~MUSIC LOVE~

Chap 3

Disc: SasuNaru Hanya milik MK sensei, saya hanya pinjam kedua tokoh yang sangat inspiratif ini saja :''3

Pair: sasunaru (of course), dll(?)

Rate : T

Warning : yaoi, bahasa campur aduk, many-typo, humor garing, etc.

Genre: Romance, Humor

Don't Like Don't Read!

Saya hanya seorang manusia biasa yang mencoba menyalurkan imajinasinya ._. happy reading ._.)/ minna san

Jika semua rasa dapat di ungkapkan dengan kata-kata, kushina merasa saat ini jika kata-kata saja tidak cukup untuk menggambarkan kebahagiaannya, entah mengapa mndengar kedua pemuda yang telah selesai nernyayi tadi membuat perasaannya senang, sangat sangat senang. Dirinya merasa lengkap dan ada rasa membuncah di dalam hatinya yang membuat dirinya langsung ingin mendekap kedua pemuda yang baru selesai bernyanyi tersebut.

"bagus,sangat indah", lirihnya sambil memeluk kedua pemuda kesayangannya, yang salah satunya adalah anaknya sendiri, kyuubi.

"arigatou, kushina-san", jawab kitsune/naruto dengan cengiran khasnya. Entah kenapa dipeluk seperti ini membuatnya nyaman, seperti memiliki ibu, batinnya sambil tersenyum kecil.

"hm"gumaman pendek ini keluar sari mulut sang anak, kyuubi yang juga mengeluakan senyum kecil, dia akui kitsune ini memiliki suara yang entah mengapa sangat pas ketia di duetkan dengannya, suara yang penuh kebahagiaan seolah dia sangat mencintai aktivitas bernyanyinya dan membuat kyuubi ikut terpancing dalam mengeluarkan suara terbaiknya. Jujur tadi itu kyuubi bernyayi dengan full powernya dan sekarang dia merasa puas dan tdk menyesal samasekali.

-skip time-

"Ohayou anak-anak tolong perhatikan sensei sebentar, ada kabar baik untuk hari ini yaitu kalian mendapat dua teman baru, silahkan masuk kalian berdua"

Tap

Tap

Tap

… krik..krikk…

SASUKE SAMAAAA!

KYUU SAMAAAAA!

KYAAAAAAA!

JEPRET! JEPRET! JEPRET!

Begitulah suasana di kelas yang kedatangan tamu duo idola yang sedang naik daun ini. Berbeda halnya dengan kebanyakan sisa siswi disana yang histeris, ada satu anak yang hanya menatap dengan alis terangkat sambil tak hentinya mangunyah permenkaret tanpa mencopot headset putih yang terpasang apik d telinganya, yang tak lain anak tersebut adalah naru-sama kita yang super awesome. Tentu sesama idola tidak mungkin saling berteriak begitu fikirnya. Hei harusnya dia tidak lupa sekarang dia sedang tidak dalam posisi sebagai idola namun sebagai Naru-sama di sekolah bukan kitsune.

Merasa di lihat dengan intens, anak lelaki bermata onyx yang tak lain adalah sasuke mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber ketidaknyamanannya.

-SET-

Mata bulat besar berwarna biru cerah lah yang kini tertangkap oleh mata hitam kelamnya.

-deg!-

"ehem!... karena kalian sepertinya sudah mengenal 2 orang didepan untuk itu silahkan kalian berdua duduk di sana, kau uciha-san silahkan duduk di sebelah kiri namikaze-san dan anda uzumaki-san di sebelah kanan namikaze-san", kedua pemuda tersebut langsung menuju ke tempat duduk yang terlihat kosong di samping kiri dan kanan pemuda yang di sinyalir memiliki marga namikaze. Oh si tuan muda rupanya.

(latar di ruang kesenian yang kursinya sendiri-sendiri)

"Sepertinya kita pernah bertemu eh dobe?" Tanya sasuke dengan mata menyipit curiga, bertanya untuk memenuhi rasa penasarannya.

"bertemu? Hmm… mungkin?", jawab naruto samba mengedipkan satu matanya genit.

"dobe"

"ah saatnya aku maju teme, aku akan jawab pertanyaanmu yang tadi, dimana kiranya kita pernah bertemu ne~"

Naruto maju kedepan kelas dan mengambil gitar yang di khususkan untuk murid yang akan melewati tes seni menyanyi.

Mulailah suara bening naruto mengalun lembut mengisi ruang kelas..

Di daun yang ikut mengalir lembut

Terbawa sungai ke ujung mata

Dan aku mulai takut terbawa cinta

Menghirup rindu yang sesakan dada

Jalanku hampa dan ku sentuh dia

Terasa hangat oh di dalam hati

Ku pegang erat dan kuhalangi waktu

tak urung jua kulihatnya pergi

tak pernah ku ragu dan slalu ku ingat

kerlingan matamu dan sentuhan hangat

ku saat itu takut mencari makna

tumbuhkan rasa yang sesakan dada

kau datang dan pergi oh begitu saja

semua ku terima apa adanya

mata terpejam dan hati menggumam

di ruang rindu kita bertemu

(letto: ruang rindu #author lagi baper).

'suara ini'

Tiga mata berbeda warna saling menatap intens, dengan salah satunya memancarkan kilat ketertarikan.