Tittle : Diskotik

Cast :

Oh Sehun

Kim Kai (GS)

Etc Other cast

Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.

Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.

Don't like Don't read

NO SIDER, No Bash.

Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.

Happy

.

.

Reading XD

.

.

"aku harus pulang." ucap Sehun sambil memegang ponselnya, lalu melirik Kai yang sedang memainkan laptopnya.

"sekarang ?" Sehun menganggukan kepalanya membuat Kai melirik jam yang bertengger manis di dinding kamarnya.

"Kris hyung mengatakan ada proyek besar dan aku harus ada disana." Kai menganggukan kepalanya lalu menatap Sehun yang tengah menatap ponselnya, Sehun sedang membalas pesan Kris sambil mempoutkan bibirnya.

waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan Sehun mengatakan harus pulang ? perjalanan Pohang Seoul membutuhkan waktu berjam jam bukan hanya 15 menit.

dan Sehun mengatakan ingin pulang ? bisa di pastikan ia akan tiba di Seoul tengah malam.

"tidak besok saja ?" usul Kai dan langsung membuat Sehun menoleh kearah Kai, Kai menatap Sehun membuat Sehun berfikir keras.

"kami juga pulang besok, tapi kalau kau tetap ingin pulang sekarang aku tidak bisa memaksamu Hun." jelas Kai membuat Sehun berfikir sebentar lalu tersenyum, sebenarnya Lusa pertemuan baru akan di adakan jadi Sehun bisa pulang esok harinya.

"baiklah, besok kita pulang bersama ya sayang." Kai terkekeh mendengar Sehun mengucapkan kata sayang dengan aegyo nya.

"hentikan aegyomu Hun, menjijikan."

"menjijikan pun kau tetap suka." Kai terkekeh sambil mengeleng gelengkan kepalanya membuat Sehun mengecup sekilas pipi Kai.

"sudah malam, aku kembali ke kamar ya Hun." Sehun menganggukan kepalanya lalu menunjuk bibirnya membuat Kai mengernyitkan kening heran, apa yang Sehun minta ?

"cium sebelum tidur ku mana sayang." Kai kembali menggelengkan kepalanya lalu mendekatkan wajahnya kearah Sehun dan mengecup kening Sehun, lalu beralih ke kelopak mata Sehun, hidung mancung Sehun dan langsung mengecup singkat bibir Sehun.

sebelum Sehun menekan tengkuknya Kai langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Sehun membuat Sehun membuka matanya dan mendesah pelan.

"tidak terasa sayang." ucap Sehun sambil mempoutkan bibirnya, membuat Kai mengepalkan tangannya.

"sini aku pukul biar terasa." Sehun mendelik lalu menggelengkan kepalanya dan Kai terkekeh pelan.

"selamat tidur Sehun."

"selamat tidur sayang."

.

.

#####

.

.

"aku tidak mau kembali." Jonghyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil meringis melihat tingkah Kibum yang di luar rencananya, harusnya hari ini mereka akan kembali ke Seoul mengingat Kai, Sehun dan dirinya hanya merencanakan pulang sebentar bukan pulang lama.

terlebih Sehun hanya izin sakit jadi bisa di pastikan ia harus sudah masuk karena Sehun sudah terlihat sehat.

"eonnie, ayolah jangan begini." rengek Kai pada Kibum yang masih setia memeluk ibu Kai, membuat sang ibu terkekeh pelan dan Kai mendengus kesal.

"aku tidak mau pulang, titik !" teriak Kibum sambil bersembunyi di balik badan ibu Kai walaupun tetap terlihat karena tinggi Kibum melebihi tinggi ibu Kai.

"Eonnie !" teriak Kai membuat Sehun dan Jonghyun langsung menatap Kai yang sedang menghela nafasnya pelan, tidak seperti biasanya Kai membentak Kibum walaupun mereka sering bertengkar.

"Kai-ya sudah lah." ucap Jonghyun sambil menghela nafasnya lalu menatap Kibum yang masih bersembunyi di balik badan ibunya.

"Baiklah jika kau memaksa untuk tinggal tapi kami harus meninggalkan mu disini Bummie." Kibum sontak langsung menatap sang suami dan mendapatkan pancaran lelah karena perjalanan yang akan mereka tempuh memang panjang dan jangan di buat lelah dengan tingkah Kibum yang berlebihan, begitulah yang Kibum lihat.

