SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPO EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

Beberapa hari setelah kepulangan luhan dari beijing, kehidupan luhan kembali normal tanpa adanya gangguan dari sehun. Tapi tak bisa ia pungkiri bahwa gangguan dari baekhyun masih terus berlangsung.

Bahkan baekhyun memaksanya untuk menceritakan semua kejadian yang ia alami bersama sehun beberapa hari lalu. Dengan berat hati luhanpun menceritakannya pada baekhyun agar baekhyun berenti merengek.

Hari ini, baekhyun meminta luhan untuk mengantarkannya ke myeongdong. Baekhyun ingin membeli album exo disana.

"eonni, ayolah antarkan aku ne" rengek baekhyun

"aku malas baek. Pergilah kesana sendiri" ujar luhan

"aku tak bisa kesana, aku tak punya mobil" kata baekhyun beralasan

"naik kendaraan umum. Biasanya kau juga menggunakannya" jawab luhan datar

"andwe, aku menggunakannya karena kau tak dirumah. Ayolah eonni"

"kalau begitu bawa saja mobilku"

"eonni, aku mohon. Eomma appa tak akan memberikanku ijin jika aku menggunakan mobilmu sendiri"

Luhan benar-benar benci jika harus mengantar baekhyun membeli barang berbau idolanya. Tapi karena baekhyun terus merengek, lagi-lagi luhan mengalah

"keluar dari kamarku, aku akan bersiap" ujar luhan singkat"

"yeee, eonni jjang" kata baekhyun kemudian memeluk luhan

..

..

Setelah bersiap-siap, luhan pun melajukan mobilnya menuju myeongdong. Kini luhan memarkirkan mobilnya didepan toko musik daerah myeongdong. Baekhyun dengan bersemangat langsung menuruni mobil dan berlari kedalam toko.

Luhan pun mengikuti langkah baekhyun dengan malas. Baekhyun langsung memilih dan menimang album exo yang akan dia beli. Setelah memilih ia pun menuju kasir

"eonni, maukah kau menungguku disini sebentar?" tanya baekhyun

"kau mau kemana?"

"aku akan sebuah toko yang jaraknya beberapa meter dari sini. Penjaga toko ini mengatakan disana menjual beberapa photocard limited edition exo. Aku tak bisa untuk tak membelinya" ujar baekhyun

"lalu aku bagaimana?" tanya luhan

"kau disini, aku akan kembali kemari. Aku tak akan lama eonni" kata baekhyun

"tak akan lama? Aku tak percaya" kata luhan datar

"aku serius eonni. Mau yaaa" rengek baekhyun

"baiklah. Pergilah tapi jangan lama" ujar luhan

"oke. Kunci mobil" kata baekhyun sambil menadahan tangannya "juseyo" kata baekhyun dengan puppy eyenya

Luhan mendesah pasrah, ia kemudian memberikan kunci mobilnya untuk baekhyun. Baekhyun tersenyum senang sambil mengecup pelan pipi luhan sebelum ia pergi meninggalkan luhan

Luhan pun tetap berada di toko musik tersebut. Ia berjalan dari setiap rak ke rak yang lain. Hingga ia sampai di rak khusus exo. Disana terdapat album exo dari ujung rak ke ujung lain. Bisa dikatakan stock album exo disana paling banyak. Mulai dari awal album mereka sampai album terbaru mereka

"jogiyo, bisakah aku menanyakan sesuatu?" tanya luhan kepada salah satu penjaga toko

"ne?" kata penjaga toko bername tag gayoung itu sambil mendekati luhan

"mengapa satu baris ini hanya berisi album milik exo dan hampir semua bercover dia?" tanya luhan sambil mengambil album exo bercover sehun

"exo kan memang sedang menjadi pusat perhatian banyak orang. Dari mulai yang muda sampai yang tua. bahkan albumnya saja selalu laris dipasaran. Dan untuk cover, setiap member memiliki cover albun sendiri-sendiri dan sehun lah yang selalu habis dipasaran lebih cepat dari member lainnya" jelas gayoung

"mwo? Jinjja?"

