Chapter 15
-Seungcheol pov
'Pria tua tidak sedar diri berani-beraninya meminta isteriku menjadi milik dia' aku kemudian melihat jeonghan sebentar sebelum menekan urat tidur di lehernya "selamat malam angle" mengangkat tubuh ringan jeonghan lalu masuk ke dalam rumah diikuti yang lain aku membawa jeonghan hingga ke kamarnya kemudian membaringkan dia ke atas katil dengan perlahan lalu duduk ke samping katil milik jeonghan "maafkan hyung kerana selama ini selalu menyakitimu angelku, hyung berjanji mulai sekarang hyung akan menjalankan tanganggunjawab hyung dengan lebih baik ke atas dirimu" dengan perlahan aku mengecup kedua mata indah milik isteriku kemudia keluar dari kamar supaya tidak menganggu dia tidur dengan nyeyak. Sebaik saja aku turun ke bawah aku bisa melihat mereka sudah berkumpul di ruang tamu keluarga yoon aku menarik nafas dan melangkah mendekat ke arah hoshi aku menghulurkan tangan kananku "terima kasih kerana menjaga jeonghan untukku" hoshi tidak menyambut huluran tanganku dia lebih memilih berdiri dengan kedua tangannya berada di belakang kepala "nampaknya tugasku disini sudah selesai" ucap hoshi kemudia keluar dari rumah aku melihatnya dengan pandangan marah tapi juga syukur dengan sikap baiknya terhadap jeonghan "jangan pernah dekat-dekat jeonghan lagi!" hoshi memberhentikan langkahnya "buat apa aku mengambil jeonghan daripadamu seungcheol? aku tidak akan merampas kebahagian keluargaku sendiri" aku tersenyum kecil "jumpa esok" hoshi mengelengkan kepalanya "tidak"
Aku menoleh melihat ke arah violet mengangkat tangan untuk mengusap kepala itu tapi ditepis dengan kasar "kau masih bukan nii-chan ku" violet bangun kemudian berjalan ke arah dapur mungkin menolong eomma dan appa disana aku menghempaskan tubuhku ke atas sofa dan melihat langit ruang tamu sedikit menghembuskan nafas perlahan "dia masih marah kepada hyung bukan?" terus woozi, joshua dan wonwoo mengangguk "hah~ dunia hyung musnah" walaupun mempunyai jeonghan aku masih memerlukan violet aku sudah menjaga violet sejak dia kecil lagi selepas violet dilahirkan aku berjanji akan melindungi violet dengan baik dan mengawalnya dengan ketat selepas incident yang pernah ditimpanya tidak lama dulu aku sangat menyanyangi violet dia satu-satunya dongseng yang paling aku sayang dan punya.
"Bertenang hyung aku tahu bagaimana perasaanmu" ucap joshua perlahan "hati hyung sakit joshua, violet seolah-olah tidak mengenali hyung! dia mengangap hyung seperti orang luar, hyung sudah menjaganya dari kecil joshua iainya menyakitkan" mereka menghembuskan nafas perlahan "aku tahu hyung sakit tapi percayalah violet juga turut sakit dengan kelakuannya sekarang terhadapmu hyung" aku memandang wonwoo "aku pembantunya hyung, violet adalah cik muda kepadaku hyung sudah tentu itu menjadi tanggungjawabku untuk memahami dia dalam dan luar, violet selalu sakit dengan perbuatan mu hyung" aku terkejut "violet sentiasa sedih dengan keadaan dirimu hyung ketika hyung di tinggalkan dan memgambil keputusan untuk mengurung diri di