SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPOS EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

Sehun akhirnya pun mengalah. Meskipun ia memang dekat dengan semua member exo, tapi diantara mereka ia sangat dekat dengan kris. karena kris yang selama ini selalu mengerti posisinya. Kris selalu melindunginya dalam keadaan apapun.

Meskipun member lain juga melakukan hal yang sama kepadanya. Mereka memanjakkan sehun layaknya seorang magnae, tapi kris memperhatikannya dalam diam. Kris juga memiliki jalan pemikiran yang sama dengannya, maka dari itu sehun cukup dekat dengan kris

"aku tidur di kamar luhan" ujar sehun yang kemudian kembali menatap ponselnya

"luhan? Luhan nugu?" tanya chen bingung

"luhan? Luhan? Luhan yang mana?" tanya kai sambil mengingat-ingat

"luhan, xi luhan" ujar kris memperjelas

"xi luhan? Gadis dipesawat?" tanya suho

"MWO?!" pekik chen, chanyeol dan kai bersamaan

"yak! Kenapa kalian berteriak keras sekali?" gerutu sehun sambil memegangi telinganya

"ani, ani. Katakan sekali lagi dimana kau tidur semalam?" tanya chanyeol masih tak percaya

"chakkaman, kau benar-benar tidur bersama luhan? Gadis yang tak mengenali kita bukan?" tanya kai kemudian

"bagaimana bisa kau disana oh sehun?" chen yang ikut menanyai sehun

"tanyakan satu persatu. Aku tak bisa menjawabnya" kata sehun sedikit mengamuk

"jelaskan mengapa kau ada disana sehun-ah" tanya suho

"luhan hanya melindungiku dari kejaran fans. Setelahnya aku mengajak dia makan di restoran orang tuaku" jawab sehun singkat

"lalu kenapa kau bisa dikamarnya?" tanya chanyeol tak sabaran

"dispatch mengikutiku. Entah sejak kapan aku juga tak tau. Aku mencoba menghubungi manager hyung tapi tak bisa, kris hyung yang kemudian menjemputku. Untuk membuat mereka sedikit salah faham aku pergi dan menginap di luhan" lanjutnya

"bagaimana? Aku masih tak faham" ujar kai linglung

"aku juga sama dengan kai. Aku tak faham. Mengapa ada dispatch dan salah faham?" lanjut chen

"sehun tertangkap oleh dispatch, ia ingin membuat dispatch salah faham. Seperti salah melihat sehun, sejenis melindungi diri dari rumor. Kalian tau itu kan?" jelas kris

"aku mengerti. Tapi, kau tak melakukan apapun dengan luhan kan?" tanya suho sedikit khawatir

Seluruh member pun menatap sehun dan menunggu jawabannya. Mereka benar-benar penasaran dengan yang dilakukan sehun samalaman berada dikamar gadis.

"memangnya aku akan melakukan apa? Kalian tahu sendiri gadis gila itu seperti apa jika denganku kan?" ujar sehun sinis

"ah, arraseo" jawab kai kemudian diikuti anggukan yang lainnya

"kajja, kita harus pergi sekarang" ujar kris tiba-tiba

Seluruh member mengangguk, mereka kemudian mengambil tas mereka dan menuju kemobil. Sehun mengikuti mereka dari belakang sambil memegangi ponselnya. Ia terlihat beberapakali tersenyum melihat layarnya.

Saat ini layar sehun terpampang wajah tenang luhan ketika tidur. Semalam sebelum sehun berpindah ke ranjang, ia memfoto tidur luhan yang menurutnya unik. Dengan mengapit guling yang ia bawa, luhan sedikit mendongak dan bibirnya agak terbuka. Bahkan rambutnya sedikit berantakan membuatnya seperti seorang bayi sedang tertidur.

Awalnya sehun ingin menjadikan itu sebagai bahan ancaman. namun setelah sehun mengamati wajah luhan, ia lebih ingin menjadikannya koleksi foto pribadi miliknya.