"aku bicara kenyataan. Mungkin setelah ini jika para gadis remaja selesai sekolah, album ini akan habis" kata gayoung sambil tersenyum dan luhan hanya melongo

"sebaiknya anda segera mengambil cover bias anda sebelum habis terjual. Anda ingin cover siapa? Sehun? Chanyeol? Kai? Suho? Kris? Atau chen?" tanya gayoung

"aniyo. Aku tak akan membelinya, biarkan para penggemar mereka yang membelinya" kata luhan sambil tersenyum kikuk

"anda bukan penggemarnya?"

"aniyo"

"ah, sayang sekali, padahal mereka tampan" kata gayoung dan luhan kembali tersenyum kaku

"kalau tak ada yang anda butuhkan lagi, saya permisi ne" pamit gayoung

"ne" jawab luhan singkat

Setelah gayoung kembali bekerja. Luhan kemudian mengembalikan album sehun yang ia pegang tadi dengan pandngan tak percaya. Bahkan karena luhan terlalu terkejut, ia bahkan tak menyadari bahwa sedari tadi ada seseorang yang memperhatikannya tak jauh dari tempatnya berdiri

"mwoya? Wajah seperti ini memiliki banyak penggemar?" kata luhan tak percaya

"tapi sekarang kau percaya kan?" kata orang itu tiba-tiba

Luhan pun menoleh kesumber suara dan mendecih acuh

"apa yang kau lakukan disini?" tanya luhan

"aku? Hanya memastikan seseorang yang mengatakan tak tertarik denganku tapi malah berdiri didepan album coverku" katanya

"aku hanya tak sengaja. Lalu mengapa kau mempedulikanku? Harusnya kau bernyanyi dan menghibur para penggemarmu" kata luhan ketus

"aku sedang tak ada jadwal" katanya singkat

Luhan menatap sehun sekilas. Menatap manik mata elang berwarna coklat itu. Pancaran mata yang cukup membuatnya sedikit terpesona. Namun kemudian luhan tersadar betapa arogannya lelaki itu. Ia kemudian menggelengkan kepalanya malas dan beranjak meninggalkan sehun

Tapi ketika luhan akan pergi, luhan melihat dari dalam toko beberapa anak gadis sedang berbondong berjalan menuju arah toko. Luhan sedikit berjalan mundur karena cukup takut dengan gadis-gadis tersebut.

Ketika ia melangkah mundur, sehun tiba-tiba menarik lengannya dan membawanya kesudut toko itu yang tak banyak pengunjung lewat sana.

"mwoya?" omel luhan

"jangan berteriak. Aku mohon" kata sehun yang mulai panik

"mwo?"

"aku akan melakukan apapun asal kau mau menolongku" ujar sehun cepat sambil kembali memakai masker, kacamata hitam dan topi

"untuk apa?" tanya luhan bingung

"mereka fansku. Aku akan hancur jika mereka menemukanku. Apalagi mereka mengenali mobilku dengan baik" ujar sehun

"lalu?"

"selamatkan aku dari mereka" jawab sehun kesal

"apa yang akan kau bayar untukku jika aku membantumu?" tantang luhan

"aku akan melakukan apapun untuk membayarmu. Yang terpenting kau menyelamatkan nyawaku sekarang" ujar sehun

"apapun?"

"ya, apapun" jawab sehun cepat

Luhan tampak ber-smirk mendengar penuturan sehun yang mengatakan ia akan melakukan apapun. Sehun dengan tampang cukup panik masih menunggu jawaban luhan, sedangkan Para penggemarnya sudah mulai mendekati toko.

"cepatlah" kata sehun

"baiklah, tapi kau harus meminta maaf dengan tulus" ujar luhan

"mwo?"

"minta maaf, ayo minta maaf. Jangan lupa ucapkan namaku dengan benar untuk meminta maaf" ujar uhan santai

"tak mau" jawab sehun

"tak mau? Yasudah aku pergi" ujar luhan sambil beranjak meninggalkan sehun tapi sehun menahannya

"ah, arraseo, gadis gila" gerutu sehun "Rusa jelek, maafkan aku" ucap sehun ketus

"ani! Namaku bukan rusa! Luhan, xi luhan! Ulangi!" perintah luhan

"xi luhan, maafkan aku" ucap sehun

"lakukan dengan tulus! Ulangi" perintahnya lagi

"argh! Xi luhan, maafkan aku" ucap sehun dengan penuturan yang lebut tapi dibuat-buat

"oh, anak baik. Sekarang katakan, tolong selamatkan aku" pinta luhan

"mworago?!" kata sehun tak terima

"tolong selamatkan aku. Ayo katakan"

"andwe" jawab sehun singkat

"tak mau? Yasudah" kata luhan sambil mencoba pergi lagi

SEHUN OPPA! SEHUN OPPA EODDIGA?!

