Chapter 4
-Author pov
Sepanjang perjalanan jeonghan dan seungcheol hanya diam tanpa berbicara walau sedikit pun keduanya hanya diam tanpa berniat memecahkan kesunyian hinggalah phone seungcheol berbunyi segera diangkat "seungcheol bercakap" seungcheol hanya mengangguk sepanjang bersama phone jeonghan pula lebih memilih melihat ke luar tingkap kereta "jeonghan" panggil seungcheol lembut setelah meletakkan phone ke dalam poket seluarnya jeonghan menoleh "bilang pada guru hyung tidak masuk kerana demam ok" jeonghan memandang aneh pada seungcheol "apa hyung tidak sihat? kenapa datang sekolah juga? hyung sepatutnya berehat di rumah" seungcheol mengelengkan kepalanya "hyung.. ada hal yang perlu diuruskan" , "urusan apa?" tanya jeonghan spontan "kerja" jeonghan hanya mengangguk lalu kembali melihat ke luar tingkap kereta.
12 minit berlalu akhirnya kereta seungcheol masuk ke dalam perkarangan sekolah selepas meparking keretanya di sebelah kereta joshua, seungcheol dan jeonghan segera keluar dari kereta lalu berjalan ke arah violet dan joshua yang menunggu di hadapan kereta seungcheol "seungcheol oppa dan jeonghan oppa lambat sekali" kata violet sambil melihat kedua oppanya dengan pandangan bosan "maaf" seungcheol berkata sepatah lalu memeluk joshua "hyung harus pergi, jalankan perintah hyung dengan baik" bisik seungcheol pada telinga joshua lalu melepaskan pelukkan joshua mengangguk hormat "baik" violet turut mengangguk bila seungcheol melihat ke arahnya "baiklah, hyung pulang dulu" jeonghan, joshua dan violet lalu memberi laluan kepada seungcheol, seungcheol masuk semula ke dalam kereta menghidupkan enjin lalu pergi "ayo" kata violet dan memaut lengan jeonghan dan joshua dengan manja.
-Violet pov
Aku memaut lengan jeonghan dan joshua nii-chan masuk ke dalam bangunan sekolah sambil- sambil berjalan aku memikirkan nii-chan yang pergi dengan wajah dingin sekali aku akui memang wajah nii-chan selalu dingin bila orang luar ada disekeliling dia tapi kali ini lain wajahnya ditunjukkan dia wajah dingin bercampur duka "violet kita sudah sampai" aku tersedar sebaik saja mendengar suara lembut joshua nii-chan menyapaku dengan lembut aku mengangguk lalu melepaskan pautan tanganku pada lengannya lalu melangkah masuk kedalam kelas "violet?" langkahku terhenti joshua nii-chan menunjukkan pipi kanannya aku tersenyum tipis lalu mengecup pipi itu sekilas lalu joshua nii-chan memeluk tubuhku dengan erat "seungcheol hyung ada di Anyang" aku tersenyum lalu mengangguk setelah itu joshua nii-chan menepuk kepalaku dan jeonghan dengan lembut dan pergi aku dan jeonghan duduk ditempat masing-masing
"Violet?" aku menoleh ke belakang sebaik saja jeonghan memanggilku "ya, jeonghan oppa" kataku "apa seungcheol baik-baik saja?" tanya dia kepadaku "mana violet tahu jeonghan oppa" jeonghan melihat wajahku dengan teliti lalu aku melihat matanya "katakan saja rahsiamu oppa, violet tidak akan menjauhi jeonghan oppa" jeonghan terlihat shock lalu merenungku lama dan menhembuskan nafas "oppa melihat aura tubuh seungcheol hyung sangat aneh daripada biasa" aku terkejut tapi cubaku sembunyikan "maksud jeonghan oppa?" , "auranya terlihat dingin dan memilukan hati" nafasku terhenti seketika "mungkin seungcheol risaukan miko" jawapku menipu jeonghan "miko?" aku mengangguk "kucing gebu perliharaan seungcheol oppa" jeonghan mengangguk aku melihat buku noto jeonghan yang berada di hujung meja sengaja aku tolak tanganku hingga buku itu terjatuh "buku jeonghan oppa terjatuh" jeonghan menunduk untuk mengambilnya dengan segera aku berdiri dan melompat keluar dari tingkap "mudah saja" aku terjun dari tingkat tiga lalu berpaut pada tiang bendera di tingkap dua lalu mendarat dengan selamat ke bawah "maaf jeonghan oppa"
