SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPOS EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
'benarkah? Lalu bagaimana dengan gadis yang bernama luhan?' tanya seorang wartawan
'bukankah kalian terlihat berjalan bersama beberapa hari terakhir ini?' tanya wartawan lain
'jika kau berhubungan dengan irene red velvet, lalu hubungan apa yang kau jalani bersama luhan?' tanya wartawan yang lain
Sungguh, seluruh member cukup terkejut dengan pertanyaan para wartawan. Ternyata mereka telah melangkah terlalu jauh untuk mencari informasi tentang luhan. Bahkan mereka tahu jika gadis itu bernama luhan
'emm, jadi...' kai mencoba mengalihakan tapi sehun lebih dulu memutus kalimatnya
'aku hanya menjalin hubungan dengan satu gadis' jawab sehun datar hingga membuat para member memperhatikannya
'bukankah kalian terlihat berjalan bersama beberapa hari ini?' tanya seorang wartawan
'kalian salah lihat, yang berjalan bersamaku selama ini adalah irene' jawab sehun
'jadi benar jika kau menjalin hubungan dengan irene? Bukan luhan' tanya wartawan
'aku tegaskan sekali lagi, akuhanya menjalin hubungan dengan satu gadis saja. Dan aku menjalin hubungan dengan irene seperti yang pihak agensi katakan' kata sehun tegas yang kemudian meninggalkan area pers
Luhan mendengar kata-kata sehun. Bahkan mendengarnya sangat baik. Entah apa yang luhan rasakan, yang pasti hatinya terasa sangat perih. Amat sangat perih dengan penuturan enteng yang sehun katakan baru saja. Luhan sakit hati karena sehun tak menganggapnya? Bisa jadi itulah yang dirasakan luhan.
"eonni, gwenchana?" tanya baekhyun takut
"Lu, gwenchana?" tanya heechul
"eonni, aku tak tahu jika sehun dan irene..."
"sudahlah baek, aku tak apa" kata luhan pelan "paman, ayo kita ke bandara sekarang. Tinggal satu jam lagi keberangkatanku" ujar luhan menahan airmatanya
"iya nona Lu, ayo saya antarkan" kata paman kim
"Lu?" panggil hangeng meyakinkan
"aku tak apa aboji. Eommoni, baekhyun-ah, aku pergi dulu ne" pamit luhan
Hangeng, heechul dan baekhyun kemudian memeluk luhan secara bergantian. Mereka tahu jika luhan tak baik-baik saja. Tapi bukan luhan namanya jika ia tak berpura-pura tegar didalam kerapuhannya.
Luhan pun berjalan keluar rumah dengan senyumnya. Senyum yang ia tahan agar tangisannya tak pecah. Hatinya perih? Ia ingin menangis? Jawabannya iya. Tapi ia tak mau menangis hanya karena sesosok oh sehun. Lagi pula, sebelum dia mengenal sehun hidupnya baik-baik saja bukan?
Luhan melangkah membuka pintu diikui paman kim dibelakangnya. Belum sampai kemobil, para wartawan kembali menyerbunya dengan pertanyaan-pertanyaan yang diluar kendali. Paman kim yang berniat menghentikan semua itu, tapi luhan menahannya.
"jadi sebenarnya kau ini siapanya sehun?"
"sehun mengatakan jika ia menjalin hubungan dengan irene, lalu bagaimana denganmu?"
"bukankah memang kau yang pergi bersama sehun untuk beberapa hari terakhir ini?"
"apa ini merupakan rekayasa dari pihak agensi tempat sehun bernaung?"
"apa ini merupakan cara agar mendongkrang popularitas keduanya?"
"apa ini termasuk cara agar saham SM melonjak lagi?"
"bagaimana perasaanmu ketika sehun mengatakan jika ia tak mengenalmu? Luhan?"