dalam kamar, menolak untuk makan dan minum terlihat tidak bermaya violet menangisimu hampir setiap hari dan saat hyung, tapi dia gadis yang kuat dia tetap manjadi ceria supaya bisa membalilkkan semula senyuman mu hyung" hatiku tersentak dengan pernyataan wonwoo terhadap violet "benar hyung, bila jeonghan datang ke dalam kehidupan kita violet melihatmu bisa tersenyum dengan tulus" aku menghembuskan nafas perlahan "apa selama ini senyumanku tidak tulus?" mereka tersenyum hambar "pada mulanya hyung bisa menipu kami semua hyung tapi bukannya violet, dia sedar senyuman yang selama ini kau tunjukkan adalah senyuman palsu supaya kami tidak merisaukanmu kelakuanmu itu membuatkan violet bertambah sedih bagi violet setiap senyuman hendaklah ditunjukan dengan penuh iklas bukannya paksaan atau menipu"
Aku memandang ke arah dapur "pantas saja dia tidak bisa memaafkan hyung" sejak awal lagi aku sudah menyakiti violet ditambah pula dengan kelakuanku terhadap jeonghan sudah pasti menambahkan lagi rasa sedih dalam dirinya "jangan risau hyung aku sangat yakin violet sudah memaafkanmu cuma saja ego di dalam dirinya masih tinggi untuk memaafkanmu dia masih anak remaja hyung" aku mengangguk apa yang diucapkan woozi ada benarnya tidak salah bagi violet untuk bertingkah sedemikian kerana selama ini dia selalu berfikiran dewasa demi membanggakan keturunan Hikaze padalah gadis itu baru berusia 13 tahun sangat muda dan mentah bagi orang luar. Aku bangun dari duduk "kita akan ke japan siapkan barang kalian kita tidak akan pulang selagi violet tidak memaafkan hyung!" serentak dengan itu bantal sofa mendarat dengan keras ke wajahku "apa kau gila hyung? kau tahukan bertapa kerasnya kepala violet itu kalau sudah marah kepada seseorang? kita bisa saja berada di japan dalam jangka masa yang panjang! mungkin 1 atau 2 bulan lebih selain dirimu aku juga sudah berteman dan menjaga violet dari kecil hyung! dasar namja gila sudah mahu menaiki takhta tapi tololnya masih ada"
Aku memegang dadaku "joshua bagaimana kau bisa tahan dengan syaitan kecil ini?" joshua hanya tersenyum kemudia merangkul tubuh woozi dengan mesra "kerana itu aku jatuh cinta kepadanya hyung" entah mengapa aku tersenyum melihat mereka berdua bersama "lekaslah menikah hyung akan membayar kesemuanya" joshua dan woozi ketawa kecil "tampa bantuanmu hyung kami masih bisa membayar semuanya" aku mengangguk kecil "sudah jangan begitu focus kepadaku dan joshua kau harus terhadap kepadamu yang nanti mahu menaiki takhta begitu juga dengan jeonghan jaga dirinya dengan baik begitu juga dengan violet" , "baiklah woozi" kemudian aku mendengar derap kaki mendekat segera joshua melepaskan rangkulan dia di tubuh woozi "wonwoo teman violet berjalan" terus wonwoo bangun dari duduknya sedikit memunduk hormat kepadaku kemudian menghampiri violet yang memandang lurus ke hadapan tanpa punya niat untuk memandangku aku melihat langkah tegas violet dan wonwoo meninggalakan ruamah keluarga yoon "hyung? ayo kita perlu selesaikan satu perkara" aku mengangguk.
