.

.

Chapter : Client

.

.

Jaejoong kembali ke kantor pada hari selasa dengan senyum sumringah terukir diwajahnya. Kemarin adalah weekend termanis dan teromantis didalam hidupnya. Ia bahkan tidak pernah bermimpi mengenai itu. Yunho, nama namja yang sekarang menjadi proritas utama di dalam pikirannya. Namja yang membuat semuanya terasa sempurna.

Menurutnya Yunho memang sempurna. Pantas menjadi namja yang diidam-idamkan, dicari, dan diimpikan. Namun bukan karena wajahnya, tubuhnya, dan kekayaannya. Ia merupakan namja impian karena ia sangat romantis dan manis...Ia sangat luar biasa diluar maupun didalam.

Sekarang, untuk mengatakan semuanya kepada sahabatnya...

Jaejoong menghela nafas dalam. Ia berfikir memutuskan Hyun Joong terlebih dahulu lebih tepat. Selanjutnya ia akan mengatakan semuanya pada sahabatnya. Dan... eommanya. Apa yang akan terjadi setelahnya, ia siap mengambil resikonya.

Kim Heechul memanggil Jaejoong kekantornya.

"Jae, karena kau telah mengambil weekend yang panjang, aku percaya kau cukup istirahat dibanding aku." Mulai Heechul. "Jadi... kau harus menebus waktu tidurku yang berkurang." Heechul berhenti lagi, ia memainkan kukunya. "Kau lihat, kuku-kukuku menjadi lebih pucat karena kurang tidur." Ucapnya sambil memperlihatkan kukunya pada Jaejoong.

Jaejoong memutar matanya. "Hyung..." Protesnya. Mana mungkin kuku memucat hanya karena kurang tidur satu hari. Pimpinannya ini memang unik plus berlebihan.

"Kau harus menghadiri meeting dengan perusahaan yang akan menaruh iklan di majalah kita." Perintah Heechul. "Ini akan menjadi deal yang penting karena perusahaan itu sangat besar."

"Tidakkah kita mempunyai departemen yang menanganinya?" Tanya Jaejoong.

"Ne, tapi aku tidak ingin mereka mengacaukannya. Aku ingin mengirimkan seseorang terbaik yang kupunya. Itu kau Jae. Aku yakin kau bisa mendapatkan kontraknya."

Jaejoong menghela nafas dalam.

"Baiklah hyung. Apakah mereka akan kemari? Jam berapa meeting dilakukan?"

"Sayangnya mereka hanya bisa pukul tujuh malam ini. Kau harus melakukan dinner meeting dengan perwakilan Cassiopeia Wellness di Sky Park Hotel."

Jaejoong mengerjabkan matanya. "Cassiopeia Wellness? Wow perusahaan yang bagus hyung."

"Maka dari itu aku tidak ingin proyek ini lepas. Berikan harga 20% lebih besar dari yang lainnya dan mereka akan kita tempatkan di space yang menarik." Perintah Heechul.

"Arraseo hyung, aku akan melakukan yang terbaik." Jaejoong berdiri dan mohon pamit dari kantor Heechul.

Jaejoong mendapat pesan tak lama setelah ia kembali ke mejanya.

.

Yunnie :

Dinner malam ini, baby?

.

Jaejoong menatap pesannya dengan murung. Semua hal yang ingin ia lakukan adalah menghabiskan malam dengan Yunho. Tapi hari ini ia tidak bisa.

Joongie:

Yunnie mian aku tidak bisa :(

Kim Heechul mengirimku untuk meeting dengan klien di Sky Park Hotel malam ini.

Hukumanku karena membolos kemarin.

.

Yunnie :

Maafkan aku baby.

Karena aku, boss galak itu jadi semena-mena memerintahmu.

Aku janji akan menebus waktumu ;)

...

Jam tujuh malam Jaejoong telah sampai di restoran Sky Park Hotel yang merupakan salah satu hotel bintang lima di Seoul.

"Aku mempunyai janji dengan perwakilan Cassiopeia Wellness." Tanya Jaejoong pada resepsionis.

