gadis yang mengaku sebagai Mantan Kekasih Sehun dan bodohnya Sehun malah merespon baik lalu mengacuhkannya.
Bahkan Sehun tidak segan menggunakan ketampanannya hanya untuk di berikan potongan harga mengikuti saran dari gadis itu dan bagus nya Sehun tetap mengakui jika dirinya kekasih Sehun.
Tapi hati Kai yang terlanjur panas dan kesal jadi ingin cepat cepat sampai rumah dan menjauhkan Sehun dari gadis itu.
Hati Kai semakin kesal saat gadis itu dengan sangat mudahnya mengatakan 'akan tetap menunggumu' tepat di telinga Sehun dan di hadapannya, berbisik tapi mengingat mereka berada di pasar dan Kai masih mendengar jelas.
Dan jika mereka sedang tidak berada di tempat keramaian Kai yakin jika gadis itu semakin gencar mendekat kearah Sehun.
"ish Sehun bodoh."
"Kai !" Kai mendelik saat mendengar teriakan ibunya dari luar kamar mandi, menjawab teriakan nya yang mengumpat kekasihnya yang kelewat tampan.
"Kai kau baik baik saja kan ?" Kai dapat mendengar nada khawatir disana membuat Kai mendesah pelan.
"iya umma." Jawab Kai sambil berteriak lalu membuka pintu kamar mandi itu dan langsung mendapati ibunya dan Sehun berdiri di ambang pintu kamar mandi dengan wajah khawatir.
"kau kenapa sayang ?"
"tidak apa." Jawab Kai sambil berjalan mendekat kearah Kibum yang sedang memotong sayuran, Sehun mengernyitkan keningnya sambil menatap Kai, lalu mendesah pelan.
Ada apa lagi ini ?
.
.
#####
.
.
"itu mantan kekasihmu kan ?" Sehun mengerjap matanya saat tangannya tengah membantu Kibum menata makanan yang sudah mereka buat bersama tadi.
"memang tapi ada apa ?"
"tidak." Jawab Kai sambil berjalan keluar dapur dan diikuti tatapan heran dari Kibum dan Jonghyun.
"kalian bertengkar ?" Sehun langsung menoleh kearah Jonghyun dan menggelengkan kepalanya.
"tidak hyung, kami baik baik saja tapi aku tidak tahu Kai kenapa ?" ucap Sehun sambil menoleh kearah Kai yang muncul bersama ibunya di dapur.
Mereka langsung mengambil posisi duduk.
Ibu Kai di ujung sebelah kiri Kai lalu sebelah kanannya Kibum dan di sebelah Kibum Jonghyun lalu Sehun duduk di sebelah Kai walaupun Sehun akui hawa mencekam terasa jelas disana.
Sarapan menjelang siang pun di mulai tidak ada percakapan disana membuat Kibum yang terkenal cerewet itu mulai gerah dengan suasana itu.
"umma, nanti umma ke toko bunga tidak ?" Tanya Kibum membuat semua mata langsung tertuju padanya.
"iya, kenapa kau ingin ikut ?" Kibum sontak langsung menganggukan kepalanya mantap sambil tersenyum.
"oia, aku ada janji dengan teman sekolahku dulu, tadi nya aku ingin mengajakmu baby tapi karena kau ingin ikut umma jadi aku sendiri. Tak apa kan ?" Kibum sontak langsung menoleh kearah Jonghyun lalu tersenyum hangat.
"tak apa." Kai dan Sehun yang memang tidak ada pembicaraan yang harus mereka bicarakan memilihi memakan makanan mereka dengan tenang dan tidak bersuara.
Mungkin Kai tidak ingin membahasnya tapi berbeda dengan Sehun, Sehun ingin sekali bertanya ada apa dengan Kai, mengingat Kai selalu cerewet jika berada di meja makan, tapi kali ini ia terlihat diam.
Sehun menelan nasi di dalam mulutnya lalu menghela nafasnya pelan dan mendekatkan wajahnya pada telinga Kai.
"maaf jika aku punya salah, aku tidak bisa di abaikan oleh mu Kai." Kai sontak langsung menoleh dan wajah mereka hanya berjarak beberapa centi membuat Kibum hampir memekik.
"aku tidak mengabaikanmu."
"tapi kau mengabaikanku."
"aku sudah selesai." Ucap Kai setelah bertatapan mata dengan Sehun, Kai bangkit dari posisinya dan membawa piringnya sendiri ke washtafel dan berjalan keluar dapur memasuki kamar ibunya.
