Chapter 10

-Author pov

"Ini perintah! carikan violet tali!" Joshua tidak bisa melakukan apa-apa bila violet sudah menggunakan kata perintah joshua menunduk hormat "menurut perintah" lalu pergi dari situ, jeonghan yang melihat itu merasa hairan "oppa juga mahu menghalang violet?" , "tolong! tolong lepaskan kami!" rayu ketiga yeoja itubersamaan seungcheol yang melihat pipi adiknya merah terus melangkah ketepi memberi laluan, violet tersenyum dan terus berjalan juga diikuti jeonghan serta seungcheol dari belakang.

Violet berhenti di laman sekolah dan ada sebuah pohon tua yang cukup besar ramai murid yang berkumpul di koridor untuk melihat apa yang akan violet lakukan, joshua datng sambil membawa tali "bagus, sekarang ikat kaki mereka, ini satu perintah" dan sekali lagi joshua menjalankan perintah yang diberikan, selesai mengikat violet mengantungkan ketiga yeoja itu secara terbalik "aku akan pastikan kalian keluar dari sekolah ini dengan cara paling memalukan sekali!" violet mendekat sedikit menunduk "kalau begitu aku akan menunggu, pastikan ianya menarik" kata violet lalu manjauh dari mereka "sesiapa yang berani membuka ikatan manusia jijik ini! aku akan pastikan kalian terima padah yang sama!" seungcheol datang lalu memeluk pinggang violet dan mengangam tangan jeonghan lembut "dengar violet adalah dongsengku kalau ada sesiapa yang menganggu mereka aku akan pastikan hidup kalian tidak akan aman seperti dulu" kata seungcheol dengan wajah yang dibuat sedater-datarnya juga aura dingin yang cukup kuat membuatkan pelajar disitu mengangguk.

Mereka berempat sekarang berada di uks untuk merawat luka violet juga jeonghan "joshua nii-chan ubatkan violet" ucap violet sepontan bila seungcheol melangkah mendekat ke arahnya "angel oppa dihentak dengan kuat pada pintu loker mungkin bahunya terluka" jeonghan menatap aneh pada violet 'dia berbicara pada joshua? apa joshua faham? setahuku dia dari America' batin jeonghan "buka bajumu" lamunan jeonghan terhenti dan menoleh melihat wajah seungcheol "buka bajumu, kalau kamu tidak bisa mengerakkan tanganmu hyung akan membukanya" jeonghan dengan cepat mengelengkan kepalanya "tidak aku bisa sendiri" kata jeonghan dengan wajah merah lalu berusaha sedaya upaya untuk membuka seragam sekolahnya seungcheol yang memerhati jeonghan tersenyum tipis "tidak perlu memaksa diri" kata seungcheol lalu membantu jeonghan membuka seragamnya "lebamnya mulai tampak" seungcheol berpindah duduk di belakang jeonghan dan menyapu ubat sejuk untuk menghilangkan lebam pada belakang jeonghan.

-Jeonghan pov

"Violet oppa mahu minta maaf bukan niat oppa untuk menyusahkan mu" violet tersenyum ke arahku "angel oppa tidak perlu meminta maaf, violet memang tidak suka dengan sikap 3 ekor iblis itu dari awal sekolah lagi mereka sangat menjengkelkan" , "kalau mereka keluarkan violet dari sekolah bagaimana?" violet tersenyum lagi tapi aku boleh melihat aura gelap di sekeliling tubuhnya "mereka tidak akan berani melakukannya, lagi pula perkara sebegini tidak patut berlaku kalau seseorang itu menjalankan tugasnya dengan benar" aku melihat violet melirik ke arah joshua, joshua menundukkan kepalanya seolah orang yang bersalah 'kenapa joshua begitu patuh dengan violet? dan terlihat bersalah bila tidak dapat melakukan apa yang disuruh violet'

