Chapter 9
-Author pov
Acara pernikahan jeonghan dan seungcheol tamat tepat pukul 1:00 a.m cukup untuk membuatkan sesiapa saja keletihan termasuk pasangan yang baru bernikah itu kesemua tetamu sudah pulang termasuk juga danna-sama dan anak buah keluarga choi yang lain kini yang tinggal hanya keluarga kecil choi dan juga yoon Joshua pula sudah meminta diri terlebih dahulu untuk menghantar woozi pulang ke rumah "akhirnya anak ku menikah dengan namja yang sesuai untuknya!" teriak puan yoon lalu memeluk tubuh jeonghan serta seungcheol yang menjadi menantunya "eomma aku tidak bisa bernafas" ucap jeonghan lalu menepuk lembut belakang eommanya seungcheol hanya tersenyum "aku akan cuba menjadi suami yang terbaik seperti eomma bilang" puan yoon menepuk lembut kepala seungcheol "sudah.. kamu sudah menjadi yang terbaik buat semua cuba jeonghan saja yang susah dijaga jadi jangan salahkan diri kamu kalau terjadi apa-apa kepada jeonghan" seungcheol mengangguk "yak! Eomma aku bisa menjaga diriku sendiri ok!" puan yoon hanya memasang wajah datar "bangun pagi saja perlu eomma kejutkan" buka jeonghan memerah "appa~!" panggil jeonghan kepada tuan yoon untuk mendapatkan belaan tapi tuan yoon hanya mengangguk meniyakan apa yang isterinya bilang "eomma bercakap benar, appa tidak bisa menjadi peguam bela untuk mu kali ini" jeonghan mencerutkan bibirnya lalu sebuah tangan kecil dan mungil menepuk kepalanya dengan lembut "jangan risau, seungcheol akan menjaga kamu dengan baik, kamu juga tidak perlu merubah sikapmu nanti, oka-san percaya pada seungcheol" jeonghan sedikit tersenyum "terima kasih oka-san" puan choi tersenyum lembut "oka-san apa boleh aku tidur di rumah eomma dan appa?" Tanya jeonghan ragu-ragu "oka-san tidak menghalang" jeonghan mengangguk semangat tapi⦠"yak! Apa yang kamu bilang! Tidur di rumah eomma dan appa?! Choi jeonghan kamu sudah memiliki suami! Kamu seharusnya tidur bersama dia! Ya tuhanku anak ini~" keluh puan yoon "tidak mengapa eomma, lagi pula kami nikah dalam usia muda pasti jeonghan belum biasa" puan yoon mengangguk "kalau begitu jeonghan eomma dan appa benarkan kamu pulang tidur di rumah tapi kamu harus patuh setiap kata seungcheol faham?" kata tuan yoon tegas jeonghan hanya mengangguk pasrah bila tuan yoon menggunakan nada tegas kepadanya.
-Seungcheol pov
Aku dan keluargaku yang lain sedang dalam perjalanan pulang ke rumah sedangkan keluarga yoon pulang sedikit lewat aku sedikit menghembuskan nafas "kenapa?" tanya appa "jeonghan dia takut kepadaku" jawapku dengan jujur "apa kamu tahu kenapa dia takut kepadamu?" kali ini puan choi mengangkat bicara "tidak" keadaan kembali sunyi "jangan putus asa, cubalah bersikap lembut kepadanya seperti mana kamu bersikap lembut kepada violet dan keluarga kita yang lain seungcheol oka-san pasti satu hari hatinya akan terbuka" aku melihat oka-san melalui cermin kereta "aku sendiri tidak tahu oka-san, appa, kepalaku selalu fikirkan dia tapi hati semakin lama melupakan dia" aku sampai jadi keliru sendiri. tidak tahu mahu mendengarkan yang mana, kepala? atau hati? Kedua-duanya penting.
"HONAMI!" aku dan keluargaku yang lain terkejut sebaik saja violet menjeritkan nama honami dengan kuat segera violet bangun dari berbaring dari ribaku lalu menatap sekeliling "oka-san! appa! kita harus ke Yeoji sekarang!" aku menarik tubuh kecil violet untuk bersandar pada ku untuk sedikit menenangkan dia "hey, apa yang berlaku bilang pada nii-chan ok?" violet mengatur nafasnya yang turun naik serta mata yang berair mahu menangis "se.. seorang telah menangkap honami" kami semua terkejut "violet kamu pasti?" tanya appa kepada violet "iya! honami menjerit memanggil violet dan nii-chan!" ucap violet lantang plus panic "kita pergi" ucap oka-san dengan mendadak appa memusingkan arah kereta kami berlawanan arah pulang ke rumah "violet tunjukkan jalannya" violet mengangguk sedangkan aku memandang keluar tingkap melihat kereta yang dipotong appa dengan kelajuan tinggi "bila aku bisa merasakan satu hari tanpa berlawan atau memikirkan tentang dunia gelapku ini?".
