Chapter 13

-Seungcheol pov

Aku menatap bantal dan selimut yang dicampak violet kepadaku "oka-san, appa" panggilku pada mereka tapi oka-san dan appa hanya diam aku menunduk lalu mengambil bantal dan selimut untuk dibawa keluar sebaik saja aku mencapai tombol pintu oka-san mengeluarkan suaranya "oka-san tidak pernah melatih kamu melepaskan tanggungjawapmu atau menjalankannya separuh choi seungcheol, jangan sampai oka-san fikir kamu tidak layak untuk memegang takhta oka-san selepas ini" aku terkejut besar "a.. apa?" tanyaku pada oka-san lalu menoleh melihatnya "jeonghan sudah menjadi tanggungjawab kamu seungcheol tapi apa kamu yang kamu lakukan sekarang ini? kamu berada di rumah sedangkan jeonghan masih di luar sana kamu harus ingat ramai orang di luar sana mahukan jeonghan untuk kepentingan diri mereka sendiri" lalu oka-san bangun meninggalkan ruang tamu begitu juga appa yang menyusul oka-san "pemegang takhta besar tanggungjawapnya puteraku jika kamu tidak mampu menguruskan satu tanggungjawap bagaimana kamu mahu mengendali tanggungjawap yang besar?" aku membatu dengan percakapan appa "aku gagal" aku melepaskan bantal serta selimut ke atas lantai membuka pintu rumah mengambil kunci kereta dari poket seluarku "jangan pernah berfikir untuk menginap di hotel" suara violet kedengaran dari atas aku tersenyum tipis "tidak" ucapku perlahan lalu masuk ke dalam kereta.

Hampir 2 jam aku mengeliligi kota seoul tetap saja aku tidak melihat jeonghan dimana-mana lalu aku mengambil keputusan untuk mencarinya dengan berjalan kaki aku memparking kereta di mall terdekat lalu turun dari kereta mula berjalan untuk mencari jeonghan aku masuk ke dalam setiap shooping mall dan kedai-kedai kecil yang ada tapi tetap saja tidak menjumpai jeonghan "taman" aku terus saja berjalan ke taman berharap jeonghan berada di sana. Aku melangkah dengan cepat ke taman untuk mencari jeonghan aku melihat sekeliling lalu senyuman terukir di bibirku bila melihat dia sedang berjalan seorang diri segera aku berlari kecil ke arahnya lalu menepuk bahu kecil itu dengan lembut "jeonghan" sosok itu menoleh tapi sayangnya dia bukan jeonghan "maaf, aku silap" terus aku berlalu pergi bila orang yang ku sangka jeonghan cuma seorang yeoja yang rambutnya seakan-akan jeonghan aku berhenti duduk di bangku taman "dimana kamu jeonghan?" aku meramas rambutku dengan kasar.

"AARRRGGGHHH!" aku menjerit sekuat hati kerana merasa sangat kesal akan diriku sendiri bagaimana aku bisa mencampurkan urusan tugas dengan masa silamku? ini langsung tidak masuk akal! bahkan violet yang lebih kecil daripadaku pun bisa menjalankan tanggungjawapnya dengan baik sakali! bahkan violet bisa membunuh sesiapa saja yang menganggu dia dari menjalankan tanggungjawapnya dengan sempurna walau orang itu aku sekali pun. Aku menghembuskan nafas kasar lalu memandang ke atas melihat langit malam yang gelap sekali "honami" panggilku lalu memandang ke depan "seungcheol-sama" , "cari jeonghan hingga ketemu panggil juga teman-temanmu untuk mencari dia jangan terlepas satupun tempat walau itu lubang tikus sekali pun" honami mengangguk lalu pergi aku mengambil phoneku lalu mendail joshua "hong jisoo bercakap" , "ini hyung, panggil mereka semua keluar cari jeonghan hingga ketemu kalau perlu periksa kesemua apartment yang berada di kota seoul ini pintu demi pintu" , "baiklah hyung" lalu talian dimatikan aku kembali berdiri untuk mencari jeonghan aku tidak akan berhenti sampai bertemu dengannya.

