[Chaptered]

Title : Mr. Simple and Mr. Perfect

Chapter : 8 / ?

By : Gatsuaki Yuuji

Main Cast : Uzumaki Naruto & Uchiha Sasuke

Disclaimer : All Chara punya Papi Kishi. FYI, Papi Kishi itu Papiku.

Genre : Humor, Shonen Ai

BGM : Piggy Dolls - Know Her


Chapter ini untuk meramekan event #satu_tahun_HATSUKI

Yg penasaran ama bang itachi, chapter ini akan menjelaskannya (з´⌣`ε)


TuK

Sasuke langsung tertidur pulas.

"Aku tidak menyangka bahwa adikku bersahabat dengan makhluk gaib seperti kalian", Itachi melirik Naruto, Kiba dan Shikamaru yang duduk di belakang dari kaca spion.

Sepasang mata oniks milik Itachi berubah menjadi merah. Mata merah Itachi bisa melihat jelas sosok asli yang duduk di belakangnya.

"Kucing, anjing dan rusa. Mmm~ Kalian cukup jinak",

"Aku bukan kucing. Aku Kyuubi!", ralat Naruto yang tidak suka disebut kucing.

"Kyuubi?",

"Hn. Kyuubi si genius number 1. Kau pasti tidak pernah dengar kan? Ahahaha!", Naruto tertawa penuh kesombongan.

"Aku belum pernah mendengar itu. Ah! Tentu saja, kau kan tidak terkenal..ahahaha...", Itachi tertawa setan, membalas kesombongan Naruto. Jika saja Sasuke melihat cara tertawa Itachi ini, mungkin dia akan meminta ayahnya untuk membawa Itachi ke psikiater.

"Sesama makhluk gaib, tidak boleh saling melecehkan", ucap Kiba menjadi pihak penengah, karena dia duduk tepat di tengah-tengah -di antara Naruto dan Shikamaru.

Naruto duduk bersandar sambil menyilangkan kaki kirinya, pandangannya mengarah ke arah jendela. Itachi berdehem sekali, kemudian memijat-mijat pelan pipinya, dia sadar telah bertindak tidak Uchiha.

"Well, brotha! Kami penasaran, mengapa makhluk gaib sepertimu, bisa menjadi kakak Sasuke?", tanya Kiba yang pada dasarnya memang ingin tahu.

"Ceritanya panjang. O, iya! Jangan panggil aku 'bro' 'brotha' atau sejenisnya. Karena kita beda level",

"Ck! Dia lebih menyebalkan dari Sasuke!", dengus Naruto dalam hati. Itachi melirik Naruto dari kaca spion, dia bisa mendengar apa yang barusan Naruto pikirkan.

"Akan kupersingkat ceritanya. Tapi sebelum itu, aku ingin kalian duduk lebih sopan. Terutama kau, anjing kecil!",

Merasa ditunjuk, Kiba yang posisi kakinya sedang bersila, langsung menurunkan kedua kakinya dari kursi dan kembali memakai snekersnya. Naruto dan Shikamaru tidak lagi menyilangkan kakinya. Mereka bertiga duduk dengan rapi dan tegak, siap mendengar cerita Itachi.


- Flashback -

8 tahun yang lalu, saat Sasuke masih berumur 7 tahun.

Seekor burung gagak hitam sedang bertengger di sebuah pohon yang tinggi, mengamati sekelompok bocah SD yang sedang bermain ayunan di bawah pohon. Sang gagak sangat suka mengamati dari kejauhan. Akhir-akhir ini, ada seorang bocah yang menarik perhatiannya.

"Sesulit apapun PR yang diberikan, neechan akan membantu Kawa", seorang bocah laki-laki bernama Kawa dengan bangganya menceritakan kebaikan kakaknya.

"Kawa sungguh beruntung punya Saki-neechan. Tidak seperti Dai-nii yang suka menindas Hatsu", bocah laki-laki bernama Hatsu merasa iri pada Kawa.

"Tapi Dai-niichan tampan, Mio suka!", si centil Mio, satu-satunya bocah perempuan sedang asyik duduk di ayunan yang didorong oleh Kawa.

