Langsung aja eo cekidot (^_^)
Chapter Title: Over and Over Again
.
.
Pagi harinya, Jaejoong terbangun dengan Yunho sudah tidak ada disampingnya. Tampaknya Yunho meninggalkan apartemennya pagi-pagi sekali. Namun senyum malu-malu terkembang dibibir tipisnya mengingat satu malam lagi ia habiskan dengan Yunho.
Jaejoong menguap sambil merenggangkan otot-ototnya, lalu pandangan matanya tertuju pada meja disamping tempat tidur. Ada cup kopi berlabel coffe cojje yang masih mengepul, dengan catatan disebelahnya:
Morning, my baby kitty Jaejoongie… kau luar biasa!
Blush
Wajah Jaejoong memerah seketika, ia terlalu malu. Karena ia kini sendiri, Jaejoong langsung berguling-guling di kasur sambil menutupi wajahnya dengan bantal. Jaejoong tak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya.
'Ia telah bercinta dengan most wanted namja se Seoul dan dua kali berturut-turut, kyaaaaa...!' Ia mengulang kalimat itu berkali-kali dalam pikirannya.
Jaejoong sebenarnya tidak mengharapkan sama sekali ini terjadi. Cukup malam itu, bila ia tidak bertemu Yunho lagi tidak apa-apa, Jaejoong juga tak mengharapkan Yunho mengingat namanya setelah malam itu.
Tapi nyatanya Yunho tidak menginginkan ia menjauh. Ia tau ini salah tetapi masa bodoh! Ia tidak merasakan seperti ini sebelumnya. Berkali-kali Yunho mengatakan dirinya mempesona, cantik, sexy dan pintar. Berkali-kali Yunho mencium dan menyentuh dirinya tidak membuatnya merasa melayang.
Jaejoong meregangkan ototnya sejenak sebelum bangun. Pikirannya masih terkontaminasi gairah bercinta bersama Yunho. Kemudian ia meraih cup kopi dan meminumnya. Kopi itu masih panas, ia mengira Yunho meninggalkannya beberapa menit yang lalu.
…
Pada suatu malam, Jaejoong berjanji pada sahabatnya untuk hangout. Mereka akan pergi ke Mirotic. Jaejoong mengenakan T-shirt lengan panjang bewarna hitam yang pas ditubuhnya, dipadu dengan celana pendek selutut bewarna coklat dan sepatu low cut bewarna hitam. Tampaknya suasana hati Jaejoong masih bagus.
"Aahh.. tampaknya kini kau sudah tau caranya berpakaian ketika hangout Joongie." Ejek Junsu ketika melihat penampilan Jaejoong.
"Su-ie… jangan mengejekku eoh." Ucap Jaejoong malu-malu.
"Wuhuhuuuu… daebak hyung!" Changmin menyetujui Junsu.
"Tampaknya Joongie kita sedikit mabuk malam mini." Junsu masih saja menggoda Jaejoong.
"Ishh Su-ie aku ini sepenuhnya sadar" Ucap Jaejoong kesal "Aku hanya sedikit mm.. memilih baju."
"Aigoo…hyung seharusnya setiap hari kau seperti ini." Komentar Changmin. "Apakah kau berpenampilan seperti ini ketika pergi ke Mirotic kemarin?" Tanya Changmin.
Jaejoong hanya mengangkat bahunya lalu berjalan mendahului. Ia tidak ingin sahabatnya melihat wajahnya memerah. Mengingat mirotic dan malam pertemuannya dengan Yunho.
Menit ketika Jaejoong melangkahkan kakinya kedalam Mirotic. Ingatan tentang malam penuh kejutan berputar di pikirannya. betapa panas dan sensualnya ia berdansa dengan Yunho.
Pertama kalinya dalam sejarah pertemanan mereka, Junsu dan Changmin melihat Jaejoong memesan beer. Normalnya, Jaejoong akan memesan es teh. Sahabatnya sangat senang dengan perubahan Jaejoong, tetapi juga bertanya-tanya apa yang menyebabkan ia berubah. Meski masih memakai kacamatanya, tapi setidaknya penampilannya telah berubah. Ia berani memakai kaos yang tidak kedodoran dan celana pendek yang mempertontonkan kakinya yang putih mulus.
