"magnae? Pantas saja dia tak atu sopan santun" ucap luhan sinis
"dia memang seperti itu, tapi aku menyukainya" kata baekhyun yang tiba-tiba moodnya membaik "tapi kau seolah-olah pernah bertemu dengannya eonni" kata baekhyun sambil tertawa geli
"aku pernah bertemu dengannya" jawab luhan cuek
"bukan, maksudku kau seperti pernah berbicara langsung dengannya hingga kau bisa tau bahwa sifatnya seperti itu, aku kan tau jika kau tak menyukai mereka jadi cukup aneh saat kau mengatakan sifat mereka" jelas baekhyun
"aku memang pernah berbicara dengan mereka" jawab luhan santai
"kau ini seperti-APA? KAU BERBICARA DENGAN MEREKA?!" teriak baekhyun tak percaya
SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPO EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
Luhan sedikit terkejut dengan teriakan tiba-tiba dari baekhyun
"Yak! Berapa kali aku mengatakan jangan berteriak seenaknya!" gerutu luhan
"mian, hehe" kata baekhyun "ani,ani. Eonni jelaskan maksud kalimatmu" pinta baekhyun
"mwo?"
"tadi kau mengatakan kau berbicara dengan mereka? apa kau yakin itu mereka?" tanya baekhyun
"eoh, mereka yang memperkenalkan dirinya padaku" ucap luhan santai
"MWO? MEREKA MEMPERKENALKAN DIRINYA PADAMU?"
"tidak mereka, hanya dua orang" jawab luhan santai
"kau berkenalan dengan siapa eonni?" tanya baekhyun
"entahlah aku tak terlalu mengingat namanya" kata luhan datar
"ayolah eonni, ingat-ingat lagi namanya. Kris? Chen? Chanyeol? Suho? Kai? Sehun?" tanya baekhyun
"k..key? dan yang satunya chen...yeol? chan...yol?" kata luhan tak yakiin
"mworago? KAI? CHANYEOL? Ba-bagaimana bisa?! Yak! Eonni, kenapa kau begitu beruntung? Kau satu pesawat dengan mereka, kau bahkan berbicara dengan mereka, aish!" gerutu baekhyun kecewa
"mereka bahkan duduk di..."
"aku pulang" kata seseorang dengan pakaian kerja memasuki rumah
"yeobo" sapa heechul
"appa!" teriak baekhyun
"annyeong aboji" sapa luhan
"eoh, aku sudah sampai disini lu?" tanya pamannya – hangeng
"iya, paman kim mengantarkanku kemari" ujar luhan
"ah, syukurlah" jawab hangeng
"makanan sudah siap, kau ingin mandi atau langsung makan?" tanya heechul
"aku akan langsung makan, akan ada kabar gembira untuk kita" kata hangeng
"kabar gembira? Apa itu appa? Tiket konser exo? Atau kau akan membelikanku album exo? Appa jika boleh aku meminta, lebih baik kau memberikanku tiket special concert di beijing. Tiketnya sangat mahal appa" rengek baekhyun
"lebih bahagia dari itu sayang" jawab hangeng sambil mengusak rambut baekhyun
"ah, hanya exo yang membuatku bahagia appa" rengek baekhyun
"cih, kau ini berlebihan sekali" sindir luhan
"biarkan saja. Mehrong~" kata baekhyun sambil menjulurkan lidahnya
Mereka kini sudah berada diruang makan. Mereka kemudian makan dengan tenang. Tak ada pembicaraan berat yang mereka lontarkan, hanya pertanyaan kecil tentang luhan selama di luar negeri. Sesekali baekhyun dan luhan bertengkar kecil karena mendebatkan sesuatu
Setelah makan malam itu selesai, akhirnya kabar yang hangeng bawa segera diberitahukan kepada mereka
"jadi, karena perusahaan dari appa luhan yang appa pegang akan melakukan riset ke beijing. Apa memutuskan agar kita sekalian berlibur kesana. Kita juga harus menemui nenek yang sudah lama tak kita kunjungi" kata hangeng
"jinjja? Kerumah nenek?" tanya luhan
"iya, kita sudah lama tak kesana, anggap saja ini sebagai liburan. Jadi nanti appa akan melakukan riset kalian akan bersenang-senang"
"ah, gomawo aboji" kata luhan bahagia
"kebeijing? Bersenang-senang? Appa, aku akan sangat bersenang-senang jika kau membelikanku tiket untuk pergi ke fansme..."
