SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPOS EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

Luhan pun pasrah dan kemudian ia berjalan untuk membukakan pintnya. Sedangkan sang nenek melanjutkan berjalan kekamar untuk beristirahat

"aku akan membukakannya" kata luhan mengalah

Luhan melangkahkan kakinya menuju ke pintu. Ia kemudian membukakan pintu rumah sang nenek. Sungguh pandangannya menemukan sesosok pria yang tak asing dimatanya. Da benar-benar terkejut dengan dia yang sudah berdiri didepn pintu rumah neneknya itu

"hai, apa kabar Luhan?" sapanya

Luhan masih belum bisa mencerna sapaannya beberapa saat. Beberapa kali ia mengerjapkan matanya untuk menyadari pikiran kosongnya. Hingga beberapa saat luhan tersadar kembali ke alam nyata.

"KRIS?!" pekik luhan tak percaya

"hai lu, lama tak bertemu" sapa kris lagi

"apa yang kau lakukan disini?" tanya luhan

"menemuimu pastinya" jawab kris

"bagaimana bisa kau disini? lalu kau tau aku disini dari siapa? Dari mana kau tahu letak rumah nenekku?" tanya luhan bertubi-tubi

"apa kau akan menghujaniku pertanyaan disini? kau tak mempersilahkanku untuk duduk lebih dulu?" tanya kris

"ah, kau benar. Silahkan masuk" kata luhan dan kemudian menyuruh kris untuk duduk diruang tamu neneknya

"kau perlu minum?" tanya luhan

"boleh" jawab kris

"kau ingin minum apa?"

"apapun"

"baiklah, tunggu sebentar"

Luhan kemudian berjalan ke dapur untuk membuatkan minum. Setelah beberapa menit luhan membuatkan minum, ia segera kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan pembicaraan mereka

"jadi bagaimana kabarmu?" tanya kris membuka obrolan

"aku baik, kau?"

"aku? Seperti yang kau lihat, aku baik" ujar kris

"bagaimana kau bisa tahu aku disini?" tanya luhan

"aku mendapatkan informasi jika kau ada di rumah nenekmu, dan kau pasti tanya bagaimana aku bisa tahu rumah nenekmu kan?" tebak kris dan luhan mengangguk

"aku ingat dulu sehun pernah kemari. Ia mengirimkan alamatnya, jadi aku membuka lagi ponselku untuk menemukan alamat rumah nenekmu"

"ah, begitu rupanya" jawab luhan "ada apa kau kemari?" tanya luhan

"Luhan, mungkin aku sedikit tidak sopan karena telah ikut campur urusanmu, tapi aku hanya ingin meluruskan sesuatu" kata kris

"tentang sehun?" tanya luhan dan kris mengangguk "katakan segera agar cepat selesai" lanjutnya

"aku kemari karena aku melihatmu di televisi pagi ini. kau dihujani banyak pertanyaan dan kau menjawabnya dengan tegas jika kau tak tahu siapa itu sehun. Aku tahu perasaanmu saat kau tak dianggap oleh sehun bukan?" ujar kris

"bukan aku ingin ikut campur ataupun mengerti segalanya, tapi yang pasti sehun dan irene tidak benar-benar menjalin hubungan" lanjut kris

"maksudmu?"

"semua ini telah diatur oleh pihak agensi. Saham mereka turun derastis karena rumor tentangmu dan sehun. Ditambah lagi keluarnya aku dari member exo. Semua membuat saham menurun. Dan mereka memanfaatkan rumor sehun denganmu dan menggantinya sebagai rumor sehun dan irene" jelas kris

"itu kerap sekali terjadi didalam agensi kami, itu bertujuan agar mereka saling mendongkrak popularitas dan kembali menaikkan saham mereka. Tapi aku tak tahu mengapa sehun mengatakan jika ia tak mengenalmu. Yang aku tahu hanya tentang kepalsuan hubungan sehun dan irene" lanjutnya

