Tittle : Diskotik
Cast :
Oh Sehun
Kim Kai (GS)
Etc Other cast
Warning : GS, HunKai, typo merajalela, cerita ga jelas, alur berantakan.
Disclaimer : Cast disini milik orangtua, keluarga dan agency mereka, hwa Cuma pinjem nama mereka buat di nistain ajah.
Don't like Don't read
NO SIDER, No Bash.
Jika ga suka sama cerita ini tinggal mengklik close pada computer kalian.
Happy
.
.
Reading XD
.
.
Sehun menatap layar ponselnya gelisah, ini hari kedua Kai tidak ada kabar nya sama sekali, entah Sehun bingung hanrus memulai darimana mencari kabar Kai ? dari kantornya kah ? restaurant milik Jonghyun kah ? atau malah rumahnya ? karena Kai tidak pernah seperti ini sebelumnya.
Lain ceritanya saat Kai mninggalkannya 3 tahun lalu, itu mimpi buruk yang menjadi kenyataan untuk Sehun, bahkan Sehun ingin lupa ingatan tentang masa lalu itu.
'Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan'
"yaaak ! menyebalkan sekali." Dua pasang mata langsung melirik kearah Sehun yang membanting ponsel tak bersalahnya ke meja kerja nya.
"kau kenapa sih Hun ? sejak pagi gelisah tidak jelas seperti itu ?" Tanya Kris sambil menatap Sehun yang sudah menjambak rambutnya sendiri dengan kesal.
"Kai tidak ada kabarnya, Hyung ! sudah 2 hari." Sehun langsung memejamkan matanya erat, baying baying 3 tahun lalu langsung terbayang di benaknya, membuat Sehun langsung sesak nafas ingin menangis.
"lebih baik kau datangi rumahnya." Sehun langsung menoleh kearah Chanyeol yang sedang membuat pola dengan penggarisnya.
"aku takut." Gumam Sehun sambil mengigit bibir bawahnya, membuat Kris dan Chanyeol saling memandang dengan pandangan iba, mereka tahu apa yang Sehun takutkan.
Terlebih sekarang posisi Sehun hamper sama seperti Sehun beberapa tahun yang lalu, tidak mendapatkan kabar dari Kai dan saat berkunjung ke apartement Kai, ia malah mendapati rumah itu sudah kembali di sewakan.
"lalu kau mau seperti ini saja ?" Tanya Kris membuat Sehun menggelengkan kepalanya lemas sambil menggenggam ponsel cerdasnya itu dengan erat.
"tidak."
"kalau begitu bagaimana jika aku dan Chanyeol menemanimu ?" Sehun dan Chanyeol langsung menoleh kearah Kris yang tersenyum lebar membuat Sehun mengerjap matanya, ia tidak tahu jika Kris punya senyum sama bersinarnya dengan senyum Chanyeol.
"aku in - "
"aku tidak terima penolakan." Terdengar decakan tidak terima yang kluar dari bibir Chanyeol membuat Sehun terkekeh, ia tidak menyangka jika keduanya masih sama seperti itu, hanya status mereka yang berubah, dari lajang menjadi menikah.
"Terima Kasih hyung."
.
.
#####
.
.
Sehun melirik jendela yang tirainya terbuka dengan takut takut, rumah Kai terasa kosong dan dingin.
Bahkan mobil Jonghyun tidak ada, bisa di pastikan diruamhnya tidak ada siapapun, lalu Kai kemana ?
Mata Sehun membulau seram membuat Kris dan Chanyeol yang berada di dalam mobil mendecak sebal, pasalnya mereka sudah menunggu hampir setengah jam dan Sehun belum berpindah dari tempat awalnya.
"ketuk pintunya atau tekan bel nya untuk memastikan ada orang atau tidak dirumahnya." Sehun mendelik kaget lalu menoleh kearah Chanyeol yang berteriak kencang.
"iya hyung, iya."
Ting Tong
Sehun menekan bel rumah Kai dengan gelisah.
Ting Tong
Sehun kembali menekan bel itu dengan kesal, karena belum ada tanda tanda manusia yang akan membukakan pintu rumah itu.