Ia lalu diantarkan menuju meja yang telah disiapkan. Jaejoong terkejut ternyata meja itu di set untuk dua orang.

"Mengapa hanya ada dua kursi?"

"Kami diperintahkan menyiapkan untuk dua orang Tuan." Jawab waiter. "Apakah anda menginkan sesuatu untuk minum?"

"Okay, bawakan aku wine."

"Akan segera datang, Tuan." Waiter tersebut lalu meninggalkan Jaejoong.

Jaejoong membuka notenya sembai menunggu kliennya datang.

Setelah lima menit.

"Mianhe aku terlambat." Suara husky menyapa Jaejoong.

Jaejoong mendongak, dihadapannya berdiri dengan gagah seorang namja tampan bermata coklat sipit dan dahi yang lebar. Sepertinya Jaejoong pernah bertemu dengannya tapi ia lupa.

Jaejoong berdiri menyambut namja itu sekaligus mengamatinya. Mengingat-ingat dimana ia bertemu dengan namja ini. Ketika namja itu tersenyum kepadanya, ia jadi teringat ternyata namja dihadapannya ini adalah namja yang menyelamatkannya dari mutahan beberapa hari lalu. Bagaimana ia bisa dapat mengenali dengan cepat? namja dihadapannya ini berpenampilan berbeda jauh dengan sebelumnya. Namja itu tampak seperti eksekutif muda dengan setelah jas armani abu-abu yang melekat pas dibadannya. Rambutnya ia sisir rapi. Sedangkan yang Jaejoong lihat sebelumnya, namja ini seperti anak muda yang bebas.

Namja itu mengulurkan tangannya pada Jaejoong. "Kita bertemu lagi Kim Jaejoong-sshi."

Jaejoong terdiam, ia sangat lupa nama namja dihadapannya ini. Ia merasa malu sekali.

"Kau pasti lupa namaku, benar kan?" Tebaknya sambil tersenyum.

Jaejoong akan mengatakan sesuatu tapi namja itu terlebih dahulu membuka suara. "Park Yoochun imnida."

Jaejoong menyambut jabatan tangan Yoochun. "Mianhe, aku lupa namanu Park Yoochun-sshi." Ia meminta maaf.

"Gwencanha." Ucap Yoochun. "Mari silahkan duduk." Pintanya pada Jaejoong dengan sopan.

"Aku kemari untuk bertemu dengan perwakilan dari Cassiopeia Wellness, apakah itu kau?" Tanya Jaejoong.

Yoochun mengangguk. "Ne, itu aku."

"Oh..." Ekspresi Jaejoong seakan terkejut.

"Kau pasti mengira perwakilan Cassiopeia Wellness seseorang yang berotot atau orang yang terlihat suka berolahraga kan?" Yoochun terkekeh.

Jaejoong tersenyum, namja dihadapannya ini pintar membaca seseorang. "Mian, itu karena bosku tidak menyebutkan nama orang yang akan meeting denganku dan juga kukira aku akan meeting dengan beberapa orang." Jelasnya.

"Emm, teamku sedang berada di China. Jadi aku terjun langsung menemuimu disini."

Jaejoong mengangguk. Sepertinya namja ini pimpinan dari sebuah departemen pemasaran di perusahaannya. Karena ia tadi menyebut 'teamku'. Tetapi ia terlihat masih sangat muda.

Mereka kemudian mendiskusikan mengenai bisnis yang mereka lakukan. Cassiopea Wellness yang bergerak di bidang kesehatan dan kebugaran ternyata membuka program baru yaitu spa and massage. Jadi untuk mempromosikannya di kalangan wanita, mereka ingin Trend menjadi media iklannya. Jaejoong merasa Yoochun namja pintar dan efektif tak heran ia sudah menjadi pimpinan teamnya di usia muda seperti ini.

Ketika Jaejoong memberikannya standart harga yang tinggi, ia terkejut dengan Yoochun yang dengan cepat menyetujuinya. Tanpa negoisasi lagi.