"aku hanya ingin kau tahu jika menjadi sosok sehun itu tak mudah, aku sering merasa kasihan dengannya. Dia selalu yang menjadi tombak untuk mendongkrak popularitas kami tanpa pihak agensi tahu betapa tersiksanya dia. Dia seorang visual dengan fans yang begitu banyak, jadi pihak agensi selalu menuntutnya untuk perfect. Dan sekarang ia mungkin sangat terpukul dengan perginya diriku dan rumor gila itu semakin menjadi-jadi" kata kris

"lalu kenapa kau keluar dari member exo jika tahu itu akan membuat sehun semakin down?" taya luhan

"aku bukan tipe orang yang bisa bertahan pada hal yang tak aku suka. Aku tak bisa seperti sehun yang terus menurut pada agensi yang selalu mengaturku. Aku ingin bebas. Sekalipun mereka tak mengaturku seperti mereka mengatur sehun, tetap saja aku tak menyukainya" ujar kris

Disini luhan menyadari sesuatu. Jika sehun melakukan semuanya tak sesuai dengan keinginannya. Ia merasa iba dengan kehidupan sehun tapi disisi lain ia juga membutuhkan sehun yang dengan lantang mengatakan semuanya. Ia membenci hal seperti ini, membenci hal yang tak pasti. Ini semua membuat luhan semakin bingung dengan kehidupannya

"mungkin kau tak akan tahu bagaimana mengenaskannya menjalani nasib seperti sehun. Mungkin jika dia datang dan menjelaskannya kau baru akan percaya. Bukankah kau memang menginginkan kehadirannya disini?" tanya kris

"entahlah"

"aku tahu luhan jika kau juga mengharapkannya. Tunggu beberapa hari lagi mungkin dia akan kemari. Jika dia sudah mulai jenuh dengan perintah agensi, dia akan membangkang. Tapi memang tak membangkang sepertiku" kekeh kris

"apa kau yakin akan meninggalkan exo?" tanya luhan

Kris tersenyum getir "aku tak tahu luhan, hatiku cukup berat untuk meninggalkan mereka" katanya

"lalu mengapa kau meninggalkan mereka?"

"bukankah aku sudah mengatakan? Aku hanya menginginkan kebebasan. Kau bisa menilaiku egois, karna kau tak berada diposisiku dan menjadi diriku. Berkali-kali aku menguatkan diriku untuk tetap ada disana, tapi pada akhirnya aku menyerah. Aku tak bisa" jelas kris

"apa kau menghubungi membermu?"

"belum, aku tak ingin membuat mereka berlarut dalam kesedihan" ujar kris

"aku rasa mereka sangat kehilanganmu, termasuk fansmu. Mereka terpukul ata kepergianmu secara tiba-tiba"

"aku telah mengecewakan banyak orang yang mencintaiku" kata kris sambil tersenyum pedih "bolehkah aku meminta sesuatu padamu luhan?" tanya kris

"selama aku bisa memberikannya, aku akan memberikannya" kata luhan tulus

"aku mohon jaga sehun. Mungkin kau akan melihat sehun yang keras kepala, tapi dia tak seperti itu. Aku baru pertama kali ini melihatnya mengejar seorang gadis. Dan itu dirimu" kata kris

"kris, kalau itu aku tak bisa berjanji" kata luhan pelan

"aku tahu, kau hanya belum yakin" kata kris menenangkan luhan

"aku hanya..."

"aku percaya jika suatu hari nanti kalian memang benar akan menjalin hubungan" potong kris

"aku bukan siapa-siapa untukya, kris" ujar luhan pelan

"benarkah? Tunggu sampai sehun menemuimu" kekeh kris

Luhan hanya diam dan menghendikkan bahunya. Entahlah, fikiran dan hatinya benar-benar tak sesuai. Semua melebur menjadi hitam jika membahas tentang sehun. Entah sejak kapan luhan terasa sangat bodoh dalam berfikir, selama ini dia tak pernah peduli tentang perasaannya.

