.
.
Chapeter Title : Distance
.
.
Sampai di Apartemen Changmin, Jaejoong langsung menghambur ke pelukan Junsu. Sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan kepada kedua sahabatnya itu kalau ia membutuhkan mereka sekarang. Dan disinilah mereka berkumpul.
"Hikss... hiks... Su-ie... hiks Yunho... Su-ie... Yunho..." Isak tangis Jaejoong di pundak Junsu.
"Sshhh...uljima, tenanglah dulu Joongie." Pinta Junsu sambil mengelus kepala Jaejoong untuk menenangkannya.
"Waeyo, hyung! Apa dia menyakitimu? Apa dia selingkuh? Dimana dia sekarang? Aku akan menghabisinya!" Ucap Changmin emosi.
Junsu membawa Jaejoong duduk di sofa. Jaejoong terlihat lebih tenang sekarang. Tetapi ia seperti orang linglung. Hanya diam dan menatap kosong kedepan. Ia belum bisa memulihkan diri dari shock beberapa menit lalu. Bagaimana bisa hal ini terjadi padanya? Beberapa menit sebelumnya ia merasa bahagia karena Yunho. Dan sekarang, hatinya seperti gelas pecah yang hancur berkeping-keping karena kenyataan yang ia dengar tentang Yunho.
"Joongie, katakan apa yang terjadi?" Tanya Junsu lembut sambil menggenggam tangannya.
Jaejoong hanya menatap Junsu dengan tatapan penuh kesedihan.
"Jangan katakan kau mendapati Yunho selingkuh!"
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Dia tidak selingkuh." Jawab Jaejoong datar.
"Lalu mengapa kau seperti ini?"
Jaejoong mendesah berat. "Tapi bisa dibilang... eummm... secara tidak langsung Yunho selingkuh." Ucap Jaejoong frustasi sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"MWO!"
Teriak Junsu dan Changmin kompak.
"Aku..." Jaejoong mengambil nafas dalam. "Aku berbagi lift dengan orangtua Yunho. Mereka tidak mengenaliku. Mereka belum pernah bertemu denganku. Aku mendengar pembicaraan mereka. Eomma Yunho seperti sangat kecewa, ia tidak berhenti bercerita mengenai... dilema yang dirasakannya pada Yunho." Rasa sakit kembali menghantam Jaejoong. "Eommanya bilang Yunho memiliki kewajiban pada keluarganya. Sebuah kesepakatan yang sudah terjalin sejak Yunho kecil."
"Apa itu, hyung?" Tanya Changmin.
"Yunho sudah dijodohkan dengan seseorang yang sama sepertinya. Keluarga kaya dan terpandang." Ucap Jaejoong dengan hati hancur. Air mata mengalir deras di pipinya.
"Oh My God!" Teriak Junsu dan Changmin tak percaya.
Butuh beberapa menit bagi Junsu dan Changmin untuk sadar apa yang dikatakan Jaejoong.
"Mu...mungkin mereka bukan orangtua Yunho. Bagaimana bisa kau tau orangtuanya? Kalian belum pernah bertemu kan?" Junsu tak percaya.
"Aku pernah melihat foto mereka, Su-ie. Dan appa Yunho sangat mirip dengan Yunho. Mereka juga menyebut nama Yunho berulang-kali." Jaejoong mendesah. "Tidak diragukan lagi, mereka memang orangtua Yunho."
"Apa kau sudah menghubungi Yunho tentang ini?"
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Tidak sekarang. Aku ingin menenangkan pikiranku dulu."
"Apa Yunho hyung pernah membicarakan hal ini denganmu, hyung?" Tanya Changmin.
"Tidak pernah. Tetapi dulu, ketika kami mengobrol dan aku menyebutkan keluarganya. Raut wajah Yunho berubah menjadi khawatir dan sedih. Itu terjadi beberapa kali. Yunho bercerita kepadaku tentang kewajiban kepada keluarga yang ia lupakan. Tetapi setiap aku tanya kewajiban apa itu. Ia selalu mengalihkan pembicaraan. Aku yakin kewajiban yang dimaksud sama dengan yang kudengar tadi." Ucap Jaejoong sedih.
"Mungkin... mungkin Yunho tak ingin melakukannya?"
Jaejoong teringat perkataan Yunho waktu itu.