"hentikan baek" ujar luhan seketika
"tak ada tiket apapun untuk fansmeeting" ketus heechul
"mwoya? Tapi aku kan akan..."
"tidak untuk konser apapun atau tidak untuk kau ikut pergi?" tanya heechul
"tapi eomma...- appa" rengeknya pada hangeng
"eommamu benar sayang, aku tak akan memberimu ijin untuk datang keacara seperti itu"
"ah, eomma appa menyebalkan" gerutu baekhyun sambil meninggalkan meja makan
"aku akan menyusulnya" kata luhan kemudian
"katakan padanya untuk bersiap-siap, kita akan berangkat lusa" kata hangeng
"ne aboji" jawab luhan
(***)
Pagi ini, luhan tak memiliki aktifitas apapun karena kuliahnya telah selesai. Hari ini pula baekhyun tak ada kelas dikampusnya jadi mereka berdua sama-sama dirumah bersama heechul. Heechul memang tak bekerja, tapii sesekali ia juga membantu hangeng dikantornya
Karena luhan tak memiliki jadwal apapun, ia memutuskan untuk meneruskan tidurnya. Heechul juga sedang sibuk dikebun belakang rumahnya untuk merawat bunganya, sedangkan baekhyun sedang melakukan dunia fangirlnya bersama kyungsoo
Tak heran jika ia menghabiskan banyak waktunya bersama kyungsoo untuk melakukan hal gila itu. Kyungsoo merupakan sahabt baekhyu dari kecil, hingga akhirnya kyungsoo memiliki nasib seperti baekhyun yaitu mencintai member boyband exo.
Tapi cara kyungsoo mengagumi mereka sangat jauh berbeda dengan baekhyun. Baekhyun yang begitu menyukai sehun akan terang-terangan mengatakan sehun tampan, keren atau bahkan ia akan meminta sehun untuk mencintainya, sedangkan kyungsoo lebih ke cara yang tenang, diam bahkan mengungkapkan kekagumannya dengan malu-malu. Meskipun terkadang ia juga tak jauh berbeda dengan baekhyun jika Kai menurutnya sangat mempesona.
"AIGOO! SEHUN TAMPAN SEKALI!" teriak baekhyun sambil menarik poster dari tangan kyungsoo "lihat bibirnya sexy sekali! Aigoo, aku ingin mencium bibir ini!" lanjut baekhyun
"Suho dan chen juga tampan kau tau. Lihat mereka" tunjuk kyungsoo pada poster
"kris oppa juga sangat tampan kyung" kata baekhyun "yaaaa, kai jinjja daebak. Kenapa dia manis sekali" lanjutnya
"chanyeol juga tampan baek!" kata kyungsoo menimpali
"aku tau dia tampan, tapi aku tak tertarik dengannya" jawab baekhyun cuek
"kenapa tak tertarik? Dia baik baek" kata kyungsoo membela
"aku tau, tapi wajah idiotnya membuatku tak tertarik dengannya" jawab baekhyun
"cih, kauhanya belum menemukan pesonanya baek, jika kau sudah menemukannya kau pasti akan..."
"no,no,no. Sehun selalu dihatiku kyung" jawab baekhyun mantab
Kyungsoo tak menimpali kalimat baekhyun. Mereka pun kembali membuka lagi kardus berisi barang-barang exo itu. Mereka baru saja membeli sebuah barang limited edition dari event yang diadakan oleh exo. Mereka bahkan mendapatkan tanda tangan, photocard, dan barang pribadi mereka.
Ketika mereka sedang asik membuka-buka isi kardus itu, tiba-tiba saja televisi itu menyiarkan sebuah kabar tentang exo. Baekhyun dan kyungsoo langsung menajamkan pendengara mereka dan menatap layar televisi itu
'Kris EXO dikonfirmasi telah memiliki sebuah hubungan dengan model cantik dunia dan ternama dari china, Huang Zitao. Baik pihak dari kris maupun zitao mengatakan bahwa mereka telah menjalin hubungan selama 1 tahun belakangan ini. Meskipun kris sibuk dengan jadwal turnya dan zitao yang kabarnya sedang di paris untuk sesi pemotretan, tapi hubungan keduanya baik-baik saja. Kris mengatakan agar para fans merestuinya dan tetap mendukung exo, karena bagaimanapun juga fans yang paling penting untuknya. Sekian breaking news kali ini...'
