.
Update nnii karena bsk libur, aku tau chingu butuh bacaan ^_^
Read this slowly ok ;)
Chapter Title : Broken
.
.
Tidak sampai seminggu, Jaejoong mendapatkan kontrak dengan Cassiopeia Wellness. Yoochun menepati perkataannya dengan langsung menandatangai kontrak setelah ia mengirimnya.
Kim Heechul sangat senang dan bangga kepada Jaejoong. Ia terkejut Jaejoong dapat mencapai kesepakatan dengan cepat dan sesuai yang ia inginkan. Dengan harga cukup tinggi dan tanpa diskon. Wow...
Jaejoong juga menceritakan pertemuannya dengan Yoochun kepada Junsu.
"Hmmm... bagaimana rupa dan penampilannya Joongie?" Tanya Junsu. "Aku membaca di blog kalau pewaris Sky Park Hoteliers adalah namja cassanova yang sangat digilai juga."
Jaejoong menyipitkan matanya pada Junsu. "Blog apa yang kau baca, Su-ie?"
Junsu nyengir, ia dengan malu-malu menjawab. "Blog yang berisi... tentang... para namja hot yang merupakan pewaris, dan mempunyai masa depan cerah."
"Ah, dan pastinya mereka yang mempunyai banyak uang di bank dan kartu kredit unlimited kan?" Sembur Jaejoong.
Junsu terkekeh. "Hehehe, tak apakan ingin tahu sedikit tentang mereka. Siapa tau salah satu dari mereka mau berteman dengan kita."
Jaejoong memutar matanya.
"Apa... Jung Yunho juga ada dalam daftar?" Tanya Jaejoong pelan.
"Dia berada di urutan teratas." Jawab Junsu antusias. Lalu berbalik menuju komputernya dan mengetikkan sesuatu.
"Lihatlah Joongie." Junsu memutar monitornya. "Apakah ia orang yang kau temui?" Jaejoong melihat foto Park Yoochun berdiri gagah. Senyumnya membuat pipinya berbentuk seperti buah apel dan dahinya yang lebar menjadi ciri khasnya.
"Ne itu dia." Jawab Jaejoong.
"Owwww... dia tampan dan hot joongie...kau lihat bibirnya sangat sexy. Kau beruntung sekali bertemu dengannya." Junsu mempoutkan bibirnya. "Hmmm apa kau mempunyai nomor ponselnya?"
"Ne aku mempunyainya. Tapi karena kita adalah partner bisnis. Jadi jangan harap aku memberikannya padamu Su-ie. Hahaha..." Jaejoong tertawa evil.
Junsu semakin mempoutkan bibirnya. "Ish kau membosankan Joongie."
Kemudian Junsu terdiam melihat sesuatu di belakang Jaejoong. Jaejoong kemudian memutar posisi duduknya melihat ada apakah. Ternyata Yunho berjalan di koridor sampingnya. Yunho melihat kearahnya dengan senyun tipis dibibirnya.
Junsu menahan nafas. "Apa..a..apa ia tadi sedang tersenyum padaku?"
Jaejoong berbalik menatap Junsu merasa bersalah pada sahabatnya itu. Ia hanya mengangkat bahu
"Besok-besok aku benar-benar akan mengajaknya bicara. Cukup dengan mengajaknya berbasa-basi. Aku akan sangat senang apabila ia membalasnya. Apa ia akan membalasku Joongie?"
Jaejoong hanya mengangkat bahu lemah menanggapi Junsu. Ia sangat...sangat...sangat merasa bersalah pada Junsu.
Jaejoong memutuskan kembali ke ruangannya. Ia berfikir untuk menghubungi Hyun Joong. Ia tidak menjawabnya ketika terakhir kali Jaejoong menghubunginya. Jaejoong sangat butuh berbicara dengannya. Secepatnya ia ingin putus dengan Hyun Joong agar bisa memberi tahu sahabatnya mengenai Yunho.
Jaejoong mencoba menghubungi Hyun Joong tetapi yang didapatnya hanya voicemail. Menghela nafas, Jaejoong memutuskan untuk pergi ke kantor Heechul untuk mendiskusikan layout artikel yang ia tulis. Tetapi saat masuk ruangan ia terkejut Yunho berada disana.
