Langsung saja,
*Oneside
Tak jauh didedapan ku, hanyalah kehancuran dan kehancuran, Neraka yang telah menusuk dunia ini dari bawah, surga yang telah mengasingkan diri dari banyangan kelam dunia ini, Aku mencoba tuk menggapai dan menggapai sesuatu yang semu,
Kobaran api membakar semua, menghanguskan apa saja yang ada, Kenangan pahit menelan ingatanku yang terdalam menutupi pandanganku akan dunia yang sempit ini, hembusan angin yang kuat, asap mengelabui setiap pandangan, nyawa yang bertebar menutupi asa dan duka tangis melanda,
Apa guna yang sudah terjadi terjadilah pertempuran yang menentukan pilihan untuk membuat sebuah tujuan yang naif, Aku masih disini menunggu dan melihat,
Menggenggam tangan mungil gadis disampingku, ingatannya telah bercampur denganku, tatapan nya yang datar hanya sebuah ilusi tatapan kesedihan yang mendalam, beribu tahun Dirinya hidup, berjuta tragedi yang mengguncang kehidupan nya,
Sikapnya yang dingin hanyalah sebuah kedok untuk mengelabui ketika dirinya bergetar dalam asa, terlahir dalam kesendirian, melihat dibalik bayang hatinya yang getir telah membeku,
Secercah ekspresi emosi terlihat diwajah manisnya, sudah cukup semua penderitaan ini, Hatiku sudah berteriak menjerit tertahan, apa arti dibalik semua ini, kenapa harus dengan seperti ini, tubuhku bergetar, genggamanku mengerat menyalurkan setiap jeritan hatiku,
Ingatan dua bagian mengisi setiap relung untaian setiap tragedi yang ku lalui, kenangan kelam masa lalu, kenangan ingatan masa kelam,
Dan perlahan ku mengangkat sebelah tanganku kedepan dadaku, jari telunjuk, jari tengah dan ibu jari tangan ku tetap tegak, jari manis dan kelingking tangan Ku tekuk, dengan suara sepelan hembusan angin ku utarakan semakin gejolak dalam dadaku semakin mendesak,
"Kai"
Hempasan Angin mengelilingiku, tanah tempatku berpijak mulai retak, membuat sebuah cekungan kawah melebar, Sang Gadis manis disampingku hanya memalingkan wajahnya kearah ku, sedikit anggukan kepalanya mengisaratkan apa yang akan ku lakukan, pertama dan pertama kali aku melihat sebuah senyum kecil terukir dibibir manisnya, semua perasaan ku bercampur aduk menjadi satu, satu dan satu dalam sebuah kehangatan yang menenangkan jiwaku,
Bahkan dirinya pun ikut melepaskan Aura kekuatannya yang membaur dengan tubuhku saling tehubung, memberikan variasi warna yang dominan semua mulai menghitam dan menggelap, lingkaran kubah hitam telah mengekangku bersama dirinya, simbol-simbol ukiran huruf kuno saling terikat bergerak mengelilingi Kubah yang mengelilingi tubuhku.
"Ophis" panggilku pelan, genggamannya ditanganku semakin mengerat.
Hanya balasan senyum yang sedari tadi diwajah manisnya tak kunjung menghilang
hingga kubah yang sempat mengurung Kami berdua perlahan memudar, kembali menampakan akan sebuah pertempuran besar didepan Kami,
*Now...
