SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPOS EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
"cheonma, aku bahagia melihatmu bahagia sayang" kata sehun sambil membelai rambut luhan dengan sayang
"Intinya aku benar-benar berterimakasih" kata luhan tulus
Sehun tersenyum menanggapi kalimat terakhir luhan. 'aku akan membawa kebahagiaan yang seharusnya kau miliki, Lu. Kau sudah cukup bersedih dan bertahan atas kerapuhanmu' batin sehun sambil menatap luhan sebelum ia mengikuti arah pandang luhan yang menatap langit
Tanpa sehun dan luhan sadari, sedari tadi seorang wartawan dispatch menangkap kebersamaan mereka. Ia tahu jika itu merupakan member exo bernama sehun meskipun sehun tengah menyamar.
Ya, dispatch mendapat sebuah berita baru. Berita yang bisa saja menjadi fakta ataupun malah akan berubah menjadi sebuah rumor belaka. Apapun yang dispatch pegang akan menjadi sebuah berita heboh yang akan diperbincangkan di korea. Dipatch merubah segalanya. Yang biasa akan berubah menjadi sangat luar biasa.
..
Hari ini adalah akhir pekan. Seperti yang telah dijanjikan, kyungsoo dan baekhyun akan pergi kencan bersama kai dan chanyeol. Mereka berdua sama-sama pergi ke sebuah restoran namun lokasinya berbeda.
Saat ini, kyungsoo telah duduk berhadapan dengan kai dan beberapa menu yang telah kai pesan. Entah mengapa, lidah kyungsoo cukup kelu untuk membuka pembicaraan. Ia masih tak menyangka jika yang dihadapannya adalah Kai 'exo'
"makanlah, makanan itu tak akan habis jika kau hanya memperhatikannya" kata kai memecah lamunan kyungsoo
"ah, n-ne" kata kyungsoo sedikit gugup
"kau canggung denganku? Apa aku terlalu berlebihan?" tanya kai tiba-tiba
"aniyo.. hanya saja...aku canggung pada diriku sendiri" kata kyungsoo pelan
"wae? Ada yang salah?"
"aku hanya masih tak percaya jika aku bisa bersamamu" kata kyungsoo jujur
"aku juga tak percaya, kyungsoo-yah" kekeh kai "apa kau benar-benar fansku? Maksudku, kau tak mengidolakan sehun, chanyeol hyung, suho hyung, chen hyung atau bahkan kris hyung?" tanya kai
"aniyo, baekhyun yang mengidolakan mereka" kata kyungsoo sambil tersenyum manis
"waeyo? Bukankah mereka sangat tampan? Chanyeol hyung memiliki banyak sisi positif, kris hyung juga tampan dan sehun tak kalah tampan" tanya kai
"molla, aku hanya menyukaimu" kata kyungsoo jujur "ah, maksudku aku menyukaimu sebagai idolaku" lanjut kyungsoo cepat membenarkan kalimatnya
"aku tak masalah jika kau juga menyukaiku dalam kehidupan nyata. Atau bahkan mencintaiku, aku tak keberatan" kata kai ringan sambil tersenyum manis
"n-ne?" kata kyungsoo membulatkan matanya
"bukankah setiap fangirl memiliki obsesi pada bias mereka masing-masing? Aku banyak membacanya di SNS. Mereka menginginkan kami menjadi kekasih mereka, atau bahkan mereka sengaja menyerahkan tubuh mereka agar kami melihat mereka" kata kai
"ah.. itu..." kyungsoo tak dapat melanjutkan kalimatnya karena bingung ingin menjawab
"apa aku salah?" tanya kai
"aniyo, kau benar. Tapi, aku tak seperti itu" kata kyungsoo pelan
"Wae? Kau tak terobsesi denganku? Aku fikir dunia fangirl semua sama"
"aku terobsesi denganmu. Tapi, aku menyadari siapa aku dan dirimu. Aku hanya terobsesi padamu karena kau idolaku" kata kyungsoo
"benarkah?" tanya kai tak percaya
"eoh, aku sudah sangat berterima kasih kau mau meluangkan waktumu hanya untuk makan malam bersama gadis yang bukan apa-apa. Jeongmal gamsahamnida, kim jongin" kata kyungsoo sangat formal
"eyy, kenapa kita menjadi kaku seperti ini?" tanya kai yang berusaha mencarikan suasana
"ah, mianhae" kata kyungsoo yang kemudian tersenyum ramah
Kyungsoo kembali menyantap makanannya lagi. Kai tak lagi menyantap makanannya, ia malah menatap gadis yang menurutnya sangat berbeda dari para penggemarnya. Kai tersenyum menatap kyungsoo.