"Lebam kamu akan reda dalam beberapa jam lagi, jangan terlalu banyak bergerak nanti sakit kembali" aku mengangguk lalu seungcheol kembali memakanikan seragamku selepas itu mengecup pucuk kepalaku sekilas "kembali ke kelas jangan risau tidak akan ada siapa pun yang berani menganggumu lagi" aku mengangguk lalu turun dari katil "terima kasih hyung" ucapku dibalas dengan anggukan kecil seungcheol lalu keluar dari uks tapi aku bukannya pulang ke kelas melainkan sembunyi di belakang pintu ingin mendengar apa yang mereka akan bincangkan "joshua nii-chan ini sudah kali kedua angel oppa hamper cedera" aku dapat mendengar suara kesal violet "maafkan nii-chan, violet-sama" aku terkejut bila mendengar joshua memanggil violet dengan panggilan 'sama' dibelakangnya "bukan pada violet tapi pada nii-chan, joshua nii-chan tahu apa tidak? yang joshua sudah hampir gagal dua kali dalam menjaga isteri kepada nii-chan?" aku mengintip sedikit melalui cermin pada pintu uks aku dapat melihat joshua sedang melutut hormat pada seungcheol dan violet "maafkan aku seungcheol-sama kerana tidak menjalankan perintah yang diberikan dengan baik" seungcheol hanya mengangguk "bukan salahmu sepenuhnya joshua, manusia ada silapnya" entah mengapa aku tersenyum dengan kelakuan lembut seungcheol sedangkan violet hanya mempourtkan bibir manisnya "huh~! rosak sudah mood violet hari ini! nasip baik violet datang lewat ke sekolah kalau violet datang awal pasti nasip angel oppa lagi teruk" aku tersenyum lagi "perihatin sekali gadis kecil ini" aku sedikit ketawa kecil bila joshua merusak surai violet lalu tangan joshua digigit violet.

-Seungcheol pov

Aku tidak dapat menahan ketawa lagi apa bila melihat tingkah konyol joshua dan violet yang sememangnya mengemaskan tidak mahu cat fight itu berterusan jadi aku meleraikan mereka "sudah kalau mahu bergaduh di rumah saja kalian bisa mengunakan katana jika mahu tapi yang pasti bukan di sini" kataku bila melihat violet hamper saja mengeluarkan katana dari belakang seragam sekolahnya "joshua nii-chan selamat" kata violet dan diangguki joshua.

Kami bertiga keluar dari uks lalu melihat sekeliling hanya saja memastikan jeonghan benar-benar pulang ke kelas atau tunggu hingga kami bertiga keluar "dia benar-benar pulang ke kelas baguslah.." kataku pada diri sendiri "aku dengar honami diculik apa benar?" tanya joshua aku dan violet megangguk "mati?" sekali lagi aku dan violet mengangguk "hyung dan violet tidak asyik~~ membunuh tampa mengajak ku.. sedangkan aku di rumah hanya bermain game" aku melihat aneh ke arah joshua "bukan kamu menghantar woozi ke rumahnya?" joshua mengangguk "ya.. tapi selepas itu woozi dipanggi ada misi di Okinawa jadi dia harus pergi dengan segera jadinya aku ditinggalkan sendirian" aku dan violet tersenyum sedikit ketawa "siapa suruh joshua nii-chan berteman baik dengan woozi nii-chan? apa joshua nii-chan lupa? woozi nii-chan harus menguruskan anak buahnya yang banyak" joshua mengangguk. Woozi sepupu aku dan violet sememangnya seorang yang sebuk dengan kehidupannya sebagai Tuan Muda pada kumpulannya sendiri selain oka-san keluarga woozi juga membantu oka-san menguruskan dunia gelap supaya tidak menimbulkan kekecohan.

-2:00 ptg

-Author pov

Krrrrrriiiinggggg~~!

Bell terakhir yang ditunggu-tunggu pelajar akhirnya berbunyi masing-masing mengemaskan barang mereka dengan cepat agar bisa pulang secepatnya kecuali untuk 3 orang namja dan seorang yeoja yang sedang berada dalam kelas II-B "arkh! akhirnya pulang juga!" seru violet sambil meregangkan tubuhnya "penat sekali" ketiga namja yang turut berada di dalam kelas itu hanya memandang violet dengan wajah datar "penat kamu bilang? violet kamu hanya tidur sepanjang hari" kata seungcheol, violet mengelengkan kepalanya mahu menjawap tapi jeonghan memintas "kamu juga mengancam guru dengan cara ingin membunuh mereka jika berani-berani cuba membangunkanmu" violet hanya tersenyum "yah~ tidak sempat membela diri… tapi violet terima aja.. bila melihat seungcheol nii-chan dan jeonghan oppa bisa komplak" wajah jeonghan memerah seungcheol pula? hanya mampu mengusap kepala jeonghan untuk menenagkan dia "ayo pulang" kata joshua.