Ia benar benar takut jika Kai kembali meninggalkannya lagi untuk kedua kalinya, jika itu benar benar terjadi lebih baik Sehun bunuh diri dengan cara menenggak obat nyamuk cair rasa lemon saja.
"siapa ?" Sehun tersadar saat suara serak menyapa indera pendengarannya.
"Kai ? kau kah itu ?" Sehun langsung melongok jendela sebelahnya, mata Sehun membulat melihat Kai muncul dengan baju hangat tangan panjang, tak lupa celana training membungkus kaki jenjangnya.
Cklek
Pintu rumah Kai terbuka dan Sehun langsung menempelkan telapak tangannya pada kening Kai dan mata Sehun membulat merasakan hawa panas tubuh Kai melebihi water tank di pantry kantornya.
"aku demam Hun, maaf tidak mengabarimu." Sehun langsung menangkup kedua pipi Kai dan menatap Kai dengan pandangan sedih.
"kau sudah kedokter ?" Kai menggelengkan kepalanya.
"kenapa ?"
"aku benci dokter asal kau tahu saja." Sehun mencubit pelan pipi Kai dengan gemas, bagaimana bisa kekasihnya mengatakan benci dokter ? bahkan Sehun ingat betul saat Kai memaksanya meminum obat yang pahit di saat lidahnya pahit.
Tin Tin
Kai melongok belakang Sehun dan Sehun melirik belakangnya, menatap Kris yang sudah kluar dari mobil dan Chanyeol yang sudah mendecak sebal, sampai kapan ia harus duduk manis di dalam mobil ?
"kau membawa teman Hun ?" Tanya Kai sambil menatap Sehun yang menatap balik Kai dengan pandangan sedih.
"mereka menawarkan diri untuk mengantar ku, sayang." Kai mengangguk anggukan kepalanya paham.
"kalau begitu suruh mereka masuk hun." Sehun menganggukan kepalanya mengerti sambil mengelus pipi Kai yang hangat.
Kai tersenyum manis sambil menuju dapurnya, ia butuh sesuatu yang hangat karena ia merasa tubuhnya dingin bahkan sangat dingin.
Sehun membalik tubuhnya lalu menghampiri Kris yang sedang berdebat dengan Chanyeol.
"bertaruh kalau Sehun akan menginap disini nanti." Sehun menaikan sebelah alisnya menatap punggung Kris yang bertolak pinggang di hadapan Chanyeol yang masih berada di dalam mobil.
"kalian sedang apa sih ?" Kris mendelik kaget lalu menoleh menatap Sehun yang berada di hadapannya.
"ayo masuk, mobilmu biarkan saja di luar, disini termasuk komplek aman hyung." Ucap Sehun dan langsung kembali memasuki rumah Kai yang sudah terbuka lebar.
Chanyeol keluar mobilnya tak lupa meaikan semua kaca mobil yang turun, Kris dan Chanyeol langsung melangkah mengikuti langkah kaki Sehun yang sudah menghilang di dalam rumah.
Chanyeol dan Kris memasuki rumah itu dengan takut takut.
"selamat datang." Chanyeol dan Kris mendelik kaget melihat wanita berkulit tan dengan wajah pucat menyapa mereka dengan senyuman.
"silahkan duduk, maaf Sehun merepotkan kalian." Kai meletakan nampan berisi minuman hangat di meja dan mempersilahkan Chanyeol dan Kris yang masih terdiam mematung di depan pintu.
Kai kembali memasuki dapur saat Sehun muncul dari dapur dengan makanan ringan yang Kai siapkan di dapur.
"mau kemana lagi ?"
"minumku masih ada di dapur Hun." Sehun mendecak dan langsung menarik Kai untuk duduk di sofa yang sudah di duduki oleh Kris dan Chanyeol.
"tunggu sini dan jangan kemana pun." Kai mempoutkan bibirnya sebal menatap Sehun yang sudah berjalan menuju dapur Kai.
"kau si Tan ?" Kai yang sedang melirik Sehun yang berjalan kearah dapurnya langsung menoleh kearah Chanyeol yang menatapnya lekat.