-Violet pov
Aku menghembuskan nafas perlahan sambil melihat ke luar jendela lamborgini yang di pandu wonwoon nii-chan dengan perlahan aku menghapuskan air mataku yang mengalir dari mata kanan aku sangat terluka dengan kelakuan seungcheol nii-chan terhadap jeonghan aku mahu memaafkan seungcheol nii-chan tapi hati gelapku bilang jangan biar seungcheol mendapat pelajaran dengan apa yang dia lakukan baru maafkan dia. Aku menghembuskan nafas perlahan "cik muda?" wonwoo niic-chan memanggilku "hmm..?" aku hanya mendeham sebagai jawapan "kita mahu kemana?" aku melihat ke arah jalan "ke rumah mingyu" wonwoo mengangguk kemudian mula memandu ke rumah mingyu "bagaimana dengan keadaan cik muda sekarang?" aku melihat wonwoo "memangnya kenapa dengan violet?"wonwoo mengelengkan kepala perlahan "hah~ violet tahu wonwoo nii-chan merisaukan violet kalau tidak kenapa wonwoo nii-chan memanggil violet dengan panggilan cik muda?" aku memangkap senyuman kecil di bibir wonwoo "kamu selalu menyembunyikan perasaan kamu violet nii-chan khwatir" aku mengangguk "perasaan violet tidak penting wonwoo nii-chan yang penting sekarang ini adalah keselamatan kalian, violet tidak boleh terus memikirkan perasaan ini violet tidak mahu rasa yang timbul itu membuatkan violet hilang tumpuan untuk melindungi kalian semua daripada musuh" wonwoo nii-chan mengusap kepalaku dengan lembut "sesekali biarkan seseorang melindungi kamu violet" aku hanya memandang ke hadapan 'tidak akan pernah ada sesiapa pun bisa mengantikan tempatku sebagai pelindung kalian, aku akan melindungi kalian sampai akhir hayatku'
Mobilku berhenti di laman rumah mewah milik keluarga mingyu, wonwoo nii-chan datang lalu membukakan pintu untukku dengan perlahan aku keluar dari mobil dan melihat sekeliling "anak itu sangat berani mencampuri urusan Hikaze" ucapku kerena menurut pemerhatian awalku pasti mingyu hanyalah anak sma biasa dengan latar belakang biasa "siapa sangka dia mempunyai keberanian yang tinggi" kata wonwoo nii-chan aku mengangguk "dia juga berani masuk campur ketika violet hampir menebas leher seungcheol nii-chan" sedikit membetulkan letak baju aku melangkah masuk ke perkarangan rumah mingyu aku dan wonwoo nii-chan meleparkan senyuman bila melihat yeoja paruh baya berjalan menghampiri kami "ya, anak muda?" aku menunduk hormat seperti biasa aku lakukan iaitu tangan kanan di dada kiri "saya temannya mingyu, apa mingyu ada dirumah?" yeoja paruh baya itu mengangguk "sudah tentu, ayo masuk dulu ke rumah" aku mengelengkan kepala "tidak mengapa ajumma" ucapku lalu eomma mingyu masuk ke dalam rumah aku melihat sekeliling lalu mataku menangkap ke arah vaas-vas bunga yang bersusun indah tapi sayang bunganya belum mekar aku mendekat ke arah vas tersebut dan menunduk untuk melihat dengan lebih jelas sedikit tersenyum "kegelapan membawa kesedihan, cahaya membawa kegembiraan, bercahayalah supaya kau bisa menerangi orang yang kau sayang dengan haruman mekarmu" ucapku lalu menghembus perlahan ke arah vas-vas bunga tersebut dalam beberapa saat bunga-bunga di dalam vas mula tumbuh dan membesar menjadi bunga yang indah "tapi sayang aku alah terhadap bunga".
-Author pov
Violet dan wonwoo menoleh ke belakang sebaik saja mendengar suara mingyu memanggil nama mereka berdua violet dengan ceria pergi ke arah mingyu lalu memeluk tubuh namja tinggi itu dengan erat "mingyu~ bagaimana dengan keadaanmu? baik-baik sajakan?" mingyu hanya mengangguk dengan pertanyaan violet dia merasa gugup dengan pandangan yang wonwoo layangkan padanya seolah-olah kalau dia berbuat hal walaupun kecil terhadap violet kepalanya akan dipotong dalam sekelip mata "sudah tentu! keadaanku baik-baik saja violet lihat!" ucap mingyu lalu memusingkan badannya di hadapan violet menandakan dia baik-baik saja "baguslah, violet harap mingyu tidak takut dengan apa yang terjadi dan juga terima kasih kerana sudah hentikan violet dari cuma membunuh seungcheol nii-chan" mingyu mengaru belakang kepala dan ketawa canggung "haha… aku cuma risau violet akan tercedera itu saja" violet mengangguk lalu tersenyum "violet kagum dengan keberanian yang ada pada mingyu, sebelum ini tidak ada siapa pun yang berani menghentikan violet dari mengamuk kecuali oka-san"
