Title : All The Wrong Reason

Author : Cici

Genre : Romance, hurt, family, comfort, cheating, backstreet

Main Cast : Jung Yunho, Kim Jaejoong (Yunjae)

Sub Cast : Kim Junsu, Shim Changmin, Kim Hyun Joong, Kim Karam. lainnya akan muncul satu-satu

Rating : M

Lenght : Chaptered

Warning : Yaoi, maleXmale, alur lambat bingit

Disclaimer :

Cerita ini terinpirasi dari novel dengan judul yang sama karya Jerileekaye. Cerita ini aku buat versi Yunjae. Sebisa mungkin sesuai dengan keadaan fanfic yunjae sebagaimana mestinya. Aku juga membuat cerita ini yang notabene cerita "straight" menjadi "yaoi". Jadi tidak ada genderswitch, karena kalau dengan fanfic aku lebih suka "yaoi".

Alur cerita lambat, karena akan menerangkan segala sesuatunya secara mendetail. Ada adegan yang diperuntukkan bagi dewasa (NC-21). Cerita dikondisikan adanya toleransi penuh kepada sesama jenis menjalin kasih di Korea Selatan. (gay lumrah lah...) ada "seme" dan "uke" Hubungan "bi" sudah biasa terjadi.

Apabila penasaran dengan alur ceritanya bisa membaca novel aslinya di Wattpad. Dan bila penasaran dengan versi yunjae dan yaoi diharap sabar menunggu. Bagi yang tidak berkenan dengan yang saya tulis, wajib jangan dibaca! Simpel.

Sub Title : Introduce

Jaejoong menghela nafas lega. Ia mengamati sekeliling ruang di apartemennya dengan puas. Tak kecewa ia berhari-hari mendekor ruang apartemennya. Kini apartemen yang belum lama ia beli telah mencerminkan dirinya. Sehingga ia tak sabar untuk menunggu malam, menikmati malam pertamanya di apartemen yang ia beli dan dekor dengan keringatnya.

Apartemen yang terbilang mewah ini adalah hasil jerih payah Kim Jaejoong selama 3 tahun bekerja. Setelah mendapat panggilan pekerjaan di Seoul, Jaejoong langsung pindah dan menetap di sebuah kontrakan sederhana. Selama ia tinggal di Seoul sebisa mungkin ia hidup sederhana. Ia tidak pernah membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan apalagi barang branded yang mahal. Ia adalah seorang yang rajin menabung. Maka dari itu impiannya tercapai. Membuktikan kepada keluarganya ia dapat hidup mandiri dan mempunyai tempat tinggal sendiri.

Apartemen Jaejoong berada di distrik gangnam, dan hanya 5 blok dari kantor tempatnya bekerja sebagai editor salah satu majalah ternama di Korea Selatan. Apartemen itu mempunyai dua kamar tidur dengan kamar mandi dalam, ruang tamu yang luas, modern kitchen dan tempat favoritnya adalah balkon dengan pemandangan kota dan sungai Han yang indah. Ia meletakkan empat kursi baja dan meja kecil di balkon itu.

Kim Jaejoong mempunyai dua sahabat yang sangat dekat. Kim Junsu dan Shim Changmin. Sahabat yang menjadi tempatnya berkeluh kesah tentang keluarganya. Sahabat yang selalu memberikan semangat dan solusi akan masalahnya. Ia berencana minggu depan akan mengundang kedua sahabatnya untuk berkunjung ke apartemen barunya.

Salah satu topik yang sering dibahas teman-temannya adalah ia seorang namja yang berusia 25 tahun dan belum pernah melakukan sex. Sebenarnya Kim Jaejoong tidak masalah dengan semua itu. Karena ia mempunyai prinsip tentang melakukan sex.

Ia menjalin hubungan "berpacaran" dengan namja bernama Kim Hyun Joong selama 3 tahun. Selama itu, mereka tidak pernah berada dalam suatu posisi yang dekat dan intim. Kim Hyun Joong masih menempuh pendidikan dokternya di Jepang.