-Author pov
Akhirnya kereta keluarga choi sampai ke tempat dimana honami di tangkap dan ianya sebuah perkuburan yang lama dibiarkan violet segera turun dari kereta tapi tanganya ditarik "puteri oka-san identitimu" violet mengangguk "reiji pakaianku" kata violet dalam sekelip mata dress cantik violet bertukar menjadi kemeja hitam bercoller tanpa lengan shorts dengan warna senada juga yang terakhir jas panjang dan topeng untuk menutup wajahnya serta katana di tangan kanan yang di gengam dengan erat sekali "bagus" kata tuan choi selepas itu seungcheol keluar dari kereta dengan katana dan topeng yang menutup wajahnya "oka-san tidak ikut?" puan choi mengelengkan kepalanya "oka-san dan appa akan berkawal disini, jaga dirimu dan violet dengan baik ini perintah" seungcheol membungkuk hormat serta violet "menurut perintah"
Dengan segera violet dan seungcheol masuk ke laman kubur terbiar itu suasana di perkuburan itu sangan seram dan gelap serta pohon yang besar dapat melindungi pelbagai macam bahaya di belakangnya tanah yang tidak rata juga dipenuhi dengan akar-akar pohon yang pasti dengan mudahnya membuatkan sesiapa saja jatuh kalau tidak melihat kemana melangkah pasti yang difirkan manusia lain di luar sana tapi pandangan sebegini sudah terbiasa buat kedua beranak choi ini membuatkan mereka bisa melangkah dengan mudah tanpa terjatuh suasana gelap juga tidak menakutkan mereka dengan katana di tangan kanan masing-masing memerhatikan sekeliling juga melindungi satu sama lain jika musuh datang menyerang "wah! lihat lah siapa yang dating kesini" suara namja kedengaran di setiap sudut tanah perkuburan terbiar itu seungcheol dan violet merapatkan belakang mereka lalu melihat sekeliling dengan katana yang sudah terlepas dari sarungnya "kalau kau adalah seorang yang mempunyai harga diri cepat tunjukkan dirimu" kata seungcheol tenang "teme! ayo keluar dari tempatmu supaya aku bisa menarik keluar jantungmu lalu menghancurkannya!" kata violet lantang wajah yang selama ini manis untuk dilihat hilang begitu sahaja matanya juga memandang tajam sekeliling seorang namja keluar dari pohon tua tempat persembunyiannya yang berada di hadapan seungcheol "ini satu penghormatan untuk aku bertemu denganmu 'putera katana bayangan' dan juga jangan dilupakan 'puteri kematian 9 penjaga serigala' kita yang semua sangat hormati" kata namja itu lalu menunduk hormat di hadapan seungcheol dan violet "siapa kau?" tanya seungcheol dengan singkat.