Jaejoong tidak menyapanya, ia bahkan berpura-pura tidak tau Yunho berada disana. Ia menjelaskan kepada Heechul kepentingannya. Ia merasa grogi Yunho dibelakangnya, dan jelas ia tau Yunho menatapnya di balik kacamata hitamnya itu.
Kakinya terasa bergetar ketika ia berbalik keluar dari ruangan Heechul. Ia lalu menghampiri Junsu dan lainnya yang sedang bergerombol di meja Junsu. Tak beberapa lama Yunho keluar dari kantor Heechul dan berjalan melewati mereka. Seketika hening, mereka diam. Ketika Jaejoong melihat ke arah Yunho. Ia menaikkan satu alisnya dan melihat kearahnya.
Setelah Yunho menghilang dari pandangan, mereka mendesah.
"God! Ia tadi melihat kearah kita!" Ucap salah satu yeoja histeris.
"Ia sangat hot dan tampan. Ia tidak harus menjadi pewaris Jung Corp, aku tetap akan memilihnya apabila ia miskin sekalipun" Timpal yeoja lainnya.
Jaejoong kembali ke ruangnnya dengan senyum dibibirnya. Ia tau Yunho hanya melihat kepadanya. Walaupun banyak yeoja yang namja uke yang menatapnya dengan memuja, ia tau mata Yunho hanya melihatnya. Tidak yang lain. Menyadari hal itu, kadangkala ia seperti bermimpi menyadarinya.
Lima belas menit kemudian Jaejoong mendapatkan pesan dari Yunho.
.
Yunnie:
Baby, tak taukah kau betapa sexynya dirimu tadi heum? Kajja kita keluar malam ini. . Melanggar sedikit aturanmu baby... Ayolahh... aku janji kita tidak akan dikenali. Okay...
.
Jaejoong mendesah frustasi. Yunho berkata ia akan sabar menunggu. Tapi Jaejoong tau lama-lama Yunho pasti jenuh. Selama ini Yunho mencoba memahaminya. Kini ia harus balas memahami Yunho. Iapun mengiyakan ajakan Yunho.
Sorenya Jaejoong siap untuk berkencan denga Yunho. Ia melihat refleksinya di cermin merasa puas. Yunho tidak pernah protes dengan penampilannya. Tetapi untuk Yunho, ia ingin berpenampilan terbaik dan terlihat sexy.
Bel apartemennya berbunyi.
Jaejoong mengernyit. Masih lima belas menit sebelum waktu yang Yunho janjikan. Ia selalu tepat waktu. Salah satu yang Jaejoong sukai darinya. Karena ia tidak akan menekannya untuk lebih cepat, juga tidakpernah membuatnya menunggu.
Jaejoong membuka pintunya dan seketika ia shock melihat dua orang berdiri didepannya.
"OH, SHIT!"
Jaejoong mengumpat mendapati dua orang itu adalah Hyun Joong dan Karam.
"Apa yang kau ucapkan, darling?" Tanya Hyun Joong sambil menaikkan alisnya.
Jaejoong menjawab gugup "Ah... anii...ania.. aku hanya terkejut melihat kalian."
"Mengharapkan orang lain yang datang?" Karam menebak.
Ne kau benar sekali Karam. Aku tidak mengharapkan kalian yang datang!
"Ania... aku benar-benar tak menyangka melihat kalian datang ke apartemenku." Ucap Jaejoong. "Masukklah. Aku sebenarnya akan pergi menemui bosku untuk mendiskusikan artikelku."
Mereka masuk ke dalam apartemen Jaejoong. Hyun Joong dan Karam melihat isi apartemen seakan menilainya.
"Apartemen yang bagus" Puji Karam membuat Jaejoong menaikkan alisnya, karena tak biasanya Karam memujinya.
Karam kehilangan banyak berat badan. Ia kini seramping dirinya. Penampilannyapun bisa dibilang modern. Rambutnya ia ubah warna blonde. Serasi dengan kulit putihnya. Yah, Jaejoong akui Karam semakin cantik dari terakhir kali ia bertemu. Tetapi tetap saja terlihat sombong dan menyebalkan.