Bagi Kim Jaejoong, kekasihnya adalah pria yang luar biasa, tidak macam-macam (kuno), dan gentle. Dia tidak pernah meminta Jaejoong untuk tidur dengannya dan ia berterimakasih akan hal itu. Karena bagi Jaejoong ketika ia memutuskan untuk kehilangan keperjakaanya. Ia menginginkan sesuatu yang special dan intim. Entah itu dengan waktu atau parternya semua harus tepat dan membuat Kim Jaejoong benar-benar ingin melepaskan sesuatu yang dijaganya. Dia tidak mau hanya sekedar melepaskan keperjakaanya. Ia mau sex pertama kali yang ia lakukan adalah sesuatu yang menggetarkan seluruh jiwa dan raganya sehingga ia tidak akan melupakanya. Dia ingin mengingat seseorang dan pengalaman yang pertama baginya dengan tersenyum sampai ketika rambutnya berangsur memutih sekalipun (tua).

Pertama kali Jaejoong mengenal Hyun Joong adalah pada salah satu pesta yang dihadiri oleh kedua kluarganya. Jaejoong berfikir Hyun Joong adalah namja dengan senyum yang menawan dengan rambut pirang gelap dan mata coklat gelap. Setelah kenal dekat, banyak nilai plus yang ada pada diri Hyun Joong, ramah dan berwawasan luas. Tidak melakukan hal yang melanggar aturan, sama seperti dirinya. Paling penting adalah ia bukan playboy atau playgirl. Sehingga ia bisa mempercayainya.

Sahabat terbaiknya Shim Changmin suatu hari berkomentar ketika Jaejoong bercerita tentang Hyun Joong. " Hyung, apa kau tak lebih baik berfikir ulang menjalin hubungan dengannya? Tidakkah terlalu membosankan namja seperti itu eoh? Come on... masih banyak namja lain yang menarik di dunia ini hyung.."

Sahabatnya selalu berfikir bahwa Hyun Joong polos, kuno dan datar dalam menjalani hubungan. Sedangkan jaejoong membutuhkan seseorang yang lebih cool, penuh energi dan yang terpenting seseorang yang lebih tampan dari Hyun Joong. Dan mereka bertanya pada Jaejoong "Apakah namjachingumu pernah melontarkan suatu joke, atau gombalan aneh kepadamu?" dan pastinya hanya gelengan kepala lemah yang dilakukan Jaejoong.

Jaejoong memahami kekurang setujuan kedua sahabatnya menjalin hubungan dengan Hyun Joong. Memang ia tidak pernah mendengar Hyun Joong berbicara tentang lelucon padanya. Ia hanya mendengar tentang ketidaksetujuan terhadap penyimpangan kebiasaan seperti mabuk, merokok, balapan, memakai rok mini atau mengecat rambut. Ia menganggap orang bodoh merugikan diri sendiri yang melakukannya. Jaejoong sedikit terkejut, karena kebiasaanya merokok pada saat terkena masalah menjadi salah satu definisi "orang bodoh" Kim Hyun Joong.

"Dia terlihat seperti pemadam kebakaran yang akan selalu memadamkan apimu Jaejoong-ah!" Kim Junsu salah satu sahabatnya berkomentar. "Kau namja yang penuh semangat liar untuk selalu membuktikan dirimu. Mempunyai kekasih yang seperti itu, tidak akan membantumu mengepakkan sayap indahmu"

Jaejoong tidak menyangkal semua yang dikatakan sahabatnya. Bahkan ia memikirkannya. Tetapi ia sedikit bangga dengan dirinya yang memperoleh kekasih yang akan menjadi dokter bedah. Sama seperti adiknya. Maka dari itu apabila kau tidak dapat menjadi sepertinya, setidaknya mendapatkan yang sepertinya.

Eommanya sangat senang dengan hubungannya bersama Hyun Joong. Selama hidupnya baru kali ini ia membuat eomma bahagia karena dirinya. Jaejoong mempunyai hubungan yang tidak baik dengan Eommanya. Ia tidak tahu kapan terakhir kali ia mendapatkan perhatian, kasih sayang bahkan cinta dari sang Eomma. Dia hidup dengan perbandingan yang dilakukan sang Eomma terhadap sang adik. Jelas, eomannya selalu memperhatikan dan menomor satukan Kim Karam. Jaejoong tumbuh dengan ambisi mengalahkan sang adik, untuk mendapat perhatian eommanya.

Tetapi apa yang didapat, padahal ia sudah masuk ke sekolah paling bergengsi di kota asalnya, memperoleh nilai ujian terbaik, lulus dengan predikat tertinggi. Hanya tatapan meremehkan yang ia dapat dari sang Eomma, bukan kalimat pujian dan pelukan seperti yang ia inginkan.

