Title:
Camp Rock!
Author: Ryuu-chan desuuu
Rating: T
Disclaimer:
Naruto punya abang Masashi-kun, Chika milik saya, dan Camp Rock
walaupun saya meminta dengan nangis darah, tidak mungkin
mendapatkannya. =))
Chapter 2
Meeting
Naruto mengangkat kakinya diatas dasbor mobil. Dia memandang ibunya. "Panas, Mom!" katanya sambil memakai topinya, menahan rambut kuningnya agar tidak membuatnya merasa semakin panas. Memang mobil katering Kushina memang sudah agak bobrok. Ditambah dengan ACnya yang belum lama ini rusak karena ditendang oleh Naruto karena ngadat saat macet.
Kushina tersenyum lalu berkata, "Sebentar lagi juga sampai, Naru. Bisa sabarkan?" Naruto menjawab dengan mendengus. Tapi belum semenit setelah dia mendengus, terlihat papan kayu bertuliskan kata 'Camp Rock' warna kuning. Seketika itu juga Naruto langsung duduk dengan benar. Kushina hanya bisa nyengir karena kelakuan anaknya itu.
Kushina memberhentikan mobilnya di dekat sebuah mobil panjang berwarna hitam—yang membuat Author sangat-sangat ngiler *digebuk berjamaah*--yang membuat gadis bernama Naruto itu tersenyum pahit karena iri. Sementara, para murid-murid yang datang memakai bus sekolah sudah mulai bernyanyi-nyanyi lagu pembukaan acara itu.
Naruto turun, belum melepaskan topinya. Gadis-gadis disana memandangnya seakan dia adalah—mungkin—malaikat turun dari langit. Naruto hanya menghela nafas..entah kenapa mungkin karena mukanya yang cute, kalau bergaya rambut cowok maka dia akan ganteng dan jika cewek maka dia akan cantik.
"Ayo, Mom."
Kushina hanya menghela nafas. Mereka berjalan ke sebuah cottage. Ibunya membuka kunci pintu cottage. Naruto menjerit senang ketika melihat cottage mereka yang lumayan besar dan langsung meloncat-loncat di tempat tidurnya. Ibunya tersenyum.
"Ayo, nanti ketinggalan upacara pembukaan..." kata Kushina. Naruto mengangguk, memakai jaket hoody putihnya dan segera keluar dari cottage. Dia berlari pelan, lalu berhenti di sebuah aula. Banyak anak yang berlalu-lalang disitu. Naruto mengangguk lega karena tidak tersesat seperti biasanya dan memasuki aula. Salah satu gadis yang berada didekatnya tertawa cekikikan. Maka Naruto melepas topinya. Tawa gadis itu langsung teredam dan pria seusianya disebelahnya terpana. Sedangkan, tiba-tiba ada tangan yang menariknya.
Naruto menyadari siapa itu. "Kiba!" katanya, girang. Sementara pria yang tadi hanya bisa menghela nafas kecewa. Naruto memeluk Kiba, girang. "Yeee~ kok kamu disini?"
"Aku tidak bisa membiarkan sahabatku digoda orang lain selain diriku sendiri.." candanya. Naruto menyeringai, lalu tersenyum. Tiba-tiba terdengar suara berdeham dan menyuruh mereka untuk segera duduk di tempatnya. Naruto dan Kiba berjalan kekursi terdekat, lalu duduk bersebelahan.
XDXD
Sebuah mobil panjang hitam melintasi sebuah gedung di selatan Camp, dimana itu tidak terlalu jauh dari aula, tempat latihan menari. Terdengar suara ribut dan seorang pemuda berambut hitam dan bermata onyx ditendang keluar mobil. Pemuda itu menggendong gitarnya, rambutnya yang berantakan membuatnya tampak manis. Pintu mobil segera ditutup. Pemuda itu menggedor kaca-kaca jendela mobil. Kaca itu terbuka, menunjukkan pemandangan dua orang pemuda berambut hitam.
"He, Sasuke, kau nakal belakangan ini. Kau akan ditempatkan disini...sementara." kata salah satu dari kedua orang itu yang lumayan mirip wajahnya dengan pemuda yang ternyata bernama Uchiha Sasuke itu.
"Tapi kenapa harus disini?!"
"Troublesome..Sasu-chan, kau benar-benar bodoh," kata suara bernada malas disebelah kakak Sasuke—Itachi—yang bernama Shikamaru itu, sambil menampakkan wajah malas sambil bersandar dengan mata agak bosan dengan itu. "Ini kan tempat kita bertemu?"
"Ya—"
Itachi tersenyum, "Kalau begitu, kau setuju.." dia pun menutup jendela dan mobil itu mulai melaju.
"Aniki! Hei, Aniki! Jangan pergi dulu! Kenapa aku harus ditempatkan disini?!" teriak Sasuke. Hanya saja, mobil itu sudah melaju pergi. dia memegang ujung gitarnya dan baru hendak memukulkan gitarnya ketanah, ketika dia mengurungkan niatnya karena sebuah suara familiar di telinganya itu.
"Aaah, Uchiha Junior," kata Jiraiya sambil tersenyum. "Ayo masuk, masuk sini."