"Deal, buatlah kontraknya dan kirimkan ke kantorku dan sekertarisku akan mengirimkannya kembali setelah aku tanda tangani." Ucapnya santai.

Hanya itu? mudah sekali negosiasi dengannya. Batin Jaejoong.

"Arraseo, aku juga akan mencantumkan rincian yang harus dibayar di kontraknya."

"Hmmm aku harus membayar via transfer atau dengan check?" Tanyanya. "Aku bisa membayar via apa saja yang kau minta."

Jaejoong tekejut lagi. Sekarang ia bukan lagi terlihat sebagai pimpinan departemen marketing, tetapi sebagai kepala keuangan.

"Kami biasa melakukan via transfer. No rekening tertulis dalam kontrak. Kau bisa mengirimkannya setelah kontrak kau setujui." Jelas Jaejoong.

Yoochun mengangguk lalu menglurkan tangannya untuk berjabat. "Deal"

Jaejoong tersenyum sambil menyambutnya. "Deal"

Seketika itu hidangan datang. Yoochun dengan ramah mempersilahkan Jaejoong menikmati makan malamnya.

"Aku bisa bertanya sesuatu Yoochun-sshi?" Jaejoong memecah keheningan.

"Silahkan."

"Apa jabatanmu di Cassiopeia Wellness?" Tanya Jaejoong.

"Aku? ummm bisa dibilang pengelola... ah penanggung jawab, tapi..." Jawab Yoochun ragu-ragu.

Jaejoong mengernyitkan dahinya tidak mengerti.

"Kau tidak pernah mendengar namaku sebelumnya Jaejoong-sshi?" Tanya Yoochun santai sambil mengiris steaknya.

Jaejoong menggeleng, 'Park Yoochun' ia tak mendapat ide siapa namja dihadapannya ini sebenarnya.

Yoochun tersenyum melihat wajah kebingungan Jaejoong.

"Jaejoong-sshi Cassiopeia Wellness adalah bagian dari Sky Park Hoteliers. Bosmu tidak mengatakannya?"

Jaejoong terkejut. Ia berfikir, Sky Park Hoteliers adalah perusahaan perhotelan berbintang lima yang menguasai lebih dari limapuluh persen hotel di Seoul dan salah satu yang terbesar di China. Berarti kliennya saat ini benar-benar penting seperti Heechul hyung katakan. Tapi namja ini... apa hubungannya dengan... Oh tunggu dulu...marganya...

Jaejoong menconcongkan tubuhnya kedepan. "Apa kau putra dari Park Kyuhyun?" Tanya Jaejoong hampir berbisik. Park Kyuhyun adalah pendiri Sky Park Hoteliers.

Yoochun hanya mengangguk sambil terkekeh.

"OMONa!...minahne Mr. Park aku tidak tau sebelumnya." Kaget Jaejoong.

"Aniaa... tetap panggil aku Yoochun saja, Jaejoong-sshi." Pinta Yoochun dengan kalem.

Jaejoong mengangguk. "Yoochun-sshi. Mianhe seharusnya aku mencari informasi dahulu sebelum..."

"Gwenchana" Potong Yoochun. "Aku sering sekali menerima reaksi seperti itu. Aku memang terlihat seperti masih anak sekolahan daripada seorang pemimpin yang membuat keputusan. Hahaha."

Jaejoong tersenyum. "Maaf aku juga berfikir seperti itu. Waktu melihatmu pertama kali di bar aku mengira kau masih remaja. Aku menduga-duga berapa usiamu saat ini?" Tanya Jaejoong.

"23 tahun. Sekarang aku menangani dua hotel baru di Seoul dan tentu saja Cassiopeia Wellness." Jelasnya.

Jaejoong terkesan. Umumnya di usia segitu orang-orang baru lulus dari universitas tetapi namja ini sudah menangani hotel yang mendunia.

"Cassiopeia Wellness sebenarnya milik eommaku." Cerita Yoochun.

"Eommamu?"