Luhan mulai muak dengan pertanyaan itu, emosinya tak dapat lagi ia bendung. Luhan kemudian menatap tajam para wartawan yang gila akan berita tentang dirinya
"bagaimana perasaanku? Apa peduli kalian dengan perasaanku? Dan tunggu, apa kalian bilang? Siapa? Sehun? Siapa itu sehun? Aku hidup dikorea baru beberapa bulan dan aku belum mengerti apa saja tentang korea. Dan sampai kapan kalian akan mengganggu kehidupan seseorang? Kau dengan semua rekayasa beritamu yang dengan mudah kalian sebar luaskan tanpa tau kebenarannya bukan? Jadi untuk apa kalian menanyakan kebenarannya padaku. Kau membuat rumorku dengan seorang yang bernama sehun itu" kata luhan yang mulai meluap emosi
"lalu kalian menanyakan jika ini merupakan rekayasa agensi? Untuk mendongkrak popularitas keduanya? Aku tak tau dan tak pernah peduli dengan semua itu. Apa sekarang kalian sudah puas? Mengganggu kehidupanku dengan rumor gila yang kalian ciptakan sendiri dan menanyakan padaku seolah itu semua merupakan realita yang harus mendapat kejelasan" kata luhan dengan air mata yang mulai keluar
"jangan tanyakan padaku siapa itu sehun. Karena aku rasa fans exo lebih mengenal sehun daripada aku" kata luhan tegas dengan air matanya yang sesekali menetes "ayo paman, kita pergi" lanjut luhan dengan tegas
Paman kim dan luhan beranjak meninggalkan para wartawan yang terdiam kaku. Para wartawan itu memang sedang melakukan live report. Setelah luhan dan paman kim pergi, para wartawan itu menitup live report mereka
"aku tahu jika nona sangat sedih, kau cukup berat untuk meninggalkan korea karena lelaki itu bukan?" tanya paman kim saat berada diperjalan menuju bandara
"tidak paman, aku hanya sedih karena akan meninggalkan baekhyun, eommonim dan aboji" kata luhan dari kursi belakang
"tapi mata nona tak bisa berbohong. Paman juga merawatmu dari kecil, nona Lu" ujar paman kim mengingatkan "maaf nona jika paman berbicara lancang" lanjut paman kim
"hmmm, tak apa paman, aku paman lebih mengenalku daripada aku sendiri" jawab luhan pelan
"kau mencintainya bukan?" tebak paman kim
"entahlah paman, hatiku terasa sakit"
"memang seperti itu, lagi pula sehun itu member boyband terkenal. Jadi wajar jika..." paman kim tak melanjutkan kalimatnya
"wajar jika ia malu mengakuiku sebagai kekasihnya karena aku hanya manusia biasa? Aku tau itu paman" kata luhan tersenyum getir
"mungkin sehun memiliki alasan untuk melakukan hal itu"
"entahlah, aku tak perduli dengannya lagi. Aku rasa dia memang ditakdirkan bukan untukku" ujar luhan malas
"aku harap di beijing kau bisa menemukan ketenangan, hingga kau bisa kembali seperti luhan yang dulu" kata paman kim
"aku harap juga begitu paman" kata luhan sambil menatap kosong pemandangan diluar kaca jendela mobilnya
..
FLASHBACK ON
Berbeda dengan pihak dari sehun. Sedari tadi pihak dari sehun sibuk membicarakan tentang kelanjutan rumor sehun. Member exo dan pihak agensi juga sudah tahu jika mereka mulai menyerang luhan karena mereka gagal mendapatkan informasi dari pihak sehun.