"Hyung aku mencintaimu malam ini..." Tiba-tiba Changmin memeluk Jaejoong. "Sayangnya aku straight Hyung, apabila tidak aku pasti akan merayumu dan membuatmu jatuh kepelukanku."
Jaejoong tertawa "Hahaha... Maka kau harus bersyukur untuk itu Minnie. Karena aku tidak akan jatuh kepelukan siapapun malam ini."
Beberapa detik setelah berkata seperti itu, Jaejoong melihat sekilas sesosok tegap berambut hitam tebal dan berkacamata hitam yang sangat familiar dengannya. Jaejoong harus mengedipkan mata berkali-kali untuk meyakinkan apakah benar orang yang dilihatnya adalah namja itu. Benar, Jung Yunho ada disini.
Ia mendapati Yunho tersenyum sekilas kearahnya sebelum bergabung kepada teman-temannya yang lain.
"Omooo...Omooo...Jongie...Minnie" Junsu menarik nafas "Jung Yunho ada disini!" Pekiknya heboh.
Changmin menengok kearah yang dituju Junsu. "Aha... most wanted namja here"
"Lihat! Betapa tampannya mereka. Ketiga temannyapun tampan-tampan, tapi tetap saja yang paling tampan adalah Jung Yunho." Komentar Junsu antusias.
Jaejoong memutar matanya. "Su-ie kau berlebihan, kau berkata seperti hanya mereka makhluk tampan didunia ini."
"Memang benar kog." Ucap Junsu. "Lihatlah! Separuh penghuni bar ini melihat kearah mereka. Seolah berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatiannya, walaupun hanya kontak mata."
"Ya ampun, di bar yang gelap seperti ini masih saja orang itu memakai kacamata hitam. Aku bertaruh ada sesuatu yang tidak beres pada matanya." Ucap Changmin menganalisa.
"Anni" Sangkal Jaejoong langsung. Dan langsung mendapatkan tatapan tanda tanya sahabatnya. "Maksudku, sudah seperti kebiasaan dia memakainya. Apabila ia tidak memakainya pasti ia akan merasa aneh. Bu.. bukan berarti matanya tidak beres." Jelas Jaejoong. Ia tidak terima sebenarnya Changmin mengira mata Yunho cacat atau apalah. Hell! Mata hazel setajam musang itu sudah berkali kali membiusnya.
"Aku setuju dengan Joongie, mungkin itu memang bagian dari stylenya. Dan ia terlihat seksi dengan itu." Junsu menambahi.
Jaejoong menganggukkan kepalanya. Tetapi ia tidak berfikir Yunho sexy. Dia sangat mengetahui Yunho. Dan memang benar Yunho itu sangat sexy, dengan memakai atau tidak memakai pakaian sekalipun.
Yunho hanya melihat bartender didepannya, kemudian ke teman-temannya. Dia tidak terlihat memangdang ke arah lain guna mencari perhatian yeoja dan namja uke yang sedari tadi memperhatikannya. Banyak yang berani mendekati meja Yunho dan teman-temannya. Menyapa dan berusaha mendapatkan perhatian mereka. Yunho hanya mengangkat bahunya ketika seorang yeoja berkata sesuatu padanya. Setelahnya terlihat wajah kesal dari Yeoja itu.
Jaejoong tersenyum bangga melihat kejadian itu. Beruntungnya dia, karena malam itu Yunho yang lebih dahulu mengejarnya.
"Hyung, aku rasa ponselmu berbunyi." Seru Changmin kepada Jaejoong. Musik kini kian berdentum keras.
"Oh, kau mendengarnya?" Jaejoong lalu mengambil ponsel di saku celananya. Setelah ia membukanya, terlihat nomor yang tidak dikenal memanggilnya.