"Uma tidak punya kakak, tapi Uma punya adik yang imut!", masih ingat kan, dengan si Uma? Bocah laki-laki yang tambun tapi penakut ini? Dimana ada Uma, di sana pasti ada Sasuke.

"Sasu tidak punya kakak ataupun adik", Sasuke tidak bisa membayangkan suka-duka mempunyai kakak atau adik. Tapi jujur, dia juga ingin seperti teman-temannya.

Dimana ada Sasuke, di sana juga pasti ada Juugo.

"Sasuke-sama, anda bisa menganggap saya sebagai kakak anda", Juugo dengan pelan mengayunkan ayunan yang diduduki Sasuke. Sejak kecil, Juugo sudah begitu mengagungkan Sasuke.

"Hn. Juugo selalu melindungi Sasu. Juugo sudah seperti kakak Sasu", Ya. Selama ada Juugo, Sasuke tidak butuh kakak atau adik yang lain.

Tapi sang gagak, tidak sependapat. Juugo memang bisa melindungi Sasuke. Tapi Juugo hanyalah bocah biasa. Sang gagaklah yang lebih pantas menjadi kakak Sasuke.

Sang gagak terbang melesat menuju Sasuke dan keempat temannya.

PoooF

Sang gagak tiba-tiba berubah menjadi pria tampan berambut hitam panjang, mengenakan kacamata hitam serta berpakaian cassual. Semua benda yang dikenakannya bermerek dan mahal.

"Whoaaaa!", kelima bocah itu memandang takjub betapa menyilaukannya wujud manusia dari sang gagak. Sungguh fashionable.

Sang gagak melepaskan kacamata hitamnya dengan perlahan. Menampakkan sepasang mata merah dengan iris bermotif bintang.

"Bocah-bocah sekalian, tanamkan ini di pikiran kalian. Aku Uchiha Itachi, kakak Uchiha Sasuke",

Kelima bocah itu mengangguk kompak.

Gagak yang bernama Itachi tersenyum dan kembali mengenakan kacamata hitamnya.

"Ayo pulang, Sasuke!",

"Baik, nii-sama!", Sasuke berlari dan menggandeng tangan Itachi. Mereka pulang meninggalkan keempat teman Sasuke yang memandang mereka dengan iri. Sasuke sungguh beruntung memiliki kakak setampan itu.

Dengan kemampuan memanipulasi pikiran, Itachi dengan mudah menyusup dan menjadi bagian dari keluarga Uchiha.

- Flashback selesai -


"Hanya segitu?", Naruto kurang puas dengan cerita Itachi yang begitu singkat. Padahal tadi Itachi bilang bahwa ceritanya panjang. Sebenarnya, Naruto hanya ingin tahu lebih banyak tentang masa kecil Sasuke.

"Dari sekian banyak manusia, mengapa kau malah memilih keluarga Uchiha?", tanya Kiba. Jika Kiba memiliki kemampuan seperti Itachi, Kiba lebih baik memilih menjadi manager AKB48.

Itachi terkekeh geli membaca pikiran Kiba.

"Uchiha itu keluarga elite, kaya, rupawan dan terpandang. Aku tentu saja memilih yang selevel denganku",

Mereka bertiga menahan diri untuk tidak menjambak rambut gondrong Itachi. Sesongong-songongnya Sasuke, lebih songong lagi Itachi.

"Jika kalian berani menyakiti Sasuke, aku tidak akan segan-segan menjebloskan kalian ke RSJ!", ancam Itachi.

Mereka bertiga reflek melindungi kepala masing-masing. Mereka masih ingin waras. Meskipun sesama makhluk gaib, kemampuan Itachi jauh di atas mereka.

"Jika kalian baik dengan Sasuke, akupun akan baik dengan kalian", Itachi tersenyum.

"Kami menyayangi Sasuke", Kiba bermaksud menjilati wajah Sasuke sebagai tanda sayang. Tapi terhenti karena Itachi meliriknya dengan tatapan tidak suka. Kiba terpaksa memasukkan lidahnya dan kembali duduk bersandar pada jok.

