Sehun menatap aneh kearah luhan. ia menyadari bahwa luhan tampak ketakutan. Sehun mengendus meremehkan. Sehun berfikir bahwa luhan hanya berpura-pura. Sehun kemudian mengedarkan pandangannya keluar jendela tanpa menghiraukan ketakutan luhan dan tangannya ia letakkan diperbatasan kursi antara kursinya dan kursi luhan
Secara tiba-tiba pesawat itu sedikit bergetar. Luhan benar-benar ketakutan ketika pesawat irtu bergetar tanpa ia sadari ini ia telah menggenggam tangan sehun tang ada disebelahnya itu.
Ya, luhan menggenggam tangan sehun tanpa sadar.
SNOWFLAKES
Maint cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPO EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
Sehun langsung menatap luhan dengan tatapan sinis. Ia tak mengerti kenapa gadis disebelahnya ini tiba-tiba mengenggem erat tangannya.
"yak! Apa yang kau lakukan?!" omel sehun
Tapi luhan tak menghiraukan karena ia sibuk menetralkan perasaannya. Bukan tak menghiraukan, sebenarnya luhan tak mendengar omelan itu karena difikirannya sekarang adalah bagaimana ia bisa sampai kekorea dengan cepat. Jika ia bisa melalui china-korea dengan cepat selain pesawat, luhan pasti akan memilihnya.
Pesawat itu kembali bergetar untuk yang kedua kalinya. Luhan menggenggam tangan sehun semakin erat. Wajahnya semakin menunjukkan ekspresi ketakutan yang luar biasa. Meskipun kini ia masih terus memejamkan matanya tapi ketakutannya sama sekali tak berkurang.
Sehun semakin aneh memandang luhan. ia melihat gadis disebelahnya mengeluarkan bulir air dari pelipisnya. Bibirnya yang merah merona kini sediti pucat. Bahkan disudut bibirnya tampak darah yang sedikit keluar karena sedari tadi ia menggigitnya
"yak! Neo gwenchana?" tanya sehun yang masih tetap dengan nada cuek
Sehun terus memperhatikan gadis disebelahnya. Setelah pesawat mulai netral dan terbang dengan baik, luhan mulai menghembuskan nafasnya lega sambil membuka matanya.
"pesawat bodoh! Kenapa harus bergetar seperti itu? Aish, jinjja! Ini semua membuat kepalaku semakin pusing. Tak adakah kendaraan lain kekorea dengan cepat selain menggunakan pesawat? Ah, aku ingin sekali memiliki kekuatan teleport jika seperti ini" gerutu luhan sendiri
Sehun menatap aneh luhan dan kemudian ia ingin tertawa saat menyadari jika gerutuan luhan terdengar lucu. Karena ia sedikit mengembil kesimpulan jika luhan takun naik pesawat.
"apa?" tanya luhan galak saat ia melihat sehun menatapnya dengan wajah datar
"kau memegang tanganku" jawab sehun datar
luhan kemudian menyadari bahwa tangannya sedang mencengkam sehun. ia kemudian melempar tangan sehun dan menjauhkan tangannya.