-Jeonghan pov
Sebaik saja aku mengambil buku dan melihat ke atas semula violet sudah hilang aku melihat sekeliling tapi tetap tidak menjumpai violet "jeremmy dimana violet?" tanyaku pada namja blond di belakang mejaku dia mengelengkan kepalanya "aku tidak melihatnya" hembusan angin lembut menyapu kulit wajahku dengan laju aku menoleh ke arah tingkap disebelah meja violet benar, tingkapnya terbuka aku berdiri lalu melihat keluar "mana mungkin yeoja sekecilnya akan terjun dari tingkat 3 ini bukan?" aku melihat kebawah untuk memastikannya sampailah satu tepukan lembut di bahu kanan membuatkan aku berhenti melihat ke bawah lalu menoleh ke belakang "guru dalam perjalanan sebaiknya kamu duduk" aku mengangguk menutup tingkap lalu duduk di tempatku semula tepat 10 saat guru inggris masuk ke dalam kelas kami semua memberikan tunduk hormat lalu kembali duduk "dimana violet?" tanya guru kim kepada kelas bila melihat tempat duduk violet kosong selepas itu terdengar suara pintu diketuk dengan halus segera aku menoleh ke arahnya joshua sedang berdiri sambil tersenyum lembut ke dalam kelas mengundang jeritan para yeoja di dalam kelasku "sempat lagi dia tebar pesona" joshua melangkah masuk ke dalam dan membungkuk hormat pada guru kim "maafkan saya kerana menganggu, tapi saya akan menggantikan tempat violet kerana dia sakit" aku shock "violet sakit?!" hampir kesemua mata melihatku "m.. kenapa violet bisa sakit?" joshua tersenyum lalu berjalan ke arahku atau lebih tepatnya meja violet "jangan risau violet hanya penat itu saja" aku mengangguk dan joshua menepuk kepalaku dengan lembut "baiklah kelas akan dimulakan sekarang"
Aku meregangkan badan sebaik saja mata pelajaran matematik tamat "kenapa violet tidak bilang kepadaku yang dia sakit joshua?" joshua menoleh ke arah belakang "kamu itu selalu panic dan risau bila melihat orang disekeliling kamu sakit atau terluka jadi kerana itu violet tidak memberitahu kamu" aku mengangguk faham "bosan" kata joshua sepatah lalu mula bermain dengan poni rambut bahagian depanku dengan lembut "pergi tebar pesona pasti kamu tidak akan bosan lagi" joshua ketawa kecil "manis" aku cemberut dan joshua mencubit pipi kananku "bukan salahku kamu sendiri yang dilahirkan manis" kata joshua balik bermain dengan poni rambutku "sebaiknya kamu berhenti joshua aku tidak mahu dijadikan makan malam oleh fansmu" joshua menoleh melihat ke arah fansnya "maafkan aku tapi boleh kalian tidak merenung jeonghan begitu? aku tidak bisa melihat wajah manisnya kalau dia terus-terusan memasang wajah ketakutan" rasanya ingin sekali aku melempar joshua dari atap terus ke bawah! joshua kembali tersenyum ke arahku "selesai" aku terus bangun daripada kerusi dan keluar dari kelas diikuti joshua "berhentilah mengikutiku kamu bukannya pengawal peribadi aku joshua" bukannya dengan joshua malahan mengengam tanganku dengan erat "otak kamu itu tidak ada bezanya dengan anak kecil jadi aku perlu sentiasa mengawalmu" aku mendengus kasar lalu memandang kehadapan tanpa melihat joshua "ini bukan kehendakku jeonghan aku melakukannya atas arahan seseorang…" aku melirik joshua sekilas 'arahan?.. apa amksud joshua?'
-Author pov
Dijalan kota seoul banyak sekali kenderaan yang dipandu untuk mencapai distinasi masing-masing dari jauh boleh terlihat motor sport berwarna dark purple memotong kenderaan di hadapannya dengan laju sekali seolah-olah nyawanya ada dua seorang pemandu yang sangat berani atau boleh saja di panggil dengan nama violet.