"Lu, aku rasa aku harus pulang. hari benar-benar malam" kata kris

"ah, baiklah. Aku antar kau sampai kedepan" ujar luhan

Mereka kemudian berjalan beriringan. Sesampainya didepan mobil kris, kris berpamitan kembali sebelum benar-benar pergi. Luhan hanya tersenyum sambil melambaikan tangan ketika kris pergi. Dengan langkah pelan, luhan memasuki rumah neneknya dan mengistirahatkan tubuhnya. Perkataan kris cukup membuatnya bimbang kembali. Dan yang luhan butuhkan sekarang hanya istirahat.

(**)

Siang ini luhan sedang tak berada dirumah neneknya, ia memutuskan untuk pergi ke sebuah taman yang tak jauh dari rumah neneknya. Suasananya tak berbeda jauh dengan suasana sungai han di korea. Disana banyak sekali para remaja yang berlalu lalang bersama kekasih mereka, beberapa anak-anak yang bermain, orang tua bersama anak mereka dan juga beberapa nenek kakek yang sedang bersama.

Entah mengapa sedari tadi mata luhan mengikuti mereka yang sedang bermesraan. Baik sepasang remaja maupun sepasang kakek nenek. Ia tersenyum menatap mereka, sebelum akhirnya ia tersenyum pahit pada dirinya sendiri.

"mengapa tersenyum seperti itu? Tak ingin menyusul mereka?" tanya seseorang dari belakang luhan

Luhan masih tetap diam dan menatap sepatunya tanpa memperhatikan siapa yang berbicara padanya.

"tidak. Untuk apa menyusul mereka?" kata luhan sambil tersenyum getir tapi tatapannya masih kosong menatap sepatu mungilnya

"untuk kebahagiaan? Bukankah kebahagiaan harus kita kejar?" tanyanya lagi yang kemudian dia ikut duduk disebelah luhan

"apa urusa...se-sehun?" kata luhan tak percaya saat sehun telah duduk disebelahnya

"hai Lu, apa kabar? Lama juga kita tak bertemu" kata sehun menyapa luhan dengan senyumnya

"apa yang kau lakukan disini?" tanya luhan kasar yang kemudian membuang pandangan untuk tak menatap sehun

"menemuimu pastinya" kata sehun percaya diri

"cih, kau fikir aku percaya"

"aku juga berfikir kau tak akan percaya" kekeh sehun singkat

Luhan tak membalas kalimat sehun. Luhan tak tahu bagaimana perasaannya saat ini. sehun telah menemuinya, lebih cepat dari yang kris perkirakan. Tapi entah mengapa ia merasa belum siap jika sehun mengatakan bahwa ia memiliki hubungan dengan irene. Luhan cemburu? Lebih tepatnya luhan tak tahu dengan perasaannya sendiri

"dari mana kau tahu aku disini?" tanya luhan kemudian

"nenekmu, ia memberitahuku"

"oh. Padahal aku disini ingin mencari ketenangan" kata luhan menyindir

"aku menganggumu?"

"tentu saja"

"baiklah, maafkan aku" jawab sehun "haruskah aku pergi agar tak menganggumu?" tanya sehun

"itu akan menjadi lebih baik" jawab luhan singkat

"nanti kau merindukan aku" goda sehun

"cih. Pergilah jika kau hanya memberi omong kosong disini" jawab luhan sinis

"yah, aku jauh datang kesini ingin menemuimu" kata sehun berpura pura sedih

"cepat katakan apa keperluanmu mencariku, setelah itu pergilah. Kembali ke dunia entertaimentmu tanpa mengenalku" kata luhan tegas

Sehun tercekat dengan penuturan luhan. Sehun merasa dia benar-benar menyakiti perasaan luhan. meskipun tersirat, sehun tahu jika luhan sakit hati karena dirinya. Atau mungkin luhan sangat membencinya. Tapi yang sehun inginkan hanya minta maaf dan menjelaskan semuanya