"tak ada pilihan lain, besok kau harus melakukan pers conference" ujar manager
"aku tahu" jawab sehun malas
"agensi memaksa kita melakukannya, kau tahu saham mereka mulai menurun derastis" ujar manager mengingatkan
"aku tahu itu" ujar sehun malas
"apapun yang dilakukan oleh agensi malam ini, aku harap kau siap menerimanya" kata manager
"aku sudah cukup hafal dengan mereka" jawab sehun
"apa tak ada jalan lain, hyung?" tanya chanyeol
"tak ada, mereka tak memberiku pilihan" kata manager merasa bersalah
"sehun-ah, kau pasti bisa melewati ini" kata kai menyemangati
"maafkan aku" kata manager merasa sangat bersalah
"tidak hyung, ini bukan seutuhnya salahmu dan salah sehun" kata chen menenangkan
"sudahlah, apapun yang terjadi kita hadapi besok" suho mencoba memberi semangat
..
Pagi ini seluruh member berkumpul untuk merundingkan apa saja yang akan dibicarakan saat pers nantinya. Sungguh semua yang akan member exo katakan nanti mungkin bukan benar-benar kalimatnya
"jadi bagaimana?" tanya suho
"agensi telah menyebarkan konfirmasi jika sehun dating dengan irene. Jadi bukan dengan luhan" kata manager
"MWO?!" pekik semuanya
"aku juga tak tahu, mereka mengatakan jika ini akan membuat keduanya naik daun dengan rumor seperti ini" jelas manager
"tapi, bagaimana dengan sehun?" tanya chanyeol bingung
"aku hanya meminta sehun mengatakan jika ia memang menjalani hubungan denga irene dan ia tak mengenal siapa itu luhan" kata manager
"tapi mengapa irene?" tanya chen
"karena agensi mengatakan jika wajahnya luhan sedikit mirip dengan irene. Sehun, kau mengerti kan?" tanya manager dan sehun hanya mengangguk
"sehunah, gwenchana?" tanya kai
Sehun hanya mengangguk sebagai jawaban "cepat lakukan pers ini, aku mulai muak" ujar sehun geram yang kemudian pergi meninggalkan member lebih dulu
Diperjalanan ia bertemu dengan irene yang sudah siap naik ke atas panggung untuk mengkonfirmasi hubungan tipuannya bersama sehun. Irene cukup bingung dan canggung ketika mereka bertatapan langsung
"ayo kita selesaikan ini dengan cepat" ujar sehun
"mianhae, aku tak tahu jika ini akan seperti ini, manager menelfonku secara mendadak semalam dan aku hanya bisa menuruti perkataan mereka" kata irene menyesal
"tak perlu minta maaf. Tapi mengapa semua menjadi dirimu yang dikorbankan" kata sehun frustasi
"agensi memintaku karena mereka melihat fotoku sedikit mirip dengan luhan, aku tak bermaksud untuk menggantikan posisi luhan dihatimu, sehun-ah" kata irene tulus
"aku tahu"
"mianhaeyo. mungkin dengan ini kau bisa membuat fansmu tidak menghujat luhan sepenuhnya. Ia bisa melampiaskan kemarahannya pada diriku lebih dulu" ujar irene
"maksudmu?"
"kau akan mendapatkan hal baik setelah kau berkorban bukan?"