Yoochun mengangguk. "Ne, ia yang mempunyai ide dan konsepnya. Tapi... ia licik menyerahkannya tanpa pertimbangan kepadaku. Yah, karena eommaku sendiri orang yang sangat sibuk."

Jaejoong tersenyum. "Kupikir kau mempunyai keluarga yang super sibuk."

Yoochun mengangguk. "Ne, eommaku tidak bisa menangani bidang bisnis. Tapi ia bekerja di bidang yang sangat dicintainya. Kau mungkin mengetahuinya."

Mata Jaejoong menyipit, menatap Yoochun dengan ingin tau.

"Ia mempunyai nama pena Kyu-Min."

Lagi, Jaejoong menjelajah pikirannya. Nama itu seperti familiar untuknya. Kemudian ia terlonjak dari kursinnya karena berhasil mengingat sesuatu. "Omo... Kyu-Min adalah seorang penulis?"

Yoochun tersenyum lebar. "Ne"

Wow, Jaejoong terkejut lagi. Ia telah membaca seluruh novel dari Kyu-Min dan ia merupakan salah satu penulis favoritnya. Tak bisa dipercaya, ia sekarang makan malam dengan putranya.

Jaejoong menggeleng. "Aigooo...tak kusangka aku makan malam dengan putra penulis favoritku."

"Hahaha. Kau salah satu fansnya?"

Jaejoong mengangguk. "Aku penasaran siapa nama eommamu sebenarnya. Nama penanya begitu unik kau tau?"

Yoochun malah tertawa terbahak. "Hahaha, aku pikir juga begitu. Tak habis pikir eomma menggunakan nama pena seaneh itu. Kau tau Kyu-Min singkatan dari nama appaku Kyuhyun dan eommaku Sungmin. Ya, nama eomma adalah Park Sungmin." Jelas Yoochun.

"Oh, begitu... wahh romantis sekali eommamu menggunakan nama suaminya sebagai bagian dari nama penanya. Aku benar-benar penggemar berat tulisan eommamu."

"Aku juga bangga padanya. Ia tidak hanya penulis handal tetapi juga eomma terbaik untukku." Yoochun memuji eommanya.

Mendengar ucapan Yoochun, hati Jaejoong seperti tercubit. Betapa inginnya ia mengatakan hal yang sama tentang eommanya.

"Jadi, kau sudah lebih tau tentangku secara pribadi sekarang. Sedari tadi kita berbicara tentangku. Bagaimana kalau kau bercerita tentang dirimu Jaejoong-sshi. Darimana asalmu?" Tanya Yoochun.

"Chungnam." Jawab Jaejoong.

"Kalau boleh aku tau. Apa pekerjaan orangtuamu?"

"Kedua orangtuaku adalah seorang dokter. Appaku adalah ahli bedah saraf. Eommaku dokter kandungan. Adikku mahasiswa kedokteran." Jawab Jaejoong lugas.

Yoochun mengamati Jaejoong sejenak, kemudian tersenyum. "Jadi, biar kutebak. Kau menjadi yang teraneh dikeluargamu bukan? dan kau pergi menjauh " Ucap Yoochun menggoda Jaejoong.

Jaejoong mendesah. "Yahhh bisa dibilang seperti itu. Tetapi aku suka menulis. Aku suka bekerja untuk Trend. Aku mencintai apa yang aku lakukan sekarang."

"Tidakkah mereka menekanmu untuk masuk kedunia kedokteran juga?"

Jaejoong mengangkat bahunya. "Hanya bagian dari cerita hidupku." Gumamnya.

"Bagaimana denganmu, apa kau menyukai apa yang kau lakukan sekarang? Tidak ada tekanan, huh?" Tanya Jaejoong balik.

Yoochun mengangguk. "Tentu saja, aku dilahirkan dan dibesarkan untuk mengelola bisnis keluarga. Aku merasa tak tertekan karena sepertinya aku juga menyukai bisnis dan orangtuaku tidak pernah menekanku untuk itu." Jawab Yoochun.