"kau ini tak tau berterimakasih sekali" gerutu sehun
"terimakasih apa?" tanya luhan jutek
"aku meminjamkan tanganku, lihat hingga berdarah karena kau terlalu kencang mengenggamnya" kata sehun sambil menunjukkan luka kecil ditangannya akibat goresan kuku dari genggaman kuat luhan
"hanya goresan kecil. Tak perlu berlebihan" jawab luhan cuek
Sehun mendesah sebal, ia kemudian membuang wajahnya untuk memandangi pemandangan diluar jendela. Luhan juga mulai mengedarkan pandangannya ke sisi pesawat sambil sesekali ia memejamkan matanya
"jika kau tak berani naik pesawat tak usah naik pesawat" kata sehun tiba-tiba dengan nada seperti menghina
Luhan kemudian membuka matanya dan dan memandang sehun sebal
"kau bicara padaku?" tanya luhan
Sehun mengendus dan memandang luhan tak kalah sebal
"tidak, aku bicara pada koran yang ada didepanmu" tunjuk sehun pada koran didepan luhan
Keduanya kemudian saling melempar muka. Saling membelakangi dan menggerutu satu sama lain. Tapi entah kenapa sehun dengan posisi yang maish tetap saling membelakangi, sehun tiba-tiba melemparkan luhan sebotol air mineral kecil yang mendarat dipaha luhan
"minumlah, aku tau kau sangat ketakutan" kata sehun sambil tersenyum meremehkan
"tidak. terimakasih!" jawab luhan sedikit emosi
"terserah jika kau mau mati karena ketakutan dan dehidrasi disini"
"aku lebih baik mati daripada aku harus meminum minuman yang kau berikan dengan cara meremehkanku" ketus luhan
Sehun kemudian kembali menatap luhan
"sebenarnya apa masalahmu hah!" tanya sehun yang mulai kehabisan kesabaran
"seharusnya aku yang menanyakan itu padamu!" omel luhan
"mengapa harus kau! Kau ini hanya sasaeng fans yang selalu menguntit kami dan kau terus mengikuti kami hingga kalian puas kan?"
"berhenti mengatakan aku sasaeng fansmu! Berapa kali aku harus mengatakan, aku mengenalmu saja tidak!"
"mana ada pencuri mau mengakui kesalahannya" kata sehun sambil bersmirk
"pencuri? Aku bukan pencuri!"
"tapi kau..."
"sehun-ah bisakah kau tenang? Semakin lama perdebatan kalian semakin keras" kata kai yang duduk didepannya
Kai dan chanyeol mulai mendengar perdebatan yang awalnya pelan sekarang semakin sedikit lebih keras. Mereka kemudian memutar tubuhnya untuk menghadap luhan dan sehun.
"kau bisa membicarakannya nanti jika kita sudah tak dipesawat" lanjut chanyeol yang duduk disebelah kai
"tapi dia sasaeng fans yang tak mau mengaku" kata sehun
"dia yang bertemu denganmu kemarin?" tanya chanyeol, sehun hanya mengangguk pelan
"dia cantik juga" kekeh kai "nona, kalau boleh tau siapa namamu?" tanya kai pada luhan
Luhan menatap kai sedikit aneh. Ia memandang lelaki yang ada didepannya untuk mencari tau apakah dia orang baik atau tidak
"kau tak percaya padaku? aku bukan orang jahat, aku bahkan lebih baik dari dia" kata kai meyakinkan
"nona, siapa namamu? Aku juga ingin mengenalmu" kata chanyeol
"maaf, kalian siapa? Apa kau juga satu jenis dengan manusia ini?" tanya luhan polos sambil menunjuk sehun
Chanyeol dan kai kemudian saling bertukar pandangan. Ia benar-benar tak percaya kalimat itu yang keluar dari mulut manis luhan
"kau benar-benar tak mengenali kami?" tanya kai
Luhan menggeleng polos dan dengan jujur ia mengatakan tak mengenal mereka.
"aku chanyeol dan ini kai" kata chanyeol sambil melepas kacamata hitamnya diikuti kai yang juga melepas kacamata hitamnya
"sekarang kau mengenali kami?" tanya kai
"tidak" jawab luhan polos
"apa kau mengenal kai, sehun, chanyeol, kris, chen dan suho?" tanya chanyeol
"siapa mereka?"
"apa kau tak mengenal exo?"