Wonwoo yang mendengar jadi cemburu sendiri bagaimana bisa violet yang dijaganya dari kecil bisa rapat dengan orang luar dengan begitu mudah? dan satu lagi wonwoo tidak pernah bisa menghentikan violet dari pada mengamuk dan memusnahkan sesuatu 'anak itu! siap saja kalau dia berani merampas violet! akan aku pastikan kepalanya dipengal dengan kejam' batin wonwoo kesal melihat kemesraan violet dengan mingyu "violet masanya untuk pulang kita akan berangkat ke japan sebentar lagi" ucap wonwoo sambil melihat tajam mingyu, mingyu yang dilihat wonwoo jadi seram sendiri tapi dia tetap cuba untuk tersenyum kepada wonwoo "hm.. mingyu mahu ikut?" tanya violet santai disambut dengan wajah terkejut wonwoo dan mingyu "benar?! aku bisa ikut?!" dengan senang hati violet mengangguk "violet masih dalam mood 'perang dingin' sama seungcheol nii-chan jadi violet tidak mahu menghancurkan rumah violet di japan nanti" wonwoo menghembuskan nafas hampa sebaik saja mendengarkan alasan violet kerana apa yang dikatakan violet adalah benar kalau violet bertengkar bersama seungcheol pasti tidak akan ada sesiapa yang akan menghentikan violet.
-Golden Garden
Seungcheol sedang mengamaskan barangnya begitu juga dengan barang jeonghan untuk di bawa ke japan seungcheol sudah berjanji tidak akan meninggalkan jeonghan sekali pun. Seungcheol juga sudah memberi tahu tuan dan puan choi tentangnya ke jepun dan langsung mendapat persetujuan. Kereta mewah violet sudah di halaman rumah dengan wajah gembira violet keluar dari kereta sambil menarik tangan mingyu mengikutinya seungcheol yang melihat jadi cemburu sendiri bila dongsengnya lansung tidak menegur dia malahan berjalan terus mengangap dia sebagai angina lalu.
Seungcheol melihat ke arah wonwoo wajahnya juga sama seperti seungcheol "kalau saja violet tidak rapat dengannya sudah pasti kepalanya kupenggal dulu" ucap wonwoo sadis sambil mengusap katana di balik bajunya juga diangguki seungcheol "tapi harus bagaimana lagi? kalau kita menyentuh mingyu sudah pasti violet akan meletus sekali lagi" terpaksa kedua namja itu menghembus nafas pasrah bersamaan.
-Jeonghan pov
Sedikit mengerakkan kaki aku mula membuka mata lalu melihat sekeliling "bukannya tadi aku diluar?" bangun dari berbaring aku mula melangkah keluar dari kamar untuk bertemu eomma dan appa "eomma? appa?" panggilku sambil menuruni anak tangga "di dapur jeonghan" segera aku melangkah ke sana, mataku berbinar bila melihat meja makan dipenuhi dengan makanan "duduklah" aku mengangguk lalu duduk di tempat yang selalu ku duduk "sudah lama aku tidak makan masakan eomma~!" ucapku girang "salah sendiri! lari jauh-jauh kau bisa saja bilang pada violet bahawa hubunganmu dan seungcheol tidak baik atau beritahu saja oka-san mereka akan membantumu kok!" aku cemberut sebaik saja eomma memarahiku "tapi… aku takut nanti seungcheol bilang aku ini anak manja" eomma mengelengkan kepalanya "jeonghan kalau kamu tahu seungcheol itu paling takut kehilangan keluarganya terutama sekali violet, kalau ada masalah pada seungcheol bilang saja pada mereka, sudah pasti mereka akan menasihati seungcheol dengan baik" aku mengangguk mengerti "hmm….. eomma? eomma berteman dengan keluarga mereka sudah lama bukan?" eomma mengangguk santai sambil memakan rotinya.