(**)

Hari dengan cepat berganti hari. Hari ini, luhan ingin menghabiskan harinya dirumah. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama paman dan bibinya yang sudah ia anggap sebagai orang tuanya sendiri. Dengan wajah cerah, luhan menuruni tangga yang kemudian menghempas tubuhnya disofa ruang keluarga mereka

"annyeong, luhan eonni" sapa kyungsoo yang dari pagi telah menceritakan hal berbau exo bersama baekhyun

Kyungsoo hari ini benar-benar kosong. Karena sebelumnya ia begitu sibuk untuk mengikuti kelas percepatan di kampusnya. Ia juga merupakan asisten dosen yang harus mengurus segala macam pekerjaan bersama dosennya. Meskipun kyungsoo adalah seorang fangirl fanatik, tapi kehidupan pendidikannya cukup berjalan normal

"kau disini? Sejak kapan?" tanya luhan ramah

"dari tadi pagi eonni" jawab kyungsoo sambil tersenyum ramah

"dari tadi pagi? Memangnya ada apa? Jangan katakan jika kau kemari pagi-pagi hanya ingin membicarakan tentang exo" tebak luhan malas

"tapi sayang, jawaban eonni sangat benar" kekeh kyungsoo

Luuhan berdecih malas. Meskipun kyungsoo sedikit lebih normal dari baekhyun untuk urusan teriakan fangirl. Tapi mereka berdua tak jauh berbeda untuk urusan mengidolakan sekumpulan manusia yang mereka sebut sebagai exo

"dimana baekhyun? Aku tak melihatnya" tanya luhan yang menyadari baekhyun tak disana daritadi

"dia sedang berada dikamarnya untuk mengambil foto limited exo yang ia beli kemarin, eonni" jawab kyungsoo

"ANNYEEEEOOONGGG!" teriak baekhyun tiba-tiba

"bisakah kau tak berteriak?" omel luhan

"mian eonni" ucap baekhyun sambil menyengir kuda dihadapan luhan

"mana baek, ayo tunjukkan padaku" ujar kyungsoo bersemangat

"chakkaman" ucap baekhyun yang memilah-milah foto exo

"INI! Lihat! Kau lihat betapa tampannya oh sehun disini? Lihat gaya dia berfoto? Argh! Daebak!" pekik baekhyun

"aniyo! Lihat ini, baek! Jongin juga begitu tampan. Astaga! Dia begitu mempesona kau tau" teriak kyungsoo

"omo! Kris oppa juga tampan, kyung" kata baekhyun bersemangat

"yaaaa, sejak kapan chanyeol bisa berfoto setampan ini?" pekik kyungsoo terkejut

"eyy, suho oppa tak kalah tampah, kyung" bela baekhyun

"omooooo! Chen neomu kyeopta" pekik kyungsoo

Baekhyun dan luhan terus memekik memuji para member exo satu persatu. Mereka bahkan tak memerdulikan luhan yang tengah duduk didepannya dengan tatapan tak suka.

"bisakahh kalian berhenti memuji mereka? Mereka tak sesempurna itu" ucap luhan pelan

"aigoooo! Kyung, lihatlah betapa tampannya kai disini" teriak baekhyun tak memperdulikan luhan

"yak! Aku bicara dengan kalian" gerutu luhan

"baek, omo! Oh sehun tampan sekali!" pekik kyungsoo

"yak!" omel luhan yang diperdulikan oleh baekhyun maupun kyungsoo. Heechul melihat gerutuan luhan dari dapur hanya tertawa geli. Ia sangat tahu bagaimana luhan dan baekhyun yang cukup bertolak belakang dalam hal seperti ini.