"x-o? jenis alkohol di korea? Ekso? Brand dari korea. Aku pernah mendengarnya beberapa kali" kata luhan polos "Boyband?" tanya luhan saat ia mengingat jika ia sering mendengar nama exo dari baekhyun
"iya!" pekik chanyeol bahagia
"kau mengenal mereka bukan?" tanya kai antusian
"tidak" jawab luhan datar "hanya pernah mendengar namanya dari saudaraku. Jadi ekso itu boyband terkenal? Aku fikir merk alkohol atau sejenisnya" lanjutnya
Chanyeol dan kai saling memandang tak percaya. Dari jawaban polos luhan mereka yakin jika luhan benar-benar tak mengenali mereka. lalu bagaimana bisa sehun mengatakan bahwa luhan merupakan sasaeng fansnya.
"baiklah, kalau begitu kenalkan. aku kim jongin, panggil saja kai" kata kai sambil mengajak luhan berjabat tangan
"aku park chanyeol. Panggil saja chanyeol" kata chanyeol tersenyum sambil mengajak luhan berjabat tangan
"xi luhan. kau cukup memanggilku luhan" jawab luhan ramah dan kemudian berjawat tangan dengan chanyeol dan kai
"dan kami bukan ekso ataupun x-o. Kami e-x-o" kata kai menjelaskan
"kami boyband yang bersinar abad ini, kau harus mendengarkan lagu kami. Kau pasti akan jatuh cinta pada pesona kami" jelas chanyeol percaya diri
"kai-ah, chanyeol-ah duduklah dengan benar" kata manager exo
"bangapta" kata chanyeol dan kai berbarengan sebelum mereka kembali duduk di tempatnya kembali
Sehun mengacuhkan perkenalan luhan dengan kai dan chanyeol. Tapi setidaknya ia sekarang mengetahui nama gadis aneh disebelahnya itu.
Setelah beberapa menit kemudian. Perdebatan antara sehun dan luhan tak terdengar lagi. Mereka samasama diam karena luhan telah berada dialam mimpinya. Luhan lebih dulu tertidur dan beberapa kemudian sehun juga menyusul untuk tidur
Entah sejak kapan, tanpa mereka sadari mereka tidur saling menempelkan kepala mereka. luhan yang kepalanya sedari tadi terombang-ambing akhirnya menyandarkan kepalanya dipundak kanan sehun. sedangkan sehun juga dengan tak sadar menyandarkan kepalanya diatas kepala luhan
Manager dan beberapa member menyadari moment langka itu. Selama ini sehun tak pernah mau tidur seperti itu. Ia lebih baik menggunakan bantal leher atau meletakkan kepalanya disisi jendela. Bahkan untuk member bersandar di pundaknya saja ia selalu menolak.
Chen kemudian mengambil ponselnya untuk mengambil gambar moment langka itu. Chanyeol dan kai juga tak ingin kehilangan moment langka itu
"hati-hati. Jangan sampai sehun dan fans tau jika kalian memfotonya" kata kris mengingatkan
"aku tau hyung" kekeh chen
"lebih baik kau mengunci ponselmu setelah ini" saran suho
"itu pasti, aku akan menyembunyikannya dari sehun" timpal kai
"sebentar lagi kita sampai. Kalian bersiap" kata manager mereka
"oke hyung" jawab para member
Sehun dan luhan sama-sama melakukan pergerakan. Chen, chanyeol dan kai dengan cepat kembali ketempat duduknya masing-masing. sehun dan luhan telah membuka matanya sekarang. Mereka benar-benar tak menyadari apa yang telah mereka lakukan beberapa menit yang lalu.
Kini para penumpang mulai menuruni pesawat mereka. luhan mulai turun dan mencari kopernya. Setelah ia menemukan kopernya ia menarik kopernya dan segera mencari paman kim dan baekhyun yang menjemputnya di airport
"masalah kita belum selesai" kata sehun sedikit berbisik ditelinga luhan ketika ia melewati luhan
Luhan mengacuhkan perkataan sehun. ia benar-benar tak peduli dengan lelaki yang ia anggap gila itu. Seluruh member exo dan manager segera keluar dari airport.
