"aku akan mengantarmu pulang!"
"kemana kau akan mengantarku pulang? Kau bahkan tak menanyakan dimana rumah nenekku!" omel luhan
"baiklah! Sekarang katakan dimana rumah nenekmu?" tanya sehun
"di beijing" jawab luhan singkat
"apa kau gila?" tanya sehun singkat
"tidak! Aku bicara kenyataan. Rumah nenekku di beijing dan sekarang antarkan aku pulang kesana!"
"YAK! Beijing sangat luas! Dan saat ini juga kita sedang dibeijing" omel sehun
"aku tau! Aku sangat tau beijing luas dan aku juga tau kita saat ini sedang dibeijing" jawab luhan
"argh! Katakan dengan detail dimana letak rumahmu" tanya sehun yang mulai frustasi
"rumahku dikorea" jawab luhan cuek
"ARGH!" erang sehun frustasi "dimana rumah nenekmu itu?"
"dekat klub tadi" jawab luhan singkat
"oke! Aku akan mengantarmu pulang" jawab sehun yang sudah sangat frustasi
"tapi kita akan kesuatu tempat terlebih dahulu" lanjut sehun
SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPO EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
"kemana lagi?" omel luhan
"diamlah!"
"aku ingin pulang sekarang!"
"aku janji akan mengantarmu pulang! Tapi setelah ini" jawab sehun
"ah! Terserah!" jawab luhan yang mulai frustasi
Sehun tak menanggapi luhan yang kini melempar pandangan sebal keluar jendela. Sehun pun menginjak pedal gasnya menuju kesebuah kawasan dipinggir kota beijing. Setelah beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai kesebuah tempat yang sehun tuju.
Sehun memarikirkan mobilnya disebuah garasi khusus mobil sport mereka. Setelah memparkirkan mobilnya, ia segera turun. Tapi langkahnya terhenti ketika ia melihat luhan sedang tertidur dimobilnya.
"cih, tukang tidur" kata sehun
Sehun menatap luhan dalam tidur. Sehun menemukan sebuah fakta tentang luhan sekarang. Bagi sehun, luhan cukup cantik saat sedang tidur tapi mengingat jika saat terbangun luhan begitu menyebalkan, ia pun kambali sebal dengannya
"cantik, tapi sayang sangat menyebalkan" kata sehun berdecih
Sehun pun awalnya ingin meninggalkan luhan dimobilnya tapi kemudian ia berfikir jika luhan mati kehabisan oksigen disana, maka sama saja ia membunuh luhan. Ditambah jika luhan mati dimobilnya maka arwah luhan akan menggentayangi sehun nantinya. Akhirnya ia pun membangunkan luhan
"yak! Rusa gila! bangun!" teriak sehun tapi luhan masih tetap tertidur
"YAK! RUSA TUKANG TIDUR!" Teriak sehun sedikit lebih keras
Luhan pun mengerjapkan matanya beberapa kali untuk membiaskan cahaya yang masuk ke matanya. Ia kemudian menatap sehun sekilas
"mwo?" tanya luhan cuek
"turun, aku ada urusan sebentar disini" jawab sehun
"aku disini" kata luhan
"terserah jika kau mau mati kehabisan oksigen" kata sehun menutup pintu mobilnya
Luhan pun menyadari kalimat sehun itu ternyata benar. Ia kemudian dengan cepat turun dari mobil sehun dan mengikuti sehun dari belakang. Sehun pun memandang remeh luhan
"aku masih menyayangi nyawaku" kata luhan saat sehun melihatnya
Sehun tak menanggapinya. Ia kemudian masuk ke gedung bertingkat itu. Sehun sedikit mengendap-endap karena ia membawa luhan kemari. Sehun kemudian melepas jaketnya dan memberikannya ke luhan.