"Apa eomma tahu sesuatu dari mereka? seperti pekerjaan apa yang mereka lakukan atau rahsia yang lain?" tanyaku dengan hati-hati "kau isterinya tanya sendiri kepada suamimu jeonghan apa itu juga harus eomma bilang?" aku menghembuskan nafas perlahan "tapi aku ingat tahu dari eomma dahulu supaya aku tidak panic jika sesuatu terjadi seperti tadi" eomma mengangkap wajahnya melihatku "hmm.. suami mu seungcheol memiliki sifat psycho? itu saja yang lain kau tanya sendiri" aku menghentak kan kedua kaki ku dengan kuat "eomma itu tidak lucu!" eomma hanya ketawa kecil "kalau begitu beranikan dirimu untuk bertanya kepadanya, sampai kapan kau akan bersifat begini? hatinya sudah terbuka untukmu jeonghan jangan sampai dia pergi darimu sekali lagi" aku terdiam bila eomma berbicara serious bila difikirkan benar apa yang dibilang eomma sampai kapan aku akan takut kepada seungcheol? mungin kerana itu seungcheol tidak percaya kepadaku? kerana aku masih takut kepadanya? yoon jeonghan kau benar-benar manusia paling bodoh sekarang! "oh! nanti di japan tolong seungcheol untuk berbaik semula dengan violet ok?" aku memandang aneh ke arah eomma "violet marah besar sebaik saja mendengar seungcheol memanggilmu sebagai namja menjijikkan" aku terkejut dengan ucapan appa "bagaimana eomma dan appa tahu?" , "violet datang bercerita kepada kamu bertapa sedihnya terhadap seungcheol, selepas itu mereka tidak pernah bercakap lagi malahan violet memperlakukan seungcheol seperti angin lalu" mataku membulat "kamu tahu bertama hancurnya dunia seungcheol ketika itu? semasa violet bilang dia bencikan seungcheol?" aku faham perasaan seungcheol ketika itu pasti menyakitkan, ketika seseorang yang paling kau sayang dan sudah dianggap sebagai dunia kepadamu membenci dirimu "b.. baiklah aku akan tolong mereka" eomma dan appa tersenyum "kalau begitu cepat kemas barangmu tidak lama lagi seungcheol akan datang untuk menjemputmu" , "untuk apa?" appa tersenyum lagi "untuk honeymoon di japan" mataku membulat "apa?!" eomma mengetuk kepalaku dengan sudu chocolate di tangannya "eomma rambutku!" eomma memasang wajah bersajaha "kamu akan ke japan untuk memperbaiki hubungan kedua choi itu faham? dan selagi mereka tidak berbaik kau tidak akan bisa pulang ke korea lagi~" ucap eomma dengan girang. Apa eomma ku sudah gila? "eomma gembira? eomma tidak akan merindukan aku? putera tampan keluarga yoon?! appa~! lihat eomma~!"
Appa hanya mengelengkan kepalanya "kamu tahu sendirikan bagaimana sifat alien eomma kamu jeonghan?" aku menghembuskan nafas perlahan "dan satu lagi.. putera tampan keluarga yoon? kau memang anak kali jeonghan tapi sekarang statusmu sudah bertukar kepada tuan puteri manis keluarga choi! chaginya~~!" pokeface itu saja wajah yang ku mampu pasang sekarang ini bila melihat tingkah bahagia eomma "jeonghan sudah siap?" kami semua menoleh ke arah pintu dapur sebaik saja mendengar suara seungcheol "maaf aku akan bersiap sekarang" ucapku lalu bergegas naik ke kamar untuk mengemas barang untuk dibawa ke japan disebabkan seungcheol sudah datang aku hanya memgambil asal pakaian yang ada di dalam almari kemudia melemparnya ke atas katil "hm.. apa lagi? ah! dompet" aku pergi ke meja belajar lalu mula mencari di mana dompet miliku "dimana pula dia?" membungkuk aku mula membuka laci meja satu per satu untuk memeriksa tapi tindakkan ku membeku sebaik saja merasanakan pelukkan erat di pinggagku aku menegakkan tubuh dan cuba untuk melepaskan