"aku tidak mau sendirian Jongie, kau harus tinggal disini, aku masih merindukan umma." ucap Kibum sambil memeluk ibu Kai dari belakang membuat Jonghyun mendesah pelan sambil mengusap wajahnya kasar.

"oppa, Sehun harus kembali bekerja sekarang jadi cepatlah." ucap Kai membuat Jonghyun semakin mendesah pelan, ia tidak tahu jika liburan yang rencananya hanya untuk menengok sang ibu harus berujung seperti ini.

"maaf Bummie aku harus kembali ke Seoul, restaurant kita tidak ada yang menjaga."

"kau meninggalkanku ?"

"Bummie tenanglah, biarkan Jongie pulang jika kau merindukannya katakan padanya jadi ia bisa menjemputmu disini." Kibum menatap ibu Kai yang tersenyum hangat membuat Kibum ikut tersenyum.

"baiklah." Jonghyun dan Kai ikut tersenyum lalu menghampiri Kibum dan memeluk erat tubuh kurus Kibum.

"jaga dirimu baik baik ya sayang, aku mencintaimu dan mencintai baby kita." ucap Jonghyun membuat Kai menatapnya malas, tidak ingatkah mereka jika disini masih ada Kai dan Sehun.

Kai melirik Sehun yang tersenyum membuat Kai mengernyitkan keningnya heran.

"ada apa denganmu Hun ?" Sehun menoleh lalu tersenyum hangat membuat Kai menaikan sebelah alisnya heran.

"jika aku berada di posisi Jonghyun hyung dan kau berada di posisi Kibum Noona, aku akan tetap berada disini melihat perkembangan bayi ku dan kesehatan dirimu." Kai tersenyum mendengarkan ucapan Sehun yang sebenarnya sederhana tapi sukses membuat nya tersenyum bahagia.

Kai sama sekali tidak menyangka jika Sehun sudah berfikiran sampai sejauh itu.

"sayangnya itu bukan kita Hun." Sehun terkekeh membuat eyesmile nya begiu terlihat dan ikut tersenyum, boleh kah Kai merasa bangga memiliki Sehun ? pria tampan, baik hati, bisa memikirkan masa depan dan masih tetap polos, di mata Kai sepenuhnya mencintai Kai.

"aku hanya memikirkan jika itu kita sayang." Kai tersenyum menatap Sehun yang tersenyum, sebenarnya pagi ini Sehun harus kembali ke kantor mengingat semalam Kris sudah meminta Sehun untuk masuk tapi rasanya Sehun harus menunda itu karena jam 7 pagi pun ia masih berada di Pohang.

dirumah kekasihnya yang semakin hari semakin mempesona.

.

.

#####

.

.

"aku pulang." teriak Sehun saat berhasil membawa dirinya masuk kedalam rumah dan matanya membulat melihat Kris dan Chanyeol yang duduk di ruang tamu.

"hyung ?" lirih Sehun pelan sambil menelan ludahnya susah, kenapa juga ia harus meminta izin pada mereka dengan alasan sakit ? kan mereka jadi menjenguk dirumah padahal ia habis dari Pohang.

"kau bilang kau sakit."

"memang." jawab Sehun setelah pertanyaan tajam Kris langsung melucur dengan tajamnya terlebih wajah datar tanpa senyuman sukses tercetak disana.

"lalu habis darimana ?" kali ini Chanyeol yang bertanya membuat Sehun menelan ludahnya lagi, mungkin jika ia tidak membawa dua tas besar ia bisa beralibi jalan jalan tapi sekarang ?

ia membawa dua tas besar yang berisi barang barangnya dan oleh oleh yang sengaja ia beli untuk ibunya dirumah.

"kau habis dari pohang kan Hun ?" Sehun mendongakkan kepalanya lalu terkekeh pelan membuat Kris dan Chanyeol mendesah pelan, di kantor mereka berdua sempat merasa jahat karena tidak menjenguk magnae kesayangan mereka yang sedang sakit tapi nyatanya Sehun malah pergi bermain dengan kekasihnya.

"aku bawa oleh oleh loh hyung." ucap Sehun sambil terkekeh membuat Kris dan Chanyeol memasang wajah malas.

