Chap 3
Langsung saja.
Melihat semakin mengamuknya issei, setelah dia membunuh shalba dan diadora, melihat hal itu para anggota Rias dam Sona berusaha untuk menyadarkan issei,
Namun, itu semua percuma karena mereka tidak dapat mendekati issei, karena aura kekuatan issei bagaikan racun yang siap membakar siapa saja yang mendekatinya.
Kekuatan Aura Naga yang mengerikan semakin lama semakin meningkat, bahkan mampu mengalihkan perhatian setiap makluk yang sedang berperang, ketika merasakan pancaran kekuatan tersebut, terlihat dari kejauhan seseorang yang melesat dengan cepat le arah issei seperti terlihat dia memakai armor balance breaker seperti secred gear milik issei yang ber warna putih.
"apa yang akan kau lakukan Vali?" Tanya salah satu naga surgawi yang bersemanyam dalam tubuhnya kepada sang Inang
"Aku hanya ingin mengukur sejauh mana kemampuan baru dari Rival ku, Albion" Jawab sang pemuda bernama Vali dalam fikirannya
"apakah kau gila, ingin melawannya dalam mode kita sekarang" peringat sang naga, namun Tubuh inangnya hanya terkekeh pelan, "jangan bilang kau akan memakai mode terlarang itu" sambung sang naga.
"maka itu albion, perhatikanlah dengan baik, dan kau persiapkan saja semua yang kubutuhkan, maka saat ini saatnya Naga melawan Naga" ungkap Vali penuh keyakinan Diri.
Persiapan sudah selesai, maka Vali melantunkan mantra terkutuknya
"diriku bangkitlah,.." Aura kekuatan Vali mulai meningkat, yang memancarkan cahaya putih kebiruan.
.."akulah sang Naga langit yang kehilangan seluruh keagungan Kami-sama.." Armor Vali pun mulai berubah menyerupai wujud Naga.
.."ku dengkikan, Ketidak batasan dan ku dambakan, impian" dan perubahan Vali pun sudah sempurna, Dengan wujud naga yang tidak terlalu besar dalam Bungkusan Armor Sacred Gearnya
.."aku akan menjadi Sang Kaisar Naga putih, dan ku sandarkan engkau kebatasan yang jauh hampa akan dosa"
'Bbbllllaaaaarrrrrrrrr' ledakan pancaran kekuatannya sudah menggila melesat untuk menghantam Issei dalam wujud Armor naga merahnya.
"Juggernaut Drive"..
Issei melihat hal itu melepaskan tembakan bagai laser api merah kearah datangnya Vali dalam intensitas besar, namum itu bukan masalah besar bagi Vali, dia dengan senang hati menerima tembakan itu sambil mengaktifkan kemampuam Khususnya.
'Devide,..devide,..devide'
Laser tersebut mengecil dan menghilang setelah mendekati Vali,
Melihat serangannya Gagal, issei pun terbang melesat ke arah vali. Sehingga terjadilah benturan Fisik yang sangat kuat, menggetarkan udara sekitar mereka,
Saling pukul dengan keras, serta adu kekuatan yang tak terhindarkan lagi yang menyisakan hanya ledakan demi ledakan di atas sana tempat pertarungan mereka.
"Issei, rival Abadiku, kau sekarang sudah bertambah kuat ya, namun itu percuma aku bahkan bisa mengalahkanmu dan membunuh semua orang terdekatmu" kata Vali ditengah pertarungannya sedang berlangsung.
Dan hal itu membuat Issei semakin terlihat marah, dan Marah. Emosi yang sudah tak terbendung lagi, lepas sudah semua sisa kesadarannya yang sekarang hanya sisi terkutuk dari kekuatan ini yang semakin membuatnya Gila.