"kyungsoo-yah, aku ingin mengatakan sesuatu" kata kai
"ne, kau bisa mengatakannya" kata kyungsoo ramah
"mungkin ini terlalu cepat, tapi maukah kau menadi sahabatku? Temani aku untuk keseharianku. Dan berhenti beranggapan jika kau hanya gadis biasa. Kau bukan lagi gadis dari deretan penggemarku, kau sahabatku sekarang" kata kai sedikit memaksa
"ne?" ujar kyungsoo terkejut
"mungkin ini terlalu cepat untuk kita. Tapi aku tak bisa menerima penolakan. Dan aku rasa kau tak akan menolak untuk menjadi sahabatku kan?" tanya kai
"aku... aku rasa... aku" kyungsoo sangat bingung dengan pertanyaan kai
"kau menerimanya? Aku tahu itu" kata kai cepat sambil tersenyum
"gamsahamnida, kim jong in" kata kyungsoo tulus
"eyy, kita sahabat. Bersikaplah biasa kepadaku. Aku bukan kai yang perfect diatas panggung, aku kim jongin yang memiliki banyak kekurangan" kata kai
"arraseo. Gomawo, jongin-ah" kata kyungsoo tersenyum
"nah! Aku lebih suka kau seperti itu" ujar kai jujur
Kyungsoo hanya tersenyum. Jika kyungsoo bisa berteriak, ia ingin sekali berteriak betapa bahagianya dia saat ini. Impian yang selama ini tak mungkin dan sangat mustahil terjadi sangat nyata didepannya. Dia dan seseorang yang dia idolkan telah menjadi sahabat dalam hitungan hari. Ah! Kyungsoo sangat berterimakasih kepada dewi keberutungan yang memihaknya.
..
Disudut restoran besar di kota seoul, chanyeol dan baekhyun juga sedang duduk dan menyantap makanan yang dihidangkan diatas meja. Tak beda jauh dengan kai dan kyungsoo, mereka juga sedang makan berdua di sebuah restoran. Bisa dikatakan mereka sedang menjalani dating.
Saat ini chanyeol sedang fokus menatap baekhyun yang sedang menyantap makanannya. Baekhyunn awalnya tak menyadari tatapan dari chanyeol. Tapi kemudian ia sadar bahwa chanyeol menatapnya cukup lama.
"wae?" tanya baekhyun saat menyadari tatapan dari chanyeol
"mwo?" tanya chanyeol bingung
"mengapa kau melihaku? Ada yang salah denganku?" tanya baekhyun
"tidak"jawab chanyeol "ah, ada. Banyak yang salah denganmu" ralat chanyeol
"mwo? apa yang salah?" tanya baekhyun sambil meraba-raba wajahnya, ia berfikir wajahnya penuh dengan noda atau sebagainya
"katakan berapa umurmu" perintah chanyeol
"mwo? mengapa kau bertanya umur?"
"cepat katakan!" kata chanyeol memaksa
"sama denganmu. 22 tahun. Bahkan aku beberapa bulan lebih tua darimu" jelas baekhyun
"22 tahun rupanya? Tapi kau makan seperti anak berumur 2 tahun yang tak pernah diberi makan" lanjut chanyeol
"mworago?" pekik baekhyun
"ya, kau makan seperti anak berumur 2 tahun. Kau memakan semua yang ada disini tanpa permisi"
"tapi kau memang membeli ini untuk dimakan kan?" elak baekhyun
"iya, tapi setidaknya kau basa-basi terlebih dahulu untuk memakan ini"
"ah, untuk apa basa-basi. Toh pada akhirnya aku akan memakannya bukan?"
