SNOWFLAKES
Main cast : Xi Luhan, Oh Sehun, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Do kyungsoo
Pairing : Hunhan [Main], Chanbaek, Kaisoo
Genre : Romance, Fluff, Drama, Humor(?)
Length : Chaptered
Rate : T-M
Disclaimer : cerita ini adalah hunhan story, jadi bener-bener terfokus pada kisah luhan dan sehun. Untuk pair yang lain hanya sebagai slight. Mungkin chanbaek dan kaisoo akan masuk namun tak sebanyak hunhan yang akan diceritakan
FF ini murni buatan author tanpa ada unsur plagiat atau meniru dari ff lain, jika ada yang sama atau mirip, mungkin kita jodoh .
Dont be a silent readers guys, hargain kerja keras author menulis^^
.
.
HUNHAN STORY
.
GS
.
TYPOS EVERYWHERE
.
NO PLAGIAT
.
NO BASH
.
REVIEW JUSEYO^^
.
.
.
WARN! NC NC NC NC NC NC!
YANG DI BAWAH UMUR PLEASE SKIP~
.
Luhan menatap manik tajam mata elang milik sehun. Ia mencoba mencari kepercayaan yang bisa ia pegang. Dari mata elang yang menawan itu memancarkan kesungguhan. Akhirnya luhan mengangguk yakin dan terus menatap mata sehun
"sampai kapanpun aku tak akan pernah meninggalkanmu. Apalagi meninggalkanmu untuk wanita yang lebih cantik seperti yang orang lain katakan. Kau sudah sangat cantik, kau bahkan melampaui semprna untukku, jadi untuk apa aku meninggalkanmu. Aku sudah cukup tergila-gila karenamu. Apa kau percaya?" tanya sehun
Luhan menatap mata sehun bergantian untuk beberapa saat sebelum akhirnya ia mengangguk "aku pecaya. Maaf karena meragukanmu" kata luhan merasa bersalah
"jadi, sekarang bolehkan aku memiliku seutuhnya? Percayalah padaku, aku akan menikahimu Lu" kata sehun bersunguh-sungguh
Luhan terkekeh dengan kalimat sehun, ia tahu jika sehun sudah menginginkan lebih dari dulu. Tapi ia cukup sabar untuk menunggu dan menanti persetujuan luhan
"baiklah, aku seutuhnya milikmu sayang" kata luhan sambil tersenyum manis
"aku harap kau masih mengingat janjimu" kata sehun sambil bersmirk
Luhan hanya pasrah dengan penuturan terakhir sehun. Dia memang sudah berjanji bukan? Jadi ia tak akan bisa menolak kalimat sehun, ditambah dengan smirk sehun yang membuatnya cukup lemas untuk menjawab pertanyaan sehun.
Sehun mulai mencium bibir luhan, ciuman yang awalnya pelan dan memabukkan sekarang menjadi ciuman yang liar dan ganas. Sehun terus mencumbu luhan dan luhan hanya diam mendapa perlakuan dari sehun
Sehun mengeksplore goa kecil milik luhan, mengabsen setiap senti yang ada didalamnya. Bahkan saat ini saja tangan sehun mulai menggerayang ditubuh luhan, perlahan ia mulai membuka kancing kemeja milik luhan
Luhan memang datang menggunakan kemeja putih transparan dengan kemeja yang ia ikatkan di pinggangnya dan celana jeans panjang yang membalut kaki jenjangnya. Entah karena keahlian sehun dalam menjamah luhan atau luhan yang terlalu terbuai, saat ini mereka telah berada dikamar tidur sehun dengan luhan yang hampir telanjang.
"ahhhh" desahan luhan akhirnya keluar saat sedari tadi ia menahannya. Ia sudah tak tahan lagi ketika tangan sehun mulai memasuki daerah kewanitaannya padahal saat ini luhan masih menggunakan celana jeansnya
Sehun terus menciumi bibir luhan, sesekali ia menyesap leher mulus milik luhan yang terkespose karena luhan mengikat rambut panjangnya. Tangan kiri sehun memeluk tubuh luhan sedangkan tangan kanannya mulai menelusup kebalik celana dalam luhan, jemarinya mulai bermain dibawah sana
"sehhhh-hunhhhppphhh" desah luhan kembali saat tangan sehun menari bersama vaginanya. Padahal dibawah sana jari telunjuk sehun belum seutuhnya masuk, hanya seperempat bagian telunjuknya saja. Dibawah sana cukup sempit dan terhalang celana dalam luhan.