Jaejoong mengangguk. Mereka melanjutkan berbincang-bincang. Jaejoong terkejut ternyata Yoochun mudah diajak berbicara. Ia merasa tidak sama sekali berada dalam suatu pertemuan bisnis. Mereka lebih banyak mengobrol tentang keluarga. Tentu saja Jaejoong tidak mengatakan hubungannya dengan eommanya. Hal itu hanya menjadi lahan bagi sahabatnya, Junsu dan Changmin. Dan sekarang, Yunho. Ia hanya menceritakan hal-hal umum mengenai dirinya.

Sangat berbeda dengan apa yang Yunho katakan tentang Yoochun sebelumnya. Yoochun sama sekali tidak 'bermain mata' padanya. Tidak ada tindakan yang menandakan Yoochun menggoda dirinya. Yoochun namja yang supel dan lucu.

Diakhir makan malam mereka, Jaejoong ingin membayar tagihannya. Tetapi jelas Yoochun tidak mengijinkan.

"Apa kau lupa Jaejoong-sshi, ini adalah hotelku." Ucap Yoochun terkekeh "Atau kau boleh menganggap ini bagian dari pembayaran dari bisnis yang kulakukan denganmu."

Jaejoong tersenyum dan mengangguk. Mereka lalu berjalan menuju keluar hotel.

"Apa kau mempunyai tumpangan?" Tanya Yoochun.

Jaejoong akan menjawab 'tidak', tetapi ia melihat sosok familiar keluar dari mobil Ferarri yang terlihat familiar juga. Sosok itu membuat jantungnya berdebar seketika. Iapun langsung tersenyum.

Yoochun menaikkan alis melihat perubahan wajah Jaejoong. Namun ia langsung mengerti ketika Jaejoong menatap sosok namja yang berjalan kearah mereka.

"Ah, rupanya aku tak akan khawatir lagi kau pulang dengan selamat." Ucap Yoochun.

Jaejoong berbalik menatap Yoochun. "Gomawo Yoochun-ssi atas makan malamnya. Aku akan segera mengirimkan proposal dan kontraknya ke kantormu. Senang berkenalan denganmu." Ucap Jaejoong dengan ramah sambil menjulurkan tangannya.

Yoochun menyambut jabatan tangan Jaejoong. "Senang juga berkenalan denganmu Jaejoong-ssi. Sampai jumpa lagi." balas Yoochun lalu berjalan menuju lift sebelum Yunho mencapai mereka.

"Hmmm, klienmu ternyata namja yang menolongmu dari muntahan tempo hari? Ah dunia benar-benar kecil ya." Ucap Yunho sarkatis.

Jaejoong berbalik memandang Yunho dan tertawa. "Haha, ne benar... ia akan memasang iklan di Trend."

Yunho menaikkan alisnya. "hmmm... iklan? Apa X-box 360?"

Jaejoong tertawa lagi. "Yah Yunnie, aku tau ia terlihat masih muda. Tapi ia memasang iklan tentang Spa."

"Tidakkah seharusnya ia masih sekolah?" Tanya Yunho.

"Katanya ia berusia 23 tahun. Dan ia telah mengurusi beberapa hotel keluarganya." Jawab Jaejoong.

Yunho mengangkat bahu acuh. Ia lalu mengambil tangan Jaejoong mengaitkannya dengan tangannya. Jaejoong langsung panik dan melihat sekelilingnya. Ia ingin melepaskan tautan tangannya tapi Yunho menggenggamnya erat.

"Yuunnn.." Protes Jaejoong.

Tapi Yunho tak peduli tetap menggandengnya sampai mobil.

Sesampainya di dalam mobil, Yunho langsung menarik Jaejoong mendekat. Yunho meraih dagu Jaejoong dan menumbukkan bibirnya. Mencium Jaejoong dengan ganas seakan-akan memperingatkan Jaejoong adalah miliknya.

Ketika Yunho melepaskan ciumannya, Jaejoong bernafas dengan terengah. "A..pa kau marah?" Tanya Jaejoong.