Pertarungan Sang 666 melawan para Pasukan dari Mitologi Hindu dan dibantu oleh Tim pendukung yang dipimpin oleh Azazel berlangsung sangat sengit, bahkan wilayah Kayangan telah hancur lebur, walau tak separah kehancuran Di Underworld beberapa waktu yang lalu,
Sebagian Pasukan telah banyak terluka parah, bahkan disetiap pemimpin pasukan terlihat kelelahan, Para kelompok raksasa yang ikut andil dalam pertempuran sudah mencapai batasan Mereka, sekarang yang masih bertahan hanyalah kelompok Azazel masih menggempur habis-habisan Terhadap 666 dan mereka pun dibantu oleh Dua Naga surgawi dalam wujud Asli mereka, dan Seekor Kera raksasa dari generasi termuda Sun Wokong,
Pertarungan antar Monster saling Baku hatam dengan Brutal, ledakan-ledakan membabi buta di area pertarungan terjadi dan kembali membumihanguskan segala yang ada, Sang 666 membalas serangan mereka dengan lebih brutal, ketujuh kepalanya bergerak liar menembakkan kembali Bola api yang besar dimana mereka berada,
Dan kembali menghancurkan semua wilayah Kayangan, porak -poranda hancur luluh lantang semua bangunan Kuil-kuil megah dikayangan tersebut, hingga melibatkan turunnya Sang Dewa Trimurti, Dewa Wisnu, Siwa dan Brahma Berdiri dengan gagah berani digaris depan memegang senjata legenda masing-masing maju menggempur Sang 666 kekuatan para Dewa tertinggi tersebut menggetarkan seluruh Alam Di kayangan, langit menjadi gelap bagai malam membentang, pusaran Angin menerbangkan segala yang ada, petir bergemuruh seakan ingin menelan Sang musuh kedalam sebuah kemarahan Sang Dewa,
Bergerak maju dalam posisi masing -masing yang ikut menghantam Sang 666 dari tiga penjuru bahkan para pasukan dan Tim Yang dipimpin Azazel terpaksa menjaga jarak, mereka terpukau akan kekuatan sejati para dewa tertinggi didepan mereka,
Goncangan-goncangan hebat terjadi, ledakan-ledakan semakin menghancurkan segalanya yang berpusat dalam pertarungan Sang 666 melawan Tiga dewa tertinggi dalam mitologi Hindu, tembakan sihir yang mengandung elemen dasar dalam skala besar terus-menerus menghabisi Sang 666,
"Mahkluk hina, mahkluk terkutuk tak seharusnya Kau bangkit kembali" teriak Dewa Siwa murka, yang terus menembakan energi sihir penghancurnya tanpa henti
"Siwa tenanglah, prioritas kita hanya untuk mengalahkan 666, jangan sampai Kau ikut menghancurkan Dimensi Kita ini" tegur Dewa Wisnu dengan Aura kekuatan sihirnya mencoba meredam kehancuran yang semakin menjadi
"Kau diamlah Wisnu, Aku sudah bosan menunggu dan menunggu untuk bersabar, dan biarkan semua ini menjadi akhir dengan kehancuran sang penghancur ini" balas Dewa Siwa tajam, kemurkaannya sudah tidak dapat dibendung lagi,
"Siwa, tenanglah, riwayat akan kehancuran dunia ini masih lama, harapan semua makhluk masih terangkai kita harus terfokus untuk mengalahkan Naga 666 ini, jangan sampai Kau ikut dalam penghakiman hari akhir kelak saat ini" Sambung Dewa Brahma tenang,
"Wisnu, alirkan terus Kekuatan Sihir penghidupanmu gabungkan dengan Kekuatan Sihir pengekang milikku biar Dunia Ini tak tersedot oleh distorsi ruang dimensi yang hanya menyebabkan ketiadaan" perintah Dewa Brahma yang melepaskan kekuatan sejatinya secar besar-besaran melingkupi seluruh Dimensi Kayangan saat ini,
Aura sihir teresa sangat kental, penuh dengan kehangatan memenuhi setiap ruang dalam dimensional, ditambah dengan perpaduan energi milik Sang Naga 666 menguar ganas, pertempuran anta Dewa masih berlangsung sehingga membuat 666 mulai terdesak,
.
.
"Hohoho, sudah Saatnya Kita menggunakan kartu As kita," gumam Rizevim yang dibalas anggukan anggotanya dibalik dimensi persembunyian mereka,
Salah seorang yang memakai pakaian jubah tudung berwarna hitam dan Dibantu dua orang anggotanya mengangkat kedua tangannya ke depan dan mengalirkan kekuatan sihir, aura hitam merambat bagai kegelapan menunjukkan sebuah wujud dari ketiadaan dalam wujud yang lumayan besar,
Setelah wujud yang tercipta dari kegelapan tersebut selesai, maka nampaklah Sosok Malaikat terkutuk Samael dalam belenggu rantai hitam dan pengekang salib dibadannya, sosok Makluk yang dibelenggu oleh beberapa rantai hitam, dengan tangan yang dipasung, sosok yang mempunyai sepasang sayap hitam bagai sayap malaikat pembangkang, namun sayapnya lebih besar dan lebar membentang berteriak keras seakan kesakitan, para pengikut Rizevim perlahan melepaskan satu persatu belenggu rantai hitam yang mengikat Samael, hingga terlepas dang mengepakkan Sayapnya yang lebar dengan ganas.