Sehun tersenyum ketika ia merasakan cairan luhan menyergap telunjuknya. Ia tahu jika luhan mulai terangsang. Ia melepas ciumannya dan memandang luhan sekilas. Ia menatap gadis yang cantik dan memejamkan matanya karena menikmati perlakuan yang ia berikan
Sehun menghempaskan tubuh luhan diatas ranjang. Membuat kemeja luhan menyibak sempurna dan menampilkan bra luhan yang berwarna hitam dan perut putih mulusnya. Sehun bermirk mengamati tubuh luhan yang begitu indah.
Sehun mencium bibir luhan kembali, kemudian ia menciumi pelan menyusuri dada montok milik luhan. Sehun tersenyum bahagia saat melihat bertapa berisinya payudara luhan. Selama ini luhan seperti memiliki dada yang kecil, namun ternyata diluar dugaan. Dada itu cukup berisi untuk gadis seukurannya
Sehun sedikit bermain didada luhan. Ia menjilat dada itu yang masih terbungkus rapi oleh bra hitam luhan. Luhan mulai mendesah nikmat, ia menjambak surai rambut sehun. Sehun mulai melepas bra luhan dan menampilkan nipple pink yang begitu menggoda. Tanpa berfikir panjang sehun langsung meraupnya.
"aaahhhhh, sehppphhh-hunppphh-nieeemmppphhh" desah luhan lagi
Mulutnya sehun sibuk mengulum payudara luhan sebelah kiri dan tangannya memainkan nipple luhan sebelah kanan. Sesekali sehun memelintir nipple luhan yang mengeras itu hingga membuat luhan mendesah nikmat.
Setelah puas dengan payudara luhan. sehun menyusuri perut mulus luhan sambil menciuminya,menjilatinya hingga memberi kiss mark disana. Hingga akhirnya ia sampai di daerah kewanitaan luhan, sehun membuka celana luhan pelan dan menampilkan celana dalam luhan yang berbentuk segitiga untuk menutupi vaginanya
Disana terlihat celana luhan yang mulai basah, sehun langsung melepaskan celana dalam luhan dan membuangnya asal. Sehun kemudian memandang tubuh luhan yang sudah seutuhnya telanjang. Sehun bersmirk, bahkan luhan sampai menggigi biir bawahnya sendiri.
Dia malu karena tubuh nya yang tanpa busana diperhatikan sehun dengan cukup intens, ia berusaha menutupi daerah pribadinya namun sehun melarangnya. Ditambah dengan smirk sehun yang membuatnya terlihat begitu tampan, dengan surai hitam yang sedikit lepek karena keringat. Ugh! Itu berkali-kali terlihat begitu sexy
Sehun kemudian langsung menjilati vagina luhan, ia menyesap tanpa ada kata jijik sekalipun. Bagi sehun ini adalah hal terindah yang pernah lakukan. Luhan sudah mulai tak bisa menahan dirinya sendiri. Berkali-kali ia mendesah akibat pelakuan sehun kepadanya.
Sehun menarik badan luhan agar berdiri. Kemudian sehun tidur diatas kasur dengan luhan berlutut diatasnya. Vaginya luhan tepat berada diatas wajah tampan sehun. Tanpa berfikir panjang sehun langsung bermain dengan vagina luhan. Sehun kembali menjilati ruang sempit berwarna pink itu. Ia menyesap vagina luhan hingga masuk ke semua mulut sehun.
"seehh-huunnmmpphh" desah luhan yang tanpa henti karena perlakuan sehun.
Luhan mulai lemas, sehunpun menidurkan luhan. Sehun berdiri untuk membuka bajunya dan celananya sambil memandang tubuh luhan. Matanya tak sedetikpun lepas dari luhan. Setelah sehun lengkap tanpa busana, ia kembali menindih tubuh luhan. Dibawah sana luhan merasakan kejantanan sehun yang mulai menusuk diselakangannya. Meskipun belum masuk kedalam vaginanya, tapi luhan bisa merasakan kejantanan.
