.
Yah Karena Yundut muncul masih lama, tgl 31 Oktober besok di Yangju Rock Music fest, (Yunho ngeRock Yeeeaahhh...) So, aku update sekarang. Ga tega mau update tgl 31. ^_^
Read this slowly, okay...
.
Chapter Title : Penyesalan
.
.
Jaejoong membuka mata keesokan harinya. Ia menyadari berada di ranjang yang bukan miliknya. Ia segera berdiri, tetapi rasa pusing hebat langsung menyerangnya. Ia terduduk kembali sambil memejamkan matanya
"Pusing, hyung?"
Jaejoong mendengar suara sangat familiar bertanya padanya. Ia mendongak membuka matanya dan melihat Changmin didepannya. "Kepalaku pusing sekali min-nie."
Changmin mendesah. "Ckckck... Sudah kuduga. Hyung, kau tau sendiri kan tolerasi tubuhmu terhadap soju. Bagaimana bisa kau mengabaikan itu!" Omel Changmin sambil memberikan Jaejoong aspirin dan segelas air.
Jaejoong meminum obatnya sambil berpikir apa yang terjadi. Ia masih mengenakan pakaian kantor kemarin. Ia melihat sekeliling dan ternyata ia berada di kamar tamu apartemen Changmin.
"Minnie... Mengapa aku bisa disini?" Tanya Jaejoong bingung. Ia tidak mengingat pergi ke apartemen Changmin. Bahkan ia tidak menemui Changmin kemarin.
"Temanmu yang hot dan tampan meneleponku kemarin malam. Memberitahu kalau kau pingsan karena mabuk. Aku memintanya untuk membawamu kemari. Kau sangat beruntung dia namja yang bertanggung jawab. Dengan keadaanmu kemarin hyung, kau bisa saja berakhir diperkosa orang!" Omel Changmin lagi.
Jaejoong hanya memasang muka O mendengar perkataan Changmin. Lalu ia menepuk dahinya. "Omo! Jam berapa sekarang? Aku harus pergi kekantor!" Pekik Jaejoong panik.
"Lupakan hyung." Ucap Changmin. "Su-ie hyung sudah memberi tahu bosmu kalau kau sedang tidak enak badan. Su-ie hyung akan kemari nanti setelah ia mewawancarai seseorang."
Jaejoong menyandarkan kepalanya pada kepala ranjang dan memejamkan matanya.
"Kalau sudah merasa baikan aku tunggu di bawah, hyung. Akan kubuatkan teh hangat." Ucap Changmin lalu pergi.
Setelah merasa pusingnya hilang, Jaejoong mandi dengan cepat Ia turun menemui Changmin dengan memakai piama yang ia bawa hari sebelumnya.
"Minnie siapa yang meneleponmu tadi malam?" Tanya Jaejoong.
"Park Yoochun." Jawab Changmin.
Mata Jaejoong melebar. Sekarang ia ingat, namja itu menemaninya minum. Bahkan ia menceritakan semua masalah dan isi hatinya kepada namja itu.
Tuhan! Ini sangat memalukan!
"Aku penasaran hyung bagaimana kau betemu dengannya? Salah satu most wanted bachelor. Hell! Bahkan tidak berasal dari Korea. Ia tinggal di China."
"Ia disini untuk mengurusi bisnis hotelnya. Dan ia adalah klien dari Trend."
"Wow, dan kau mabuk didepan klienmu sendiri hyung? Apa kau dan dia ada hubungan ..."
"Ania." Potong Jaejoong cepat. "Jangan berpikiran macam-macam."
"Ia berkata mengajakmu pergi minum setelah menyelesaikan urusan bisnis. Ia tidak tau kalau kau mempunyai toleransi rendah dengan soju."
Tunggu... Apa? Yoochun berkata kepada Changmin bahwa mereka bertemu karena urusan bisnis kemarin? Ia tidak mengatakan bertemu dengannya yang mabuk dan sendirian? Terima kasih Chuunie-ah...
"Bagaimana bisa ia meneleponmu?" Tanya Jaejoong.
"Ia menelepon dari ponselmu. Mungkin ia mengecek siapa yang berada di panggilan cepat."