"sepertinya berdebat denganmu tak akan pernah selesai" katta chanyeol yang mulai pasrah berdebat dengan baekhyun
"nah, jika kau sudah tahu. Berhenti berdebat denganku" ucap baekhyun datar dan kemudian menyantap makanannya kembali
Chanyeol hanya memutar bola matanya malas. Sedari tadi ia memang menatap baekhyun karena ia cukup heran dengan cara makan baekhyun. Didalah hai chanyeol menertawakan cara makan baekhyun. Bagi chanyeol, baekhyun makan seperti anak kecil yang sedang kelaparan karena bertahun-tahun tak diberi makan
"kau kapan akan comeback lagi?" tanya baekhyun
"mungkin minggu ini, kami sudah mempersiapkan semuanya. Tinggal menunggu agensi menentukan tanggal comeback" jawab chayeol
"ah, begitu rupanya" jawab baekhyun asal
"apa kau masih menjadi penggemar sehun?" tanya chanyeol tiba-tiba
"ne?"
"kau, apa kau masih menjadi penggemar sehun. Maksudku, kau kan lebih sering bertemu denganku sekarang"
"ah, maksudmu apakah aku sudah berganti bias dari sehun menjadi dirimu?" tanya baekhyun
"bisa dikatakan seperti itu"
"entahlah. Sehun cinta pertamaku di exo, dan kau adalah member yang paling tak aku suka dari exo. Tapi karena sekarang aku lebih sering denganmu, setidaknya kau bias keduaku setelah sehun" jawab baekhyun
"wae? Kenapa kau begitu mengidolakan sehun?"
"entahlah, aku fikir sehun tampan" jawab baekhyun asal
"hanya itu?"
"mungkin iya, dia hanya tampan dan berkarisma. Aku sendiri tak yakin mengapa aku beitu mengidolakannya" kekeh baekhyun
"lalu mengapa kau menggantiku menjadi bias keduamu?" tanya chanyeol
"karena aku sering bertemu denganmu, aku jadi tahu bagaimana dirimu sebenarnya" jawab baekhyun sambil tersenyum manis
"memangnya aku bagaimana?" tanya chanyeol
"kau, kau ini baik. Kau tulus dalam melakukan segala macam hal. Kau tak pernah memiliki sifat menjengkelkan. Ya meskipun kau memang menjengkelkan" jawab baekhyun
"kau juga cukup sabar denganku. Padahal berkali-kali aku mengatakan bahwa biasku sehun, tapi kau tetap tulus menolongku. Jika aku diposisimu, mungkin aku tak akan perduli lagi dengan fansku yang mengidolakan member lain yang bukan diriku" kekeh baekhyun
"suatu saat nanti aku pasti akan menggeser posisi sehun" kata chanyeol percaya diri
"mworago? Mengapa kau percaya diri sekali"
"percayalah padaku, aku akan menggeser posisi sehun. Meskipun aku tak setampan sehun, tapi aku memiliki kelebihan lain yang bisa membuat para gadis berteriak dan menyerahkan keperawanannya untukku" kekeh chanyeol
"sayangnya aku tidak" jawab baekhyun datar
"lets see" kekeh chanyeol
Baekhyun dan chanyeol kembali menyantap makanannya. Tak lama kemudian ponsel chanyeol berdering. Chanyeol pun mengangkatnya
"yeoboseyo, hyung" sapa chanyeol
"..."
"NE?!" pekik chanyeol terkejut dan membuat baekhyun ikut terkejut
"..."
"MWORAGO?!"
"..."
"Arraseo, arraseo. Aku kesana sekarang" ucap chanyeol cepat dan kemudian menutup ponselnya
"baek, maafkan aku. Aku harus pergi sekarang. Ini sangat penting dan mendesak" kata chanyeol panik
"ada apa memangnya?" tanya baekhyun yang ikut panik
"maaf aku tak bisa membertahumu. Kau bisa pulang sendiri?" tanya chanyeol
"baiklah, aku pulang sendiri" ucap baekhyun
"ini, kau ambil uang ini untuk membayar taksi" kata chanyeol sambil memberikan beberapa lembar won "ah, tidak. Terlalu bahaya jika kau menggunakan taksi. Pakai mobilku, aku akan naik taksi" anjurnya dan kemudian menyerahkan kunci mobilnya
"jangan-jangan. Aku baik-baik saja, aku sudah biasa naik kendaraan umum" lanjut baekhyun
"tidak, ini sudah malam baek. Bahaya" ujar chanyeol
"lebih bahaya jika kau naik taksi. Itu akan membuatmu lama di perjalanan" kata baekhyun "aku naik taksi. Pergilah sekarang. Aku tak apa" ucap baekhyun memberikan uang dan kunci mobil chanyeol
"tapi baek, kau..."