"seh-hun" ucap luhan canggung karena penis sehun menempel di badannya
"iya? Kenapa wajahmu mereh seperti ini lu?" tanya sehun menggoda
"kau..itu...menempel...aku..." kata luhan gugup
"hey, kau tak perlu malu seperti ini percayalah bahwa dia ini adik terbaikku. Dan dia yang akan memberikan bantuan untuk membuat anak lu" kekeh sehun
"iya aku tau, tapi..."
"apa kau mau bermain dengannya? Sebentar mungkin?"
"bermain? Seperti apa?"
"kau bisa menjilatinya seperti es krim, kamu bisa mengulumnya. Tapi kau tidak bisa menggenggamnya kuat-kuat"
"kenapa?"
"kenapa? Kau polos sekali lu" kata sehun gemas "akan hancur masa depanku jika kau menggenggamnya kuat-kuat"
Luhan pun tersenyum, kemudian ia mensejajarkan wajahnya dengan penis sehun. Sehun hanya diam memberi luhan kebebasan untuk memanjakan penisnya. Luhanpun dengan ragu menjilati penis sehun. Lama kelamaan luhan menjilatinya layaknya eskrim, meskipun tak seutuhnya penis sehun masuk kedalam mulut luhan karena penis sehun sangat besar dan mulut luhan yang imut. Tapi dengan begitu sehun menikmati apa yang luhan lakukan kepadanya
"bisa kita mulai sekarang sayang?" tanya sehun dan luhan hanya mengangguk sambil menepis keringat didahi sehun
"lakukan dengan pelan...ini yang pertama, untukku" ujar luhan tertunduk malu
"aku tahu sayang, kau percaya padaku kan?" tanya sehun dan luhan mengangguk
"mungkin ini akan sakit karena ini untuk pertama kalinya, tapi aku akan melakukannya dengan lembut untukmu sayang" kata sehun kemudian mencium bibir luhan sekilas
Setelah sehun puas mencumbu bibir luhan, ia mulai turun kebawah untuk memanjakan vagina luhan yang mulai basah. Sehun menciumi vagina luhan, ia juga menjilat dan mengulum lubang hangat itu. Lidahnya dengan lihai bermain dengan klitoris luhan dibawah sana (lagi).
"aahhh, semmpphh-hunmmmpphh" desah luhan nikmat
Luhan berkali-kali menjambak rambut sehun dan menjepit kepalanya dengan pahanya. Tubuhnya juga menggeliat ketika lidah sehun bermain dengan vaginanya. Matanya terus terpejam dan mendesahkan nama sehun, yang menurut sehun desahan luhan sungguh terdengar begitu sexy di telinganya
Setelah puas menjilati klitoris luhan, sehun menyiapkan lubang vagina luhan untuk penisnya. Sehun mulai memasukkan telunjuknya ke vagina luhan dan luhan memekik kesakitan. Sehun berlahan menggerakannya dan kemudian luhan mulai menikmatinya
Hingga akhirnya tiga jadi sehun memasuki lubang sempit milik luhan. Luhan hanya mampu meremas sprei kasur sebagai bahan pelampiasannya. Bahkan luhan telah meneteskan air mata ketika jemari sehun memasuki lubangnya, tapi kemudian uhan menikmati pergerakan tangan sehun
Setelah persiapan sehun dirasa cukup, sehun kembali keatas untuk mencium bibir luhan. Ia mencium mata luhan yang tadi sempat meneteskan air mata. Ia tahu jika ini cukup sakit karena sehun terus menjejalkan tangannya ke lubang sempit itu. Tapi jika sehun tak melakukannya, itu akan membuat luhan semakin kesakitan ketika akan berhadapan dengan penis besarnya.
