SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPOS EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
"aku merasa kau seperti lilin, rusa kecil" ujar sehun sambil mengusak pelan rambut luhan
"lilin? Wae?" tanya luhan bingung
"kau memberi sinar untuk orang sekitarmu, kau memberi kehidupan untuk sekitarmu, namun kau mengorbankan dirimu sendiri untuk meleleh dan menghilang setelahnya" jelas sehun
"yak! Aku ini menusia, tak bisa meleleh" gerutu luhan
"ini hanya perumpamaan Lu" balas sehun
"sama saja, aku bahkan tak meleleh saat tubuhku terkena sinar UV, artinya..."
"baiklah! Berhenti menggerutu, suaramu sangat jelek ditelingaku saat menggerutu"
"yak!"
"diamlah! Atau..."
"atau apa?"
"atau aku akan meninggalkanmu disini sendiri" ancam sehun
"yak! Kau...ah, arraseo" kata luhan mengalah
"haha akhirnya aku menang darimu rusa kecil" kata sehun sambil menarik hidung luhan dengan tangan kanannya karena tangan kirinya masih setia memeluk luhan
"yak! Jangan bertindak seolah kita tak pernah ada masalah. Kau masih menjengkelkan dimataku" omel luhan dan mencoba melepas pelukan sehun
"ah? Masih tak menerimaku? Baiklah aku akan meninggalkanmu disini" goda sehun dan ia berpura-pura bangkit dari duduknya
"yak! Yak! Bagaimana bisa kau mempercayai omongan seseorang yang sedang marah oh sehun! Yak! Jangan berani meninggalkanku sendirian disini!" omel luhan sambil mencegah sehun pergi
Sehun terkikik ia kemudian kembali duduk dan menarik luhan dalam pelukannya kembali. Sehun memeluk luhan sambil tangan kanannya mengusak gemas surai panjang milik luhan
"makanya jangan mengatakan jika kau masih benci padaku. Akui saja jika hatimu membutuhkanku" kata sehun percaya diri
"andwe, aku masih..."
"kau ingin terus keras kepala? Oke baiklah, aku pergi dari..."
"andweee, aku hanya bercanda" potong luhan sambil mempoutkan bibirnya
Sehun kembali tersenyum dan memposisikan luhan didekapannya dengan nyaman, luhan pun menyamankan posisinya dipelukan sehun. Ini salah! Mengapa luhan dan sehun menjadi seperti ini dengan waktu dekat? Tidak! Mereka merasakan sensasi berbeda pada saat seperti ini, seperti sensasi kenyamanan.
"katakan jika kau membutuhkanku, Lu. Aku bersamammu" ujar sehun tiba-tiba
"eoh...gomawo" jawab luhan dan kemudian memejamkan matanya
Sesuatu menghinggapi pikiran luhan saat ini. ini terlalu cepat untuknya percaya pada cepat untuknya untuk membuka kembali hatinya yang telah lama ia bentengi. Tapi dengan lelaki berkulit putih ini luhan merasakan hatinya jatuh kedalamnya, seolah ia terjatuh cukup dalam dan sangat sulit untuk kembali.
'ini terlalu cepat, ini sangat salah karena aku dulu membencimu. Tapi dengan cepat aku mempercayaimu, sehun-ah. Sekarang aku percaya padamu. Jangan tinggalkan aku seperti mereka, jangan kecewakan aku' kata luhan dalam hati
Entah mengapa kini sehun dan luhan merasakan kenyamanan satu sama lain. Bahkan sehun dan luhan menjadi diri mereka masing-masing saat mereka bertemu. Sehun juga telah mengetahui sisi rapuh dari sosok luhan, begitu juga dengan sebaliknya
Namun sayang sekali, mereka berdua masih belum menyadari bahwa telah tumbuh benih-benih cinta diantara mereka. Mereka menganggap bahwa mereka hanya merasa nyaman satu sama lain tanpa menyadari perasaan cinta mereka. Pada dasarnya mereka berdua bisa dikatakan bahwa mereka cukup bodoh untuk menyadari perasaan mereka itu.
