SNOWFLAKES

Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo

Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo

Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)

Length : Chaptered

Rate : T-M

Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan

FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .

Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^

.

.

HUNHAN STORY

.

GS

.

TYPOS EVERYWHERE

.

NO PLAGIAT

.

NO BASH

.

REVIEW JUSEYO^^

.

.

Sesuai dengan dugaan. Setibanya luhan dan sehun dikorea, semua wartawan langsung berpusat pada sehun. Bahkan pihak agensi langsung mengadakan rapat besar-besaran terkait hal yang sehun lakukan di beijing

Awalnya pihak agensi menolak mentah-mentah hubungan sehun dan luhan. Tapi berkat bantuan manager exo dan para member, akhirnya mereka mengijinkan sehun dan luhan. Berbeda dengan keluarga luhan yang menyambut luhan dengan bahagia.

Baik baekhyun, kyungsoo, paman kim, heechul dan hangeng sangat bahagia mengetahui kabar jika luhan dan sehun berpacaran. Mereka bahagia karena akhirnya hati luhan menyerah pada sehun, ditambah bahagia lagi ketika mengetahui siapa itu sehun di dunia entertaiment

Tapi tak semua memberikan tanggapan positif, munculnya rumor luhan dan sehun membuat beberapa fans sehun mulai mencari keberadaan luhan dan menterornya. Tapi sehun, agensi, manager, member exo, baekhyun, kyungsoo dan seluruh keluarga luhan berusaha untuk melindungi luhan dari mereka. Dan hari ini merupakan pers sehun untuk mengkonfirmasi hubungannya. Baik dengan luhan maupun irene

"apa kau siap?" tanya sehun sambil memegang jemari lentik luhan

"aku...gugup" ucap luhan polos

"jangan dengarkan komentar negatif mereka. Kami melindungimu, terutama aku yang sangat melindungimu" ucap sehun menenangkan luhan

"aku merasa menyakiti hati fansmu" ujar luhan pelan

"mereka akan mengerti"

"tapi mereka fansmu, mereka lebih dulu mengenalmu dan mencintaimu" ujarnya

"mereka fans. Ayolah kita berfikir rasional. Pada akhirnya mereka akan pergi meninggalkanku karena kehidupan nyata mereka kan?"

"tapi tak semua dari mereka meninggalkanmu. Mereka ada yang sangat mencintaimu" kata luhan mengingatkan

"dari mana kau tahu?"

"aku sering mendengar mereka berteriak seperti itu" kata luhan jujur

"aku tak akan menikah dengan mereka kan? Jika aku menikah dengan salah satu dari meeka, Itu akan membuat sebuah kecemburuan sosial. Dan untuk lebih adil aku memilihmu" kata sehun tersenyum

"tidakkah ini terlalu cepat? Kau akan kehilangan banyak fans"

"hanya sesaat, nantinya semua akan kembali semula. Aku percaya mereka akan mengerti posisiku. Aku juga manusia biasa yang membutuhkan pasangan" ujar sehun

"kau akan sangat melukai mereka" kata luhan

"aku tahu, aku tak punya banyak pilihan"

"tapi..."

"berhenti berfikir yang tidak-tidak, kau akan baik-baik saja" kata sehun sambil mencium kening luhan

Luhan hanya diam dan mencoba menenangkan dirinya, yang memang dia akui jika dia terlalu berlebihan mengkhawatirkan semuanya. Faktanya memang ia mengkhawatirkan nasib sehun dengan fans nantinya

"sehun-ah, ayo naik. Acara sudah dimulai" ujar mnager

"aku akan memanggilmu nanti, kau bisa duduk dahulu dan tenangkan fikiranmu" ucap sehun

Luhan mengangguk mengerti. Sehun tersenyum dan kemudian ia mencium singkat bibir luhan sebelum ia meninggalkan luhan untuk naik diatas panggung pers itu.

Lima belas menit sehun terus dihujani pertanyaan yang tak rasional, lima belas menit pula luhan menunggu dengan cemas. Dari kalimat yang sehun lontarka memang terdengar begitu tenang. Bahkan ia terus melindungi luhan agar para wartawan dan fans tak menyerang luhan

"apa yang membuatmu akhirnya menetapkan hati pada luhan?" tanya seorang wartawan

"karena aku mencintainya" jawab sehun

"kenapa kau menjalin hubungan di usia semuda ini?"

