Chappie 2~Chappie duwaa…
Lum bener flash kuuu! Payah nih. Sabar yaa…
Story note: lagu dari pandangan orang kedua dalam cerita, dalam hal ini, Sasuke yang tidak lain adalah sahabat Naruto. Oh ya, dan judulnya mungkin belum nyambung. Nyambung nya di chapter tiga. Than,text = inner, text = Flashback, text (center) = song lyrics,text= latar.
Disclaimer: Characters © Masashi Kishimoto, Song © Daniel Powter, dan cerita nya © SAYA!
8 September, Taman Hanna-sama*, Konoha.
Sasuke POV
Where is the moment we needed the most?
You kick up the leaves and the magic is lost…
You tell me your blue skies fade to grey,
You tell me your passion's gone away…
Sejak sore itu, lima bulan yang lalu tentu saja, Naru selalu murung. Bahkan porsi ramen nya berkurang! Bocah durian itu malah menjadi melankolis. Setiap sore, dia pasti ke taman. Menendang daun gugur, atau malah hanya duduk melamun. Dia tidak mood untuk melakukan apapun. Kami-sama, ini sudah parah. Kenapa? Well… Ketika kutanya, dia mengatakan,
"Tak ada apa-apa.."
Tapi mata biru murung nya jelas-jelas mengatakan,
"Tentu saja masalah Sakura, teme! Kau pikir aku tidak cemburu?!"
Biasanya aku akan diam saja, tapi tidak kali ini. Tidak sore ini. Dia terlalu banyak berkorban. Parahnya lagi, dia berkorban untukku. Sudah cukup.
And I don't need no carryin' on…
Sore ini, di sini. Aku harus menyarankan sesuatu padanya.
You stand in the line just to hit a new low…
You're faking a smile with the coffee to go…
You tell me your life's been way off line…
You're falling to pieces everytime…
And I don't need no carryin' on…
Sekarang, Naruto sedang melamun. Berbeda dari biasanya, dia kali ini melamun di depan patung wanita cantik yang di sebut-sebut sebagai Hanna-Kamii-sama, dewi bunga, panen dan kesuburan konoha. Lambang taman ini. Melamun sambil berdiri! Parah…
"Hai, Naruto…" Aku menyapanya.
"Hmm…" Naruto menoleh pelan, dan tersenyum. Kuserah kan segelas kopi instan yang ku beli dari warung di gerbang taman.
"Trims." Gumam nya pelan. Wajah nya kusut sekali. Lima bulan ini pasti menjadi hari yang menyedihkan untuk Naruto.
Because you had a bad days,
You're taking one down…
You sing a sad song just to turn it around!
You say you don't know…
You tell me don't lie…
You work at a smile and you go for a ride…
You had a bad day…
The camera don't lie,
You're coming back down and you really don't mind…
You had a bad day,
You had a bad day…
"Naruto…"
"Ya, Sasuke?"
"Jangan berlarut-larut."
"Hm? Berlarut dalam apa?"
"…" Aku hanya bisa terdiam. 'Bagaimana mengatakan nya?'
"Aku tidak terlarut dalam apapun?" Naruto melambaikan tangan nya di depan wajah ku. "Aku masih padat!" Dia tertawa kecil. Aku hanya bisa ikut tersenyum.
'Apa yang harus ku katakan?' Ku tengadahkan wajah ku. Menatap langit musim gugur yang muram. Berharap suatu ide tiba-tiba terjatuh dari langit ke kepalaku seperti daun-daun...
"Well…" 'Hei... Kurasa ide itu benar-benar jatuh ke kepala ku!'
Well, you need a blue sky holiday...
The point is they laugh at what you say,
And I don't need no carryin' on...
"Mintalah liburan pada Godaime." Aku menoleh ke naruto. Tersenyum sedikit lebar. Berharap dia akan setuju dengan ide ku.
"Hah? Kau pikir si Tsunade itu akan mengijinkan? Lagipula, ke mana??" Naruto kembali menatap patung Hanna-Kamii-sama lagi.
"Ke… Ya… Ke tempat yang sepi? Tempat bagus yang jarang di kunjungi orang…"
"Boleh juga. Contoh nya?" bibirnya berkedut. jelas dia yakin tak ada tempat seperti itu.
"Gampang!" seru ku. "akan kutanyakan pada godaime!"
"Lalu? Perijinan nya?" kening naruto berkerut. dia pasti tak menyangka aku serius.
"Sudah lah! Biar aku yang atur!!" Ku tepuk pundak nya pelan. "Pulang saja sana! Akan kupastikan kau berangkat minggu depan!"
Naruto akhirnya menyerah dan melenggang pergi. Terlihat tegar, seakan tak ada luapan emosi selama lima bulan ini.
