Chapter 14

-Author pov

Violet lalu bangun sambil memegang tangan kanannya seungcheol tidak sengaja mematahkan tangan violet semasa berlawan "dia juga seperti tidak pernah terima jeonghan sebagai isterinya! violet tahu mencampuri urusan hidup orang itu tidak sopan tapi violet selalu melihat jeonghan bersedih dengan kelakuan dia!" kata violet lantang sekali "jeonghan sanggup menahan sakit hatinya bila baka nii-chan tidak percayakan dia!" violet hampir menangis "aku sudah tidak sanggup melihat mata itu menangis.. hiks.." dengan cepat woozi memeluk tubuh mungil violet yang bergetar "aku tidak sanggup melihat mata oba-san menangis lagi" kata violet lirih.

Hoshi yang mendengar violet menyebut tentang isterunya hanya menutup mulutnya dengan tangan kanan sedikit berdeham untuk mengawal diri matanya berkaca menahan air mata dari jatuh dia juga merindukan isterinya seperti mana violet merindukan oba-sannya lalu hoshi memandang cucunya himeko. Himeko tetap saja memasang wajah tegas tetapi gengamannya yang erat serta rahang yang mengeras sudah cukup untuk hoshi tahu himeko juga merindukan isterinya. "hatiku sakit" mendengar ucapan lirih itu hoshi mengusap lembut kepala violet.

-Seungcheol pov

Aku hanya diam aku mengaku aku tidak pernah menganggap jeonghan sebagai isteri apa lagi mencintai dia tapi apa yang dikatakan violet ada betulnya aku perlakukan jeonghan dengan kasar sekali aku langsung tidak menghiraukan perasaan jeonghan malah menambah sakit hatinya aku menghembuskan nafas kasar aku sedar aku sudah gagal daripada awal lagi dalam menjaga jeonghan aku memandang wajah tegas oka-san dan wajah tenang appa ini kali ke dua aku merasakan perasaan yang amat menyesal aku memegang jantungku ia berdektik dengan lambat sekali seolah-olah mati sama saat orang yang aku sayang pergi….

Aku mengengam tanganku "gomennasai oka-sama, otou-sama aku menyesal telah melepaskan tanggungjawabku begitu saja, aku mengaku aku pentingkan diri bila bersama jeonghan aku mementingkan perasaanku juga apa yang aku fikir tanpa memikirkan apa yang jeonghan akan rasa hukumlah aku, seksalah aku tapi tolong benarkan aku kembali mengambil tanggungjawap ini aku janji akan menjaga jeonghan dengan baik dengan sepenuh hatiku bukan sekadar melindunginya lagi tapi juga meperlakukannya selayaknya isteri kepada keluarga Hikaze" aku menunduk dalam agar oka-san appa mendengarkan rayuanku aku sudah tidak sanggup membiarkan hatiku mati sekali lagi rasanya sangat kosong dan sunyi.

"Baiklah oka-san terima rayuan kamu tapi kamu harus berjanji tidak akan mengulanginya lagi kalau itu terjadi oka-san akan turunkan takhta oka-san kepada violet tanpa ragu faham, oka-san menilai kamu mulai sekarang seungcheol, jeonghan sekarang tidak ubah seperti permata yang dikelilingi duri ramai yang mahukan dia untuk kepentingan diri sendiri ingat mereka di luar sana sanggup membunuh untuk mendapatkan dia juga mencederakan dia jadi jalankan tanggungjawabmu dengan betul kalau tidak oka-san sendiri yang memerintahkan violet untuk membunuhmu" aku mengangguk "wakatta, arigatao oka-sama, otou-sama".

-Arpatment Hoshi

-Jeonghan pov

Aku sedang berbaring di katil sambil bermain dengan phone menunggu hoshi pulang katanya dia ada hal penting dan sebentar lagi dia akan pulang merasa dahaga aku turun dari katil dan berjalan ke dapur Dk teman hoshi juga tidak ada kerana dia menemankan hoshi sedang aku berjalan pintu arpetmen terbuka "sudah pulang?" aku melihat wajah hoshi yang merah serta mata yang berkaca segera aku pergi ke arahnya "hoshi kamu baik-baik saja?" tanyaku dengan suara perlahan maklum saja demam ku bukan sepenuhnya hilang hoshi melihat ke arah mataku dengan tajam sekali lalu mengusap kedua pipiku dengan lembut "aku sangat merindukan mata indah ini~" wajah hoshi semakin mendekat ke wajahku "h.. hoshi?" panggilku gagap "indah" hoshi semakin mendekat terus aku menolak tubuh hoshi dengan kuat lalu menampar pipinya "apa kau gila?! aku sudah punya suami!" kataku lantang lalu masuk ke dalam kamar dan menguncinya air mataku jatuh dengan laju sekali aku sembunyikan diriku ke dalam selimut "hiks… hyung… hiks.. hatiku sakit kerana mu… hiks".semakin lama mataku semakin berat akhirnya aku tertidur.