"mwoya?" tanya luhan saat sehun memberikannya jaket
"pakai saja!" ketus sehun
"tak mau!" jawab luhan tak kalah ketus
Sehun pun langsung menudungkan jaketnya kekepala luhan dan menarik luhan dengan cepat menuju lift. Ia tak menghiraukan omelan luhan. Setelah sampai ke lantai 8 ia menarik luhan keluar dan memasukkannya kesebuah ruangan kamar. Ya, sehun membawa luhan kekamarnya
"kau tunggu disini, aku ada sedikit urusan" kata sehun sambil memaksa luhan masuk
"aku ingin pulang!"
"aku tau! Tunggu sebentar!" omel sehun
Sehun kemudian keluar dan menutup pintu kamarnya. Ia segera menuju ke hall gedung itu karena ia akan mengadakan rapat sekaligus sedikit latihan untuk comeback mereka.
Luhan cukup cuek untuk menanggapi sehun. Ia kemudian berjalan pelan untuk mengelilingi kamar sehun. Ia melihat beberapa barang kelas dunia ada disana. Barang-barang limited edition koleksi sehun terpampang disana. Meskipun kamar ini jarang sehun tempati, tapi kamar ini cukup terawat.
"cih, selera tinggi. Menghambur-hamburkan uang" decih luhan meremehkan
Karena bosan dengan koleksi sehun, luhan akhirnya mendudukkan dirinya disalah satu kursi disana. Ia berkali-kali mengusir bosannya dengan melakukan banyak hal. Tapi tak satupun bisa mengusir kebosanannya. Ditambah lagi battery ponselnya yang telah habis
Ia mencoba memadangi isi kamar untuk mencari apa saja yang bisa membuatnya terhibur tapi ia tak menemukannya. Hingga akhirnya ia menemukan beberapa foto kecil disudut ruangan kamar sehun. Ia pun penasaran dan mendekati foto tersebut
Disana terdapat foto sehun dari kecil hingga besar. Perubahan masa kecil sehun hingga sekarang. Terdapat foto sehun yang tanpa ada perubahan yang mendalam diparas wajahnya. Dapat disimpulkan itu merupakan bukti bahwa sehun memang sudah tampan sejak lahir.
"aigoo, lucu sekali" bisik luhan pelan saat melihat foto bayi sehun "tapi sangat terlihat kalau kau begitu sombong sejak kecil" decih luhan
Luhan pun mengamati lagi foto masa kecil sehun yang terpampang disana. Tapi ketika ia mendekatkan wajahnya kefoto itu untuk mengamati lebih dekat, pintu kamar sehun terbuka
"mengapa kau disini?" tanya sehun singkat
"kau yang membawaku kesini!" omel luhan
"oh"jawab sehun sambil memasuki kamarnya
"lalu apa yang kau lakukan disana?" tanya sehun sambil melepas jaketnya
"hanya melihat fotomu" jawab luhan singkat
Sehun tak menanggapi, ia kemudian membuka lemari pakaian untuk mengganti bajunya. Karena ia berlatih cukup keras, itu menyebabkan bajunya penuh keringat. ia kemudian tanpa basa-basi melepas bajunya yang kebetulan luhan berada beberapa meter disebelahnya. Luhan pun membulatkan matanya melihat sehun seenaknya
"YAK! KAU GILA!" omel luhan sambil membalikkan tubuhnya membelakangi sehun
"aku hanya berganti baju" jawab sehun cuek
"tapi kau berganti didepanku! Aku wanita dan kau pria! Apa kau bodoh?!" omelnya
"salah siapa kau berada dikamarku" kata sehun datar
"tapi kau yang membawaku kesini!"
"yak! aku hanya berganti pakaian. Tak usah berlebihan"
"apa katamu? Aku berlebihan?!" tanya luhan tak terima
"eoh. fansku saja sangat ingin melihat tubuh toplessku" kata sehun datar
"TAPI AKU BUKAN FANSMU!" bentak luhan mulai frustasi
"berbaliklah. Aku sudah selesai" kata sehun singkat
"aku ingin pulang sekarang" ucap luhan ketus
"pulang saja" jawab sehun datar sambil berjalan menuju sofa
"antarkan aku pulang!" pinta luhan kasar
"kau fikir aku supirmu? Aku idol!"