"sehun-ah" panggil luhan tiba-tiba
Ia kemudian melepaskan diri dari pelukan sehun untuk memandang sehun. Sehun hanya mengangkat alisnya bingung ketika luhan tiba-tiba memanggilnya
"ada apa?" tanya sehun membalas tatapan mata rusa itu
"mengapa kau menjadi dirimu sendiri saat bersamaku?" tanya luhan tak beralasan
Sehun menatap luhan dalam. Kemudian ia tersenyum singkat sebelum ia melemparkan pandangan jauh ke sisi danau dihadapannya
"entahlah, kau berbeda dari yang lain. Kau tak melihatku dari sudut kesempurnaanku. Dan menurutku kau unik sejak kita pertama kali bertemu" ujar sehun
"tapi kau memang tak sempurna kan? Didunia ini semua orang pasti memiliki kekurangan. Tapi semua menganggapmu sempurna, bahkan saudara perempuanku selalu meneriakki kesempurnaanmu" kata luhan mencibir
"memang seperti itu kehidupan penggemarku" kekeh sehun "sekarang aku tanya, mengapa kau mempercayakan dirimu padaku? Kau menunjukkan sisi rapuhmu padaku" tanya sehun
"em, mungkin karena aku fikir kita sama-sama memiliki kekurangan. Pada akhirnya kita akan saling menguatkan karena kita sahabat kan? Aku percaya padamu sehun-ah. Entahlah, hatiku berkata seperti itu" ujar luhan tulus "apa menurutmu kita terlalu cepat untuk semua ini?" tanya luhan kemudian
"maksudmu?" sehun tak mengerti
"maksudku seperti ini, kita awalnya bertengkar namun dengan hitungan detik kita berbaikan dan bahkan salinng terbuka seperti ini. tidakkah ini terlalu cepat?" tanya luhan
"tidak ada yang tau kapan semua ini akan terjadi kan? Cepat atau lambat kita nikmati saja. Lagi pula aku tak masalah menjalani ini semua meskipun ini terlalu cepat" jawab sehun jujur "atau kau masih ingin bertengkar denganku?" tanya sehun
"aniyo, aku sudah lelah bertengkar denganmu" jawab luhan cepat sambil menggelengkan kepalanya imut
"berarti kau sudah tak membenciku?" tanya sehun
"benci? Aku tak benci padamu. Tapi aku sebal padamu" kata luhan membenarkan
"wae? Mengapa kau masih sebal padaku? Kita sahabat bukan?" tanya sehun tak terima
"karena kau menyebalkan. Dan bukan berarti jika kita sahabat, aku tak bisa membencimu" kata luhan sambil mengacungkan telunjuknya didepan hidung sehun
"ey, kau seperti mengancamku" elak sehun
"aku memang mengancammu, oh sehun" ucap luhan tegas
"mengancam? Kau mengancam eoh?" tanya sehun sambil menggelitiki tubuh luhan
Tubuh luhan sangat sensitif untuk semua jenis sentuhan yang tiba-tiba. Ia merasakan geli yang amat sangat saat sehun menggelitikinya. Luhan hanya mampu mengelak dari serangan sehun, tapi sehun terus menyerangnya
"kkeumanhae" pinta luhan untuk berhenti
"kau masih mengancamku?" tanya sehun yang masih menggelitiki tubuh luhan
"ani...aniyo...keummanhae...jaebal" pinta luhan
Sehun pun akhirnya menjauhkan tangannya dari tubuh luhan. Ia tertawa geli saat melihat wajah luhan yang merah karena menahan geli
"apa begitu geli?" tanya sehun penasaran
"dengarkan aku, aku cukup sensitif untuk segala jenis sentuhan yang ada ditubuhku" ujar luhan "apalagi sentuhan dari seorang pria" lanjutnya
"ah baiklah. Aku akan lebih sering menyentuhmu kalau begitu" kata sehun tegas
"yak! Pervert!" omel luhan
"aku tak pervert, lu" kekeh sehun
"kau mesum! Pervert! Yadong!" pekik luhan
"lu, dari ketiga kata itu memiliki arti yang sama jika kau ingin tahu" ujar sehun mengingatkan