-6:00 ptg

Aku membuka mataku sedikit batuk melihat sekeliling lalu menghembuskan nafas perlahan "kelakuanku terhadap hoshi sangat melampau, sedangkan dia sudah menolongku aku harus meminta maaf" aku turun dari katil lalu membuka pintu kamar dengan perlahan aku langsung tidak melihat kelibat hoshi, membuka pintu lalu keluar dari kamar aku dapat melihat kepala Dk yang duduk di sofa sambil menonton tv aku mendekat "dima…" ucapanku terhenti bila melihat hoshi tertidur di pangkuan Dk "perlahankan suaramu" aku mengangguk dan memilih duduk di sebelah kiri Dk "wajahnya masih merah" Dk mengangguk "dia tidak berhenti-henti menangis sebaik saja pulang ke arpartment aku jadi kasihan lalu menenangkan dia" aku mengangguk melihat Dk yang mengelus kepala hoshi dengan lembut sekali sambil tersenyum "pasti dia merindukan kekasihnya" aku terkejut.

"Apa? kekasih?" Dk mengangguk "Yumimiko kekasih pertama dan terakhir hoshi, mereka pasangan yang sangat serasi mereka berada dalam hubungan cinta yang sangat indah tapi semuanya berakhir dengan cepat sekali" aku mendengar dengan lebih tekun "satu hari keluarga hoshi mengadakan majlis makan-makan di rumah mereka pada waktu petang ramai yang datang kerumahnya meriah sekali kemudian semuanya berakhir" aku melihat wajah Dk yang bertukar sedih "sekumpulan penjahat datang menyerang rumah mereka semuanya jadi huru-hara ada setegah dari keluarganya diculik untuk di jadikan budak di pasaran gelap" aku menutup mulutku aku tidak menyangka masa silam hoshi sangat perit "salah seorang dari penjahat itu mahu mengambil anak lelaki jiran mereka lalu yumimiko menyerangnya berlaku sedikit pergelutan anak lelaki itu hendak menolong yumimiko tapi nasipnya malang kedua matanya cedera akibat pisau yang dipegang penjahat itu, sebelum yumimiko tewas dia mahu hoshi menyerahkan matanya kepada anak malang itu"

"Bukan setakat itu saja anak itu juga kehilangan darah dengan banyak jadi mereka memindahkan darah yumimiko untuk pastikan anak itu terus terselamat hoshi sangat sedih bila yumimiko pergi meninggalkan dia tapi dia juga merasa bangga dan gembira kerana yumimiko tinggalkan sesuatu yang berharga untuk dia lihat" aku melihat wajah Dk "mata mu jeonghan, matamu mirip sekali dengan mata yumimiko" aku terkejut lalu memegang mataku "jadi kerana itu dia hampir menciumku?" Dk melihat menoleh melihat wajahku "mungkin dia terlampau merindukan yumimiko" perasaan gugup datang "di.. dimana kejadian itu berlaku?" , "jepun" nafasku bagaikan terhenti "be.. bera.. berapa umur anak lelaki itu sekarang Dk?" Dk memasang wajah berfikir "kalau tidak silap umurnya hampir sama denganmu atau mungkin tua atau muda setahun darimu aku sendiri kurang pasti kejadian itu sudah lama berlaku" aku hanya menganggup "kalau begitu.." , 'akudengar apa yang violet cakapkan tadi dia bilang mataku adalah mata oba-san maksudnya mataku adalah mata neneknya.. tapi dari kelakuan hoshi dan cerita Dk mata yang aku miliki mirip dengan mata kekasihnya hoshi.. mana mungkin kekasih hoshi lebih tua daripadanya? mana mungkin anak kecil itu aku bukan?' menghembuskan nafas seketika untuk menenangkan diri kepalaku mula pusing aku berdiri kembali ke kamar untuk tidur semula.

-Seungcheol pov

Honami sedang berada di hadapanku sambil melutut "masih tidak ketemu juga?" rasanya ini kali ke 897 kali aku bertanyakan soalan yang sama kepada honami "maaf seungcheol-sama, aku memang tidak bisa menjumpainya" aku mengangguk "alasanmu?" , "aku bisa menjejaki jeonghan dengan mudah tapi bukan pada setiap rumah yang ada di kota seoul seungcheol-sama juga tahu bahawa di sini masih ada orang yang mengamalkan ilmu menghalau roh daripada mendekati mereka" aku mengangguk setuju "kamu joshua?" beralik ke arah joshua pula "kami semua manusia biasa hyung, kami perlukan rehat dan masa untuk mencari kami tidak bisa tebus dinding rumah ke rumah" , "hyung faham sudah cari di tempat hoshi?" joshua dan honami menganggukkan kepala mereka "sudah tapi dia tiada" kata joshua "aku juga sudah masuk ke dalam rumahnya, semuanya bersih langsung tidak ada tanda-tanda jeonghan disana" jawap honami. "kalian pasti tidak berbohong kepadaku?" joshua dan honami mengangguk .