Pengikut Rizevim masih terus mengalirkan sihir kegelapannya untuk mengendalikan Samael dengan susah payah,
"Azi Dahaka, tetaplah fokus, jangan sampai kau terkena kutukan Samael," tegur temannya yang dikenal dengan sosok Makluk Crom Cruach dan Drakon Kholkikos dikenal Tiga dari raja naga kegelapan yang terkutuk dari segala ras Naga yang masih sibuk mengontrol Kekuatan mereka,
"Crom, sudah waktunya kita tarik Sang 666 dan satukan dengan wujud samael, maka wujud sebenarnya akan segera bangkit" kata Sang Naga Drakon Kholkikos dalam wujud manusianya,
"Baiklah," balas Crom cruach,
"Kalian, cepatlah sisi kehidupan 666 hampir terkikis, walau wujudnya sudah ku bangkitkan dengan buah kehidupan dari pemberin Hadea namun percuma saja jika kekuatan penuhnya masih terkekang oleh Samael" Rizevim membuka lebih lebar portal dimensi persembunyian mereka,
Dan setelahnya mereka sudah berada Disamping 666 yang sedang digempur habis oleh Para Dewa Trimurti dan dengan bantuan kekuatan para naga kegelapan itu mereka terlindungi, hingga merek memulai ritual penyatuan, Aura kegelapan yang berwujud Samael perlahan melebur dan menyatu dengan tubuh 666 yang terlihat terluka, Kegelapan perlahan menyelimuti Sang 666 menutupi setiap inci tubuh besarnya hingga membuat ketiga Dewa tersebut menjaga jarak karena mereka merasa sesak akan Aura sihir yang di timbulkan oleh Samael,
"hhiiiaahahahah, Saatnya kebangkitan Sesungguhnya dari Sang Penghancur" tawa Pysco Rizevim menggelegar di area pertarungan,
.
.
Setelah Kegelapan yang menyelimuti 666 memudar, maka terlihatlah Wujud seekor Naga dengan tujuh kepala yang dilapisi tengkorak pelindung bagai topeng melindungi disetiap Kepalanya, dan dilengkapi Sepuluh pasang tanduk yang memanjang dan bercabang bagai tanduk Rusa yang ganas, tubuh yang dilapisi sisik yang keras dilengkapi dengan berbagai tulang rangka kedua dibagian luar tubuh nya bagai armor pelindung seperti tengkorak yang sangat keras dan padat, Cakar yang lebih memanjang dan terlihat lebih tajam, Ekor nya yang panjang dan besar ujung bagai tombak yang dengan ujung yang mematikan, kedua sayapnya yang sangat lebar dan kokoh ditambahi oleh rangkaian tulang yang menyebar disetiap sela Sayapnya, Sosok yang sesungguhnya dari sang penghancur.
"Gggrrrrrooooaaaaaarrrrr"
Raungan yang menggetarkan seluruh alam semesta dalam dimensi tersebut, kekuatan yang sangat mengerikan bagai tiada batas menyesakkan disetiap penghujung mahkluk hidup yang Disetiap sudut Dimensi tersebut,
"ii,..iinikah Sang Apycolapse 666 yang ditakuti seluruh Mahluk?" tanya Azazel yang sudah tak bisa berfikir jernih karena telah termakan oleh ketakutan,
Dan semua Orang, pasukan dan bahkan para Dewa tertinggi Mitologi Hindu mulai tergetar, setitik ketakutan dihati mereka,
"Ggggrrrooooaaaarrrrr" raung sang 666 lagi kembali membuyarkan ketakutan seluruh pasang mata melihatnya, hingga tak Jauh disudut dekat Kuil yang sangat megah telah hancur mulcul portal Dimensi yang sangat besar memunculkan Kembali Sosok Sang Naga Impian melangkahkan Kaki besarnya menapaki tanah hingga bergetar bagai gempa ya itulah Sang Naga Gread Red dalam Wujud yang hampir sama besarnya dengan Sang 666, Badan yang sangat kokoh, Sayapnya yang juga membentang luas memenuhi Angkasa,
Tubuh tegap yang besar dan kokoh itu berdiri tak jauh dari 666, hanya memperhatikan dalam diam melihat perubahan wujud sejatinya, menatap tanpa gentar Aura kekuatannya telah menekan bahkan telah mengimbangi tekanan Sihir Sang 666 semakin membuat keadaan semakin memburuk, bahkan Para Dewa Trimurti pun juga ikut melepaskan tekanan kekuatan sejati mereka walau tak sebanding dengan kekuatan Para Kaisar Dewa Naga,