"aku tau, dan itu ada pada otakmu!" tunjuk luhan pada sehun
"ah, baiklah. Maafkan aku" kekeh sehun "ayo pulang, hari mulai gelap. Aku fikir temperaturnya mulai sudah turun" ajak sehun
"kajja!" pekik luhan dan kemudian berjalan mendahului sehun
(**)
Kyungsoo dan baekhyun sudah enam jam duduk di kedai bubble itu. Namun mereka sama sekali tak menemukan adanya member exo yang akan mampir kesana. Setelah lama menunggu akhirnya mereka pun merasakan lelah dan bosan
"mungkin memang hari ini member exo tak ada yang kemari, baek" kata kyungsoo putus asa
"aku fikir juga begitu, kyung. Aku mulai lelah duduk disini sepanjang hari" ujar baekhyun
"kita sudah hampir enam jam lebih duduk disini, baek" ujar kyungsoo mengingatkan
"ayo kita pulang sekarang, aku benar-benar lelah. Aku juga harus mengupdate fanfiction yang aku baca, mungkin para author sedang mengupdate , Dewi keberuntungan belum memihak kekita hari ini" kata baekhyun yang kemudian berdiri dan menyambar kunci mobilnya
Baekhyun menuruni tangga bersama kyungsoo berdampingan. Baekhyun mengamati kunci mobil yang ia pegang. Ia merasa kunci mobilnya berbeda dari yang ia bawa saat memasuki kedai ini
"kyung, benarkah ini kunci kita?" tanya baekhyun tak yakin
"tentu saja iya, memangnya kunci siapa lagi?" tanya kyungsoo
"tapi ini seperti bukan milik kita" kata baekhyun
"sudahlah ayo cepat. Aku ingin segera pulang" kata kyungsoo sambil menarik baekhyun
Baekhyun dan kyungsoo pun berjalan menuju ke parkir mobil. Tapi kemudian ia menyadari bahwa mobil yang mereka bawa saat berangkat kemari tak ada. Baekhyun dan kyungsoo pun cukup panik menyadari mobil mereka tak ada. Baekhyun terun menekan tombol lock-unlock untuk mencari mobil dari kunci yang ia pegang
Sampai kemudian ia menemukan mobil sport berwarna putih yang terparkir begitu elegant di sebrang kedai bubble. Kyungsoo dan baekhyun saling menatap. Mereka kemudian berjalan mendekati mobil itu dan memasuki mobil tersebut. Baekhyun duduk dibalik kemudi dan kyungsoo disampingnya
"mobil siapa ini, baek?" tanya kyungsoo panik
"entahlah, mobil ini mewah sekali. Daebak!" ujar baekhyun berbinar-binar
"kita harus mengembalikan mobil ini kepemiliknya sebelum kita dituduh pencuri" kata kyungsoo panik
"baiklah-baiklah, ayo cari identitas pemilik mobil ini. Apa saja yang menunjukkan kepemilikan oleh mobil ini" kata baekhyun menyarankan
Kyungsoo dan baekhyun mencari-cari identitas kepemilikan mobil ini. Kemudian kyungsoo tak sengaja menemukan kartu kepemilikan mobil mewah tersebut di bawah tombol ac mobil. Baekhyun dan kyungsoo saling melempar pandangan tak percaya
"KYAAAAA!" teriak baekhyun dan kyungsoo bersamaan
"mwoya mwoya? Igeo mwoya?" pekik baekhyun tak percaya
"mwoya? Ini milih oh sehun? Oh sehun exo? Jinjja sehun exo?" pekik kyungsoo tak kalah terkejut
"lihat! Fotonya memang sehun! Omo! Dewi keberuntungan sangat berpihak pada kita kyung!" teriak baekhyun bahagia
"woah! Kita tak rugi menunggu selama enam jam lebih disana" kata kyungsoo senang
"tapi bagaimana bisa kuncinya bersama kita? Apa mungkin luhan eonni menukarnya?" tanya baekhyun tiba-tiba
"fikirkan itu nanti, kita harus segera mengembalikannya ke sehun" timpal kyungsoo
"bagaimana caranya? Kita tak tahu dimana alamat dia tinggal"