Aku sedang termenung di atas atap melihat langit yang sedikit mendung pasti selepas ini hujan "masuk sekarang" aku mendengar suara violet yang menyuruhku masuk ke dalam aku tersenyum lalu memanggilnya "mari kesini" violet mengelengkan kepalanya "tidak mahu" suaranya seperti menahan diri dari menangis aku bangun dari berbaring lalu membuka kedua tanganku "violet" terus saja violet berlari masuk ke dalam pelukkanku aku mengusap kepala mungil itu dengan lembut "maafkan.. hiks.. violet" aku tersenyum lalu mengecup kelapa itu "sudah, kamu tidak perlu menangis semua ini salah nii-chan" violet mengelengkan kepalanya "tidak.. hiks.. violet menyerang nii-chan secara tiba-tiba .. hiks.. violet juga sudah memarahi nii-chan dengan teruk violet minta maaf nii-chan" aku mengangguk perlahan "baiklah, sudah tidak perlu memangis" violet melepaskan pelukkan dan tersenyum manis di hadapanku "arigatao nii-chan" aku mengusap air mata violet dengan lembut mengunakan ibu jariku "begitulah terus tersenyum nii-chan tidak mahu melihat wajah pahitmu" , "memangnya nii-chan pernah merasa wajah violet?" aku mengangguk lalu dihadiahi cubitan di pinggang lalu kami berdua ketawa "pargaduhan paling konyol yang pernah violet lakukan! haha!" kami kembali ketawa dengan kuat bila mengingatkan perlawanan yang berlaku di sekolah.

-Author pov

Tanpa seungcheol sedar seseorang yang menyandang status isteri kepadanya sedang memandang mereka berdua dengan tatapan sendu dari dalam kereta milik hoshi. Jeonghan mengusap air mata yang mengalir turun ke pipinya hatinya sakit melihat seungcheol yang ketawa gembira bersama violet "kalau itu permintaan kamu hyung aku akan mengikutinya dengan rela" jeonghan menunduk lalu memandang hoshi yang mengusap kepalanya "hoshi…" sebelum jeonghan bertanya hoshi sudah menjawap "tidak mengapa kamu boleh tinggal di arpatmentku seberapa lama kamu mahu" jeonghan tersenyum tipis lalu mengengam tangan hoshi yang mengusap kepalaku "terima kasih" selepas itu hoshi menjalankan keretanya dari perkarangan rumah keluarga choi hujan perlahan-lahan mula turun begitu juga dengan air mata jeonghan 'langit seolah-olah tahu salah seorang dari malaikatnya sedang menangis' batin hoshi memandang sekilas jeonghan "berhentilah menangis, aku tidak suka melihatmu menangis" kata hoshi, jeonghan tetap saja diam membiarkan air matanya mengalir "kalau kamu tidak kasihan aku sekurang-kurangnya kamu kasihan kan violet jeonghan" jeonghan tersentak sungguh walaupaun dia sakit hati dengan kelakuan seungcheol, dia tahu pasti violet merisaukan dia tapi melihat violet yang ketawa senang membuatkan hatinya sakit "mana mungkin violet merisaukan ku hoshi, lihat saja tadi dia malahan ketawa dengan riang" hoshi mengelengkan kepalanya "tidak juga" jeonghan menoleh melihat hoshi "tidak ada apa-apa" jeonghan kembali melihat ke hadapan 'kalau kamu tahu apa yang violet lakukan keranamu pasti kamu akan berasa sedih jeonghan'

Sebaik saja sampai ke arpatmen hoshi, jeonghan terus masuk ke dalam kamar lalu menguncinya hoshi hanya menghembus nafas perlahan dia tahu pasti hati jeonghan sedang remuk sekarang ini bila melihat seungcheol dan violet yang ketawa dengan gembira tapi semuanya terhenti bila Dk merangkul mesra bahu hoshi "tidak baik mengeluh terus kamu akan terlihat lebih tua dengan cepat" kata Dk sambil melihat wajah hoshi yang memandang wajahnya dengan pandangan pokerface "ayat itu tidak sesuai untukku dan keluarga Hikaze yang lain Dk kamu sendiri tahu bukan?" Dk ketawa kecil "aku tahu itu" lalu mengusap surai itu dengan lembut "aku akan sediakan chocolate panas untukmu" sebaik saja Dk pergi pipi hoshi memerah "baka! tapi bukannya dia bilang dia ada tugas kenapa masih disini lagi?" tanya hoshi entah pada siapa lalu berjalan ke dapur.

-Jeonghan pov

Aku menangis semahu-mahunya aku mengeluarkan semua air mata dan rasa sedih yang selama ini aku tahan sudah cukup bagiku untuk menahan semua rasa sakit ini melihat wajah ceria seungcheol membuatkan aku sakit kenapa dia susah sekali mahu memandang aku sebagai isterinya? apa salahku?.

-8:00 mlm

Aku keluar dari kamar bila perutku mengeluarkan bunyi tanda lapar perlahan-lahan aku berjalan ke arah dapur tidak mahu mengejutkan hoshi yang tidur di sofa ruang tamu aku membuka pintu kulkas dan melihat ke dalam hanya ada mentega dan susu 'mana mungkin aku akan makan mentega dan susu' aku melihat pintu dapur 'panggil dia atau tidak ya?' aku berjalan keluar dari dapur dan melangkah ke sofa hoshi aku duduk di kepalanya "bagaimana ini?" aku melihat wajah hoshi yang tidur dengan damai sekali 'apa yang harus aku lakukan? kejutkan dia? tapi itu terlalu kejam aku sudah menyusahkan dia malahan dia sanggup tidur di sofa kerana aku menggunakan kamarnya sekarang kejutkan dia pula? untuk apa? membeli makanan untuku?' aku bermain dengan jadi sambil berfikir hinggalah "bersiap kita akan keluar makan" aku memandang hoshi yang sudah berdiri tegak "ganti bajumu" aku mengangguk "t.. terima kasih hoshi" hoshi tersenyum lalu mengusap pipi kananku "aku perlu menjagamu dengan baik jeonghan" selepas itu hoshi pergi aku memandang aneh kepada hoshi "kenapa dia harus menjagaku dengan baik?"