"kalian sedang bertengkar ?" Sehun menatap ibu Kai lalu menggelengkan kepalanya, Sehun rasa tidak ada hal yang aneh terjadi hingga membuat Kai marah tapi kenapa Kai terlihat marah.
"ini cobaan sebelum pernikahan Hun." Ucap Kibum membuat Sehun meringis pelan, cobaan ? baru permulaan ya jika permulaan Kai sudah mengabaikannya bagaimana bagian tengahnya ?
Sehun dibuat merinding dengan pemikirannya sendiri.
"aku menyusul Kai dulu."
"makananmu ?"
"sudah selesai umma, terimakasih." Sehun langsung berlari meninggalkan dapur dan mencari keberadaan Kai.
Sehun yakin jika Kai berada di kamar ibunya, mengingat semua barang barang pribadinya sudah berada disana.
"Kai-ya." Sehun mengetuk pintu kamar itu pelan tapi tidak ada jawaban dari dalam sana membuat Sehun mendesah pelan.
"sayang."
Tetap hening, tidak ada respon sama sekali membuat Sehun semakin mendesah pelan, ia harus bertanya apa yang terjadi dengan Kai.
Mencoba memutar kenop pintu kamar itu dan berhasil ternyata tidak terkunci, Sehun membuka lebar dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari mata Kai.
Kaki Sehun melangkah mendekat kearah Kai yang tengah terduduk di samping ranjangnya.
"Kai ada apa ?"
"tidak ada apa apa Sehun." Jawab Kai cepat membuat Sehun mengigit bibirnya.
"ikut aku, ada yang ingin aku perlihatkan padamu." Ucap Sehun sambil menarik Kai bangun dan membawanya memasuki kamar nya sendiri, menutup pintu dan menarik Kai untuk duduk di ranjangnya.
Sehun mengambil laptopnya dan menyala kannya di pangkuannya, Kai melirik sekilas Sehun yang tengah sibuk pada laptop nya seperti sedang mencari sesuatu.
"lihat ini." Mata Kai membulat dan melirik Sehun tajam, tapi Sehun memasang wajah tenang membuat Kai ingin memukul Sehun.
"mantan kekasihmu ?"
"iya."
"lalu apa masalahnya denganku ?" Sehun terkekeh pelan melihat reaksi Kai, Kai tengah di bakar cemburu mungkin, mengingat tadi mereka tidak sengaja bertemu dengan 'Mantan Kekasih' nya.
"kau marah karena kita bertemu dengannya kan ?" Kai melengos kearah lain membuat Sehun tersenyum.
"tidak juga."
"sayang, dengar." Sehun menarik Kai untuk merubah posisi duduk menjadi berhadapan dengannya, "aku sudah milikmu, sepenuhnya jadi jangan seperti ini, aku tahu cemburu memang tanda sayang, tapi sungguh di hati ku tidak ada orang lain selain kau."
Kai menatap lekat Sehun yang tengah tersenyum hangat, membuat Kai mendesah pelan, bayang bayang saat Sehun menawar harga dengan memberikan fotonya sendiri pada anak dari penjual daging terngiang di otaknya.
"kenapa malah mendesah ?"
"kau menyebalkan Hun." Ucap Kai sambil menoyor pelan kepala Sehun membuat Sehun meringis dan mengelus kepalanya pelan.
"aku menyebalkan ? menyebalkan apa nya ?"
"kau menawar harga dengan fotomu ? kau fikir kau tampan ?" ucap Kai sambil membulatkan matanya membuat Sehun bergidik ngeri, jadi ada 2 permasalahan nya.
Sehun terkekeh melihat tingkah Kai, Sehun meletakan laptopnya lalu memeluk Kai erat.
"sayang kau tahu, itu foto Luhan hyung bukan fotoku." Kai langsung melepaskan pelukannya dan menatap garang Sehun, tega sekali Sehun menjual foto Luhan demi potongan harga 60%.
"kau gila ya Hun."
"aku gila karena dirimu sayang, kan lumayan potongan harga daging sampai 60%." Kai menepuk puncak kepalanya, ia sama sekali tidak terfikirkan jika foto itu foto Luhan bukan foto Sehun.
"tapi tidak seperti itu juga SEHUN !" Kai menekan kata Sehun membuat Sehun mendelik kaget, lalu tersenyum.
Rasanya Sehun hampir gila di abaikan oleh Kai dan Sehun benar benar tidak ingin kehilangan Kai lagi, cukup 3 tahun lalu dan Sehun bertekad akan membahagiakan Kai juga keluarganya.
.
.
TBC