pelukkan seungcheol bukan aku tidak selesa atau membencinya cuba saja aku ingain memintan maaf kepadanya tapi tindakkan ku terhenti bila seungcheol menguatkan lagi pelukkan dia "maafkan hyung kerana berbuat kasar kepadamu selama ini jeonghan, hyung gagal mejadi seorang suami yang baik untukmu hyung sudah meluka kan dirimu dengan sangat teruk juga sudah memanggilmu dengan panggilan namja menjijikkan hyung sangat menyesal dengan apa hyung lakukan dulu jeonghan, tega sekali hyung melukankan malaikat seperti mu maafkan hyung jeonghan, hyung berjanji mulai sekarang hyung akan lebih berani kepadamu, hyung tidak mempercayai mu dulu kerana hyung takut kamu akan meninggalakn hyung seperti mana dia pernah lakukan" mataku mula berkaca "tolong jangan pernah meninggalkan hyung seperti mana dia pernah lakukan, dunia hyung sudah hancur jeonghan dan sekarang" aku dapat merasakan bahuku basah "violet membenci hyung jeonghan.. hiks.. tolong jangan tinggalkan hyung" air mataku jatuh siapa sangka? namja sedingin dan ceria sepertinya seoarang yang rapuh sebenarnya. Tersangat rapuh hingga tidak boleh kehilangan satu lagi orang yang disayangi.
-Author pov
Dengan perlahan tangan kanan jeonghan terangkat untuk mengusap lembut kepala seungcheol hatinya sudah terbuka untuk seungcheol sekarang . Kerana dekit ini dia sudah tidak takut kepada seungcheol lagi dia sudah tahu siapa diri seungcheol yang sebenarnya seorang namja rapuh yang berpura-pura kuat supaya orang disekelilinya tidak akan risau juga supaya bisa menunjukkan kepada semua bahawa dia baik-baik saja. Jeonghan tersenyum bahagia air mata sedihnya kini sudah bertukar kepada air mata kegembiraan sekarang dia tahu apa tugas yang perlu dia lakukan sekarang iaitu selalu ada untuk seungcheol dan akan selalu ada untuk seungcheol untuk melindungi seungcheol daripada merasa kesunyian kerana dia adalah Choi Jeonghan isteri kepada Choi Seungcheol.
Jeonghan melepaskan pelukkan seungcheol lalu menghadap wajah suaminya dengan lembut jeonghan memeluk leher seungcheol, seungcheol tersenyum kemudian sedikit menunduk supaya wajahnya sejajar dengan wajah jeonghan tangannya sekali lagi memeluk pinggang ramping milik jeonghan "maafkan suami mu ini?" tanya seungcheol "sudah tentu" kata jeonghan tanpa sebarang beban "arigatou tenshi-hime (puteri malaikat)" wajah jeonghan memerah seungcheol mendekatkan wajahnya kemudian mengecup lembut kedua mata indah milik jeonghan dan terakhir sekali dahi mulus itu "aku suka dengan kecupanmu" seungcheol tersenyum "kalau begitu setiap kali pagi, petang dan malam hyung akan mencium kamu mengerti?" jeonghan mengangguk lucu "baiklah janji? pinky promise!" seungcheol ketawa kecil lalu menaut jadi kelingking jeonghan dengan mesra "baiklah" jeonghan memeluk tubuh seungcheol kerana gembira seungcheol mengusap belakang jeonghan dengan lembut dan juga mendaratkan beberapa kucupan di pucuk kepala jeonghan "ouch!" jerit jeonghan tiba-tiba kemudia memegang telinga kanan miliknya "untuk apa?" tanya jeonghan kerana seungcheol secara tiba-tiba mengigit telinganya dengan keras "oh! itu cara hyung berjanji sebenarnya" kemudian seungcheol mendekatkan telinganya kepada jeonghan "gigit dengan keras ok?" jeonghan mengangguk faham lalu mengigit keras telinga kiri seungcheol "baiklah itu janji dan harus ditepati" mereka berdua sama-sama tersenyum bahagian "ayo nanti terlambat" ucap seungcheol dan diangguki jeonghan.
-TBC-
Terima kasih buat yang sudi membaca