'Sudah terlambat. Aku tidak ingin melakukannya'
"Oke, hyung aku paham sekarang. Menurut analisaku mereka memang melakukan kesepakatan itu dulu. Yunho hyung sangat tau ia sudah dijodohkan. Lalu kau datang pada kehidupannya, membuat ia tidak menginginkan lagi melakukan perjodohan itu. Tenanglah hyung, aku yakin Yunho hyung ada dipihakmu. Ia tidak akan melepaskanmu." Analis Changmin.
"Tapi Minnie-ah, eomma Yunho bilang ia akan mengeluarkan Yunho dari keluarga apabila ia mengingkarinya. Dan... aku sangat tau apa arti keluarga bagi Yunho."
"Tetapi kau juga sangat berarti untuknya, Joongie." Ucap Junsu.
"Entahlah" Jaejoong menghela nafas berat. "Yunho juga belum mengatakan ia mencintaiku. Tetapi aku tau ia mencintai keluarganya lebih dari apapun"
"Jangan berfikir seperti itu, hyung. Jangan karena ia tidak mengatakan kata cinta padamu, kau mengartikannya tidak mencintaimu. Kita semua tau betapa jatuh cintanya seorang Jung Yunho padamu."
Jaejoong menatap Changmin frustasi. "Tetapi mengapa ia tidak mengatakan itu, Minnie?"
Changmin mendesah. "Aku juga tidak tau. Mungkin ia ingin menyelesaikan semua masalahnya dulu sebelum mengatakannya padamu. Sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."
Jaejoong menghapus air mata diwajahnya. Mungkin apa yang dikatakan Changmin benar, Yunho ingin menyelesaikan semuanya dulu. Itulah mengapa ia kembali ke Busan. Ia mengatakan akan menyiapkan keluarganya lebih dulu kemudian mengajak Jaejoong ke Busan. Yunho juga tidak mengatakan ia akan tetap melakukan perjodohan itu kan?
"Oh Tuhan! Aku berharap ia dapat meyakinkan orangtuanya. Karena aku tidak ingin ia memilih. Aku tidak ingin Yunho menghancurkan hubungan dengan orangtuanya. Aku sangat tau bagaimana rasa hubungan orangtua dan anak yang hancur. Dan aku tak akan membiarkan Yunho merasakannya."
"Joongie... gwenchana, kita yakin kalian akan baik-baik saja." Junsu memeluk Jaejoong lagi. "Percayalah pada Yunho. Ia tidak akan melukaimu. Ia akan berjuang untukmu." Ucap Junsu menenangkan.
"Hiks... gomawo... aku harap kau benar, Su-ie. Aku tak ingin kehilangan Yunho. Masih terlalu dini." Jaejoong menunduk, lalu mendesah frustasi. "Tuhan! Tidakkah kau membiarkanku untuk... menikmati ketenanganku sejenak? Maksudku aku baru saja berkencan secara resmi dengan Yunho beberapa minggu. Dan hal ini terjadi..."
"Jika Yunho hyung benar-benar mencintaimu, ia akan berjuang untukmu, hyung. Mungkin benar ia pergi ke orangtuanya saat ini untuk mengakhiri perjodohan itu."
Jaejoong mengangguk. "Aku punya pemikiran. Yunho memang tidak pernah berkomitmen sebelumnya. Mungkin perjodohan itu memang alasannya tidak pernah dalam suatu hubungan resmi. Ia tidak bisa berkomitmen... karena ia diikat dengan orang itu. Dan... semua yang menikmati hubungan singkat dengan Yunho hanya sebagai penghiburannya semata. Kesenangannya sebelum akhirnya terikat secara resmi dengan... eumm calon tunangannya." Ucap Jaejoong setelah berfikir keras.
"Tetapi kau berbeda dengan orang-orang itu, Joongie. Yunho sangat serius denganmu." Yakin Junsu.
Jaejoong mengangguk. "Tetapi aku benar-benar tidak dapat membuat Yunho meninggalkan keluarganya. Kalian tau? Ia mempunyai kembaran. Yunho delapan menit lebih tua dari kembarannya. Dan adiknya itu tidak bisa bertahan. Hanya Yunho yang dipunyai orangtuanya."
Junsu dan Changmin memberikan senyuman sendu kepada Jaejoong.
"Kau hanya bisa menunggu, hyung. Percayalah Yunho hyung dapat mengatasi semuanya." Hibur Changmin.
"Tuhan! Aku harap Yunho membawa kabar baik sebelum weekend minggu ini. Karena aku butuh kekuatan untuk menghadapi orangtuaku."
"Apa yang terjadi, Joongie?"