Hari itu airport amat sangat sesak karena banyak sekali para gadis yang menunggu kedatangan exo. Luhan berjalan pelan ke salah satu pintu untuk penumpang umum. Karena pihak airport memberikan jalan khusus exo yang terlihat amat sesak
Luhan mencoba mencari paman kim dan baekhyun. sesekali ia bersenggolan dengan para gadis yang tiba-tiba lari dan berteriak.
"paman kim, baekhyun" panggil luhan ketika menemukan paman kim dan baekhyun
"apakabar nona muda" sapa paman kim
"aku baik paman" kata luhan sambil tersenyum ramah
"Eonniiiii" teriak bakehyun heboh sambil memeluk baekhyun "bogoshippo" teriaknya
"nado baekhyun-ah" jawab luhan sambil membalas pelukan baekhyun
Tiba-tiba saja para gadis yang membuat airport itu berteriak histeris ketika exo mulai keluar dari pintu airport, beberapa dari mereka mulai mengejar para member exo menuju mobilnya
"eonni, paman, kalian kemobil saja dulu. Aku harus mengejar mereka" teriak baekhyun yang kemudian mengikuti para gadis itu berlari mengejar para member exo
"mwo? Aku pulang tapi dia menyambutku seperti ini?" kata luhan tak terima
"nona byun memang seperti itu" jawab pama kim dengan sedikit terkekeh Lebih baik kita menunggu dimobil saja nona, disini terlalu padat" ajaknya
"aish, menyebalkan. Baiklah, ayo paman" jawab luhan
Setelah beberapa menit luhan dan paman kim menunggu didalam mobil, akhirnya baekhyun menyusulnya. Baekhyun memasuki mobil dengan nafas terengah-engah dan keringat yang bercucuran. Yang benar saja, baekhyun baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai fangirl exo.
Ia mengejar member exo dan mengambil banyak fotonya ketika mereka lewat dihadapannya. Bahkan ketika mobil itu sudah berjalan ia masih sembat berlari mengejarnya walaupun hanya beberapa meter saja.
"jalan paman" kata baekhyun singkat ketika ia telah berada didalam mobil
Paman kim langsung melajukan mobilnya untuk mengantar mereka pulang. Luhan masih menatap aneh kelakuan baekhyun. baekhyun masih terengah-engah tapi ia taak memperdulikannya karena terlalu sibuk dengan ponselnya. Sesekali ia juga tersenyum sendiri melihat lelaki yang ada diponselnya
"yak! Baekhyun-ah, aku pulang! Aku disini! Kau tak menyambutku?" gerutu luhan yang mulai sebal dengan baekhyun
"arraseo, arraseo. Tapi sebentar ne eonni, aku harus mengupdate ini di SNS ku dahulu. Agar semua orang tau bahwa aku aku baru saja bertemu dengan oppa kesayanganku" kata baekhyun bersemangat tapi tetap menatap ponselnya
"bisakah kau melakukannya nanti?" tanya luhan dengan sedikit emosi
"chakkaman, aku harus mengupdate ke kyungsoo juga. Setelah itu aku akan mendengarkan ceritamu" kata baekhyun sambil tersenyum singkat
"kyungsoo? Do kyungsoo? Apa dia juga menyukai lelaki modal tampang ini juga?" tanya luhan