"mianhae" kata sehun pelan

"sudah? Hanya itu? Aku sudah memaafkanmu, sekarang kau boleh pergi" kata luhan sinis

"aku tahu aku salah Lu. Maafkan aku" kata sehun menyesal

"aku sudah memaafkanmu, sekarang pergilah" usir luhan

"aku tak mungkin menjelaskan semuanya saat kau dalam emosi seperti ini. tapi yang perlu kau tahu, aku benar-benar minta maaf" ujar sehun semakin merasa bersalah

"berapa kali aku bilang? Aku memaafkanmu. Sekarang kau pergilah" usir luhan

"kau tak benar-benar memaafkanku lu" kata sehun tegas

"baiklah, kalau kau tak mau pergi. Aku yang akan pergi" kata luhan tegas

Luhan mulai beranjak dari duduknya. Ia benar-benar berniat meninggalkan sehun disana. Ia ingin segera pergi dari sehun. Ia tak sanggup lagi melihat sehun, hatinya luluh tiba-tiba saat mata rusanya berhadapan dengan mata elang yang tajam milik sehun. 'Jangan, luhan tak boleh menangis disini!' pekik luhan dalam hati. Tapi saat luhan akan pergi, sehun menahan lengannya dan ikut berdiri.

"lepaskan aku!" gerutu luhan

"tidak, sebelum kau mendengarkan penjelasanku" kata sehun tegas

"cepat jelaskan!"

"tidak, sebelum kau tenang"

"apa maumu hah!" omel luhan pelan

"aku hanya menginginkanmu mendengarkanku" kata sehun santai

"lepaskan aku oh sehun" desis luhan

"tidak" kata sehun tegas

"mereka mulai melihat ke arah kita! Bahkan beberapa wartawan telah datang sehun!" omel luhan pelan

Semua pengunjung disana memang sedang memperhatikan luhan dan sehun. Sedari tadi sehun datang menemui luhan tanpa penyamaran apapun. Beberapa wartawan telah mengikuti sehun sejak dibandara tadi.

Tapi sehun cukup cuek akan hal tersebut. Ia cukup lelah untuk terus menutup-nutupi semuanya. Dan para mengunjung disana ikut memperhatikan adegan tersebut karena disana terdapa sehun exo. Seluruh pelosok china pun tau siapa itu sehun exo. Dan ini merupakan momen langka sehun berada disana

"aku harap kau tak menyesal melakukan ini denganku" ujar sehun ambigu

"apa maksudmu?" tanya luhan sebal

"kau hanya perlu menikmati" ujar sehun "maaf" katanya kemudian

Sehun kemudian menarik dagu luhan. Tanpa basa-basi, sehun langsung mendekatkan bibirnya ke bibir luhan. Dalam hitungan detik bibir sehun telah menyau dengan bibir luhan. Luhan yang awalnya terkejut dan membulatkan matanya lebar-lebar akhirnya terbuai dengan permainan sehun.

Sehun melumat bibir luhan perlahan sebelum dia menciumnya lebih jauh. Luhan hanya mampu diam dan mengikuti permainan sehun. Luhan menolak? Tidak. Luhan menyukainya? Entahlah. Otak rasionalnya tak bekerja jika semua berhubungan dengan sehun

Semua wartawan membidik gambar dimana luhan dan sehun berciuman. Disana, baik luhan maupun sehun tanpa penyamaran. Hingga membuat mereka sangat mudah dikenali. Sehun gila? mungkin iya. Setibanya dikorea semua orang dari pihak agensi dan manager akan memenggal kepalanya saat mereka tahu jika sehun mencium luhan dipublik. Sedangkan publik mengetahui ia sedang menjalin hubungan dengan irene bukan dengan luhan.

Tapi peduli apa sehun? Yang dibenaknya sekarang hanya ada luhan. Luhan membuatnya begitu tergila-gila. sehun menyukai luhan? Jawabannya adalah iya. Karena sehun benar-benar tak bisa kehilangan luhan sekarang. Dibenaknya sekarang bukan bagaimana agensi melindunginya, tapi bagaimana ia melindungi luhan dari semuanya. Sehun akan melakukan apapun agar luhan tak tersakiti lagi.

