SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPOS EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
Sebelum ia pergi, sehun lebih dulu menarik lengan luhan. Langkah luhan pun terhenti, ia kemudian menatap tangannya yang digenggam sehun sebelum akhirnya ia melihat wajah sehun
"gomawo" kata sehun sambil tersenyum sekilas
Menampakkan wajah yang manis dari sehun. Senyumnya yang tampan dan mata elangnya yang berwarna coklat menyala sungguh sangat tampan. Membuat siapa saja yang melihatnya langsung terjatuh dalam pesona sehun
"jangan menunjukkan kepadaku wajah yang seperti itu. Itu seperti wajah yang-ARGH!" kata luhan yang tak melanjutkan kalimatnya karena frustasi bercampur sebal
"maksudmu seperti ini?" tanya sehun
Sehun kemudian menarik luhan mendekat dengan tubuhnya. Mata rusa milik luhan kini beradu dengan mata elang milik sehun. Jarak yang cukup dekat diantara keduanya membuat mereka berdua saling merasakan deru nafas mereka satu sama lain. Mereka hanya saling menatap dalam diam
Mereka saling diam karena mereka tak menyadari apa yang terjadi pada jantung mereka masing-masing. Bahkan diam-diam mereka saling mengagumi satu sama lain. Namun, ego dan gengsi lebih menguasai mereka daripada secuil perasaan aneh itu.
Sehun mendekatkan wajahnya pada wajah mungil luhan. Ia menatap mata rusa yang juga kini menatapnya. Sehun menatap bibir luhan yang berwarna merah dan cukup membangkitkan gairahnya
'gadis ini memang cantik dan manis' batin sehun yang kemudian bersmirk menatap luhan dalam diam
Luhan menatap manik mata coklat itu. Ia mengamati setiap lekukan tegas diwajah sehun yang dipahat oleh tuhan dengan sempurna. 'Tampan' batin luhan berkata. Kemudian tanpa ia sadari, sehun menunjukkan smirknya didepan wajah luhan.
'Argh! Mengapa ia tersenyum seperi itu?' umpat luhan dalam hati. Ia merasa perutnya telah dipenuhi kupukupu yang berterbangan. Tapi, tidak! Luhan membenci sehun bukan?
luhan kemudian menyadari apa yang telah kini ia lakukan dengan sehun. Ia kemudian berjingkat untuk menggapai kepala sehun. Luhan langsung menjitak kepala sehun tanpa basa-basi
"ARGH!" ringis sehun kesakitan "yak! Kenapa kau memukul kepalaku?" omel sehun
"kau jangan mencoba mencari kesempatan dalam kesempitan!" kata luhan tegas
"siapa yang mencari kes..."
"diam! Tidur dibawah. Jika kau masih berisik aku akan menendangmu keluar dari kamarku. No skinship! Ingat itu" kata luhan cepat kemudian luhan menyelimuti dirinya dan tidur berbalik memunggungi sehun yang tengah berdiri kebingungan
"yak! Aku ini seorang idol, bagaimana bisa aku tidur dibawah seperti ini? Dan kau mengapa percaya diri sekali? Aku juga tak mau skinship denganmu" omel sehun
"Diam atau keluar?!" kataluhan tegas yang kemudian ia mematikan lampu kamarnya
"aish, Jinjja!" gerutu sehun sebal
Sehun kemudian menata karpet yang berada disamping kanan ranjang luhan. Ia mencoba menghilangkan kotoran-kotoran yang ada di karpet itu. Ia mendesah jengkel sebelum akhirnya ia tertidur dan menyelimuti dirinya di lantai
..
Hari pun mulai menjelang pagi. Baik sehun dan luhan masih tetap tertidur pulas. Biasanya jika jam menunjukkan pukul 7 pagi dia akan terbangun karena udara dingin dipagi hari menusuk kulitnya. Tapi tidak untuk hari ini, luhan merasakan sebuah kehangatan.
