.
.
Chapter Title : Little Jealous
.
.
.
Jum'at malam Jaejoong menyetujui ajakan sahabatnya untuk pergi ke Mirotic. Ia lalu menulis pesan untuk mengabari Yunho.
.
Yunnie:
Okay baby, sampai bertemu disana
.
To Yuunie:
Mworago?
.
Yunnie:
Relax! Aku bersama teman-temannku. Tetapi sesekali melihatlah kearahku, okay?
.
To Yunnie:
;)
.
Yunnie:
Ketika kau berada di sana. Ingatlah disana ada salah satu namja yang sangat hot dan tampan yang tak akan bisa melepaskan pandangannya kepadamu.
.
To Yunnie :
Sangat hot dan tampan? Siapa ya? Ah... maksudmu kau sendiri?
.
Yunnie:
Pastinya. Satu-satunya dan tak tertandingi. ;)
.
To Yunnie:
Sepertinya aku butuh jarum untuk mengempiskan kepalamu.
.
Yunnie:
Hahaha... kau sangat lucu. Sampai jumpa nanti malam!
...
Ketika Jaejoong bercermin ia tak berhenti tersenyum. Sangat puas dengan penampilannya malam ini. Kaos lengan panjang berkerah-V warna biru langit dippadu slim fit jeans biru tua membuat Jaejoong terlihat cerah. Ia juga menambahkan eye liner tipis, membuat matanya lebih tajam.
Changmin memberikan missed call yang berarti ia dan Junsu telah menunggunya di bawah.
Sesampainya di Mirotic, mereka langsug menemukan spot kosong berada di tengah bar.
"Kita akan bisa melihat apapun dari sini." Ucap Junsu antusias. Jaejoong dan Changmin hanya mengangguk.
Sekelompok namja memasuki bar dan langsung duduk didepan bar counter seperti tempat itu memang sudah tersedia untuk mereka.
"Para pangeran Seoul" Junsu terpukau seperti biasanya.
"Oh, Jung Yunho kembali kemari rupanya." Ucap Changmin.
Jaejoong menaikkan alisnya. "Apa maksdumu Minnie?"
Changmin mengangkat bahunya. "Akhir-akhir ini ia seperti hilang dari peredaran. Ia tidak berpesta lagi. Dan... percintaannya, hmmm maksudku kehidupan sexnya sepi dari berita."
"Yeah, aku mempunyai teman yang menulis blog tentang gosip. Dan ia tidak menemukan Yunho melakukan apapun. Bahkan katanya ia tidak pernah melihatnya lagi di bar. Sebelumnya bahkan Yunho akan berada di bar hampir setiap malam. Yunho seperti menghilang! Betapa beruntungnya kita dapat melihatnya lagi malam ini." Sambung Junsu.
Jaejoong tidak mengatakan apapun. Ia tidak dapat berhenti untuk tersenyum. Karena ia sangat tau pasti dimana dan bagaimana Yunho menghabiskan malamnya akhir-akhir ini. Diapartemen Yunho, apartemennya, menonton film, minum di balkon, atau bermain poker.
Jaejoong melihat kearah Yunho. Memakai kaca mata hitam seperti biasa. Ia bersandar di bar dengan gelas beer ditangannya. Ia melihat kearah ia duduk karena teman-temannya sibuk menonton pertunjukan laser. Jaejoong tau Yunho sedang melihatnya. Ia tersenyum dan memberikan kerlingan mata kepadanya. Dan Yunho memberikannya senyuman lembut.
Tak beberapa lama ponsel Jaejoong bergetar.
.
Yunnie:
Berhenti menggodaku!
.
Jaejoong menggigit bibirnya untuk mencegahnya tersenyum lebar didepan sahabatnya. Mereka akan curiga, ia harus bersikap wajar membaca pesan dari Yunho. Jaejoong membalasnya.
.
To Yunnie:
Berhentilah menatapku!
.
Yunnie:
Mustahil! Aku tidak akan bisa melepaskan pandanganku padamu sejak pertama kali kita bertemu. Kau sangat cantik dan bersinar malam ini.
.
Blush
Pipi Jaejoong merona. Padahal Yunho hanya memujinya lewat pesan. Tetapi tetap saja membuat Jaejoong merona. Ia ingin sekali tersenyum bahkan memekik senang tetapi ia lalu teringat sahabatnya.
.
To Yunnie:
Berhenti menggodaku. Aku tak ingin lepas kendali. Sahabatku akan bertanya macam-macam.
.
Jaejoong melihat kearah Yunho yang sedang membaca pesannya sambil tersenyum menyeringai. Yunho memandang Jaejoong sebentar, seringaian masih tercetak diwajahnya. Ia menuliskan sesuatu di ponselnya kemudian memandang kearah Jaejoong lagi. Jaejoong melihat Yunho memberikan ciuman pada layar ponselnya lalu tersenyum nakal.