"apa sakit sayang?" tanya sehun sambil menyesap aroma tubuh luhan dari leher luhan
"iya...sedikit" jawab luhan jujur
"maafkan aku" kata sehun menyesal "tapi kau tetap akan melanjutkannya kan?" tanya sehun penuh harap
"aku milikmu sayang, aku akan melanjutkannya" jawab luhan yakin
"baiklah, mungkin ini akan terasa nyeri karena pertama kali kau melakukan ini. tapi aku akan menjamin kau terasa seperti disurga saat kau mencapai klimaks"
"aku mempercayaimu"
"baiklah kita mulai sayang, kau hanya perlu menikmati dan mendesahkan namaku dari bibir sexymu ini" kata sehun sambil melumat bibir luhan
Sehun memegang penisnya dan mendekatkan kelubang vagina luhan. Luhan merasakan ada sesuatu yang mulai menusuk vaginanya. Sehun berlahan memasukkan penisnya kedalam lubah luhan. Dengan posisi tangan kiri luhan yang mengalung di leher sehun dan tangan kanan luhan yang sesekali mencakar punggung sehun karena melampiaskan rasa sakit yang ia rasakan dibawah sana
"ahh.. sehuniehhhhhmmppp...sakithhhh" kata luhan
"tahan sedikit, Lu" pinta sehun
Sehun terus menjejalkan penisnya yang berukuran besar itu untuk terus masuk kelubang sempit milih luhan. Sehun terus memasukkan penisnya berlahan sambil melumat bibir luhan, tangan kanannya juga meremas payudara luhan yang nipplenya mulai mengeras. Sehun melakukannya agar rasa sakit yang luhan rasakan sedikit teratasi
"ngghhhh" desah luhan ketika penis sehun sudah seutuhnya didalam vagina luhan
"sehuniemmpphh...bergeraklah..." pinta luhan sambil mengigit pundak sehun
Sehun tersenyum singkat saat mendengar luhan memintanya bergerak, itu artinya luhan mulai menikmati permainan mereka. Masalah sakit karena ia digigit dan dicakar luhan? Ia tak memperdulikannya. Luhan pasti merasakan hal yang lebih sakit dibanding ini
Sehun menggerakkan pinggulnya. Ia mulai mengeluar-masukkan penisnya ke lubang luhan secara perlahan. Dengan tempo pelan luhan terbuai dengan permainan sehun diatas tanjang
"fast...termmpphh.. sehuniehhhhhh" pinta luhan
"with all my pleasure, baby" kata sehun sambil tersenyum
Sehun menggerakan kejantanannya dengan tempo yang sangat cepat. Sehun sudah melepaskan semuanya. Ciuman dan remasannya, ia hanya tertuju pada batang kejantanannya yang mulai menumbuk selaput dara luhan. Darah segar mulai tercium dari sana, bahkan penis sehun sedikit banyak terkena darah tersebut. Ya, sehun baru saja menembus keperawanan luhan malam ini.
Sehun melepaskan penisnya dari lubang luhan, membuat luhan sedikit melenguh ketika tubuhnya terasa kosong dibawah sana. Tapi belum sampai benar benar terlepas, kepala penis sehun masih menempel di vagina luhan, sehun langsung menumbuk vagina luhan dengan cepat.
"aaahhhh...sehmmppphhh...huniemmppphhh" desah luhan
"kau...sempit...sayang" kata sehun mengerang
"nnggghhhhhh..."
"kau...menjepit...adikku...luhhhh"
"adikmuuhhhh...terlalu...ahhhh...besar"
"ngghhh"
"aaaahhhh...sehmppphh..hunmmmpphhh"
Luhan kembali mendesah ketika tubuhnya terasa sangat penuh. Panis besar sehun kembali menyerangnya dibawah sana. Bahkan sehun terus menghajarnya dengan begitu cepat.
"sehhhh...huniemmpphh...aku...mau..." kata luhan tersendat
"bersama...baby" jawab sehun kemudian
Ya, keduanya akan mencapai klimaks mereka bersama. Sudah hampir 2 jam mereka bergumul dan saling menghajar, tak salah jika mereka akan mencapai puncak klimaks mereka. Luhan sebenarnya sudah berkali-kali klimaks, namun kali ini adalah puncak klimaksnya
Dengan tempo yang cepat, sperma sehun mulai menjalar ke rahim luhan. Luhan merasakan hangat dibagian bawah sana. Luhan terus memejamkan matanya menikmati rasa hangat yang menyeruak di vaginanya. Sehun hanya tersenyum dan mencium kening luhan beberapa kali sebelum ia ambruk diatas luhan.