"Pakaian apa yang kau pakai saat ini Jae!" Tanya Hyun Joong sambil menatap Jaejoong dari kepala sampai kaki. Jaejoong memang terlihat sexy saat ini dengan kaos V-neck putih favoritnya dan juga jeans ketat.
Jaejoong memutar bola matanya. "Aku baik-baik saja Hyun Joong." Jawab Jaejoong malas. "Kalian bisa duduk, aku akan mengambilkan minuman." Jaejoong menunjuk sofa lalu berjalan menuju dapur.
Jaejoong mengambil nafas dalam didepan kulkas, lalu mengambil dua botol pepsi.
"Berita buruk Karam-ah, aku tidak mempunyai minuman diet." Ucap Jaejoong.
"Darling, kau tak membutuhkan apapun untuk diet." Sahut Hyun Joong tiba-tiba.
apakah ia baru saja mengatakan sesuatu yang baik tentangku? Batin Jaejoong.
"Tak apa, aku juga tak pernah membutuhkan diet." Jawab Karam tak ingin kalah. "Mianhe sebelumnya kita mengunjungimu tanpa memberi tahu terlebih dahulu. Sehingga mengganggu..." Karam terdiam. "Pekerjaan yang hyung lakukan?"
Jaejoong mengangkat alis. Hyung? Biasanya ia menghindari memanggilku dengan hyung. Apa ia sudah berubah?
"Ah, gwenchana aku hanya akan berdiskusi dengan bosku tentang artikel butik yang baru dibuka didekat sini."
"Wow, pekerjaan yang menarik!" Ucap Karam terdengar antusias. Tetapi Jaejoong mengenal Karam dengan baik. Karam tidak akan pernah tulus padanya. Pada akhirnya ia tetap akan merendahkan Jaejoong untuk membuat dirinya hebat.
Jaejoong mendesah. "Lalu bagaimana dengan kalian? Apa yang kalian lakukan di Seoul?"
"Kita akan menghadiri seminar kesehatan selama seminggu. Kita memutuskan untuk tidak memberitahumu karena ingin memberimu kejutan." Jawab Hyun Joong.
Daebak! Dan aku sangat-sangat terkejut! Batin Jaejoong.
"Yaa, dan kalian berhasil mengejutkanku. Hahaha" Jaejoong tertawa dengan sarkatis.
Jaejoong melihat jam dindingnya sekilas. Jam delapan tepat. Jam yang Yunho pakai sudah ia sinkronkan dengan miliknya. Betapa manisnya... Tapi saat ini Jaejoong cemas karena ia tau Yunho akan membunyikan belnya. Dan benar...
"OMO!" Jaejoong terlonjak.
Hyun Joong memandangnya dengan menaikkan satu alisnya.
"Ah, chakkaman... itu pasti bosku, aku akan berbicara padanya untuk menunda pertemuan. Aku akan cepat kembali."
Jaejoong langsung melesat keluar tanpa memberi mereka kesempatan untuk berbicara. Dalam hati ia berdoa semoga Hyun Joong tidak mengikutinya.
Ketika Jaejoong membuka pintunya ia melihat Yunho akan menekan bel lagi. Dengan cepat Jaejoong mendorong Yunho dan menutup pintu dibelakangnya.
"Apartemenmu Yunn... cepat..." Jaejoong menarik tangan Yunho menuju depan pintu apartemen Yunho. Jaejoong langsung menekan pasword apartemen Yunho dan menggeret Yunho masuk tanpa memberikan Yunho kesempatan berbicara.
"Waeyo? Ada apa baby?" Tanya Yunho bingung.
Jaejoong berusaha menormalkan nafasnya. "Hyun...Joong dan Ka...ram ia ada di apartemenku." Jawab Jaejoong frustasi.
Yunho terdiam.
"Cobaan apa yang kau berikan, Tuhan!" Ucap Jaejoong putus asa.
"Hyun Joong... kekasih resmimu bukan?" Tanya Yunho datar.