"Aku Kagami Seitohi" kata namja yang bernama seitohi dengan tenang "siapa tuanmu? dan apa nama kumpulanmu?" kata violet "tertarik dengan siapa aku berkerja? tuan ku Jihagi Fuji dan nama kumpulanku Zesaki" violet mengelengkan kepalanya "supaya aku bisa membunuh kalian semua tanpa meninggalkan sisa" seitohi ketawa dengan kuat sekali "hahahaha! walaupun kalian adalah yang terkuat itu tidak bermakna kalian bisa memandang rendah terhadap kami!" seungcheol tersenyum di balik topengnya "kami tidak memandang rendah pada kalian, kalian yang sememangnya rendah dan juga menjijikkan daripada kami" seitohi kembali ketawa "mulutmu sememangnya tajam seperti mereka katakana tapi apa kau mampu membunuhku?" kata saitohi lalu pohon tua dibelakangnya berubah menjadi tangan yang sangat besar mengangam tubuh honami dengan kuat "seungcheol-sama! violet-sama! bunuh dia! dia mhupp!" ucapan honami terhanti sebaik saja tubuhnya ditengelami oleh pohon tua itu "apa yang kau mahukan! cepat bilang! dan lepaskan honami!" seitohi tersenyum bila merasa kemenangan berada di pihaknya "serahkan mata aura kepadaku!" tubuh seungcheol membeku bila seitohi tahu tentang jeonghan "sampai mati aku tidak akan menyerahkan dia!" kata violet lalu menyerang seitohi dengan katananya seitohi segera mengelak daripada ditebas oleh katana berbisa violet, sedar sasarannya melarikan diri violet melompat tinggi lalu mengarahkan katanya ke dada kiri seitohi "semoga pintu neraka terbuka untukmu"
Violet terkejut kerana katananya ditahan oleh katana seungcheol nii-channya sendiri violet membalikkan tubuhnya kebelakang lalu mendarat dengan lembut "kau gila!" ucap violet kuat "aku akan membunuhnya dengan kedua tanganku jadi jangan risau" violet tersenyum kejam disebalik topengnya "aku akan membebaskan honami" seungcheol memandang tajam ke arah seitohi lalu menghayukan katananya kerah leher seitohi tapi segera di elak seungcheol mencuba beberapa kali untuk memotong kepala seitohi tapi tidak berhasil "hahaha! sepertinya putera kita kehilangan kemahirannya" seungcheol tetap mencuba hamper separuh dari tenaganya hilang kerana ingin menebas kepala seitohi "aku tahu, kau risaukan dia tapi sekurang-kurangnya buka sedikit otakmu untuk berfikir cara membununya" kata violet yang berbaring di salah satu pohon tua disitu sambil menyilang tangannya kedada seungcheol melihat sekilas ke arah violet "pohon" ucap violet sepatah lalu seungcheol melihat akar pohon yang memenuhi tanah tempatnya berpijak senyuman licik terbentuk di bibir seungcheol "hanami lindungi kedua kaki ku" honami yang sudah bebas segera bergabung dengan bayangan seungcheol lalu menutup baying-bayang seungcheol daripada terlihat "seitohi!" panggil seungcheol "mari kita mulakan!" seungcheol mula berlari menuju kea rah seitohi dengan cepat seitohi hanya tersenyum lalu mengambil langkah untuk mengelak tebasan katana seungcheol bila sudah dekat seungcheol pengarahkan katananya kea rah leher seitohi "lemah" ucap seitohi lalu mengelak tapi seungcheol melepaskan katananya lalu melompat melepasi seitohi lalu mengambil semula katana yang dilemparnya tadi dengan kuat seungcheol menusuk jantung seitohi daripada belakangnya "dia tetap isteriku, sentuh dia berarti maut menjemputmu, semoga neraka mahu menerima dirimu" kata seungcheol lalu menarik katananya cepat seitohi rebah tidak bernyawa lagi violet terjun dari pohon tua itu dengan santai lalu menepuk bahu seungcheol "sejak kapan?" tanya seungcheol "sejak aku tidak bisa menyentuhnya dengan hujung katanaku sekali pun" seungcheol melihat kea rah tubuh tidak bernyawa seitohi "dia bisa membaca gerakan musuh bila kaki musuh berpijak pada tanah di kawasannya, hmm.. kebolehan yang hebat tapi sia-sia" kata violet lalu menarik keluar jantung seitohi dengan tangan kanannya lalu mengangam dengan kuat hingga jantung itu hancur "ayo, kita perlu habisakan kumpulan Zesaki" seungcheol berjalan pergi lalu violet memaut lengan seungcheol "tidak perlu penjagaku sudah melakukannya".
-6:00 a.m
-Golden Garden
Keluarga choi hanya tidur selama 30 minit sahaja di sebabkan kembali ke jepun dengan segera untuk memeriksa siapa lagi yang bergabung untuk merampas mata aura daripada mereka juga dalam masa yang sama pulang ke korea seungcheol membuka matanya sebaik saja mendengar suara burung berkicauyan di luar segera seungcheol bangun dari baringnya dan masuk ke kamar mandi.