"aku sempat berfikir aku jahat karena tidak menjengukmu tapi nyatanya kau malah bersenang senang dengan Kai ?" Sehun tertawa ringan dan meletakan tas yang berisi oleh oleh lalu meletakannya di hadapan Chanyeol dan Kris.

"nah kalian pilih saja kalian mau yang mana ? aku mau ke kamar dulu hyung." ucap Sehun sambil bersiap pergi menuju kamarnya dan kembali menoleh kearah Chanyeol saat tangannya merasa di tahan oleh sebuah tangan kekar.

"kau sudah lebih baik Hun ?" Sehun tersenyum lalu menganggukan kepalanya senang.

"calon ibu mertua ku membantu Kai, merawatku dengan baik hyung jadi aku lebih cepat sembuh." jawab Sehun membuat Kris menggelengkan kepalanya pelan, kenapa tingkah Sehun jadi aneh ?

"aish berlebihan kau."

"aku berhasil melamar Kai hyung jadi ibu Kai adalah ibu mertua ku." Kris yang sedang mencicipi oleh oleh dari Sehun hampir tersedak jika saja ia tidak benar untuk menelan makanan itu.

"benarkah ?"

"yaa, sekarang aku sedang berusaha menyiapkan semuanya dan membawa orangtuaku kerumah Kai." jelas Sehun sambil tersenyum senyum sendiri, Kris dan Chanyeol mengangguk anggukan kepalanya pantas saja Sehun terlihat aneh dan bahagia, nyatanya rencana ingin meminang Kai sudah terwujud.

Chanyeol dan Kris sama sekali tidak menyangka jika Sehun benar benar menemukan jodohnya di tempat perayaan keberhasilan proyek mereka kala itu.

Chanyeol dan Kris ikut bahagia melihat magnae kesayangan mereka bahagia.

.

.

#####

.

.

Kai langsung membanting tubuhnya ke kasur empuknya dan meregangkan tangannya, perjalanan jauhnya benar benar melelahkan, setelah Sehun mengantarnya Sehun langsung pulang.

mata nya menatap langit langit kamarnya, mengingat semua yang Sehun katakan dan lakukan untuknya, Kai jadi senang sendiri.

Sehun begitu mencintainya dan Kai sangat mencintai Sehun juga, Kai merasa bodoh pernah meninggalkan Sehun kala itu.

"Kai-ya, istirahatlah besok kau akan mulai bekerja kan ?" Kai menoleh kearah luar kamarnya dan mendapati Jonghyun yang menyembulkan kepalanya sambil tersenyum, Kai menganggukan kepalanya membuat Jonghyun tersenyum.

"oppa." Jonghyun kembali menoleh dan Kai mulai bangkit dari posisi tidurnya menjadi duduk membuat Jonghyun mengernyitkan keningnya, ada apa dengan adiknya ?

"ada apa ?"

"aku ingin bertanya ?" ucap Kai membuat Jonghyun memasuki kamar Kai dan duduk di single bed Kai dan menatap lekat adik perempuannya itu.

"bertanya lah sebelum bertanya itu di larang." Kai terkekeh mendengar ucapan Jonghyun membuat Jonghyun ikut terkekeh ringan.

"apa saja yang kau dan Kibum eonnie siapkan sebelum pernikahan ?" Jonghyun memiringkan kepalanya menatap wajah resah Kai yang tercetak jelas disana.

"kau benar benar akan menikah dengan Sehun ?" Kai menggaruk kepalanya pelan menatap Jonghyun yang menatapnya lekat.

"tidak boleh kah ?" Jonghyun menaikan sebelah alisnya lalu tersenyum.

"bukannya tidak boleh adik manis, hanya saja aku merasa kalian masih terlalu kaku dalam sebuah hubungan." Kai mengigit bibir bawahnya resah, kaku dalam sebuah hubungan ? Kai merasa juga begitu hanya saja embel 3 tahun di hubungan mereka membuat mereka harus segera menikah.

Usia mereka bukan lagi usia di bawah umur dan Kai yakin usia mereka sudah matang untuk berumah tangga, terlebih rencana itu di lancarkan langsung oleh Sehun sendiri.

"kami baru bertemu beberapa minggu lalu setelah berpisah selama 3 tahun oppa, wajar jika masih kaku." Jelas Kai membuat Jonghyun mengangguk anggukan kepalanya.

Jonghyun paham kalau masalah itu, Kai meninggalkan Sehun hanya untuk memperbaiki diri nya yang terlihat buruk.