"Kotor, bau dan berantakan. Jauhi Sasuke dari 3 hal itu", pesan Itachi.

"Hn. Sasuke memang tidak suka 3 hal itu", angguk Naruto paham betul dengan kondisi Sasuke. Tidak hanya Naruto, Kiba dan Shikamaru juga paham.

"Baguslah jika kalian paham", Itachi bermaksud membangunkan Sasuke, tapi Naruto mencegahnya. Ada satu hal yang ingin dibicarakan.

Naruto meminta Itachi untuk mengajarinya cara menidurkan Sasuke dengan sekali sentuh. Karena Naruto tidak suka Sasuke terus mengkonsumsi obat tidur, itu bisa merusak otaknya.

Itachi menghargai maksud baik Naruto, tapi dia menolak mengajari Naruto. Itachi menjelaskan bahwa obat yang diminum Sasuke bukanlah obat tidur, melainkan vitamin kesehatan. Itachi tahu bahwa Sasuke insomnia. Itachi hanya memberi sugesti pada Sasuke, bahwa obat yang diminumnya itu akan membuatnya tidur nyenyak. Sugesti itu berhasil terserap di pikiran Sasuke. Pada dasarnya, Sasuke tidak pernah meragukan ucapan Itachi. Sasuke sangat percaya pada keluarganya.


Tidak terasa sudah setengah semester berlalu, liburan musim panas akan tiba. Murid-murid sibuk membicarakan rencana liburan mereka. Tapi semuanya hanya sebatas rencana, karena komite sekolah menyelenggarakan festival seni dan kebudayaan untuk memperingati hari ulang tahun Konoha Highschol yang ke 8. Sehingga mau tidak mau, para murid harus menghabiskan liburan untuk persiapan festifal.

Kebanyakan murid mengeluh, tapi Naruto sangat mensyukuri ide komite sekolah, karena dia tidak perlu terpisah lama dengan Sasuke. Sasuke berencana liburan keluar negeri bersama keluarganya.

Naruto dan Sasuke terpilih menjadi penanggung jawab kegiatan di kelas mereka. Mereka meminta teman-teman sekelas untuk memberikan masukan tentang kegiatan apa yang ingin dilakukan untuk festival nanti. Masing-masing memberi pendapat yang berbeda, semua menyerukan pendapat sendiri, suasanya terlihat seperti pasar.

Sasuke hanya diam berdiri sambil melipat tangan, bersabar menunggu mereka selesai berbicara. Sedangkan Naruto setia berdiri manis di samping Sasuke, seperti berdiri di pelaminan.

"OK! Cukup!", seru Sasuke menghentikan diskusi panjang mereka.

Suasana langsung hening dan pandangan fokus mengarah pada Sasuke dan Naruto yang berdiri di depan kelas.

"Apa kesimpulanmu, Dobe?",

"Ah! Itu...kesimpulanku...", pertanyaan Sasuke begitu tiba-tiba, membuat Naruto belum sempat berpikir. Karena tidak ingin diejek Sasuke, Naruto menjawab apa adanya.

"Untuk perlombaan nanti, aku memilih paduan suara. Dan untuk acara, mungkin maid and buttle cafe", pendapat Naruto yang disertai dengan dukungan teman-teman yang sependapat.

"Paduan suara? Apa kalian serius ingin paduan suara?", Sasuke melontarkan pertanyaan pada teman-temannya. Karena tatapan Sasuke yang begitu mengintimidasi, sebagian besar ragu untuk mengangguk.

Sasuke tidak ingin memilih paduan suara, karena dia tahu bahwa paduan suara sudah banyak diikuti kelas lain. Sekolah ini hanya memiliki 1 ruang musik, Sasuke tidak suka mengantri hanya untuk menggunakan ruang musik. Jadi, paduan suara bukan pilihan yang tepat.

"Bagaimana dengan drama panggung?", saran Sakura.

"Cinderella, Snow White ataupun Rapunzel", sambung Ino yang sependapat. Sebagian besar setuju dengan pendapat Sakura.