"ANDWE! ANDWE! JAEBAAAAAALLL!" Teriak baekhyun histeris
"Kris oppa andweyo" kata kyungsoo lemah sambil meneteskan air mata
"HUA ANDWEE! Kenapa harus kris oppa berpacaran dengan zitao?" kata baekhyun tak terima
"lalu dengan siapa? Denganmu?" tanya luhan yang masih mengantuk
Luhan barusaja bagun dari tidurnya. Ia terbangun dari tidurnya karen teriakan histeris dari baekhyun. Ia kemudian menuju kelemari es utuk mengambil minum
"bukan begitu, tapi setidaknya kan...ah mwoya! Andweeee" teriak baekhyun semakin histeris
"kyungsoo-yah, bisakah kau menyuruhnya diam? Setidaknya untuk sedikit lebih tenang" kata luhan sambil meneguk minumnya
"baek tenanglah, lagi pula kris oppa mengatakan kita tetap yang terpenting untuknya" kata kyungsoo menenangkan
"tapi aku masih tak bisa menerimanya kyung" rengek baekhyun
"percuma kau tak menerimanya, mereka tetap akan berpacaran. Dan jika kalian percaya dia mementingkanmu? Itu hanya omong kosong, mereka memiliki kehidupan nyata yang tak kau ketahui. Mereka hanya berpura-pura bersikapmanis dihadapan kalian" kata luhan santai
"eonni! Apa yang kau katakan! Kau semakin membuatku ingin menangis!" omel baekhyun
"aku bicara kenyataan baek, agar kau tak terlalu mengejar mereka"
"tapi tak perlu sampai seperti itu!" kata baekhyun tak terima
"tapi luhan eonni benar baek" kata kyungsoo lemah
Baekhyun kemudian terdiam menyadari perubahan wajah kyungsoo. Baik baekhyun dan kyungsoo pun menyadari bahwa apa yang dikatakan luhan ini sangat benar. Mereka memang memiliki kehidupan pribadi yang tak perlu kita usik.
"gwenchana, aku akan mendukung mereka semampuku" kata baekhyun singkat
"kau benar, aku hanya fans. Aku akan terus mendukung mereka tanpa mengusik kehidupan pribadi mereka" jawab kyungsoo
"meskipun sulit tapi aku akan terus berfikir positif untuk mereka. Lagi pula zitao juga sangat cantik" ucap baekhyun
"yang terpenting adalah kai masih belum ada rumor apapun dengan para wanita" kata kyungsoo lega
"benar sekali. Sehunku juga belum memiliki kekasih" kata baekhyun bahagia
Luhan hanya menggelengkan kepalanya, ia sempat berfikir jika omongannya akan membuat baekhyun melepaskan gabungan lelaki yang menyebut mereka sebagai exo.
"baek, aku pulang sekarang ne. Aku ingin istirahat" kata kyungsoo
"wae? Wae? Neo wae?" tanya baekhyun bingung
"meskipun aku merelakan kris oppa bersama zitao tapi tetap saja aku sedikit terkejut. Mungkin dengan istirahat aku akan benar-benar merestui mereka" kata kyungsoo
"baiklah, hati-hati kyung" kata baekhyun
"luhan eonni, aku pamit dulu ne"
"eoh, hati-hati ne" kata luhan sambil melambaikan tangannya
Setelah kepulangan kyunsoo, baekhyun juga sedikit murung kembali. Ia dengan langlah malas menuju kekamarnya kembali. Luhan hanya menatap pergerakan baekhyun dengan heran. Setelahbaekhyun dikamarnya, luhan mendengar teriakan tangis dari baekhyun di lantai bawah
Heechul yang baru saja selesai berkebun mendengar jeritan histeris dari baekhyun cukup terkejut. Ia kemudian melepaskan sarung tangan berkebunnya dan mendekati wastafel
"baekhyun kenapa lagi Lu?" tanya heechul sambil mencuci tangannya
"seperti biasa, masalah yang sama" jawab luhan cuek
"ck, dia itu sudah sangat besar, umurnya akan menginjak 22 tahun. Kenapa kelakuannya masih seperti anak muda yang labil" kata heechul tak percaya
"entahlah eommonim, aku akan kekamar baekhyun untuk melihat keadaannya"
"kau benar, temui dia dan buat dia sedikit tenang ne"
"ne eommonim"
"oh iya lu, kau jangan lupa untuk berkemas. Besok kita akan berangkat" kata heechul
"arraseo eommonim" jawab luhan
Luhan kemudian berjalan menaiki tangga untuk menuju kamar baekhyun. Ia mengetuk pelan pintu kamar baekhyun tapi masih tetap saja tak ad jawaban. Hingga akhirnya ia pun masuk dengan sendirinya.