Sasuke mengikuti Jiraiya masuk ke gedung itu. Dia tercengang melihat apa gedung itu. Ruang latihan. "He, he, Ero-sannin! Kenapa aku dibawa kesini?" tanyanya, agak menekan kata 'sini'. Sementara Jiraiya hanya menyeringai.
"Hoi, Ero—"
"Stop, Sasuke!" katanya, menghentikan teriakan Sasuke yang makin lama makin keras itu. Tapi dia juga terlihat bingung. "Bukannya Itachi sudah menjelaskannnya padamu? Bahwa kau juga harus berkerja disini sebagai guru? Hm?"
Mad mark muncul di kepala Sasuke. "BAKAAAA ANIKIIIII!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" serunya. Lalu didalam hatinya dia berfikir, Orang bilang aku punya segalanya, tapi sebenarnya aku tidak punya segalanya.
XDXD
Sasuke berjalan menuju dapur, mencoba mencari makanan. Memang, dia belum makan dari pagi. (Author: Miskin, sih! *author digebuk berjamaah*) Baru saja ia membuka pintu, sudah terlihat dapur itu terlihat sepi. Dia membuka pintu kulkas, ketika didengarnya sebuah suara.
"HE KAU! MAU MENCURI YAA!!!"
Sasuke menoleh kebelakang, mendapati seorang cowok manis berdiri di belakangnya. Rambut cowok itu ditutupi oleh topi dan hoody, jadi Sasuke tak tahu bahwa Naruto itu perempuan.
Tapi Sasuke tertegun, lalu bibirnya bergerak, "Tidak tentu saja." Kata Sasuke. "Kau siapa? Bukannya peserta tidak boleh masuk sini?"
Naruto memutar matanya. "Namaku Naruto. Sasuke Uchiha, kan?" katanya. "Kau si bocah-punya-segalanya."
"Ya" jawab Sasuke. Tapi dia menambahkan, "orang bilang aku punya segalanya, tapi sebenarnya aku tidak punya segalanya. Mengerti?"
"Hmm," kata Naruto pendek. "Yasudah, sebaiknya kau pergi sebelum ditangkap oleh penjaga. Ini, roti untukmu makan. Kelihatannya kau lapar. Yaa, kan?"
Sasuke mengangguk, menyambar roti itu dan segera keluar dari dapur.
XDXD
Naruto kembali kekamarnya setelah membantu Kushina. Dia pun merebahkan diri ditempat tidur. Dia lalu membolak-balik majalahnya. Tiba-tiba pintu cottagenya terbuka, dan menunjukkan Kushina yang sepertinya sudah capai. "Malam ini, pasta untuk 50 orang? Astaga, aku capai sekali.." gumam Kushina. Dia menjatuhkan diri ketempat tidur. "Ohya Naruto kau harusnya segera pergi ke panggung disana karena Dance Jam akan dimulai, di ruang latihan. Ayo, cepat, bodoh."
Naruto menggerutu, lalu tiba-tiba saat dia meraih hoodynya dan melepas topinya, pintu diketuk. Naruto membukanya dan langsung tersenyum. Kiba. Dia lalu menggandeng tangan Kiba dan segera pergi ke panggung.
XDXD
Kerumunan di panggung sudah mencapai batasnya. Ino ada disana, itu yang membuat Naruto semakin kesal. Yoooo. Dia sudah menyapa teman barunya, Chika Hinamori. Dan mereka menonton di sudut kanan. Tiba-tiba Jiraiya naik ke panggung.
"Baik anak-anak..ayo kita langsung ke acara kita" kata Jiraiya singkat, lalu salah satu anak menyanyikan lagu Go!! Dari Flow yang diketahui sebagai soundtrack anime aneh nan ajaib ini. *author di-chidori, tapi bangkit lagi*
Setelah acara selesai, Jiraiya kembali naik. "Dan...kita kedatangan guru spesial musim ini!" kata Jiraiya. "Dan itu...salah satu anggota dari Connecticut 3!"
HH...Sasuke Uchiha, pikir Naruto.
XDXD
Sasuke menonton dari belakang panggung sementara Jiraiya berbicara. Matanya tertuju kepada seorang penonton yang mirip dengan...cowok yang didapur kemarin, tapi, dia kan cewe? Sasuke terdiam, ah, mungkin hanya perasaannya saja
Anak-anak mulai kembali ke kamar mereka ketika dia mencegat Jiraiya. "Ero-sannin, anak perempuan yang berambut kuning disebelah saudara Shikamaru siapa?" tanya Sasuke.
"Disebelah Hinamori? Itu Sherry."
"Ooh." Kata Sasuke. Tuh, kan? Kebodohanmu sendiri! Itu tak mungkin cowok yang kemarin pikirnya.
"Kenapa? Kau suka pada gadis itu, yaa?" ledek Jiraiya.
"Tidak!"
Sasuke kabur dari situ, menuju cottagenya. "Nama anak itu...Sherry?" gumamnya.
Authoress Corner
Buat semua yang ngereview penpik saya, makasi ya..maaf lama, belakangan ini kena wabah writer block. Benar-benar.
Seperti biasa, cuplikan episode berikutnya.
"Sherry!"
"Kau tau betapa enaknya menjadi geng kami, huh? Daripada geng babi itu!"
"Maaf, aku benar-benar sengaja."
"Ayo, dimulai."
"Sherry, gerakanmu sudah lumayan, ayo bernyanyi!"