"Drama panggung? Hn. Ide bagus", angguk Sasuke menyetujui, "...tapi tidak untuk Cinderella, Snow White ataupun Rapunzel",

Sasuke tidak suka drama yang terlalu mainstream.

"Bagaimana dengan Gundam?", saran Sakon.

"Memangnya kalian bisa membuat Gundam?", tanya Sasuke.

"Tidak", geleng Sakon.

"Hatsuki. Bagaimana dengan Hatsuki?", saran Hana, "Aku dan teman-teman bisa membuat script dan kostum",

Hatsuki adalah sebuah film kolosal yang baru tayang akhir-akhir ini di bioskop. Bercerita tentang perselisihan kerajaan Matahari dengan kerajaan Bulan. Masing-masing pangeran kerajaan, berjuang untuk merebut wilayah kekuasaan.

"Aku sependapat dengan Hana-chan!", Naruto ikut mendukung. Tidak hanya Naruto, hampir semuanya mendukung ide Hana.

Karena semuanya setuju, Sasuke tidak mungkin menolaknya. "Baiklah. Kita akan mengadakan drama panggung Hatsuki untuk perlombaan nanti. Dan untuk acara, konsep maid and buttler cafe cukup bagus. Tapi, adakah yang bersedia menjadi team dapur?",

Kriiik KrikkkK

Masing-masing saling melirik. Tidak ada satupun di kelas ini yang pintar memasak, termasuk murid perempuan.

"Aku bersedia!", Naruto mengangkat tangannya, "Aku bisa memasak ramen dan menyeduh teh atau kopi",

Sasuke rolling eyes.

"Aku bisa belajar membuat waffle atau desert lainnya dari internet", ucap Sakura yang tidak mau kalah dari Naruto.

"Aku bisa membantu!",

"Hn! Aku juga!",

"Ayo, kita belajar sama-sama!",

Team dapurpun terbentuk dengan anggota yang bermodal tekad dan coba-coba.

"Apa kalian yakin ingin mengadakan maid and buttler cafe?", tanya Sasuke sekali lagi.

"Yakin!", seru murid-murid di kelas.

Karena semuanya yakin, Sasuke juga tidak mungkin menolaknya.


Siang ini, rapat kedua dimulai kembali. Rapat ini mendiskusikan tentang pembagian tugas. Hana sudah menyelesaikan script hanya dalam tempo semalam saja. Inilah kekuatan seorang gadis ketika melakukan sesuatu yang sangat disukainya.

"Untuk peran utama, kami ingin Uzumaki-kun dan Uchiha-kun yang memerankan tokoh pangeran Oha dan pangeran Tsuki", ucap Hana yang juga bertugas membagi jatah peran.

"Me, mengapa aku?", Naruto tidak menyangka bahwa dia terpilih menjadi tokoh utama dalam drama panggung.

"Karena kalian berdua, terlihat seperti pangeran",

"Pa, pangeran? Ehehehe...", Naruto tersipu malu mendengar pujian itu, padahal dia mengira akan mendapatkan peran pembantu atau blackman.

Sambil tercengir bodoh, Naruto melirik ke arah Sasuke yang tetap berwajah datar, meskipun dipuji. Tidak perlu terkejut ataupun tersipu malu, Sasuke memang selalu diperlakukan bak pangeran. Dilihat dari sudut manapun, Sasuke memang terlihat seperti anak raja.

Demi menghargai usaha Hana, Naruto dan Sasuke menerima peran mereka.

Alasan Hana memilih mereka adalah karena murid laki-laki tidak ada yang bersedia untuk memerani tokoh utama, mereka malas menghafal dialog yang begitu panjang dalam waktu singkat, sungguh melelahkan otak. Mereka menyarankan Hana untuk memilih Naruto dan Sasuke.

Kesempurnaan otak dan wajah Sasuke sudah tidak perlu diragukan lagi. Kegeniusan Naruto meskipun meragukan, tapi Naruto adalah tipe penyuka tantangan. Kombinasi yang klop. Lagi pula, mereka berdua sekamar, akan memudahkan mereka untuk latihan.