"tapi kau berjanji akan mengantarkanku pulang!"
"aku menarik janji itu"
"bagaimana kau seenaknya seperti itu!" kata luhan tak terima
"aku idol" jawab sehun singkat sambil menatap manik mata luhan ditambah dengan sedikit senyuman dari sehun
"kau!- ARGH!" Geram luhan
Entah sehun tersenyum mengejeknya atau bagaimana luhan sendiripun tak yakin. Luhan berfikir daripada ia bertengkar tak jelas dengan sehun akhirnya ia mengalah
Luhan pun mulai berjalan menuju pintu kamar sehun. Ia berniat untuk pulang menggunakan taksi sendiri daripada harus bertarung melawan sehun. Tapi ketika luhan akan membuka pintu, sehun mencegah luhan pergi
"aku akan mengantarmu" kata sehun singkat
Sebenarnya sehun benar-benar ingin tidur dan membiarkan luhan pulang sendiri. Tapi mengingat luhan kemari karenannya ia harus bertanggung jawab untuk memulangkan luhan. Para member juga berpesan untuk memulangkan luhan dengan baik. Ditambah malam semakin larut, jika terjadi sesuatu terhadap luhan maka semua ini karenanya. Bagaimanapun juga sehun tak setega itu membiarkan luhan, ia masih memiliki hati
"kau tak sedang mempermainkanku kan?"
"kenapa kau curiga sekali denganku eoh?" omel sehun
"yang benar saja! Kau tadi menyuruhku pulang sendiri. Belum ada satu menit kau berubah pikiran ingin menganarku pulang. Apa namanya jika kau tak ada niat jahat kepadaku?"
"member menyuruhku mengantarkanmu" kata sehun
"oh, jadi semua ini kau tidak melakukannya sesuai dengan..."
"diamlah! Ayo aku antar sebelum aku berubah fikiran!" omel sehun berjalan mendahului luhan
"dasar egois!" kata luhan sinis
Kini luhan dan sehun berada di garasi mobil sport milik sehun. Beberapa koleksi mobil sportnya ada disana, bukan hanya mobil sportnya saja tapi ada beberapa mobil sport milik member juga.
"kau pilih mobil yang mana" kata sehun angkuh dengan tangan yang ia masukkan disakunya
"terserah. aku hanya ingin pulang" jawab luhan singkat
"baiklah" jawab sehun mengambil kunc mobil dan membukakan pintu untuk luhan di mobilnya yang berwarna putih
Tapi luhan hanya menatap sehun kemudian ia berjalan menuju mobil sehun yang berwarna hitam. Kebetulan letaknya bersebelahan dengan mobil putih sehun dan lebih dekat dengan luhan. Sehun pun menutup pintu mobil itu dengan sebal dan mengambil kunci untuk mobil hitamnya
"keras kepala" kata sehun sebal
(***)
Chanyeol kini masih terus memegang kunci mobil yang sehun berikan kepadanya. Berkali-kali ia menekan tombol lock-unlock pada mobil tersebut untuk mengetahui dimana letak mobit tersebut. Dengan atribut penyamarannya, ia terus mencari mobil milik luhan itu
"dimanna dia memarkirkannya eoh?" tanya chanyeol yang mulai sebal karena tak menemukan mobil itu
Ia terus menekan kunci itu hingga akhirnya ia melihat sebuah mobil berbunyi saat ia menekan tombolnya. Ia pun kembali menekan tombol tersebut untuk meyakinkan hawa ia tak salah mobil.