-Shopping Mall

Hoshi membawa aku makan di shopping mall sekalian membeli barang keperluanku untuk tinggal bersamanya "hoshi, kamu pasti? aku bisa pulang ke rumah dan mengambil pakaianku" kataku lalu hoshi mengelengkan kepalanya laju "bagaimana dengan eomma dan appamu? apa mereka akan benarkan anak mereka tinggal bersama namja yang bukan suaminya?" aku menunduk betul apa yang dikatakan hoshi pasti eomma dan appa akan marah besar bila tahu dia menginap di arpatment hoshi sedangkan dia sudah bersuami aku memandang tanganku dan hoshi yang saling bertaut perasaan sedih mengetuk pintu hatiku 'aku sudah melakukan kesalahan besar terhapda suamiku' .

Aku memandang paper bag yang dipegang hoshi sudah banyak pakaian hoshi belikan untukku "hoshi aku rasa ini sudah cukup" hoshi mengelengkan kepalanya "tidak jacket kamu belum beli lagi" aku hanya pasrah bila tanganku ditarik hoshi. Hoshi sedang memilik jacket untukku mahu tidak mahu aku terpaska menunggu sekali kerana hoshi tidak melepaskan langsung tautan tangannya tidak lupa juga tersenyum pada penjaga toko yang melihat ke arah kami berdua tapi senyumanku memudar sebaik saja pandangan mataku melihat seungcheol dan violet "seungcheol?" ucapku perlahan seungcheol sedang merangkul pinggang kecil violet dengan mesra sekali juga wajahnya yang gembira sekali mahu saja aku menangis saat ini tapi segera aku tahan "jeonghan?" aku memandang hoshi "ada sesuatu tidak kena?" aku mengelengkan kepalaku "tipu gengaman tanganmu kuat"

-Hoshi pov

Aku menoleh sebaik saja merasakan jeonghan mengengam tanganku dengan kuat sekali melihat wajah sedihnya membuatkan aku melihat sekeliling akhirnya mataku menangkat kehadiran violet dan seungcheol 'ini pasti sakit buatmu jeonghan maaf jii-san terpaksa' , "hoshi boleh kita pergi dari sini?" aku mengangguk lalu menarik tangan jeonghan keluar 'violet tolong cepat' akhirnya kejadian itu berlaku violet membawa seungcheol ke arah kami berdua.

"Angle oppa!" violet memanggil jeonghan dengan suara lantangnya sambil memeluk lengan seungcheol mereka mendekat ke arah kami jeonghan semakin mengangam tanganku dengan kuat. Seungcheol melihatku dengan pandangan tajam 'kalau saja kau bukan cicitku sudah lama aku pastikan violet menyumbat mulutmu dengan high heels 19cm miliknya' aku tersenyum "violet, seungcheol-sshi tidak sangka kita boleh bertemu disini" kataku sopan "lepaskan dia" aku tersenyum sinir di dalam hatiku "kenapa? bukan seungcheol-sshi sendiri yang membuang jeonghan?" wajah seungcheol memerah ahh~ aku suka dengan wajah marahnya "angle oppa tinggal di mana sekarang? kenapa tidak pulang ke rumah?" tanya violet dengan lembut "jeonghan tinggal bersama oppa violet, oppa baru saja membeli keperluan jeonghan di arpartment" violet mengangguk semangat "asyik dibelikan~~ hoshi oppa janji dengan violet jaga angle oppa dengan baik ya~~" wajah jeonghan sudah mengeras menahan tangisan "baiklah… kamu mahu oppa belikan juga?" terus violet melepaskan pelukkan nya pada lengan seungcheol "ikut~~!" terus saja seungcheol menarik tubuh mungil itu "tidak! nii-chan tidak benarkan kamu mengikuti namja menjijikan itu kamu akan turut menjadi jijik sepertinya" aku tersenyum "ho~~ kalau begitu kamu juga mengangap jeonghan jijik? kerana dia dekat denganku? kamu suami yang kejam sekali seungcheol-sshi" seungcheol menjadi kaku sepertinya dia sudah termakan dengan percakapan dia sendiri "jadi selama ini hyung jijik denganku? walau hyung tidak percayakan aku atau tidak mengangap aku seperti isteri hyung aku masih terima. Tapi hyung harus ingat aku bukan namja jijik seperti yang hyung katakan, terima kasih Choi Seungcheol-sshi kerana jujur terhadap saya mulai saat ini kita tidak ada apa-apa hubungan lagi" perlahan-lahan jeonghan menarik tanganya lalu pergi.