"sudah sana pergi" perintah baekhyun
"maafkan aku baek, aku merusaknya" kata chanyeol penuh penyesalan
Chanyeol tak punya pilihan lain. Ia juga sedang terburu-buru. Ia kemudian meninggalkan beberapa lembar won untuk baekhyun sebelum ia pergi meninggalkan restoran itu
"pulanglah dengan hati-hati. Jika sudah sampai rumah, langsung kabari aku. Aku pergi. Maafkan aku baek" ucap chanyeol sambil mengusak pelan rambut baekhyun sebelum ia benar-benar pergi
"hati-hati" teriak baekhyun saat chanyeol pergi meninggalkannya
Chanyeol kemudian memberikan gestur tangan sebagai tanda oke untuk jawaban. Baekhyun kemudian tersenyum singkat saat melihat punggung chanyeol yang lama-lama menghilang
"mwoya? Kenapa aku jadi seperti ini? Mengapa ia seolah menjadi kekasihku?" runtuk baekhyun yang menyadari kebodohannya
"tapi dia memang manis" katanya kemudian sambil tersenyum singkat
Baekhyun kemudian mengambil tas dan uangnya agar bisa segera pulang. hari juga mulai malam, ia cukup takut jika harus pulang larut malam dengan kendaraan umum
(**)
Pagi ini kyungsoo terlihat begitu terburu-buru mendatangi rumah heechul. Ini masih sangat pagi, matahar bahkan belum menampakkan dirinya secara sempurna. Tapi kyungsoo sudah sangat cepat berada dirumah baekhyun
"ahjumma, dimana baekhyun?" tanya kyungsoo pada heechul yang sedang merawat bunga-bunga kesaangannya
Heechul memang senang sekali merawat bunga. Bahkan saat merawat bunga-bunga itu heechul bisa sampai lupa waktu
"baekhyun masih tidur dikamarnya, kyung. Pergi saya kesana" ucap heechul
"baiklah ahjumma, saya permisi" pamit kyungsoo ramah
Kyungsoo langsung berjalan menuju kekamar baekhyun. Setelah ada dikamar baekhyun, ia meemukan baekhyun masih tergulung bersama selimut. Baekhyun masih saja berjalan dialam mimpinya. Kyugsoo pun geram dan menarik selimut baekhyun
"BYUN BAEKHYUUUUNN!" teriak kyungsoo sambil menarik selimut baekhyun
"Mwoya!" amuk baekhyun dari tidurnya
"ayo bangun!" perintah kyungsoo
Baekhyun hanya diam dan menarik selimutnya kembali. Ia kembali meneruskan perjalanan mimpinya
"yak! Baekhyun! Bangunlah. Aku menemuka berita baru tentang sehun!" pekik kyungsoo
"mwo? sehun dikejar sasaeng lagi?" jawab baekhyun malas yang masih menutup matanya
"aniyo, lebih dari itu" jawab kyungsoo
"sasaeng fans sehun mengikuti sehun kekamar mandi?"
"tidak! Lebih dari itu"
"sasaeng fans berhasil mengambil celana dalam sehun?"