Jaejoong menggeleng. "Yuunnie..." Jaejoong menatap Yunho dengan memelas.
Yunho mengambil nafas dalam. "Baiklah baby, temuilah mereka. Aku... akan keluar bersasama teman-temanku saja malam ini."
Jaejoong menatap Yunho. Ia tak bisa membaca ekspresi wajah Yunho.
"Aku tak ingin bersama mereka. Aku benar-benar tak ingin..."
"Tapi ada Karam, adikmu. Kau tak bisa meninggalkannya begitu saja. Dan Hyun Joong... tidakkah kau perlu berbicara dengannya?" Tanya Yunho.
Jaejoong mengangguk. "Apa kau tak apa-apa Yun?"
Yunho tersenyum. "Jangan khawatirkan aku. Apabila kau tidak bisa mengatasinya, hubungi aku."
Jaejoong langsung mengalungkan tangannya ke leher Yunho dan mencium bibirnya. "Aku akan selalu mengingatmu saat bersama mereka."
Yunho tertawa. "Aku tau..." Ucap Yunho sambil membelai poni Jaejoong. "Kau terlihat mempesona malam ini, baby."
Jaejoong melihat dirinya. "Eummm... tapi aku tidak berdandan untuk mereka." Ucap Jaejoong ketus.
Yunho meraih pinggang Jaejoong merapatkan dirinya. "Lalu, untuk siapa kau berdandan? Karena kau terlihat sangat hot dan sexy." Goda Yunho.
Jaejoong menyembunyikan wajahnya yang memerah didada Yunho. "Aku hanya melakukannya untuk Yunnie..." Ucapnya malu-malu.
"Aku tau baby... aku tau..." Yunho terkekeh. "Jja sekaarang temui mereka sebelum mereka mencarimu." Pinta Yunho.
Jaejoong mencium Yunho sekali lagi sebelum ia pergi. Ia menghela nafas dalam sebelum membuka pintu apartemennya.
Hyun Joong dan Karam masih duduk di sofa.
"Ehemmm...Bagaimana kalau kita makan malam diluar?" Ajak Jaejoong.
"Bagaimana dengan pekerjaan yang akan kau lakukan dengan bosmu?" Tanya Hyun Joong.
"Ah, bosku memberiku ijin. Karena kalian sudah datang jauh-jauh dari Jepang, mana mungkin aku meninggalkan kalian." Jelas Jaejoong.
Sebenarnya aku ingin sih, meninggalkan kalian dan pergi dengan Yunnie.. huft
"Tapi kau harus mengganti pakaianmu, darling." Pinta Hyun Joong. "Kau tak bisa keluar dengan pakaian seperti itu."
Jaejoong mendengus, ia ingin membalas Hyun Joong tetapi Karam dengan cepat menyahut.
"Hyun Joong hyung, ayolahhhh... kita tinggal di Korea selatan bukan Korea utara. Baju Jaejoong hyung juga tidak terlalu ketat. Ayoolah, aku kelaparaan."
Hyun Joong diam, tidak membalasnya. Seperti Karam adalah komandonya. Yes sir..yes sir..
Jaejoong mengajak mereka makan di restoran khusus masakan korea asli. Karena mungkin mereka rindu masakan korea selama berada di Jepang. Hyun Joong dan Karam sedari tadi berbicara mengenai seminar yang akan mereka ikuti. Jaejoong mengira mereka berada di satu club yang sama. Berarti mereka menghabiskan waktu lebih banyak bersama. Tapi kini Jaejoong bersikap masa bodoh, ia sama sekali tak cemburu.
Ketika pesanan mereka datang, Jaejoong menyadari waiter yang menyajikan minuman sedari tadi menatapnya sehingga membuatnya tidak nyaman. Sampai Jaejoong merasa apakah ada yang salah dengan penampilannya.
"Ehemmm...sebenarnya apa masalahmu?" Tanya Hyun Joong ketus kepada waiter. Hyun Joong juga menyadari kelakuan waiter itu.
"Hyun Joon-ah sudahlah..." Jaejoong tidak ingin ada pertengkaran.