-Seungcheol pov

'Tuhan apa yang telah aku lakukan?! aku baru saja menyakitkan salah seorang mailaikatmu dengan kejam!' aku memandang hoshi yang tersenyum sinir terhadapku "kau puas sekarang?! kau dah menghancurkan hubungan kami berdua! apa lagi yang kau mahu sekarang! pergi dari sini!" hoshi berjalan perlahan melepasi aku "aku lakukan semua ini untukmu seungcheol, berhentilah bersikap ego dan biarkan hatimu berbicara semula, kau cicitku yang paling tidak berguna" selepas itu hoshi pergi "apa maksudnya?" aku memandang violet yang berada dalam rangkulanku "violet?" violet tidak menjawap "jadi itu tangapan nii-chan terhadap angle nii-chan? namja menjijikan?" , "tidak violet! sudah tentu tidak!" violet melepaskan rangkulanku dengan kasar sekali "KALAU NII-CHAN MAHU TAHU NII-CHAN LAH NAMJA MENJIJIKAN ITU! NII-CHAN EGOIS! NII-CHAN PENTINGKAN DIRI! SEDEBABKAN HATI NII-CHAN YANG BUTA NII-CHAN TIDAK BISA MELIHAT HATI TULUS SEORANG MALAIKAT SEPERTI JEONGHAN!" aku melihat mata violet yang merah menahan tangis aku menghulurkan tanganku untuk mengusap kepala mungil itu langsung ditepis dengan kasar "JANGAN MENYENTUHKU! INGAT SEMUA PERBUATAN JIJIKMU TERHADAP JEONGHAN! BUKA HATIMU SEUNGCHEOL! BUKA HATIMU! BERHENTILAH MENJADI ORANG BUTA YANG BODOH! DAN AKU BUKAN ADIKMU LAGI! KAU BUKAN LAGI SEUNGCHEOL YANG AKU KENAL DULU KAU JAUH BERBEZA DARI SEUNGCHEOL NII-CHANKU! AKU BENCI KAU!" aku terkejut duniaku pecah mendengar kata benci yang keluar dari mulut violet, jeonghan sudah pergi sekarang violet? a…aku s..s..sendiri?

-Hujung Kota Seoul

Aku merenung langit malam yang kosong seperti mana hatiku sekarang jeonghan sudah meninggalkan aku violet juga sudah benci padaku oka-san dan appa? sudah pasti mereka akan menyebelahi violet kerana ini semua mutlak salahku dari awal lagi "KENAPA?! KENAPA SEMUA INI SUSAH SEKALI!?" aku menjerit sekuat hati menangisi perbuatan bodohku sendiri. Perlahan-lahan aku mula tertidur.

"Seungcheol bangun sayang" aku membuka mata lalu melihat sekelilingku "bukan aku di atas bukit?" aku menoleh ke kiri sebaik saja merasakan sentuhan lembut di kepalaku "siapa kamu?" tanyaku pada yeoja muda yang tersenyum hangat ke arahku berpakaian kimono berwarna hitam "kamu sudah lupa cicitku? aku ini oba-san kamu sayang?" aku memandang aneh yeoja itu "ah~ kamu masih sama langsung tidak berubah bodoh seperti selalu" aku berdiri dari dudukku "maaf memangnya anda siapa mahu bilang saya bodoh? memangnya benar anda oba-san saya?" yeoja itu turut berdiri rupanya dia rendah 3 cm dariku "aku oba-san kepada oka-san mu baka!" terus aku tersentak bila yeoja itu mengeluarkan suara tegasnya 'kelakuan dia sama seperti oka-san' yeoja itu tersenyum lagi "kerana oka-san mu itu cucuku sudah pasti dia hampir sama sepertiku" mahu tak mahu aku harus percaya bahawa yeoja di hadapan ku ini oba-sanku "kenapa oba-san kesini?" , "bercakap tentang itu" terus saja oba-san menangkap tanganku dan membantingku dengan kuat "yak! oba-san cukuplah aku mendapat kekerasan daripada violet tubuh ku bisa patah kalau dibanting selalu!" oba-san hanya ketawa kecil lalu memnunduk mengusap pipi kananku dengan lembut "masa oba-san hampir tamat, buka hatimu mulai sekarang seungcheol kamu mencintai jeonghan isterimu" kemudian oba-san mula menghilang aku cuba untuk menahan oba-san tapi terlambat.

-Author pov

Seungcheol bangun dari tidurnya dengan nafas yang tersekat dia memandang sekaliling "aku sudah kembali" kemudian seungcheol melihat jam phonenya "tuhan aku hampir lewat!" segera seungcheol berlari ke arah keretanya dan memandu laju pulang ke rumah bersiap ke sekolah. Hari ini terasa kosong bagi seungcheol violet langsung tidak memandangnya pagi ini malahan memilih pergi sendiri ke sekolah menggunakan motor sportnya joshua sudah duluan bersama woozi, seungcheol memandang rumah keluarga yoon dahulu dia selalu bersiap awal lalu menunggu di hadapan rumah itu untuk menjemput jeonghan lalu berangkat bersama-sama ke sekolah tapi sekarang semuanya bertukar 180 darjah dari kehidupannya yang sebelum ini.

Seungcheol masuk ke dalam kelas dengan wajah datar dia bisa melihat violet dan jeonghan yang tidak berbual seperti selalu semuanya berkelakuan seperti tidak kenal sesama sendiri seungcheol duduk di bangku dengan perlahan lalu membuka mulut memanggil violet "jangan sesekali memanggilku" ucap violet dingin sekali seungcheol hanya menghembus nafas perlahan lalu melihat sekilas ke arah jeonghan cuba untuk memanggilnya "jeo.." , "jangan" ucap jeonghan menghalang seungcheol dari memanggil namanya. Seungcheol melihat tangan kanan jeonghan tiba-tiba hatinya merasa sedih bila melihat tangan itu kosong, jeonghan tidak memakai cincin perkahwinan mereka 'dia betul, aku bukannya suami yang layak untuk dia'.