"Tadi, orangtuaku menelepon. Mereka kecewa hubunganku dengan Hyun Joong berakhir. Eomma menghakimiku tentang Hyun Joong yang pulang dengan wajah penuh pukulan. Sepertinya Karam mengadu padanya bahwa yang memukuli Hyun Joong adalah selingkuhanku." Jaejoong menyeringai sinis "Huh, aku yakin ia juga bercerita yang tidak-tidak dihadapan eomma, menghancurkan reputasiku seperti biasanya. Tanpa menyebutkan dirinya juga terlibat dalam perselingkuhan dengan Hyun Joong."
"Tentu saja. Seperti ia mendapatkan kesempatan besar untuk merendahkanmu dihadapan orangtuamu." Junsu menggeram. "Urghhh Joongie... kenapa aku ingin sekali menarik rambut dan menampar adikmu itu." Ucap Junsu gregetan.
Jaejoong menunduk sedih. "Aku sudah menjelaskan alasanku mengapa aku putus kepada mereka. Dan, yang aku mau mereka mengerti diriku satu kali ini saja. Aku melakukan apa yang aku inginkan. Untuk diriku sendiri. Bukan untuk mengesankan mereka."
"Seharusnya orangtua mengerti itu, hyung" Timpal Changmin.
"Tapi tidak dengan eommaku, Minnie. Ia bilang Aku tidak pernah melakukan sesuatu yang baik dalam hidupku. Hyun Joong adalah satu-satunya kesempatan terbaik dalam hidupku. Aku sangat menyedihkan dimatanya."
Junsu mendesah kasar "Aku juga ingin menampar eommamu Joongie. Mianhe, tapi aku benar-benar tak mengerti mengapa ia bersikap seperti itu kepadamu! Seperti kau bukan anaknya saja! Bagaimana bisa ia merendahkanmu seperti itu?"
Jaejoong hanya mengangkat bahunya.
"Katakan pada eommamu, Hyung. Bahwa kekasihmu sekarang seratus kali lipat lebih baik dari pilihannya. Jung Yunho sang pewaris Jung Corp. Sekarang kau menang telak dari Karam, hyung." Ucap Changmin.
"Minnie, aku mencintai Yunho bukan karena uang dan derajatnya. Aku akan tetap mencintainya bila ia miskin sekalipun. Apabila diingat, aku jatuh cinta kepadanya walau kami hanya berkencan di apartemen. Kami jarang pergi keluar. Kami melakukan semuanya dengan tenang dan sederhana." Jelas Jaejoong.
"Tetapi tetap saja, mengetahui latar belakang kekasihmu adalah kejutan terpahit Karam. Aku penasaran bagaimana reaksinya ketika ia tau siapa namja yang kau kencani sekarang. Dan juga Hyun Joong yang tau dengan siapa ia bersaing." Ucap Changmin.
"Yeah! Yunho freaking Jung!" Ucap Junsu ceria.
"Pasti cukup mengejutkan bagi mereka. Sayangnya, mereka tidak cukup terkejut sampai terkena serangan jantung. Akan menyenangkan apabila terjadi." Ucap Changmin sambil menyeringai jahat.
Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Ayolah... yang seharusnya mengharapkan mereka mati itu aku, bukan kalian. Tapi apapun yang terjadi antara aku dan Karam. Ia masihlah dosaengku, keluargaku."
Junsu memutar matanya "Katakan itu padanya, Joongie. Kelihatannya dosaengmu itu tidak cukup tau!"
"Jadi, kita jadi pergi ke Busan, hyung?"
Jaejoong mengangguk. "Ne, dan aku harap Yunho bisa menemaniku."
"Aku yakin ia bisa, Joongie." Ucap Junsu percaya diri. "Ia namja yang bertanggung jawab. Ia tidak akan meninggalkanmu begitu saja."
Jaejoong menutupi wajah dengan kedua tangannya. "Oh Tuhan! Semoga apa yang kalian katakan benar."
...
Malamnya, Jaejoong memutuskan untuk tidur di apartemen Yunho. Ia ingin merasa dekat dengan Yunho. Ia berbaring di ranjang Yunho, bagian dimana Yunho biasa tidur sambil memeluk bantalnya. Merasakan aroma after shave Yunho yang masih melekat disana.
Jaejoong kemudian mengambil ponselnya dan menelepon Yunho.
"Baby." Jawab Yunho seketika setelah satu kali berdering.