Karena para penggemarnya sudah mulai memasuki toko dan mencarinya, akhirnya sehun tak memiliki pilihan lain

"tolong selamatkan aku" ujar sehun cepat

"katakan dengan tulus dan tambahkan namaku disana" perintah luhan

"ck! Jika saja aku tak sedang terhimpit" kata sehun sinis

"ayo cepat katakan sebelum fansmu menemukanmu" ujar luhan santai

"xi luhan, tolong selamatkkan aku" ujar sehun dengan manis dibuat-buat

"aigoo, anak baik" ujar luhan sambil membelai kepala sehun seenaknya

Sehun benar-benar ingin memberi pelajaran untuk luhan. Tapi ia kali ini sangat membutuhkan bantuan luhan untuk selamat dari para penggemarnya. Luhan pun akhirnya membantu sehun.

Luhan kini menggandeng lengan sehun layaknya seperti seorang kekasih. Menurut luhan jika sehun dibiarka jalan sendiri akan jika itu sehun, namun jika mereka jalan bersama layaknya orang biasa maka fans tak akan menyadarinya

Awalya sehun menolak ide luhan tapi kemudian luhan memaksanya untuk melakukan hal tersebut. Akhirnya sehun menurut. Sehun melepas kacamata hitamnya dan memberikannya pada luhan agar tak terlalu mencolok

Mereka pelan-pelan melewati kerumunan gadis yang sedang mencari mereka. Sehun cukup takut jika salah satu dari mereka menemukannya. Karena sehun tau bahwa mereka termasuk sasaeng fansnya.

Dengan mulus kini luhan dan sehun telah lolos bahkan mereka kini telah berada dimobil sehun. dengan cepat sehun menginjak pedal gasnya dan meninggalkan daerah myeongdong. Baik luhan maupun sehun kini telah bernafas lega

"syukurlah" ujar luhan lega

"gomawo" kata sehun pelan

"ne?" luhan menyadari kalimat sehun

"aniyo" kata sehun cepat

Kini sehun mengemudikan mobilna tanpa tau mereka akan pergi kemana. Tapi kemudian ia memandang luhan sekilas yang sedang memandang diluar jendela

"apa kau memiliki acara?" tanya sehun tiba-tiba

"n-ne? aniyo" jawab luhan sambil memandang sehun

"kau sudah makan?"

"belum" jawab luhan

"baiklah aku akan mengajakmu makan" ajak sehun

"n-ne?" kata luhan tak percaya

"anggap saja sebagai ucapan terimakasihku untukmu" jelas sehun

"eoh?" luhan masih linglung

"tak mau? Ya sudah aku akan langsung mengantarmu pulang" jawab sehun ketus

"mwoya! Aku belum menjawab" protes luhan

"kalau begitu jawab sekarang" paksa sehun

"geure, lagipula aku juga lapar" kata luhan pasrah dan menunjukkan deetan giginya sekilas

Karena Ia sedang tak ingin berdebat dengan sehun, akhirnya ia menuruti ajakan saat ini ia memang benar-benar lapar. Ia kemudian mengambil ponselnya untuk mengabari baekhyun

To : Baekhyunee

Baek, aku ada acara diluar bersama temanku. Kau tak perlu menjemputku di toko musik tadi, kau pulanglah dulu. Hati-hati dijalan, sampai bertemu dirumah ^^

(***)

Baekhyun masih sibuk memilih beberapa foto member yang ia incar. Tentu saja tangannya sudah penuh dengan foto sehun tapi sebagai tambahan ia masih memilih foto member exo yang lainnya. Setelah yakin dengan pilihannya, Ia kemudian berjalan menuju kasih untuk membayar

"gamsahamnida" ucap baekhyun saat penjaga toko itu mengembalikan uang kembalinya dan memberikan bungkusan barang yang ia beli

Ia kemudian memasukkan semua barangnya kedalam tasnya sekalian untuk mengambil ponselnya. Kemudian ia mengecek ponselnya. Disana terdapat pesan dari luhan. Baekhyun pun langsung membaca pesan singkat dari luhan.