"tentu saja! Asal kau tau, aku dan kyungsoo adalah fangirl sejati" jawab baekhyun
"terserah, aku tak peduli" kata luhan sambil melempar pandangan keluar jendela
"paman, bagaimana dengan perusahaan appa?" tanya luhan kemudian
"semua baik-baik saja nona, tuan byun membantu kami memimpin dengan baik" jawab paman kim
"jinjja? Ah, aku senang mendengarnya" jawab luhan bahagia
"nona muda sendiri bagaimana? Apa nona muda baik-baik saja?" tanya paman kim
"aku baik-baik saja paman. Hanya saja akhir-akhir ini aku bertemu dengan lelaki aneh dan aku sangat membencinya. Dia itu begitu sombong, angkuh dan..." kalimat luhan terputus
"EONNI! Bagaimana? Ayo ceritakan" teriak baekhyun memutus kalimat luhan seenaknya karena ia sudah menyelesaikan tugasnya sebagai fangirl
"tapi aku sedang bercerita dengan paman kim" gerutu luhan sebal
"ayolah eonni, aku menantikan ceritamu disana. paman kim pasti tak apa. Iya kan paman?" tanya baekhyun
"iya, nona cerita saja, paman tak apa" jawab paman kim
"ah baiklah" kata luhan pasrah
"jadi bagaimana disana? kenapa kau menyelesaikan kuliahmu secepat itu? Kau tau aku ingin menyusulmu kesana. Jika kau tak disana, eomma pasti akan melarangku untuk kuliah diluar korea. Ah, mengapa eomma sangat mempercayaimu" celoteh baekhyun
"yang benar saja, kau bahkan masih melakukan hal aneh seperti itu" jawab luhan santai
"mwo? Aneh? Apanya yang aneh?" tanya baekhyun bingung
"seperti yang kau lakukan tadi, mengejar lelaki aneh yang tak pernah tau jika kau mengejarnya"
"aniyo, oppa mengerti aku. Dia selalu mengatakan saranghae padaku"
"padamu? pada semua fans mereka lebih tepatnya. Kau tau, mereka hanya melontarkan tanpa ada tandasan hati yang tulus"
"ah, waeyo eonni? Kenapa kau malah membahasku seperti ini? Aku kan ingin kau yang bercerita" kata baekhyun tak terima
"ah, benar juga. Lagi pula serasa percuma memberimu nasehat" kata luhan
"sekarang ceritakan. Bagaimana disana?" tanya baekhyun
"disana? aku hanya belajar baek, aku tak bermain, aku tak pergi shopping layaknya wanita pada umumnya aku juga tak melakukan aktifitas sepertimu..."
Tibatiba ponsel baekhyun berbunyi. Notifikasi mengatakan sebuah komentar masuk ke ponselnya. Pengucapan terima kasih dan rasa iri dari fangirl lain terhadap baekhyun. baekhyun pun tersenyum puas sekarang.
Ia masih mendengarkan cerita luhan meskipun samar-samar. Ia kemudian membuka sebuah link. Disitu terdapat jadwal penerbangan exo. Dan pesawat yang ditumpangi exo adalah pesawat satu-satunya yang terbang dari LAfornia-korea pada hari itu. Baekhyun membulatkan matanya dan menemukan sebuah fakta.
"kau tau baek, tahun ini untuk pertama kalinya aku kehilangan snowflake pertamaku. Aku benar-benar menyesalinya. Aku seharian diapartemen hanya dapat menangis dan menyesali semuanya. Garagara lelaki itu aku kehilangan..."