"Seungcheol bangunkan violet!" teriak tuan choi kepada puteranya seungcheol yang telah kemas dengan seragamnya mengambil bag lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar violet "violet masanya untuk bangun" kata seungcheol lalu melangkah mendekat kearah violet yang tertidur dengan pulas sekali "violet?" panggil seungcheol lalu melihat wajah adiknya yang sedikit pucat segera seungcheol mengangkat tubuh violet keluar dari kamar menuju ke bawah "oka-san darah!" puan choi membawa keluar pack darah lalu memberinya kepada seungcheol, seungcheol membuka penutup pack darah itu lalu memasukkan penyeduk ke dalamnya "violet sayang nii-chan buka matamu, ini darah"perlahan-lahan violet membuka matanya kecil lalu meminum darah yang diberi seungcheol "seungcheol habiskan sarapanmu selepas itu pergi ke sekolah biar oka-san yang menjaga violet" , "tapi oka-san.." tuan choi mencelah "tanggungjawap kamu sekarang ini adalah jeonghan, seungcheol jalankan tanggungjawapmu dengan sempurna" seungcheol mengangguk "kalau begitu aku pergi dulu" kata seungcheol dan berlalu pergi seungcheol memparking buggati putihnya di hadapan rumah keluarga yoon lalu membuka kasutnya lalu masuk ke dalam rumah keluarga yoon "pagi eomma, appa" ucap seungcheol lalu duduk dimeja makan "pagi seungcheol" ucap tuan dan puan yoon bersamaan "dimana jeonghan?" tanya seungcheol "diatas tidur" seungcheol menagngguk segera naik ke atas lalu membuka pintu kamar jeonghan perlahan lalu masuk ke dalam dudu ke tepi katil jeonghan lalu mengelur rambut lembut itu dengan halus sekali "jeonghan bangunlah" bagaikan sihir jeonghan membuka matanya dengan segera "hyung?" seungcheol masih mengusap lembut kepala jeonghan "bangun dan mandi kita akan berangkat ke sekolah sebentar lagi" jeonghan mengangguk "boleh hyung tuggu disini?" seungcheol mengangguk lalu jeonghan masuk ke dalam kamar mandi.
Selepas jeonghan keluar dari kamar mandi seungcheol terus megeringkan rambut jeonghanenggunakan tuala "kamu akan mudah pusing jika tidak mengeringkan rambutmu dengan cepat" jeonghan yang mendapat kelakuan lembut seungcheol hanya merona tipis "t.. terima kasih" seungcheol mengangguk lalu berbaring di atas katil jeonghan dengan santai sekali "h.. hyung aku mahu memakai seragamku" seungcheol mengangguk lalu menghadapkan wajahnya daripada jeonghan "sudah" jeonghan mula memakai seragam sekolahnya walaupun raga-ragu juga malu kerana seungcheol masih berada di dalam kamarnya walaupun seungcheol menghadap ke arah lain "hyung aku sudah selesai" seungcheol membalikkan tubuhnya "rambutmu" jeonghan memandang aneh ke arah seungcheol "kenapa dengan rambutku?" seungcheol berjalan ke arah jeonghan lalu menggunakan kedua-dua tangannya untuk membuka ikatan rambut jeonghan lalu membetulkan letak poni jeonghan "indah" bisik seungcheol perlahan tapi mampu didengari jeonghan "selamat pagi isteriku choi jeonghan" kata seungcheol lalu mencium dari dan kedua mata jeonghan "s.. s.. selamat p.. pagi juga" seungcheol mengusap lembut pipi jeonghan "ayo turun" jeonghan mengangguk lalu turun bersama seungcheol ke meja makan "ayo sarapan" kata tuan yoon pada mereka berdua.
Hon dari kereta joshua menghentikan kegiatan keluarga yoon dan seungcheol "masanya untuk berangkat" kata seungcheol lalu menarik tangan jeonghan dengan lembut keluar dari rumah "maaf menunggu" kata jeonghan, joshua hanya mengangguk "sebentar di mana violet?" tanya jeonghan kerana tidak mendengar suara heboh violet pada pagi ini "dia tidak mahu kesekolah penat" jawap joshua laju dan diangguki jeonghan. Akhirnya kereta joshua dan seungcheol meluncur laju ke sekolah sepelas 12 minit kereta joshua dan seungcheol masuk ke dalam perkarangan sekolah dan memparking kereta mereka berdua "akhirnya sampai juga" kata jeonghan dan mereka bertiga melangkah menuju ke dalam bangunan sekolah.