Violet terus-terusan memecut motornya seolah-olah tidak ada esok "nii-chan menyebalkan! siap saja kalau aku ketemu! akan aku hukum!" sambil memecut violet sempat mengutuk nii-channya "wonwo nii-chan juga sama! akan aku pastikan porsi makanannya kurang daripada biasa!" tiba-tiba ada panggilan masuk violet menekan tombol kecil yang ada di fullhelm bahagian kanan kepalanya "violet bercakap" , "tidak perlu sedingin itu violet" violet mendengus "yak! bagaimana violet tidak dingin! sampai hati wonwoo nii-chan tidak bilang pada violet ada misi! apa wonwo nii-chan ingat violet ini masih anak kecil?! walaupun violet harus mengaku violet menyelesaikan misi dengan kelakuan anak kecil! tapi tidak.." , "wahai violet-sama yang sangat nii-chan hormati~ nii-chan hanya mahu minta maaf itu saja ok" violet mencerutkan mulut manisnya "wonwoo nii-chan menyebalkan! menggunakan kelemahan violet untuk kepentingan diri sendiri!" violet dapat mendengar suara katawa wonwoo "hati kamu saja yang terlampau lembut violet" terus violet memutuskan talian "baka!"
Violet memberhentikan motor sportnya di tempat parking lalu membuka fullhelm dan melihat ke atas "university anyang? anak kecil rupannya" violet melihat sekeliling dan mula melangkah dengan santai masuk kedalam university itu tanpa menghiraukan pandangan aneh yang ditujukan pada dirinya hinggalah seseorang menegur dia "maaf tapi.. apa adik punya urusan di sini atau tersesat?" violet tersenyum kejam lalu memaut lengan namja di hadapannya dengan lembut "ini perintah, di mana nii-chanku?" bagaikan di hypnosis namja itu membawa violet hingga ke atap gedung lama di belakang university disana terlihat seungcheol sedang berdiri dengan sniper di tangannya "membunuh tanpa mengajakku? memang nii-chan yang baik" seungcheol tersenyum sebaik saja mendengar suara violet "kau terlampau buas bila mendapatkan misi, aku sampai tidak bisa membunuh langsung" violet melepaskan tautannya pada lengan namja asing itu "pergi dan… belikan minuman kesukaan kamu setelah itu campurkannya dengan racun tikus, minum jangan tinggalkan sisa" namja itu mengangguk lalu melangkah pergi "sudah aku bilang bukan? malahan namja tadi langsung tidak ada kaitan dalam misi kali ini" violet menghembukan nafas ringan "hanya pergi dan lupakan apa yang kau nampak"
-Seungcheol pov
Aku tersenyum bila violet memberikan arahan baru pada namja itu sekurang-kurangnya dia masih mendengar arahanku walau dia sendiri tidak suka dengannya "mahu membuhunya?" violet kembali tersenyum dengan cepat berlari ke arahku dan mengambil alih sniper "bukan dia teman rapat namja menjijikan itu?" tanya violet sambil melihatku dengan wajah dingin aku hanya mengangguk "cis! kau seharusnya membunuh dia dengan kedua tanganmu bukannya dengan menggunakan peluru ini!" aku menunduk "aku tidak sanggup kerana dia teman doo.." violet menendang kerusi lama di sisi kanan dia "apa kau masih mencintai dia?! setelah apa yang dia lakukan pada keluarga kita?! choi seungcheol dia hampir saja membunuhku! malahan dia tersenyum kejam bila t.. tub.. tubuhku.." aku mengangkat kepala bila suara violet mula bergetar dia memeluk tubuhnya dengan erat dan matanya mula menumpahkan air mata aku segera menarik tubuh kecil itu masuk ke dalam pelukkanku "dia.. hiks.. tubuhku.." aku mengusap kepala violet dengan lembut "sayang maafkan nii-chan, nii-chan bersalah, nii-chan mohon kepadamu berhentilah menangis nii-chan tidak tega melihat kamu dalam keadaan begini violet" violet mengangkat kepalanya "bunuh dia! bunuh dia dengan kedua tanganmu seungcheol! bunuh dia hingga dia tidak mampu untuk meronta minta tolong lagi!" aku mengangguk dan mengecup kedua mata violet "kita perlu umpan".