Bukannya menjawab irene malah memberi pertanyaan ambigu pada sehun dan meninggalkan sehun. Ia lebih dulu menaiki panggung dan kemudian barulah sehun menyusulnya dan membiarkan pertanyaan terakhir irene terus berkeliaran diotaknya
FLASHBACK OFF
(**)
Setelah selesainya pers tersebut, sehun menuju ke dorm bersama para member. Tapi kemudian chen tanpa sengaja menghidupkan televisi dan menampakkan luhan yang sedang meneteskan air mata disana. Sehun yang awalnya bermalas-malasan langsung terfokus pada layar televisi untuk mengamati luhan disana
'bagaimana perasaanku? Apa peduli kalian dengan perasaanku? Dan tunggu, apa kalian bilang? Siapa? Sehun? Siapa itu sehun? Aku hidup dikorea baru beberapa bulan dan aku belum mengerti apa saja tentang korea. Dan sampai kapan kalian akan mengganggu kehidupan seseorang? Kau dengan semua rekayasa beritamu yang dengan mudah kalian sebar luaskan tanpa tau kebenarannya bukan? Jadi untuk apa kalian menanyakan kebenarannya padaku. Kau membuat rumorku dengan seorang yang bernama sehun itu'
'lalu kalian menanyakan jika ini merupakan rekayasa agensi? Untuk mendongkrak popularitas keduanya? Aku tak pernah peduli dengan semua itu. Apa sekarang kalian sudah puas? Mengganggu kehidupanku dengan rumor gila yang kalian ciptakan'
"jangan tanyakan padaku siapa itu sehun. Karena jawabannya adalah...aku tak tahu'
Sehun mendengar penuturan luhan saat menjawab pertanyaan gila dari para wartawan. Bahkan para member yang lain pun cukup terkejut dengan para wartawan yang terlalu berlebihan mencari informasi tentang luhan
"mwo? mereka menyerang luhan sampai seperi itu?" pekik chanyeol tak percaya
"aku benar-benar kasihan kepadanya, ditambah ia mengeluarkan airmatanya dalam berbicara" kata kai tak tega
"tahun ini ternyata tahun yang cukup sulit" ujar suho
"aku hanya kasihan kepada luhan, aku masih tak masalah jika mereka menyerang kita. Kita sudah biasa dengan wartawan. Tapi luhan belum pernah berhadapan dengan mereka" ujar chen mengiba
Sehun tanpa banyak kata lagi langsung mengambil jaket dan kunci mobilnya. Ia bergegas untuk segera pergi meinggalkan dorm
"kau mau kemana?" tanya kai "oh sehun!" tegas kai karena sehun tak menjawab
"menemui luhan" jawab sehun singkat
"mwo? kau gila?" tanya chanyeol
"aku sudah muak dengan semua ini" jawab sehun
"tapi kau baru saja mengatakan kau tak mengenal luhan, sehun-ah" kata chen mengingatkan
"aku tak peduli lagi!" ujar sehun yang kemudian pergi meninggalkan dorm
"hyung" panggil kai ke suho
"sudahlah, biarkan saja. Aku juga kasihan dengannya karena dia selalu dibatasi. Karena dia visual dia selalu diatur oleh agensi, ada kalanya dia diperbolehkan membangkang bukan?" kata suho santai
"tapi bagaimana jika agensi mengancam kita?" tanya chen takut
"jika kita bergerak bersama, mereka tak akan berani" lanjut chanyeol
"tepat sekali. Selama kita bersama, kita akan menang" kekeh suho "kita sudah cukup mengalah untuk kehilangan satu member, untuk kali ini aku tak akan mau mengalah lagi" lanjut suho
"baiklah, misi pertama kita harus membantu luhan dan sehun bersatu" kata kai kemudian
"call!" pekik semuanya
..
Hari mulai menjelang malam, tapi sehun masih tetap dalam kemudi. Ia mengemudikan mobilnya menuju rumah luhan. Sehun menghabiskan banyak waktu diperalanan karena dia berangkat dari dorm mereka yang ada dibusan. Butuh waktu beberapa jam untuk sampai dirumah luhan
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya dia sampai kerumah luhan. Tak perlu ditanya lagi kenapa sehun hafal rumah itu, ia cukup sering datang kemari dalam diam bukan?
Sehun langsung menekan bel dan menunggu seseorang untuk membukakan pintunya. Tapi kemudian seorang gadis yang lebih pendek darinya membukakan pintu tanpa berkata apapun
"permisi, luhannya ada?"
"Lu-Luhan?" tanya baekhyun
"iya, aku menelfonnya berkali-kali tapi ia tak menganggkatnya" kata sehun jujur
Sehun memang berkali-kali menghubungi luhan namun luhan tetap saja tak menjawabnya. Bahkan luhan sengaja mengnonaktifkan ponselnya dari dia berangkat ke beijing karena ia tak ingin diganggu siapapun
"k-kau menelfon eonni?" tanya baekhyun tak percaya
"iya, bisakah kau memanggilkan luhan, aku..."