Sometimes the system goes on the blink…
And the whole thing turns out wrong,
You might not make it back and you know,
That you could be, well, oh, that strong…
And I'm not wrong…
Ah, Lebih baik aku mulai bicara dengan Godaime. Membujuk wanita keras kepala seperti dia pasti akan memakan waktu lama.
Aku pun berbalik, keluar dari taman, dan berjalan ke kantor hokage.
-xXx-
Tok-tok-tok…
"Godaime-sama?" pintunya terbuka.
"Sasuke-kun?" ternyata yang membuka pintunya Sakura. Pasti dia sedang berdiskusi dengan Godaime.
"Oh… Sakura chan… Aku ingin meminta saran pada Godaime."
Lalu, tentu saja, ku ceritakan masalah Naruto, yang hanya di sadari beberapa orang.
-xXx-
'Cause he had a bad day,
He's taking one down…
He sings a sad song just to turn it around,
He say he don't know…
He tells me don't lie…
He works at a smile and you go for a ride…
He had a bad day,
He has seen what he likes…
And how does it feel for one more time,
He had a bad day…
He had a bad day…
-xXx-
tak kusangka, ternyata Godaime dan Sakura juga tak menyadari itu.
"Wah… Tak kukira aku keterlaluan…" Sakura menenggelamkan kepala dalam tangkupan tangannya. "Aku benar-benar tak menyadari ituu…" Sakura sampai setengah menjerit. Mengiba sekali. Aku hanya bisa menepuk-nepuk punggungnya, berusaha menenangkan.
"Sudah lah Sakura…" Nona Tsunade tersenyum kecil, "Jangan ikutan stress!"
"Godaime benar. Jadi? Tempat mana yang oke?" Aku harus mengembalikan mereka ke topic. Nanti gak selasai-selesai.
"Hm?" Tsunade menoleh padaku "Well… Tempat yang bagus, sepi dan menenangkan?"
Aku mengangguk. Sakura menatap godaime penasaran.
"Emm... Paris?" Godaime tersenyum kecil. berpikir bahwa itu ide bagus. "Tempatnya bagus, cantik."
"Terlalu ramai…" Sakura menanggapi.
"Dan bukannya membantu, malah mengingatkanya pada trauma. Paris kan tempat romantis yang di gandrungi pasangan-pasangan bulan madu." Sahutku. Benar kan?
"Emm… Australia? jlan-jalan di sabana pasti menyenangkan..." Godaime mengusulkan lagi.
"Anoo…" Sakura mengeryit kecil. "Naruto kan gak tahan panas!"
"Hah? Masa?" aku baru tahu.
Godaime membelalak. kemudian, wajah nya kembali serius. 'trauma calon rokudaime harus di hilangkan!' mungkin begitu pikir nya. "Emm.. Gimana kalo Polandia? Kebetulan ada keluarga jepang yang kaya di sana. Naruto bisa di titipkan. Mereka punya mansion yang luas dan hutan luas pribadi yang di jadikan taman. Di hutan itu−"
"Cukup promosi nya Godaime-sama." Sakura terkikik.
"Boleh juga. Polandia ya?" Ku bayangkan negeri eropa itu. Seperti apa ya?
"Bagus lah, akan ku hubungi direktur tertingginya, Hiashi Hyuga." Nona Tsunade merogoh kantong nya, mengambil Hp N series nya.
"Siapa?" Sakura mmamerkan senyum jahil nya.
"Hm? Hiashi Hyuga." Nona Tsunade menjawab tanpa menoleh. Sibuk mencari nomor relasi nya itu.
"Bukan." Aku ikut menyeringai. Mulai mengikuti permainan Sakura.
"Eh? Bener kok!" Nona Tsunade menoleh dan menaikkan alisnya.
"Bukan… Siapa yang tanya?" Sakura dan aku terbahak.
End
"Pelajaran moral nomor dua: jika teman anda sedang stress atau tertekan, suruhlah dia berlibur!!"
Hahaha… garing ya? Hoho… o ia, Hp N Series nya Tsunade itu bukan N series nya Nokia. Itu maksudnya Hp Ninja series! Sama yang aku kasih tanda (*) di awal sendiri, Itu taman fiksi, tapi yang taman Ueno di chappie 1 itu ada beneran. Gak percaya? Cari noh, di jepang...
Kayak nya chappie ini rada aneh ya? Lagunya berhenti sebelum diskusi Sasuke-Sakura-Tsunade soalnya… Lagunya emang sudah selesai!! Oia, judul lagu yang chappie 1 belum tahu ya? Yang chappie 1 judul nya 'Dance Floor Anthem' dari Good Charlotte, sedang yang chappie ini 'Bad Day' dari Daniel Powter.
Jadii…
Any sense for review?