"disana rupanya" kata chanyeol pelan
Chanyeol pun segera berjalan dan memasuki mobil tersebut. Ia pun segera duduk dibalik kemudi untuk menunggu seseorang bernama baekhyun itu. Saat chanyeol menunggu baekhyun didalam mobil ia melihat beberapa sampah makanan ringan berada disana
"ck, kotor sekali" kata chanyeol tak percaya
Beberapa detik setelah chanyeol berkata itu. Seseorang telah memasuki mobil itu dan duduk disambingnya
"eonni, mianhae menungguku lama aku harus berdesak melihat sehun. Aku kecewa karena sehun disana hanya sebentar" kata baekhyun sambil melepas tasnya
"eonni, kau – YAK! NEO NUGUYA!" Teriak baekhyun saat melihat chanyeol menggunakan jaket hitam, kacamata hitam dan topi hitam
"yak! Jangan berteriak!" ucap chanyeol panik sambil berusaha membekap mulut baekhyun
"NEO NUGUYA! APA YANG KAU LAKUKAN DISINI? DIMANA LUHAN EONNI!" teriak baekhyun lagi
"tenanglah! Aku akan menjelaskannya! Aku bukan orang jahat!" kata chanyeol menjelaskan
"DIMANA LUHAN EONNI!" tanya baekhyun sambil memukul chanyeol
"yak! Sakit!...Apa kau yang bernama bakhyun itu?" tanya chanyeol sambil berusaha menangkis pukulan baekhyun
"AKU BUKAN BAKHYUN. BAEKHYUN! BAEK! BAEKHYUN!" kata baekhyu membenarkan "YAK! BAGAIMANA KAU BISA MENGETAHUI NAMAKU? KAU APAKAN LUHAN EONNI!" tanya baekhyun yang masih memukul chanyeol
"yak! Aku chanyeol! Park chanyeol!" kata chanyeol sambil membuka maskernya
"PARK CHANYEOL NUGU? PARK CHAN- mwo?" kata baekhyun terkejut
Baekhyun mengerjapkan matanya tak percaya. Ia benar-benar tak percaya didepannya ini adalah park chanyeol, salah satu member boyband terkenal yang ia idolakan grupnya selama ini.
"park chanyeol exo?" tanya baekhyun
"eoh, naya" jawab chanyeol sambil memijit lengannya yang sedikit sakit karena pukulan baekhyun
"bagaimana kau bisa disini? Apa yang kau lakukan dimobilku? Lalu kemana perginya luhan eonni? Kau apakan luhan ennni? Sekarang katakan padaku dimana luhan eonni?" tanya baekhyun bertubi-tubi
"dia dirumah sakit" jawab chanyeol singkat
"MWORAGO?! Bagaimana bisa?" jerit baekhyun terkejut
"yak! Jangan berteriak kencang-kecang" gerutu chanyeol
"katakan mengapa luhan eonni disana?" kata baekhyun meminta penjelasan
" dia mengalami sedikit kecelakaan karena sehun"
"sehun? Eonni bertemu dengan sehun?"
"eoh, mereka berdua mengalami beberapa masalah sejak beberapa hari lalu" jelas chanyeol
"ne?! Jinjja? Eonni sering bertemu kalian?"