"Lu, eomma fikir kau cukup sebal dengan mereka" ucap heechul sambil sedikit terkekeh

"bukan hanya cukup sebal, eommonim. Aku bahkan sangat sebal" gerutu luhan sambil berjalan menuju dapur

"ah, eomma fikir kau butuh jalan-jalan" ucap heechul "ini, pergilah keluar untuk menenangkan fikiranmu" ujar heechul sambil memberikan kunci mobilnya

"jinjjayo eommonim? Woah, gamsahamnida" pekik luhan senang sambil memeluk heechul

Luhan kemudian menuju kekamarnya untuk ganti pakaian. Ia mungkin akan menghibur dirinya di pinggir sungai han, sebuah taman bunga yang cukup sepi, danau buatan yang tak memiliki banyak pengunjung atau dimanapun yang membawanya kedalam sebuah ketenangan. Luhan suka akan ketenangan.

Ketika luhan pergi kekamarnya untuk berganti baju, kyungsoo dan baekhyun tiba-tiba memekik karena mereka menyadari sesuatu

"kyung, bukankah ini hari rabu? Kau ingat kedai bubble tea di hongdae yang memberi diskon minuman setiap hari rabu kan?" tanya baekhyun

"benar! Ayo kita kesana. Siapa tahu kita bisa bertemu dengan sehun, kai, chanyeol dan chen. Kau tahu kan disana termasuk salah satu kedai faforit mereka setelah kedai bubble tea di myeongdong" ujar kyungsoo

"kau benar sekali! Otak mu benar-benar pandai!" pekik baekhyun senang "kajja!" ajak baekhyun

"chakkaman, kau tidak ingat jika kedai bubble di hongdae cukup jauh jika berhenti di pemberhentian bus terakhir disana? Kita harus berjalan kurang lebih 2km, baek" kata kyungsoo mengingatkan

"bagaimana dengan taksi?" tanya baekhyun

"kau punya cukup uang untuk naik taksi?" tanya kyungsoo membalikkan pertanyaan baekhyun

"aniyo" jawab baekhyun lemah

"lagi pula di hongdae ada aturan selain mobil pribadi dilarang masuk di area penjualan, baek"

"eottokheeeeee" teriak baekhyun

Mungkin ini adalah waktu yang sangat tidak tepat untuk luhan. tapi bagi kyungsoo dan baekhyun, ini merupakan waktu yang amat sangat tepat.

"eommonim, aku pergi dulu ne" ujar luhan yang tiba-tiba turun dari tangga

Baekhyun dan kyungsoo kemudian saling melempar pandangan. Ia kemudian segera bangkit dari duduknya dan mengahadang jalan luhan. Mereka memblok jalan luhan untuk keluar dari rumah

"mwoya?" tanya luhan bingung ketika melihat kyungsoo dan baekhyu dihadapannya dengan tangan terbuka

"eonni mau kemana?" tanya baekhyun

"kesuatu tempat yang jauh dari kata exo" sindir luhan

"ah, eonni mau pergi keluar ternyata" ujar kyungsoo tersenyum kemudian bersmirk bersama baekhyun

"apa yang kalian lakukan? Kalian terlihat menakutkan" ucap luhan

"to the point saja ne eonni, eonni tolong antarkan kami ke cafe bubble tea yang ada di hongde" ujar baekhyun

"mwo? kalian fikir aku supir kalian?" pekik luhan sebal

"ayolah eonni, kebetulan kan eonni juga akan pergi" kata kyungsoo memelas

"andwee! Kenapa kalian tak naik kendaraan umum saja?" teriak luhan tak terima

" cukup jauh untuk berjalan jika kami berhenti di pemberhentian terakhir sebuah bus" ucap baekhyun

"taksi. Gunakan taksi" ujar luhan

"sama saja, selain kendaraan pribadi dilarang masuk" ujar baekhyun

"ayolah eonni, kau hanya perlu mengantarkan kami di hongdae, kemudian menurunkan kami dipemberhentian bus. Setelahnya kau boleh pergi" kata kyungsoo