"EONNI!" teriak baekhyun tibatiba
"mwoya! Bisakah kau tak berteriak tibatiba? Kau ingin aku mati?" omel luhan
"apa kau bertemu lelaki ini dipesawatmu? Kau satu pesawat dengan mereka?" tanya baekhyun sambil menunjukkan foto member exo
Luhan menatap aneh baekhyun. ia masih tak dapat berkata-kata. Ia cukup takut dengan baekhyun karena matanya membulat, sangat menyala seperti akan memakannya jika ia mengatakan kalimat yang salah
"eonni jawab akuuu" rengek baekhyun
"i...iya aku sepesawat dengan mereka, bahkan lelaki yang itu..." tunjuk luhan pada salah satu member exo yng selalu bermasalah dengannya
"mwoya! Andwe! Eonni! Kenapa kau tak mengatakannya padaku? Aku akan memintamu untuk mengambil gambar mereka. pasti sangat keren jika aku mendapatkan foto satu pesawat dengan dekat. Eonni kenapa kau tak mengatakannya" rengek baekhyun memotong kalimat luhan sambil mengguncang tubuh luhan
Luhan kemudian melindungi tubuhnya dari guncangan baekhyun. menurut luhan baekhyun sedang mengalami gangguan kejiwaan. Baekhyun terus merengek dan bahkan menangis. Ia juga memukul jok kursi didepannya. Luhan benar-benar kebingungan dengannya sekarang
"paman, bisakah kau lebih cepat? Aku mulai takut dengan baekhyun" ujar luhan pelan karena ketakutan
"baiklah nona" jawab paman kim sambil terkekeh
(***)
Sesampainya dirumah keluarga baekhyun-yang sudah dianggap rumah luhan sendiri-, baekhyun langsung berlari menuju kamarnya untuk meneruskan updatenya. Luhan berjalan pelan sambil menarik kopernya.
"paman tidak mau masuk dulu?" tanya luhan
"aniyo, paman harus segera kembali kekantor" jawab paman kim ramah
"baiklah" kata luhan
Paman kim kemudian berpamitan dengan luhan, luhan mengangguk dengan ramah. Setelah paman kim pergi, ia memasuki rumah pamannya itu. Ia berjalan untuk menaiki tangga menuju kamarnya yang berada disebelah kamar baekhyun.
Sebelum menaiki tangga itu, seseorang telah keluar dari kamarnya dan menyambut luhan.
"aigoo, uri luhanie pulang" sambut bibinya dengan ramah -heechul
"iya, bi. Aku sudah pulang" jawab luhan sambil tersenyum manis
"eyy, sudah berapa kali aku bilang, panggil aku eomma, kau sudah bertahuntahun aku anggap sebagai anak sendiri kenapa masih memanggilku bibi?" katanya
"mian eommonim, aku hanya tak sadar mengucapkannya" jawab luhan
"baiklah, baiklah. sekarang beristirahatlah, aku akan memanggilmu jika makan malam telah siap" ujar heechul
"baiklah eommonim"
"tapi, kemana perginya baekhyun?" tanya heechul
"dia dikamarnya, entahlah tadi dia langsung berlari kesana" kata luhan jujur
"pasti lelaki-lelaki itu lagi, ck...ah, baiklah silahkan ke kamarmu lu" kata heechul mempersilahkan
"iya eommonim" jawab luhan
Luhan kemudian berjalan kekamarnya. Ia membuka kamar berwarna biru terang itu. Ia masih sibuk mendorong koper-kopernya untuk masuk kedalam kamarnya. Ketika kopernya telah masuk, ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruang kamar.
Ia membulatkan matanya ketika mengetahui perubahan kamarnya yang derastis. Kamar yang awalnya begitu bersih bernuansa langit, kamar yang begitu nyaman untuknya. Sekarang berubah menjadi kamar dengan penuh poster lelaki yang tak dikenalnya.
Tapi luhan tahu dan sangat yakin siapa yang telah menempelkan gambar-gambar itu semua. Siapa lagi jika bukan baekhyun, saudara perempuannya itu. Luhan kemudian keluar dari kamarnya untuk menuju kamar baekhyun
"yak! Byun baekhyun! apa yang kau lakukan dengan kamarku!" omel luhan
"eoh?" baekhyun sedikit menoleh kearah luhan tapi pandangannya tetap pada layar laptopnya
"mengapa kau menempelkan boyband gilamu itu dikamarku?!"
"aaah, masalah itu? Kamarku sudah tak muat menampungnya lagi, kau lihat kamarku sudah penuh dengan poster oppa" ucap baekhyun santai
"kalau begitu buang, bakar, atau lakukan apapun yang lainnya! Jangan kotori kamarku!"