"Ah, mianhe tuan." Ucap waiter tersebut.
"Katakan padaku mengapa kau melihat kekasihku seperti itu?" Sergah Hyun Joong.
Ekspresi waiter tersebut menunjukkan penyesalan. "Jeongmal mianhe tuan. Aku hanya berfikir betapa beruntungnya anda mendapatkan kekasih namja yang sangat cantik."
Sebelum terlalu jauh, Jaejoong bertindak. "Terima kasih atas pujianmu, bisakah kau membawakanku segelas es jeruk?" Pinta Jaejoong ramah.
Waiter itu mengangguk. "Tentu saja, pesanan anda akan datang secepatnya." Ucap waiter itu dengan senyum lalu berlalu.
Jaejoong melihat Karam memainkan sedotan di minumanannya dengan malas. "Jadi, berapa lama kalian akan tinggal di Seoul?" Jaejoong mengalihkan pembicaraan.
Untungnya Hyun Joong tak membahas apa yang baru saja terjadi. Karena Karam langsung berbicara tentang kanker dan bla..bla..bla.. Membuat Jaejoong kehilangan selera makannya. Ia hanya memainkan makanannya dengan garpu sambil memikirkan saat yang tepat memutuskan Hyun Joong.
Mungkin ia bisa melakukannya malam ini atau besok... ya secepatnya lebih baik ia akan memutuskan Hyun Joong. Senyum terukir di bibir Jaejoong. Dan untuk memberi tahu sahabatnya, ia perlu membawa Yunho ke hadapan mereka berdua karena terakhir kali ia memberi tahu mereka malah menertawainya parah.
Tak lama Jaejoong merasa ponselnya bergetar. Ia tersenyum penuh syukur karena itu dari Yunnienya.
.
Yunnie :
Bagaimana keadaanmu, baby? Apa kau baik-baik saja?
.
To Yunnie :
Sejauh ini aku masih bisa bertahan. God! aku sangaat merindukanmu ;(
.
Yunnie :
Aku lebih merindukanmu, baby. Aku di Mirotic bersama teman-temanku biasanya. Sekarang kami menunggu sepupuku kembaran Yonghwa.
.
Joongie :
Malammu terdengar menyenangkan.
.
Yuunie :
Ani! Malamku sama sekali tak sempurna tanpa dirimu, baby. Miss you...
.
Jaejoong tersenyum dengan pipi memerah membacanya.
"Apa kau baik-baik saja, darling?" Tanya Hyun Joong tiba-tiba.
Jaejoong mendongak menatap Hyun Joong dengan gugup. "Ah, tadi Changmin mengirimiku pesan yang lucu." Kilah Jaejoong sambil tersenyum kearah Hyun Joong berharap ia tak bertanya lagi.
Ketika mereka keluar dari restoran, Hyun Joong berkata ia akan memanggilkan taxi untuk ia dan Karam dan ia sendiri akan pulang ke hotelnya. Jaejoong menatap mereka tak mengerti.
"Aku akan menginap di apartemenmu malam ini, hyung." Ucap Karam tiba-tiba.
"Mwo?"
Karam mengangkat bahunya. "Appa menyarankanku untuk menghabiskan malam denganmu. Dan aku merasa, mengapa tidak? Kita kan saudara.."
Jaejoong menganga mendengar ucapan Karam.
"Benar sekali Jae. Orangtuamu pasti akan senang mendengar kalian menghabiskan malam bersama. Apalagi cukup lama kalian tidak bertemu. Karam tentu membutuhkan hyungnya untuk bertanya atau saling memberi saran. Iya kan?" Hyun Joong menatap Karam yang mengangguk. "Habiskanlah malam kalian bercakap-cakap layaknya kakak, adik." Saran Hyun Joong.
Jaejoong berfikir memang benar orangtuanya akan senang apabila ia dan Karam menghabiskan waktu bersama sebagai kakak dan adik. Karena mereka memang tidak pernah melakukannya dan jarang bertemu. Apabila Karam ingin, ya sudah... ia akan menyetujuinya. Siapa tahu Karam sudah berubah dan menjadi adik yang manis malam ini.