"aku ingin pergi sendiri!" pekik luhan cukup frustasi

"aku akan mentraktirmu, eonni" pekik kyungsoo

"aku ingin kesana sekarang eonni, siapa tahu dewi keberuntungan berpihak pada kami dan kami bisa bertemu dengan salah satu member exo disana" ujar baekhyun

"EONNI, JAEBAAAAALL!" teriak kyungsoo dan baekhyun memelas dikedua tangannya

"bawa mereka bersamamu lu, sebelum mereka merengek lebih keras lagi" ujar heechul tiba-tiba

Luhan menatap heechul sekilas. Ia kemudian menatap kyungsoo dan baekhyun yang memohon dikedua lengannya bergantian. Luhan membuang nafasnya sebal

"baiklah" ujar luhan pasrah

Kyungsoo dan baekhyun salingg menatap tak percaya. Mereka kemudian bangkit dan memeluk tubuh ramping luhan

"eonni, gomawoyooooo" teriak kyungsoo

"eonni, jjang!" kata baekhyun tak kalah berteriak

"cepat kemobil. Aku tak mau menunggu lama" ujar luhan datar "eommonim, aku pergi" pamit luhan

Luhan kemudian berjalan mendahului baekhyun dan kyungsoo yang sedang merapikan barang-barangnya

"eomma, aku pergi" ujar baekhyun sedikit berlari untuk menyusul luhan yang telah mendahuluinya

"ahjumma, aku pamit" kata kyungsoo yang juga berlari menuju mobil

"ne,ne. Hati-hati ne" ujar heechul ketika luhan, baekhyun dan kyungsoo meninggalkan rumah

..

Mereka kini telah berada di area hongdae. Luhan menjalankan mobilnya pelan untuk melilhat lokasi bubble tea yang dimaksud baekkhyun dan kyungsoo. Luhan kemudian memarkirkan mobilnya dengan rapi didepan kedai bubble tea itu.

"apa yang membuat kalian ingin membeli bubble ini?" tanya luhan sambil memarkirkan mobilnya

"karena sehun suka minum bubble" jawab baekhyun enteng

"apa kau juga menyukai bubble?" tanya luhan

"tidak, kami tidak begitu menyukainya" timpal kyungsoo sambil terkekeh

"bahkan aku tak begitu suka dengan rasa coklat. Tapi aku membelinya agar sama dengan sehunie" ujar baekhyun

"jangan katakan bubble ini ramai juga karena fans exo yang ingin minum minuman yang mereka suka" tebak luhan malas

"eonni, jjang! Tebakanmu selalu benar" ucap kyungsoo dari kursi belakang sambil mengacungkan kedua ibujarinya untuk luhan

"apa kalian harus melakukannya?" tanya luhan sedikit heran

"melakukan apa?" tanya baekhyun bingung

"mengejar sekumpulan manusia yang menyebut diri mereka sebagai member exo?" tanya luhan acuh

"harus, karena kami mencintai exo" ujar baekhyun

"mencintai? Ck, Bahkan kalian tak saling mengenal" ucap luhan mencibir

"kami mengenal mereka" ujar baekhyun cepat

"tapi mereka tak mengenal kalian" timpal luhan

"cinta tak harus mengenal karena cinta tak harus memiliki, eonni" ujar kyungsoo

"yang penting kami mengenal mereka dengan baik" lanjut baekhyun

"sama saja palsu jika kau tak mencintai orang yang melihatmu" kata luhan menyadarkan

"kau tak mengerti dunia fangirl, eonni" lanjut baekhyun

"terserah. yang penting satu bubble gratis untukku" kata luhan mengakhiri perdebatan mereka

Mereka kemudian turun dari mobil mereka. Kyungsoo dan baekhyun lebih dulu menuruni mobil dan memasuki kedai bubble yang cukup ramai itu. Ia meninggalkan luhan yang berjalan malas dibelakang mereka.

Ketika luhan hendak memasuki kedai bubble tea itu, ia melihat mobil yang terparkir tak jauh dari mobilnya. Luhan tak cukup asing dengan mobil itu. Ia mengenali siapa pemilik mobil itu. Luhan pun tersenyum singkat.