Jaejoong memperoleh double degree di bidang jurnalistik dan komunikasi masyarakat. Dia mempunyai bakat dalam menulis. Dia satu-satunya didalam keluarga yang mempunyai bakat itu. Adiknya bahkan tidak bisa menuliskan satu paragrafpun tentang suatu hal. Dan ibunya tidak dapat memahami majas.

Sebenarnya selama bertemu Hyun Joong di pesta itu, Eomma jaejoong sangat antusias mendekatkan hyun joong dengan Karam. Tetapi Karam hanya memandangnya lalu. Ia sama sekali tak tertarik pada sosok Hyun Joong yang dianggapnya terlalu nerd. Tetapi eommanya terlanjur tertarik pada Hyun Joong. Sampai Jaejoong bertanya-tanya mengapa? Dan akhirnya ia mendapatkan jawaban. Itu semua karena nama baik, ketenaran dan harta yang dipunyai keluarga Hyun joong.

Sejak bekerja di Seoul, dia tidak sering bertemu dengan Hyun Joong. Bisa 3 atau 4 bulan sekali mereka bertemu. Tetapi Jaejoong tidak akan khawatir karena Hyun joong intens menghubunginya baik itu lewat telepon atau video call. #laguRAN:DekatDiHati. Ia berfikir sudah cukup dengan relationship seperti itu. Ditambah pemikiran Jaejoong tentang : dia mencintaiku, aku mencintainya. Aku mempunyai pekerjaan yang layak, apartemen yang bagus, mempunyai sahabat yang care, dan ibunya senang dengan hubunganku dan Hyun Joong.

Jaejoong berharap suatu saat Hyun Joong akan melamarnya. Dan Jaejoong akan dengan senang hati memberikan keperjakaanya di malam pertama pernikahan. Tidak ada yang lebih sempurna daripada itu, kan?

Sebenarnya ia merasa penasaran terhadap sex. Yang membuat teman-temannya melakukan sex hanya dalam dua kali mereka berkencan. Mungkin memang Jaejoong merasa dirinya kuno, menunggu untuk orang yang tepat dan waktu yang tepat (pernikahan). Teman-temannya menganggap dirinya munafik pada diri sendiri. Tetapi apa yang dapat ia lakukan? Ia tidak ingin melepas prinsip yang selama ini dipegangnya.

Semua date yang dilakukannya dengan Hyun Joong tidak pernah sekalipun menyangkut hal-hal bersifat intim. Topik yang dibahas hanya seputar HIV, hamil diluar nikah, dan aborsi. Sama sekali tidak membuat mood bercinta keluar. Dan hell.. ia tidak akan pernah mau menjadi yang pertama kali "menawarkan diri".

Satu hal yang disesalinya adalah Hyun Joong dan eommanya sama sekali tidak bangga akan pekerjaannya. Mereka menganggap pekerjaanya hanya menghasilkan sesaat. Tidak dapat untuk jangka panjang. Padahal Jaejoong sangat bangga denga pekerjaanya sekarang. Berkat pekerjaanya ia dapat membeli apartemen mewah.

Jaejoong menghela nafas berat. 10 menit lalu ia bahagia. Sekarang, memikirkan tentang pandangan eomma dan Hyun Joong tentangnya membuat moodnya memburuk.

Jaejoong melangkah ke balkon dan memandang pemandangan kota Seoul. Menyesap rokok yang terselip ditangannya. Matanya kemudian menelusuri balkon tetangga yang ada di sebelah kanannya. Dia belum pernah bertemu dengan tetangganya.

Jaejoong berbagi dinding kamar tidur dengan tetangganya. Bukan hanya itu, jendela kamar tidurnya sejajar. Ia harus mengingatkan dirinya untuk selalu mengunci jendela kamar tidur. Siapa tau, tetangganya adalah orang psyko. Ia akan menjadi target termudah. Tetapi ia mengharapkan tetangganya adalah orang yang ramah. Ia selalu berfikir akan menarik apabila kenal dekat dengan mereka dan bahkan mengundangnya untuk makan malam.

Jaejoong mengamati kursi baja dan meja kaca yang terdapat dalam balkon tetangganya. Hampir sama dengan keadaan balkonnya. Ternyata seleranya sama dengan tetangganya. Hanya kursinya bewarna putih dan tetangganya hitam.

Ia menyadari beberapa botol Heineken yang tergeletak kosong dan asbak yang penuh dengan putung rokok di meja. Ia menebak pasti tetangganya ini bukanlah keluarga yang mempunyai anak dan bayi. Sedikit bersyukur. Bukannya ia tidak menyukai anak-anak. Ia hanya khawatir apabila ia mengadakan pesta dengan teman-temannya ia akan mendapat protes dari tetangganya.