Joshua dan violet jalan bersama-sama dengan tangan violet memeluk lengan joshua jauh di belakang seungcheol dan jeonghan sebenarnya itu semua hanya alasan violet untuk membuatkan seungcheol dan jeonghan bisa berjalan bersama-sama tanpa sebarang ganguan seungcheol biasa-biasa saja jeonghan pula? tidak perlu bilang jatungnya berdegup seperti mahu pecah saja "Nii-chan jalannya sesak sekali!" jerit violet dari belakang seungcheol mengangguk "jeonghan pegang lengan hyung" jeonghan memandang aneh ke arah seungcheol "tapi ken…. uwaa?!" jeonghan hampir saja terjatuh jika seungcheol tidak segera merangkul pinggang jeonghan "kerana itu" jeonghan mengangguk faham lalu memaut dengan erat lengan seungcheol supaya tidak terjatuh lagi lalu jeonghan melihat kakinya "kenapa?" tanya seungcheol "bukan aku seperti merasakan kaki kananku ditendang dengan kuat daripada belakang" ucap jeonghan lalu melihat ke belakang tapi aneh kerana tidak menemukan siapa-siapa kecuali joshua dan violet yang jalannya lambat sekali di belakang "sakit?" tanya seungcheol lalu diangguki jeonghan "mati" kata seungcheol sepatah "apa hyung?" tanya jeonghan apa bila melihat seungcheol seperti berkata sesuatu "tidak ada apa-apa, apa kamu bisa berjalan?" , "masih bisa" lalu mereka kembali berjalan ke arah parking kereta "nii-chan violet ingin membuat oreo cheese cake" kata violet pada seungcheol dan jeonghan "baiklah jaga dirimu dengan baik" violet mengangguk lalu mengecup pipi seungcheol dan jeonghan lalu pergi bersama joshua.

Seungcheol tidak terus pulang ke rumah melainkan benhenti di sebuah bangunan yang tinggi dan mewah berwarna putih "hyung apa yang kita lakukan disini?" tanya jeonghan "hyung harus selesaikan sesuatu mahu ikut atau tunggu di dalam pejabat?" jeonghan yang masih binggung hanya bilang "aku ikut hyung saja" seungcheol mengangguk lalu turun dari kereta membukakan pintu buat jeonghan lalu membawa tangan jeonghan untuk memaut lengannya sebaik saja melangkah masuk ke dalam bangunan mewah itu banyak sekali mata yang memandang ke arah jeonghan dengan pandanga kagum "tidak perlu takut mereka tidak akan berani melakukan hal-hal buruk kepadamu" jeonghan melihat ke arah seungcheol "bagaimana hyung tahu?" tanya jeonghan "kerana hyung boss mereka" , 'dia juga ceo kepada syarikat ke 2 terbesar setelah appanya' jeonghan jadi ingat tengang percakapa rima tentang seungcheol lalu mereka manaiki lif ke tingkat paling atas iaitu 56.

Tingkat 56 hanya dikhaskan untuk seungcheol seorang tingkat 56 sudah diubah suai seperti rumah yang selesa untuk di duduki "selamat datang ke White crop." kata seungcheol kepada jeonghan lalu membuka pintu putih besar di hadapanya dengan lebar jeonghan memandang kagum pada pejabat milik seungcheol yang digabungkan sekali dengan rumah "hyung ini sangat hebat" kata jeonghan lalu melangkah masuk ke dalam terus menuju ke arah taman balcony milik seungcheol, perlahan-lahan seungcheol berjalan ke arah jeonghan lalu memeluknya dari belakang "kamu sukakannya?" jeonghan menganguk semangat tanpa sedar dia menyandarkan tubuhnya pada seungcheol juga turut memegang tangan seungcheol yang memeluk pinggang indahnya "aku hampir bisa melihat semua aura manusia di kota seoul ianya cantik sekali" tanpa sedar seungcheol mengukir senyuman tipis di bibinya tapi semua itu terhenti sebaik saja pintu pejabatnya diketuk dengan lembut seorang yeoja dengan pakaian formal masuk seungcheol segera melepaskan pelukkan nya dari jeonghan lalu melangkah ke arah yeoja itu.

"Bagaimana dengan bajunya kamu suka?" tanya seungcheol pada jeonghan sambil mengangkat baju yang dikatakan pada jeonghan, jeonghan bisa bernafas dengan lancar sekali selepas mendapat tahu bahawa yeoja itu hanya pekerja yang diarah seungcheol untuk menghantar baju kepada mereka, jeonghan mendekat lalu mengambil tuxedo bewarna hitam dengan crystal di bahagian bawahnya "elegant aku suka" seungcheol mengangguk lalu mengambil tuxedo kosong untuk dirinya "ayo ganti" Seungcheol mengarahkan jeonghan mengantikan bajunya di dalam kamar bajunya sedangkan seungcheol menyalin pakaiannya di dalam kamar mandi saja.

