SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPOS EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

"mengapa aku harus memakai ini?" tanya luhan saat sehun selesai mengikat hoodienya dipinggang luhan

"kau akan membutuhkannya. Kau menggunakan hotpats dan kaos putih kebesaran seperti ini. Setidaknya hoodie ini mempercantik tubuhmu. Mungkin juga akan membantu jika udara tiba-tiba panas atau dingin dan kau alargi terhadapnya" kata sehun tak masuk akal

"aku tak memiliki alergi seperti itu" jawab luhan sambil memutar bola matanya malas

"siapa tahu kan sayang?" kata sehun sambil menghendikkan bahunya yang kemudian menarik luhan keluar apartemen

Luhan berhenti seketika ketika ia mendengar sehun memanggilnya sayang. Tubuhnya menegang dengan panggilan baru itu. Ada perasaan menggelitik dan pipinya tiba-tiba terasa terbakar. Ia senang dengan panggilan itu, tapi ia juga malu dengan panggilan itu

"wae? Kau terkejut karena aku memanggilmu sayang? Kita pasangan kekasih Lu"

"ani, hanya saja aku merasa pipiku terbakar" ujar luhan polos

"aigooo, nae lulu neomu kyeopta" ujar sehun sambil mengusak rambut luhan gemas

"chakkaman, tapi mengapa aku juga harus memakai topi, masker dan kacamata seperti ini. Aku tampak seperti buronan" gerutu luhan yang kembali menyadari topik awal mereka

"kau akan membutuhkannya" balas sehun datar sambil berjalan menuju lift

"tapi membutuhkan untuk apa? Aku bukan artis sepertimu" kata luhan yang mengikuti sehun memasuki lift "dan kau berhenti berkata 'kau akan membutuhkannya'" lanjut luhan mencibir sehun

"kau akan pulang kan?" tanya sehun lembut dan luhan hanya mengangguk

"tapi sebelum kau pulang, aku akan mengajakmu berkencan" kata sehun sambil mengerlingkan matanya keluhan sebelum menekan tombol lift untuk kelantai dasar

"MWORAGO? Kencan? Kau gila?!" pekik luhan

"yak! Jangan berteriak!" omel sehun sambil membekap mulut luhan

"kau bilang kencan? Kau gila? bagaimana jika aku dibunuh fansmu! Aku tak mau!" omel luhan sambil melepas tangan sehun yang membekapnya

"makanya kau jangan berteriak. Kita harus tetap aman" lanjutnya membenarkan

"ini alasannya mengapa aku menggunakan semua ini?" tanya luhan sebal

"aku akan mengajakmu ketempat yang cukup ramai. Aku takut jika tiba-tiba ada dispatch yang menemukan kita. Aku tak ingin kau dalam masalah dan mereka mengejarmu" jelas sehun

"baiklah, aku menerima alasanmu" kata luhan datar

"aku tak beralasan" kata sehun tak terima

"terserah! ingat, jangan macam-macam denganku!" kata luhan mengancam

"arraseo" jawab sehun datar

..

Beberapa hari setelah kejadian bertukar nomor dengan member exo, kini baekhyun dan kyungsoo cukup dekat dengan mereka. Sesekali mereka saling bercakap melalui via telefon. Tapi kedekatan mereka membawa sebuah kabar mengejutkan untuk baekhyun dan kyungsoo

Ternyata selain kris ada member lain yang tengah menjalin hubungan. Seperti chen dan suho. Mereka berdua awalnya terkejut dan kecewa namun semakin lama mereka mengikhlaskannya. Mereka mencoba menjadi seorang penggemar yang mendukung semua yang idola mereka lakukan.