Team dapur yang beranggota 6 orang -4 siswi dan 2 siswa, diketuai oleh Naruto. Siang ini, melakukan percobaan pertama mereka di ruang memasak. Mereka akan membuat waffle strawberry dan kue tiramissu.

"Kudengar, Honda-senpai sedang ditahan karena terlibat narkoba",

"Hn. Suzuki-senpai juga terlibat",

Menggosip itu sangat menyenangkan, tidak peduli dilakukan perempuan maupun laki-laki. Semakin banyak issue yang dibicarakan, semakin seru dan membuat lupa waktu dan pekerjaan. Sampai-sampai, mereka melupakan coklat yang sedang mereka panaskan.

DuuaaR!

Mircowave baru saja meledak, menghasilkan gumpalan asap dan api dengan cepat menyambar tirai.

"KYaaa!", teriak para siswi berlari menuju pintu keluar.

Beruntung fire sprinkler menyala otomatis, membuat ruangan menjadi basah sehingga api bisa cepat dipadamkan.


Kerena insiden kebakaran di ruang memasak, Sasuke membubarkan team dapur. Lebih baik membeli cake dan desert yang sudah jadi daripada harus bersusah payah membuatnya.


Sore ini, Naruto dan Sasuke sedang berlatih di atas panggung, mereka akan melakoni adegan pertempuran terakhir. Hana dan kedua temannya bertugas mengarahkan. Sedangkan yang lain sibuk membantu membuat kostum sambil bergosip, dan sebagian lagi juga ikut mengamati Naruto dan Sasuke.

"Kau siap, Uchiha-kun?", tanya Hana.

"Hn", Sasuke memegang pedang kayu dengan tangan kanannya, sementara tangan kiri di belakang pinggang. Gaya Sasuke sungguh terlalu santai dan seperti memandang remeh lawan. Tapi Hana tidak memprotes, karena gaya Sasuke sungguh keren di matanya.

Naruto meniru gaya Sasuke memegang pedang. Ini hanya acting, tidak perlu serius.

"Hyaaaa!", teriak mereka bersamaan, saling mendekat dan beradu pedang.

Tak Tak Tak

Walau hanya dengan satu tangan, gerakan pedang Sasuke sungguh cepat, Naruto hanya bisa menangkis dan tidak sempat melawan. Sasuke terus maju, Naruto semakin mundur.

TaaaK!

"Ouch!", pedang kayu Naruto terlepas dari tangannya, karena Sasuke terlalu kuat menghempaskan pedangnya, "Sasuke! Ini hanya acting! Mengapa kau seserius inu?", Naruto mengusap-usap telapak tangannya yang bergetar karena menahan serangan Sasuke.

"Saat berada di panggung, kita harus serius", ucap Sasuke dengan angkuh.

"Baiklah! Kalau itu maumu", Naruto mengambil pedang kayunya kembali, bersiap memberi balasan pada Sasuke.

Menyadari adanya pertarungan, Hana dan kedua temannya langsung turun menjauh dari panggung. Mereka tidak ingin terkena sabetan pedang kayu.

"Jangan biarkan wajah cantikmu itu terluka, Tsuki!", seringai Naruto melakoni perannya sebagai pangeran Oha.

"Ck!", Sasuke sebagai pangeran Tsuki hanya diminta mendecak.

"Hyaaaa!", mereka berdua kembali beradu pedang.

Tak Tak Tak

Naruto bisa melihat arah ayunan pedang Sasuke. Naruto menangkis dengan pedangnya, menunggu celah untuk membalas Sasuke.

Yap! Inilah saatnya!

Saat pedang Sasuke mengayun ke bawah, Naruto dengan sedikit kecepatannya, bergeser ke kanan Sasuke. Langsung memukul tangan kanan Sasuke dengan ujung gagang pedang kayunya. Serangan yang begitu kuat dari Naruto membuat ngilu di tangan kanan Sasuke, sehingga pedang kayu Sasuke terlepas. Naruto dengan cekatan merampas pedang kayu Sasuke sebelum jatuh ke lantai. Lalu mengambil jarak mundur dari Sasuke.