-12 minit

Seungcheol dan jeonghan keluar dari tempat persalinan mereka jeonghan hanya tersenyum bila melihat ketampanan yang dimiliki suaminya "sini" panggil jeonghan lembut lalu seungcheol berjalan ke arah jeonghan dengan cepat jeonghan mengangkat kedua tangannya untuk memperbaiki tie yang dikenakan seungcheol setelah selesai jeonghan menepuk lembut dada bidang seungcheol "selesai" kata jeonghan sambil tersenyum "terima kasih" jawap seungcheol lalu mengecup kedua mata dan dahi jeonghan dengan lembut "isteriku cantik sekali" kata seungcheol perlahan lalu mengusap rambut jeonghan yang di biarkan lepas. Jeonghan sengaja melepaskan rambutnya selepas tahu seungcheol sangat suka bila rambutnya dilepaskan "ayo" kata seungcheol lalu menghulurkan lengan kanannya untuk dipaut jeonghan.

-Jeonghan pov

Semasa di dalam lif aku hanya menyandarkan kepalaku pada bahu tegap milik seungcheol entah mengapa aku sangat nyama bila bersama dengannya tapi tidak boleh dilupakan perasaan takut yang terkadang datang kepada diriku seperti tadi di mana seungcheol terus melepaskan pelukkannya sebaik saja melihat yeoja masuk ke dalam pejabatnya dadaku jadi sesak dan mati rasa tapi bila dapat tahu yeoja itu hanya datang untuk menghantar pakaian oksigen terus memasuki dadaku dengan laju begitu juga bila setiap kali seungcheol mengecup kedua mata dan dahiku.

Pintu lif dibuka pada tingkat 23 segera aku dan seungcheol melangkah keluar lalu masuk ke dalam dewan yang besar dan mewah sekali aku dapat melihat banyak sekali artis-artis dan pada perlakon yang berada disitu tidak kurang juga dengan orang-orang kaya yang berada di seoul aku makin menguatkan pelukkanku pada lengan seungcheol sedar akan perbuatanku seungcheol menoleh lalu megusap lembut kepalaku dengan tangan kirinya "tenang saja tidak perlu takut" , "t.. tapi hyung.. aku tidak setaraf dengan mereka atau hyung aku takut membuatkan hyung malu" seungcheol hanya memasang wajah datarnya "orang yang akan malu itu adalah orang yang tidak berjaya menjadikan kamu sebagai isteri mereka choi jeonghan, appa berada dalam senarai ceo terbaik dalam korea jadi tidak perlu malu".

Seungcheol sudah berdiri di atas pentas dengan mic yang ada di tangan kirinya, tangan kanannya? jangan harap aku mahu melepaskan dia! melihat mereka saja aku sudah takut ini pula berdiri di atas pentas hell! aku sepatutnya menunggu di dalam pejabat saja tadi! "perhatian" kata seungcheol sepatah lalu orang-orang yang berada di dalam dewan itu diam dan melihat ke arah kami berdua "terima kasih aku ucapkan pada kalian kerana sudi datang ke majlis kecilku ini apa yang aku ingin bilang iailah terima kasih atas sokongan kalian semua" mereka semua bertepuk tangan lalu menjerit bersama-sama "SELAMAT PENGANTIN BARU!" melihat wajah ceria dan mesra mereka rasa takut mula sedikit menghilang aku mula membalas senyum mereka lalu menunduk hormat.

Aku berdiri di meja buffet untuk mengambil makanan mengalas perut tapi semuanya terhenti sebaik saja merasakan pinggangku dirangkul dengan kuat juga bau akohol yang menjijikan aku melihat ketepi seorang namja yang hampir tinggi denganku mempunyai rambut blond dengan mata 10:10 melihat ke arah ku dengan tajam sekali "ayo~~ habiskan masa denganku malam ini~~ hik! jangan risau aku akan membayar suamimu" mataku membulat terus aku berusaha melepaskan diri tapi sial! tenaganya boleh tahan kuat juga "ayo~~" tubuhku hampir diangkat namja sial itu 'persetan dengan semua ni!' aku menolak kuat wajah namja itu "SEUNGCHEOL!" panggilku sekuat tenaga tidak lama kemudia tubuhku di tarik masuk ke dalam rangkulan seunghceol tangan kananya menekan kepalaku untuk bersandar dapa dada bidangnya lalu mengusap dengan lembut "minta maaf pada isteriku jika kamu tidak mahu nyawamu dicabut olehku" kata seungcheol dingin sekali namja itu tersenyum lalu menunjuk ke arahku "ayo~~~ aku akan membayar sebanyak mana yang kau mahu biar aku habiskan satu malam bersamanya hik!" seungcheol bergerak lalu memumbuk namja itu tepat di wajahnya membuatkan hujung bibirnya mengalirkan darah "jaga tutur katamu! cepat minta maaf sebelum kesabaran aku benar-benar hilang!" lalu seungcheol menarik kerah tuxude namja itu aku cuba menghentikannya "sudah hyung.. aku tidak apa-apa" seungcheol masih tetap dengan tatapan marahnya "hyung, hyung, hyung lihat aku, lihat aku" aku memegang kedua pipi seungcheol lalu kuhadap ke arahku "lihat aku baik-baik saja, aku baik-baik saja" perlahan-lahan seungcheol melepaskan cengkamanya lalu memelukku dengan erat sekali "syukur kamu tidak apa-apa" aku mengangguk lalu mengusap belakang seungcheol untuk menenagkan dia "bubar semuanya sudah tamat" kata seungcheol dengan nada tegas mahu tidak mahu mereka semua mematuhi arahan seungcheol dan mula meninggalkan majlis.