Violet mengangguk "Subaru" panggil violet entah pada siapa selepas itu seorang namja muncul secara tiba-tiba "apa kau tidak bisa memanggil yang lain kenapa harus aku?" violet melepaskan pelukkanku dan bercekak pinggang "biarlah! aku berhak memanggil sesiapa saja yang aku mahu tahu!" kata violet "dengar, panggil namja tidak berguna itu kesini aku mahu melihatnya dibunuh faham" tunjuk violet pada namja yang kami target "menyeballkan" lalu lelaki itu pergi "siapa dia?" tanyaku "salah satu daripada serigala itu" aku mengangguk "violet tahu appa dan oji-san tentu sudah bercerita tentang mereka pada nii-chan bukan?" , "ya, melihat kamu baik-baik saja nii-chan rasa lega jadi tidak mengapa" violet tersenyum hingga eyesmile dan dimplenya terserlah "janji pada violet, berhenti cintakan dia dan buka hati nii-chan untuk menerima orang lain ok" aku mengangguk walaupun separuh hatiku mengatakan aku akan melanggar janji itu.
-Author pov
Akhirnya orang yang di tunggu mereka tiba "lama kita tidak berjumpa sakata" kata seungcheol pada namja yang bernama sakata itu "b.. bagaimana kau.." sakata tidak mampu meneruskan ucapannya kerana perasaan takut yang menyerang "kalian lupa apa yang aku bilang pada kalian semua?" kali ini violet pula bersuara "aku dan keturunanku yang lain akan tetap mencari kalian walau ke hujung dunia sekali pun! dan akan aku habisakan kalian satu per satu 6x lebih kejam daripada apa yang kalian pernah lakukakan pada keluarga aku dulu!" sakata mengambil langkah untuk kabur tapi kakinya tetap pada tempat dia berdiri dengan perasaan takut sakata melihat ke bawah benar, kakinya sudah ditahan dengan sepasang tangan bayang-bayang milik seungcheol "a.. aku mohon .. lepaskan aku" violet mengelengkan kepalanya "nii-chan" seungcheol berjalan dengan perlahan dan katana di tangan kanannya perlahan-lahan seungcheol mengelar dada sakata darah merah membasahi shirt dipakai sakata sedangkan violet sungguh menikmati permandangan di hadapannya dengan senyuman lebar "aku mohoaarrhh!" jerit sakata menahan setiap hirisan katana seungcheol pada tubuhnya "tidak! aku mahu kau merasakan apa yang aku rasa bila aku mohon untuk berhenti tapi kalian tetap melakukannya!" kata violet lantang
"Nii-chan berhenti" seungcheol berhenti menghiris tubuh sakata dan berundur setapak violet mendekat lalu tersenyum ke arah sakata "aku akan memaafkan kau jika kau bilang dimana keturunan menjijikan itu berada sekarang" sakata mengelengkan kepalanya "a..aku hah.. tidak tahu.. mereka melepaskan aku.." violet mengangguk "baiklah aku maafkan kau" kata violet lalu tersenyum tulus "aku serahkan dia padamu subaru" violet menarik tangan seungcheol untuk sedikit menjauh "subaru tidak suka bila orang lain selain keluarga dia melihat dia makan" seungcheol mengangguk lalu menoleh ke arah hadapan selepas itu violet dan seungcheol dapat mendengar dengan jelas suara tulang sakata patah dimakan oleh Subaru "ayo pulang" violet mengangguk
-Seoul
-4:14 ptg
Seungcheol dan violet beristirehat di hadapan tv dengan tubuh violet dibungkus selimut hangat "bosan" komentar violet sambil melihat rancangan runningman "mahu apa? sekarang sedang hujan jadi tidak banyak aktiviti yang bisa kita lakuakan" violet menganggukkan kepala "violet suka hujan tapi kadang ianya membosankan" seungcheol hanya mengusap lembut kepada seungcheol yang berbaring di atas pehanya "oka-san dan appa kemana?" , "tugas" violet mengangguk "nii-chan call joshua nii-chan" kata violet ceria "untuk apa?" violet tersenyum "violet mahu shopping!" seru violet dengan semangat "violet~ baju dan dress kamu masih banyak yang belum dipakai" violet mempout bibirnya "ayolah nii-chan~ nii-chan sayang violet kan?" kata violet manja "satu gigitan" violet mangangguk lalu naik ke atas riba seungcheol dengan posisi menghadap seungcheol "perlahan-lahan" ucap violet seungcheol mengangguk lalu menyelak helaian rambut violet kebelakang dan tempatkan wajahnya ke potongan leher violet perlahan-lahan seungcheol menjilat dan menciumi leher violet dengan lembut lalu mengigitnya dengan keras hingga mengeluarkan darah, seungcheol menghisap darah yang mengalir keluar dengan nikmat sekali dan memeluk pinggang violet dengan erat.