Setelah meminum tehnya, Jaejoong kembali ke kamar dan memutuskan untuk tidur lagi. Setelah merasakan sakit di hatinya karena kehilangan Yunho dua hal yang ingin dilakukannya hanyalah minum dan tidur. Ia merasa hanya dua hal itu yang bisa menghilangkan rasa sakitnya.
Jaejoong mengecek ponselnya, berharap yang tidak mungkin. Yunho menelepon atau mengiriminya pesan.
Tetapi ia hanya mempunyai satu pesan dari nomor yang tak dikenal:
.
From : xxx
Anneong, aku harap kau baik-baik saja. Jangan lupa untuk tertawa sekali waktu, okay?
:)
Park Yoochun.
.
Jaejoong tersenyum karena perhatian Yoochun. Iapun membalasnya.
.
To : xxx
Gomawoyo sudah mengantarkanku kemari. Aku baik-baik saja. Aku berhutang banyak padamu. Sekali lagi terima kasih :)
.
Junsu tiba di apartemen Changmin siang harinya.
"Aku mempunyai hari yang luar biasa!" Seru Junsu girang. "Kau akan tidak percaya apa yang kulakukan hari ini!"
"Ceritakanlah hyung." Pinta Changmin.
Jantung Jaejoong berdegub kencang. Ia tau pasti apa yang junsu ceritakan tidak akan jauh-jauh dari Jung Yunho.
"Kim Heechul memberiku kolom lagi. Kolom itu berisi tentang orang-orang muda berpengaruh di Seoul. Jadi, untuk mengawali kolom ini aku harus menggunakan narasumber yang menarik pembaca. Narasumber yang populer dan selalu menjadi bahan pembicaraan orang-orang. Dan... Kalian tau aku mewawancarai siapaa...?"
Jebal, jangan katakan itu Yunho! Teriak Jaejoong dalam hati.
"Jung Yunho!" Pekik Junsu sambil terlonjak.
Jaejoong lemas seketika.
"Apa yang ia katakan hyung?" Tanya Changmin antusias.
"Hmmm... aku mewawancarai sambil merekam videonya. Aku melakukannya untuk kalian."
"Omo, Omo akhirnya kau bisa juga berbicara dengannya, hyung." Ucap Changmin. "Joongie hyung, ayo kita lihat videonya."
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Ania. Aku sedang tidak mood."
"Bagaimana bisa kau tidak mood? Ini mengenai Jung Yunho yang selalu kita bicarakan. Ayolahh Joongie, jarang-jarang ia mau direkam seperti ini."
"Aku memang tidak tertarik Su-ie." Elak Jaejoong acuh.
Changmin menyeringai. "Aku tau mengapa kau seperti itu, hyung." Ucap Changmin sambil melirik Junsu.
Junsu langsung mengerti arti lirikan Changmin. "Ah... Yayaya aku mengerti. Aku juga tak bisa memaksamu Joongie." Junsu membalas seringaian Changmiin.
Jaejoong menaikkan alisnya. "Apa yang kalian bicarakan?"
"Mungkin sekarang kau lebih tertarik dengan daun muda Joongie." Goda Junsu. "Bachelor muda juga tak masalah."
Jaejoong mengedipkan matanya berulang-ulang. "Mwo? Apa yang kalian pikirkan! Aku tidak mungkin..."
"Ayolaahh, Namja itu juga hot dan tampan Joongie! Park Yoochun, dia seorang pewaris. Kau terlihat dekat dengannya."
"Kalian terlihat serasi." Timpal Changmin.
"Mungkin Tuhan memberikan petunjuk bagimu Joongie. Putus dengan Hyun Joong dan datanglah Park Yoochun."
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Kalian sulit dipercaya." Keluh Jaejoong. "Park Yoochun masih sangat muda."
"Dia hanya selisih dua tahun darimu, hyung! Dua tahun tak akan berarti apa-apa sekarang."
"Menurutku sih, Park Yoochun itu tertarik denganmu. Normalnya, klien tak akan meminta untuk menemaninya minum di bar. Itu hanya...cara lain untuk mengajakmu berkencan! Bahkan ia tak peduli kau masih memakai pakaian kantor." Pendapat Junsu.
Jaejoong menepuk dahinya berkali-kali. "Kalian hanya membuatku sakit kepala!"