"aigoo, luhan eonni mau kemana? Tak seperti biasnya ia mau diajak keluar dadakan seperti itu" kata baekhyun pelan

"chakkaman, dia bilang teman? Bukankah teman luhan eonni semuanya berada di LA dan di beijing? Ah mungkin temannya baru saja datang makanya luhan eonni mau diajak keluar" lanjut baekhyun

"lalu bagaimana denganku? Aku masih belum ingin pulang, kyungsoo sedang kuliah. Eottoke" rengek baekhyun

Baekhyun berfikir sambil memutar-mutarkan ponselnya untuk menemukan tempat pergi. Setelah beberapa menit berfikir ia akhirnya menemukan tempat untuknya berdiam diri sebelum pulang

Baekhyun melajukan mobilnya menuju kesebuah cafe yang tak jauh dari daerahnya tinggal. Ia memarkirkan mobilnya dengan rapi sebelum ia memasuki cafetersebut. Tanpa perfikir panjang baekhyun langsung masuk dan memesan minuman untuknya

Setelah minuman itu jadi ia melihat sekitar cafe untuk mencari tempat duduk. Sayangnya, disana semua tepat duduk telah penuh. Baekhyun mendesah kecewa. Tapi kemudian ia melihat dipojok cafe terdapat 1bangku tersisa. Meskipun disana ia melihat seserorang tengah duduk disana, ia tetap tak peduli dan memutuskan untuk menuju kesana

Baekhyun berjalan mendekati sesosok pria yang berbalut warna hitam, kacamata hitam, dan masker hitam. Baekhyun sedikit begedik ngeri ketika pikirannya mengatakan bisa saja orang tersebut melukainya. Tapi kemudian ia menepis pikiran itu dan tetap duduk disana

"permisi, bolehkah aku duduk disini? Semua tempat telah penuh" kata baekhyun meminta ijin

Pria itu hanya mengangguk pelan. Baekhyun pun langsung duduk dan menyerutup minumannya

"ah, milkshake strawberry memang yang terbaik" kata baekhyun puas dengan minuman faforitnya

Baekhyun merasa sedikit aneh ketika beberapa pasang mata menatapnya. Ia kemudian mengacuhkan pandangannya pada mereka yang memandanginya. Ia kemudian menatap pria yang ada dihadapannya itu

"permisi, kau tak pesan apapun? Lalu untuk apa kau disini? Banyak yang ingin duduk. Jika kau sudah selesai, bisakah kau pergi agar bisa bergantian dengan pengunjung lain" kata baekhyun

Pria itu hanya menatap baekhyun acuh dan kembali menunduk. Sama sekali tak menjawab pertanyaan baekhyun. Baekhyun pun sedikit geram karena ia merasa tak dihargai saat berbicara

"permisi, aku bicara padamu tuan" ucar baekhyun

Pria itu kemudian menatap baekhyun kembali, ia kemudian menurunkan sedikit kacamatanya untuk memperlihatkan matanya kepada baekhyun

"kau tak mengenallku?" tanyanya

"tidak" ujar baekhyun saat matanya tak melihat pria dihadapannya "mana bisa aku tau jika kau tak menye- YAK! Ternyata itu kau chanyeol-ah. Apa yang..." kalimat baekhyun menggantung. Mulutnya lebih dulu dibekap oleh chanyeol

YAK! CHANYEOL OPPA!

DISANA ADA CHANYEOL OPPA!

TERNYATA MEMANG DIA CHANYEOL OPPA!

CHANYEOL OPPA!

Teriak beberapa gadis remaja yang telah menyadari kehadiran chanyeol. Chanyeol kemudian menggeret lengan baekhyun untuk keluar dari cafe tersebut tanpa basa-basi

"kau bawa mobil?" tanya chanyeol sambil menggeret lengan baekhyun untuk lari

"bawa, memangnya kenapa?" tanya baekhyun

"cepat berikan padaku kuncinya" perintah chanyeol

Baekhyun hanya bisa menurut dan memberikan kunci mobil luhan ke chanyeol

"dimana mobilmu?" tanya chanyeol

"disana" ucap baekhyun sambil terengah-engah karena sedang lari

"pakai ini" ucap chanyeol sambil memberikan maskernya kepada baekhyun agar dispatch tak mengenali wanita yang sedang ia bawa