Kris yang mendengar itupun langsung menoleh kearah Chanyeol dengan tatapan bingung.
"Tan ?" Chanyeol langsung menoleh kearah Kris dan menganggukan kepalanya kaku.
Kris membulatkan matanya saat bayang bayang pertama kalinya membawa Sehun ke diskotik dan sukses membuatnya terus menerus ingin mendatangi diskotik itu.
Bayang bayang Tan yang menggodanya membuat pipi Kris memerah menahan malu, ia malu pada dirinya sendiri.
Kris tidak menyangka jika Kai yang selama ini menjadi kekasih Sehun adalah Si Tan, Si Tan wanita penghibur diskotik yang telah membuatnya menuntaskan hasrat nya sendirian di kamar mandi diskotik.
Astagah ! mau taruh dimana wajah Kris sekarang ?
Kai yang merasa obrolan Kris dan Chanyeol tentang dirinya pun hanya tersenyum sambil menundukan kepalanya.
"Dia ?" Kris menunjuk Kai dengan ibu jarinya sambil menatap Chanyeol yang sudah menganggukan kepalanya mengerti maksud Kris.
"Oh astagah." Kris langsung menutup wajahnya malu membuat Chanyeol terkekeh, Chanyeol tahu Kris merasa malu karena Kris sempat di goda oleh Si Tan.
"kalian kenapa ?" Tanya Sehun yang baru muncul dengan segelas coklat panas di tangannya dan langsung memberikannya pada Kai.
"kau tidak bilang jika kekasihmu itu si Tan ?" Tanya Kris membuat Sehun dan Kai langsung saling menatap.
"memangnya kau Tanya hyung ?" Tanya balik Sehun membuat Kris meringgis, ia memang tidak mempertanyakan dimana Sehun bertemu dengan kekasihnya.
"tidak sih."
"aku saja tahu dari Baekhyun, hyung." Ucap Chanyeol membuat Kris langsung mendongakkan kepalanya menatap Chanyeol.
"bagaimana bisa ?"
"saat itu Sehun memintaku untuk menemaninya ke diskotik tempat Si Tan bekerja, tapi aku dapat malah Baekhyun yang menggantikan posisi Kai." Kris meringgis, sebenarnya apa yang ia tidak tahu sih ?
"lalu Baekhyun hyung menceritakan tentang aku dan Si Tan, dan siapa Si Tan sebenarnya, aku ingin berterima kasih pada kalian hyung, mungkin jika aku tidak ikut dengan kalian saat itu, aku tidak akan bertemu dengan Kai dan menjalin hubungan sampai saat ini." Ucap Sehun tulus sambil tersenyum membuat Chanyeol ikut tersenyum.
"annyeong oppa." Kris menatap Kai dengan lekat membuat Kai mendelik kaget dan takut.
"jangan menatapnya seperti itu hyung, kau seperti akan menelannya bulat bulat." Ucap Sehun sambil melempar tutup toples makanan ringan yang tadi ia bawa.
"aku tidak tahu jika kekasihmu ternyata cantik, pantas saja kau seperti orang gila saat di tinggal olehnya." Sehun memicingkan matanya kesal kearah Kris yang sudah terkekeh bersama Chanyeol.
"nado annyeong Kai." Kai tersneyum lalu menundukan kepalanya.
"maaf kalau Sehun merepotkan, sampai minta di antar kerumahku segala." Sehun melirik Kai lalu melingkarkan tangannya di lengan Kai.
"kan sudah ku katakana, mereka yang menawarkan diri."
"Kris hyung yang menawarkan, bukan aku." Ucap Chanyeol cepat membuat Kai terkekeh.
"aku hanya takut Sehun pingsan saat tahu kau tidak ada dirumah, jadi antisipasi." Sehun merenggut kesal sambil melirik Kris yang terkekeh dan Kai ikut terkekeh juga.
"Hyung !" panggil Sehun keras membuat Kris semakin terkekeh , melihat wajah pucat Sehun yang berubah menjadi merah.
"kalian pasti lapar ya ? Jonghyun oppa belum pulang dan di dapur tidak ada bahan makanan apapun." Jelas Kai sambil menatap Sehun yang tersenyum mengerti.