Sehun belum melepaskan penisnya dari vagina luhan. Ia membiarkan seluruh spremanya lahap didalam vagina luhan, ia tak rela jika spermanya tumpah terlalu banyak. Luhan membuka matanya dan melihat sehun dengan peluhnya.
"gomawo" kata luhan sambil tersenyum bersama dengan sisa tenaganya
"wae gomawo?" tanya sehun
"hanya terimakasih. Ini yang pertama untukku dan kau melakukannya dengan lembut, gomawo" ucap luhan sambil menghapus peluh sehun
"terima kasih kau membuat aku yang pertama untuku" kata sehun sambil mengecup pelan kening luhan "kau juga yang pertama untukku sayang" lanjutnya
"jinjja?" tanya luhan tak percaya
Sehun hanya mengangguk "sekarang tidurlah, kau pasti lelah" ujar sehun
Luhan mengangguk pasrah, faktanya memang dia cukup lelah dengan aktifitas panas mereka. Sehun kemudian berbaring disebelah luhan dan membawa luhan kedekapannya. Sehun menarik asal selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua
"jaljayo baby Lu" kata sehun sambil mencium kepala luhan
"jaljayo sehunie, saranghae"
"nado saranghae"
Luhan kemudian menyesapkan wajahnya ke dada bidang sehun yang terekspose sebelum ia terlelap. setelah beberapa saat kemudian, sehun juga menyusul luhan ke alam mimpi
(**)
Hari dengan cepat berubah menjadi pagi. Matahari berpindah begitu kilat hingga hari langsung berubah menjadi siang. Luhan dan sehun bahkan masih tertidur akibat kegiatan mereka semalam. Namun kemudian sehun bangun lebih awal karena sinar matahari menerpa kelopak matanya tanpa basa-basi
Sehun tersenyum bahagia mengingat kegiatannya semalam bersama luhan. Ia sungguh bagaia ketika melihat luhan yang masih terlelap didekapannya pagi ini. dengan wajah yang begitu polos, membuat sehun sedikit berfikir jika ia seperti memperkosa anak dibawah umur semalam.
Sehun mengambil morning kissnya diam-diam saat luhan masih terlelap. Ia kemudian melepaskan kejantanannya dari vagina luhan yang semalam masih terus berada dibawah sana. Sehun berdiri dan memakai asal boxer dan kaos putihnya kembali. Ia juga menyellimuti luhan agar tubuhnya tak terexpose. Jika tubuh luhan terexpose, bisa saja sehun kembali menyerang luhan tanpa ampun lagi.
Sehun berjalan kedapur untuk membuat sarapan. Sehun tak pandai memasak, jadi ia hanya akan membuat roti bakar dengan susu pagi ini.
Beberapa menit setelah roti itu matang, aroma roti bakar pun menyebar keseluruh ruangan han menusuk indra penciuman luhan. Luhan pun terbangun karena perutnya juga mulai meronta minta diisi.
Ketika luhan bangun dan berniat untuk berdiri, tiba-tiba ia merasakan rasa nyeri yang amat sangat di selangkangannya. Daerah kewanitaannya terasa begitu perih dan nyeri ketika digerakkan
"aaaahhh" ringis luhan saat tubuhnya hendak bergerak
Meskipun luhan mengaduh pelan didalam kamar, sehun dapat mendengarnya dengan baik. Sehun pun berjalan menuju kamarnya untuk melihat kondisi luhan
"ada apa sayang?" tanya sehun sambil berjalan mendekati luhan
"sakit" rengek luhan
"apa yang sakit? Mana?" tanya sehun
"dibawah sana sakit" rengek luhan lagi
Sehun sedikit terkekeh dengan rengekan luhan yang sudah seperti anak bayi yang kesakitan. Sehun yakin jika pagi ini luhan dalam mode manjanya, pagi-pagi saja ia sudah merengek seperti ini. sesungguhnya sehun sangat menyukai luhannya yang manja seperti ini, itu membuat luhan berkali-kali terlihat seperti bayi.