"Hmm.. nii-chan berhenti darah violet bisa kering kalau begini" kata violet sambil mengusap kepala nii-channya dengan lembut seungcheol yang ketagihan tidak menghiraukan ucapan violet mahu tidak mahu violet terpaksa menarik kepala seungcheol menjauh dari lehernya "nii-chan.. darah violet hampir kering" kata violet dengan suara lemah"
-Seungcheol pov
Aku terkejut bila suara violet melemah sedar akan kesalahan yang aku lakukan segera aku mengangkat tubuh ringan violet dari ribaku dan memberingkan dia ke atas sofa "sebentar" kataku lalu menuju ke arah kulkas mengambil darah simpanan yang ada dan membawanya ke hadapan violet aku menuangkannya ke dalam gelas dan memberikan kepada violet untuk diminum "ini" violet mengambil gelas itu dari tanganku dan minum menggunakan penyedut "baik?" violet mengelengkan kepalanya "mahu lagi" akhirnya violet menghabiskan 2 pack darah "maafkan nii-chan kerana tidak mengawal diri" violet hanya tersenyum "bukan salah oppa" selepas itu pintu rumah kami dibuka dan terlihat joshua masuk ke dalam "hyung kelepasan lagi?" aku mengangguk "hyung sepatutnya bisa mengawal diri tapi hasilnya tetap sama" joshua ketawa kecil "bukan salah hyung, darah Hikaze sentiasa enak untuk diminum" , "yak! kalian berbicara umpama darah yang berada dalam badan kami ini minuman paling menagihkan!" aku mengusap lembut kepala violet "kamu harus cuba meminum darah kamu sendiri nanti" , "malas mahu bicara sama nii-chan! joshua nii-chan angkat violet ke kamar sekarang!" joshua tersenyum lalu mengangkat tubuh ringan violet naik ke atas "jangan kamu minum darah violet pula" kataku "tidak perlu aku ada simpanan sendiri" aku tersenyum "kalau violet tahu joshua bersama dengan orang yang dia sayang pasti dia gembira"
"Wah.." aku mengusap kepala violet kerana teruja melihat shopping mall yang besar "sudah berapa tahun hyung mengurung violet daripada shopping?" tanya joshua kepadaku "bukan salah hyung" joshua tersenyum lalu violet memeluk lengan joshua dengan erat "nii-chan, violet?" tanyaku pada violet bukannya dijawap malahan violet menunjukkan lidahnya "wekk~ violet tidak bebas shopping sama nii-chan" kata violet "yak! nii-chan melakukannya untuk keselamatan kamu tahu!"
-Author pov
Violet menjulingkan matanya ke atas "iya, violet tahu nii-chan sangat mementingkan keselamatan violet tapi tidak perlu keterlaluan melakukannya, violet masih bisa melindungi diri sendiri" seungcheol mengusap kepalanya sedikit kasar "tapi violet…"joshua mencelah "apa yang seungcheol hyung lakukan?" violet menjawap "seungcheol nii-chan menyuruh anak buahnya untuk menemanin violet" joshua memasang wajah aneh "memangnya kenapa kan bagus?" seungcheol yang berjalan di belakang mereka mengangguk setuju "kalau yang ditemanin 2 orang tidak apa-apa tapi ini jumblahnya melebihi 20 orang! kalau violet anak raja pasti seungcheol nii-chan menyewa satu mall ini semata-mata violet mahu shopping!" joshua hanya ketawa sambil menepuk bahu seungcheol tanda simpati "seungcheol hanya mahu melindungi kamu violet" violet mempoutkan bibirnya "violet tahu tapi tidak perlu berlebihan" seungcheol menghembuskan nafas panjang "baiklah sebagai tanda minta maaf nii-chan benarkan kamu beli apa saya yang kamu mahu" wajah violet berbinar "benar nii-chan?! nii-chan tidak tipukan?" seungcheol mengangguk lalu mengusap kepala violet "iya, nii-chan janji" kemudian joshua mengecup pipi kiri violet "oppa juga akan belanja violet sebagai hadiah pindah ke sini" violet mengukir senyuman manis hingga menimbulkan eyesmile dan dimple di kedua-dua pipinya "asyik!" seru violet "tapi ada bayarannya" kata joshua dan seungcheol serentak, violet mengecup kedua pipi nii-channya dan memaut lengan mereka berdua. Tanpa mereka sedar ada sekumpulan yeoja sedang memerhatikan mereka dengan padangan benci.