Begitu juga dengan sehun yang semalam ia merasakan kedinginan yang amat sangat, bahkan tubuhnya menggigil kedinginan semalam. Tapi pagi ini ia merasakan udara cukup hangat. Matanya saja cukup malas untuk terbuka karena terlalu nyaman dengan tidurnya
Tok! Tok! Tok
"Luhan! Ayo bangun nak!" panggil heechul dari balik pintu kamar
Luhan masih cukup malas untuk membuka matanya. Ia hanya menggeliat untuk mencari tempat yang lebih nyaman dan hangat
"Luhan!" panggil heechul lagi
"nggg" jawab luhan yang masih tertidur
"ayo bangun nak! Sudah pagi. Kau harus sarapan!" perintah heechul sambil berteriak
"ne...eommonim" jawab luhan yang matanya masih belum terbuka
Luhan masih melanjutkan tidurnya. Ia menarik selimutnya lebih tinggi agar lebih hangat. Heechul seakan mengerti bahwa luhan belum masih tetap berdiri didepan pintu kamar luhan dan kembali memanggilnya
"LUHAN! AYO BANGUN!" teriak heechul kemudian
Luhan cukup terkejut dengan teriakan heechul. Ia kemudian membuka matanya. Ia berkali-kali mngedipkan matanya untuk membiaskan cahaya yang masuk kematanya. Ia kemudian membulatkan matanya ketika ia tau bahwa seseorang tengah tidur dikasurnya. Bahkan dia kini telah memeluknya dengan erat.
Y, sehun memeluk luhan semalaman. Tidak hanya sehun yang memeluk luhan. Saat ini posisi tangan luhan saja tengah melingkar di perut sehun. Ia juga memeluk tubuh sehun. Pantas saja jika ia merasakan kehangatan. Hangat? Tunggu seharusnya luhan membenci skinship ini bukan?
"YYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak luhan sambil membulatkan matanya
Sehun yang masih memejamkan matanya kemudian membuka matanya saat mendengar teriakan luhan
"yaaaak!" teriak sehun
Luhan kemudian mendorong tubuh sehun dengan kuat hingga membuat sehun terjatuh dari kasur. Luhan kemudian menarik selimutny dan membungkus tubuhnya dengan selimut. Ia membiarkan sehun meringis kesakitan karena baru saja terjatuh dari kasur
"Luhan! Gwenchana?" tanya heechul panik saat mendengar luhan berteriak
"n...ne!" jawab luhan dengan ragu
"jinjja gwenchana? Kau mengapa berteriak?" tanya heechul dari balik pintu
"Eonni waeyo? Kenapa berteriak?!" tanya baekhyun yang menghampiri kamar luhan karena mendengar teriakan luhan
"ani...aniyo...gwenchana" jawab luhan
"lalu kenapa berteriak? Lu, ayo buka pintunya" kata heechul yang masih berusaha membuka pintu kamar luhan
"gwenchana...Ada kecoa...iya, ada kecoa" jawab luhan gugup
"sejak kapan eonni takut dengan kecoa? Bukan kah eonni selalu..." kalimat baekhyun terputus
"aku tidak takut, hanya cukup terkejut. Mian, kalian kebali lah keaktifitas kalian sendiri" perintah luhan dari dalam kamar
"tapi eonni, aku seperti mendengar suara lelaki... Seperti suara sehunie" tanya baekhyun yang sedikit tak yakin
"yak! Kenapa kau malah membicarakan sehun?" amuk heechul
"aku mendengarnya eomma" protes baekhyun
"aniyo,...mungkin kau halusinasi" kata luhan mencari alasan "kau terlalu banyak memikirkannya baek" lanjut luhan
"jinjja? Ah, mungkin eonni benar. Semalam aku bermimpi sehunie datang kerumah ini. Ia bermalam dirumah ini" kekeh baekhyun
"Yak! Berhenti bermimpi! Sehun idola mungkin ia kemari dan bermalam disini. Apalagi dengan fans yang sepertimu ini" omel heechul "Lu, segera turun dan sarapan ne" ujar heechul kemudian
"ne, eom...eommonim. Gamsahamnida" teriak luhan dari dalam kamar
"ah! Eomma menyebalkan! Kau tak mengerti perasaanku" gerutu baekhyun yang kemudian masuk kedalam kamarnya
Setelah luhan yakin heechul dan baekhyun pergi, ia menghembuskan nafas lega. Ia kemudian menatap sehun sebal. Sehun yang baru saja bangun dari terjatuhnya hanya memegangi pantatnya yang masih terasa sakit
"Yak! Neo mwoya?!" pekik luhan yang sedikit menahan suaranya agar tak terdengar keras
"mwoya mwo?" tanya sehun santai
"kenapa kau tidur diatas? Kenapa kau bisa satu kasur denganku? Kenapa kau memelukku? Waaaeee!" bentak luhan
"yak! Kenapa kau malah membentakku?" omel sehun tak terima
"jelas aku membetak. Kau tak sopan! Kenapa kau ada dikasurku! Bukankah aku sudah mengatakan NO SKINSHIP?!" pekik luhan emosi
"semalam aku kedinginan kau tau, aku tak mungkin tidur dibawah dengan keadaan dingin. Aku seorang artis aku tak boleh sakit hanya karena aku tidur dilantai" jelas sehun datar
"tapi mengapa kau tidur diranjangku?"