Karena masalah tersebut, kyungsoo dan baekhyun menjadi begitu sangat dekat dengan kai dan chanyeol. Baekhyun yang dulu menganggap chanyeol menyebalkan kini cukup berkurang. Meski memang baekhyun sering sebal dengan sikap jail chanyeol

Sedangkan kyungsoo yang dulunya sangat canggung dengan kai, kini cukup akrab dengan kai. Mereka bahkan bercerita satu sama lain. Disisi lain, kyungsoo dapat melihat sifat kai yang romantis. Biasanya ia melihat kai yang romantis hanya di sebuah fanfiction. Sekarang ia dapat merasakanya, meskipun jarang

"kyung, apa kai menghubungimu?" tanya baekhyun menghampiri kyungsoo yang sedang duduk dibalkon kamarnya

"aniyo, aku fikir dia sibuk. Apa chanyeol juga tak menghubungimu?" tanya kyungsoo

"tidak, aku fikir mereka sibuk" jawab baekhyun

"mungkin mereka akan mempersiapkan comeback" tebak kyungsoo

"sepertinya begitu" jawab baekhyun pelan

"baek, kau pernah merasa jika tuhan sangat baik dengan kita?" tanya kyungsoo

"maksudmu?"

"kau tau jika kita menjadi sangat dekat dengan member exo. Untuk bertemu mereka saja cukup mustahil dan sekarang kita malah sangat dekat dengan mereka" lanjut kyungsoo

"aku fikir ini ada hubungannya dengan luhan eonni. Jika saja ia tak membenci exo mungkin tak akan menjadi seperti ini, untung saa eonni membenci exo dan selalu membuat masalah dengan sehun" kekeh baekhyun

"apa kau fikir sekarang luhan eonni sedang bersama sehun?" tanya kyungsoo

"mana mungkin? Kau tahu sendiri sehun sangat tertutup kan? Dan luhan eonni sangat membenci sehun. Lagi pula kemarin luhan eonni mengatakan jika ia bersama dengan temannya" kata baekhyun

"tapi mengapa kunci mobil sehun bisa bersama kita kemarin?" tanya kyungsoo berfikir

"mungkin kemarin saat dikamar mandi eonni bertemu dengan sehun. Lalu fans mengejarnya atau wartawan? Atau mungkin eonni memang menginginkan mobil jelek eomma ditukar dengan mobil mewah sehun" kekeh baekhyun

"baek, aku serius" kata kyungsoo datar

"entahlah, yang pasti sehun tak akan pernah ada hubungannya dengan luhan eonni. Kau tau sendiri jika kemari kris oppa mengatakan sehun ke apartemennya kan? Bahkan mereka tak tahu dimana apartemen sehun" ujar baekhyun

"ah, kau benar juga" ujar kyungsoo mengangguk

"baek, aku ingin bercerita kepadamu" kata kyungsoo kemudian

"mwo?"

"tapi kau jangan terkejut" pinta kyungsoo

"arraseo, cepat katakan" lanjut baekhyun

"kai akan mengajakku pergi akhir pekan ini" kata kyungsoo malu-malu

"MWORAGO?! Ya! Daebak! Kyungsoo ya! Kau fangirl paling beruntung didunia!" pekik baekhyun

"entahlah, aku hanya ingin berterimakasih kepada luhan eonni yang membawa kita lebih dekat dengan mereka" kata kyungsoo sambil terseyum

"ah! Andai yang mengajakku juga biasku" kata baekhyun menggerutu

"memangnya kau diajak siapa?" tanya kyungsoo

"chanyeol. Ah, andai saja sehun yang mengajakku" kata baekhyun sedikit kecewa

"YAK! NEO JINJJA BABO-YA? Kau tau diluar sana sangat ingin berkencan dengan member exo terutama chanyeol! Aku pernah membaca artikel jika chanyeol adalah karakter pria sangat romantis jika berkencan. Bahkan paling romantis dibanding dengan member lainnya" pekik kyungsoo

"tetap saja, biasku bukan chanyeol, kyung" kata baekhyun malas

"kau seharusnya bersyukur. Terima saja chanyeol. Kau tau dia sangat tampan dan juga romantis kan. Jalani saja, kau pasti akan melupakan sehun jika bersamanya" kata kyungsoo menyarankan

"justru itu, aku takut jika biasku berubah menjadi dia ketika aku tau sisi romantisnya. Lalu bagaimana dengan sehunie ku" rengek baekhyun

"aku berani menjamin jika kau akan mengganti bias setelah kau berkencan dengan chanyeol" kata kyungsoo yakin

"mengapa kau seyakin itu?" tanya baekhyun sinis

"siapapun pasti seperti itu baek. Andai aku diajak chanyeol, mungkin aku akan kecewa diawal dan bahagia diakhir. Di akhir kata aku akan mengatakan biasku bukan lagi kai tapi chanyeol" jelas baekhyun