Yunho menggelengkan kepalanya. "Ani." Jawabnya. "Tapi rasanya seperti ingin membunuh diriku sendiri ketika aku tidak bisa memukul seseorang yang menunjukkan ketertarikannya padamu."

Jaejoong tersenyum lalu memberi kecupan pada bibir Yunho. "Kau terlalu berlebihan." Ucap Jaejoong. "Park Yoochun sama sekali tidak tertarik denganku Yunnie. Dan akupun sama sekali tidak menaruh ketertarikan terhadap namja yang lebih muda dariku." Jaejoong menatap Yunho memberi keyakinan padanya.

Yunho menghela nafas dalam lalu mencium Jaejoong dengan lembut. Memberi jawaban kalau ia mempercayainya.

"Tunggu dulu baby, kau mengatakan siapa namanya tadi?" Tanya Yunho tiba-tiba.

"Yoochun, Park Yoochun. Ia merupakan anak pemilik Sky Park Hoteliers. Dan...kau tau! Eommanya adalah kyu-min! Penulis favoritku!" Jawab Jaejoong antusias.

Yunho menatap Jaejoong cukup lama. Kemudian ia berbalik dan menjalankan mobilnya. Wajahnya berubah datar dan Jaejoong melihat ia mencengkeram erat stir mobilnya.

"Yun, Kau baik-baik saja?" Tanya Jaejoong.

"Ne." Jawabnya singkat dan datar. Ia tidak melihat kearah Jaejoong. Tatapannya lurus kedepan dengan wajah mengeras.

.

.

To be Countinued ...

.

Anneong...^_^...

Update nui setelah lelah memantau Yunjae lima hari kemaren, stlh mliht real moment Yunjae kini kembali ke fanfic, huft...

Yah walaupun nda ada duet n selca antara Yun and Jae, sy sbg Cassiopeia sdh puas tau kalo hubungan mereka baik2 saja, apalagi dengan diperkuat bukti interaksi antara orang tua (JJ ke ortu Yun n Yun ke ortu JJ). Saudara lainnya juga support mereka loh, sepupu Yunho like foto fanart Yunjae di insta, Kakak JJ like foto YH yg memberi salam ke keluarga JJ di insta, di twitter jg kakak JJ reetweet potingan ttg Yunho.

Hehehe segitu aj info ttg Yunjae moment in GFF, (ntar aq jg kangen T_T):

AQ mau jwb pertnyaan chingu :

- bagi yg nanya link yunjae moment d GFF aq ngikutin twitternya yunjaemusic. Chingu dsana ngumpulin foto n fancam Yun and Jae dari hari ke 1-5. N udah diupload. Size file 461 MB. Mau tau link uploadny buka twitterny aj.

-Novel ATWR di wattpad smpe chp 38. Blm tamat, tetapi sudah pada tahap penyelesaian. Ga tau authornya tiba2 ga update :(, pdhl critany bagus2 gila... N itu bukan novel fanfic, novel straight biasa.

-Krna aq remake novel ini jd 'fantasy fiction' so MPREG include it. But Jaejoongie dsini ga dibuat hamil chingu...tp liat aj nanti yee...

-Emm reader uda pd bosen y, krn konflik n hyun joong yg ga muncul2? Sabar aj ya :)

...

Yak, kembali ke chapter ini, hehe :D

stlh kencan superomantis Yunjae kembali pulang, n stlh GFF berakhir, Yunjae moment juga berakhir huhuhu...T_T (Bahkan kabar terakhir mereka kembali ke divisi masing2... Heeeuuuuuuuuuu...TT_TT)

Emmm little bit story about Yoochun n Kyumin muncul dsini sbg ortuny Yoochun. Hahaha aneh ga chingu :D ?

Apa hub Yoochun ma Yunho? Ahahaha that's mystery..

Sudah dulu yaaa...

#SeeUAgainYUNJAE

Hiks...hiks...

(Lagunya Taeyeon SNSD gila keren abizzzzzzzzzzzzzzzz)