"Kau kehilangan pedangmu, Tsuki-chan!", Naruto lagi-lagi berseringai. Sebenarnya dialog Naruto tidak seperti itu. Tapi Hana menyukai acting Naruto yang begitu natural ini.

"Jangan menyerah, Tsuki-sama! Ayo, lawan dia!", seru Sakura yang berperan sebagai Himawari-hime, istri Oha.

"Hey! Himawari-hime! Sebenarnya kau istriku atau bukan sih!", cibir Naruto yang dibalas juluran lidah dari Sakura.

"Ayo babat dia, suamiku!", Ino yang berperan Aki-hime, istri Tsuki turut memberi dukungan.

Gara-gara dukungan 2 gadis centil itu, teman-teman yang lain malah bertaruh menentukan siapa yang akan menang? Naruto si pangeran Oha atau Sasuke si pangeran Tsuki?

"Ayo, Tsuki-chan!", Naruto melompat-lompat sambil mengarah-arahkan kedua pedang kayunya.

Merasa tertantang, Sasuke menyanggupi ajakan itu.

"Ayo, maju Oha-dobe!", Sasuke sudah lupa dengan dialognya, begitu pula dengan Naruto.

Meskipun tanpa senjata, Sasuke berdiri tegak sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Naruto menyilangkan kedua pedangnya, berlari menuju Sasuke, bermaksud untuk menggunting Sasuke. Tapi otak Naruto yang terlalu genius, tidak bisa memprediksi apa yang akan dilakukan Sasuke.

Sasuke memiringkan tubuhnya ke kanan, kaki kirinya terangkat, dan langsung memberi tendangan lutut ke perut Naruto. Kedua pedang kayu di tangan Naruto terlepas, tendangan Sasuke membuat Naruto jatuh terpental.

"Ouch!", perut dan pantat Naruto nyeri.

"Kau kehilangan 2 pedangmu, Oha-chan!",

Author itu adil! Sekarang Sasukelah yang berseringai sambil menyilangkan kedua pedang kayu dan mengarahkannya ke leher Naruto.

"Yap! Pemenangnya Tsuki-sama!", seru Hana yang bertindak sebagai juri.

"Iyey!", Sakura, Ino dan pendukung lainnya bersorak penuh kemenangan.

"Apa sebaiknya scriptnya diubah menjadi seperti ini saja?", guman Hana.


Malam hari di kamar 19C.

Naruto sedang mengolesi salap pada tangan kanan Sasuke yang membiru akibat latihan pertempuran tadi.

"Maaf, Suke~",

"Hn",

"Kau tidak marah kan?",

"Tidak. Karena aku sudah membalasmu",

"O, begitu..ehehehe...",

"Apa perutmu masih sakit?",

"Tidak sakit. Aku kan Kyuubi, si genius yang suka tantangan dan tahan banting!", Naruto mengusap-usap perutnya, tendangan lutut Sasuke hanya sakit di awal saja.

Ya. Sebagai makhluk gaib, Naruto memang tahan banting.

"Mengapa kau selalu menyebut dirimu 'Kyuubi'?", Sasuke bosan mendengar bualan Naruto yang suka berfantasi aneh-aneh.

"Aku memang Kyuubi, kau boleh bertanya pada Kiba dan Shika",

"Tidak akan",

Bertanya pada Kiba dan Shikamaru? Lebih baik jangan, karena mereka berdua sama konyolnya dengan Naruto.

"Baiklah! Akan kutunjukkan padamu, bahwa aku Kyuubi. Tapi...", Naruto menatap Sasuke dengan serius. Ini pertama kalinya Sasuke melihat Naruto seserius ini.

"...tolong rahasiakan ini dari siapapun",

"Hn", angguk Sasuke penasaran dengan rahasia Naruto.


Terputus


Happy satu tahun Hatsuki 💋

See u taon depan :v

Silakan tinggalkan sesuatu di kolom review :D

Akhir kata :

Motor mogok, kehabisan minyak.

Banyak review, author semangat.

(ノ˚̯́ ∇˚̯̀)ノ✧