"KYAAAA! OH SEHUN DATANG KERUMAHKU! OMO OMO OMO!" pekik baekhyun bersemangat
"tapi tunggu! Apa? Kau mencari luhan eonni, bukankah kau mengatakan kau tak mengenal lu..."
"iya, maka dari itu aku inginmenjelaskan semua ini padanya" kata sehun cepat
"emm, meskipun aku sangat mengidolakanmu, tapi untuk urusan ini aku memilih luhan eonni. Kau telah menyakiti hatinya" ujar baekhyun tegas
"aku tahu, aku hanya ingin minta maaf padanya"
"ah, sayang sekali. Kau datang disaat yang tidak tepat"
"maksudmu?"
"maksudku, saat ini luhan eonni pergi. Ia tak ada dirumah ini" ujar baekhyun santai
"baiklah aku akan menunggu sampai dia pulang"
"sayangnya kita tak tau kapan dia pulang"
"maksudnya?"
"aku kan sudah mengatakan bahwa luhan eonni pergi. Sedang tak di rumah ini"
"jangan membohongiku"
"aku tak membohongimu, tanyakan seisi rumah. Bahkan rumput yang bergoyang pun tahu jika luhan eonni sudah pergi siang tadi"
"kemana perginya? Kenapa dia pergi?"
"kenapa? Itu semua karena dirimu, oh sehun!" kata baekhyun pedas
Sehun semakin merasa bersalah. Ia membuat luhan mencari buronan wartawan, ia juga membuat luhan pergi. Dan yang ia sesali adalah, ia sama sekali tak bisa berbuat apa-apa untuk luhan. Yang dia lakukan hanya menyakiti hati luhan
"kemana dia pergi?"
"itu rahasia"
"aku mohon katakan dimana dia pergi" pinta sehun
Ingin sekali baekhyun tertawa. Ia benar-benar melihat biasnya memohon kepadanya. Padahal sang bias tergolong manusia yang tak pernah memohon dan meminta. Tapi ia terus ingin membuat sehun merasa bersalah, bagaimanapun juga dia telah menyakiti eonni kesayangannya.
"tidak, ini rahasia. Aku tak bisa memeberitahukanmu jika kau datang hanya ingin menyakitinya lagi" kata baekhyun
"aku tak akan menyakitinya lagi"
"aku tak percaya" kata baekhyun cuek
"kau bisa pegang omonganku" kata sehun
Tapi baekhyun tetap diam tanpa merespon kalimat sehun
"aku akan memberikan apapun kepadamu asal kau memberi tahu dimana luhan"
"apapun?"
"ya, apapun"
"lalu jika kau sudah tahu, apa yang akan kau lakukan?"
"aku akan menemuinya"
"sekalipun itu di ujung dunia?"
"iya" jawab sehun tegas
Baekhyun tampak diam dan berfikir untuk semua jawaban yang sehun berikan
"berjanjilah jika kau menemuinya kau tak akan menyakitinya lagi?"
"aku berjanji" kata sehun tegas
"berjanji juga jika kau akan memberikanku tanta tanganmu disetiap inci posterku dan mau berfoto denganku ketika aku minta?" pinta baekhyun
"aku... mwo?" sehun terkejut
"sudah katakan saja kau akan melakukannya atau tidak?"
"baiklah, aku akan melakukannya"
"melakukan apa?" tanya baekhyun
"melakukan apapun yang kau inginkan" jawab sehun
"kenapa kau seperti ini?" tanya baekhyun bingung
"aku tak punya banyak waktu, aku harus bertemu luhan secepat mungkin" kata sehun cepat
"baiklah-baiklah" kata baekhyun tersenyum senang "dia ada dibeijing" lanjutnya
"beijing? Rumah neneknya?" tanya sehun
"ya! Bagaimana kau bisa tahu?" omel baekhyun
"baiklah, aku permisi" kata sehun yang kemdian terburu-buru menuju mobilnya
"apa kau tau dimana rumah nenek kami?" teriak baekhyun
"aku tahu, aku pernah kesana! Gomawo" pekik sehun sebelum dia pergi
"mwo? pernah kesana?" tanya baekhyun pelan pada dirinya sendiri "eyy, ternyata luhan eonni dan sehun sudah bertemu sejak lama" kekeh baekhyun
"semoga beruntung" kata bekhyun sambil tersenyum senang
..