Luhan cukup terkejut dengan kondisi kamar baekhyun yang bisa dikatakan sangat berantakan. Ia mengerutkan kening menatap baekhyun yang berada diatas kasurnya dengan menhadap ke layar laptop sambil menangis
"eonnii! Hiks!" isak baekhyun
"baek, apa...kau...baik-baik saja?" tanya luhan sedikit takut dengan kegilaan baekhyun
"nan gwenchana, tapi aku juga tidak baik-baik saja. Hiks" katanya lagi
"kenapa banyak sekali tissue berserakan dilantai baek?" tanya luhan tak percaya
"apa kau tak mengerti aku sedang menangis?" omel baekhyun
"menangis? Apa yang menyebabkanmu menangis? boyband itu lagi?" tanya luhan sambil mendekati ranjang baekhyun
"memang iya! Eonni, lihatlah ini. Wanita ini sangat cantik, bahkan aku mengaguminya tapi kenapa dia harus berpacaran dengan kris oppa. Aku rasanya ingin membencinya tapi aku juga menyukainya. Eottoke?" rengen baekhyun sambil menunjukkan foto zitao dilayar laptopnya
"dia cantik, setidaknya lebih cantik darimu. Lihat saja tubuhnya sangat sexy" kata luhan jujur
"yak! Eonni! Kau tak membuatku semakin lebih baik" rengek baekhyun
"aku bicara apa adanya baek. Baekhyun-ah, dengarkan aku. Aku tak melarangmu menyukai hal seperti ini karena aku tau ini hobimu. Tapi kau juga harus menyadari bahwa mereka itu artis, artis yang kau katakan sangat mendunia. Mereka memiliki banyak fans baek, mungkin kau akan merasa mereka seperti melihat semua perjuanganmu tapi mereka tak hanya melihat perjuanganmu saja" kata luhan dan membuat baekhyun diam mencenanya
"seperti halnya kau melihat bintang dilangit. Kau bahkan tak tau mana bintang yang benar-benar melihatmu bukan. Ketika kau melihat bintang, itu hanya tampak sebagai titik kecil diantara luasnya langit. Itu sama halnya sepertimu. Meskipun kau memang indah dan bercahaya diantara ribuan fans yang mereka anggap, tapi kau juga hanya setitik kecil bagi mereka" lanjut luhan
"tapi mereka mencintai kami, terutama aku. Mereka selalu mengucapkan terimakasih, mereka juga bekerja keras untuk mendapakan banyak fans eonni" kata baekhyun membela
"aku tau baek, mereka jelas akan sangat terimakasih pada kalian karena berkat kalian, mereka menjadi sangat terkenal. Tapi mereka juga manusia biasa yang memiliki kehidupan pribadi baek. Jadi lebih baik kau tetap menjadi fans yang baik dan berhentilah terllu fanatik. Kau sudah sangat besar baek" goda luhan sambil mengusak rambut baekhyun
"eonni, kau benar" teriak baekhyun yang kemudian memeluk luhan
"aku selalu benar baek" kekeh luhan
"setidaknya sehunie masih belum memiliki kekasih" kata baekhyun sambil melepas pelukannya
"mwo?" pekik luhan tak percaya
"kau membantuku untuk merestui kris dengan zitao, tapi tidak untuk menghentikan rasa cintaku pada sehunie" kekeh baekhyun
"yak! Kau mengabaikan semua omonganku?" kata luhan tak terima
"aniyo, tidak semuanya aku abaikan" bela baekhyun "ah, setidaknya sehunie masih lajang" pekik baekhyun senang
"bisakah kau tak memangginya dengan sebutan sehunie? Itu terdengar begitu menjijikkan" kata luhan
"menjijikkan? Sehunie? Ah, sehunie itu nama yang imut untuk dipanggil. Marganya saja oh sehun. OH SEHUN eonni! begitu terdengar berwibawa" kata baekhyun bersemangat