"semua berjalan begitu saja. Aku harap para fans menghargai keputusanku ini. mungkin ini memang terdengar terlalu cepat, tapi aku mencintai luhan"

"tidakah kau merasa tak sebanding dengan luhan yang tergolong sebagai gadis yang bukan seorang artis, sedangkan kau adalah bintang korea yang sangat bersinar?"

"seharusnya aku yang tak sebanding dengan luhan. Luhan adalah gadis yang sangat baik, dia merupakan gadis yang sempurna, berbeda denganku yang memiliki banyak kekurangan" kata sehun

"mengapa kau memilih luhan dibandingkan irene?"

"karena dari awal aku memang memilih luhan. Aku tegaskan jika aku tak menjalani hubungan apapun dengan irene. Mungkin ini terdengar sangat tak rasional karena beberapa waktu lalu aku mengakui aku menjalin hubungan dengan irene. Tapi, untuk kali ini aku bicara semuanya sesuai dengan hatiku" kata sehun tegas

"apa kau membawa luhan kemari? Bisakah kau mengenalkan luhan pada kami?"

Sehun terdiam, ia kemudian memanggil luhan untuk keluar dari panggung. Luhan keluar dengan wajah yang tampak gugup, namun sehun mampu menutupinya. Sehun menutupi kelemahan luhan pada kamera

"dia, Xi Luhan. Kekasihku" kata sehun sambit tersenyum memandang luhan dan luhan membalasnya dengan senyuman manisnya

"bisakah kalian membuktikan jika kalian memang sepasang kekasih?" tanya seorang fans yang masih tak percaya

"jangan katakan aku melakukan hal tak sesuai dengan aturan pers di korea. Aku melakukan ini untuk bukti jika aku memang mencintainya" kata sehun tegas

Sehun kemudian menarik luhan dan menciumnya kembali. Entah mengapa sehun senang sekali mencium luhan. bagi sehun, bibir luhan begitu menggiurkan. Bahkan menurutnya itu lebih memabukkan dari soju

Sehun mencium luhan selayaknya ia mencium seseorang. Sehun mencium luhan dengan lembut dan penuh kasih sayang. Luhan hanya dapat diam dan terbuai oleh permainan sehun. Seluruh wartawan dan fans pun akhirnya percaya jika mereka memang menjalin sebuah hubungan

Beberapa fans sehun ada yang menentang dan ada juga yang mendukung. Bagi mereka yang mendukung bahkan telah memberikan slogan pada dirinya sendiri sebagai 'hunhan shipper'. Bagi mereka, luhan dan sehun pasangan yang cukup unik dan romantis

Tapi bagi mereka yang tak mendukung, mereka berfikir jika luhan memanfaatkan sehun. Luhan tak benar-benar mencintai sehun dan luhan hanya ingin popularitas dirinya meningkat karena sehun. Bahkan masih banyak lagi komentar negatif lainnya.

Namun dengan berfikir rasional, luhan memaklumi semua itu. Luhan menerima semuanya dengan entang. Yang terpenting sekarang bukan komentar fans lagi, tapi bagaimana dia mencintai sehun dan sehun mencintainya

(**)

Beberapa hari setelah adanya pers tersebut, kehidupan luhan dan sehun sedikit pulih. Bahkan sesekali luhan menginap di apartemen sehun karena sehun menginginkannya disana. Dengan menjalin hubungan, luhan dan sehun tahu kelemahan mereka satu sama lain

Luhan yang cukup manja dan keras kepala, tak jauh berbeda dengan sehun yang juga memiliki sifat manja dan keras kepala. Sesekali mereka telihat bertengkar namun kemudian berbaikan. Karena baik luhan maupun sehun tak betah jika harus mendiamkan pasangan mereka satu sama lain

Hari ini, luhan sedang berada disebuah toko buku yang tak jauh dari letak agensi sehun. Tadi ia berniat untuk mengantar baekhyun, namun kemudian baekhyun memutuskan untuk pergi bersama chanyeol dengan membawa mobilnya pergi. Luhan pun mengalah karena baekhyun terus merengek.