Disisi lain, kris, baekhyun, kyungsoo dan para member exo tersenyum lega saat melihat berita sehun dan luhan tampil di layar televisi mereka

"woah, sehun daebak" pekik kai saat melihat televisi

"eey, kenapa mereka memburamkan gambarnya?" tanya chen

"aku tak tahu jika ia mengejar luhan sampai ke beijing" kata chanyeol

"seharusnya kita ikut sehun ke beijing" kekeh suho

"yang pasti, sehun lebih berani dari kita semua" kata kai

"kau benar. Mungkin setelah ini agensi akan marah" ucap chen

"selama kita bersatu, kita akan baik-baik saja" kata chanyeol

"kita akan saling melindungi. Masalah agensi marah itu urusan nanti, fokuskan pada berita terbaru sehun saja" kekeh suho

Mereka kemudian kembali menatap layar televisi. Chanyeol dan chen mencari informasi juga dari media sosial dan suho mencari informasi dari manager. Mereka semua cukup dibuat terkejut dengan kelakuan sehun yang cukup berani itu.

..

Malam ini, sehun sedang duduk santai dihalaman belakang rumah nenek luhan. Sedangkan luhan bersama neneknya hanya duduk di ruang tengah. Sang nenek sesekali tersenyum melihat luhan yang sedari tadi menutupi wajahnya karena pipinya terasa terbakar. Kejadian siang tadi masih melekat dibenak luhan hingga saat ini.

"temui dia" kata sang nenek

"n-ne?" balas luhan bingung

"temui dia" ulang sang nenek tapi kemudian luhan menggeleng cepat

"kenapa? Bukankah dia sudah disini?" tanya sang nenek

"aku...aku...aku sedang bersamamu, nek" kata luhan asal

"aku akan tidur. Setelah aku kekamar, kau harus temui dia"

"ta-tapi...aku..."

"nenek tahu masalah kalian belum selesai" kata sng nenek "nenek harap, setelah nenek bangun semuanya membaik"

"tapi nek..."

"dia lelaki yang baik Lu. Nenek menyukainya" ujar sang nenek yang kemudian pergi meninggalkan luhan

Setelah neneknya masuk ke kamar. Luhan hanya diam menatap sehun yang memandang langit. Jantung luhan tiba-tiba berdetak lebih cepat dari biasanya ketika langkah kakinya mendekati sehun. Luhan terus melangkahkan kakiya hingga ia dapat duduk disebelah sehun.

"Hai Lu, nenekmu sudah tidur?" tanya sehun saat luhan duduk disebelahnya

"baru saja dia tidur" jawab luhan

"oh, baiklah" kata sehun "Lu" panggil sehun

"hmm?"

"maaf tentang tadi siang. Aku tak bisa mengontrol diriku untuk tak menciummu" ujar sehun

"tak masalah" jawab luhan singkat

"benarkah?"

"eoh, asal kau menjelaskan semuanya. Kau berjanji akan menjelaskan semuanya bukan?" tagih luhan

Sehun tersenyum singkat, ia merasa luhan sedikit berubah dan mulai menerimanya. Luhan tak menolaknya seperti saat pertama bertemu setelah kejadian itu. Tepatnya siang tadi

"baiklah, aku akan menjelaskannya asal kau percaya padaku" ujar sehun

"tergantung" jawab luhan "jika itu rasional aku akan percaya" lanjutnya

"aku harap kau percaya" kata sehun

"cepat ceritakan" pinta luhan

"aku tak tahu apa yang aku katakan saat pers kemarin. Semua telah ada skenario dari pihak agensi. Mereka memintaku untuk tak mengenalmu, dan menggantinya dengan irene. Sungguh hatiku menolak saat mereka mengatakan itu semua. Tapi aku mengingat jika aku visual, aku tak mungkin egois dengan menghancurkan image groupku karena diriku. Ditambah saat itu aku dalam masa comeback" jelas sehun

