.

.

Wow Cici update super kilat nii...^_^...

Karena chingu pengen aq cpet update kan, niki monggo... dibaca pelan-pelan nee...biar ngeresep

.

Chapter Title : GOODBYE

.

.

"Jaejoong! Apa yang kaulihat bukan seperti apa yang kaupikirka!. Tolong buka pintunya, biarkan aku menjelaskan semua kepadamu." Teriak Yunho dari depan pintu apartemen Jaejoong sambil terus menggedornya.

Jaejoong menggelengkan kepalanya. Merasa tidak perlu mendengarkan Yunho apa yang ia lihat sudah menjelaskan semuanya. Jaejoong menghidupkan stereonya sangat keras.

Jaejoong masuk ke dalam kamarnya, menutup jendela dan korden yang terhubung dengan apartemen Yunho. Ia melemparkan dirinya di ranjang dan menangis. Ia merasa sakit... sangat sakit, seperti ada yang memukuli dadanya. Mengapa Yunho melakukan semua ini padanya. Malam tadi adalah pertama kalinya mereka tidak menghabiskan malam bersama, dan... Apa yang Yunho lakukan? Kembali seperti kebiasaannya, ya, one night stand..

Apa yang Jaejoong dapat harapkan? Namja seperti Jung Yunho... sangat tidak bisa diharapkan untuk bisa berkomitmen. Seorang playboy... Jaejoong merasa salah mengira, playboy memang tidak akan pernah cukup dengan satu pasangan saja. Ia membiarkan harapannya kepada Yunho terlalu tinggi. Dan inilah akibatnya!

Jaejoong mencintainya... Sangat! dan itu terasa sakit sekarang. Yunho membawa seorang yeoja ke apartemennya seperti yang ia lakukan padanya waktu itu. Yeoja yang sangat cantik bak boneka barbie! Apabila Yunho memang memilih yeoja, bagaimana bisa ia menandinginya? Ia tau, Yunhopun pasti akan sangat sulit menolak yeoja sepertinya.

Yunho masih mencoba memanggil dan menghubungi Jaejoong. Ia menelepon ponsel Jaejoong berulang kali. Bahkan telepon apartemen Jaejoong. Tetapi sama sekali tak direspon Jaejoong. Berpuluh-puluh pesan Yunho kirim, Jaejoong tak akan membacanya, satupun. Ia tidak mau mendengar alasan Yunho, karena bukti kuat ia lihat didepan matanya. Semuanya jelas, ia tidak butuh omong kosong Yunho.

Orang asing tidak mungkin keluar dari kamar Yunho dan memakai jubah mandi Yunho dalam keadaan basah. Mereka pasti telah saling mengenal karena menghabiskan malam bersama.

Yunho benar-benar telah menghancurkan hatinya. Karena kelelahan menangis, Jaejoong tertidur. Ketika ia bangun waktu sudah menunjukkan pukul enam sore. Ia mendapatkan lebih dari lima puluh pesan suara dan sms dari Yunho. Jaejoong menghapus semuanya tanpa mendengarkan dan membacanya,

Kemudian Jaejoong mengeppak beberapa pakaiannya, memasukkan kedalam tas cukup besar. Ia keluar dari apartemennya dengan tergesa, berharap tidak bertemu dengan Yunho di lift maupun di loby.

Tanpa menoleh kebelakang ia menyetop taxi dan menuju ke apartemen Changmin.

Changmin membuka pintunya dengan kasar karena sepertinya tamunya satu ini tidak sabaran. Sedari tadi ia memencet bel dengan brutal. Tapi ketika melihat siapa tamunya Changmin terkejut.

"Omo! Hyung! Kau kenapa?" Tanya Changmin kaget melihat Jaejoog didepannya dengan mata sembab.

Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Apakah aku boleh menginap disini selama beberapa hari? Aku sangat tidak ingin sendiri di apartemen."

"Apa yang terjadi?"

Jaejoong kembali menggelengkan kepalanya. Ia menghapus sisa air matanya dan bernafas.

"Tidak ada apa-apa. Aku hanya membutuhkan waktu untuk berfikir dan menjernihkan pikiranku. Hyun Joong dan Karam mendatangiku kemarin. Dan... Aku harus memikirkan rencana untuk memutuskan Hyun Joong." Jaejoong jelas-jelas berbohong.

Changmin tidak bertanya lagi, ia paham Jaejoong sedang dalam mood buruk. Ia mengangguk dan mempersilahkan Jaejoong masuk.