Baekhyun hanya menurut karena tenaganya terkuras untuk berlari. Mereka kemudian berlari menuju mobil dan chanyeol menginjak pedal gasnya secepat mungkin agar para gadis remaja penggemarnya itu tak mengikutinya

"yak! Kenapa kau terteriak tadi?!" omel chanyeol yang merasa penggemarya sudah tak mengikutinya lagi

"aku hanya terkejut jika itu kau!" kata baekhyun sedikit berteriak sambil terengah-engah karena nafasnya masih belum stabil

"apa kau tak tau jika mereka sedari tadi melihat kearahmu? Mereka mengincarku!"

"aku tak tau!"

"sekarang kau minta maaf padaku" perintah chanyeol

"minta maaf untuk apa?" protes baekhyun

"kau telah membuatku mengeluarkan keringat seperti ini"

"aku tak menyuruhmu berlari!"

"tapi kau membuatku harus berlari"

"lagi pula aku sudah meminjamkan mobil ini. Aku anggap impas" bela baekhyun

"impas? Mana bisa? Kau kan masih..."

"kalau tak mau yasudah, kau turun disini. Ini mobilku!" perintak baekhyun

"aish, baiklah! Im-pas" kata chanyeol penuh penekanan

Baekhyun menjulurkan lidahnya kearah chanyeol sebelum ia melemparkan pandangan kelur jendela. Chanyeol pun hanya bisa diam dan sedikit terkejut melihat kelakuan baekhyun yang seperti anak kecil itu.

"kau mau kemana?" tanya baekhyun

"entahlah"

"apa maksudmu entahlah?" omel baekhyun

"yak! Kenapa kau hobi sekali mengomeliku? Aku ini seorang idol" protes chanyeol

"lalu kalau kau seorang idol aku tak boleh mengomelimu? Jika kau ini sehun aku pasti tidak akan mengomelimu!"

"sehun? Kenapa harus sehun" tanya chanyeol tak percaya

"dia tipe idealku!"

"terserah"

"sekarang cepat katakan kau mau kemana raksasa bodoh"

"aku bilang aku tak tau" omel chanyeol "dan jangan panggil aku bodoh! Aku tak bodoh"

"oke, aku akan memanggilmu dobbi. Kkeut!" kata baekhyun sambil menyilangkan tangannya didepan wajahnya

Chanyeol benar-benar tak habis pikir dengan baekhyun. Ya meskipun chanyeol akui jik baekhyun memang bebeda dengan gadis lain. Menurut chanyeol, baekhyun gadis yang cukup ceria dan sangat lucu meskipun jika dia mengomel akan membuat telinganya membesar

"aku akanmengajakmu jalan-jalan. Kau mau?" tawar chanyeol

"wae?"

"sebagai ucapan terima kasih karena telah menolongku. Aku juga akan mengganti uang bensin ini dengan makanan nanti" jelas chanyeol

"ah, andai jika yang mengajakku itu sehun" kata baekhyun pelan tapi chanyeol masih mendengarnya dengan jelas

"yak! Kau mau atau tidak?" omel chanyeol karena merasa gerah karena dibandingkan dengan sehun terus-meneru

"arraseo arraseo. Aku mau. Dan jangan berteriak secara tiba-tiba ditelingaku!" gerutu baekhyun sebal

Chanyeol tak menggubris omongan baekhyun. Ia kemudian melajukan mobilnya menuju taman yang ia fikirkan diotaknya.

(***)

Mobil sehun memasuki tempat parkir sebuah restoran besar di korea. Setelah memarkikan mobilnya sehun dan luhan turun dari mobil. Saat mereka akan melangkah memasuki restoran tersebut luhan menahan langkah sehun tiba-tiba

"mwo?" tanya sehun

"kau tak menggunakan masker?"

"kenapa menggunakan masker? Kita hanya akan makan disini" jawab sehun

"kau tak menyembunyikan wajahmu dari para menggemarmu yang selalu memanggil namamu 'oh sehun oppa!'" kata luhan sambil menirukan gaya penggemar sehun

"ah kau mengkhawatirkanku? Atau kau cemburu ketika para penggemarku memanggil namaku?" goda sehun

Tanpa pikir panjang luhan langsung mengepalkan tangannya dan berjingkat untuk menggapai puncak kepala sehun yang lebih tinggi darinya

PLETAK!