Sehun bekerja kantoran dan lulusan sarjana sedangkan Kai hanya lulusan Senior High School, Jonghyun mengerti betapa beratnya menjalin hubungan dengan keluarga yang mempunyai derajat yang berbeda jauh dengan keluarga nya.

Tapi yang Jonghyun salut kan adalah Sehun masih tetap mencintai adiknya yang bodoh ini dengan tulus bahkan berencana akan menikahi Kai.

Sehun adalah tipe pria langka dan Jonghyun akui jika dirinya berada dalam posisi Sehun, ia tidak akan meminta Kai kembali walaupun ia sangat mencintai Kai.

"kau ingin memberitahu ku atau tidak sih ?" Jonghyun yang sedang melamun pun langsung menatap Kai yang mempoutkan bibirnya kesal, kadang kala Jonghyun memang menyebalkan.

Tapi semenyebalkannya Jonghyun, Kai masih sangat menyayangi Jonghyun karena Jonghyun yang menggantikan posisi ayahnya.

"pertama tama itu, suruh Sehun untuk membawa ayah ibunya untuk menemui umma di pohang, setelah itu kalian tentukan mau tunangan atau langsung menikah, jika langsung menikah tentukan tanggal baik nya, minta pendapat orangtua Sehun dan umma." Kai mengangguk anggukan kepalanya mengerti dengan penjelasan Sehun.

"menikah itu tidak mudah, karena menyatukan 2 karakter berbeda dan 2 keluarga yang mempunyai adat berbeda juga." Kai mengangguk anggukan kepalanya mendengar penjelasan Jonghyun.

"umma, aku dan Kibum sudah menerima Sehun sebagai keluarga dan aku yakin keluarga Sehun pun begitu padamu, jadi tinggal bagaimana kalian yang mengatur pernikahan kalian nanti." Kai kembali mengangguk anggukan kepalanya paham sambil tersenyum.

"terimakasih oppa." Jonghyun ikut tersenyum lalu mengusak rambut panjang Kai yang tergerai.

"sekarang kau istirahat, perjalan kita tadi lumayan menghabiskan banyak energi besok kau harus kembali bekerja kan ?"

"nde."

"tidur nyenyak dan jangan lupa berdoa."

"siap." Jonghyun terkekeh lalu keluar kamar Kai dan menutupnya, Kai langsung menarik selimutnya hingga menutupi dada dan memeluk guling nya erat.

Semoga semua rencana yang Sehun dan ia rencanakan berjalan dengan lancar.

.

.

#####

.

.

Sehun menyembulkan kepalanya kedalam ruangan yang berisi Kai dan teman temannya, siang ini Sehun kembali mengunjungi Kai di kantornya tanpa memberitahu Kai lebih dulu.

Jam makan siang sudah lewat 10 menit dan Kai tidak juga keluar ruangannya membuat Sehun harus menunggu di ruang tunggu dengan gelisah.

"kau kekasih Kai kan ?" Sehun yang sedang memainkan ponselnya mendongakkan kepalanya menatap wanita muda berparas cantik yang tersenyum padanya.

"iya."

"Kai mungkin akan istirahat di tempatnya, karena cuti panjang kemarin pekerjaan Kai menumpuk walaupun aku sudah mengerjakannya sebagian." Sehun mengangguk anggukan kepalanya paham.

"bolehkan aku menemuinya di meja kerjanya ?" wanita muda itu melirik kebelakangnya dan tersenyum.

"jelas boleh, ini kan jam istirahat." Sehun mengangguk anggukan kepalanya lalu tersenyum senang, kebetulan ia membawa bekal dari ibunya jadi bisa di pastikan kalau makan di ruang kerja Kai pun tidak masalah.

"baiklah aku pergi dulu." Sehun membungkukan badannya membalas salam dari teman Kai itu lalu menatap Kai yang tengah meregangkan tubuhnya.

Di lihat dari jauh pun Kai tetap cantik, Sehun menghampiri ruangan yang berisi 10 karyawan itu dan karena jam makan siang hanya tersisa 5 karyawan termasuk Kai, Kai tengah memejamkan matanya dan membuat Sehun tersneyum.

Sepertinya Kai benar benar lelah, Sehun tidak menyangka jika Kai langsung masuk kerja hari selanjutnya setelah tiba dirumah, walaupun Sehun juga seperti itu tapi pekerjaan Sehun tidak lah terlalu berat.