-Hoshi pov

Aku menghembuskan nafa perlahan bila melihat violet yang menghayunkan asal katananya ke arah tubuhku dengan mata yang merah menahan marah "argh! mahu saja aku membunuhnya tadi!" aku tersenyum lalu menahan katana violet menggunakan tanganku "sudah latihannya" violet menurunkan katananya aku memandang sadis ruang tamuku sofa yang hampir terbelah dua begitu juga yang terkoyak tak lupa dengan pasu yang pecah dan bunga yang berselerakkan dan semuanya ulah katana tajam milik violet "dia memang baka tapi dia tetap nii-chan kamu violet" violet mengelap keringatnya dengan kasar "kalau dia bukan putera kandung oka-san sudah pasti violet menebas lehernya terlebih dahulu" aku tersenyum lalu berjalan ke arah dapur mengambil air untuk violet.

"Dimana angel oppa?" tanya violet kepadaku "ada di dalam kamar jii-san, tidur" lalu aku duduk di sebelah violet "keadaan dia agak teruk bila jii-san melihatnya, jeonghan pulang dengan berjalan kaki dalam hujan deras" violet menghembuskan nafas perlahan "violet tidak tahu harus melakukan apa lagi kepada nii-chan supaya melupakan namja jijik itu, violet tahu namja jijik itu cinta pertama nii-chan tapi dia harus menerima kenyataan namja jijik itu mendekati dia hanya kerana mahu musnahkan keluarga hikaze" aku mengangguk setuju dengan violet lalu aku menepuk kepala kecil itu dengan lembut "kamu terlihat lebih dewasa sekarang" violet mengangguk kecil "violet bisa dewasa bila violet mahu" , "apa mereka tahu violet kesini?" violet menganggukkan kepalanya "oka-san dan appa tahu cuma baka nii-chan saja yang tidak tahu" , "masih marah pada seungcheol?" , "sudah tentu violet juga menyuruhnya tidur di luar selagi jeonghan tidak pulang selagi itulah baka nii-chan harus tidur di luar" aku ketawa kecil "dia tidak protes?" , "tentu saja lalu violet bilang jika dia protes violet akan mencederakan diri atau tinggal bersama hoshi jii-san atau joshua nii-chan" lagi aku ketawa dengan kuat "baka nii-chan benci sekali dengan hoshi jii-san" aku mengangguk tiba-tiba pintu apartmentku diketuk dengan lembut aku dan violet bangun dari sofa lalu aku membuka pintu "joshua nii-chan?" sepertinya violet kenal dengan namja ini "maafkan saya tapi jeonghan ada disini?" aku mengelengkan kepalaku "tidak" namja itu mengangguk lalu menarik tangan violet "ikut nii-chan pulang sekarang seungcheol merisaukan mu" violet mengelengkan kepalanya "tidak! Violet mahu disini!" joshua mula menarik tangan violet sedikit kuat aku menghentikannya lalu sembunyikan tubuh kecil violet ke belakangku.

"Maaf anak muda, tapi kamu mendengarnya sendirikan? Violet tidak mahu pulang" joshua menarik katananya lalu diletak pada sisi kiri leherku "maaf, tapi aku akan tetap melaksanakan perintah tuanku dengan sempurna walau terpaksa membunuh sekali pun" sudut bibir kiriku terangkat "hah~ kamu seorang yang sangat bagus kepada tuanmu anak muda, aku Hoshi Hikaze pemegang takhta sah hikaze ke 45 mengarahkan kamu Hong Jisoo untuk menurunkan katanamu dari leherku" aku nampak riak terkejut pada wajahnya dengan laju dia duduk hormat dihadapanku "aku Hong Jisoo pelindung Hikaze ke 700 meminta maaf atas kelakuan kurang ajar yang diberikan kepada hoshi-sama" aku tersenyum lalu menunduk menepuk perlahan bahu itu "bangunlah jii-san tahu seungcheol baka yang menyuruhmu mencari isterinya dan violet bukan?" joshua mengangguk lalu bangun "kamu penjaga yang pengawal yang baik, jeonghan ada di dalam kamar jii-san pergilah melihatnya"