"aku tak punya pilihan lain selain menuruti perintah mereka. Hingga saat malam sebelum pers itu diadakan, aku mensetujuinya. Mungkin kau fikir aku gila dan tak menghargai perasaanmu karena aku mensetujuinya, tapi dibalik itu aku ingin melindungimu" lanjut sehun

"maksudmu? Melindungiku? Dari?" tanya luhan

"aku tak bisa melindungimu secara terang-terangan. Maka aku melindungimu dengan caraku. Mungkin aku jahat karena aku termasuk memanfaatkan irene disini untuk melindungimu, tapi setidaknya irene memiliki agensi yang akan melindunginya. Berbeda denganmu yang tak memiliki agensi untuk melindungimu dari para wartawan" kata sehun

"aku mensetujuinya agar para wartawan berhenti mengejarmu dan para fans mulai mengalihkan perhatiannya darimu. Kau tahu fansku cukup ganas untuk hal seperti ini bukan? Maka dari itu aku mensetujui irene untuk menggantikan posisimu. Tapi sejujurnya aku tak pernah menjalin hubungan apapun dengannya. Bertemu dengannya saja baru sekali" jelas sehun

"lalu mengapa kau menciumku didepan para wartawan?" tanya luhan

"aku sudah muak dengan semua ini. mungkin aku tak akan seperti ini jika mereka menyerangku, tapi mereka mulai menyerangmu dengan berbagai macam pertanyaan. Itu membuatku benar-benar marah. Ditambah lagi saat kau...menangis. aku tak bisa melihatmu menangis, Lu" ujar sehun tulus

"w-wae? Aku tak mena..."

"kau bukan pembohong yang handal, aku tahu kau menangis" kata sehun tersenyum dan memandang luhan

"tapi aku menangis karena diriku sendiri, bukan kau" kata luhan pasrah

"kau menangis karenaku" ujar sehun pelan "mianhae lu" desah sehun pelan

Sehun kemudian berdiri dihadapan luhan, ia keudian menarik tangan luhan dan mengajaknya berdiri. Luhan hanya diam dan mengikuti ajakan sehun. Kini luhan dan sehun berdiri berhadapan dan mereka saling menatap

"aku benci mereka yang membuatmu menangis, bahkan aku membenci diriku sendiri saat kau menangis karenaku" ujar sehun pelan "maaf karena aku tak dapat menjagamu, Lu" lanjut sehun

"Se-sehun" kata luhan terbata-bata. Kini bahkan air matanya telah berhasil menjebol kelopak mata luhan

"uljima" kata sehun pelan sambil menghapus air mata luhan pelan

"apa kau sedang mempermainkanku?" tanya luhan dengan air mata yang terus menetes

Sehun tersenyum "ijinkan aku mengatakan satu hal, dan aku harap kau mempercayainya" lanjut sehun

"katakan" kata luhan singkat

"aku cukup buruk dalam merangkai kata-kata, tapi ini benar-benar tulus dari hatiku" kata sehun

"mungkin kau tak akan percaya jika aku tertarik padamu sejak kita pertama bertemu. Aku mungkin gila karena setelah hari itu kau selalu menganggu fikiranku. Aku selalu ingin melindungimu saat kau menceritakan betapa rapuhnya dirimu" kata sehun, sehun kemudian menarik dagu luhan agar luhan menatapnya

"Xi Luhan, maukah kau menjadi kekasihku?" tanya sehun "ah, tidak. Kau akan menjadi istriku. Aku akan menikahimu setelah mendapat ijin menikah dari agensi" ralat sehun

Luhan terdiam. Matanya terus mengeluarkan air mata. Lama-kelamaan luhan sedikit terseyum saat sehun tersenyum padanya. Tapi air matanya masih terus menetes dan sehun menghapusnya pelan