"ini, disini ada alamat sehun, aku fikir kita bisa kemari untuk menyerahkan mobil ini" kata kyungsoo sambil menunjukan sebuah alamat yang tertera disana
"apa ini dorm? Atau apartemen pribadi sehun?" tanya baekhyun
"entahlah, yang penting ayo kita kesana sekarang" ujar kyungsoo
"kajjaaaa!" kata baekhyun bahagia
Baekhyun dan kyungsoo kini melaju ke alamat yang tertera di kartu tersebut. Setelah beberapa menit perlajanan mereka sampai kesebuah bangunan mewah yang tak jauh dari gedung SM, baekhyun dan yakin bahwa bangunan tersebut adalah tempat tinggal member exo.
Baekhyun dan kyungsoo dengan mudah memasuki area parkir yang selama ini dijaga ketat oleh para bodyguard. Mereka tak menyadari bahwa yang mengendarai mobil sehun bukan sehun, jadi baekhyun dan kyungsoo cukup mudah melewatinya
Bangunan mewah 3 lantai itu cukup terkenal di kalangan penggemar exo. Tapi merek atak benar-benar tahu letak gedung ini, mereka hanya melihatnya dimedia sosial yang diuplad oleh para fansite terkenal untuk memperkirakan letak tinggal member exo.
Di tempat ini lah para member exo menghabiskan banyak waktu mereka. Karena didalam bangunan ini terdapat studio rekaman, ruang latihan dance dan segala sesuatu yang berhubungan dengan entertaiment. Termasuk tempat member exo tidur
Kyungsoo dan baekhyun menaiki tangga untuk menuju rumah utama. Sebenarnya lantai pertama berada diruang bawah tanah, yang merupakan tempat parkir mobil-mobil mewah anggota exo. Dilanti kedua yang merupakan rumah utama terdapat ruang tamu, ruang berkumpul, tempat latihan dance,studio rekaman, dapur, kamar mandi dan halaman yang cukup luas. Dan dilantai ketiga terdapat ruang berkumpul, ruang televisi dan kamar setiap member yang didalamnya juga terdapat kamarmandi pribadi mereka.
Disana kyungsoo melihat chanyeol dan kai yang sedang memainkan game didepan layar televisi. Mereka terlalu asik bermain hingga tak menyadari ada kyungsoo dan baekhyun dibelakang mereka
"annyeong, chanyeol-ah" kata baekhyun gugup
Chanyeol dan kai kemudian menoleh kesumber suara saat menyadari suara gadis yang cukup asing menyapa telinga mereka. Mereka kemudian terkejut melihat ada baekhyun telah berdiri disana
"baekhyun? Apa yang kau lakukan disini?" pekik chanyeol kaget
"ini" kata baekhyun sambil menunjukkan kunci mobil sehun
"kunci mobil? Ada apa dengan kunci mobil itu?" tanya chanyeol bingung
"yak! Babo-ya,itu kunci mobil sehun!" pekik kai mengingatkan
"mwo? bagaimana bisa ada denganmu?" tanya chanyeol
"aku sendiri tak nyakin mengapa ini bisa bersamaku?" kata baekhyun
"chakkaman, dia ini siapa?" tanya kai bingung
Chanyeol kemudian menghembuskan nafasnya dan melirik malas kai. Yang benar saja kai tak tau siapa baekhyun dan kyungsoo, kai belum pernah bertemu dengan mereka sebelumnya. Dan chanyeol juga tak tahu siapa gadis yang sedang baekhyun bawa saat ini
"ada apa ini? Kenapa aku mendengar suara seorang gadis?" tanya suho dari lantai atas
"suaranya cukup asing" kata chen yang kemudian menuruni tangga diikuti kris
"siapa mereka?" tanya kris
Kini kris, chen dan suho juga sudah berada di bawah berhadapan dengan baekhyun dan kyungsoo. Mereka menatap kedua gadis itu bergantian. Baekhyun yang tampak begitu santai berbeda dengan kyungsoo yang tampak begitu ketakutan.