Seungcheol memandang jeonghan dari jauh yang mendekati hoshi dengan senyuman mekar di bibir merah miliknya sungguh seungcheol merasa sangat marah ingin sekali dia meninju hoshi sekarang juga melihat bagaimana jeonghan mengait tangannya pada hoshi ia merasa sakit cara jeonghan bermanja, memegang tangan, tersenyum, memandang, ketawanya semua perhatian yang jeonghan berikan pada hoshi membuatkan seungcheol merasa sakit terlampau sakit 'jadi ini apa yang jeonghan rasakan selama ini? Tuhan… aku sudah berbuat salah besar terhadapa isteriku' batin seungcheol.

-Violet pov

Aku melihat jeonghan dan seungcheol nii-chan dari atas atap sekolah "sudah merasa sakit wahai nii-chanku?" aku tersenyum melihat wajah nii-chan yang sedih bukan mahu menjadi adik kejam kepada seorang nii-chan tapi itu saja cara untuk menyedarkan dia setelah apa yang dia lakukan pada jeonghan "mitsuki" panggilku kemudian seorang namja muncul di sebelah kananku "bagaimana dengan drama romantic di cantin?" ucapku sambil tersenyum mitsuki mengangguk kemudian menggerakkan jarinya membuatkan gelas berisi air milik seorang siswa tumpah ke seragam jeonghan dengan cepat hoshi jii-san menutup tubuh jeonghan menggunakan kot seragam sekolahnya aku beralih ke arah nii-chan "haha dia sedang menahan marahnya, terima kasih mitsuki" ucapku kemudian mitsuki menghilang "aku bosan"

"Bermain denganku" aku merasakan tubuhku dikurung terus aku menoleh ke belakang benar saja! Subaru sudah mengurungku menggunakan kedua tangannya dan juga pembatas atap "aku sedang tidak ada mood subaru" ucapku datar sambil melihat wajah tampan miliknya… sebentar..? apa aku baru saja bilang dia tampan? terus aku menolak subaru untuk menjauh tapi tetap saja dia tidak beranjak "ketepi!" ucapku tegas "tidak mahu kau kesunyian" wajahku bertukar menjadi merah "sudah tentu tidak!" ucapku berbohong "tch, kau tidak pernah jauh dari nii-chanmu mana mungkin kau tidak merasa kesunyian" aku terdiam kemudian bell istirehat tamat berbunyi aku menolak subaru ketepi dengan lebih kuat "ketepi aku perlu masuk ke dalam kelas" subaru tersenyum lalu memberikan jalan wajahku kembali memerah tapi sebelum pergi "kenapa kau datang kesini?" subaru melipat tangannya ke dada "aku tidak suka melihat wajah sunyi milikmu jelek sekali membuatku ingin muntah" aku tersenyum kecil 'dasar tsundere' aku melangkah mendekat kearah subaru menarik kerah coat panjang miliknya dengan cepat aku menarik subaru supaya menunduk dan mengecup pipi kanan serigala kurang ajar itu "terima kasih! aku masuk sekarang" ucapku dan berjalan turun dari atap.

Aku tersenyum melihat wajah tegang milik subaru siapa suruh bermain denganku? "violet!" aku mengangkat wajahku bila mendengar suara joshua nii-chan dan woozi nii-chan mereka datang ke arahku sambil berlari "kalian kenapa?! apa yang terjadi?!" ucapku panic "j.. jeonghan! dia.. dalam masalah!" mataku membulat "kenapa nii-chan masih disini! ayo cepat! kalau jadi apa-apa sama jeonghan aku akan pastikan nyawa mereka melayang!"

-Author pov

Setelah kejadian di kantin hoshi membawa jeonghan ke taman belakang sekolah untuk menenangkan diri hoshi sedar jeonghan tidak sepenuhnya mampu menghadapi hari ini dengan seungcheol yang menatapnya sedih hoshi membawa seragam jeonghan untuk dibersihkan jadi tinggallah jeonghan seorang diri.

Apa yang hoshi tidak sedar adalah ada sekumpulan anak dari sekolah sebelah sedang memerhatikan jeonghan dengan padangan penuh benci lalu membawa jeonghan pergi tapi sebelum sempat menyentuh jeonghan, mingyu yang terlebih dahulu datang untukmenyelamatkan isteri seungcheol "jangan berani menyentuhnya" ucap mingyu lalu menarik jeonghan supaya berdiri di belakangnya "badanmu bagus.. tapi kita lihat siapa yang akan menang" ucap namja dengan senyuman di bibirnya "kalau itu mampu melindungi jeonghan hyung" ucap mingyu lalu memulakan serangan.

Violet, joshua dan woozi segera berlari untuk menyelamatkan jeonghan yang dalam bahaya tapi larian mereka terhenti sebaik saja mendengar suatu hentakan yang kuat dari tandas namja segera violet kesana wajahnya yang merah bertambah merah bila melihat kedua namja yang dia kenal saling berlawan antara satu sama lain "yak! hoshi! seungcheol! jeonghan dalam bahaya! apa kalian bodoh! masih saja berlawan disini?!" teriak violet lalu kembali berlari.