Para pasukan Monster dan kedua Naga langit pun terpaksa terdiam, tak bisa melakukan apa-apa karena mereka sadar akan dimana derajat mereka sehingga mereka telah kembali kedalam Sacred Gear mereka,
Tak lama saling unjuk kekuatan tak jauh dari area pertarungan terlihatlah Sebuah Kubah besar yang menarik perhatian, dan setelah kubah tersebut menghilang maka terlihatlah Dua ekor wujud Monster yang sebanding besarnya dengan Para Kaisar naga, yang satu Sejenis Naga yang dikenal Uroboros Dragon, Ophis, Perwujudan Sejati Naga tanpa batas,
Dengan Tubuh Naga yang besar berwarna putih dengan berbagai corak hitam diseluruh tubuhnya, sayap yang lebar telah membentang terlihat anggun untuk seekor Kaisar Naga, lekuk tubuh yang sedikit ramping dari Naga yang lain namun kokoh dan kuat disaat bersamaan, cakar yang sangat besar dan tajam, ekor yang bagai Untaian duri beracun, dilapisi Sisik yang juga tebal dan kuat,
Dan disebelahnya perwujudan dari gumpalan Chakra campuran Sihir membentuk seperti Wujud Kyubi sang pemimpin Dari Ras Youkai, namun Sosok ini lebih besar dan Kuat lapisan gumpalan Kekuatan yang sangat besar tanpa bisa diprediksi dimana batasannya, dengan lambaian Ekor berjumlah sepuluh dan ditemani beberapa Rantai Chakra disekililingnya, gambaran Sosok Juubi yang jauh lebih beda dan ganas,
Tekanan Kekuatan yang sangat besar, berhasil mendominasi berbagai tekanan kekuatan sihir dari Para Dewa dan Kaisar Naga, mereka Saling pandang memberikan Aura yang saling menekan, bahkan para mahkluk Kecil hanya bisa pasrah akan Ramalan Hari Akhir,
Sampai Keadaan sempat dikejutkan dengan sebuah petir yang sangat besar menggelegar di atas langit, goncangan Tanah bagai gempa dahsyat menggoyang dimensi Kayangan, lautan yang terlihat beriak bagai Tsunami yang akan menghadang,
Bahkan mereka merasakan kekuatan yang lumayan Besar mendekat hingga di Atas langit terlihat Seorang atau lebihnya Salah Satu dewa tertinggi pemimpin dari segala dewa dalam mitologi Yunani,
Sosok yang sangat kekar, menggenggam sebuah Tombak petir legendaris, Dia dikenal dengan dewa Angung Dewa Zeus dan ditemani oleh Ratu para dewa, Dewi Hera beserta dengan para dewa pengikutnya dalam mitologi Yunani seperti, Dewa Ares, Apolo, Dewi Athena dan dewa Demeter, para dewa terkuat Dimitologi Yunani,
Dan disebrang Laut, terlihat pusaran Air yang mencuat ke atas hingga menampakan Sosok yang tak kalah kekar dan berotot, Dia dikenal dengan Dewa terkuat dalam mitologi Romawi Dewa Neptunus memegang Tombak bercabang Tiga senjata terkuat penguasa lautan, dan ditemani beberapa Dewa terkuatnya Dewa Vulkan, Zero dan Pluto, juga ikut menebarkan Unjuk kekuatan mereka,
Dan gempa yang menggoncang telah terhenti, dibalik reruntuhan tanah yang mencekung hingga membelah tanah besar maka terlihatlah sosok Salah satu penjaga Neraka yang paling ditakuti, sosok yang mempunyai dua tanduk bagai banteng memegang tombak Api yang sangat besar, Sang penyiksa Paling ditakuti dineraka, dikenal dengan Nama Anum µn Rama.
.
.
.
Semua para mahkluk terkuat telah menampakkan wujud masing-masing, Saling menunjukan yang lebih mendominasi, pertarungan Ragnarog Akhir para dewa yang menuju pada Ramalan Kitab Tua menandakan Hari Akhir dari Segala Mahkluk yang mendominasi,
Pertarungan Akhir penentu dari segala Ras Mahkluk Hidup yang melingkupi Dimensi Ini, hingga julukan Sang Impian ingin Diruntuhkan oleh Sang penghancur dan ingin menaklukan Sang Ketiada batas, namun semua itu ditentang oleh Para Pemimpin Ras terkuat yang Akan membuat Sang pemegang Takdir ikut menentukan takdir yang terkuat dalam perputaran Roda takdir mengalir ke Ke akhir sebuah Akhir,
.
.
.
.
See You Next chap,
Ps : Anda sopan saya pun sopan,