"Arraseo." Ucap Jaejoong.
"Yey! Gomawo hyung." Karam langsung memeluk Jaejoong. Jaejoong tersenyum lalu balas memeluknya. "Kau hyung terbaik!" Ucap Karam dengan manis. Jaejoong ingin menangis karena ini adalah pertama kalinya ia merasa dianggap hyung oleh adiknya. Mungkin karena mereka tidak sering bertemu membuat Karam menyadari ia kehilangan hyungnya.
Jaejoong berbalik menatap Hyun Joong.
"Emmm... bisakah kita bicara?"
"Aku sangat lelah, darl. Aku akan menjemput Karam sangat pagi besok karena seminar dibuka pukul delapan tepat. Kau tau kan aku benci terlambat." Ucap Hyun Joong. "Aku akan menemuimu apabila seminar telah selesai. Aku mempunyai dua hari libur. Kita bisa berbicara selama empat puluh delapan jam kalau kau mau."
Kemudian Hyun Joong menyetop Taxi tanpa memberi kesempatan Jaejoong berbicara.
Karam masuk terlebih dahulu kedalam Taxi. Jaejoong akan mengikuti Karam masuk kedalam, ketika ia merasakan pinggangnya ditarik. Hyun Joong membungkuk lalu mendaratkan ciuman dibibir Jaejoong.
Kesan pertama di pikirannya adalah : pencium yang buruk!
Kedua adalah : aku merasa menghianati Yunnie!
Jaejoong berfikir ada apa dengannya. Ia tidak merasa bersalah tidur dengan Yunho dibelakang Hyun Joong. Tetapi ia merasa buruk saat ini karena Hyun Joong menciumnya dibelakang Yunho. Hyun Joong yang merupakan kekasih resminya...dan .. Yunho... ya Yunho adalah namja yang dicintainya
Jaejoong tidak membalas ciuman Hyun Joong. Ia dengan halus mendorong Hyun Joong menjauh dan berusaha tidak muntah dihadapannya.
"Selama malam." Ucap Jaejoong kepada Hyun Joong sebelum masuk kedalam taxi.
Didalam taxi mereka hanya diam. Karam melihat keluar jendela, menikmati pemandangan kota Seoul dan Jaejoong juga tak tau apa yang harus ia bicarakan dengan Karam.
Tak lama mereka tiba di apartemen Jaejoong.
"Jadi, dimana kamarku?" Tanya Karam dengan angkuh.
Jaejoong menaikkan alisnya. "Tidakkah kau ingin tidur dengan hyung? Kau bilang kita harus menghabiskan waktu sebagai kakak adik? Kita bisa bercakap-cakap semalaman dan... "
Karam langsung tertawa. "Haahaha.. ayolahh.. kita tidak harus berpura-pura dekat apalagi sebagai kakak adik yang akur apabila sendiri." Ucap Karam. "Kita hanya perlu mengatakan kepada eooma dan appa kita menghabiskan malam seperti yang mereka mau. Sekarang dimana kamarku?"
"Ah, pasti ini." Karam membuka sebuah pintu dan benar itu adalah kamar yang diperuntukkan untuk tamu. "Sayang sekali... aku juga harus bangun pagi-pagi sekali besok. Jadi.. selamat malam." Karam menutup pintu dengan suara cukup keras.
Jaejoong berdiri, terdiam kaku tangannya terkepal. Ia seperti ingin meledak. Ia memejamkan matanya berusaha meredam amarahnya. "Dosaeng kurang ajar!" Geramnya.
Jaejoong mandi, ia berkumur-kumur dan mengelap bibirnya beberapa kali. Memastikan tak ada lagi bekas dari Hyun Joong. Pikiran dicium orang lain kecuali Yunho membuat dirinya mual.
Ketika Jaejoong keluar kamarnya untuk mengambil minum, ia menemukan Karam duduk santai di sofa sambil melihat televisi.
"Aku pikir kau tidur."
"Dan aku pikir aku tidak perlu menghabiskan malamku untuk berbicara denganmu." Ucap Karam dengan angkuh.