Seungcheol dan hoshi yang mendengar kata jeonghan dalam bahaya tentu saja berhenti berlawan dan memilih mengikuti kemana violet pergi.

-Taman belakang sekoalah

Mingyu jatuh tersungkur dengan luka yang teruk di tubuhnya walaupun begitu mingyu tetap mempertahankan jeonghan daripada disentuh mereka "sebaiknya kalian pergi! aku tidak pasti nyawa kalian masih ada apa tidak selepas ini!" ucap mingyu dengan kuat sekumpulan anak sma itu hanya ketawa "kita lihat saja siapa yang bernyawa dan siapa yang tidak" salah seorang dari mereka mengeluarkan pisau lalu menghampiri mingyu dan jeonghan "siap-siap untuk mati!" namja itu sudah mengangkat tinggi pisau miliknya mingyu memeluk erat tubuh jeonghan supaya tidak terluka sambil menutup matanya rapat.

-Jeonghan pov

Aku memejamkan mataku rapat aku tidak sanggup melihat namja yang baru saja muncul di hadapanku mati kerana diriku sendiri "aarrggh!" mataku terbuka sebaik saja mendengar suara jeritan penuh kesakitan itu tapi aku pasti itu bukan milik namja yang memelukku dengan erat "tuan muda jeonghan anda tidak apa-apa?" perlahan-lahan aku melepaskan pelukkan namja itu "w.. wonwoo" ucapku lirih aku melihat wonwoo sedang memegang tangan namja itu ke atas lalu memijak tulang rusuk kanannya dengan kuat sekali "hei.. berani sekali kau mengangkat senjata pada tuan muda jeonghan apa kau tidak tahu peraturan keluarga hikaze?" tanya wonwoo dengan suara seram aku jadi takut sendiri dengan wonwoo "sesiapa yang berani mencederakan keluarga hikaze nyawanya akan tamat" aku terkejut tapi siapa keluarga hikaze? apa mungkin namja di hadapanku ini? dan kenapa wonwoo memanggilku dengan panggilan tuan muda?

"Jeonghan!" aku menoleh sebaik saja mendengar namaku dipanggil dengan keras sekali aku dapat melihat hoshi, seungcheol, violet, joshua dan woozi berlari ke arah sini "woozi nii-chan, joshua nii-chan jaga mingyu dan jeonghan dengan baik sepertinya violet akan bermain sedikit kasar disini" aku melihat mereka mengeluarkan sesuatu dari balik seragam masing-masing milik mereka 'pe..pedang samurai?!' bukan hanya mereka woozi dan joshua juga turut mengeluarkan pedang samurai "jeonghan, mingyu kami akan membawa kalian ke tampat yang selamat" selepas itu joshua dan woozi menarik aku dan mingyu masuk ke dalam bangunan sekolah "hei! hei! joshua! woozi! mereka akan melihat kalian mem…." mataku terpatu pada keadaan sekeliling ramai pelajar yang kaku seolah-olah masa sedang terhenti "mereka tidak akan melihat kita sebaiknya kamu cepat jeonghan aku tidak mahu ada sebarang luka di tubuhmu" kata joshua lalu menarik tanganku masuk kedalam uks joshua menyuruh aku duduk di kerusi sementara woozi membantu mingyu berbaring di atas katil.

"Joshua apa yang terjadisebenarnya? woozi? kenapa kalian memiliki senjata? kenapa masa bisa berhanti kenapa mereka memburuku kenapa mereka mahukan aku kena…" ucapanku terhenti kerana woozi menutup mulutku dengan tangan mungil milikmya "dengar jeonghan, selepas kau menikah dengan seungcheol kehidupan kau yang dulu akan hilang 100%, kau sekarang bukannya lagi Yoon Jeonghan siswa sma biasa yang menjalani hari-hari normal lagi" kata woozi aku melihat joshua pula "benar jeonghan, sekarang kamu adalah tuan muda jeonghan isteri kepada choi seungcheol iaitu putera hikaze" aku masih binggung dengan apa yang mereka bicarakan mereka kembali membuka mulut tapi dengan segera aku menutup telinga "sudah aku tidak mahu mendengar apa-apa dari kalian! fikiranku kacau!"

Selepas itu pintu uks dibuka aku melihat violet, hoshi seungcheol dan wonwoo masuk ke dalam dengan pedang mereka yang mengalirkan cairan merah pekat aku mengaku aku memang tidak pernah takut dengan darah atau orang yang mati dihadapanku tapi apa yang paling aku takut adalah orang yang aku sayang itu yang membunuh! "joshua ubatkan jeonghan, wonwoo ubatkan mingyu dan kau seungcheol ubati lukamu sendiri" aku melihat aura tubuh violet yang berwarna hitam sekali 'pasti dia marah dengan kejadian tadi' violet hanya memasang wajah santai bila woozi mula menjahit lengan kanan miliknya aku yang melihat saja menahan ngeri ini pula violet yang dijahit 'apa anak ini tidak punya rasa sakit?'