Junsu dan Changmin tertawa. "Tidak Joongie, Park Yoochun tidak membuatmu sakit kepala! Kau tau dia menarik, hot dan tampan. Aku pikir kau tertarik dengannya tetapi dirimu menolak menyadarinya."
Jaejoong memutar matanya. "Yak! Kalian berhenti membicarakanku dengannya! Park Yoochun hanya seorang klien! Ia terlalu muda bagiku! Mengerti!" Ucap Jaejoong tegas.
Junsu mengangkat pundaknya malas. "Sebelum melihat video ini, aku ingin menceritakan gosip yang sekarang sedang hangat dibicarakan. Kau tau yeoja Go Ahra? Sang natural beauty kebanggaan Korea. Dalam sebuah wawancara, ia ditanyai siapa yang ia inginkan untuk menjadi pendamping di acara pembukaan butik miliknya? Dan kalian tau ia menjawab siapa? Jung Yunho."
Jaejoong lemas, mendengar apa yang dikatakan Junsu membuat hatinya tambah sakit. Sekarang, ia malah ingin tetap pada topik mengenai Park Yoochun.
"Bagaimana bisa ia tiba-tiba menyebut Jung Yunho? Apa mereka saling mengenal sebelumnya?" Tanya Changmin.
"Molla, mungkin waktu itu Jung Yunho hangout di salah satu club elite dan bertemu dengan Go Ahra. Kalian tau kan ia yeoja yang tidak bisa melewatkan mangsa besar didepannya. Dan mungkin Jung Yunho adalah mangsa yang lezat untuknya." Jawab Junsu.
Apa yang dikatakan Junsu membuat Jaejoong merasa tambah buruk. Salah satu yeoja yang terlihat seperti barbie hidup. Apalagi ia seorang supermodel. 100% tipe Jung Yunho.
"Apa kau menanyainya tentang gosip itu, hyung?" Tanya Changmin pada Junsu.
"Pastinya" Jawab Junsu. "Sekarang ayo kita lihat videonya."
Junsu menyambungkan Video Recordernya pada Laptop agar dapat dilihat lebih jelas. Jaejoong sebenarnya tidak ingin melihat tetapi Junsu dan Changmin terus memaksanya. Akhirnya ia menyerah, apabila ia bersihkukuh menolak, sahabatnya akan curiga ada sesuatu dengannya dan Yunho. Ia belum siap untuk memberi pengakuan. Sebelum ia putus dengan Hyun Joong. Dan akan ia lakukan pada akhir pekan minggu ini.
Jantung Jaejoong berdegub kencang saat wajah tampan Jung Yunho muncul di layar. Rasa rindu menyelimuti dirinya.
"Kau tak keberatan aku merekammu? Aku buruk dalam menulis cepat." Ucap Junsu.
Yunho hanya mengangkat bahunya. Sepertinya ia sedang tidak dalam mood baik.
"Bagaimana kabarmu Yunho-ssi?" Mulai Junsu.
"Biasa saja." Ucap Yunho malas-malasan. "Kau tak keberatan aku memakai kacamataku?"
"Ah, tidak masalah. Kau lebih terlihat bersinar memakai kacamatamu." Goda Junsu.
Yunho hanya tersenyum tipis. "Benarkah? Maaf karena aku jarang tidur akhir-akhir ini jadi mataku sedikit membengkak."
Junsu mengangguk. Lalu ia memulai wawancaranya. Junsu mengawali dengan menanyakan hal dasar tentang Yunho seperti umurnya, pendidikannya, asalnya dan pekerjaannya. Semua hal yang sudah Jaejoong ketahui. Kemudian Junsu bertanya mengenai hobinya dan apa yang ia lakukan untuk mengisi waktu luang
"Aku hanya pergi dengan teman-temanku ke beberapa bar." Jawab Yunho. "Kami hanya ngobrol, obrolan sesama namja lah, lalu minum. Dan sesekali aku pergi bermain ski bersama sepupuku."
"Dimana biasanya kau berkencan dengan pasanganmu?"