-Seungcheol pov

Akhirnya kami berdua sampai ke rumah aku memparking kereta di hadapan rumah keluarga yoon lalu membukakan pintu untuknya jeonghan keluar dengan langkah lesu pasti dia penat lalu aku mengangkat tubuh ringan itu sebaik saja berdiri di hadapan pintu, pintu rumah keluarga yoon sudah terbuka oleh violet "kenapa lama sekali? dan kenapa dengan angel oppa?" , "kalau saja seseorang itu tidak memberi alasan mahu membuat cake pasti jeonghan tidak seperti ini" kataku datar lalu violet mengecup pipiku "jangan marah ya~~ sayang violet kan~?" aku menghembuskan nafas lalu mengecup dahi violet "iya sayang" selepas itu aku masuk ke dalam naik ke arat lalu membaringkan jeonghan ke atas katilnya dan menyelimutkan jeonghan "selamat malam choi jeonghan" lalu aku mengecup kedua mata dan dahi mulus itu dengan lembut aku sedikit tersenyum lalu bangun keluar dari kamar jeonghan kemuadian turun ke bawah melihat eomma dan appa yang bersembang santai dengan violet.

"Jadi jeonghan baik-baik saja?" tanya eomma padaku dan violet setelah violet menceritakan apa yang terjadi pada jeonghan hari ini "ya, violet sempat tiba pada masa yang sesuai" eomma dan appa mengangguk faham "jadi esok eomma dan oka-san harus ke sekolah untuk berjumpa dengan pengetua kalian?" sekali lagi violet mengangguk "kesian sekali pada putera dan puteri eomma~" kata eomma lalu memeluk violet "habis apa yang perlu lakukan pasti jeonghan dan violet dibuang dari sekolah" lalu aku dan violet mengukir senyuman sinir "walaupun mereka penyumbang terbesar sekolah, mereka tetap tidak bisa mengalahkan pemilik sekolah" kataku dengan tenang "maksud kamu seungcheol?" mengeluarkan surat pembelian pada appa, appa membacanya dengan teliti sekali "jadi kamu?" aku dan violet tersenyum "aku membeli sekolah itu sebaik saja perkara ini berlaku pada jeonghan, lalu aku menyerahkannya pada oka-san" violet menyambung "dalam kata lain oka-san sekarang adalah pemilik sah Diamond High School tapi disebabkan oka-san tidak mahu berada disekolah" aku menyambung kembali kata violet "oka-san mengambil langkah mudah dengan membiarkan sekolah berada dalam keadaan asal tanpa sebarang perubahan jadi bila kepala sekolah melihat eomma dan oka-san" kami berkata serentak "dia akan takut dan tidak bisa melakukan apa-apa untuk menentang kalian" eomma ketawa kecil "ah~ eomma suka sekali dengan wajah angkuh kalian" , "terima kasih" lalu appa membuka mulut "jadi apa yang kamu akan lakukan pada 3 yeoja itu" aku menyeringai "disebabkan hal ini bersangkutan dengan keluarga pasti kalian bisa tembak apa yang ada dalam fikiran aku bukan?", "bunuh semuanya jangan tinggalkan sisa langsung" kata appa dengan lancar aku tersenyum bangga bila appa menjawapnya dengan tepat "tepat sekali appa" , "tidak!" aku mendengar kata tegas violet "sebelum nii-chan membunuh mereka semua~~ biar violet bermain dahulu ya~" aku tersenyum bila melihat violet yang haus untuk bermain dengan permainannya "sudah tentu, walau bagaimana pun jeonghan tetap isteriku, menyentuhnya? maut akan menjemput nyawamu" violet melihat ke arahku dengan mata yang menyiratkan rasa membunuh yang tinggi "harap pintu neraka terbuka untuk mereka"

-TBC-