Karena setahunya Kibum belum mau di ajak pulang dan bisa di pastikan pola makan Kai dan Jonghyunjadi buruk, mengingat pola makan keduanya masih di atur oleh Kibum yang menjadi ibu rumah tangga.
"aku mengerti maksudmu sayang." Kris dan Chanyeol bergidik pelan mendengar Sehun memanggil Kai dengan panggilan sayang.
"huu kalian manis sekali, aku jadi rindu Baekhyun." Ucap Chanyeol sambil tersenyum bodoh membuat Kris melirik kearah Chanyeol kesal sambil menaikan sebelah alisnya.
"pulang saja sana dan langsung peluk Baekhyun mungilmu itu."
"Baekhyun sedang kerumah kakaknya di Incheon hyung, aku malah berniat menginap diapartementmu, setelah melihat Sehun yang bertemu dengan Kai."
"lalu apa hubungannya Sehun yang bertemu Kai dan apartement ku ?"
"setidaknya di apartement mu ada adik iparmu yang manis itu, aku tidak akan kesepian hyung."
"ku bunuh kau Park Chanyeol." Kai dan Sehun terkekeh melihat pertengkaran Kris dan Chanyeol.
.
.
#####
.
.
Sehun menyelimuti tubuh Kai yang sedang duduk di sofa ruang tamu, sepeninggalan Kris dan Chanyeol, tinggal lah mereka berdua di sofa ruang tamu yang dingin.
Hujan mengguyur tiba tiba, membuat Kai yang memang menunggu Jonghyun karena ingin memakan sup ayam yang di jual di restaurant milik Jonghyun, harus mendesah kecewa, Jonghyun memilih untuk bertahan di restaurant milik nya sampai hujan reda.
"kau tidak ingin tidur sayang ?" Kai menggelengkan kepalanya pelan, rasanya sakit di kepalanya masih terasa begitu menyiksa.
Terlebih flu yang mulai menyerang, hidungnya tersumbat dan tenggorokannya sakit.
Aaa Kai jadi rindu ibunya atau Kibum, jika seperti ini Kibum lah yang menemani Kai saat Jonghyun pulang terlambat.
"kau yakin ? aku rasa suhu tubuhmu makin tinggi."
"aku serius Hun." Gumam Kai membbuat Sehun meringgis, Sehun mengeratkan selimut di tubuh Kai.
"kau butuh istirahat sayang."
"aku tahu Hun." Jawab Kai cepat sambil menatap Sehun membuat Sehunmeringgis, wajah pucat Kai semakin terlihat membuatnya ingin menangis.
"tidur di paha ku saja, cepat ! aku tahu kau pusing." Ucap Sehun sambil menatap Kai yang meringgis pelan hampir menangis.
Sehun langsung membaringkan tubuh Kai dengan bantalan paha nya, Sehun mengelus lembut rambut Kai, suhu tubuh Kai semakin tinggi.
"dimana kamarmu ?" Tanya Sehun membuat Kai yang sedang memejamkan matanya karena menikmati sentuhan Sehun di rambutnya kembali membuka matanya.
"mau apa ?"
"ku ambilkan bantal dan selimutmu lagi." Kai membalik tubuhnya jadi menghadap Sehun yang menatapnya dengan tatapan khawatir.
"lantai 2 sebelah kanan Hun." Jawab Kai lirih sambil memejamkan matanya.
Mata kai begitu berat untuk terbuka, kepalanya sakit, ia merasa hawa di sekitarnya dingin tapi ia yakin tubuhnya panas.
"tunggu sebentar." Sehun mencoba mengangkat kepala kai perlahan dan dengan secepat kilat menuju kamar Kai untuk mengambil bantal dan selimut.
Sepeninggal Sehun yang berlari dengan panik kekamarnya, Kai meringkuk di sofa dengan selimut tipis yang ia bawa dari kamar Jonghyun, selimut Kibum.
"unnie…" ringgis Kai memikirkan Kibum, Kibum tahu apa yang harus ia lakukan saat kai sedang demam karena kelelahan seperti ini.