Saat itu juga, sehun langsung mengurus kepergiannya ke beijing tanpa memikirkan jadwalnya yang padat. Yang di otaknya sekarang hanya bagaimana ia bisa bertemu dengan luhan secepat mungkin.
Dan sisi lain, luhan setelah sampai di beijing hanya duduk termenung. Tak biasanya luhan tampak diam tapi kali ini luhan tak dapat membentengi dirinya sendiri lagi. Benteng yang ia bangun kini telah roboh karena sesosok oh sehun
"Lu" panggil nenek
"iya nek, Lulu disini" kata luhan yang kemudian berjalan menuju arah suara neneknya
"ada apa nek?" tanya luhan
Sang nenek tersenyum di sebuah ayunan yang berada di halaman belakang, sedangkan luhan hanya berjongkok dan meletakkan kepalanya dipaha sang nenek. Luhan tak pernah menunjukkan lagi jika dirinya manja dan membutuhkan kasih sayang setelah orang tuanya meninggal, dan saat ini luhan hanya ingin neneknya dapat menenangkan kegundahan hatinya
"kau tak berniat untuk keluar dan mencari udara segar? Setidaknya menenangkan fikiranmu. Nenek yakin kau membutuhkannya" ujar sang nenek
Luhan tersenyum dan menggeleng pelan "tidak nek, aku ingin menemani nenek" ujar luhan
"lalu pria mana yang berhasil membuat rusa kecil nenek ini kembali?" ujar sang nenek sambil tersenyum
"nenek? Tak ada siapapun nek" ujar luhan sambil cemberut
"aigoo, lulu sudah kembali rupanya" kekeh sang nenek "kau sudah lama menjadi luhan yang kuat dan tegar, sekarang kau menjadi luhan yang membutuhkan sandaran. Jadi katakan pada nenek, siapa lelaki yang membuat hatimu luluh? Nenek mengenal lulu sejak kecil jika nenek boleh mengingatkan" kata sang nenek "nenek merindukan lulu yang dulu" lanjutnya
"lulu tak akan lupa nek. Tapi memang tak ada" ujar luhan sambil tersenyum manis
"lulu pandai sekali berbohong sekarang. Lalu untuk apa lulu kemari jika tak menghindarinya?" tanya sang nenek
"lulu hanya merindukan nenek"
"Lu" panggil nenek pelan dan luhan menatap sang nenek "kau sudah dewasa, memang sudah saatnya kau menemukannya. Nenek hanya ingin semoga kau dapat bahagia bersamanya"
"nenek ini bicara apa? Lulu tak mengerti" kata luhan datar
"bagaimana jika nenek berkata sehun? Apa lulu sekarang mengerti?"
"nek?"