'ternyata aku lebih pandai mengenalinya daripada para fansnya' batin luhan dalam hatinya

Luhan memasuki kedai bubble sambil memandang sekitar. Ia mencoba mencari pemilik mobil tadi. Ya, itu adalah mobil sehun. Bagaimana luhan bisa mengenalinya? Bukankah luhan telah masuk dan melihat isi gedung tempat exo tinggal? Bahkan sehun pernah menawari beberapa mobilnya untuk mengantarkan luhan pulang kan?

Ketika ia memperhatiakan sekitar kedai, akhirnya ia menemuka dimana meja sehun. Luhan tersenyum dan berjalan menuju ke meja paling ujung yang sehun tempati. Tapi kemudian baekhyun menghentikan langkahnya

"kau mau kemana eonni?" tanya baekhyun "kami akan memesan. Kau jangan meninggalkan kami disini" lanjutnya

"aniyo, hanya kekamar mandi" ujar luhan bohong

"berikan kunci mobilnya padaku, aku takut kau meninggalkanku. Aku dan kyungsoo akan duduk disebelah sana agar lebih mudah melihat orang yang masuk. Biar aku lebih cepat menemukan member exo sebelum yang lainnya" ujar baekhyun

"terserah" ujar luhan tak peduli yang kemudian memberikan kunci mobilnya ke baekhyun

Baekhyun kemudian pergi kearah balkon lantai dua. Disana dia memang akan melihat siapa saja yang akan masuk. Tapi ia tak menyadari bahwa salah satu member exo yang ia cari sudah berada dikedai ini lebih dulu daripada mereka. Sedangkan kyungsoo bertugas untuk memesan minuman mereka bertiga

'jika kalian ingin tahu, member exo yang kalian cari sudah ada disini' ujar luhan dalam hatinya

Luhan tersenyum memandang lelaki yang mengenakan masker, kacamata hitam dan topi. Posisinya cukup merunduk hingga tak banyak orang dapat mengenalinya. Tapi tidak dengan luhan, luhan cukup mengenali pria itu. Bagaimana bisa? Bukankah luhan membenci lelaki itu? Tapi mengapa luhan bisa mengenalinya dengan mudah? Entahlah

Luhan berjalan menuju meja paling ujung. Meja yang letaknya dekat dengan kaca besar yang bisa melihat sisi ramai hongdae. Luhan bersyukur karena disana masih ada satu kursi kosong disebelahnya

"permisi, bolehkan aku duduk disini? Semua tempat sudah penuh tuan" ujar luhan beralasan

Lelaki itu hanya memutar kepala sekilas dan membenarkan posisi duduknya. Kepalanya masih tetap merunduk dan tangannya masih terlipat didadanya

"aku fikir jawabannya boleh" kata luhan yang kemudian duduk disebelah sehun

Sehun hanya menggerakkan tubuhnya tak nyaman. Ia masih terus menundukkan kepalanya. Luhan tertawa geli melihat tingkah sehun, luhan yakin bahwa sehun sedang susah payah agar tak ketahuan

"ahjusshi, apa aku boleh menanyakan sesuatu?" tanya luhan

Sehun hanya menggeliat. Sehun mengenali suara gadis yang berada disebelahnya, tapi ia tak cukup yakin menunjukkan wajahnya ke gadis tersebut. Ia cukup memikirkan resiko yang ia terima jika ia salah menunjukkan wajahnya.