Lima hari berturut turut lembur karena tugas yang ia tinggal saat pulang ke kampong halaman nya, membuat Kai ambruk seketika.
Pola makan dan kurangnya istirahat mempercepat buruknya keadaan Kai, Kai seperti mayat hidup yang hanya berbaring di kasurnya, bahkan Jonghyun pun bingung harus melakukan apa ?
Yang Jonghyun lakukan hanya mengompres kepala Kai yang selalu panas agar panasnya tidka semakin meninggi, dan selalu memaksa Kai untuk kedokter dan dengan galaknya Kai menolak dengan keras.
"Kibum unnie." Sehun langsung berlari menghampiri Kai dengan selimut, bantal dan baskom air dingin tak lupa handuk kecil untuk mengompres Kai agar panasnya turun.
"sayang." Sehun langsung meletakan selimut dan bantal dengan asal di lantai, memindahkan meja di ruang tamu Kai lalu duduk nyaman di lantai berhadapan dengan Kai yang meringkuk di sofa.
Sehun mengelus lembut rambut Kai yang sedang bergetar, Sehun rasa Kai sedang menangis.
"sayang ?"
"unnie, sakit." Ringgis Kai membuat Sehun ingin menangis saat itu juga, ia bingung jika di hadapkan dengan situasi seperti ini.
"sayang, kepalamu." Sehun meletakkan bantal di bawah kepala kai dengan hati hati.
Sehun kembali menyelimuti Kai dengan selimut yang ia ambil di kamar Kai dan Langsung memeluk Kai dari belakang dengan posisi dirinya yang duduk.
"Kau harus sembuh sayang, aku tidak melihat mu seperti ini."
"kepala ku sakit hun." Gumam Kai pelan membuat Sehun makin mengeratkan pelukannya.
"dimana ? bagian mana yang sakit ?" Tanya Sehun panic sambil menyentuh kening Kai yang mengeluarkan keringat dingin, tubuhnya mulai mengigil.
"Hiks, sakit Hun." Sehun mengigit bibir bawahnya sedih, ia tidak bisa melihat Kai kesakitan seperti ini, ia biasa melihat Kai yang cerewet dan bawel.
Tangan Sehun mulai memijat kepala belakang Kai yang berada di hadapannya dengan pelan, panas langsung menjalar di telapak tangannya saat bersentuhan dengan tengkuk Kai.
Sementara tangan kanan Sehun sibuk dengan tengkuk Kai, tangan Kiri nya menekan nomor ponsel yang sudah ia hafal di luar kepala.
'yeoboseo ?'
"umma."
'ada apa ? dimana kau belum pulang jam segini ?'
"dirumah Kai, Kai sakit umma, aku bingung apa yang harus aku lakukan ?"
'sakit apa hun ?'
"entahlah, aku rasa hanya kelelahan sejak pulang dari Pohang ia selalu pulang tengah malam dan pola makannya tidak teratur."
'demam ?'
"iya umma."
'kau coba kompres dengan air dingin, lalu buatkan teeh ginseng Hun.'
"ginseng ? jika tidak ada ginseng ? Kai sedang sendirian umma, aku tidak mungkin masuk dapur lalu mengacak acak untuk mencari ginseng ?"
'atau buatkan teeh lemon madu Hun, biarkan Kai meminum teh lemon dan jangan lupa suruh Kai makan dulu, setelah itu biarkan ia istirahat, jika besok demamnya belum turun bawa Kai ke dokter.'
"iya umma, terima kasih."
'jaga kesehatanmu juga Hun.'
"aku menyayangimu umma."
'umma juga menyayangimu.'
PIP
Sehun mematikan sambungannya dan menatap Kai yang masih meringgis pelan.
"sayang kau mau makan bubur ? aku buatkan ya ?" Kai menggelengkan kepalanya pelan.
"kau bilang belum makan sejak tadi."
"mulutku pahit Hun." Sehun mendesah pelan, sambil mengacak rambutnya kesal, ia tidak tahu jika mengusur orang sakit sebegini susahnya, pantas saja ibunya kesal sendiri saat Sehun menolak untuk makan saat sedang sakit.