Ponsel jaejoong bergetar.
.
Yunnie:
Jung Yunho memberikan Kim Jaejoong ciuman yang dalam dan basah di bibir!
.
Kali ini Jaejoong tidak tahan untuk terkekeh dan wajahnya merona hebat. Ketika ia mendongak ia mendapati Junsu dan Changmin menatapnya.
Jaejoong berdeham. "Emm... bukan apa-apa. Karam hanya mengirimkan lelucon tentang kesehatan. Ingin mendengarnya?"
Jebal, katakan tidak! Jaejoong berdoa dalam hati.
Kedua sahabatnya malah memutar matanya malas. "Eww...tidak, terima kasih." Ucap mereka kompak.
Setelah meminum satu botol Breezer, Jaejoong ijin untuk pergi ke toilet. Ia membasuh mukanya agar lebih segar. Ia baru keluar dari toilet ketika seorang yeoja berjalan terseok-seok kearahnya sambil memegang mulutnya. Sepertinya ia mabuk berat dan ingin muntah. Jaejoong menatap horor ketika yeoja itu berhenti didepannya, menahan nafasnya dan mengeluarkan suara muntah.
Tiba-tiba ia merasakan seseorang menarik pinggangnya dan membawanya menjauh. Disaat bersamaan, yeoja itu sukses mengeluarkan muntahannya.
Jaejoong membutuhkan waktu beberapa detik sebelum ia menyadari tangan yang tadi menjauhkannya dari muntahan masih melingkar dipinggangnya. Ia mendongak dan menemukan namja dengan mata coklat sipit menatapnya. Rambutnya hitam bergel acak-acakan dan yang paling menonjol adalah dahinya yang lebar. Perasaan familiar tiba-tiba merasuki Jaejoong yang membuatnya terpaku sesaat.
Jaejoong lalu melangkah mundur melepaskan diri. Mata namja itu menyipit menatapnya. Ia juga merasa familiar dengan Jaejoong.
"Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Namja Itu sopan.
Jaejoong mengamati namja itu lebih lanjut. Dia tinggi seperti Yunho. Proporsi tubuhnya ideal sebagai namja manly. Dia sangat good-looking. Seperti model sampul majalah. Dan dia sangat terlihat muda. Jaejoong harusnya ingat apabila ia pernah bertemu sebelumnya. Tetapi sepertinya tidak. Walaupun tak dipungkiri ia merasa sangat familiar dengannya.
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku tidak merasa kita pernah bertemu sebelumnya."
Namja itu menganggukkan kepalanya. "Mianhe, kukira kita pernah bertemu sebelumnya." Ia tersenyum. Ketika ia tersenyum pipinya membentuk bulatan apel. Namja itu mengulurkan tangannya untuk memperkenalkan diri. "Park Yoochun imnida."
Jaejoong menatap uluran tangan Yoochun sejenak. Kemudian memutuskan untuk membalasnya. "Kim Jaejoong imnida." Sambil menyambut jabatan tangan Yoochun.
Jaejoong mendengar suara batuk dibelakangnya. Ia berbalik dan menemukan Yunho berdiri dan menatapnya tajam. Dengan cepat ia melepaskan jabat tangannya.
Yoochun melihat kearah Jaejoong dan Yunho bergantian. Ia melihat ekspresi Yunho yang sedang menahan emosinya dan Jaejoong yang merasa bersalah. Ia kemudian menyadari bahwa dua orang itu sedang bersama.
Jaejoong sadar ia belum berterima kasih kepada Yoochun karena telah menyelamatkannya dari muntahan. "Yoochun-ssi terimakasih banyak kau telah menyelamatkanku tadi."
Yoochun tersenyum dan mengangguk.
"Menyelamatkan dari apa?" Tiba-tiba Yunho menyahut.
"Aku menyelamatkan kekasihmu dari muntahan." Ucap Yoochun dengan tenang. "Sampai ketemu lagi Kim Jaejoong-ssi." Yoochun mengedip kearah Jaejoong dan pergi.
Jaejoong berbalik menatap Yunho yang terlihat tidak senang. "Tadi ada yeoja yang hampir memuntahiku." Ucapnya sambil menunjuk bekas muntahan yang sedang dibersihkan pegawai bar.
Yunho menatap Jaejoong lama kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Kau kenapa?" Tanya Jaejoong.
"Aku berikan waktu sepuluh detik untuk kembali kemejamu. Atau aku akan membawamu kesana sehingga kau harus menyiapkan penjelasan kepada sahabatmu." Ancam Yunho.
"Yunho..."
"Sepuluh...sembilan...delapan..." Yunho mulai menghitung, membuat Jaejoong panik.
"Yunn!"
"Tujuh...enam..."
Jaejoong mendesag, setengah berlari ia kembali kemejanya.
Begitu sampai, Jaejoong meletakkan kepalanya dimeja sambil terengah-engah.