"ah, ahjusshi mengapa menyukai bubble rasa coklat ini? Kau sama seperti seseorang yang aku temui bulan lalu saat aku di LA. Dia sangat menyebalkan, aku rasa ahjusshi mengenalnya dengan baik. Dia mengatakan bahwa dia artis terkenal" kekeh luhan

Sehun kini yakin bahwa gadis disebelahnya adalah luhan. Sehun mengenali kekehan luhan. Sehun pun menatap luhan dengan tatapaan sulit diartikan. Ia tersenyum dan pasrah ketika luhan menemukannya

"bagaimana kau bisa menemukanku?" tanya sehun tak percaya

"cukup mudah, aku mantan detektif" ujar luhan santai

"aku tak percaya" jawab sehun

"kau harus percaya karena faktanya aku menemukanmu kan?"

"oh, baiklah. Aku akan mempercayaimu kali ini" kekeh sehun

"kau memang harus mempercayaiku" timpal luhan

Mereka berdua kemudian saling tersenyum. Sehun meminum kembali bubble teanya yang masih setengah. Luhan yanga diam dan menatap pemandangan dari luar kaca kedai bubble itu. Sehun pun mengikuti arah pandang luhan

Tapi kemudian sehun sedikit terkejut. Ia kemudian terlihat begitu panik. Luhan yang mengamati perubahan sehun, menatap sehun heran.

"ada apa?" tanya luhan

"dispatch mengikutiku lagi" bisih sehun sebal sambil mencoba menutupi tubuhnya

"jinjjayo? Bagaimana bisa mereka menemukanmu?" tanya luhan tak percaya

"mereka jelas lebih pandai darimu. Kau saja menemukanku, apalagi mereka" ujar sehun jujur

"tapi setidaknya kau lebih pandai dari para fansmu" bela luhan

"ah terserah, yang terpenting sekarang bagaimana aku bisa keluar dari sini dengan selamat. Aku dalam masa comeback, aku tak mungkin memberi mereka rumor gila. mereka terlalu haus berita" ujar sehun sebal

"apa mereka mengenali mobilmu?" ujar luhan

"tentu saja" balas sehun cepat

"kemarikan kunci mobilmu" ujar luhan

"kunci mobil? Mau kau apakan mobillku? Kau tau mobilku ini mobil sport terbaru. Harganya cukup mahal" omel sehun

"terserah jika kau ingin mati ketakutan disini. aku hanya ingin menolongmu"jawab luhan acuh "ingat, dispatch selalu mengikutimu" kata luhan mengingatkan

Sehun kemudian tersadar dengan kalimat luhan. Ia kemudian dengan pasrah memberikan kunci mobilnya sedikit tak rela ke luhan

"jangan kacaukan mobilku" ujar sehun sebelum memberikan kunci mobilnya

"jangan buat tubuhnya tergores sedikitpun" ujar sehun

"dia barang sangat berharga untukku"lanjut sehun

"kau tahu bahwa aku benar-benar merawatnya" katanya hampir memberikan kunci namun menariknya lagi dengan tak rela

"aku tak bisa membiarkan siapapun membawanya dengan sembarangan" ujar sehun

"bahkan member dan orang kepercayaan perusahaan sekalipun" katanya lagi

"kau tahu bahwa..."

"aku tahu!" kata luhan cepat memotong kalimat sehun dan mengambil kunci mobil sehun

Luhan berjalan meninggalkan sehun untuk menuju kelantai dua. Ia berniat menemui baekhyun untuk menukar kunci mobilnya. Luhan mendekati meja yang disana telihat ada baekhyun dan kyungsoo sedang menggunakan binocullar untuk mengamati siapa saja yang masuk ke kedai ini. Luhan berjalan dan kemudian duduk disalah satu kursi kosong diantara kyungsoo dan baekhyun.