"hanya ada satu ranjang disini. Jika aku bisa memilih ranjang lain, aku pastikan aku memilih ranjang itu daripada satu ranjang denganmu" lanjut sehun
"kau bisa nyalakan pemanas ruangannya. Kau bisa tidur di tempat lain. Dan mengapa kau malah memelukku! Apa kau gila! aku sudah mengatakan no skinship! Mengapa kau melanggarnya! Kau OH SEHUN MESUM!" omel luhan
"yak! Aku juga tak memelukmu. Semua tak sadar dilakukan. Lagipula kau juga memelukku semalam" bela sehun
"siapa yang memelukmu?! Aku tak memelukmu!"
"terserah! yang jelas kau semalam memelukku. Bahkan kau bersembunyi di dadaku" jawab sehun datar
Luhan membulatkan matanya ketika mendengar kalimat sehun. Ia kemudian menarik selimutnya lebih tinggi untuk membungkus tubuhnya. Ia enar-benar sebal sekaligus malu dengan sehun.
"sekarang kau pulanglah! Tak ada alasan kau untuk tetap disini" usir luhan
"kau mengusirku?" tanya sehun tak percaya
"YA! Aku mengusirmu!" kata luhan galak
"aku ini seorang idola!" gerutu sehun
"berhenti mengatas namakan keidolaanmu itu. Aku tak perduli! Sekarang pergi dari kamarku!" pekik luhan
"baiklah-baiklah. Aku pergi" ujar sehun "tapi tunggu sampai aku dijemput" lanjutnya
"terserah! yang terpenting kau cepat pergi dari sini" lanjut luhan yang kemudian menuju kamar mandi yang ada didalam kamarnya itu
"rusa gila" kata sehun mencibir saat luhan memasuki kamar mandi
Setelah perginya luhan, sehun hanya diam memandangi kamar luhan. Sehun tersenyum tipis melihat kamar luhan penuh dengan posternya. Ia berjalan pelan untuk melihat barang-barang yang ada di kamar luhan.
Sehun tanpa sengaja menemukan beberapa fotonya yang telah tercoret-coret. Bahkan disana terdapat beberapa kata umpatan luhan. 'Aku akan membunuhmu Oh Sehun!'. 'kenapa baekhyun menyukaimu eoh? Menjijikkan!'. 'apa yang bagus darimu manusia wajah es menyebalkan?'. 'aku ingin melemparmu ke neraka!'. 'Lihat! Aku bahkan membenci kamarku sendiri karenamu!'
Sehun tersenyum melihat umpatan dan makian luhan yang ada difotonya. Bahkan beberapa fotonya telah robek seperti ditusuk menggunakan spidol. Wajahnya yang tampan, disana tampak memiliki kumis, memiliki kantong mata dan giginya berwarna hitam.
"kau sangat membenciku rupanya?" kekeh sehun ketika melihat gambarnya yang sudah tak berbentuk
"aku akan membuatmu menyukaiku" seringai sehun
Ketika sehun menyeringai, luhan keluar dari kamar mandi. Menampilkan luhan yang telah menyuci wajahnya. Meskipun ia belum mandi, tapi wajahnya tetap memancarkan kecantikan yang alami. Ditambah dengan rambut luha yang digelungan asal membuatnya terlihat semakin cantik
"apa yang kau tertawakan?" tanya luhan sinis ketika melihat sehun menyeringai
"aniyo, hanya saja difoto ini aku tetap terlihat tampan" jawab sehun percaya diri sambil menunjukkan salah satu fotonya yang dirusak oleh luhan
"kau bisa membawanya jika kau menyukai wajah tampanmu itu. Aku cukup muak" ucap luhan
"tidak, terima kasih. Aku masih punya banyak yang lebih tampan dari ini" jawab sehun dan luhan hanya memutar bola matanya malas
Tok! Tok! Tok!