"baek, kenalkan dirimu bersama dengan temanmu itu" perintah chanyeol
"woah! Daebak! Aku berdiri didepan para member exo!" pekik baekhyun senang "annyeong haseyo, byun baekhyun imnida. Mahasiswi seoul university of art berumur 22 tahun. Aku ini seorang exo-l. Aku mengikuti banyak kegiatan kalian karena aku mengupdatenya setiap hari" pekik baekhyun bersemangat
"lalu bagaimana denganmu?" tanya kai pada kyungsoo
Kyungsoo hanya semakin membulatkan matanya. Ia cukup gugup saat kai menanyakan tentang dirinya. Baekhyun pun menyenggol lengan kyungsoo agar ia mau berbicara
"ann...annyeong...ha..seyo.. do..kyungsoo..im..nida" kata kyungsoo gugup
"mworago?" tanya chen
"namanya do kyungsoo, kyungsoo ini seorang exo-l juga. Mungkin ia sangat gugup karena ia sangat mecintai kai. Dan sekarang kai menatapnya, itu membuatnya meleleh. Dia bahkan sering diam tanpa kata padahal hanya menatap poster kai yang menatapnya. Dia cukup pemalu" kata baekhyun membongkar rahasia kyungsoo tanpa basa-basi dan kyungsoo hanya mencubit pelan lengan kyungsoo
"sebenarnya mereka ini siapa?" tanya suho
"baekhyun adalah suadara perempuan luhan. Kau ingat luhan yang tak mengenal kita saat dipesawat waktu itu. Gadis yang duduk disebelah sehun dan tak mengenal kita sama sekali" kata chanyeol mengingatkan pada kejadian tersebut
"ah, gadis itu? Lalu mengapa kalian kemari?" tanya chen
"mengembalikan kunci mobil milik sehun" jawab baekhyun
"mwo? kunci mobil? Bagaimana bisa?" tanya suho
"entahlah, kami juga tak tahu" jawab baekhyun
"aku rasa sehun tak kemari malam ini, ia akan tidur diapartemen barunya" ucap kris
"apartemen baru?" pekik kyungsoo dan baekhyun bersamaan
"iya, sehun telah memberi apartemen baru yang tak diketahui juga dengan kami" jelas kai
"ahhhh" kata mereka berdua sambil mengangguk mengerti
"terima kasih telah mengembalikan mobil sehun. Aku mohon jangan sebarkan kabar apapun dimedia sosial tentang kejadian ini, termasuk alamat lengkap gedung ini" pinta kris
"baiklah, kami tak akan menyebarkannya" kata baekhyun mensetujui "tapi dengan satu syarat" ujar baekhyun
"mwo?!" pekik kai, chen dan chanyeol bersamaan
"tolong beri aku ID line, ID kakao talk, nomor telepon atau apapun agar aku bisa menghubungi kalian. Aku berani jamin itu tak akan menyebar ke kalangan penggemar dan aku janji aku tak akan menspam kalian" ujar baekhyun meminta "dan satu lagi, bolehkan aku berfoto dengan kalian?" pinta baekhyun tak tahu malu
Member exo hanya saling melempar pandangan heran dan tak percaya. Mereka tampak merundingkan permintaan baekhyun. Mereka ingin langsung menolak permintaan baekhyun, tapi dengan wajah memelas dan meminta, akhirnya member exo mempertimbangkan dengan bijak permintaan baekhyun