-Author pov

Joshua melangkah pada pintu kamar yang ditunjuk hoshi kepadanya setelah membuka pintu joshua dapat melihat wajah tenang jeonghan yang tertidur dengan lelap joshua tersenyum lalu menutup pintu kamar dengan lembut "terima kasih kerana menjaga jeonghan dengan baik hoshi-sama" kata joshua dengan lembut lalu membungkuk hormat hoshi mengusap kepala joshua "tidak mangapa dan panggil saja jii-san aku sudah terlampau tua dengan panggilan muda begitu" joshua dan violet ketawa kecil "bagaimana kami tidak ketawa? Jii-san berbicara seperti umur jii-san 489 tahun sedangkan wajah berumur 17 tahun!" aku ketawa kecil "sedikit pembetulan umur jii-san sekarang 532 tahun" violet dan joshua terdiam "kenapa?" lalu violet mencubit kedua pipiku dengan keras "hoshi jii-san pasti? Jii-san terlihat sangat muda sedangkan hoshi jii-san lebih tua dari oji-san" aku mengangguk "hah~ pasti anakku banyak berfikir sehingga wajahnya terlihat sangat tua" joshua mengangguk "walaupun hime-sama pemegang takhta sekarang danna-sama tetap cemas" , "sama seperti dulu sangat menyanyangi puteri-puterinya dengan ketat"

Mereka duduk bersembang hingga jam menunjukkan 3:00 pgi honami sudah datang dan juga berjanji untuk merahsiakan di mana jeonghan sekarang joshua pulang bersama violet. Sebaik saja mereka sampai di rumah mereka melihat seungcheol sedang menunggu dengan wajah datar dan sesekali melihat ke arah jam phonenya "joshua! Apa kamu sudah menjumpai jeonghan?" tanya seungcheol sebaik saja melihat joshua dan violet "tidak aku juga sudah menyuruh mereka berehat dahulu hari semakin pagi mereka juga perlu berehat" seungcheol mengangguk "joshua nii-chan akan tidur bersama violet" terus saja seungcheol menghentikan violet dan joshua "tidak! terserah kamu mahu lakukan apa-apa pun kepada nii-chan tapi jangan pernah sesekali dekat atau manja-manja pada orang lain selain nii-chan" kata seungcheol tegas "baka nii-chan! joshua nii-chan akan tidur di dalam kamar baka nii-chan dan violet tetap tidur di dalam kamar violet" kata violet lalu menarik tangan joshua masuk ke dalam rumah.

-6:00 pgi

-Hoshi apartment

-Jeonghan pov

Aku membuka mataku sebaik saja merasakan cahaya matahari yang terkena pada wajahku segera aku menarik selimut kepalaku berasa berat dan pusing sekali, aku terus bangun dan berlari ke kamar mandi sambil menutup mulutku sebaik saja sampai aku terus mengeluarkan kesemua ini perutku "kamu baik-baik saja jeonghan?" hoshi datang dari belakang lalu mengusap belakangku juga mengurut lembut leherku "hanya pusing" jawabku lalu mencuci mulut dan wajahku "ayo" hoshi membawaku ke meja makan lalu memberikan aku air suam untuk di minum "ini akan meredakan rasa mual mu" aku mengambil gelas air itu dan meminumnya perlahan-lahan hoshi mendekat lalu menyentuh dahiku dengan lembut "kamu demam jeonghan" aku mengelengkan kepalaku "aku harus ke sekolah juga seungcheol..." ayatku terhenti rasa sakit menyerang hatiku bila menyebut namanya "jangan membantah kamu tetap beristirehat disini aku akan menjagamu" aku melihat hoshi yang sudah rapi dengan seragam sekolah "tidak perlu aku masih bisa merawat diriku sendiri, kamu pergi saja ke sekolah maaf kerana sudah menyusahkan mu hoshi" hoshi mengelengkan kepalanya laju "tidak! ini perintah! aku akan tetap menjaga kamu"