-Hoshi pov

Aku tersenyum melihat keadaan kelilingku entah mengapa keadaan begini ingin membuatku ketawa "hahahaha.." tanpa sedar aku ketawa kecil "apa yang lucu?" aku melihat ke arah cicit bodohku "aku juga tidak tahu hanya mahu ketawa saja" kemudian aku menghantar wink pada violet dan di sambut baik dari anak kecil itu 'jeonghan sedari tadi memerhatikan seungcheol nii-san percaya dia khwatir' aku menghantar telipati pada violet 'ya.. mungkin dalam 1 atau 2 hari lagi mereka akan berbaik' aku tersenyum lalu mengangguk lembut "jeonghan kamu tidak mahu pulang ke rumah?" tanyaku pada jeonghan lucu sekali bila dia memasang wajah terkejut "a.. aku tidak pasti" kini giliran violet pula "tapi eomma dan appa selalu tanyakan violet di mana jeonghan nii-chan, violet tidak sampai hati menipu mereka jeonghan nii-chan~"

Aku menangkap wajah khwatir jeonghan "baiklah nii-chan akan balik hari ini tapi hanya sebentar untuk bertemu dengan eomma dan appa saja selepas itu nii-chan akan kembali ke arpartment hoshi"

-Jeonghan pov

-2:00 ptg

-Golden Garden

Aku menghembuskan nafas perlahan bila melihat rumahku yang berdiri dengan megah sekali dengan perlahan aku melangkah masuk ke dalam perkarangan rumah lalu mengetuk pintu dengan perlahan selepas 3 saat pintu putih itu dibuka aku melihat wajah eomma lalu terus memeluknya aku sangat merindukan eomma, eomma memelukku dengan erat dan sesekali mengusap kepalaku dengan lembut aku menangis semahu-mahunya di dalam pelukkan eomma "sudahlah sayang~ putera appa tidak manis kalau menangis" aku mengangkat kepala bila melihat appa yang tersenyum di hadapanku dengan lembut segera aku bertukar memeluk appa "jeonghan minta hiks.. maaf appa" appa hanya mengusap belakangku dengan lembut "duduklah dulu"

Eomma menuangkan the hijau kepadaku untuk diminum dan menenangkan diri sementara appa hanya tersenyum melihat aku dan eomma "dimana oka-san dan appa?" tanyaku pada ibubapa seungcheol walau bagaimana pun mereka tetap ibubapa mertauku "mereka akan berada di Canada hingga minggu depan ada urusan bisnis" aku mengangguk kemudian pintu rumah kami diketuk.

Appa bangun untuk membuka pintu tapi di halang aku "biar jeonghan saja appa" kemudia aku membuka pintu sambil tersenyum tapi senyumanku mati bila melihat beberapa orang berpakaian tuxedo hitam berwajah sagar di hadapanku "yoon jeonghan ikut kami" namja itu menarik tanganku dengan kasar aku berpaut pada pintu "tidak! appa!" appa dan eomma datang dan cuba untuk memisahkan tanganku dari cengkaman namja sagar itu "kurang ajar sekali kalian!" appa terlihat marah lalu maju kehadapan "setapak lagi dan kau akan mati" aku terkejut kerana namja itu meletakkan hujung pedangnya di leher appa "cukup! kalian hanya mahu aku bukan?! lepaskan appaku!" dengan perlahan aku berjalan maju kehadapan "pilihan tepat" selepas itu ada namja paruh baya yang datang mendekat dia memakai yukata berwarna hitam "ah ternyata kau manis juga mata aura" aku terkejut namja tua itu mengangkat wajahku "bagaimana kalau kau menjadi isteriku?" segera aku menepas tangan tua itu dengan kasar "tidak! walau mati hidup semula aku tidak akan mahu menjadi isterimu!" namja tua itu mengangkat tangan untuk menamparku!.

Aku membuka mata sebaik saja tidak merasa sakit melainkan rasa hangat ditubuhku aku memandang ke atas 'se.. seungcheol?' seungcheol sedang menghala pedang samurainya kearah leher namja tua itu dari depan sambil memeluk pinggangku "turunkan senjata kalian kalau tidak mati konyol" ucap satu suara yang aku sangat kenal 'violet?' violet berbuat hal yang sama cuma pedangnya di belakang leher "kau telah melangar peraturan hikaze nanami-sama" , 'joshua?' , "apa kau begitu ingin mati nanami-sama hingga berani sekali menyentuh tuan muda jeonghan?" , 'woozi?' , "ini kali pertama aku melihat seseorang dari kumpulan sendiri berani memegang isteri pewaris takhta" , 'wonwoo?' , "kalian sepatutnya diberi pelajaran yang lebih berat" , 'hoshi? mereka semua ada disini?' , "s.. seungcheol-sama, aku minta kepadamu serangkan jeonghan kepada kami semua" apa orang tua gila ini sedar diri?! "tidak" aku dapat menangkap ucapan tegas dari mulut seungcheol "tapi seungcheol-sama langsung tidak mencintai dia!" aku tersentak rasa sakit datang mengetuk hati "walau bagaimanapun dia tetap isteriku menyentuhnya berarti maut akan menjemputmu nanami-sama, dan mulai sekarang aku akan jujur dengan setiap perbuatanku pada jeonghan, aku sudah mula mencintainya mulai hari ini dan dia adalah nyawaku mulai sekarang!" aku terharu dengan perkataan seungcheol "dan kau sudah menyentuh isteriku nanami-sama" dalam sekelip mata pedang seungcheol menembus leher nanami "aku tidak akan pernah melepaskan isteri ku mulai sekarang"

-Tbc-