"lalu ? kau mau makan roti ?" Kai kambali menggelengkan kepalanya.
"sayang aku mohon katakana yang ingin kau makan, jangan seperti ini." Ucap Sehun dengan nada bergetar membuat Kai langsung membalik tubuhnya dan Sehun tersentak kaget.
"baiklah Hun, buatkan aku bubur dengan kaldu ayam." Senyum Sehun mengembang lalu mengecup pelan kening Kai yang suhunya tinggi.
Sehun langsung bangkit dari posisinya dan langsung berlari menuju dapur Kai, mulai memasak bubur untuk Kai.
Ini pertama kalinya ia membuatkan makanan untuk orang lain, biasanya ia membuat makanan hanya untuk dirinya.
Sehun membuat bubur sesuai dengan pesanan Kai, tak lupa dengan teeh lemon madu dan air hangat untuk minum Kai, Sehun menyuapi Kai dengan pelan.
Rasanya seperti Déjà vu, Sehun tersenyum menatap Kai yang memakan bubur buatanya dengan tenag, ia ingat saat Kai menyuapi dirinya bubur di saat ia sakit.
"sudah Hun." Sehun membulatkan matanya menatap Kai yang sudah membuang wajahnya kearah lain.
"kenapa ?"
"kenyang Hun." Sehun mengangguk anggukan kepalanya mengerti dan langsung memberikab air hangat pada Kai.
"cepat sembuh sayang." Kai tersenyum lalu mencubut pelan pipi Sehun.
"aku hanya demam Hun."
"aku kehilangan Kai yang cerewet kalau begini." Sehun mengecup pelan pipi Kai membuat Kai terkekeh.
"kau seperti anak kecil jika sedang sakit Kai."
"aku merindukan Kibum unnie Hun." Ucap Kai sambil mempoutkan bibirnya membuat Sehun terkekeh.
"kenapa tidak kau hubungi ?"
"sudah, saat aku bertanya kapan ia akan pulang ? ia malah menjawab tidak akan pulang." Sehun kembali terkekeh dan mengelus puncak kepala Kai yang mulai basah karena keringat.
"ia sangat menyebalkan Hun, tapi sayangnya aku merindukannya." Ucap Kai sambil mendesah kecewa membuat Sehun tersenyum sambil mecubit pipi Kai gemas.
"kau masih pusing ?" Kai menoleh kearah Sehun lalu menganggukan kepalanya.
"kau harus tidur sekarang dan aku akan menemanimu." Kai mengerjap matanya melihat senyuman Sehun.
"temani aku sampai tidur."
"aku akan bangun sampai kau bangun esok harinya." Kai tersenyum lalu mengecup pipi Sehun cepat.
"minum teeh lemon madunya dulu, setelah itu baru rebahkan tubuhmu." Kai meminum teeh lemon madunya dengan perlahan dan setelahnya langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.
Sehun langsung mengechek suhu tubuh Kai dan meletakan handuk basah tepat di kening Kai.
"cha, ayo tidur." Ucap Sehun sambil menarik selimut Kai sebatas dada.
"aku mencintaimu Hun."
"aku lebih mncintaimu Kai, selamat tidur, jangan lupa berdoa dan cepat sembuh." Ucap Sehun sambil mngecup kening Kai sebagai pengantar tidur Kai malam ini.
.
.
#####
.
.
Kai bergidik kedinginan saat sebuah tangan yang dingin menyentuh dahinya yang hangat.
"oppa ?" gumam Kai saat melihat Jonghyun yang sudah berada di hadapannya sambil meringgis.
"sudah istirahat saja, aku ambilkan selimut untuk mu dan Sehun, jangan banyak bergerak nanti Sehun bangun." Kai mengerjap matanya melirik Sehun yang tertidur pulas di sebelahnya dengan kepalanya berada di sisi sofa.
"cepat sembuh Kai." Jonghyun menunduk tak lupa mengecup pelan kening hangat Kai membuat Kai tersenyum.
Jonghyun mendesah pelan, ia mengerti kenapa Kai tiba tiba sakit seperti ini, dan Jonghyun tak bisa sepenuhnya menyalahkan Kibum yang tidak mau di ajak pulang.