"tidak bisa eonni, semua posterku limited edition. Aku mendapatkannya dengan susah payah, mana mungkin aku membuangnya. Lagi pula kau daridulu kan tidak berada di korea" kata baekhyun yang masih terus mengotak-atik laptopnya
"tapi sekarang aku dikorea dan-ARGH!" luhan sudah habis kesabarannya
Ia kemudian kembali kekamarnya dan dengan terpaksa ia harus membiarkan poster-poster baekhyun terpampang disana. rasanya ia ingin sekali merobek semua itu, tapi ketika ia akan merobek poster itu, ia melihat tatapan mata seseorang.
Tatapan mata dari dalam poster itu memancarkan aura karisma yang kuat, tanpa ekspresi seperti member lainnya, mata itu seolah memberi aura maskulin yang begitu kuat.
"bukankah dia ini pria menyebalkan itu" monolog luhan
Luhan kemudian mundur untuk dapat mengamati poster itu dengan baik. Ia memiringkan kepalanya kekiri dan kekanan untuk menamati wajahnya. Kemudian ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan kamar itu yang ternyata didomisi dengan poster pribadi sehun
"mwoya? Kenapa lelaki ini penuh disini? Ah, dasar lelaki gila! Karenamu aku kehilangan momen berhargaku!" kata luhan sambil menunjuk poster-poster sehun
"ah, jadi kau benar-benar artis? Cih, artis? Kau tampan saja tidak" kata luhan sinis sambil melipat tangannya didepan dadanya
"em, tapi jika kau dilihat cukup tampan, tapi sayang ketampananmu tak berlaku untukku. Ketampananmu telah hangus karena sifatmu" kata luhan berdecih sebal
"argh, kenapa baekhyun memenuhi kamarku dengan fotonya. Aku bahkan hampir mual" kata luhan yang mulai menjatuhkan tubuhnya dikasur
Luha baru saja akan beristirahat, bahkan ia baru beberapa memejamkan matanya dan terlelap. Tapi teriakan dan hentakan kaki baekhyun terdengar begitu keras hingga mengganggunya untuk beristirahat
"EOMMA! DIMANA REMOTE TELEVISINYA!" teriak baekhyun dari lantai bawah
"hhhhh" desah luhan berat
Ia kemudian membuka matanya lagi dan memutuskan untuk turun membantu heechul yang sednag menyiapkan makan untuk mereka. luhan dengan langkah malas menuruni tangga
"OMO! KYAAAA KRIS OPPA TAMPAN SEKALI!" teriak baekhyun "EYYY! KENAPA JONGIN BEGITU MEMPESONA! KALIAN BERHENTI MEMBUATKU GILA. ANDWEEEE" lanjutnya lagi
Kini baekhyun sedang melihat comaback stage dari exo. Hari ini adalah comeback stage pertama dari lagu exo terbaru yang berjudul Growl. Baekhyun pun tak ingin ketinggalan moment untuk menyaksikannya
"luhanie sudah bangun?" tanya heechul
"eoh, dia membangunkanku" jawab luhan sambil menunjuk baekhyun
"YYYAAAAA! OMONAA! SEHUN KAU TAMPAN SEKALI!" teriak baekhyun lagi
"apa dia selalu seperti itu?" tanya luhan pada heechul
"iya, seperti itulah aktifitasnya sehari-hari" jawab heechul yang terbiasa dengan sifat baekhyun
Luhan masih dengan langkah malasnya mendekati televisi. Ia kemudian berdiri di depan televisi untuk melihat siapa yang ada disana. bahkan berhasil membuatnya terbangun dari tidurnya karena teriakan baekhyun. baekhyun yang berada dibelakang luhan bergeser kekiri dan kekanan untuk dapat melihat layar televisi
"Yak! Eonni! Pergilah! Aku tak bisa melihatnya!" omel baekhyun sambil mengusir luhan dengan lambaian tangannya
Luhan kemudian mundur dan duduk disebelah baekhyun. luhan masih sibuk menggosok matanya dan sesekali ia menguap.