Luapan, luapan energi makan meningkat pesat, pancaran kekuatan issei semakin menggila bahkan membuat semuan Iblis mau pun yang berada tak jauh dari sekitar harus bertekuk lutut karena mereka tak sanggup mempertahankan tubuh mereka dengan tekanan kekuatan milik issei,
Dan Hanya para Makluk yang mempunyai kekuatan lebih lah yang dapat masih berdiri tegak walau sedikit bergetar tubuh mereka,
"Asia, koneko,...akeno, bertahanlah" seru Kiba yang melihat rekan-rekannya mulai sempoyongan, sedangkan anggota yang lain mencoba bertahan dengan sisa kekuatan mereka dan ada pula mereka yanv bertahan dilindungi oleh sacred gear mereka,
Sedangkan disisi rias sang pemimpin dari kelompok Issei hanya terduduk lemas,
"Issei, Issei ku kenapa bisa begini,...hiks, hiks..." Tangis rias tanpa bisa melakukan apa-apa untuk menolong pion tercintanya, Rias sudah tak sanggup lagi untuk bertahan secara mental dan fisik.
Melihat Rias, Sang Sahabat masa kecilnya Dia pun merasa sedih, maka Sona pun mendekati rias dan memegang pundaknya.
"tenang lah rias,Issei pasti bisa kembali selamat, untuk itu kita harus memikirkan caranya" ujar Sona memberikan semangat kepada Rias dengan tatapan sendu.
'Yang bertahan hanya, Kiba, Saji dan Xenovia yang dilindungi dengan Sacred gear dan pedang Suci mereka' batin Sona memperhatikan anggota yang masih bertahan.
.
.
.
Kilatan-kilatan cahaya bagai petir masih terjadi, dan ledakan demi ladakan terus berlangsung, yang menandakan pertempuran antara Issei dan Vali semakin memanas,
Vali masih mempertahankan posisinya untuk terus menyerang dan bertahan dari serangan issei, semakin lama Aura kekuatan issei semakin meningkat bahkan sudah melaupaui kekuatan Vali saat ini.
Vali yang masih mepertahankan kesadarannya masih mencoba terus melawan dan melawan, dirinya mulai merasa kelelahan namun semangat tempur didalam dirinya semakin bertambah dan inilah yang sangat ingin dirasannya
Adrenalin pertarungan mengancam nyawa, saling membuktikan siapa yang terkuat menuju singgasana dipuncak tertinggi dalam pertarungan, sedikit demi sedikit kutukan kekutan Juggernat drive mulai merambat memakan kesadaran sang inang, Vali.
"Vali, kedalikan dirimu jika terus kau paksakan dirimu menggunakan kekuatan ini, maka kesadaran mu akan hilang, dan kau tidak akan bisa mengendalikan kekuatan terkutuk ku ini" cegah sang naga putih dalam fikiran Vali
"biarkan saja Albion, karena ini sudah takdir bahwa pertarungan sampai mati" balas vali dengan suara yang lebih serak
"kalau begitu, terserahmu Vali" pasrah Albion sang naga putih.
.
.
Para Maou, beserta para Petinggi bangsawan Iblis hanya bisa menyaksikan pertarungan antara kedua Naga tersebut dibawah sebuah Kubah yang tercipta dari sihir pelindung yang sangat Kuat,
Sedangkan Para penduduk kota telah di ungsikan ketempat perlindungan dibawah tanah, dan untuk para pemberontak mereka telah ditangkap karena mereka sadar akan kekalahan kekuatan tempur mereka.
Melihat sekeliling Para Maou, Sirzech, Serafal dan Ajuka sedang merundingkan secara darurat, apa langkah mereka saat ini.
Jika dibiarkan kedua naga tersebut bertarung, kemungkinan Uderworld bisa hancur secara keseluruhan, mengingat kekuata kedua Naga tersebut seiring waktu semakin meningkat dan menggila,
.
.
.
Jauh disisi pertarungan kedua naga tersebut,
didekat bukit pinggiran Kota, disana sedang duduk santai Ophis Sang Naga tanpa batas, di atas sebuah batu besar dan ditemani oleh ketiga teman Vali, yaitu Bikou sang generasi termuda dan terkuat dari golongan bangsa Siluman Kera 'Sun Wo khong' yang selalu memegang tongkat andalannya,
dan sebelahnya Sang pemuda Tampan berambut pirang yang terlihat dari keturunan Bangsawan yaitu Arthur Pendragon adalah pemegang Pedang Raja-Suci, dan keturunan dari Raja Kesatria pertama kerajaan Inggris King Arthur.