"eottokeee" rengek baekhyun

"jalani saja dengan chanyeol. Lagi pula sehun memiliki banyak fans jika kau berganti bias ke chanyeol" kekeh kyungsoo

"andweee, aku tidak bisa mengkhianati sehunie" rengek baekhyun

"jangan berlebihan baek" kata kyungsoo datar yang cukup malas menghadapi rengekan baekhyun yang cukup berlebihan menurutnya

"kyungsoo-yah, kenapa kau jahat sekali" omel baekhyun

"diamlah baek, aku perlu memaca fanfiction baru ini, authornya sedang update. Kau tau ini cerita yang paling aku tunggu" kata kyungsoo yang memfokuskan matanya pada layar ponselnya dan membiarkan baekhyun yang sedang cemberut

..

Kini luhan dan sehun telah sampai di sebuah taman bermain. Luhan dan sehun langsung masuk dan menjajaki semua permainan yang disediakan disana. Mereka berdua sama-sama tertawa lepas.

Hampir semua permainan mereka coba, hinga titik terakhir mereka merasakan lelah. Terutama luhan yang sangat lelah dan cukup gerah dengan kacamata dan masker yang ia gunakan. Ia tak masalah dengan topi yang ia bawa, tapi masker dan kacamata membuatnya semakin merasa gerah

"kau lelah?" tanya sehun yang melihat luhan mengerutkan keningnya

"sedikit. Aku hanya merasa panas" ujar luhan jujur

"ayo kesana, aku melihat ada kedai bubble, aku akan mentarktirmu" ajak sehun

Sehun kemudian menarik tangan luhan menuju kedai bubble tea yang tak jauh dari arena bermain itu. Saat Luhan dan sehun memasuki kedai tersebut, luhan langsung mengatakan rasa yang ingin ia minum. Ia kemudian langsung mencari tempat duduk dan sehun yang memesan minumannya. Luhan duduk sambil menurunkan maskernya sampai ke mulutnya

"ini, minumlah. Kau pasti kepanasan" ujar sehun sambil memberikan bubble tea milik luhan

"gomawo" ujar luhan dan langsung menyeruput bubblenya

"pelan-pelan. Aku tak akan memintanya, aku punya milikku sendiri" kekeh sehun saat melihat luhan menyeruput dengan ganas

"kau tau ini sangat membuatku gerah. Bagaimana bisa kau hidup seperti ini? Dengan masker, kacamata, topi dan sagala kelengkapan untuk menyamar" tanya luhan tak habis pikir

"lebih baik seperti itu daripada lari karena dikejar penggemar bukan?" kekeh sehun

"ah, terserahlah. Intinya jika aku menjadimu, aku tak betah" kata luhan cuek

Sehun hanya terkekeh melihat luhan yang tampak tersiksa dengan perlengkapan yang ia berikan. Mungkin ia akan benar-benar tersiksa karena ini pertama kalinya ia melakukan penyamaran seperti itu bukan?

"Lu, bolehkah aku menanyakan sesuatu?" tanya sehun tiba-tiba

"tanyakan saja" kata luhan singkat

"apa kau tak pandai berdandan? Atau kau tak suka berdandan?" tanya sehun

"ne?" pekik luhan terkejut

"aku hanya tanya. Aku tak pernah melihatmu mengenakan make up. Kau selalu tampil dengan wajah apa adanya. Dan lihat stylemu, stylemu selalu dengan kemeja, hoodie, shortpants, atau hanya jeans biasa. Bahkan rambutmu kau ikat kuda, atau kadang hanya kau ikat asal" kata sehun

"wae? Kau tak suka? Atau kau malu karena kau berjalan dengan gadis seperti ini?" tanya luhan to the point

"tidak, tidak seperti itu. Hanya saja, biasanya gadis senang sekali berdandan, mengenakan rok mewah, pergi ke salon dan menghias kuku mereka. Sedangkan kau, ya kau seperti itu" kata sehun membenarkan

"aku faham tentang make up, aku juga bisa menggunakannya dengan baik. Tapi entahlah, aku malas menggunakannya. Menurutku itu hanya akan menghabiskan waktuku untuk berdandan sebelum aku pergi, dan juga menghabiskan banyak uang. Aku lebih suka yang praktis" kata luhan datar