"woah, exo oppa jinjja daebak!" teriak baekhyun
"exo?" tanya luhan saat melihat tulisan dibawah televisi yag menuliskan nama boyband mereka
"eoh! Exo oppa!" katanya gembira
"jadi kamarku penuh itu karena poster exo?"
"ne! Tentu saja! Just exo!" jawab baekhyun bersemangat
Luhan tak menanggapi. Ia kemudian mengikuti baekhyun menatap layar televisi. Kini para member exo terlihat sedang diwawancarai. Kemudian baekhyun kembali berteriak ketika seseorang bermata elang berbicara singkat dan tanpa ekspresi
"aigooo! Sehun-ah, kau berbicara sedikit saja aku sudah bergetar. Menikahlah dengan noona sehun-ah" kata baekhyun sambil mengelus remote televisi kepipinya
"cih, orang itu?" kata luhan sinis
"memang kenapa? Kau tau dia sangat tampan eonni, ya meskipun aku lebih tua 2 tahun dengannya. Aku siap menerima lelaki yang lebih muda dariku. Sungguh sehun sangat tampan sekali" kata baekhyun sambil tersenyum
"bahkan dari mataku melihat idolmu bernama sehun itu, dia tak menyanyi sama sekali, dia bergerak juga malas-malasan. Untuk apa kau menyukai orang seperti itu"
"justru itu yang membuatnya semakin berkarisma. Setiap dia berbicara saja hatiku selalu bergetar. Dia terlalu sempurna untuk menjadi manusia" kata baekhyun memuji sehun
"cih, berlebihan. Dia tak sesempurna itu" jawab luhan ketus "jika aku bisa menyarankan, kau lebih baik memilih dia" lanjut luhan sambil menunjuk kearah kris
"kris? Kris oppa? Yang benar saja kau eonni, tapi sebentar-apa? Kau memilihnya?! Kau menyukai boyband sekarang eonni?!" tanya baekhyun terkejut, cukup bersemangat ketika luhan mengatakan itu
"tidak! aku tak menyukainya baek! Tapi setidaknya wajahnya lebih tampan karena mirip seperti orang luar negeri. Dan menurutku sifatnya jauh lebih baik dari orang itu" kata luhan sambil menunjuk sehun
"mereka tak jauh berbeda sebenarnya, tapi memang lebih baik kris oppa karena dia paling tua, sedangkan sehun hanya magnae disana" jawab baekhyun dengan nada kecewa karena luhan
"magnae? Pantas saja dia tak atu sopan santun" ucap luhan sinis
"dia memang seperti itu, tapi aku menyukainya" kata baekhyun yang tiba-tiba moodnya membaik "tapi kau seolah-olah pernah bertemu dengannya eonni" kata baekhyun sambil tertawa geli
"aku memang pernah bertemu dengannya" jawab luhan cuek
"bukan, maksudku kau seperti pernah berbicara langsung dengannya hingga kau bisa tau bahwa sifatnya seperti itu, aku kan tau jika kau tak menyukai mereka jadi cukup aneh saat kau mengatakan sifat mereka" jelas baekhyun
"aku memang pernah berbicara dengan mereka" jawab luhan santai
"kau ini seperti-APA? KAU BERBICARA DENGAN MEREKA?!" teriak baekhyun tak percaya
.
.
.
.
.
.
TBC
sudah diupdate yah ffnya. termasuk fast update kan ini? thankyou for reviewnya yang kemaren :*
yang nanya hunhan, hunhan katanya keluar kek dating gitu mungkin setelah exoluxion beijing day 2. cari aja infonya di twitter apa google kalo mau lebih jelas^^
yang nanya id line. errr, ngasih tau idnya via apa? dirimu tak memiliki account di ffn :')
DONT BE A SILENT READER. REVIEW JUSEYO \(^.^)/