"EONNIIII!" teriak baekhyun
"wae?" jawab luhan dari dalam kamar
"cepat keluar! Kemudian sarapan!" perintah baekhyun
"wae? Kenapa kau tiba-tiba memperhatikanku?" tanya luhan heran
"ayo temani aku menonton exo eonni, mereka akan ada comeback. Kyungsoo tak bisa menemaniku" ujar baekhyun jujur
"mwo? Andwe! Aku malas" jawab luhan tegas
"Eonni! Jaebaaaaaal" rengek baekhyun
"tonton saja sendiri!" omel luhan tegas
"andweyoooo, eonniiiiiii. huaaaaaaa!" teriak baekhyun semakin keras
Luhan dan sehun spontan langsung menutupi telinga mereka karena rengekan baekhyun. Luhan pun mendesah pasrah
"arraseo. Berhenti merengek dan pergilah dari sana" usir luhan
"jinjjayo?" tanyabaekhyun tak percaya
"eoh, cepat pergi sebelum aku berubah pikiran" kata luhan
"eonni jjang! Gomawo lulu eonni!" teriak baekhyun senang yang kemudian pergi meninggalkan kamar luhan
Setelah perginya baekhyun, luhan menatap sehun sekilas.
"kapan kau akan pulang?" tanya luhan
"mungkin sebentar lagi"
"bagus kalau begitu" jawab luhan singkat
Mereka kemudian sama-sama diam. Terdiam dalam pemikiran mereka masing-masing. Hingga kemudian lamunan mereka terhenti saat ponsel sehun berdering
"aku pulang, member telah berada didepan" ujar sehun
"eoh, pergilah" kata luhan singkat
"kau tak mengantarku keluar?" tanya sehun
"untuk apa? Kau kemari lewat balkon. Kembalilah lewat balkon. Awas jangan sampai ketahuan! Kau mengerti" perintah luhan
"yak! Apa maksudmu? Aku..."
"cepat pergi!" usir luhan sambil mendorong tubuh sehun keluar kamar
Luhan langsung menutup jendela kamarnya. Ia kemudian tersenyum sambil menunjukan deretan gigiya dan melambaikan tangannya ke arah sehun. Ia kemudian pergi keluar dari kamarnya meninggalkan sehun yang masih jengkel dengan sifat luhan
Sehun pun pasrah. Ia kemudian turun melalui pohon yang ada didekat balkon luhan dengan hati-hati. Setelah sampai, ia langsung berlari menuju mobil van yang menjemputnya. Tanpa sehun sadari, sedari tadi luhan mengamati gerak-gerik sehun dari ruang tengah. Luhan tertawa pelan melihat kelakuan konyol seorang artis papan atas seperti sehun
"eonni, kenapa kau tertawa? Apa yang kau lihat?" tanya baekhyun yang menyadari luhan tertawa dari tadi
"aniyo, hanya tetangga sebelah bermain dengan anjingnya. Lucu" jawab luhan asal
"anjing? Bukankah tetangga sebelah tak punya anjing?" tanya baekhyun
"Byun baekhyun! Berhentilah mengintrogasiku" omel luhan
"aku bertanya eonni, kenapa kau malah mengamuk?" tanya baekhyun heran
"ah, sudahlah. Kapan acara exo itu akan mulai?" tanya luhan malas
"5 menit lagi" jawab baekhyun senang yang langsung melupakan topik sebelumnya
"kita akan menonton dimana?"
"hanya diruang tv" jawab baekhyun enteng
"mwo? yak! Aku fikir kita akan menontonnya distudio. Kalau hanya di televisi mengapa kau memintaku menemanimu? Kau bisa meontonnya sendiri" gerutu luhan
"andwe, aku benci sendiri. Eonni sudah janji akan menemaniku. Ingat itu!" kata baekhyun mengingatkan
"arraseo. Aku mengingatnya dengan baik" ujar luhan pasrah
..
Saat ini luhan tengah duduh disamping baekhyun. Seperti yang ia katakan bahwa ia akan menemani baekhyun menonton exo hari ini. Saat ini luhan menatap layar televisi dengan malas. Disana terpampang keenam member exo yang sedang mengisi acara di stasiun televisi terkenal korea.