Luhan menatap sebal baekhyun. Baekhyun memang sedikit kurang normal jika semua menyangkut dunia fangirlnya. Bahkan dulu luhan pernah bertanya mengapa ia begitu menyukai dunia fangirlnya daripada kehidupan nyata, dan jawaban baekhyun hanya karena dunia fangirl lebih seru dari dunia anak muda lainnya seperti berpacaran
"ah, besok kita ke beijing kan? Ah haruskah aku menelfon manager exo agar salah satu membernya menjemputku dibandara? Ah pasti sangat senang jika mereka menjemputku" kata baekhun senang
"haruskah kau melakukannya?" kata luhan keran
"harus"
"wae? Apa mereka supirmu? Lalu kenapa kau bisa seenaknya meminta mereka?" tanya luhan tak percaya
"eonni, aku mengikuti fansclub officialnya dan aku termasuk 10 orang beruntung didunia untuk bisa berhubungan langsung dengan mereka. Aku merelakan berhari-hari tidak tidur untuk mengikuti event itu. Bahkan sesekali aku pernah bertelfon dengan mereka. Ya meskipun tak lebih dari 3 menit. Bagaimana? Keren bukan? Kau harusnya bangga kepadaku karena aku dengan mudah behubungan dengan mereka. Tapi sayangnya aku belum pernahbertemu mereka secara face to face karena mereka terlalu sibuk" jelas baekhyun
"terserah" kata luhan cuek
"tak ada satu event pun yang aku lewatkan demi mereka. Semua barang exo aku membelinya. Bahkan aku juga mengikuti semua fansmeet dan konsernya di korea" lanjutnya lagi
"aku tak peduli" jawab luhan cuek yang kemudian pergi meninggalkan baekhyun
"ck, luhan eonni mana mungkin tertarik dengan hal seperti ini, padahal ini lebih dari kata asik" kata baekhyun bahagia
(***)
"Sehun-ah, jongin-ah! Ayo angun. Kita harus ke airport sekarang!"kata suho membangunkan kai dan sehun
"chen-ah, katakan ke kris untuk menyiapkan semuanya dulu. Aku harus mengurus 2 mangnae ini" kata suho pada chen dan chen mengangguk mnegreti
Hari ini, member exo harus melakukan penerbangan ke beijing. Karena besok adalah special concert mereka maka hari ini akan diadakan rehearsal terlebih dahulu agar hasilnya bisa memuaskan untuk penggemr mereka
"hyung, bisakah aku membawa makanan ini?" tanya chanyeol kepada suho
"terserah, sekarang bantu aku membangunkan mereka chanyeol-ah" pinta suho
"itu gampang hyung, kau hanya perlu mencium mereka pasti mereka akan bangun" jawab chanyeol santai
"benarkah?" tanya suho
"kau tak percaya padaku? Ah, Chen-ah aku kita cium mereka" ajak chanyeol
"jinjja? Kajja!" kata chen sambil terkekeh
Mereka kmudian mendekatkan dirinya ke kai dan sehun, sedangkan suho sedikit mundur untuk memberi mereka jalan. Sehun dan kai tak bergeming tapi setelah bibir chanyeoldan chen tinggal beberapa centi lagi mendekati bibir mereka, mereka membuka matanya
"yak! Neo mwoya?!" omel sehun
"mengapa kau ingin menciumku hah? Aku bukan gay!" sambung kai
"bangun kan hyung?" kata chanyeol santai kemudian meninggalkan mereka
"kajja,kajja. Kita harus ke airport sekarang" ajak suho
"aku mengantuk hyung" kata kai
"jika kau tidur lagi, aku akan menciummu lagi" ancam chen
"aish, jinjja!" kata kai sebal
Setelah beberapa menit persiapan mereka langsung menuju ke airport. Dengan style ala idol masa kini, meskipun beberapa member exo masih dengan wajah mengantuk tapi mereka tetap mempesonaa. Bahkan sekarang saja airpport sangat penuh dengan teriakan dan jeritan para penggemarnya