Aku terdiam bila mendengar kata perintah yang dikeluarkan hoshi apa dia ada kaita dengan seungcheol atau keluarga mereka? kerana mereka selalu menggunakan kata 'ini perintah' untuk membuatkan seseorang itu mendengar cakap mereka "sekarang masuk ke dalam kamarku sebentar lagi aku akan menyusul" aku hanya mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam kamar hoshi aku mula berbaring dan menutup tubuhku dengan selimut "pasti seungcheol risau" ucapku perlahan kemuadian aku mengelengkan kepalaku laju "pabo! mana mungkin dia akan merisaukan aku dia pasti merisaukan violet terlebih dahulu mungkin sekarang dia langsung tidak ingat aku hilang sekarang" aku merenung langit kamar hoshi yang berwarna biru langit perlahan-lahan mataku tertutup kembali.

Aku terbangun sebaik saja merasakan bahu ku digoncang dengan lembut dengan lambat aku membuka mataku "sudah bangun?" tanya namja berwajah tegas dan berbadan tegap kepada dengan senyuman tipis aku mengangguk "iya, kamu siapa?" tanyaku pada namja itu "aku Seokmin panggil saja Dk aku teman hoshi" selepas itu pintu kamar dibuka "Dkkkk! aku bilang padamu tunggu hingga jeonghan bangun bukan mengejutkan dia! aishh! kamu tetap saja pabo seperti kali terakhir aku melihatmu!" Dk hanya tersenyum lebar kepada hoshi "habis bagaimana kalau jeonghan tetap tidak bangun hingga esok apa aku tetap harus menunggu disini? aku masih punya tugas yang perlu diselesaikan tahu kerana itu aku membangunkan dia hyung" aku tersenyum melihat mereka berdua "sudah.. jangan bergaduh aku tidak apa-apa mana ubatnya?"

-Diamond High School

-7:45 pgi

-Violet pov

Aku sedang menunggu jeonghan oppa di pintu gerbang sekolah kalau-kalau dia datang lewat aku tetap setia menunggu walaupun bell sudah berbunyi hinggalah tepukan lembut mendarat di bahu kanan ku "sudahlah violet.. jeonghan tidak mungkin datang ini sudah lewat lebih baik kamu masuk ke dalam saja" aku mengelengkan kepalaku "woozi nii-chan saja yang masuk violet masih mahu tunggu disini violet merisaukan jeonghan oppa" woozi nii-chan menghembuskan nafas lembut "violet~ nii-chan tahu kamu merisaukan jeonghan tapi dia sudah punyai suami" aku mendengus kasar "suami woozi nii-chan bilang?! baka nii-chan malahan tidak ambil peduli langsung pada jeonghan oppa!" woozi nii-chan mengelengkan kepalanya "violet, seungcheol hyung sanggup call joshua lewat malam semata-mata mahu mencari jeonghan tahu?" aku mengelengkan kepalaku "violet tahu tapi caranya langsung tidak ada semangat dia melakukannya hanya kerana oka-san dan appa yang menyuruhnya dia langsung tidak punya niat untuk mencari jeonghan dari awal lagi"