"tidak! Yak! Kenapa jawabanmu seperti itu?" omel kyungsoo
"lalu apa? Aku masih mengantuk kyung, ini masih sangat pagi kau kemari untuk membicarakan sehun" jawab baekhyun malas
"dengarkan aku baik-baik. Aku menemukan artikel dimana sehun sedang menjalani dating bersama seorang gadis. Kau tahu, dispatch menemukan mereka beberapa kali bersama. Aku yakin mereka telah berpacaran. Yang terakhir mereka mengenakan pakaian couple!" pekik kyungsoo
"MWORAGO?! BERHENTI BERCANDA!" pekik baekhyun yang langsung bangun dari tidurnya
"lihatlah, dispatch sering menemukan sehun keluar bersama wanita. Dan itu wanita yang sama" kata kyungsoo menyodorkan ponselnya yang berisi tentang artikel sehun dating
"MWOYA!" pekik baekhyun histeris "ani,ani. Ini hanya settingan. Ini tipuan!" kata baekhyun menepis fikirannya
"tipuan apa? Mereka ini nyata baek, kau lihat dari gerak sehun. Sehun seperti benar-benar melindungi gadis itu" ucap kyungsoo
"lalu siapa gadis ini? Kenapa sehun bisa berubah seperti ini? ANDWEEEE!" teriak baekhyun sangat keras
"aku fikir ini memang sebuah kejadian nyata tanpa ada settingan. Semalam kai tampak terburu-buru saat mengantarkanku pulang baek" ucap kyungsoo
"chanyeol bahkan meninggalkanku. Dia menyuruhku mencari taksi sendiri" ujar baekhyun
"nah, aku rasa ini memang benar. Jadi sehun menjalin sebuah hubungan dan ternyata dispatch menemukannya karena sehun terlalu ceroboh. Ini juga termasuk masalah cukup serius karena mereka akan comeback. Kau ingat betapa pedasnya komentar natizen korea dan penggemar exo kan baek?" kata kyungsoo menjelaskan
"kau benar. Ah, gadis itu seperti penghancur. AAARRRGGGHHHHH!" teriak baekhyun
Karena kerasnya teriakan baekhyun dan kyungsoo, itu membuat luhan terbangun. Bagaimana tidak, jarak kamar baekhyun dan luhan hanya beberapa meter saja. Dan teriakan mereka sangat keras sekali.
"ya! Kalian berdua! Bisakah kalian diam? Kenapa kalian berteriak dipagi buta seperti ini" gerutu luhan
"eonniiii, sehuuuuun" rengek baekhyun
"argh! Baek! Aku masih bisa menerima kau berteriak nama sehun jika di siang hari. Tapi aku tak akan menerima jika kau berteriak namanya dipagi buta seperti ini dan mengganggu tidurku!" omel luhan
"tapi eonni, kali ini beritanya sangat luar biasa. Dispatch menemukan sehun sedang berjalan bersama gadis yang sama dalam beberapa hari terakhir ini" jelas kyungsoo
"bahkan sehun tipe orang yang tak suka dengan gadis. Ia cukup tertutup dalam hal wanita eonni" rengek baekhyun
"m-mwo?" tanya luhan mulai gugup
"ah, siapapun gadis itu aku bersumpah jika dia gadis paling beruntung didunia karena sehun bisa jatuh hati dengannya. Astaga! Aku ingin menjadi gadis itu" pekik kyungsoo
"aku tau dia gadis paling beruntung. Tapi aku ingin sekali menghajarnya! Ia merebut sehunku! Andweee! Aku saja bersusah payah dari dulu berkorban untuknya, tapi mengapa gadis itu yang mendapatkannya" omel baekhyun
"apa kalian tahu siapa gadis itu?" tanya luhan takut
"aniyo" jawab baekhyun
"meskipun wajahnya sangat tertutup, aku yakin jika gadis itu sangat cantik. Kau ingat bagaimana selera sehun tentang gadis bukan?" tanya kyungsoo mengingatkan baekhyun
"ah! Aku tahu! Tapi aku tetap ingin menghajar gadis itu!" gerutu baekhyun
"sudahlah, kau ini hanya serpihan debu dimata sehun dan gadis itu" kata kyungsoo mengingatkan "lulu eonni, kenapa kau tiba-tiba pucat? Kau sakit?" tanya kyungsoo
"ah? Ne? Aniyo, mungkin aku harus istirahat. Aku pergi dulu" ujar luhan gugup dan kemudian meninggalkan kamar baekhyun
"ada apa dengan luhan eonni, baek?" tanya kyungsoo
"ah, molla. Aku masih memikirkan siapa gadis itu!" amuk baekhyun
..