"Lu, nenek tahu jika disini telah penuh dengan dirinya" kata sang nenek sambil memegang dada luhan
"tapi, lulu tak mencintainya nek" kata luhan menolak
"bahkan nenek tak mengatakan jika kau mencintainya, namun kau sudah mengatakannya" kekeh sang nenek "kau hanya belum yakin dengan perasaanmu, lulu sayang" ujar sang nenek kemudian
"entahlah nek, lulu ingin melupakan semua hal tentang dirinya,nenek jangan membuatku semakin berharap dengan lelaki bodoh sepertinya. Lulu bukan siapa-siapa untuknya lagi nek, dan lulu membencinya" ujar luhan
"nenek tahu itu. Sangat wajar saat kau pertama kali menyukai lelaki dan lelaki itu tak mengatakannya langsung. Bahkan berkesan seperti tak membalas perasaanmu, tapi nenek yakin kau sangat berharga untuknya karena lelaki itu menyukaimu" kekeh sang nenek
"nek, sudahlah. Nenek mulai mengada-ada" ujar luhan sambil cemberut
"nenek tak mengada-ada lu. Kau mulai merasa jika kehadirannya cukup berharga untukmu kan?" tanya sang nenek
Luhan hanya menatap sang nenek untuk mencari tahu mengapa sang nenek berkata demikian. Ia tak begitu faham dengan yang diucapkan sang nenek
"kita akan mengganggap sesuatu itu berharga setelah kita kehilangan. Lulu mengerti kan maksud nenek?"
"ah, nenek tak mengantuk? Ini sudah mulai malam" kata luhan mengalihkan pembicaraan. luhan faham maksud neneknya sekarang, namun ia tak mau terlalut lebih dalam dan berharap lebih jauh untuk sehun.
"aigoo, lulu mengalihkan pembicaraan?" tanya sang nenek sambil tersenyum
"ayolah nek" rengek luhan
"iya lu, nenek mengantuk" kata sang nenek yang akhirnya mengalah
"jja~ sekarang saatnya nenek untuk tidur" pekik luhan
"ayo Lu" ajak sang nenek
Luhan kemudian membantu sang nenek menuju kekamarnya untuk tidur. Tapi di saat perjalanan menuju kekamar sang nenek, bel rumah neneknya berbunyi. Secara otomais luhan dan neneknya berhenti
"ah, siapa sih malam-malam datang kerumah orang? Tidak tahukah ini jam untuk beristirahat?" omel luhan
"mungkin saja penting Lu" Kata nenek
"penting? Kan bisa besok pagi nek"
"tapi bagaimana jika sangat mendesak?"
"ah, aku tak peduli. Ayo nek kita tidur saja. Biarkan dia disana sampai besok" gerutu luhan
"bisa saja itu sangat penting luhan"
"aku tak peduli" kata luhan cuek
"sudah, sana kau bukakan pintu untuknya, nenek akan tidur lebih dulu"
"tapi nek..."
"tidak ada kata tapi. Cepat bukakan pintunya"
"tapi bagaimana jika ternyata dia orang jahat yang akan membunuhku, nek?" tanya luhan
"kau bisa membunuhnya kembali. Lagipula disini tak ada yang ingin mendatangi nenek lanjut usia sepertiku" kekeh sang nenek
"tapi kan aku..."
"mereka belum mengenalmu Luhan, kau baru saja sampai malam ini kan?" kata nenek mengingatkan
Luhan pun pasrah dan kemudian ia berjalan untuk membukakan pintnya. Sedangkan sang nenek melanjutkan berjalan kekamar untuk beristirahat
"aku akan membukakannya" kata luhan mengalah
Luhan melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Ia kemudian membukakan pintu rumah sang nenek. Sungguh pandangannya menemukan sesosok pria yang tak asing dimatanya. Da benar-benar terkejut dengan dia yang sudah berdiri didepn pintu rumah neneknya itu
"hai, apa kabar Luhan?" sapanya
Luhan masih belum bisa mencerna sapaannya beberapa saat. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya untuk menyadari pikiran kosongnya. Hingga beberapa saat luhan tersadar kembali ke alam nyata.
"KRIS?!" pekik luhan tak percaya
.
.
.
.
.
TBC
Hayoloh si Kris, bukan sehun. What will happed? Wkwkw
Maapkeun yes kalo update mengecewakan ahahaha, tapi setidaknya ini fast update kan? Ihiw
Tetep makasih buat yang udah review dan terus ngikutin ff ini. Maksih bangeet :*
Tetep ikutin ampe end ya guys :') see you next chapter ^^
Review Juseyo \(^_^)/