saat luhan sedang melihat-lihat buku yang ingin ia beli, tiba-tiba ponselnya berdering. Menandakan sebuah pesan masuk ke ponselnya. Luhan dengan segera merogoh ponselnya dan membuka pesan tersebut

From : Sehunie

Sayang, kau dimana? Aku merindukanmu T_T

Luhan tersenyum saat membaca pesan dari sehun, ia kemudian dengan cepat membalaskan pesan untuk sehun. Jika luhan membalasnya sedikit lama, makan sehun akan menelfonnya sampai mengomel karena terlalu lama membalas pesannya

To : Sehunie

Kau merindukanku? Padahal aku tak merindukanmu. Kekeke

Send!

From : Sehunie

Mwo? kau tak merindukanku? Awas saja jika kau nanti merengek mengatakan jika kau merindukanku

To : Sehunie

Tak akan! Aku tak akan melakukannya. Mehrong~ .

Send!

From : Sehunie

Ayo buktikan! Kita tak bertemu selama satu minggu. Otte?

To : Sehunie

Andwe! Hajima! Aku hanya bercanda, sehunie T_T

Send!

From : Sehunie

Aku tahu kau juga merinkukanku. Kekeke
Katakan dimana kau sekarang, sayang?

To : Sehunie

Aku di toko buku sebelah kantor agensimu, sayang

Send!

From: Sehunie

Baiklah, tunggu aku 10 menit, aku harus menyelesaikan latihanku. Aku akan menjemputmu. Tunggu aku! Jangan pergi sebelum aku menjemputmu! bye bayi rusa sayang :*

To: Sehunie

Aku tak akan pergi. Selamat latihan sayang! Fighting! :*

Send!

Luhan tersenyum setelah mengirim pesan terakhirnya untuk sehun. Ia kemudian berjalan kekasir untuk membayar buku yang hendak ia beli.

Setelah membayar, luhan memutuskan untuk keluar toko buku dan menunggu sehun diluar agar lebih mudah. Kebetulan sekali diluar toko buku tersebut ada kursi yang lengkap dengan meja dan payung diatasnya. Setidaknya itu cukup nyaman untuk menunggu sehun

Saat luhan duduk dan membaca novel yang ia beli tadi, tiba-tiba ada segerombolan remaja yang datang dan duduk didepanya.

Luhan seolah mengerti arah pembicaraan mereka langsung menutupi wajahnya dengan novelnya tersebut. Luhan juga menajamkan pendengarannya agar bisa mendengar dengan baik

"aish! Jinjja! Aku tak tahu apa bagusnya gadis bernama luhan itu" omel seorang remaja

"mungkin ia memang ingin memanfaatkan sehunie oppa" kata remaja lain

"yang benar saja! Sehunie oppa lebih pantas dengan irene, bukan gadis biasa sepertinya" kata yang lainnya

"tapi jika diperhatikan dia juga lumayan cantik"

"cih, paling dia operasi plastik agar sehun oppa tergila-gila dengannya"

"bayangkan saja, sehun oppa sangat tergila-gila dengan miranda kerr dan pada akhirnya ia jatuh dalam pesona si luhan itu. Jika dibandingkan tubungnya, jelas miranda kerr menang banyak"

"apa sih bagusnya gadis bernama luhan itu"

"aku berfikir ini hanya rekayasa seperti irene dan sehun oppa"

"aku fikir tidak. dari sorot mata sehun oppa, aku membaca ia sangat mencintai gadis bernama luhan itu" kata salah seseorang yang bisa membaca tatapan mata

"ah! Aku ingin sekali membunuhnya karena berani merebut sehun oppa"

"dan apa kalian tak tahu jika sehun oppa begitu melindunginya?"

"aku tahu!"

"kali ini aku benar-benar yakin jika dia hanya memanfaatkan sehun oppa!"