Jaejoong menggenggam gelasnya erat. Ia menahan dirinya untuk tidak melemparkan gelas itu ke wajah Karam.
"Hati-hati bicaramu, kau sedang berada di apartemenku." Ucap Jaejoong dingin.
Harusnya Karam merasa malu, tetapi ia malah tersenyum sinis kearah Jaejoong. "Yah, karena aku membiarkanmu mencetak skor pada eomma. Bagaimana hasilnya? Apa eomma terkesan?"
Jaejoong memejamkan matanya. Karam benar-benar membuatnya marah. Ia membayangkan menjambak rambut Karam dan menamparnya. Bagaimana bisa ada adik seperti itu pada kakaknya?
Daripada terkena darah tinggi, Jaejoong memutuskan untuk masuk kekamar. Ia menutup pintu kamar dengan keras. Setelah menenangkan diri dengan mengatur nafas Jaejoong melihat ke arah jendela. Yunho belum pulang rupanya.
Ia lalu mengiriminya pesan.
.
To Yunnie :
Karam menginap di apartemenku. Aku berusaha mati-matian untuk tidak membunuhnya!
.
Yunnie :
Benarkah? Tunggulah, aku yang akan melakukannya untukmu... Apa yang ia lakukan sehingga membuat babyku ini jadi sadis heum?
.
To Yuunie :
Ia seperti rubah betina. Sangat licik. Katanya aku bisa membeli apartemenku karena ia membiarkanku mencetak skor pada eomma.
.
Yunnie:
Calm down baby. Sebentar lagi aku akan pulang bersama sepupuku. Kau ingin ketempatku? Aku akan mengenalkanmu pada sepupuku.
.
To Yunnie:
Akan sangat menyenangkan. Tapi tidak bisa! Karam sedang melihat tv seperti ia akan mengadakan camping disana. Radar keingin tahuan Karam sangat tinggi. Akan lebih aman apabila aku dirumah.
.
Yunnie:
Arraseo, aku akan merindukanmu malam ini. Sudah cukup lama aku tidak tidur sendiri. Hmmm.. besok aku akan memberimu kejutan. Mimpi tentangku, mimpi yang indah baby.
.
Ketika Jaejoong bangun pagi harinya, Hyun Joong sudah berada di apartemennya. Ia dan Karam sedang menikmati kopi di ruang tamu.
"Kita harus segera berangkat" Ucap Hyun Joong tersenyum kearah Jaejoong. "Kami hanya menunggumu bangun. Sepertinya memang kalian menghabiskan waktu semalaman untuk mengobrol huh?"
Karam melirik kearah Jaejoong. "Ne benar, hyung dan aku sampai lupa waktu padahal aku harus bangun pagi. Aku harap bisa lebih lama mengobrol dengan hyung." Ucap Karam dengan nada sedih di kalimat akhir.
Pembohong! Jaejoong ingin berteriak kepada Karam. Mengapa ia berbohong? Anak ini benar-benar mempunyai kepribadian buruk.
"Kalian masih bisa melanjutkannya. Setelah seminar berakhir. Orangtuaku mengundang kalian untuk bergabung bersama liburan ke pulau Jeju. Orangtua kalian juga akan datang." Ucap Hyun Joong antusias.
"Omo.. itu aka sangat menyenangkan..!" Sahut karam sambil tersenyum berlebihan.
Jaejoong tau semua itu hanya akting. Ia hanya memutar matanya.
Hyun Joong mendekati Jaejoong. "Kita memang butuh berbicara, darl." Hyun Joong tersenyum cerah padanya. Kemudian ia menunduk ingin mencium Jaejoong. Dengan segera Jaejoong memalingkan wajahnya, sehingga bibir Hyun Joong hanya mengenai pipinya.
"Beritahu kapan dan dimana aku bisa bertemu denganmu." Ucap Jaejoong. "Sampai jumpa, hati-hati dijalan."
Setelah mereka pergi, Jaejoong berharap Hyun Joong menyadari tanda-tanda yang ia berikan padanya. bahwa ia ingin putus. Ia berharap Hyun Joong tak mempersulitnya. Mereka bisa putus baik-baik. Dan menjalin hubungan dengan baik. Sebagai teman atau apalah. Jadi eommanya bisa sedikit memaafkannya.