"Apa yang terjadi padamu Joongie?" Tanya Junsu.
Setelah semenit mengatur nafas, Jaejoong menjawabnya. "Ada seorang yeoja yang hampir muntah dibajuku."
Changmin terkekeh. "Hahaha, dan ini baru jam sebelas malam teman-teman. Selamat datang di abad kedua puluh satu."
Jaejoong dan Junsu hanya memutar matanya.
Jaejoong memandang kearah bar. Yunho telah kembali ketempatnya. Tetapi ia hanya mendapatkan pemandangan punggung Yunho. Ia membelakanginya!
Entah mengapa rasa bersalah tiba-tiba menghampirinya. Ia sama sekali tidak mengerti. Apakah ia salah berjabat tangan dengan namja Park itu? Ia mengenalkan dirinya dengan sopan dan menyelamatkannya dari muntahan. Jaejoong merasa tidak salah, Ia akan dicap sebagai namja yang tidak sopan apabila mengabaikannya.
Tetapi mengapa ia merasa seperti sedang berselingkuh? Mengapa ia merasa benar Yunho merasa kesal padanya saat ini?
Jaejoong mengambil ponselnya dan mengirimi Yunho pesan.
.
To Yunnie:
Yunnie...gwenchana?
.
Jaejoong tidak menerima balasan. Ia berkali-kali menatap kearah ponselnya dan Yunho yang tetap membelakanginya.
Jaejoong merengut, iapun mencoba mengirimkan pesan lagi.
.
To Yunnie:
Yunnie tampan... tersenyum, okay?
.
Jaejoong melihat Yunho menunduk kebawah. Barangkali membaca pesannya.
Tidak beberapa lama ponsel Jaejoong bergetar. Jantungnya berdetak membaca balasan dari Yunho.
.
Yunnie:
Tidak dapat tersenyum. Ada namja yang bermain mata dengan my baby.
.
Jaejoong tersenyum dengan dua kata yang Yunho tulis. My Baby.
.
To Yunnie:
Namja itu tidak sedang bermain mata! Disamping itu apa kau melihat your baby membalasnya?
.
Yunnie:
Tidak. Tetapi aku tetap merasa tidak suka. My baby harus memperbaiki kesalahannya.
.
To Yunnie:
Hmmm... dengan apa?
.
Jaejoong menunggu seperti selamanya balasan dari Yunho.
.
Yunnie:
Ia harus setuju berkencan besok. Tidak ada protes dan penolakan.
.
Jaejoong menggigit bibirnya. Menahan diri untuk tidak berteriak kegirangan.
.
To Yunnie:
Ia mengatakan 'arraseo' tetapi dengan catatan. Tidak ada publikasi.
.
Yunnie:
Tak masalah. Aku akan mengaturnya. Ia hanya harus menurut.
.
Jaejoong mendesah. Ia tahu diirinya telah jatuh cinta kepada namja itu. Ia tak bisa menghalanginya lagi.
.
To Yunnie:
Okay Mr. Jung. Kau telah mendapatkan your baby untuk berkencan.
.
Yunnie:
Sekarang aku sudah dapat tersenyum my baby.
.
Jaejoong memandang kearah Yunho. Benar, ia sekarang melihat kearahnya. Bibir hatinya tertarik membuat sebuah senyuman. Dan Jaejoong tau itu untuknya.
.
.
.
To be Continued...
.
Anneoong chingu...aq lagi sneng nii (^_^) mngkin cassiopeia juga, tak ada berita K-Pop yang lbih menyenangkan dari berita ttg Yunjae yg kemungkinan akan bertemu! Arrrrggggggg!...ktny sih Yunho dikirim ke tempat dimana Jaejoong berada untuk Military Culture Festival tgl 5-6 oktbr. n Yunho udh brada dssana dr tgl 18 kmren untuk latihan... ktnyaaa mereka sekarang satu uniiitt...OH MY GOSH...
Semoga mereka ketemu baik-baik saja ya...Semoga mereka tidak saling menghindar...Yah siapa jga cassiopeia yang ga ingin mreka sepanggung lagii... Moga-moga bsok mrka nyanyi barengg...ngedance bareenng... ya.. klo ga cmn salaman lah, tos-tosan lah, saling senyum ato apalah yg pnting kliatan berdua aja... #doaseorangcassiopeia. Hohoho...
.
Btw untuk gmana chapter ini? Waaa si jidat lebar mucul (^_^), kira-kira sebagai apakah nanti abang uchun disini? hehe yg udah bca novelnya smpe hbis pasti tau...
Heheh Chpter ini pendek, udh jng protes soal itu. Tp aq ad satu novel lgi dr wattpad yg pngen kuremake. Klo nda ntar aq upload prolognya. Seperti biasa minta pendapat kalian para pembaca semua :)
Apresiasinya Chapter ini Yaa... Maap klo kbanyakan cin-cong...
met bobo...
wkwkwkkwk...