Luhan kembali kekamarnya. Ia cukup takut dengan nasibnya. Ia juga takut dengan sehun yang mungkin nasibnya berkali-kali lebih bahaya dari dirinya. Tapi luhan juga cukup takut dengan apa yang akan terjadi dengan dirinya
Jika semua fans exo tau jika dirinyalah yang berjalan dengan sehun saat itu, mungkin mereka tak hanya menghajar dirinya seperti baekhyun. Mereka bisa saja membunuh luhan, bagaimanapun juga luhan tahu bagaimana ganasnya fans exo jika menyangkut tentang hubungan percintaan
"ah, eottokeeeee" desah luhan frustasi
Ketika luhan menjatuhkan tubuhnya dikasur karena frustasi, baekhyun tiba-tiba saja masuk ke kamar luhan tanpa permisi
"eonniiii" kata baekhyun sambil memasuki ruang kamar luhan
"mwoya! Bisakah kau mengetuk pintunya terlebih dahulu? Kau membuatku terkejut!" omel luhan
"mian, biasanya kau juga tak apa-apa jika aku masuk tanpa permisi" kata baekhyun
"ah, lupakan. Ada apa kau kemari?" tanya luhan
"eonni, aku akan pergi bersama kyungsoo menemui penggemar exo yang lain. Kami akan mencari tahu siapa gadis yang dibawa sehun selama ini. Jika aku menemukannya aku akan membuatnya menyesal karena telah merebut sehun dariku" kata baekhyun bersungguh-sungguh
Luhan hanya diam dan menelan ludahnya dengan kasar. Ia cukup takut mendengar kalimat yang barusaja terlontar dari mulut baekhyun. Itu hanya dari baekhyun, bagaimana dengan fans exo yang lainnya. Batin luhan berteriak panik
"eonni, kenapa kau menjadi masam begitu?" tanya baekhyun
"ah? Ne... aniyo. Cepat sana pergi, katanya kau akan menemui fans exo yang lain" usir luhan
"kau kenapa gugup? Kau menyembunyikan sesuatu eonni?" tanya baekhyun
"ti-tidak, sudahlah, sana pergi" kata luhan sambil mendorong tubuh baekhyun keluar
"eonni, aku merasa kau menyembunyikan sesuatu!" teriak baekhyun saat luhan menutup pintunya
"tidak! Sudahlah, sana pergi!" pekik luhan
"tapi eonni,..."
"baek, ayo. Mereka sudah menunggu kita" kata kyungsoo memotong amukan baekhyun
"eonni, aku akan memaksamu cerita setelah ini!" kata baekhyun memaksa "ayo, kyung" ajaknya kemudian
Setelah perginya baekhyun dan kyungsoo, luhan masih terus berputar didalam kamarnya. Ia meyakinkan diri bahwa dirinya akan baik-baik saja. Begitupun dengan sehun. Entah mengapa perasaannya cukup tak tenang dengan barita ini. Karena luhan sempat melihat artikel itu dan melihat foto yang cukup terlihat, hingga ia cukup mudah dikenali jika mereka peka dengan foto tersebut.
(**)
"apa semuanya sudah siap?" tanya manager exo
"sebentar, sehun masih tertinggal" kata kai
"sehun? Kenapa sehun lama sekali" tanya suho
"mungkin hal ini cukup sulit untuknya" balas chanyeol asal
"ayolah sehunah. Kita hanya akan ke beijing" teriak chen dari luar dorm
"arraseo arraseo" ucap sehun yang akhirnya menunjukkan batang hidungnya
"ah, sehun sudah keluar" pekik kai
"baiklah, sekarang semua menuju kemobil. Aku akan mengatur barang kalian sebentar" ujar manager hyung
"ne hyung" ucap member exo
Mereka kemudian berjalan menuju mobil. Sehun berada dipaling belakang dan kris menemaninya. Kris kemudian merangkul tubuh sehun dan mengajaknya menuju mobil
"tak akan sulit, tapi ini akan sedikit menyakitkan" kata kris tiba-tiba
"iya, aku tau itu hyung" ujar sehun pelan
Member exo akan pergi ke beijing, untuk sesaat mereka memang harus ke beijing. Berita dan masalah yang ditemukan dispatch bisa saja menghancurkan karir exo kapan saja. Meski mereka anya menemukan kabar tentang sehun, itu dapat menjadi bomerang bagi member exo yang lainnya.
'mianhae, Lu' batin sehun
.
.
.
.
.
.
TBC
Eaaaaak, im back~
DONT BE A SILENT READER, REVIEW JUSEYO \./