"apa kau janji tak akan menyebarkannya?" tanya suho
"janjji" kata baekhyun mantap
"no spamming. Kau tahu kita sibuk kan?" ujar chanyeol
"aku tahu" jawab baekhyun cepat "tapi memberi pesan kalian di akhir pekan atau saat jadwal kalian kosong tak apa kan?" tanya baekhyun
"bagaimana kau bisa tahu jadwal kami kosong?" tanya chen
"hanya menebak? Ah, tidak! Aku akan mengupdatenya" jawab baekhyun bersemangat
"terserah, asal kau benar-benar bisa memegang kalimatmu" kata kai kemudian
"aku janjji! Kalian bisa pegang ucapanku" kata baekhyun cepat
"kajja, catat nomor telefon kami" kata kris sambil menyodorkan ponselnya
Kris memang yang memberi saran agar membagi nomor telefon mereka untuk kyungsoo dan baekhyun. Kris merasa bahwa mereka akan sedikit banyak membantu nantinya. Entahlah, kris sendiri juga tak yakin tapi kris cukup yakin bahwa kedua gadis ini adalah gadis yang baik.
Ketika baekhyun sedang sibuk meminta nomor telefon, ID line dan bahkan selca bersama untuk kesekian kalinya, kyungsoo hanya diam dan memperhatikan layar ponselnya yang berwarna hitam itu.
Sedari tadi ia telah mendapatkan semua selca bersama member dan nomor ponsel mereka. Namun belum untuk kai. Ia tak memililki keberanian untuk mendekati kai. Kai menyadari tubuh kyungsoo yang membelakangi mereka kemudian tersenyum dan menghampiri kyungsoo.
"apa kau membenciku?" tanya kai tiba-tiba saat ia berada disebelah kyungso
"n-ne?" kata kyungsoo bingung
"kau bahkan tak meminta selca dan nomor ponselku. Kau membenciku?" tanya kai
"ah, ani...aniyo, aku tak membencimu" kata kyungsoo gugup
"lalu mengapa kau tak meminta nomor ponselku atau berfoto denganku?" tanya kai lagi
"aku...aku... gugup" kata kyungsoo gugup
Kai tersenyum menyadari kyungsoo yang begitu jujur dihadapannya. Ia secara terang-terangan mengatakan bahwa ia gugup. Kai kemudian mengusak pelan rambut kyungsoo sebelum mengambil ponselnya dan mengetikkan nomornya disana
"ayo berfoto" ujar kai saat setelah menyimpan nomornya di ponsel kyungsoo
"n-ne?" tanya kyungsoo linglung
Kai tanpa berfikir panjang menari kyungsoo mendekat. Ia berada dibelakang kyungsoo, dan kyungsoo berada didepannya. Ia kemudian berpose dan menekan tombol foto agar foto mereka dirtangkap oleh kamera ponsel kyungsoo
"ayo tersenyum" kata kai pada kyungsoo
Kai menyadari bagaimana kakunya expresi kyungsoo saat ini, ia kemudian menarik pipi kyungsoo agar ia tersenyum dengan leluasa. Kai juga memainkan rambut kyungsoo dan juga menggelitik kyungsoo agar ia tersenyum lepas. Setelah tersenyum lepas barulah foto mereka benar-benar sangat bagus disana.