Jaejoong berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis saat ini. Apabila ia terlihat seperti itu, Changmin pasti tidak akan melepaskannya. Junsupun akhirnya ikut menginap malam ini.

Ponsel Jaejoong tidak berhenti berdering. Yunho tidak lelah menghubunginya. Tapi Jaejoong tetap tidak mau tau. Bayang-bayang yeoja cantik dengan jubah mandi Yunho masih terngiang di kepalanya.

"Apa kau tak ingin mengangkatnya hyung?" Tanya Changmin. "Pasti dari Hyun Joong."

Jaejoong mendesah lalu mematikan ponselnya.

"Emmm... By the way, aku punya berita baru." Ucap Junsu tiba-tiba, mencoba mengalihkan Jaejoong dari masalahnya.

Jaejoonng menatap Junsu dengan pandangan memohon.

Aniaa... Jangan berbicara tentangnya Su-ie! Teriak Jaejoong dalam hati.

"Yunho mempunyai mobil baru." Ucap Junsu. "Aku melihat ia mengendarainya ke kantor pagi hari ini. Porche keluaran terbaru bewarna kuning." Jelas Junsu.

"Ah... Biasa saja hyung. Namja itukan kaya raya. Ia bisa mengganti mobilnya setiap hari kalau ia mau." Sanggah Changmin.

"Aku tau. Tapi kali ini terlihat berbeda. Atau mungkin itu bukan mobilnya ya?" Junsu terlihat berfikir.

"Maksud hyung?"

"Karena plat mobil itu bertuliskan 7-U-N-J-4-3, tersirat bisa dibaca dengan 'yunjae', itu seperti sebuah nama." Jelas Junsu.

Jaejoong langsung menatap Junsu "Apa?"

"Ah, itu mungkin diambil dari sebuah kata bermakna dari bahasa asing. Ia seorang yang menguasai berbagai bahasa kan?" Analis Changmin.

"Atau bisa juga..." Junsu menaikkan suaranya. "Bisa juga nama seseorang yang ia sukai."

Changmin menaikkan alisnya. "Tapi terdengar aneh hyung."

"Memang sih, bisa berarti nama panggilan ataupun..." Junsu berfikir. "Nama gabungan. Ah manis sekali... Apabila Yunho melakukan itu untuk pasangannya."

Jaejoong berbalik, membelakangi kedua sahabatnya. Sekali lagi air matanya keluar membasahi pipinya. Ia berharap sahabatnya tidak melihatnya menangis.

Jaejoong tidak pernah mendengar nama itu sebelumnya. Barangkali nama yeoja yang ia lihat tadi. Tapi... Tidakkah Yunho bilang ia akan memberikannya kejutan. Apa itu berarti ia?... Jaejoong tak bisa berpikir positif saat ini.

...

Jaejoong mencoba konsentrasi bekerja hari berikutnya. Ia yakin penampilannya saat ini seperti neraka! Ia memakai kacamatanya lagi untuk menutupi matanya yang membengkak akibat menangis sepanjang malam.

Heechul bosnya, sepertinya tau Jaejoong sedang mempunyai masalah. Jaejoong berterima kasih pada bosnya itu karena ia tidak bertingkah kali ini. Ia mempunyai hati juga rupanya.

Jaejoong sedang menatap lurus layar komputer yang mati ketika ia menyadari Yunho berdiri disampingnya.

Jaejoong menatap Yunho dengan gugup.

Jaejoong terkejut melihat Yunho yang biasanya terlihat tampan dan bersih, kini menjadi sangat berantakan. Ia seperti tak bercukur beberapa hari dan matanya bengkak seperti orang kurang tidur.

"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Jajoong datar dan pelan.

Yunho menggelengkan kepalanya. "Baby, jangan seperti ini. Jeball... Dengarkan penjelasanku dulu." Ucap Yunho memohon.

Jaejoong menggeleng. Ia mengambil nafas dalam. Ia dan Yunho harus sadar. Mereka memulai hubungan dengan cara yang salah. Hubungan empat bulan yang mereka jalani hanya berlandaskan nafsu, bukan kepercayaan. Apa yang terjadi memang baik untuknya. Tapi bukan berarti benar.

Jaejoong merasa sakit ketika tau Yunho membawa seorang yeoja ke apartemennya. Tetapi faktanya ia tidak bisa berteriak didepan Yunho atau menarik rambut yeoja itu dan mengklaim Yunho miliknya. Karena apakah Yunho miliknya? Tidak!