Dan satu lagi, seorang Wanita bepakaian kimono jepang gelap dengan tampilan sexy, salah satu bagian dari Roh dewi tersesat Nekomata, bernama Kuroka.
"Ophis, apakah kau tidak ingin menghentikan Mereka?! Jika tidak mereka berdua pasti akan mati termakan oleh kutukan dalam mode Juggernaut drive mereka" tanya Bikou.
"tidak. Jika aku menghentikan mereka, pasti mereka akan melawanku karena pada saat ini kesadaran normal mereka telah tersamarkan oleh Kutukan tersebut," jelas Ophis datar dengan tatapan kosong memandang ke arah pertarungan kedua Naga Bodoh tetsebut.
Dan...
"jika kalian ingin menyelamatkan Vali, itu terserah kalian, jika iya, segeralah kalian ketempat Para Maou karena mereka sedang merencanakan untuk menghentikan kedua Naga bodoh itu" lanjut Ophis
"apakah tidak apa-apa Ophis-sama, saat ini kan kita musuh mereka" tanya Arthur
"tidak apa-apa, karena si bocah Sirzech dan si Azazel ada disana" jawab Ophis
"baiklah kami akan kesana, apakah kau tidak ikut Ophis..? Athur sudah menyiapkan sihir teleportasi, dan Ophis hanya menggelengkan kepalanya pelan
Setelah mereka pergi, Ophis masih duduk menghadap kelangit kelam 'kekuatan ini, kekuata yang semakin mendekat'
pikir Ophis ketika dirinya merasakan kekuatan yang asing ini lagi
.
.
.
Naruto yang masih diliputi rasa penasaran sedang melompati beberapa pohon, dan sesekali diribya terpaksa membunuh beberapa Makluk liar yang menyerupai binatang aneh yang mencoba menyerangnya dihutan belantara serba aneh didunia ini.
Dirinya cukup banyak merasakan energi negatif yang beberapa cukup besar dari kejauhan, dan terlebih lagi akan suara ledakan-ledakan yang sangat kecil terdengar dipendengarannya.
Perasaan aneh, Dunia yang serba aneh, dan makluk yang luar biasa aneh tapi kuat yang dilawannya beberapa waktu lalu, sungguh membuat rasa penasarannya semakin memuncak jika memikirkan tentang hal tersebut.
Niat awalnya hanya ingin bertemu dengan sang Shinigami karena akan kebosanan dan kekosongan hati beserta jiwanya sewaktu didunianya dulu.
"arrghh. Sial kenapa harus jadi seperti ini" dirinya kesal
'hah, jika saja kurama Beserta Bijuu lainnya tidak meleburkan kekuatan mereka kepadaku, mungkin aku bisa bertanya kepada mereka, namun apa sekarang, yang tersisa hanyalah kekuatan mereka menyatu terhadapku dengan kesadaran mereka lenyap yang telah digantikan kesadaran tunggal yaitu aku' pikir naruto sedikit kesal ketika mengingat pengorbanan dan kepercayaan para Bijuu terhadap dirinya.
.
.
.
.
Goncangan-goncangan disertai ledakan dahsyat beruntun masih terjadi, tak kala disisi jauh pertarungan terlihat sebuah daratan besar dan sangat besar mengambang di udara tanpa terkena efek dari pertarungan kedua Naga surgawi tersebut.
Ada beberapa orang diberbagai sisi pulau sedang mempertahankan Kekkai pelindung yang melingkupi pulau tersebut,
Di pusat pulau yang terletak di inti pulau tersebut terdapat beberapa orang atau Makluk yang mempunyai aura kekuatan yang cukup mengerikan sedang berusaha membuka sebuah batu yang cukup besar dengan mencoba memecahkan sihir oengunci ketahanan batu tersebut.
Setelah mereka berhasil membukanya, terlihatlah sebuah goa yang cukup besar dan luas, disana terdapat sebuah...
"akhirnya kita menemukan Sang Pencetus KEHANCURAN" Tawa senang salah satu dari mereka dengan seringaian yang menjijikan diwajah tua mengerikan dirinya...
"hhahahhahaha"...
See you next chap...