"aku akan menghubungimu segera. Jangan ganti namaku disana" ujar kai sambil mengembalikan ponsel kyungsoo
"gomawo" ujar kyungsoo
"cheonma" jawab kai tersenyum manis sambil mengusak rambut kyungsoo
"kyungsoo! Kajja! Eomma menelfon, kita harus pulang!" pekik baekhyun tiba-tiba
"perlu aku antar?" tanya chanyeol
"aniyo, kami naik taksi saja" kata baekhyun cepat
"benar tak apa? Ini sudah malam, baek" kata chanyeol sedikit khawatir
"gwenchana, kalian istirahat saja. Terimakasih banyak" pekik baekhyun sambil menarik kyungsoo keluar dari gedun itu
"kabari kami jika kalian telah sampai dirumah" teriak kris
"arraseo, gomawoyo oppa" pekik baekhyun sebelum benar-benar pergi meninggalkan gedung tempat exo tinggal
(**)
"kau ingin ku antar pulang kerumahmu?" tanya sehun yang kini telah melajukan mobilnya meninggalkan danau untuk kembali ke seoul
"molla" kata luhan lemah
"wae?" tanya sehun
"entahlah, aku sedang tak ingin pulang. tapi jika kau ingin pulang, aku akan mengantarkanmu" jawab luhan sambil tersenyum singkat
"eyy, kau fikir aku ini lelaki macam apa yang membiarkan seorang wanita pergi sendirian malam-malam begini?" kata sehun "aku akan menemanimu" lanjutnya
"jinjja? Kenapa kau tiba-tiba baik kepadaku?" tanya luhan tak percaya dan menatap sehun curiga
"kita teman kan?" elak sehun untuk menghindari tatapan curiga dari luhan
"ah, geure" jawab luhan sambil mengangguk
"kau mau kemana?" tanya sehun
"molla" jawab luhan sambil melempar pandangan keluar jendela mobil
"kau ini bagaimana? Ingin pergi tapi tak tau mau kemana" gerutu sehun
"aku emang tak tahu ingin pergi kemana" jawab luhan datar
"kau mau ke apartemenku?" tawar sehun kemudian
"ne?" pekik luhan terkejut
"ya, keapartemenku" jawab sehun kemudian luhan hanya menatapnya curiga
"kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya sehun yang menyadari tatapan aneh dari luhan
"kau tak sedang merencanakan sesuatu untuk menjebakku kan?" tanya luhan dengan tatapan mengintimidasi
"mwoya? Tidak! Aku tidak merencanakan apapun. Kau bisa percaya padaku" kata sehun tegas
"jinjja?" tanya luhan yang masih tak percaya
"bunuh aku jika aku tak menepati kalimatku" ujar sehun
"baiklah, aku mau asal kejadian saat dikamarku tak terulang diapartemenmu" kata luhan
"kamarmu?" kata sehun sambil mengingat kejadian itu "ah, aku tak akan melakukannya. Tenang saja" jawab sehun tegas "asal kau juga tak memancingku" lanjutnya
"yak! Oh sehun!" pekik luhan
"arraseo,arraseo" kekeh sehun "bagaimana? Mau tidak? Mumpung apartemenku sudah mulai dekat dari sini" ujar sehun
"terserah" jawab luhan datar
"akurasa jawabannya iya" sehun menyimpulkan sendiri kalimat luhan
Luhan hanya diam dan menuruti sehun. Entah mengapa ia cukup percaya pada sehun. Banyak hal yang terjadi hari ini, dan membuat luhan malas untuk kembali kerumah. Ia belum siap ertemu dengan heechul, hangeng maupun baekhyun. Ia pun tak tahu harus kemana untuk pergi, mungkin itu alasan mengapa luhan menerima tawaran menginap di apartemen sehun.
Sehun melajukan mobilnya menuju kedaerah pinggir kota seoul. Kemarin memang sehun membeli apartemen mewah di pinggir kota seoul. Ia membeli apartemen itu agar sedikit terhindar dari kepadatan seoul tapi juga memudahkannya untuk bekerja di seoul.