Sehun menghampiri meja Kai dan sukses membuat para karyawan wanita yang tersisa memekik pelan melihat Sehun muncul dengan kemeja putih dengan lengan yang di gulung sebatas siku.

Sehun terlihat tampan.

"sayang." Kai langsung mendongakkan kepalanya menatap Sehun yang tersenyum sambil melambaikan tangannya.

"apa yang kau lakukan disini eum ?"

"ingin mengajakmu makan siang, tapi sepertinya kau tidak berniat keluar." Kai langsung menarik kursi yang berada di belakangnya dan meletakan di sampingnya meminta Sehun untuk duduk disampingnya.

"pekerjaan ku belum selesai Hun." Sehun mengangguk anggukan kepalanya sambil tersenyum lalu mengeluarkan kotak makan berwarna biru dan meletakannya di hadapan Kai.

"bekalmu ?"

"bukan ini bekal kita, umma menyiapkan satu tempat untuk dua orang." Sehun membuka bekal itu membuat Kai membulatkan bibirnya dan menelan ludahnya.

Ia memang sudah lapar hanya saja pekerjaannya membuat ia jadi tidak bisa keluar untuk membeli makan yang layak untuk mengganjal perutnya, beruntung Sehun muncul disaat yang tepat.

"kau sambil bekerjaa saja biar aku yang menyuapi mu." Ucap Sehun sambil tersenyum membuat Kai ikut tersenyum.

Sehun memegang bekal makannya dengan sumpit di tangannya dan Kai kembali fokus pada layar komputernya yang menampilkan barisan barisan tulisan yang sudah ia susun selama jam kerjanya tadi.

"buka mulutmu sayang." Kai menghentikan jemarinya dan menoleh kearah Sehun yang sudah bersiap menyuapkan nasi dan lauknya kedalam mulut Kai.

"terimakasih Hun." Sehun tersenyum saat Kai menggumamkan kata terimakasih saat mulutnya penuh nasi dan lauk.

"harusnya aku yang berterimakasih, kau masih mau mempercayakan hatimu padaku Kai." Kai terkekeh sambil menutupi mulutnya yang masih penuh nasi dan membuat Sehun ikut tersenyum.

"kau juga makan, jangan hanya aku saja yang makan." Sehun menganggukan kepalanya lalu menyuapkan nasi kedalam mulutnya sendiri.

"masakan umma enak Hun."

"kau akan merasakannya setiap hari, nanti sayang." Sehun mengerak gerakan alisnya menggoda Kai membuat Kai terkekeh pelan.

"tidak ada rencana tinggal diluar ?" tanya Kai setelah berhasil menelan nasi dan lauk di dalam mulutnya.

"ada hanya saja umma melarang, Luhan hyung saja di paksa tinggal dirumah bagaimana denganku ?" Kai mempoutkan bibirnya mendengar penjelasan Sehun.

Walaupun pembincaraan random yang mereka bicarakan tapi tidak pernah jauh dari hubungan masa depan mereka, seperti saat ini.

Ucapan singkat Sehun tentang masakan ibunya langsung di jawab Kai yang mengerti maksud dari ucapan Sehun.

"aku malah ingin tinggal bersama umma di pohang ?" Sehun mengerjap matanya menatap Kai yang tengah mempoutkan bibirnya.

"pekerjaan kita ?" Kai mengedikan bahunya bingung, jika di pikir pikir ibunya sudah tua dan Kai tidak ingin di sebut anak tidak bertanggung jawab jika meninggalkan ibunya sendirian dirumah nya sedangkan dirinya tinggal di rumah Sehun.

"begini saja sayang, kita tinggal dirumah milik kita lalu ajak ibumu, seperti Jonghyun hyung dan Kibum Noona." Kai menatap lekat Sehun yang tersenyum hangat padanya.

"sudah jangan bersedih, aku tahu kau belum bisa memenuhi semua keinginan ibumu jadi aku bantu mewujudkannya ya." Kai langsung memutar kursi kerjanya dan memeluk Sehun yang tidak siap dan hampir terjengkang kebelakang.

"terima kasih Hun." Ucap Kai sambil memeluk Sehun erat dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Sehun.

"iya sayang."

"aku mencintaimu Hun."

"aku lebih mencintaimu Kai."

.

.

TBC !