"annyeong" sapa luhan sambil duduk dikursi itu

"eonni, kenapa kau lama sekali?" tanya kyungsoo

"kamar mandi sangat penuh" ujar luhan berbohong

Mungkin dewi keberuntungan juga sedang berpihak ke luhan. Saat ini baekhyun cukup teledor untuk meletakkan kunci mobilnya. Ia melihat kunci mobilnya yang tergeletak begitu saja di meja. Luhan pun segera menukar kunci mobil itu dengan kunci mobil sehun. Penukaran kunci itu berjalan mulus karena kyungsoo dan baekhyun tak menyadarinya

"sehunie eoddiga?" tanya baekhyun yang terus menggerakkan binocullarnya

"apa kalian masih menunggu sehun?" tanya luhan

"tentu saja, kami akan menunggu sehun" kata baekhyun tegas

"baiklah, kalau begitu aku pulang dulu" ujar luhan

"lalu kami bagaimaa?" ucap baekhyun panik

"tunggu kami 15 menit lagi, eonni" pinta kyungsoo

"tidak, aku cukup lelah disini" ujar luhan sedikit mengamuk yang dibuat-buat

"eonni, jaebaaal" rengek keduanya

"baiklah, aku pergi lebih dulu dari kalian. Temanku mungkin akan menjemputku sebentar lagi. Aku akan memberikan mobilnya untuk kalian bawa, tapi ingat kalian harus mengemudikannya dengan baik dan jangan pulang malam" ujar luhan kemudian

"jinjjayo? Kenapa eonni tiba-tiba baik sekali?" tanya baehyun tak percaya

"aku hanya sedang berbaik hati agar kalian tak terus merengek" ujar luhan datar

"geure, gomawo eonni" ujar kyungsoo

"eonni, jinjja gomawooo" pekik baekhyun senang

"baiklah, aku pergi. Temanku menungguku" kata luhan asal sambil seolah ia mendapatkan pesan penting dari ponselnya

"bye eonni! Hati-hati neeee" teriak baekhyun bahagia

Setelah luhan pergi, baekhyun dan kyungsoo saling menatap menyadari kebaikan hati luhan yang sangat berbeda itu. Ia tahu jika luhan sangat baik, tapi ia tak cukup baik jika menyangkut dunia fangirl mereka. Apalagi merelakan ia menumpang dan meninggalkan mobil demi mereka

"kenapa eonni tiba-tiba baik sekali?" tanya baekhyun bingung saat menatap punggung luhan yang semakin lama semakin tak terlihat

"sudahlah, kau harus bersyukur karena luhan eonni sangat baik dengan kita hari ini. Kita bisa jalan-jalan setelah ini" usul kyungsoo bahagia

"ah, kau benar!" pekik baekhyun ikut senang

Luhan yang telah menukar kunci mobil sehun dengan kunci mobilnya pun segera menghampiri sehun yang telah cukup panik menunggunya. Luhan tahu sehun sangat panik karena beberapa wartawan dispatch telah berkeliaran mencari sehun

"kajja" ajak luhan

Tanpa basa-basi luhan menarik lengan sehun untuk keluar dari kedai bubble tea yang telah dipenuhi oleh wartawan dispatch. Tidak hanya didalam kedai, bahkan diluarnya pun cukup banyak wartawan berkeliaran. Atau mungkin seluruh penjuru hongde telah dipenuhi oleh wartawan dispatch yang haus akan berita.

.

.

.

.

.

.

TBC

Kyaaaa... duh pertama author mau minta maaf bangeeeet
jangan timpukin author plisss

Maaf author telat update, sekalinya update hunhannya dikit :'(
authir telat banget update karena ospek 5 hari beruntun setelah itu author balik ke asal kota author, author anak perantauan gaeeess. Udah gitu author sakit dan laptop dipinjem adek tersayang untuk beberapa hari. Maapin author neeee, tapi author janji chap depan hunhan udah ada kemajuan dan author bakalan fast updateee. Wkwkwkwkw :D

Oh iya, maapin belum bisa bales review satu-satu. Diriku masih belum bisa lama pegang laptop:'(
Tapi makasih banget ya review, follow dan faforit. Chap depan di bales kok. thankyouuuuuuuu:*

Yang tanya kalo manggil author apa, panggil saja diriku Alra gaesss, Al aja juga boleh;))

DONT BE A SILENT READER. REVIEW JUSEYOOO \(^_^)/