Woozi nii-chan sudah masuk ke dalam dan kini tinggal aku seorang diri yang menunggu "hoshi jii-san" terus saja aku mengeluarkan phone dan call hoshi jii-san "Kwon Sooyoung becakap" , "hoshi jii-san ini violet, kenapa jii-san dan jeonghan tidak datang ke sekolah?" tanyaku dengan laju "maaf violet tapi jeonghan dia demam panas tunggu! km..." aku terus menutup phone perasaan marah datang menyerang diriku "dia mati!" aku mengengam phone ku hingga hancur lalu membuangkannya asal "maaf appa oka-san, violet tidak bisa janji sekolah ini tidak akan hancur sebentar lagi" aku berjalan cepat masuk ke dalam bangunan sekolah berlari ke arah kelas melihat tingkap kelas yang terbuka luar segera aku melompat masuk dan menghadiahkan baka nii-chan flying kick "sudah cukup! kau mati hari ini CHOI SEUNGCHEOL!" aku membuang meja dan kerusi yang menghalan laluanku untuk mendapatkan baka nii-chan bila dekat aku mengengam kerah seragam baka nii-chan lalu membantingnya kelantai sekolah hingga retak "violet! kawal sisi buasmu!" aku mengelengkan kepala "tidak!" aku melayangkan pukulan bertubi-tubi ke arah baka nii-chan dia hanya menahan tanpa ada niat untuk berlawan tubuhnya mula terluka dan darah mula mengalir "kenapa?! kenapa kau begitu kejam terhadap dia?!" tiba-tiba seungcheol nii-chan menangkap ke dua tanganku lalu menguncinya dengan kuat "violet! kawal dirimu! ini tempat awam bukannya medan perang!" , "aku tidak peduli! aku sudah berjanji akan membunuh kau kalau apa-apa terjadi pada dia!" aku mengangkat tinggi kaki kananku lalu menghentakkannya tepat di pucuk kepala seungcheol nii-chan kemudia melepaskan diri "masa untuk mengambil jantungmu!" aku mengeluarkan katana dari belakang seragamku lalu menyerang seungcheol nii-chan sepenih tenaga.

-Author pov

Kelas II-B hampir musnah akibat libasan katana violet ramai murid yang menonton di luar kelas tidak berani mahu masuk campur atau meleraikan violet dan seungcheol mereka tidak mahu kepala mereka terpisah dari tubuh apabila melihat katana violet yang begitu tajam guru-guru turut berkumpul untuk meleraikan keluarga choi itu tapi tetap saja tidak berani mereka hanya mampu menjerit supaya violet berhenti menyerang seungcheol begitu juga sebaliknya bila seungcheol mula menyerang balas violet.

Woozi dan joshua turut ada di sana tapi mereka tidak bisa membantu bila violet mengeluarkan kata perintahnya "joshua nii-chan dan woozi nii-chan jangan masuk campur ini perintah" jadi mereka berdua hanya bisa melihat dan berdoa supaya kedua beradik choi itu berhenti dari saling membunuh sesama sendiri "sunbae apa yang berlaku?" tanya seseorang pada joshua "itu violet sedang marah pada seungcheol" namja yang bertanya itu tak lain dan tak bukan adalah mingyu hoobie yang diselamatkan violet.

Mingyu yang tidak sanggup melihat violet yang tercedera begitu juga dengan violet memberanikan diri untuk melangkah masuk ke dalam kelas dengan cepat dia berlari ke arah violet lalu memeluk tubuh mungil itu dengan kuat "lepaskan aku! biar aku bunuh namja itu! dia hanya namja egois yang mementingkan diri sendiri! namja bodoh! tarap bodoh kau lebih rendah dari khinzir hutan!" seungcheol hanya menatap violet lembut dengan nafas yang perlahan tubuhnya sangat penat dan lemah banyak luka dan darah yang mengalir "Choi Violet! Choi Seungcheol! hentikan tindakan bodoh kalian! oka-san akan jumpa kalian di pejabat pengetua sekarang" kesemua orang menoleh ke arah suara tegas yang dikeluarkan oleh seorang wanita muda berpakaian kimono sebut saja puan choi, puan choi menatap wajah anak mereka dengan pandangan yang sangat tegas tuan choi hanya bisa memandang iba pada kelas anaknya yang hancur 'apa kamu tidak bisa memilih tempat yang lebih baik utuk berlawan puteri appa?' batin tuan choi, Hoshi yang berdiri di samping kiri puan choi hanya memandang iba pada violet.

-Pejabat pengetua

Disinilah mereka sekarang puan choi masih memandang anak mereka dengan pandangan tegas "cakap" violet terus saja membuka mulut "jeonghan oppa diserang demam panas! ini semua salah baka nii-chan! dia sanggup membiarkan isterinya berjalan seorang diri di tengah kota seoul juga membiarkan jeonghan oppa berjalan dalam hujan lebat!"

-TBC-