Jaejoong sangat merindukan suara Yunho. Ia seperti ingin menangis. Ia sadar betapa ia sangat mencintai Yunho dan ingin memilikinya selalu.
Jaejoong mengambil nafas dalam. "Bogoshipo." Bisik Jaejoong. Ia mencoba menstabilkan suaranya. Ia tidak ingin Yunho tau ada yang terjadi pada dirinya. Ia tidak ingin Yunho tau ia telah mengetahui tentang perjodohannya. Tentunya tidak di ponsel.
Butuh beberapa detik sebelum Yunho menjawab. "Aku sangat benci berjauhan denganmu, baby." Ucapnya. "Jika aku tidak harus... eumm... menyelesaikan beberapa hal disini. Aku tidak akan meninggalkanmu."
"Ne, aku juga berharap Yunnie ada disini."
"Sekarang kau dimana, baby?"
Jaejoong mendesah. "Di ranjangmu."
Yunho terdiam sejenak. Lalu berkata. "Apabila kau melakukannya untuk membuatku lebih menderita. Kau berhasil, baby."
Jaejoong terkekeh. "Aku merindukanmu. Aku pikir jika aku tidur di ranjangmu aku akan merasakan Yunnie tidur disampingku."
"God! Aku ingin pulang dan memelukmu sekarang." Ucap Yunho frustasi.
"Gwenchana. Selesaikan urusanmu dulu. Kita akan bertemu kembali hari senin."
"Sampai hari itu, yang ada hanya penyiksaan bagiku."
Kemudian mereka hanya terdiam selama beberapa detik. Hanya merasakan kehadiran masing-masing satu sama lain, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka sekarang.
Akhirnya Jaejoong memecah keheningan. "Selamat malam, Yunnie."
"Selamat malam, baby." Balas Yunho muram. "Mimpikan aku dalam tidurmu."
"Ne..." Jaejoong tersenyum lalu memutus sambungannya. Jaejoong memeluk erat bantal Yunho sambil membiarkan air matanya jatuh.
.
.
To Be Continued...
Dikit yak... hoho i think so ^_^
Penasaran kelanjutannya?
Akankah Yunho memilih orangtuanya? Atau Jaejoong?
Akankah Jaejoong pasrah akan nasipnya? Merelakan Yunnienya begitu saja?
-Biasany sih begitsyuu...#mainstream, hohoho...
Who's Yunho fiance?
-Ah mollaaa... wkwkwkwk... (Klo chingu jeli, pasti tau. Ada kog sdikit bocoran d chapter2 sblmny)
Let me know what ur think...
(Jadilah pembaca yang bijak. Be good reader)
Calanghae ≧∇≦
zaimaelf : Hmm, aku mw nanya dong, jae umma sebenarnya pernah pcran g sih? Ko aku cari britanya di goegle susah bgt kl yun appa kan pernah digosipkan dgn bbrapa cwe kl cici (bener g manggilnya gitu) tw tlong dijwab di chap brikutnya ya. Pasti aku tunggu ff n jwabannya.
Me :
Waduh-aduh chingu tny ttg skandal JJ yak...
Duhh... aku bukan Jaejoong bias jadi ga cukup tau chingu...
Ni yang aku tau aja ya, klo salah ya maapkan daku :)
Skandal pertama Jj itu ama Yunho chingu, wkwkwkwk... publik mengira mereka couple beneran, (Yunjae shipper: 'Amen') wkwkwk... Tapi itu udahhh luamaaaa bgt...
Trus yg aku tau JJ ga bgitu deket ma aktris ce ya. Ada sih aktris jepang kykny Ayumi Hamasaki n Yamada Lu. Tapi JJ membantah, hanya teman...
Selanjutny kmren2 kykny ada skandal JJ ketahuan di club lagi minum ama ce, trus C-Jes kasi klarifikasi kalo itu kakak JJ. Ah mollayo...
Kykny JJ skrng msh jomblo deh. Eh tapi ga tau juga, Junsu yang jauh dr skandalpun sekali punya skandal malah langsung jadi beneran (Kcantol goyangan Up and Down Hani, wkwkwkkw...)
Yang aku lihat JJ itu tipe idol yang mementingkan fans, selalu menjaga perasaan fansny. Jadi, jauh-jauh dari skandal yg bikin fansny patah hati... hehehe
Ah, aku beneran ga tau banyak chingu-yaa :( maaf kalau 'sok tau'
Bagi chingu reader yg tau bnyk ttg skandal JJ tolong dibantu chingu ini untuk mencari jawabanny ;)