"Hmmm... Aku suka kencan dengan pasanganku dirumah. Saling berpelukan sambil bercerita mengenai apa saja. Hanya itu. Tetapi poinnya adalah apabila kau menyukai dan nyaman dengan seseorang tidak masalah dimana kau berada. Kau tidak harus pergi ke Paris atau Roma untuk kencan. Dirumahpun akan terasa spesial apabila bersamanya."
Ucapan Yunho terdengar sangat tulus. Seketika Jaejoong merasa ingin menangis
"Kalau boleh tau, apa kencan terbaik yang pernah kaulakukan?" Tanya Junsu
Yunho tersenyum ke kamera. "Melihat kembang api dengannya di langit malam Hokaiddo."
Jaejoong menggigit bibir dan meremas sofa menahan tangis. Ia mengingat kenangannya dan Yunho di Hokaiddo.
"Kau sudah mendengar gosip kalau Go Ahra tertarik dengamu? Apa pendapatmu tentang itu?" Tanya Junsu dengan berani.
Yunho menaikkan satu alisnya. "Maaf, tetapi siapa Go Ahra?"
Junsu membelalak. "Kau tidak tau dia? Supermodel Korea. Dan ia tertarik kepadamu. Gosip bahkan mengatakan kau dan dia sedang berkencan."
Yunho hanya mengangkat bahunya. "Hmmm... Gosip hanyalah gosip. Terserah gosip apa yang beredar di luar sana. Tetapi faktanya aku sedang tidak mencari seseorang sekarang."
"Hahahah... Kasian sekali yeoja Go Ahra itu" Timpal Changmin dengan tertawa.
Jaejoong juga diam-diam mendesah lega.
"Benarkah?" Tanya Junsu, "Apakah itu berarti kau menjalin hubungan dengan seseorang sekarang? Apakah ia seseorang yang namanya kau jadikan plat nomor mobil barumu?"
Yunho mendesah. Ia terlihat menggigit bibirnya dan terdiam. Ia seperti berfikir sesuatu yang sulit. Tetapi kemudian ia menjawab. "Sekarang aku sedang terlibat perasaan mendalam kepada seseorang. Tetapi sekarang keadaan kami tidak baik-baik saja." Yunho terdiam sejenak.
"Tetapi perasaanku padanya masih sama" lanjutnya.
"Wow, Apa yang terjadi?" Tanya Junsu.
"Kalau itu dari sisiku aku bisa mengatakan 'kesalah pahaman'." Jawab Yunho. "Kau tidak akan mempublish bagian ini kan?"
Junsu mengangguk, "Aku janji tidak menulis bagian kehidupan percintaanmu." Ucap Junsu. "Taa..taapi aku penasaran, kesalah pahaman apa yang terjad?." Junsu tetap mendesak.
Yunho terkekeh melihat antusiasme Junsu. "Oke, Kau tau reputasiku seperti apa? Orang-orang membicarakanku seperti apa. Dan ia tak cukup untuk percaya padaku." Ucap Yunho dengan murung. "Ia berfikir aku berselingkuh ketika ia menemukan seorang yeoja berada di apartemenku."
Junsu terkekeh. "Tetapi Yunho-ssi, apabila kau menemukan seorang yeoja di apartemen kekasihmu. Pikiran yang datang selanjutnya adalah kau berselingkuh dengannya. Itu jelas."
"Tergantung siapa yeoja itu." Jawab Yunho.
"Oke, siapa yeoja itu?"
"Namanya adalah Jessica, Jung Jessica. Ia adalah kembaran sepupuku. Ia mengunjungiku malam itu karena libur kuliah." Jelas Yunho dengan muram.
Deg
Deg
Deg
Jaejoong memejamkan matanya sambil bersandar pada sofa.
Aku telah melalukan kesalahan besar!
Kembaran Yonghwa. Sepupu Yunho!
Yak benar, Jaejoong mencocokkan wajah yeoja itu dengan Yonghwa memang mirip. Berarti yeoja itu adalah sepupu Yunho.
Jaejoong menatap wajah tampan Yunho di layar dengan bersalah. Sangat bersalah. Ia dengan keras kepala tidak mendengarkan satupun pesan suara dan tidak membaca satupun pesan dari Yunho. Ia bahkan menolak mendengar penjelasan langsung dari mulut Yunho.