"tapi aku lihat stylemu bukan style gadis yang benar-benar tomboy, kau juga bukan style gadis yang benar-benar gadis. Lalu sebenarnya stylemu seperti apa?" tanya sehun heran

"apakah itu penting? Aku bukan wanita seperti pria karena aku juga menyadari jika aku ini seorang gadis. Tapi aku juga bukan gadis yang suka ke salon hanya untuk memotong uangku" kata luhan

"hey, mereka tak memotong uang. Mereka merawat rambut mereka dengan cara memotong rambutnya" jelas sehun

"sama saja, bagiku mereka kesalon hanya untuk memotong uang mereka" kata luhan ketus

"baiklah, baiklah. Aku mengalah" kata sehun pasrah "kau ingin kemana setelah ini?" tanya sehun

"jika aku mengusulkan tempat kau akan pergi ketempat yang aku usulkan?" tanya luhan

"tentu saja" jawab sehun yakin

"emmmm, chakkaman" kata luhan berfikir

"cepat katakan" kata sehun yang merasa luhan berfikir cukup lama

"ah!" pekik luhan saat menemukan sebuah tempat diotaknya "namsan tower, kajja!" ajak luhan

"mwo? namsan tower?" tanya sehun tak percaya

"eoh, aku belum pernah kesana seumur hidupku. Aku ingin kesana. Jaebaaaaaal" pinta luhan "kau telah berjanji tadi" lanjut luhan lagi

"baiklah, kajja" kata sehun mengalah

"Yeeeey!" pekik luhan bahagia

..

15 menit perjalanan dai taman bermain ke namsan tower. Kini luhan dan sehun berjalan menuju ke sebuah lift yang akan mengantarkan mereka untuk berada dipuncak tower. Luhan yang tampak begitu bersemangat berlari mendahului sehun.

Sehun hanya berjalan lambat dibelakang luhan. Setelah luhan menyadari jika sehun jauh dibelakangnya, luhan kembali untuk menghampiri sehun dan menarik lengan sehun agar lebih cepat

"palliwa" pinta luhan sambil menarik lengan sehun

"aku bersemangat sekali. Sudah tak sabar, eoh?" tanya sehun sambil terkekeh

"aku sangat penasaran dengan namsan tower" kata luhan cepat

Setelah luhan dan sehun berada diatas tower, luhan kemudian berubah expresi. Awalnya yang ia begitu bersemangat kemudian ia berubah setelah tahu jika namsan tower hanya berisi kumpulan gembok yang terkunci

"mwoya?" kata luhan kecewa

"mwoya apanya? Bukankah kau menginginkan ke namsan tower? Mengapa kau malah menunjukkan tampang kecewa?" tanya sehun

"mwoya igae? Kenapa isinya hanya sekumpulan gembok yang terkunci seperti ini?" tanya luhan

"apa kau tak pernah mendengar apapun tentang namsan tower?" tanya sehun kemudian

"aku hanya mendengar jika seoul sangat terkenal dengan namsan tower" kata luhan polos

"hanya itu?"

"ne" jawab luhan

"aigoo, rusa china ini malang sekali" kekeh sehun sambil mengusak kepala luhan

"mwo? jelaskan apa itu namsan tower" tuntut luhan

"namsan tower? Hanya sekumpulan gembok" kata sehun datar

"yak! Aku bersungguh-sungguh" gerutu luhan

"jika kau membeli gembok yang kau tulisi tentang keinginanmu lalu kuncinya kau lempar jauh dan menghilang, mereka percaya keinginan itu akan menjadi nyata" kata sehun "kebanyakan yang ia tulis biasanya tentang nama pasangan mereka. Banyak orang yang pacaran kemari dan menuliskan nama mereka agar hubungan mereka awet" lanjut sehun

"mwoya? ah, untuk apa kita mendatangi tempat seperti ini? Gembok agar awet dengan kekasih?" gerutu luhan

"hey, berhenti menggerutu seperti itu. Wajahmu sangat jelek jika kau ingin tahu" kekeh sehun