Jaejoong mendesah. Ini pasti kerjaan Kim Heechul, bosnya. Ia mempunyai kebiasaan semena-mena memberikan nomernya kepada klien yang ingin menaruh iklannya di Trend.
"Yeoboseo!"
"Pergi keluar!" Suara namja terdengar diseberang.
"Mwoo? ... Nuguseo?" Teriak Jaejoong. Tetapi beberapa detik kemudian ia sadar siapa yang berbicara dengannya sekarang. Seluruh saraf ditubuhnya seakan bersemangat.
"Miannhe Su-ie, Min-ie... aku harus menerima telepon ini diluar." Ucap Jaejoong. Kedua sahabatnya mengangguk saja.
Ketika ia sampai di ruang resepsionis, musik yang terdengar sudah tidak terlalu keras. Ia mendekatkan ponselnya kembali ke telinganya.
"Yeoboseo."
"Keluarlah." Perintah namja itu lagi.
"Nuguseo eoh?" Tanya Jaejoong menggoda orang yang meneleponnya ini. Ia sangat hafal suara namja yang slalu membisikkan kata-kata manis ditelinganya ini.
"Aku terluka." Ucap Yunho dengan nada sedih. "Kau melupakanku begitu saja? Dua malam panas yang kita lalui? Bahkan kau tidak mengenali suaraku!."
Jaejoong terkekeh geli. "Mianahe Yun... aku hanya menggodamu. Tapi, bagaimana bisa kau mendapatan nomor ponselku?" Tanya Jaejoong.
"Apa yang tidak bisa aku dapatkan eum?" Ucap Yunho sombong. "Sekarang bawa pantatmu keluar club, aku menunggumu di mobil."
"Untuk apa aku melakukannya?" Protes Jaejoong.
"Aku juga tidak tau. Tetapi apabila kau kesini, mungkin kau akan mendapatkan jawabannya."
Jaejoong terdiam ragu, ia tidak bisa meninggalkan sahabatnya terlalu lama. Tetapi ternyata ia merindukan Yunho. Melihatnya tadi ia seakan ingin menghambur ke pelukannya.
"Baby... kenapa kau diam?"
"Yunho-yah... aku..." Ucap Jaejoong ragu-ragu.
Yunho menggeram diseberang telepon. "Aku hitung sampai sepuluh, kalau kau tidak datang aku akan menghampiri temanmu dan memperkenalkan diriku sebagai lelaki pertama yang merenggut kepolosanmu." Ancam Yunho.
"MWOO... Arra aku akan kesana." Ucap Jaejoong akhirnya. Ia berjalan menghampiri mobil merah cabe yang terparkir di samping bangunan dengan kesal.
Yunho membukakan pintu untuk Jaejoong dari dalam. Jaejoong dengan cepat masuk, ia tak ingin orang melihatnya.
"Apa yang kau inginkan? Aku disini bersama sahabatku. Apabila aku meninggalkan mereka terlalu lama mereka pasti akan mencariku. Aku..."
Chuup
Yunho memberikan kecupan di bibir Jaejoong agar berhenti mengomel. Praktis, Jaejoong terdiam seketika. Ia menatap mata hazel Yunho. Kacamata yang ia kenakan tadi bertengger di kepalanya.
"Relax okey?" Ucap Yunho disertai senyuman mautnya. Jaejoong mengangguk, ia terhipnotis dengan mata hazel dan senyuman itu.
"Aku hanya ingin menciummu baby Joongie."
Nafas Jaejoong tercekat ketika wajah Yunho mendekat. Jantungnya mulai berdentum tak karuan. Yunho meraih dagunya dan menciumnya dengan dalam. Tak malu-malu lagi, toh Jaejoong juga mengharapkannya, ia membalas ciuman Yunho dengan lumatan ganas. Jaejoong melingkarkan tangannya kesekeliling leher Yunho. Untunglah mobil Yunho berkaca gelap jadi aktivitas yang mereka lakukan didalam tidak akan terlihat dari luar.
"Euuunghhhh Yuhnnn..." Jaejoong melenguh ketika lidah Yunho menjilati belakang telinganya. Yunho tau itu adalah titik sensitif Jaejoong.