-Jeonghan pov
Menjadi isteri kepada seungcheol tidaklah seteruk yang aku fikir oka-san and appa melayanku dengan baik sekali violet? Sudah tentu dia melayanku dengan baik sekali aku dan seungcheol masuk kedalam kelas tepat bell berbunyi hanya tunggu masa untuk mengajar itu saja aku melihat seungcheol yang sebuk dengan phonenya dengan wajah serius sekali aku menghembus nafas sendiri lalu melihat tempat violet yang kosong "bosan juga ya? Bila tidak mendengar suara berisiknya satu hari" aku sedikit tersenyum bila melihat tingkah konyol violet semasa di dalam kelas perkaya yang paling aku suka ialah violet bisa curi-curi makan ketika guru killer sedang mengajar tapi tidak tertangkap lantas aku memandang ke luar tingkap memandang ke luar langit biru yang terbentang luas dengan awan putih sebagai hiasaannya lagit terlihat sedikit suram "apa mahu hujan?" tanyaku entah pada siapa "ya tidak lama lagi akan hujan" aku menoleh sebaik saja mendengar seungcheol menjawap soalanku "hyung mendengarkan aku?" seungcheol menganggukkan kepalanya "termasuk juga ketika kamu menghela nafas lalu memandang tempat duduk violet juga semasa kamu melihat keluar" pipiku merona tipis kerana seungceol memerhatikan aku dengan teliti "jangan risau violet akan datang sebentar lagi jadi kamu tidak akan bosan selepas ini" aku silap! Dia begitu teliti! Aku mengangguk gugup "t.. terima kasih atas perhatiannya" seungcheol mengangguk "kamu sebahagian dari pada hyng sekarang jeonghan"
Guru jung sudah masuk ke dalam kelas itu bermakna mata pelajaran fizik akan dimulakan aku mengurut kepalaku untuk memastikan bisa menjawap semua soalan yang dia tujukan pada anak muridnya dengan mendadak aku melihat sekeliling ramai pelajar yang menyiapkan diri mereka untuk menjawap soalan dari guru jung kecuali seseorang ya, seseorang yng asyik sekali dengan phone yang ada di tangannya siapa lagi kalau bukan suamiku? Eh!? apa aku baru saja memanggil seungcheol dengan gelaran suami?! "Yoon Jeonghan selesaikan soalan ini" aku panic bila namaku dipanggil aku melihat soalan yang ditulis di papan putih itu saja sudah cukup untuk aku memuntahkan seluruh isi perutku "sebantar" kataku lalu diangguki guru jung tiba-tiba seungcheol menampalkan nota kecil di bahagian sisi mejanya lalu mengetuk jadinya pada nota kecil itu berkali-kali aku melihat ke arah seungcheol lalu seungcheol menanggukkan kepalanya aku berdiri lalu mengambil nota kecil itu dengan cepat dan menulis jawapan yang seungcheol berikan padaku aku sedikit berdoa lalu kembali duduk di tempatku "syabas! Cara menjawapmu sangat unik kali ini jeonghan dan jawapannya amat memuaskan kamu selamat" aku menarik nafas lega "terima kasih hyung" ucapku perlaan tidak pasti dia bisa mendengarkannya atau tidak lalu aku melihat seungcheol mengangguk kecil kepalanya aku tersenyum kecil dan wajahku merona sedikit panas aku mengangkat tanganku "maaf, aku harus ke tandas" dan guru jung mengizinkan aku pergi.
Aku membasuh wajahku dengan air dingin berkali-kali untuk menghilangkan rona serta rasa panas yang ada di wajahku "tuhan seungcheol benar-benar menakutkan" selepas pastikan diri aku tidak apa-apa aku keluar dari tandas dan berjalan pulang ke kelas.