"aku tak peduli aku jelek. Aish, jinjja! Kenapa hanya kumpulan gembok bisa sangat terkenal" kata luhan tak percaya

"sudahlah, tulis apapun yang kau inginkan. Mumpung kau berada disini. Lagi pula kau sendiri yang menginginkannya kan? Apa kau tak ingin hubungan kita awet?" kata sehun kemudian berjalan mendahului luhan

Sehun berjalan menuju sebuah toko yang menjual gembok disana. Ia membelu 2 buah gembok berwarna biru dan merah beserta sebuah spidol kecil untuk menulis digembok tersebut. Setelah membayar, sehun pun memberikan salah satu gemboknya untuk luhan beserta spidol yang ia bawa

"tulislah keinginanmu" kata sehun

"kau ingin menulis apa?" tanya luhan

"rahasia" jawab sehun singkat

"apa memang harus dirahasiakan?" tanya luhan

"harus. Selamat menulis, semoga terkabul" kekeh sehun yang kemudian berjalan agak menjauhi luhan agar ia bisa menulis dengan tenang

Sehun menulis cukup cepat karena ia telah memikirkan keinginannya yang ingin ia tulis. Setelah ia menulis, ia mengunci gemboknya dan membuang kuncinya. Sehun pun menghampiri luhan yang masih berjongkok di paling pojok karena sibuk menulis

"apa harus seserius itu?" tanya sehun mengagetkan luhan

"andwe! Jangan mendekat! Ini rahasia!" teriak luhan seketika

"baiklah, aku tak mendekat" kata sehun yang kemudian mundur beberapa langkah dari luhan

Sehun menunggu luhan menulis. Sesekali ia terkekeh saat luhan menanyakan beberapa kalimat yang luhan sulit tuliskan kebahasa korea. Bagaimanapun juga, luhan belum begitu mahir untuk menulis kalimat korea. Bahkan pengucapannya masih sering salah

"selesai" kata luhan sesaat setelah melempar kuncinya

"sudah? Bolehkan aku mendekatimu lagi, nona lu?" tanya sehun

"haha, boleh-boleh. Kemarilah" tawa renyah luhan terdengar saat ia melihat sehun yang meminta ijin untuk berada disebelahnya lagi

"kau menakutkan jika sedang membentak seperti tadi" kata sehun jujur

"mianhae, kau mengatakan jika ini rahasia. Makanya aku merahasiakannya" jawab luhan jujur

"gaeure, aku mengerti" jawab sehun

"kita sudah menulis dan membuang kuncinya. Tak ada lagi kan? Ayo pulang" ajak luhan

"kau yakin ingin pulang?" tanya sehun

"eoh, disini ternyata membosankan" kata luhan jujur

"pasti ada yang menarik disini" kata sehun yakin yang kemudian menarik tangan luhan

Sehun membawa luhan ke sisi namsan tower yang dapat melihat keindahan kota seoul. Sehun menarik sebuah kursi agar luhan bisa melihatnya dengan leluasa

"naiklah" kata sehun saat ia menyuruh luhan menaiki kursi yang ia tarik

"mwo? kau ingin aku mati?" tanya luhan mengomel

"aku akan memegangimu. Naiklah. Aku jamin kau tak akan menyesal" kata sehun meyakinkan

"baiklah. Pegangi aku! Awas jika aku terjatuh! Aku akan membunuhmu" ancam luhan

"bagaimana kau membunuhku jika kau lebih dulu terjatuh? Kau pasti akan mati lebih dulu sebelum membunuhku" goda sehun

"YAK! Oh sehun! Aku tak bercanda!" omel luhan

"baiklah, percayakan padaku" kekeh sehun

Luhan kemudian menaiki kursi yang disediakan oleh sehun, tak lupa sehun terus memegang pinggang luhan agar ia tak terjatuh. Disana ia dapat melihat keramaian kota seoul. Ia juga bagaimana indahnya kota seoul. Ia benar-benar takjub. Dari atas sini, ia dapat melihat kota seoul yang tampak begitu lebih indah

"woah! Daebak! Indah sekali" pekik luhan bersemangat

"apa kau masih mengatakan tempat ini membosankan?" tanya sehun

"aniyo! Jika aku bisa melihat seluruh kota seoul dari sini, aku tak akan mengatakan tempat ini membosankan" kata luhan

"kau telalu cepat menilai sesuatu, Lu" kata sehun terkekeh

"kau tak mengatakan jika namsan tower memiliki sisi indah disini" gerutu luhan

"kenapa kau malah menyalahkanku" tanya sehun tak terima

"kau memang yang salah" timpal luhan

"aku? Wae?"