"operasi plastik, munafik, sok baik didepan kamera! Argh! Aku membencinya"

"aku fikir ia memang ingin mengambil untung dari sehun oppa yang sedang naik daun"

"aku bilang dia munafik kan? Dia sok baik, dia seperti iblis berwajah malaikat"

"tapi apa kita tak terlalu berlebihan? Kita belum mengenalnya tapi kita sudah mengatakan yang tidak-tidak"

"apa peduliku? Kecuali jika ia memang benar-benar mencintai sehunie oppa dengan tulus aku akan berhenti memakinya"

"sekalipun kau tak merelakannya, sehun oppa tetap memilihnya"

"ya paling tidak aku tak membencinya jika ia memang mampu menjaga sehun oppa"

"ah, sudahlah! Hari semakin sore, ayo kita pulang" ajak salah seorang gadis remaja itu

Mereka kemudian bangkit dan membubarkan diri dari hadapan luhan. Meninggalkan luhan yang cukup tertegun dengan penuturan yang dilontarkan oleh gadis-gadis remaja itu. Tak berselang lama setelah para gadis itu pergi, sehun telah berada didepan toko tersebut.

Luhan langsung menghapus airmatanya, yang entah sejak kapan telah menetes sebelum memasuki mobil sehun. Didalam mobil luhan hanya diam dan memandang kosong pemandangan diluar jendela. Sehun pun menyadari perubahan sikap luhan

"Lu?" panggil sehun sambil memegang tangan luhan

"hmm?" balas luhan sambil menatap sehun sekilas

"kau kenapa?"

"tak apa"

"berapa kali aku mengatakan jika kau ini pembohong yang payah?" tanya sehun sambil terkekeh pelan "katakan kau kenapa? Ada yang menganggumu?"

Luhan menggeleng pelan dan tersenyum singkat kearah sehun, sebelum ia memandang kosong pemandangan diluar kaca jendela mobil sehun. Beberapa detik kemudian ia meneteska air mata dalam diam

"sayang? Kau menangis? Ada yang menganggumu lagi?aku membuatmu lama menunggu hingga menangis? Mian lu tadi aku..." jelas sehun pelan sambil membelai tangan luhan

"aku...tak apa " kata luhan tertunduk dan kembali meneteskan airmata

Sehun kemudian menepikan mobilnya di tempat yang cukup sepi. Setidaknya tempat itu dapat menjaga privasinya dengan luhan

"mereka menghinamu lagi?" tanya sehun pelan dan luhan hanya mengangguk pelan dengan air mata yang berlinang

"apa aku memang tak pantas untukmu?" tanya luhan "ah, aku memang tak pantas" jawab luhan cepat

"siapa yang mengatakan kau tak pantas untukku?"

"mereka...hiks" isak luhan

"hey, rusa kecil dengarkan aku, yang menjalani hubungan ini aku dan kamu bukan mereka. Biarkan mereka berkata apapun. Asal kau bahagia dan aku bahagia, dan kita nyaman. Bukankah itu yang kita butuhkan dalam menjalin hubungan? Mereka hanya terlalu terbawa dengan emosi sesaat mereka. Jangan dengarkan komentar negatif mereka, sayang" kata sehun menenangkan sambil mengecup pelan kening luhan

"tapi, aku...hiks" luhan tak sanggup melanjutkan kalimatnya karena ia terlalu sedih

Sehun kemudian memeluk luhan. Ia membawa luhan dalam isakannya kepelukannya. Sehun dengan sabar menenangkan luhan. Setelah luhan berhenti menangis, sehun melepaskan pelukannya dan menatap luhan

"sejak kapan rusa kecilku menjadi sangat cengeng, hmm?" tanya sehun sambil menghapus air matanya

"entahlah, aku benci diriku yang mudah sekali menangis! Kenapa aku lemah?!" omel luhan pada diriya sendiri

"kau lemah karena aku yang akan menguatkanmu, sayang" kata sehun sambil tersenyum

"berhenti membual. Aku bosan mendengarmmppphhh "

Kalimat luhan terhenti karena sehun lebih dulu membungkam bibir luhan. Sehun dengan perlahan tapi pasti, melumat bibir manis milik luhan. Sungguh bibir luhan benar-benar membuatnya gila

"sejak kapan kau jadi senang menciumku sembarangan?" tanya luhan saat ciuman mereka selesai

"sejak kau menjadi kekasihku" jawab sehun santai

"sudahlah,ayo pulang" ajak luhan

"kau bermalam diapartemenku ya? Aku merindukanmu" pinta sehun

"tanpa aku merestuinya kau pasti akan menculikku diaparetenmu" balas luhan

"yeheeet! Kajja~" pekik sehun bahagia kemudian melajukan mobilnya kembali menuju ke apartemen

..