Berbeda dengan luhan, baekhyun justru melihat televisi itu dengan wajah yang bahagia. Bahkan mulutnya terus menerus melontarkan pujian untuk member exo, terutama untuk sehun
"uwaaaah, sehunie tampan sekali. Eonni, lihatah betapa berkarismanya sehun disana" ucap baekhyun saat melihat sehun dance di partnya
"apanya yang berkarisma, dia hanya keluar beberapa detik saja. Setengah menit pun tak ada, baek. Apa itu yang kau sebut idola?" kata luhan tak suka
"aku tau, tapi tidakkah eonni tau bahwa meskipun sehun keluar hanya beberapa detik itu tampak begitu keren?" tanya baekhyun sinis
"keren? Keren dari mana? Cih" kata luhan mencibir
"dia sangat tampan eonni, dia berkarisma, dia tinggi, hidungnya mancung, matanya coklat, tubuhnya sexy. Dia sempurna" kata baekhyun memuji
"dan jika kau tahu eonni. Aku semakin mencintai sehun dengan segala perannya di fanfiction. Karakternya selalu membuatku semakin menggilainya" lanjutnya
"fanfiction? Apa itu?" tanya luhan
"sebuah karya fiksi buatan fans yang main characternya adalah member exo. Dan kau tau jika sehun, kai, kris ditambah chanyeol berada di satu cerita fanfiction itu pasti sangat keren. Ditambah lagi dengan suho dan chen. Argh! Itu pasti sangat keren" pekik baekhyun
"setiap hari aku akan mengupdateya di author-author yang menulis itu. Bahkan ada beberapa author yang sangat terkenal karena ceritanya sangat bagus. Bahkan sampai di terjemahkan ke beberapa bahasa. Bukankah itu keren eonni?" tanya baekhyun
"tidak. Itu berlebihan menurutku" kata luhan datar
"ahhh, eonni tak tahu betapa kerennya karakter member exo yang digambarkan dalam setiap cerita yang berbeda. Ah, rasanya aku selalu ingin memiliki pacar seperti mereka. Apalagi jika penggambaran karakter hampir sama aau setidaknya dibuat sedikit lebih romantis. Ah, sempurna sekali. Dan sehun selalu membuatku semakin menggila" kata baekhyun sambil tersenyum membayangkannya
"kau berlebihan. Dia tak sesempurna itu" kata luhan tak perduli
"yak! Eonni! Kenapa kau begitu membenci exo? Apalagi sehun?" teriak baekhyun tak suka
"aku tak membencinya, tapi memang dia tak seperti yang kau katakan. Dia tak sesempurna itu" kata luhan tak kalah sebal
"wuuu, eonni tak mengenalnya" ujar baekhyun enteng "yang terpenting bagiku sehunie tetap yang terbaik" kata baekhyun bahagia sambil kemmbali menatap televisi
'selamat untuk exo atas kemenangannya di mnet hari ini. Karena exo menang berkai-kali dengan comeback call me baby ini, bisa dijelaskan bagaimana cerita dan konsep yang dibawakan exo untuk comeback call me baby kali ini?' tanya sang mc 'ada yang ingin menjelaskan? Sehun mungkin?' lanjutnya
'tak ada yang berbeda. Hanya ada sedikit perubahan pada musik' jawab sehun singkat
Jawaban sehun yang singkat dan aneh itu sontak membuat anggota exo yang lainnya memerhatikannya. Kris kemudian mengambil alih mic yang sehun pegang
'bisa saya luruskan ne, jadi call me baby ini cukup berbeda dengan konsep kita sebelumnya. Aliran musiknya juga cukup berbeda. Jika kalian melihat MV kami, kalian akan menemukan perbedaannya. Call me baby adalah comeback yang berbeda dari sebelumnya, teaser yang kami lakukan juga memalui pathcode. Jadi kalian bisa tau bahwa kami bekerja keras untuk para penggemar kami' ucap kris sambil melempar wink ke fansnya
"aigooo, sehunie kyeopta. Ah untung kris selalu melindungi sehun" kekeh baekhyun
"see? Dia diwawancarai saja tak bisa melakukannya dengan baik. He is not perfect, baek" ujar luhan kemudian meninggalkan baekhyun sedirian di depan televisi
"eonni hanya tak mengerti sifatnya!" teriak baekhyun sebal saat luhan pergi meninggalkannya
(**)
Para member exo kini telah selesai mengisi sebuah acara di stasiun televisi. Mereka kemudian menuju ke ruang ganti mereka sebelum merera pulang. Semua member membungkukkan badan dan berterima kasih kepada para kru yang telah bekerja bersama mereka.