"Aku suka aromamu Jae, sangat manis dan lembut." Bisik Yunho menggoda.
"Enghhh Yunnieh... Nappeun... Jangan disitu uhhh..."
Yunho terkekeh mendengar suara Jaejoong yang melenguh sexy. Baby Jae memang sangat sensitif batinnya.
"Kau menyamarkan tandaku dengan make up?" Tanya Yunho yang tak melihat satu tanda merahpun di leher Jaejoong.
Jaejoong mengangguk. "Pintar kan aku?"
Yunho mencibir. "Kalau begitu aku akan membuatnya lagi." Yunho lalu melesakkan kepalanya di perpotongan leher Jaejoong.
"Mwoooo andwee... Yunhn... jebal! Aku kemari dengan sahabatku. Ak..u tak mau mata mereka melotot melihat apa yang kau lakukan di leherku." Jaejoong mendorong-dorong bahu Yunho agar menjauh.
Yunho mendesah ia lalu hanya memberikan ciuman basah di leher mulus itu. "Arra... kalau begitu kau yang melakukan kepadaku." Ucap Yunho menunjuk lehernya.
"Mwoo." Jaejoong melotot.
"Palli... baby... lakukan seperti yang sering kulakukan." Pinta Yunho sambil memiringkan lehernya
Jaejoong menggelengkan kepalanya kuat.
"Atau aku akan menciummu lama, sehingga kau tertahan disini." Ancam Yunho lagi.
Jaejoong berdesis, Jung Yunho memang tak bisa dilawan. Jaejoong perlahan mendekatkan bibirnya ke leher dengan rahang yang keras Yunho. Aroma aaftershave yang segar dan maskulin menggelitik hidungnya. Sejenak ia menikmati aromanya, lalu menempelkan bibirnya ke kulit leher Yunho. Memberikan jilatan yang eksotis kemudian menyesapnya dengan keras.
"Emmmmm..." Yunho memejamkan matanya sambil sentuhan bibir lembut Jaejoong. Tapi kemudian...
Ckit
"Yak! Aishh...appo..."Jerit Yunho merasakan lehernya digigit Jaejoong. "Kenapa digigit?"
"Hihihi Rasakan, makanya jangan aneh-aneh." Ucap Jaejoong mempout lucu.
"Kau ingin kucium lagi, memajukan bibirmu seperti itu?" Goda Yunho tanpa jera.
Jaejoong mendelik kesal. "Aiishh ternyata kau namja pervert." Omel Jaejoong. "Sudah kan? Sekarang aku ingin kembali ke sahabatku." Jaejoong ingin membuka pintu tetapi tangannya dicekal Yunho.
"Sebentar saja baby... please..." Pinta Yunho
"Yun, tapi aku tidak sendirian."
"Kau bisa mengatakan sedang mendapatkan telepon penting dari Heechul yang menginginkanmu menangani bla-bla-bla kan?" Ucap Yunho mencarikan alasan.
Jaejoong memutar matanya. "Arra arra..."
Yunho tersenyum lalu meraih tangan Jaejoong dan menggenggamnya.
"Geunde, kau terlihat luar biasa malam ini" Puji Yunho. "Aku ingin sekali menyapamu tadi, tetapi kemudian aku ingat, kau tidak ingin ada yang tau kita saling mengenal. Apalagi sahabatmu. Aku jadi tidak bisa berbuat apa-apa."
"Ne. Karena aku tak tau kebohongan apa yang kukatakan apabila mereka bertanya bagaimana aku bisa bertemu denganmu." Jelas Jaejoong.
Yunho menaikkan alisnya. "Tapikan kau bisa mengatakan kalau kita bertemu di Trend?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Junsu bekerja disana juga Yun, dan dia akan bertanya macam-macam. Aku tak siap."
"Kau bisa kan berbohong?"
"Memang bisa, tapi aku tak bagus dalam berbohong."
Yunho terkekeh lalu meraih wajah Jaejoong lagi dan menciumnya dalam.