Jaejoong mandi dengan cepat. Ia tak sabar untuk bertemu dengan Yunho. Ia sangat merindukan Yunho. Malam tadi adalah pertama kalinya mereka tidur terpisah setelah sekian minggu tidur bersama. Dan Yunho berkata ia juga merindukannya. Jaejoong sangat senang.
Setelah selesai, ia langsung menuju apartemen Yunho. Jaejoong memencet password apartemen Yunho dengan tidak sabar.
Klik pintu terbuka dan Jaejoong masuk begitu saja.
"Yunnnie..." Panggil Jaejoong dengan ceria
"Yunnie..." Sepertinya Yunho masih tidur dikamarnya
"Yunn..."
"Yun."
Cklek
"..."
Jaejoong terdiam. Ia melihat seorang yeoja baru saja keluar dari kamar Yunho dan mengenakan jubah mandi Yunho. Yeoja itu sangat cantik seperti seorang model.
"Permisi... ada yang bisa saya bantu? Anda siapa?" Tanya yeoja itu.
Jaejoong berdiri kaku. Ia menggigit bibirnya menahan tangis. Ia tak tau harus menjawab apa. Ia mengamati yeoja itu, sepertinya baru saja mandi karena rambutnya masih basah. A..pa yang baru saja dilakukannya? Pikiran-pikiran buruk menghantam Jaejoong.
"Aku seperti mendengar suara..." Yunho keluar kamar hanya mengenakan handuk melilit di pinggangnya. Dan ia juga terlihat habis mandi.
Ania! Mereka terlihat seperti habis... arghhhhhh...
Hiks...
Akhirnya satu isakan lolos dari bibir Jaejoong. Ia lalu mengambil nafas dalam, mengumpulkan kekuatan.
"Ah mian, sepertinya aku tidak sadar kalau kalian sedang sibuk." Ucap Jaejoong tajam. Ia lalu menutup mulutnya dan berbalik pergi.
"Baby...baby... tunggu...!"
"Baby..."
Teriak Yunho sambil berlari mengejar Jaejoong. Tetapi Jaejoong lebih cepat menutup pintu apartemennyaa tepat didepan muka Yunho. Ia lalu menguncinya secara manual, agar Yunho tidak bisa membukanya.
Jaejoong merosot dan menangis. Mengapa Yunho melakukan ini padanya... apa Yunho sudah kehilangan kesabaran karenanya? Dan... ia memilih yeoja itu... yaa, ia sangat cantik dan terlihat serasi dengan Yunho...
.
.
To be continued...
.
That's all,
Anneong chingu ...^_^...
Chapter yang kalian tunggu2, Hyun Joong n Karam muncul... gregetan ih ma Karam, ; wkwkwk...
Klo konflikny dteng damainy lama looh... wkwkwk...
Hayoo tebak siapa yeoja di kamar Yunho? tinggal pilih2 ni nama :
1. Go Ahra
2. Kwon Boa
3. Bae Seulgi (Bukan Red Velvet)
ato rumor yg skarang ni 4. UEE (hueeeee...aq ga trima Yunho ma Uee, huh!)
Yayaya... comlicated emang ad reader yg tny sbnrny konfliknya antara siapa dan siapa siiii... Jae n mom, Jae n Joong, Jae n frend, Yun n chun, Yun n famly... dan ternyata konflik yang pertama adalah Jae n Yun sendiri... Hadeeehh...
.
WARNING bagi yg baca ff ini adalah yang sabar aja... hny itu, nikmati jalan ceritanya, kalo tidak tahan y jangan ngikutin...simple! oke - oke ^_^
.
Apresiasinya chingu-yaa... gamsahamnida ^_^
.
(Kalian udah liat foto terakhir Jaejoong yang baru beredar hari ini? yang hanya pakai singlet? WOW lengannya bikin ga kuat ;, udah seperti Kim Jong Kook aja. sampai Fans ngasi julukan 'Hulk Jaejoong' Hihihi ^_^)
.