Setelah semua kru merapikan peralatan exo. Mereka lebih dulu pulang dan meninggalkan keenam membernya disana. Chanyeol, chen dan kai meminta waktu istirahat mereka malam ini untuk keluar bersama member. Dan akhirnya manager mereka memberi mereka waktu untuk berjalan-jalan
"bagaimana? Manager hyung meminjamkan mobilnya?" tanya suho
"tentu saja. Aku memegang kuncinya" kata chen bangga
"ayo kita makan sepuasnya malam ini" ujar kai
"ayo kita habiskan malam ini untuk bersenang-senang!" teriak chanyeol bahagia
"besok kita tak ada jadwal kan hyung?" tanya chanyeol ke suho
"kita besok kosong" jawab suho
"yeeeeee, betapa nikmatnya hidupku!" teriak kai bahagias
"kalau begitu cepat berkemas, kita pergi jalan-jalan malam ini" ujar kris yang juga ikut bahagia
Bagaimana mereka tak bahagia? Selama ini mereka tak memiliki waktu untuk bersantai-santai. Waktu mereka habis untuk latihan, rekaman dan comeback. Sekalipun mereka memiliki waktu luang, manager tak akan memperbolehkan mereka pergi karena mereka harus istirahat untuk menjaga kondisi mereka.
"sehun-ah kau ikut kami kan?" tanya kai
"hmm" jawab sehun singkat yang masih sibuk dengan ponselnya
"oh ya, semalam kau tidur dimana sehun-ah? Kata kris kyung, dia tak menemukanmu dimobil" ujar chanyeol penasaran
Sehun mengalihkan pandangannya dari ponselnya dan menatap para member yang kini menatapnya penasaran. Mereka seolah benar-benar ingin tahu dimana sehun tidur tadi malam
"tidak dimana-mana" jawab sehun singkat
"eyy mana mungkin kau tidak tidur dimana-mana? Kau ini sangat manja dalam hal tidur malam. Kau tidur dimobil saja tak bisa" ujar kai yang tau sifat sehun
"kau bahkan harus meluruskan semua tubuhmu. Sofa dan dilantaipun kau tak bisa tidur dengan baik" lanjut chen
"katakan kau tidur dimana sehun-ah" tanya suho
"aku tidur diranjang" ujar sehun singkat
"ayolah, kami tau kau tidur diranjang. Tapi ranjang siapa yang kau tiduri?" tanya chanyeol
"tidak ranjang wanita klub kan?" tanya kai dengan seringainya yang sulit diartikan
"yak! Jongin-ah, sehun tak mesum sepertimu" ujar chen
"tapi sehun memiliki pemikiran yang sama denganku untuk ukuran wanita sexy" bela kai
"yak! Kenapa kalian malah membicarakan hal yang tak berguna?" omel suho
"katakan sehun-ah" ujar kris kemudian
Sehun akhirnya pun mengalah. Meskipun ia memang dekat dengan semua member exo, tapi diantara mereka ia sangat dekat dengan kris. karena kris yang selama ini selalu mengerti posisinya. Kris selalu melindunginya dalam keadaan apapun.
Meskipun member lain juga melakukan hal yang sama kepadanya. Mereka memanjakkan sehun layaknya seorang magnae, tapi kris memperhatikannya dalam diam. Kris juga memiliki jalan pemikiran yang sama dengannya, maka dari itu sehun cukup dekat dengan kris
"aku tidur di kamar luhan" ujar sehun yang kemudian kembali menatap ponselnya
"luhan? Luhan nugu?" tanya chen bingung
"luhan? Luhan? Luhan yang mana?" tanya kai sambil mengingat-ingat
"luhan, xi luhan" ujar kris memperjelas
"xi luhan? Gadis dipesawat?" tanya suho
"MWO?!" pekik chen, chanyeol dan kai bersamaan
.
.
.
.
.
.
TBC
Ciyeee hunhannya udah mulai berani ciyeeee
Maaf ya kalo suka nelat nelat updatenya, kurang bisa fast seperti biasanya karena author sibuk ospek nih :')
Dan maaf juga kalo gak sempet bales review satu satu yang kemaren, karena ya tadi itu. Author sibuk pontang panting ospek :')
Tapi tetep intinya thankyou buat readers, apalaagi yang sudah menyempatkan review. Thankyouu
DONT BE A SILENT READERS. REVIEW JUSEYOOO \./