"lebih tepatnya sering bertemu sehun dan mereka selalu bertengkar jika bertemu"
"jinjja?! Woah aku merasa luhan eonni mencurangiku" gerutu baekhyun
"sekarang katakan padaku dimana rumahmu? Aku akan mengantarkanmu pulang" kata chanyeol
"kau lurus saja, pertigaan disana kau kekananan setelah itu di pertigaan berikutnya kau kekiri" jelas baekhyun sambil mengotak-atik ponselnya
Chanyeol kemudian menghidupkan mobilnya untuk mengantar baekhyun pulang. Baekhyun masih sibuk menghubungi luhan, tapi sayang karena luhan tak bisa dihubungi
"jadi saat ini luhan eonni sedang bersama sehun?" tanya baekhyun tiba-tiba
"bisa dikatakan seperti itu" ujar chanyeol
"woah, enak sekali bisa pergi bersama dengan member exo, apalagi sehun" kata baekhyun pelan
"mworago? Aku juga member exo kau tau" kata chanyeol tak terima
"aku tau. Tapi sayang aku lebih mengagumi sehun daripadamu" ujar baekhyun jujur
"mwo? Apa bedanya aku dengan sehun? Kami sama" bela chanyeol
"sehun tinggi"
"aku lebih tinggi"
"sehun tampan"
"aku juga tampan"
"sehun berkarisma"
"aku lebih berkarisma"
"sehun tidak idiot!" ketus baekhyun tiba-tiba dan chanyeol sedikit kikuk dengan pernyataan terakhir baekhyun
"aku tidak idiot, aku hanya ingin menghibur para member dan fans" bela chanyeol
"aku tak peduli. Ah mengapa tidak sehun yang disini bersamaku"keluh baekhyun
"yak! Aku ini juga idol. Kau tak bisa memperlakukan ku seperti ini" omel chanyeol
"terserah" jawab baekhyun singkat "berhenti di rumah putih itu" kata baekhyun menunjuk rumah nenehnya
Chanyeol kemudian menghentikan mobil itu tepat dihalaman rumah nenek baekhyun. Baru saja ia memarkirkan mobilnya, ponselnya tiba-tiba saja berbunyi
"yeoboseyo, hyung" sapa chanyeol
"kau dimana?" tanya suho yang berada diseberang telepon
"aku sedang mengantarkan seseorang pulang kerumahnya. Ada apa hyung?" tanya chanyeol
"kita akan latihan untuk comeback. Apa kau bisa datang ke tempat latihan?" tanya suho
"aku bisa hyung, asal kau menjemputku"
"kau masih disana?"
"eoh"
"baiklah, kami akan menjemputku. Beritahu alamatnya" pinta suho
"aku akan mengirimimu melalui pesan"
"geure"
PIP
Kemudian chanyeol mengetikkan alamat rumah nenek baekhyun agar suho bisa menjemoutnya. Sedari tadi baekhyun hanya diam menunggu chanyeol
"apa kau mau masuk?" kata baekhyun menawari
"tidak, aku langsung pergi saja takut jika ada fans atau Dispatch menangkapku disini" ucap chanyeol sambil melihat sekeliling mobil
"baiklah"
"tapi bolehkah aku menunggu member menjemputku didalam sini?" tanya chanyeol
"wae?"
"aku akan latihan untuk comeback, aku juga tak menggunakan mobil jadi member menjemputku. Tapi tak mungkinkan jika aku menunggu mereka diluar" jelas chanyeol
"geure, kalau begitu aku turun dulu ne" ujar baekhyun tapi kemudian chanyeol mencegah baekhyun pergi
"andwe, temani aku sebentar saja ne. Aku benci sendirian" ucap chanyeol jujur
"cih, badan sebesar raksasa ternyata takut sendiri?" tanya baekhyun dengan tatapan menghina
"aku serius"
"baiklah, aku akan menunggumu karena kau telah menungguku tadi. Ah, andai saja jika aku seperti ini bersama sehun. Menunggunya sampai esokpun aku mau" kata baekhyun
"yak! aku tak berbeda jauh dengan sehun. Aku bahkan lebih daripada sehun" bela chanyeol
"terserah jika kau ingin mengatakannya. Tapi menurutku tetap sehun yang paling sempurna" ucap baekhyun dengan mata berbinar-binar
"bagaimana kalian bisa hidup bersama? Aku melihat eonnimu itu begitu membenci sehun sedangkan kau begitu menyukai sehun" tanya chanyeol heran
"eonni memang tak menyukai kalian, dia bahkan sangat membenci sehun. Kita sering bertengkar untuk masalah seperti ini, tapi aku sangat mencintai eonni karena ia tetap mau berkorban untukku" jawab baekhyun senang
"contohnya?" tanya chanyeol
"ia merelakan kamarnya aku penuhi dengan poster sehun, ia selalu mendengarkan ceritaku tentang kalian meskipun dia akhirnya akan mengamuk dan yang terakhir dia mau menungguku untuk melihat kalian tadi agar aku mendapatkan ijin dari orang tuaku" jelas baekhyun
"aku fikir dia baik dan sangat menyayangimu"
"eoh, kau benar. Tapi darimana kau bisa tau bahwa eonni membenci sehun?" tanya baekhyun
"sejak awal mereka bertemu, selalu saja mereka mengalami suatu hal yang buruk. Bahkan mereka selalu mempermasalahkan hal yang sangat kecil"
"maksudmu?"