"pokoknya kau yang salah! Kau tak menjelaskan apapun padaku" kata luhan

"kau tak menanyakannya, nona Lu" kata sehun

"tetap saja. Kau yang salah" bantah luhan

"ah, iya-iya. Aku yang salah" kata sehun mengalah

Sehun dan luhan pun menghabiskan waktu mereka untuk memandangi kondisi kota seoul yang cukup indah sore itu. Luhan benar-benar mersakan kebahagiaan saat ini. Ia benar-benar merasakan dirinya hidup kembali. Hal-hal baru banyak ia alamai akhir-akhir ini

"sehun-ah, apa yang kau tulis di gembok tadi?" tanya luhan tiba-tiba sambil turun dari kursi dan berdiri dihadapan sehun

'saranghae, xi luhan. semoga kita bisa selamanya bersama' batin sehun

"tidak ada. Aku tak menulis apapun" kata sehun datar

"eey, kau ini pandai sekali berbihin eoh?" jawab luhan

"memangnya kau menulis apa?" tanya sehun

'aku telah menyerahkan hatiku seutuhnya untukmu. aku percaya padamu, oh sehun' batin luhan

"tak ada" jawab luhan cepat

"pintar sekali kau membalikkan kalimat, eoh" kata sehun sambil mengusak kepala luhan

"gomawo sehun-ah" kata luhan yang berdiri disisi sehun untuk menikmati angin yang menerpa wajahnya

"gomawo? Untuk apa?" tanya sehun

"gomawo untuk segalanya. Bersamamu aku seperti kembali pada luhan yang bertahun-tahun telah aku kubur. Aku kembali merasakan sebuah kebahagiaanku kembali" ujar luhan sambil tersenyum tulus

Lagi! Jantung sehun kembali berdebar lebih cepat ketika luhan melayangkan sebuah senyum manis diwajahnya. Ia memang tak benar-benar tahu senyuman itu karena masker yang menutupi bibirnya. Tapi mata rusanya yang menunjukkan sebuah senyuman manis membuat jantungnya berdebar. 'aku benar-benar terjatuh oleh pesonamu, Lu' batin sehun

"cheonma, aku bahagia melihatmu bahagia sayang" kata sehun sambil membelai rambut luhan dengan sayang

"Intinya aku benar-benar berterimakasih" kata luhan tulus

Sehun tersenyum menanggapi kalimat terakhir luhan. 'aku akan membawa kebahagiaan yang seharusnya kau miliki, Lu. Kau sudah cukup bersedih dan bertahan atas kerapuhanmu' batin sehun sambil menatap luhan sebelum ia mengikuti arah pandang luhan yang menatap langit

Tanpa sehun dan luhan sadari, sedari tadi seorang wartawan dispatch menangkap kebersamaan mereka. Ia tahu jika itu merupakan member exo bernama sehun meskipun sehun tengah menyamar.

Ya, dispatch mendapat sebuah berita baru. Berita yang bisa saja menjadi fakta ataupun malah akan berubah menjadi sebuah rumor belaka. Apapun yang dispatch pegang akan menjadi sebuah berita heboh yang akan diperbincangkan di korea. Dipatch merubah segalanya. Yang biasa akan berubah menjadi sangat luar biasa.

.

.

.

.

.

.

TBC

No comment deh, takut ditimpuk karena telat update. Mungkin bosan dengan kata maaf karena telat update.

Tugas tak bisa aku tinggalkan, author aja jarang pegang laptop :( maafkan author yang labil ini u,u

pokoknya makasih untuk semua revie, faforite, dan follow. jangan bosen ama cerita ini neeee, yang penasaran atau mau nanya PM aja langsung ^^
lope-lope diudara deh buat kalian yang setia sama ff ini. muuaaacchhh :*

DONT BE A SILENT READERS. REVIEW JUSEYO\(^_^)/