Yunho adalah tipe orang yang tertutup mengenai kehidupannya kepada orang asing. Tetapi ia menceritakan semuanya pada Junsu. Karena Yunho tau Junsu pasti akan memperlihatkan video ini kepada Jaejoong. Atau apabila tidak ia pasti akan bercerita kepadanya.
Tidak cukupkah Jaejoong merasa hatinya hancur, kini ia merasa dunianya runtuh seketika atas kebodohan yang dibuatnya.
Videopun selesai. Changmin memekik. "Wow, betapa beruntungnya orang itu."
Junsu mengangguk menyetujui. "Dan betapa bodohnya ia."
"Aku merasa kasian dengan Jung Yunho." Ucap Changmin. "Ia namja baik tetapi dengan reputasi yang buruk.
Jaejoong sudah tidak sanggup mendengar apa yang dikatakan sahabatnya. Semuanya benar. Ia bodoh, sangat bodoh. Ia menutupi wajahnya dengan telapak tangannya. Ia yakin air mata pasti sudah mengalir di pipinya saat ini.
"Joongie, gwenchana?" Tanya Junsu.
Jaejoong mengangguk. "Aku permisi ke kamar mandi." Ucapnya dengan cepat lalu melesat menuju kamar mandi.
Junsu menatap Changmin.
Changmin mengangkat bahunya. "Ah, sepertinya efek pusing soju tadi malam masih mempengaruhinya, hyung."
Jaejoong menangis dengan diam di kamar mandi. Ia menumpahkan segala perasaan menyesalnya disana.
"Hiks...hiks... Yunnie... Mianhe... Mianhe... Maafkan aku Yunnie... hiks..." Isak Jaejoong.
Jaejoong mengingat semua yang Yunho lakukan untuknya. Ia namja baik. Ia memperlakukannya lebih baik dari yang Hyun Joong pernah lakukan. Tetapi dengan keras kepalanya ia tidak memberika kesempatan Yunho untuk menjelaskannya. Ia menutup telinga dan mata untuknya. Dengan bodohnya ia yakin Yunho adalah namja yang suka memainkan perasaan orang. Seperti tidak ada yang baik saja dalam diri Yunho. Seperti ia tidak mengenalnya saja selama 4 bulan ini. Seperti berhubungan dengan Yunho sia-sia. Dan ketika masalah menghampiri mereka, ia dengan cepatnya menyerah. Tidak berjuang untuk Yunho dan tidak juga memberikan kesempatan Yunho untuk berjuang.
Tuhan! Apa yang telah kulakukan?
Jaejoong merosot, ia terduduk sambil menenggelamkan wajahnya di lututnya sambil menangis terisak.
.
.
To Be Continued ...
.
Anneong Chingu...^O^...
- Kata Authornya, Jj disini bukannya 'bodoh', tetapi lebih kepada sikap 'realistis'. Ingat, Jj hidup dengan keluarga yang selalu meremehkan dirinya. Maka ia menjadi seseorang yang sangat defensif. Sangat sulit untuk mempercayai seseorang.
So, Jangan marah-marah ama emak Jj neee...
-Udah kejawab kan siapa yeoja yang bikin Yunjae salah paham? ntu saudara kembarny Yonghwa, sudah jelas dari awal :)
-Dan Go Ahra muncull chingu...Hihihi (^_^)
-Kebanyakan review kemaren pada protes kependekan ya? Hihihi...#peace^o^
-N belom saatnya mereka bersatu, jadi tetap sabar menanti scene selanjutnya, dan selanjutnya. Kemaren kan udah Overdosis moment manis2 Yunjae, sekarang gantian yang pait-pait donk. Hihihi... (^_^)
.
.
Greget ga Chptr ini?
Kasian y emak Jj? terharu ga sama Yundut?
Wah apa Go Ahra ia akan membuat hubungan Yunjae semakin runyam? Mollayoo... :D
Berikan pendapat Chingu neee...
Gamsahamnida :)
(Daebak for Xia Junsu 'Yesterday' suaranya Su-ie Sweet and Smooth bingittz...)
.
To haters : Whatever you say, i don't care. If you don't like, just go away. Mind your own poor bad soul. I'm pity you...
To my lovely chingu readers : ILY all mumuaaaachhhh... ^3^
.