-Jeonghan pov
Aku membantinkan diri keatas sofa ruang tamu setelah selesai mandi "AARRH!" aku terkejut sebaik saja mendengar jeritan eomma segera aku belari ke dapur diikuti appa yang sepertinya baru turun dari kamar "kenapa?" tanyaku pada eomma "jeonghan kamu harus tolong eomma!" aku memasang wajah aneh tiba-tiba eomma mengeluarkan phone dia dan meletakkannya dihadapan wajahku "kamu harus dapatkan eomma handbag ini!" , "untuk?" tanyaku kembali "eomma tidak bisa pergi membelinnya kerana eomma dan appa perlu menghadiri majlis di pejabat appa kamu ok" aku mengaru leherku "tidak boleh besok saja?" eomma menghadiahkan tamparan sayangnya ke lenganku "ini handbag limited edition tahu! ramai yeoja di luas sana inginkan handbag ini, eomma tidak mahu melepaskkannya jadi tolong~" appa menepuk bahuku "pergilah.. apa kamu sanggup melihat sifat alien eomma kamu datang?" aku mengelengkan kepala "sumpah aku tidak mahu dia datang kembali" appa tersenyum "pergi bersiap, kami harus pergi sekarang" aku binggung "habis, siapa yang akan menjemputku ke mall kalau begitu?" eomma tersenyum "usah risau! eomma akan uruskan, ini kad kreadit eomma" kata eomma lalu menyerahkan kad kreadit gold miliknya kepadaku "bye~" selepas itu terus eomma menarik tangan appa meninggalkan aku "aku harus menerima hakikat eommaku seorang alien".
Selepas bersiap aku keluar dari rumah lalu menguncinya sebaik saja aku menoleh ke belakang aku melihat seungcheol sedang menunggu sambil bersandar pada bunggati putih miliknya aku melangkah mendekati "apa hyung lakukan disini?" tanyaku sambil melihat sekeliling kalau-kalau eomma menyewa taksi untukku "apa yang kamu cari?" aku berhenti melihat seungcheol "taksi" seungcheol mendekat lalu manarik tanganku lembut "eomma menyuruh hyung mengambil kamu" aku terkejut dalam perjalanan ke mall aku memanggil seungcheol "hyung.. kenapa hyung memanggil eommaku dengan panggilan eomma juga?" , "eomma mu dan oka-san sudah lama berteman jadi eomma kamu menyuruh hyung memanggil dia dengan panggilan eomma" aku mengangguk.
Seungcheol meletakkan keretanya dan kami berdua masuk ke dalam mall terus menuju bahagian makan yang disediakan di dalamnya "wah, oppa! bajunya sama dengan angel oppa" aku melihat violet dan joshua sudah duduk di meja makan berdua aku melihat sweater yang aku kenakan dengan kemaja seungcheol warnanya senada iaitu warna royal blue "ini hanya kebetulan saja kalian pun sama! dan violet.. kenapa kamu menganggil oppa dengan sebutan angel?" tunjuku pada tank top dan kemeja joshua yang berwarna peach "apa lagi kalian ditinggalkan berdua pasti kalian date bukan?!" kataku violet tersenyum lalu mengecup pipi joshua "kalau benar violet date sama joshua oppa apa yang angel oppa mahu lakuakan? benarkan joshuanie oppa?" kata violet dengan manja joshua tersenyum lalu merangkul erat bahu violet dan mencium kepala violet "ya chagi~" kemudian seungcheol mendaratkan jintakan 'sayang dan cintanya' pada kepala joshua "langkah mayat hyung dulu baru pacaran sama violet" aku tersenyum lalu mengusap lengan seungcheol lembut "hyung tidak perlu overproctective pada violet dia sudah besar" seungcheol hanya mendengus kasar secara altomatic tanganku mencubit pipi seungcheol, violet dan joshua termasuk aku sendiri shock seungcheol menoleh melihatku "maaf" kataku lalu menurunkan tangan seungcheol hanya mengusap kepalaku lambut "baiklah sekarang mahu kemana dulu?" tanya seungcheol dan violet mengangkat tangan "beli dress dan violet sudah tahu nama yang sesuai untuk jeonghan oppa iaitu angel" kata violet semangat lalu diangguki yang lain "setuju?" tanya seungcheol kepadaku "maksud hyung?" violet menjawap "angel oppa mahu ikut violet ke butik? kalau tidak mahu seungcheol oppa bisa temankan angel oppa ke tempat lain dan joshua oppa akan temanin violet" aku mengangguk "kalau begitu oppa aku pergi dengan seungcheol hyung ok?" violet mengangguk "baiklah" violet mendekat lalu mengecup pipiku dan seungcheol "jaga diri oppa dengan baik" dan aku mengusap kepala itu dengan lembut.