"Yak! Kenapa kau memukul kepalaku" omel sehun tak terima

"kenapa kau terlalu percaya diri?" kata luhan cuek

"aku tak percaya diri. aku ini tampan, banyak wanita menginginkanku. Bisa saja kau cemburu" bela sehun sambil memegang kepalanya yang masih terasa sakit

"sayangnya aku tidak" jawab luhan datar sambil berjalan mendahului sehun

"kenapa kau selalu mencari masalah denganku eoh?" tanya sehun mengikuti dari belakang

"aku tak mencari masalah"

"lalu kenapa kau memukul kepalaku?"

"karena kau terlalu percaya diri" jawab luhan cuek

"aku tak percaya diri. Bukankah kau mengkhawatirkanku tadi? Jadi wajar jika aku berfikir kau cemburu" protes sehun

Luhan menghentikan langkahnya. Sambil membuang nafas sebalnya, ia memandang sehun

"aku hanya tak ingin mengumpat seperti yang kita lakukan tadi" jawab luhan ketus "sekarang cepat ayo kita makan" perintah luhan

"memaksa sekali" gerutu sehun

Sehun pun mendahului luhan menuju sebuah meja yang ada balkon. Dari sini mereka dapat melihat suasana kota seoul yang indah. Beberapa orang berlalu lalang juga tampak disana. Sehun pun memesan makanan untuknya dan luhan.

"woaaah, daebak" ucap luhan kagum dengan pemandangan dari restoran tersebut

Sehun hanya diam dan memperhatikan tingkah laku luhan yang sedang mengagumi pemandangan itu. Sampai makanan mereka datangpun luhan masih memejamkan matany menikmati udara dari balkon tersebut. Sehun memandang luhan sekilas. Ia melihat sosok yang anggun dan tak menyebalkan seperti biasanya.

"yak! Kau ingin terus tebar pesona dihadapanku atau kau mau makan sekarang?" kata sehun menyadarkan luhan

Luhan membuka matanya. Ia kemudian menatap sehun sebal. Tapi ketika ia melihat makanan dihadapannya, sebalnya sedikit terobati

"siapa yang tebar pesona? Aku hanya menikmati udara" cibir luhan

Sehun ta menanggapi kalimat luhan. Ia hanya terus mengunyah makanan yang ia pesan itu

"kau yakin tak akan ada yang mengejarmu?" tanya luhan "aku tak mengkhawatirkanmu. Hanya saja aku malas untuk beradu dengan penggemarmu" kata luhan cepat untuk meralat

"mereka tak akan melakukan itu padamu" jawab sehun yakin

"bagaimana kau tau? Penggemarmu terkenal paling brutal!"

"darimana kau tau? Kau mencari informasi tentangku ya?"goda sehun lagi

"kau mau garpu ini menancap di kepalamu?"tawar luhan

"galak sekali" gerutu sehun

"aku tau karena saudaraku cukup brutal jika berhubungan denganmu" jawab luhan

"mereka tak akan melakukan itu padamu. Percayalah" kata sehun datar

"bagaimana aku bisa percaya jika kau tak memberiku argument apapun" omel luhan

"ada beberapa alasan agar kau percaya. Tapi aku fikir 2 saja cukup untuk menjelaskannya" ujar sehun

"sebutkan" perintah luhan sambil memakan makanannya

"pertama, ini adalah restoran orang tuaku. Fansku jelas akan ada disini tapi tak mungkin berada dibalkon ini. Sekalipun mereka mengetahui aku disini, mereka tak akan kemari karena banya bodyguard dibawah sana" jelas sehun

"yang kedua?" tanya luhan menuntut

"bisakah kau sabar?" omel sehun

"tidak. Ayo, cepat katakan alasan yang kedua" tuntut luhan lagi

Sehun memnghembuskan nafasnya yang berat. Ia cukup frustasi menangani luhan yang benar-benar keras kepala untuknya. sehun melepaskan semua alat makan yang ia pegang dan melipat tangannya didepan dadanya sambil memandang luhan tajam.

"yang kedua, aku yang akan menjagamu dari mereka" jawab sehun

.

.

.

.

.

.

TBC

Syudah di updateeeee

DONT BE A SILENT READER. REVIEW JUSEYO \(^.^)/