-Author pov
-Loker
Tiba-tiba tubuh jeonghan ditolak hingga terlanggar pintu besi loker dengan kuat tiga orang yeoja senior sedang menatapnya dengan pandangan tajam "sekali lagi kami lihat kau dekat-dekat sama seungcheol atau joshua kami tidak akan segan untuk membuatmu keluar dari sekolah ini dengan cara paling memalukan sekali!" kata Ha Rin "ilmu apa yang kau gunakan ha! Sampai-sampai joshua dan seungcheol mahu dekat denganmu?! Apa kau menjual tubuhmu untuk mendekati mereka? Dasar namja jalang tidak sedar diri!" Jeonghan yang tidak terima dihina sebegitu membalas "aku tidak pernah menjual tubuhku kepada sesiapa malahan sentuh pun aku tidak benarkan! Apa kalian semua bodoh?! Aku dengan joshua berteman dari kecil! Dan kebetulan joshua teman rapatnya seungcheol!" Sembur jeonghan tepat kewajah mereka Jung Mi mengangkat tangan untuk menarik rambut jeonghan tapi terhenti "apa yang kalian lakukan?!" Violet yang kebetulan lalu disitu berjalan kearah jeonghan dan tiga yeoja tersebut lalu melindungi jeonghan dengan badanya yang kecil ketiga yeoja itu ketawa "jadi kaulah violet yeoja manis itu? Manis juga wajahmu" kata jung mi "kau memudahkan kerja kami, tidak perlu kami menyusahkan diri bila kau sendiri datang kesini" kata yung su "kalian berdua dengar sini! Jangan pernah dekat-dekat sama seungcheol dan joshua! Kalau kalian tidak patuh.." violet memotong ayat yeoja itu "kalau jeonghan oppa tidak patuh terutamanya aku apa kalian akan lakukan?", "kau ingat aku takut bila sekolah ini suka kepadamu? Dasar yeoja sial, aku tidak peduli dengan dirimu asalkan tidak dekat sama joshua! Entah-entah kamu hanya anak miskin yang menarik perhatian seungcheol dan joshua hanya untuk kesenangan diri kamu?" kata ha rin sambil ketawa jeonghan memegang bahu violet untuk menghentikannya jeonghan tidak mahu disebabkab dia violet dibuang sekolah jeonghan kenal sangat dengan ketiga yeoja itu keluarga mereka penyumbang terbesar sekolah jadi para guru tidak dapat berbuat apa-apa.
"Dasar anak orang kaya tidak mengenal untung! sudahlah belajar pun lembap dan bodoh hanya tahu habiskan beras dan harta keluarga saja!" ketiga wajah yeoja itu merah menahan marah "hey! You..just littel girl how you can bite us?" ucap ha rin dengan bangga "maafkan aku mungkin kalian berdua tidak faham" violet tersenyum "son of a bitch, can you speak more properly? I can undustand low kuality language" selepas itu leher baju violet ditarik dengan kuat tapi violet berjaya lepaskannya "kalian hanya yeoja yang pentingkan diri! Menggunakan harta untuk apa kalian inginkan! Dasar manusia yang tarafnya lebih rendah dari binatang!" Kata violet dengan lantang dan pipi mulus itu ditampar dengan kuat dan ditolak ketepi hingga jatuh kelantai jeonghan terkejut bila melihat violet ditampar dan ditolak itu merasa iba "kalian langsung tidak mempunyai hati! Sanggup kalian perlakukan anak kecil sebegitu!" Ketiga yeoja itu tersenyum puas "itu pengajaran untuknya sekarang giliran kau pula" tiba-tiba mereka mendengar suara orang sedang ketawa "ha..ha..ha... hahahahahaha.. ha..ha" violet bangun dari jatuhnya dan memandang ketiga yeoja itu dengan pandangan yang mengerikan "berani sekali manusia bertaraf rendah seperti kalian menyentuhku? Aku akan pastikan jari dan tangan kananmu yang cantik itu patah!" Kata violet sambil menunjuk ha rin yang menamparnya "dan kau pula! Aku akan mematahkan kaki kirimu" sambil menunjuk kearah jung mi lalu yung so "kau pula akan ku pastikan kaki kananmu patah!" Serentak dengan itu violet meluru kearah ha rin dan memusing tangannya kebelakang badan dan menekannya dengan kuat hingga terdengar bunyi tulang patah "tangan cantikmu sudah patah tiggal jarimu saja" kata violet sambil tersenyum dan mematahkan jari ha rin itu satu per satu jeonghan dan kedua yeoja itu menatap sadis kepada ha rin, violet seolah-olah tidak terusik langsung dengan isak laung ha rin itu "sekarang kalian pula" mereka mahu berlari tapi badan mereka tidak mampu bergerak akibat takut dalam sekelip mata kaki mereka patah "violet sudalah oppa tidak apa-apa" violeh memandang tajam jeonghan "jangan mengangguku bermain dengan permainanku!" Kata violet lalu violet menarik rambut panjang ketiga yeoja itu dan mengrehet mereka kerana tidak sanggup menahan sakit ketiga yeoja itu harus mengikut langkah violet dengan susah payah dan jeonghan mengikut mereka dari belakang koridor mula bising bila melihat violet menyeret 3 yeoja itu dengan kasar ada diantara mereka rasa takut dan juga puas hati, joshua dan seungcheol berlari kearah mereka lalu berdiri dihadapan violet dan jeonghan "carikan violet tali" kata violet ke arah joshua "violet tidak baik buat begitu" kata joshua dengan lembut.
-TBC-