Tapi beruntung lah dirinya yang masih menjaga pola makan walaupun tidak teratur seperti saat ada Kibum tapi setidaknya ia bisa makan walau sedikit dan itu mengurangi resiko sakit seperti Kai.
Sekembalinya Jonghyun dari kamar ia langsung mnyelimuti Sehun dengan selimut tebal miliknya dan tak lupa kembali memberikan selimut pada Kai yang tubuhnya masih panas.
"tidurlah."
"selamat malam oppa." Jonghyun tersenyum kecil dan langsung memasuki kamarnya untuk beristirahat.
.
.
#####
.
.
Kai membuka matanya perlahan dan bangkit dari posisinya dengan memegangi kepalanya, rasa sakitnya sudah berkurang tapi rasanya hawa tubuhnya masih panas seperti semalam.
"pagi sayang." Kai langsung menoleh saat suara Sehun menyapa indera pendengarannya, Sehun muncul dengan satu nampan di tangannya.
"sarapanmu." Sehun langsung mengambil posisi duduk di sebelah Kai yang masih memegangi kepalanya.
"kau masih pusing ?" Kai menganggukan kepalanya pelan membuat Sehun langsung mengechek suhu tubuh nya.
"tapi tidak seperti kemarin." Sehun mengangguk anggukan kepalanya.
"ayo sarapan, setelah itu aku dan Jonghyun akan berangkat kerja." Ucap Sehun sambil mengangkat mangkuk berisi bubur untuk sarapan Kai.
"bersama ?" Sehun menganggukan kepalanya sambil tersenyum.
"kau lupa jika kemarin aku datang di antar Chanyeol hyung dan Kris hyung ? mobil ku masih di ada di kantor sayang." Jelas Sehun sambil berusaha menyuapi Kai yang masih memandang malas kearah bubur yang di buat Sehun.
"tidak mau Hun." Kai membuang wajahnya kearah lain membuat Sehun mendesah.
"ayolah sayang, kau harus makan walaupun hanya sedikit." Mendengar kata sedikit membuat Kai langsung menoleh kearah Sehun.
Entah kenapa Kai belum mau makan apapun pagi ini, jadi ia memandang malas bubur yang Sehun bawa untuknya.
"hanya sedikit ya." Sehun memicingkan matanya kesal menatap Kai yang menangkup kedua tangannya.
"iya iya." Jawab Sehun cepat membuat Kai tersenyum.
Sehun dengan telaten menyuapi Kai yang menelan makanannya agak lama, membuat Sehun harus benar bersabar.
Jonghyun yang muncul diruang tamu tersenyum miris melihat manisnya pasangan itu, membuat Jonghyun mendecak sebal.
Ia sedang jauh dari Kibum, mengapa Kai dan Sehun mempertontonkan adegam manis yang membuatnya rindu dengan istri cantiknya itu ?
"kau tidak terlambaat menyuapi adik ku itu ?" Sehun dan Kai langsung menoleh menatap Jonghyunyang sudah menatap jam hitam di tangannya.
"sebenarnya sih terlambat hyung tapi tak apa, aku harus memastikan Kai makan dengan baik pagi ini." Ucap Sehun dengan semangat sambil menatap Jonghyun.
Membuat Kai terdiam dengan wajah memerah, ia tidak menyangka jika Sehun begitu perhatian padanya
Kai rasa pilihannya pada Sehun tidaklah salah sama sekali, Sehun pria yang bisa menerima semua kekurangan dan kelebihan yang ia punya.
"Sehun ?" gumam Kai membuat Sehun menoleh kearah Kai dengan tatapan kaget.
"apa ? kau ingin sesuatu ?"
"aku mencintaimu." Kecupan pelan langsung di daratkan Kai di pipi Sehun membuat Sehun membulatkan matanya kaget dan mengerjap matanya pelan.
"aku juga mencintaimu Kai." Jawab Sehun sambil membalas kecupan hangat di kening Kai.
"Oh astagah, aku benar benar merindukan Kibum sekarang."
TBC !