"aigoo, lulu sedang kesakitan ya?" goda sehun
Luhan mengangguk imut dengan mempoutkan bibirnya "lulu tak bisa bergerak, sehunie" rengeknya lagi
"lalu lulu ingin bagaimana? Sehunie gendong?" tanya sehun
"gendoooong" pinta luhan dengan mata yang berbinar-binar
"baiklah, sehunie akan menggendong lulu. Tapi dengan satu syarat" ujar sehun "beri aku morning kiss dan susuku pagi ini" lanjut sehun dengan senyuman jahilnya
"aku akan memberimu morning kiss, tapi jika susu bukankah kau bisa membuatnya didapur?" tanya luhan polos
Sehun terkekeh sekilas karena luhan cukup polos untuk hal yang berbau keyadongan. Sehun kemudian mendekatkan tubuhnya ke tubuh luhan yang sedang bersandar di sandaran ranjang itu
"aku ingin susu darimu, baby" bisik sehun ditelinga luhan
"tapi, kau sudah...itu akan lama...aku lapar" rengek luhan
Luhan mengerti arah bicara sehun, ia merengek agar sehun tak melakukannya. Itu akan membuatnya sangat lama untuk menyantap sarapannya. Kali ini ia benar-benar lapar
"hanya sebentar sayang, aku hanya ingin minum susu pagi ini. boleh ya?" pinta sehun
"hanya sebentar?" tawar luhan
"aku janji hanya sebentar sayang" kata sehun meyakinkan
Luhan pun pasrah melihat sehun yang memohon. Luhan pun menurunkan selimut yang tadinya menutupi tubuhnya hingga pundaknya itu. Menampilkan payudara luhan yang memiliki bercak kebiruan karena kiss mark sehun semalam
Sehum tersenyum penuh kemenangan karena luhan menyerah untuknya. Tanpa menunggu lama, sehun langsung menyesap payudara luhan seperti bayi yang kekurangan asi dari ibunya.
Luhan awalnya tersenyum sambil membelai lembut rambut sehun, namun kemudian luhan menarik rambut sehun ketika sehun memilin nipple luhan dan mulai menggoda nipple luhan dengan menggigitnya.
"nggghhhh"desah luhan
Sehun berkali-kali berpindah dari payudara satu ke satunya lagi. Menggigit, memilin bahkan mengulumnya dengan rakus. Sesekali luhan bahkan melenguh dan mendesah karena sehun terus menggoda payudaranya. Hingga 30 menit berlalu, barulah sehun berhenti bermain dengan payudara luhan.
"kajja, baby Lu. Kita sarapan" ajak sehun
"bajuku" pinta luhan
"tak usah kenakan bajumu"
"andwe, kau bisa memakanku lagi" rengek luhan
"baiklah, baiklah" sehun pasrah, ia kemudian mengambilkan baju luhan dan membantu luhan untuk memakainya. Mulai dari bra, celana dalam hingga kemeja dan celana luhan. Setelahnya baru sehun menggendong luhan
Sehun menggendong luhan ke meja makan dan mendudukkannya di meja, sedangkan sehun duduk di kursinya. Itu membuat posisi luhan lebih tinggi dari sehun karena kepala sehun hanya sebatas dadanya.
"uwaaaaa, sepertinya enak" pekik luhan bahagia ketika melihat roti bakar buatan sehun
"aku tak pandai memasak, jadi hanya mampu membuatkan roti" jelas sehun
"gwenchana, lulu johaaaa~" pekik luhan bahagia dan langsung melahap roti buatan sehun
"coba katakan berapa usiamu" pinta sehun
"dua puluh emaaaat" pekik luhan cepat
"benarkah? Aku fikir lulu masih berusia empat tahun" kekeh sehun
"andweeee, lulu berumur 24 sehunie, dua-puluh-empat" kata luhan sambil menunjukkan angka dua dan empat dari tangannya
"arraseo arraseo" kekeh sehun sambil mencubit pelan hidung luhan
"sehunie tak makan?" tanya luhan
"kau habiskan saja makananmu dulu sayang, aku bisa nanti" kata sehun sambil tersenyum
"no no no, sehunie harus makan sekarang" paksa luhan "aaaaaaaaaaa. ayo sehunie, aaaaa" pinta luhan
Sehun hanya terkekeh dengan kelakuan luhan yang seperti anak kecil itu. Sehun hanya menurut dan membuka mulutnya.