Jaejoong memadamkan rokoknya dan pergi kedalam. Hanya beberapa langkah untuk sampai kedalam ketika ia mendengar derap langkah. Matanya menangkap sesosok lelaki bertubuh tegap dengan kulit kecoklatan, abs yang sempurna dan lengan yang berotot tetapi tidak terlalu menonjol.

Dia seperti hanyut dalam pikirannya, memandang lurus kota Seoul dengan sebatang rokok ditangannya. Dia hanya mengenakan celana jeans pudar. Rambutnya hitam pekat dan Jaejoong dapat melihat dari jauh, matanya tajam seperti musang. Extremely hot...

Tiba-tiba, nafas Jaejoong tercekat di tenggorokan. Mata bulatnya membelalak sempurna. Tidak mungkin!.. jantungnya berdegub kencang sekarang.

Dia tau siapa dia. Yang mungkin adalah tetangganya. Dia adalah.. orang yang paling diinginkan dan Juga diketahui sebagai playboy terkenal se Seoul. Jung Yunho.

Jung Yunho adalah anak satu-satunya dari pemilik perusahaan Jung Corp. Ia sekaligus menjadi satu-satunya pewaris. Appanya dijuluki raja tambang. Karena perusahaannya adalah perusahaan pengolah tambang no 1 di Korea Selatan. Walaupun keluarganya luarbiasa kaya dan terpandang, Jung Yunho tidak mau hidup dibawah bayang-bayang nama Appanya. Dia ingin menggambar jalan hidupnya sendiri. Menentukan masa depannya sendiri.

Jung Yunho lulus dengan double degree di Harvard University. Membuat orangtuanya bangga. Tetapi kemudian mereka kecewa karena Jung Yunho belum mau untuk terjun diperusahaan. Ia lebih memilih untuk menyalurkan bakat dan hobinya di bidang photography.

Dia bekerja sebagai freelance photographer di perusahaan majalah tempat ia bekerja. Tak heran ia bisa mengetahui tentangnya. Karena seluruh staff akan selalu membicarakan tentangnya. Bahkan temannya Kim Junsu adalah fans fanatiknya. Junsu tidak akan berhenti berbicara tentangnya. Dengan semua yang ia miliki secara tidak langsung ia menjadi selebriti.

Jaejoong bersembunyi di balik pintu balkon. Berharap lelaki itu tidak berputar dan mendapati dirinya sedang memperhatikan profilnya. Dia sangat sempurna, Tidak! Luar biasa sempurna. Dia pasti tampan. Meskipun selama ini ia belum pernah melihat kedalam matanya, karena selalu bersembunyi di balik kacamata hitamnya. Seperti mendapatkan sebuah undian ia bisa menikmati pemandangan makhluk indah didepannya. Okay.. sekarang dia hanya butuh mengatur nafas agar jantungnya berdetak normal.

Jung Yunho masih berdiri di tempatnya. Dia terlihat membuat beberapa panggilan telepon. Dia terlihat begitu serius dengan pembicaraanya. Setelah beberapa menit, dia mengakhiri pembicaraanya. Memadamkan lampu dan berjalan menuju kedalam. Jaejoong mengikuti dengan pandangan matanya. Menerobos jendela, ia melihat Yunho mengambil jaket kulit dan pergi keluar. Senyum terkembang dari cherry lips Jaejoong, mungkin kehidupannya diapartemen akan menarik.

To Be Continue ..

Aneong chingu, segini dulu ya ceritanya ;)

Kamsahamnida bagi chingu yang udah mau apresiasi, walaupun cuma prolog. #senengbeutdech(^_^)

Hmmmn, cici jelasin ne, (1) kalo cerita di wattpad tu udah kelar, tamat kog, kalo penasaran jalan ceritanya baca aja. Tapi iya, bahasa Inggris. (2) Jeje hamil? ga kog, karna konfliknya bukan disebabkan itu. Walau ceritanya aku buat uke berpotensi hamil hehe kyk ff yunjae biasanya (MPREG). Hehe..

Aq tunggu reviewnya yaaaahhh

Next chapter, cerita baru mulae ... Jadi ditunggu yaaaa ... mumpung provider modem q dah cabut ni wadah baca n nulis ff dari pemblokiran. Sebelumnya kalo mo baca ff harus hot spotan dulu :(

Aku usahain malam minggu update :)

wkwkwkwkwk ...