Dahi mereka saling menempel ketika selesai berciuman. Nafas mereka memburu. "Yunn... biarkan aku masuk." Pinta Jaejoong.
Yunho tersenyum "Arra my baby kitty Joongie..." Ucapnya sambil melap saliva di sudut bibir Jaejoong. "Walaupun aku masih ingin make out denganmu. Aku tak akan menghancurkan malammu dengan sahabatmu."
Yunho memberikan ciuman terakhir di dahi Jaejoong dengan lembut. Wajah Jaejoong memerah seketika. Lalu dengan cepat keluar dari mobil. Tapi ia masih dapat mendengar teriakan Yunho.
"My baby kitty Joongie kyeoptaa..."
Jaejoong jalan dengan tersenyum malu. Setelah sampai didalam ia menarik nafas dalam berusaha menghilangkan efek Yunho. Lalu berjalan kedalam menemui sahabatnya.
"Omo, kau lama sekali menerima telepon hyung." Protes Changmin.
"Aku kira kau sudah pulang kerumah." Ucap Junsu. "Siapa yang menelepon?"
Jaejoong berusaha untuk tidak melihat mata sahabatnya karena ia akan berbohong. Ingat, ia tidak pintar berbohong.
"Tadi Hyun Joong." Ucapnya. "Dia... sudahlah kalian pasti tidak akan tertarik apa yang kubicarakan dengannya kan?"
Junsu dan Changmin mengangguk cepat. "Eww paling cuma omong kosong tentang kesehatan. Big no, mari kita membicarakan namja lain." Pinta Junsu.
Mata Junsu dan Changmin kini melihat kearah Yunho dan teman-temannya duduk. Yunho baru saja kembali entah dari mana. Kalian sendiri tahu kan?
"Aku jelas diberitahu tetanggaku, kalau pada saat pembukaan club ini Yunho bersama dengan seorang namja."
Jaejoong menelan minumannya hampir tersedak.
"Aku bertanya-tanya dimana ya namja itu sekarang?" Junsu yang sedari tadi memperhatikan Yunho tak mendapati sekalipun namja itu bermain mata atau terlihat bersama seseorang.
"Hyung, kan semua orang tau kalau Jung Yunho itu tidak akan bisa menetap dengan satu orang. Dia akan mendekatinya, kemudian meninggalkannya. Dia player, kita semua tau." Ucap Changmin.
Ucapan Changmin sedikit menohok Jaejoong. Apakah sekarang semua itu benar? Karena bahkan Yunho sekarang menolak ia lupakan. Batin Jaejoong.
"Satu malam bersama dengan Jung Yunho lebih berharga dari seumur hidup kita bercinta." Ucap Junsu berlebihan. "Betapa bahagianya yang akan mendampingi pewaris Jung Corp itu."
"Dia bukan tipe orang yang melakukan pernikahan. Satu meja disana penuh dengan tipe namja dengan wanita simpanan nantinya. Kurasa mereka tidak akan menyia-nyiakan kekayaanya hanya untuk satu pasangan." Analis Changmin.
"Bagaimana dengan perjanjian nikah yang sering digunakan para orang kaya? Tanya Jaejoong.
Changmin mengangguk "Aku rasa banyak yang melakukannya. Apabila orang kaya itu telah jatuh cinta pada orang lain selain istrinya. Tapi itu menguntungkan pihak istri, ia akan menjadi milyader mendadak setelah bercerai"
Jaejoong mendesah "Semua hanya demi uang."
"Hmmm... Aku bertanya-tanya apakah Jung Yunho juga akan seperti itu? Dia hidup jauh dari orangtuanya. Apakah appanya juga tipe orang dengan wanita simpanan? Dan eommanya adalah sosialita yang lebih memilih berbelanja dan keluar bersama teman kayanya?" Ucap Jaejoong
"Mungkin. Dia seperti hidup dengan kekurangan kasih sayang."