"lulu juga harus makan" kata sehun mengingatkan
"suapi Lulu juga" pinta luhan
"lulu kan sudah besar, sudah bisa makan sendiri" goda sehun
"sehunie jahaaaaat" rengek luhan sambil mempoutkan bibirnya
Sehun terkekeh dengan kelakuan manja luhan. Ia kemudian mencium bibir luhan yang sedang cemberut itu. Sehun juga melumatnya sesaat
"aiggoo, xiao lu neomu kyeopta" kata sehun sambil mencubit kedua pipi luhan
"suapiii" pinta luhan memaksa
"baiklah, jja~ ayo buka mulutmu sayang" kata sehun sambil menaruh rotinya di mulutnya
"kenapa kau memakannya?"
"aku menyuapimu baby, ini styleku untuk mensuapimu. Kau tak suka? Yasud..."sehun hambir melepaskan rotinya tapi luhan lebih dulu memakannya
Sehun mensuapi luhan dari mulut kemulut. Sesekali sehun mencuri ciuman ketika roti luhan telah masuk kemulutnya. Makan yang seharusnya hanya memakan waktu lima belas menit, kini menjadi satu jam karena mereka terlalu menikmati
"jja~ sekarang minum susunya sayang" kata sehun sambil mengambil segelas susunya
Luhan mengangguk dan kemudian meminumnya sampai habis. Luhan kemudian terkikik senang ketika susunya telah lenyap dalam hitungan detik
"yeeeyy~ luhanie johaaaaa" pekik luhan senang
"kau bahagia?" tanya sehun sambil menghapus sisa susu disudut bibir luhan dengan ibu jarinya
"sangat bahagiaaa" jawab luhan bersemangat
"lalu setelah ini kau ingin apa sayang?"
"aku ingin tidur, bersama sehunie" rengek luhan
"kau masih mengantuk?"
"aniyo"
"lalu? Mengapa ingin tidur?"
"hanya ingin beristirahat dan menghabiskan seharian ini diatas kasur bersamamu. Lulu lelah dan malas keluar"rengek luhan
"baiklah, baiklah. Kita akan seharian disini. oke?"
"okeeeee!" pekik luhan bahagia
Sehun kemudian menggendong luhan untuk kembali kekamar. Tak masalah bagi sehun karena hari ini juga dia tak ada jadwal, jadi seharian hanya dengan luhan tak terlalu buruk. Justru itu yang memang ia inginkan.
Ya, semenjak bersama sehun, luhan memang banyak berubah. Semua karakter luhan kembali seperti ketika luhan bersama orang tuanya dulu. Luhan memang benar-benar memiliki dua kepribadian, disisi lain dia memang tegar dan keras kepala namun disisi lain dia lemah, manja dan rappuh. Hanya sehun yang benar-benar mampu menguak kelemahan luhan dan hanya pada sehun, luhan mau menyerahkan kelemahannya.
Sama halnya dengan sehun. Selama ini sehun tak pernah bisa tunduk, patuh dan mencintai orang secara berlebihan kecuali dengan eommanya. Namun luhan mampu membuat sehun bertekuk lutut dihadapannya. Sehun benar-benar tergila-gila dengan luhan. Dan hanya kepada luhan, sehun mau mengatakan semua perasaannya.
saatnya kita tahu jika titik kelemahan sehun adalah luhan, dan titik kelemahan luhan adalah sehun. Mereka saling menyerahkan kekurangan mereka dan kembali menguatkan dengan kelebihan mereka.
.
.
.
.
.
TBC
Yeaaah, akhirnya update dan ber NC, astaghfirullah otak aing kenapaa -_-
Maapkeun lama update dan NC kurang memuaskan. Tapi setidaknya bisa menghibur yang lagi baca wkwkw
Makasih buat yang masih setia nungguin FF ini hehehe
BTW, Happy New Year 2017 ya guys ^^
REVIEW JUSEYO \(^_^)/