-Author pov
Hati seungcheol menyejuk bila melihat kelembutan yang ditunjukkan jeonghan lalu melihat joshua sedang tersenyum "dan kamu hong jisoo jaga violet dengan baik ini satu perintah" kata seungcheol tegas dan dijawap dengan tunduk hormat "menurut perintah" jeonghan yang melihat kelakuan seungcheol dan joshua jadi aneh sendiri "kenapa kamu bersikap seolah-olah seungcheol itu tuan kamu joshua?" joshua sedikit panik bila ditanya "ah! itu permainan joshua oppa dan seungcheol oppa ketika mereka kecil" , "kecil?" kata jeonghan "bukan! mereka baru saja bermain kata perintah sebentar tadi hahaha..." kata violet lalu ketawa canggung 'wah, aku harus belajar menipu dari jun oppa dengan lebih baik lagi' batin violet sedangkan jeonghan hanya mengangguk "ayo pergi" kata violet lalu menarik tangan joshua menjauh. "kamu mahu kemana?" tanya seungcheol kepada jeonghan "toko handbag" seungcheol mengangguk lalu mula berjalan, sepanjang perjalanan ramai yang memerhatikan mereka "wah! lihatlah pasangan itu mereka sangat cocok" ada juga "aku iri~ kenapa namjachingu aku tidak setampan dia~" itulah salah satu ucapan yang dilontarkan pada mereka berdua dan akhirnya mereka sampai di toko handbag "masuklah hyung akan tunggu diluar" jeonghan mengangguk lalu masuk ke dalam.
-Jeonghan side
Sebaik saja jeonghan masuk ke dalam toko dia langsung disambut dengan mesra oleh oembantu toko "ada apa-apa yang boleh saya bantu?" jeonghan mengangguk "apa toko ini ada menjual handbag limited edition yang baru saja keluar?" pembantu itu tersenyum "anda bertuah masih tinggal satu, mahu melihatnya dahulu?" jeonghan mengangguk lalu duduk di atas kerusi yang disediakan, pembantu toko itu membuka lemari kaca yang ada dibelakangnya lalu mengeluarkan handbag itu dan meletakkannya di atas meja kaca hadapan jeonghan, jeonghan mengambil handbag itu untuk diteliti "designnya simple tapi terlihat elegant dengan taburan crystal" pembantu toko itu tersenyum "nampaknya ada seorang pemerhati yang baik jadi bagaimana? anda setuju membelinya?" jeonghan mengangguk "ya" pembantu toko itu mengambil handbag dan mula membungkusnya ke dalam kotak dan di masukkan ke dalam bag kertas lalu diserahkan kepada jeonghan, jeonghan mengeluarkan kad gold milik eommanya untuk membuat bayaran usai membayar jeonghan keluar dari toko sambil tersenyum tapi senyuman itu pudar sebaik saja melihat seungcheol sedang berbicara dengan mesra sekali pada seorang namja bertubuuh mungil berambut light purple malahan jeonghan bisa mendengar dengan jelas suara ketawa seungcheol, jeonghan jalan mendekat lalu merangkul lengan kekar seungcheol "maaf, apa lama menunggu?" tanya jeonghan dengan nada lembut sambil tersenyum seungcheol melihat jeonghan dengan pandangan datar semula jadinya "tidak hyung punya teman bicara" jeonghan melihat namja mungil yang sedari tadi memerhatikan mereka berdua "ini siapa hyung?" tanya jeonghan "perkenalkan ini Lee Jihoon panggil saja woozi dia salah satu teman rapat hyung" jeonghan mengangguk entah mengapa jantungnya kembali berdegup normal bila seungcheol bilang woozi teman rapatnya "salam kenal aku Yoon Jeonghan" namja mungil itu mengangguk "salam kenal juga, sebaiknya aku pergi masih ada keperluan lain yang perluku beli"