"kau tau sehun tak pernah mau jika dirinya diganggu bukan? Dia akan memberi pelajaran kepada siapapun yang menganggunya apalagi itu orang asing. Aku fikir luhan telah menganggunya di LA kemarin meskipun aku tak yakin itu apa" jelas chanyeol
"woah, luhan eonni daebak. Aku cemburu dengannya" ujar baekhyun
"ah, memberku datang" ucap chanyeol saat menyadari mobil van hitam berada dibelakang mobil mereka
"aku pergi. Terimakasih telah menemaniku ba..." ucap chanyeol menggantung saat tak yakin mengucapkan nama baekhyun
"baekhyun, byun baekhyun" ucap baekhyun ramah
"baiklah, terima kasih baekhyun-sshi" ucap chanyeol kemudian membuka pintu mobil
"ne, semangat untuk comeback chanyeol-sshi" kata baekhyun
Chanyeol mengangguk dan kemudian berjalan menuju mobil vannya itu. Baekhyun sedikit tersenyum setelah perginya chanyeol dari mobilnya
"ternyata aslinya dia jauh lebih ramah dari yang aku lihat di televisi" kata baekhyun terkekeh sebelum ia turun dari mobil untuk memasuki rumah.
(***)
Didalam mobil baik sehun maupun luhan tak membuka pembicaraan. Mereka masih saling sebal satu sama lain. Karena merasa bosan akhirnya sehun menghidupkan musik. Ia juga sedikit menyanyi untuk megikuti lagu tersebut
Sumi jakku meotneunda, naega nal hyunghae georeoonda
my breath stop brathing, you walk towards me
Nareul bomyeo utneunda, neodo naega kkeullineunji
you smile at me, may be you're attracted to me too
Nunapi da kamkamhae, naega tturheojyeora chyeodabol ttae
my sights becomee dark, when you stare at me
Gwitgae gakkawojin sumsori, nal michige mandeuneun neoin geol
the sound of your breathing, you're the one that makes me crazy
Exo – Growl
"jinjja?" kata luhan sedikit menghina saat mendengar lirik yang dinyanyikan sehun
Sehuh kemudian mendesah sebal. Ia kemudian menekan tombol off untuk mematikan lagu tersebut. Ia kemudian menatap sebal luhan
"mwo? Aku fikir kau akan menyukainya" kata sehun datar
"ah, biar aku menebak. Kau akan berfikir jika satu mobil bersama salah satu member exo, boyband paling terkenal pada masa ini apalagi dengan oh sehun yang memiliki banyak penggemar pasti sangat menakjubkan. Akhirnya mimpi seorang penggemar menjadi nyata" kata luhan dengan bahagia tapi dibuat-buat "tapi aku memiliki satu masalah dengan itu" lanjut luhan datar
Sehun memandang sekilas kearah luhan untuk mendapatkan jawaban luhan
"aku bukan penggemarmu!" ujar luhan ketus
"apa kau memang bukan penggemarku?"
"tidak"
"penggemar exo?"
"ti-dak"
"salah satu member exo yang lain?" tanya sehun lagi
"no"
"lagu kami?"
"aniyo"
"dance kami?"