Dengan langkah berdesak-desakan mereka akhirnya bisa melewati kerumunan penggemarnya itu. Mereka kamudian naik kepesawat pribadi mereka. Sehun yang sedari tadi seperti sedang mencari seserang pun kini mendesah kecewa karena tak menemukan orang tersebut
"kau mencari siapa?" tanya kai yang mengetahui pergerakan sehun
"tak ada" jawab sehun singkat
"yak! Kami tau kau mencari seseorang sehun-ah" timpal chanyeol yang juga menyadari gerakan sehun
"gadis itu lagi?" tanya kai
"ah, gadis yang bertengkar denganmu dipesawat kemarin? Siapa namanya? Roohan? Luwan? Luah? Luhen? Luwi?" tanya chanyeol bingung
"luan" jawab kai singkat
"luhan lebih tepatnya" kata kris membenarkan
"hyung, kau mendengarnya?" tanya jongin
"tentu saja. Aku mendengar perdebatan bodoh kalian" kata kris yang kini duduk disebelah chanyeol
"kau menyukainya sehun-ah?" tanya kris
"cih, mana mungkin" jawab sehun singkat
"tapi kenapa kau mencarinya?" tanya kai
"masalahku dengannya belum selesai. Dia belum meminta maaf kepadaku" jawab sehun
"memang kalian punya masalah apa? Tanya chanyeol
"dia menginjak harga diriku di LA kemarin" jawabnya
"apa dia menganggumu kemarin?" tanya kai
"sangat menganggu"
"ah pantas saja jika kau seperti ini. Sehun mana pernah memperdulikan seseorang jika orang itu tak mengusiknya" jawab chanyeol
"sudahlah, biarkan dia. Percuma. Kau tak akan pernah bertemu dengannya lagi" timpal kris
"kris hyung tak akan bertemu dengannya lagi sehun-ah, sangat mustahil" kata kai
"kecuali jika tuhan mempertemukan kalian" lanjut chanyeol
"ah, hyung bagaimana denganmu? Apa fans menerimamu dengan zitao?" tanya chen tiba-tiba
"entahlah, aku fikir mereka sedikit terluka karena aku tiba-tiba memiliki pacar. Padahal kau dan suho sudah berpacaran lebih lama dariku" kata kris tak terima
"ey hyung, kau ini yang benar saja. Aku kan berpacaran dengan xiumin noona yang bukan artis. Dia hanya manager kita dan suho hyung juga berpacaran dengan tim kreatif kita, sedangkan kau bersama model yang terkenal" jelas chen
"jangan katakan kau menyesalinya hyung" kata kai
"aku tak menyesalinya, hanya saja SM seperti memanfaatkan hubunganku demi kemajuan mereka sendiri" kata kris
"sudahlah hyung, lagipula fans juga pasti akan tau nantinya" kata chanyeol
"mm, aku fikir kalian benar" jawab kris
"sudah? Bisakah kalian diam? Aku ingin tidur" kata sehun singkat
"yak! Kau tak sopan sekali" omel chanyeol
Sehun hanya diam dan menutup matanya. Itu membuat chanyeol sedikit geram karenanya.
"sudahlah, ita juga harus istirahat. Kita memiliki jadwal yang padat" kata kris sambil membenarkan letak duduknya
"geure" jawab chen dan kai bersamaan
Semua telah kembali ketempat duduknya masing-masing. Sehun juga sudah berada dialam setengah sadarnya. Tapi kemudian ia terbangun karena teringat sesuatu dan kemudian ia menyenggol lengan kai yang sedang duduk disebelahnya
"mwo?" tanya kai
"maukah kau membantuku?" tanya sehun tiba-tiba
"membantu? Apa?"
"mencari tahu informasi tentang gadis itu"
"MWO?!"kai terkejut dan tak percaya
.
.
.
.
.
.
TBC
Eaaa, si cadel mau ngapain hayoo
Hunhan moment? Chapter depan yaa~
Sudah update yaa, ditunggu reviewnya :3
DONT BE A SILENT READER. REVIEW JUSEYO \(^.^)/