-Normal side
Kata woozi sambil tersenyum seungcheol mengangguk lalu tersenyum hangat dan mengusap lembut kepala woozi "baiklah jaga dirimu dengan baik, sampaikan salam hyung pada keluargamu ok" woozi mengangguk "baiklah, tapi jangan risaukan aku kerana tubuhku yang mungil" seungcheol ketawa perlahan "hyung tahu kamu bisa membunuh sesiapa saja dengan percakapan kamu yang tajam itu" woozi hanya ketawa sambil berjalan pergi "mahu kemana lagi?"jeonghan melihat wajah seungcheol yang kebetulan menoleh kearahnya membuatkan jarak wajah mereka sangat dekat jeonghan yang pertama sedar mengundur selangkah kebelakang "a.. aku sudah selesai, hyung bisa melihat violet kalau mahu"
-Jeonghan pov
Wajahku panas bila sedar jarak antara wajah kami berdua sangat dekat, seungcheol mengelengkan kepalanya "tidak, hyung mahu membelikan sesuatu untuk violet sebagai hadiah" aku mengangguk lalumula berjalan sesungguhnya aku sangat sulit berjalan kerana orang yang lalu lalang sedang asyik aku mengelak tanpa sengaja aku telah melanggar seseorang "maaf" kataku segera lalu melihat siapa yangku langgar "yak! hyung kalau mahu berhenti beri warning dahulu" kataku sambil mengusap hidung, aku melihat seungcheol yang tinggil beberapa cm dariku "tanganmu" aku aneh sendiri bila seungcheol meminta tanganku "ayo" aku memberikan tangan kananku dan segera disambut seungcheol, seungcheol menautkan jemarinya pada jemari tanganku dengan lembut dan hangat sekali "kalau begini kamu tidak akan kesulitan berjalan lagi", "hm.." jawapku gugup wajahku kembali memanas aku tidak menyangka seungcheol sebenarnya memerhatikan aku sedangkan dia berjalan di hadapan tanpa menoleh sedikit pun akhirnya kami singgah ke toko pakaian lolita "hyung pasti mahu masuk ke dalam?" tanyaku sambil melihat toko yang terlampau ceria menurutku "ayo" kata seungcheol lalu menarik tanganku masuk ke dalam "selamat datang, bisa saya bantu tuan dan puan?" tanya penjaga toko itu kearah kami berdua "tolong carikan pastel simple lolita dress untuk ukuran yeoja separas dadaku bertubuh langsing dia juga mempunyai kaki jenjang dan elakkan dari mengambil warna pink" penjaga toko itu mengangguk faham "baiklah tuan, puan?" aku mengelengkan kepala "aku dan isteriku akan tunggu disini" aku terkejut hendak protes tapi seungcheol sudah menarikku ke tampat tunggu yang disediakan "kamu akan lebih malu kalau penjaga toko itu tahu kamu adalah namja, mereka kagum dengan wajahmu" terdiam mulutku tidak mampu untuk dibuka "pergilah berkeliling, tapi ingat hanya di dalam toko ini saja faham" aku mengangguk lalu bangun dari duduk dan melihat dress serta accessories yang ada di dalam toko itu mata aku terpana pada seutas gelang tangan platinum dengan ukiran flora lembut ditengah-tengahnya ada ukiran sayap angel yang sangat indah sekali bersama permata biru sebagai daya tarikkan "indah" gumanku sendiri.
-TBC-
Maaf kerana panjang hehe..
kalian juga boleh membacanya dalam indo ver daripada keripik balado kalau saya jeongcheol couple keripik balado pula chenmin couple jagan lupa review untuk keripik balado..
Arigatou! sawadikap!