"tidak. Sekali aku mengatakan tidak, jawabannya tetap tidak" jawab luhan tegas
"lalu mengapa kemarin kau mengangguku?" tanya sehun
"kemarin? Menganggu? Kapan?" tanya luhan tak terima
"di LA. Kau tiba-tiba mengangguku dalam memesan. Kau bahkan menghina seleraku!"
"oh, karena kau tak membantu kakek tua itu. Dan jika masalah selera, tentu saja aku menghina seleramu" ejek luhan
"yak! Sebenarnya apa masalahmu!" bentak sehun yang mulai frustasi
"apa masalahku? Sebenarnya aku tak punya masalah apapun denganmu! Tapi karenamu aku kehilangan kepingan salju pertama dari sejarah hidupku! Selama ini aku selalu menantikan momen first snow!" kata luhan tak kalah membentaknya
"hanya karena salju? Cih!" kata sehun meremehkan
"kau menghinaku?! Kau tak ingin seleramu dihina, lalu mengapa kau menghinaku?!" tanya luhan kasar "BELOK KIRI!" perintah luhan ketus
Sehun pun membelokkan mobilnya kekiri sesuai dengan perintah luhan dengan mendecak heran karena sifat luhan
"aku tak pernah befikir kau membenciku hanya karena salju" kata sehun sambil tersenyum menghina
"kau harusnya meminta maaf kepadaku bukan malah menghinaku!"
"mengapa aku harus meminta maaf kepadamu"
"kau menghilangkan salju pertama untuk pertama kalinya diseumur hidupku!" teriak luhan frustasi
"oke! Aku minta maaf! Bahkan ketika aku melakukan hal baik, kau tak menanggapinya!" bantah sehun
"karena kau terlalu menyebalkan!" omel luhan "BERHENTI DISANA!" perintah luhan sambil menunjuk rumah neneknya
"argh! Aku baru tahu didunia ini ada manusia menyebalkan sepertimu" gerutu luhan pelan
"sekarang kau mengetahuinya" jawab sehun singkat
Sehun kemudian memarkirkan mobilny didepan halaman rumah nenek luhan. Luhan kemudian melemparkan tatapan sebal ke sehun
"terimakasih" ujar luhan datar dengan perasaan sebal
Ia kemudian keluar dan membanting pintu mobil sehun cukup keras. Dengan berjalan ala orang sedang sebal luhan memasuki rumah neneknya
"mwoya?apa dia tak tau berterimakasih dengan benar?" ucap sehun sebal
Sehun kemudian terdiam sesaat dan kemudian ia tersenyum singkat karena ia menemukan suatu ide cemerlang di otaknya.
"nantinya kau akan menyukaiku, rusa kecil" kata sehun pelan sambil bersmirk
.
.
.
.
.
.
TBC
Mau dijelasin aja ya, jadi sifatnya baekhyun disini itu terinspirasi dari sifat fangirl yang fanatik gitu. Kek author gini deh yang kadang lebay gak jelas gegara exo, wkwk. Jadi gak ada niat buat menyindir yaaah
Dan sifatnya luhan itu terinspirasi aja sama orang yang bukan fansnya exo gitu. Jadi luhan itu jadi manusia yang normal yang berusaha benerin otak kita. Disini juga bukan menyindir tapi bersifat dewasa aja gitu
Kan mungkin ada tuh sekeliling kita yang kadang terlalu heran kalo liat kita gila gegara ngliat exo. Dan author jelasin ini enggak nyindir yah, ini soalya berdasarakan sifat nyata fangirl yang author sering lihat. Wkwk
Hunhannya mendominasi kan? Ada chanbaek juga looh. Dan sudah diupdate nih, reviewnya yaa :3
kalo buat nambahin word per chapter, author usahain chapter depan ya. Soalnya chapter ini udah jadi barengan sama chapter sebelumnya.
DONT BE A SILENT READER. REVIEW JUSEYO \(^.^)/