Setelah 25 menit perjanan, akhirnya mereka sampai di apartemen sehun. Sehun dan luhan langsung menuju lift dan menekan tombol 12. Bangunan 15 lantai itu memang cukup megah, bisa ditebak jika harganya ribuan won karena ini benar-benar apartemen mewah.
Kini sehun telah sampai didepan pintu apartemennya. Ia kemudian mengambil ponselnya untuk mencari tahu 6 digit pin kamar apartemennya. Jujur saja jika sehun baru membelinya kemarin dan belum sempat mengecek ulang apartemennya, apalagi mengganti pinnya. Ini adalah pertama kalinya ia kemari.
"kau tak ingat pin apartemenmu sendiri?" tanya luhan yang melihat sehun mencari kode pin apartemennya
"aku baru membelinya kemarin, dan pinnya masih asli" ujar sehun jujur
Sehun kemudian menekan 6 digit pin apartemennya. Beberapa detik kemudian pintu itu terbuka diikuti dengan bunyi klik!
"aku rasa kau harus segera mengganti pinmu agar apartemenmu aman" usul luhan
"ah, kau benar. Tapi diganti angka berapa?" tanya sehun
"angka sangat banyak. Mengapa kau bingung memilih angka" gerutu luhan
"aku tak mungkin mengganti dengan sembarang angka bukan? Yang ada nanti aku melupakan kode pinku sendiri" bela sehun
"argh!" erang luhan sedikit frustasi dengan sehun "kau bisa menggantinya dengan tanggal lahirmu, tanggal debutmu, tanggal kau menemukan cinta pertamamu, atau nomor faforitmu" usul luhan datar
"ah benar. Tanggal lahir" ucap sehun bersemangat "chakkaman, berapa tanggal lahirmu Lu?" tanya sehun
"wae? Kenapa kau malah menanyakan tanggal lahirku?" tanya luhan curiga
"tak apa, aku kan sahabatku bukan? Dan kau merupakan tamu pertama diapartemenku" ujar sehun
"hhhhh, 20" jawab luhan malas
"bulan lahirmu?" tanya sehun
"mwo?" pekik luhan
"ayo katakan" pinta sehun memaksa
"april" jawab luhan singkat
"tahun lahirmu?" tanyanya lagi
"kau ini seorang sensus penduduk atau ingin mengganti pin sih?" omel luhan
"aniyo, ayolah katakan" ujar sehun meminta
"1990" jawab luhan datar
"20 april 1990? Chakkaman, april? Woah, kau memiliki bulan lahir yang sama denganku" pekik sehun
"terserah, cepat ganti pinnya. Kita sudah hampir satu jam berdiri disini" gerutu luhan
"chakkaman, aku ingin membentuk pin antara tanggal lahirmu denganku" jawab sehun
Luhan hanya memutar kedua bola matanya malas. Setelah beberapa menit sehun menyusun pinnya. Ia membuka pintunya dan mempersilahkan luhan untuk masuk
Luhan melangkahkan kakinya memasuki apartemen mewah itu. Kemudian matanya membulat saat melihat isi apartemen sehun
"ASTAGA OH SEHUN!" pekik luhan saat melihat isi apartemen sehun
.
.
.
.
.
.
TBC
Oke maaf karena telat update(lagi) dan sekalinya update hunhannya rese karena momentnya dikit
tapi percayaah chapter depan akan tebus dosa kooook
Yatau sendiri kan mereka bakalseapartemen *smirk
makasih faforit, follow dan reviewnyaaa. Lope lope diudara pokoknya. MUAAACH :*:*
Reviewnya ditunggu yaaaa, review kalian menentukan nasib hunhan moment chap depan dan nentuin updatenya fast atau enggak . Wkwk
DONT BE A SILENT READERS. REVIEW JUSEYO \(^.^)/