"Mianhe aku tak menggubris semua panggilan ataupun pesanmu. Aku perlu menenangkan diri dan berfikir jernih. Semua yang kita jalani selama ini... Emm aku berterimakasih karena berjalan cukup lama dan aku sejenak merasakan kebahagiaan. Hubungan ini memang seharusnya hanya one night stand. Aku terlalu tinggi berharap padamu." Jaejoong berusaha keras untuk tidak menangis. "Hubungan ini salah! Salah karena aku terus berbohong kepada sahabatku. Salah karena aku selingkuh dibelakang kekasihku. Aku bukanlah namja bebas yang suka melakukan semua itu. Aku tidak adil pada siapapun. Termasuk kau, aku tidak bisa mengikatmu. Kau namja bebas. Maka dari itu aku ingin bersikap adil padamu kali ini."

Jaejoong tidak tahu, semua kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya. Ia menatap Yunho. Mata musangnya menyipit menatapnya tajam dan dingin. Jaejoong menunduk gugup, Yunho tak pernah menatapnya seperti itu. Ia selalu hangat dan teduh. Tapi kini ia terlihat marah!

"Oh, jadi hanya seperti itu?" Tanya Yunho dingin. "Kau membutuhkan waktu lama untuk memutuskan Hyun Joong! Dan sekarang, denganku. Kau menyerah begitu saja? bahkan tanpa memberi kesempatan sedikitpun padaku untuk menjelaskan hah?"

Tidak! Aku tidak ingin!

Jaejoong ingin berteriak seperti itu.

Yunho mengepalkan tangannya, dengan frustasi ia meninju meja Jaejoong. Jaejoong terlonjak, ia menatap buku jari Yunho yang memerah. Pasti sakit! Khawatirnya.

"Arra." Ucap Yunho menatap Jaejoong nyalang. "Aku menidurinya. Aku tergoda oleh yeoja lain saat kau tidak bisa tidur denganku. Aku namja horny yang bisa meniduri siapa saja! Ah, untung sekali aku melihat yeoja cantik itu di bar. Sangat mudah menggodanya, jadi kuputuskan membawanya ke apartemen dan melakukan semua yang ada didalam pikiranmu."

Yunho mendengus. "Itukan semua yang ingin kau dengar, hah?!" Bentak Yunho.

Jaejoong berdiri dan langsung melayangkan tamparan pada pipi Yunho. Air matanya mengalir tanpa bisa dibendung lagi. Setiap kalimat yang Yunho katakan seperti pisau yang menyayat hatinya.

Yunho menatap Jaejoong dengan mata memerah marah. Tapi Jaejoong juga dapat melihat air mata disana.

"Kupikir kau sudah mempercayaiku, Jaejoong. Kupikir kau memahamiku lebih baik." Ucap Yunho dengan nada putus asa, dingin dan frustasi. "Ah, kau masih saja mempercayai reputasiku lebih dari kau mempercayai diriku." Yunho mengambil nafas dalam untuk yang terakhir. "Arraseo kalau ini yang kau mau. Selamat tinggal."

Yunhopun pergi.

Tangis Jaejoong pecah seketika. Ia benar-benar menangis kali ini. Tidak bisa ditahannya lagi. Ia membenamkan wajahnya di meja, menahan isakan yang mungkin akan terdengar orang lain.

Mengapa ini terjadi? Disaat ia merencanakan untuk memutuskan Hyun Joong. Bagaimana bisa ia malah putus hubungan dengan Yunho?

.

.

To Be Continued :'(

.

Yunho : Goodbye!

Argh! ! ! ! Noooooooooooooo! (TT_TT)

.

Anneong ^_^

update cepet kan... Tapi kog sedikit :(, ya emang ddhikit karrena aq updateny cepet! #EvilSmirk

Gimana chingu apa yang kalian dapatkan dari chapter ini? ngena ga feelny? :(

sedih ga? marah ga? nangis ga?

Yeoja itu siapa sih? ah tau ah.. wkwkwkwkk ^_^

Hehe disini plat nomor mobil korea selatan dibuat sprti ini yaa '7-U-N-J-4-3'

Ah, mobilnya buat siapa seeh? ah tau ah... wkwkwkwk ^_^

.

.

Hehehe aq pengen baca reaksi chingu reader semuaaaaaa...

Pantesnya kesel ma sama siapa ni? Yun or Jae?

Review neee... jebaall...

karena aq sneng baca reviewan kalian, lucu-lucu deeehhh ^_^

Gamsahamnida...