Luhan berjalan memasuki apartemen sehun lebih dulu, kemudian sehun menyusulnya sesaat setelah ia menutup pintu apartemennya. Luhan langsung meletakkan tasnya dan berjalan menuju ke dapur kecil milik sehun.

Disana ia mencari bahan makanan untuk sehun di lemari es, bagaimanapun juga sehun akan merengek jika perutnya kosong nantinya. Jadi, sebelum sehun merengek luhan menyiapkannya lebih awal

"sehunie, ganti bajumu, aku akan menyiapkan makan malam untukmu" ujar luhan yang sibuk memilah bahan yang ada dilemari es

Sehun tak menjawab, ia malah berjalan mendekati luhan dan mendekap tubuh mungil itu dari belakang. Ia kemudian melesapkan wajahnya diperpotongan leher luhan. Sesekali ia menyesap leher putih milik luhan. Dan luhan sangat tahu jika saat ini sehun sedang ada pada mode manjanya

"sehunie, ayolah" pinta luhan

"aku merindukanmu, sayang" rengek sehun

"aku tahu, ganti bajumu dahulu setelahnya aku akan memanjakanmu" kata luhan pelan

"memanjakanku? Kau janji?" tanya sehun sambil bersmirk

"ya, aku janji akan memanjakanmu" ujar luhan tanpa menyadari smirk sehun

"baiklah" ujar sehun sambil melepas pelukannya

Sehun tersenyum dan mencium pipi luhan sekilas sebelum pergi kekamar untuk berganti pakaian tapi kemudian luhan tersadar akan smirk sehun

"bukan! Tida-tidak! Bukan maksudku memanjakanmu dalam hal itu! Sehun! Dengarkan aku!" teriak luhan mengejar sehun kekamar untuk menjelaskan

"kau sudah berjanji, sayang" kata sehun santai dan kemudian masuk kekamarnya

Luhan hanya merutuki dirinya sendiri didepan kamar sehun. Ia cukup menyesal mengatakan janji pada sehun. Karen sehun akan terus menagih jika ia membuat janji dan belum terbayarkan. Ia hanya mendesah pasrah dan kembali ke dapur untuk menyiapkan makanan sehun

Luhan hanya menyiapkan makanan kecil untuk sehun. Setelah ia selesai, ia menunggu sehun keluar dari kamarnya di depan televisi. Setelah beberapa saat kemudian, sehun akhirnya keluar dengan boxer dan kaos putih. Rambutnya sedikit acak-acakan dan basah, mungkin efek sehun setelah cuci muka.

Luhan yang sedang tidur santai di sofa tak menyadari sehun telah keluar dari kamarnya. Sehun pun berjalan dan mendekati luhan. Tanpa basa-basi sehun langsung menindih tubuh mungil luhan hingga membuat luhan sedikit membulatkan matanya tak percaya.

"sehunie" pekik luhan terkejut

"hmm?" jawab sehun singkat sambil menyesap leher luhan kembali. Meneruskan aktifitasnya yang sempat tertunda lagi

"a-apa yang kau lakukan?" tanya luhan gugup karena posisinya cukup intim dengan sehun

"kau berkata kau akan memanjakanku, hmm?"

"b-bukan seperti ini maksudku" kata luhan gugup

Sehun tersenyum melihat kegugupan luhan. Sehun pun kemudian berdiri dari tidurnya. Luhan dengan cepat kilat langsung ikut berdiri dan mendudukkan dirinya. Sehun kembali tidur dengan paha luhan yang ia jadikan bantalannya.

"suapi aku" rengek sehun

"baiklah" jawab luhan pelan sambil mensuapi sereal untuk sehun

"mengapa kau terlihat sangat gugup sayang?" tanya sehun

"ki-kita terlalu intim" kata luhan pelan

"kita sudah menjalin hubungan lu, bahkan aku berjanji akan menikahimu. Kau ingat bukan?"

"a-aku hanya..."

"takut?" tebak sehun dan luhan mengangguk pelan

"apa yang kau takutkan? Kau meragukan rasa cintaku padamu?"