Setelah lelah dengan pembicaraan tentang Jung Yunho, mereka pergi ke lantai dansa. Jaejoong tertawa dan menari bersama sahabatnya. Dia tidak melihat kearah Jung Yunho duduk. Alasannya ia tidak ingin melihat Yunho flirting dengan seseorang. Dia tidak ingin ingatan ciuman didalam mobil tadi terkontaminasi dengan melihat Yunho yang sedang merayu seseorang.
Mereka memutuskan untuk pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi. Jaejoong merasakan lagi perasaan menyenangkan ini. Yunho dan temannya masih berada disana.
"Aku tak percaya tidak melihat aksi seorang Jung Yunho." Ucap Junsu setelah mereka keluar club.
"Aksi apa?" Tanya Jaejoong.
"Kau tau, aku mengharapkan melihatnya flirt dengan seseorang. Jadi aku bisa menerka namja atau yeoja tipe apa yang disukainya. Apakah berambut hitam? Blonde? Brunettes?." Jawab Junsu.
Changmin tertawa. "Dengan track record namja itu... kurasa semuanya."
Jaejoong hanya mendesah. Sampai pulangpun mereka tak ada habisnya membicarakan Yunho.
Ketika mereka mencari Taxi, ponsel Jaejoong bergetar.
Jaejoong mengenali nomer Yunho dan ia mengirimkan pesan padanya. Ia membuka pesannya dengan nervous.
Yunho :
- Apa kau akan pulang baby?
Jaejoong tergelak, bahkan dipesanpun ia memanggilnya 'baby'.
Jaejoong :
- Ne
Setelah beberapa menit, ia mendapatkan pesan lagi.
Yunho :
- Berikan aku password apartemenmu. ;)
Jaejoong lama memandang ponselnya sambil menggigit bibir. Akankah ia memberikan akses kedalam apartemennya kepada Yunho? Akankah ia mempercayai Yunho? Tetapi mengingat Yunho akan mengunjungi apartemennya setelah ini membuat jantung Jaejoong berdegub kencang.
Akhirnya ia putuskan memberikan passwordnya pada Yunho. Karena entah mengapa perasaannya meluap-luap semangat sekarang. Ada apa dengannya saat ini? setelah turun dari Taxi ia dengan cepat mengatakan goodbye pada sahabatnya, dan ia hampir terpeleset ketika berlari di loby apartemen.
Sesampai di apartemen ia langsung mandi dengan cepat. Memakai kaos dan celana training yang biasa ia pakai untuk tidur, dan makan makanan yang ada. Karena ia belum makan malam.
Akhirnya ia berbaring diranjangnya, memeluk guling sambil mencoba memejamkan matanya. Tetapi ia tau tak akan bisa tidur. Dia menunggunya. Akankah ia benar-benar menemuinya?
Stooopp...
.
.
.
.
.
.
Ternyata belum :D
Jantungnya berpacu ketika ia mendengar pintu apartemennya terbuka dan menutup. Jaejoong menolehkan kepalanya pada pintu kamar, dan ia mendapati Yunho berdiri disana, memakai T-shirt putih dan jeans. Kacamatanya masih saja bertengger di kepalanya.
Yunho tersenyum kepada Jaejoong yang dapat diartikan dengan senyuman nakal. Ia lalu berjalan cepat dan merebahkan diri disamping Jaejoong. Merengkuh tubuh ramping itu dan langsung menyambar cherry lips merah merekah didepannya. Mereka kembali mengulang dua malam sebelumnya. Malam penuh gairah dan hasrat. Membuat mulut mereka meneriakkan kata-kata liar dan mendesahkan nama masing-masing.
.
.
.
Yahh ga ada NC lagi... gpp yaa... tersirat aja wkwkwkwk.
Yunjae udah 3x aigooo... :D
Dinikmatin aja selagi manis2 y Yunjaeny,:)
Kamsahamnida semuanyaaa (^_^)
klo ad kesalahan komen aja gpp kog...
Reviewny, semangatnya ya.. karna cerita ini panjang bgt nantinya.
Krn chp ini pendek kykny ya..ditunggu aja hr Sabtu mudah2an bisa update.
Wkwkwkwk...