"aku rasa jawabannya iya. Karena oh sehun tak menerima penolakan" kata sehun memaksa

Sehun kemudian tersenyum. Ia mulai menangkis jarak antara dirinya dan luhan. Sehun kembali mendekatkan bibirnya pada bibir cherry milik luhan. Sehun melumat bibir luhan seolah bibir luhan adalah sebuah permen

Luhan hanya diam dan menikmati ciuman sehun. Luhan memejamkan matanya, namun air matanya terus menetes. Mungkin luhan terlalu berlebihan, tapi ia tak tahu apa yang ia rasakan saat ini. ia benar-benar seperti sedang ditendang ke planet lain. Bahkan perutnya terasa ada banyak kupu-kupu yang berterbangan. Jantungnya pun berdetak tak berhenti

Setelah lama sehun melumat dan menyusuri goa kecil milik luhan, sehun melepaskan ciumannya. Sehun tersenyum hangat kepada luhan dan luhan membalasnya dengan senyuman manisnya. Sehun kemudian menghapus sisa saliva yang menempel di bibir luhan dengan ibu jarinya. Kemudian sehun membawa luhan dalam pelukannya

"saranghae, Xi Luhan" ujar sehun sambil mencium kepala luhan

"nado saranghae, oh sehun" jawab luhan "gomawo" lanjut luhan pelan

"aku yang seharusnya berterima kasih karena kau menerimaku" kata sehun

Luhan menggelengpelan dalam dekapan sehun "tidak, aku berterimakasih karena kau mencintaiku" ujar luhan

"aku akan membawamu kekorea dan mengenalkanmu jika kau kekasihku" ujar sehun tegas

Luhan sedikit terkejut. Ia kemudian melepaskan pelukannya dari sehun dan menatap sehun ta percaya

"mwo? bagaimana jika fansmu membunuhku? Apa kau ingin aku mati ditangan fansmu? Bisa saja fansmu memerikanku hadiah berupa bangkai, atau bahkan mereka menarik rambutku hingga kepalaku lepas! Andwe! Aku masih ingin hidup" omel luhan

Sehun terkekeh, ia kemudian menarik luhan kembali kepelukannya "aigoo, rusa kecilku sudah kembali mengomel" kekehnya

"sehun, aku tak bercanda" kata luahn cemberut sambil mendongak untuk menatap sehun

Sehun kemudian mencium bibir luhan sekilas sambil tersenyum "aku akan melindungimu, sayang" kata sehun tegas

"aku pegang kalimatmu" kata luhan

"aku akan membunuh mereka yang menyakitmu, sayang" kata sehun sambil memainkan hidungnya di hidung luhan

Luhan tersenyum ia kemudian menenggelamkan wajahnya didada bidang sehun. Sehun semakin memeluknya lebih erat. Mungkin semua hal yang berjalan hari ini terasa begitu cepat. Luhan yang masih marah dengan sehun siang tadi, namun malamnya mereka resmi menjadi sepasang kekasih

Ah, tapi siapa peduli? Bukankah memang lebih bagus mereka cepat menyatu? Mereka sudah cukup gila dengan ego mereka selama ini, mereka terlalu gengsi untuk mengungkapkan. Hingga pada akhirnya malam ini merubah mereka semua. Malam ini benar-benar malam sempurna bagi luhan dan sehun.

.

.

.

.

.

TBC

Hayoloh yang udah berfikiran negatif ke kris minta maap wkwk
ternyata dia datengin buat bantuin jelasin doang

Asek nih luhan sehun udah pada lega ama perasaan mereka haha

Sekali lagi author makasih buat yang tetep ngikutin ff ini. Love you all. Apalagi yang meluangkan waktu buat review faforit makasih banget

Maaf kalo masih belom bisa balesin soalnya ini aja numpang wifi wkwk

udah gitu laptopnya sering juga error gitu jadi sedih :' maapin yaa

See you next chapter guys :*

Review Juseyo \(^_^)/