"t-tidak. Bukan begitu" jawab luhan cepat "aku hanya takut jika aku..."

"hamil?" tebak sehun lagi dan luhan kembali mengangguk

"berapa kali aku harus meyakinkanmu sayang?" tanya sehun yang mulai tampak frustasi

Faktanya memang sehun berkali-kali ingin melakukan hal yang jauh lebih intim namun luhan selalu menolaknya. Luhan selalu ketakutan dengan hal yang tak pernah sehun fikirkan sebelumnya. Sehun sering merasa, seolah cintanya tak tulus untuk luhan. Berkali-kali sehun meyakinkan luhan namun luhan terus meragukannya

meskipun dia telah mengatakan jika ia percaya, namun jauh dari lubuk hatinya sehun tahu jika luhan masih meragukannya. Luhan sebenarnya ingin sekali mempercayai sehun, namun ingatan akan kalimat jika luhan tak pantas untuk sehun terus terngiang. Bahkan ia sempat membaca di sns jika sehun bisa saja meninggalkannya. Meskipun hanya komerntar negatif yang tak perlu didengar, luhan tetap saja memikirkan hal itu. Karena bisa saja itu akan benar-benar terjadi nantinya.

Sehun kemudian menghadapkan wajahnya ke perut luhan. Sambil memeluk perut mungil luhan, sehun menyesapkan wajahnya diperut luhan. Dan luhan hanya tersenyum getir singkat sambil membelai rambut sehun, luhan tersenyum getir karena ia merasa bersalah dengan sehun

"mianhae" kata luhan merasa bersalah

"sebenarnya apa yang benar-benar kau takutkan, Lu?" tanya sehun yang masih meyesapkan wajahnya diperut luhan

"aku hanya takut...kau meninggalkanku" kata luhan yang semakin pelan nyaris tak terdengar

Sehun kemudian menatap luhan sesaat. Sehun kemudian bangun dari tidurnya untuk menatap luhan lebih dekat. Sehun menangkup pipi mulus luhan dengan telapak tangannya. Ia mendekatkan wajahnya denga luhan lebih dekat lagi

"aku akan mengatakan hal ini untuk yang terakhir. Apa kau akan mendengarkanku?" tanya sehun

Luhan menatap manik tajam mata elang milik sehun. Ia mencoba mencari kepercayaan yang bisa ia pegang. Dari mata elang yang menawan itu memancarkan kesungguhan. Akhirnya luhan mengangguk yakin dan terus menatap mata sehun

"sampai kapanpun aku tak akan pernah meninggalkanmu. Apalagi meninggalkanmu untuk wanita yang lebih cantik seperti yang orang lain katakan. Kau sudah sangat cantik, kau bahkan melampaui semprna untukku, jadi untuk apa aku meninggalkanmu. Aku sudah cukup tergila-gila karenamu. Apa kau percaya?" tanya sehun

Luhan menatap mata sehun bergantian untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia mengangguk "aku pecaya. Maaf karena meragukanmu" kata luhan merasa bersalah

"jadi, sekarang bolehkan aku memiliku seutuhnya? Percayalah padaku, aku akan menikahimu Lu" kata sehun bersunguh-sungguh

Luhan terkekeh dengan kalimat sehun, ia tahu jika sehun sudah menginginkan lebih dari dulu. Tapi ia cukup sabar untuk menunggu dan menanti persetujuan luhan

"baiklah, aku seutuhnya milikmu sayang" kata luhan sambil tersenyum manis

"aku harap kau masih mengingat janjimu" kata sehun sambil bersmirk

Luhan hanya pasrah dengan penuturan terakhir sehun. Dia memang sudah berjanji bukan? Jadi ia tak akan bisa menolak kalimat sehun, ditambah dengan smirk sehun yang membuatnya cukup lemas untuk menjawab pertanyaan sehun.

.

.

.

.

.

TBC

Sepertinya kelamaan update ini wkwk, maapkeun ya author gaada wifi dan sinyal jadi susah

Maaf juga jika cerita gak sesuai dengan harapan. Keep reading ff ini ampe kelar yaa

Makasih buat semua yang udah review. Makasih banyaak love you so much dah hehe

Yang lain, author tungguin reviewnya ^^

REVIEW JUSEYO \(^_^)/