Title : Destiny

Cast :

Kim Taehyung

Jeon Jungkook

VKOOK

TAEKOOK

dan mungkin akan menampilkan beberapa member yang lain

Cerita milik owe, Kim Taehyung Jeon Jungkook dan BTS membernim milik Tuhan, Orang tuanya dan Bighit..saya hanya meminjam mereka sebagai pemeran di cerita yang owe tulis

.

.

Happy Reading guys~

.

.

.

Suara kereta hitam itu bagai irama yang meggaung di telinga seorang pemuda yang tengah menatap kearah jendele kereta, melihat indahnya pemandangan yang disuguhkan oleh sang pencipta. Senyum itu tak pernah pudar sejak ia naik hingga sekarang. Senyum merekah yang tercetak diwajah tampannya, degup jantungnya yang berdetak kencang dan hatinya bergemuruh membuat gelitikan aneh didalam perutnya.

Jeon jungkook sudah menanti masa masa ini..

sudah menanti..

Sejak lama!

Kesabaran yang selalu diuji, tangisnya yang selalu meleleh dikedua pipinya saat ia harus menanti waktu dan teringat padanya

Untuk menyusul seseorang

Ya untuk menyusulnya

Orang yang sudah menjatuhkan dan merenggut hatinya

Dia..

Kim Taehyung

.

.

.

'Taetae hyung pergi..dia pergi tanpa mengabariku.. pergi tanpa sepatah katapun..aku menyesal benar benar menyesal..harusnya aku tidak mengucapkan kata 'cinta' dihari itu..semuanya pasti tidak akan terjadi seperti ini'

.

.

.

'Hari ini..benar benar seakan keajaiban bagiku..taetae hyung menghubungiku setelah seminggu ia pergi tanpa kabar, aku memarahinya mengomelinya dan memakinya kkk benar benar terlihat bodoh..tapi aku benar benar merindukannya, dan yeah! Dia memberi sebuah alamat padaku. Dia bilang dia akan sangat senang jika aku mengunjunginya, taetae hyung..tunggu aku!'

.

.

.

'Sebulan berlalu...beberapa hari ini Taetae hyung sering menghubungiku, tidak peduli itu pagi siang malam hingga tengah malam, aku benar benar senang..kami saling bertukar cerita, seperti biasa seperti saat kita masih bertengtangga, aku jadi merasa kembali dekat dengan taetae hyung.. meski hanya lewat suara, video call tapi tak masalah asal aku masih bisa melihatnya,melihat senyum dan mendengar suaranya.. tapi tetap saja aku..merindukannya..merindukan taetae hyung'

.

.

.

"Setahun berlalu... dimalam tahun baru ini Taetae hyung bilang ia akan melihatkan kembang api yang indah di langit seoul..tapi.. sampai pukul 2 pagi..ia sama sekali tak menghubungiku.. aku mencoba menghubunginya..tapi tak diangkat..pesanpun tak dibalas..hyung..kau dimana?'

.

.

.

"Taetae hyung tidak lagi menghubungiku...nomernya sudah tidak aktif bahkan akun di media sosialnya telah menghilang..hanya beberapa bulan yang lalu ia menghubungiku itupun tidak selama yang sebelumnya, hyung kau dimana?aku merindukanmu..sangat...'

.

.

.

"Taetae hyung benar benar menghilang..tak ada kabar darinya..aku merindukannya sungguh..aku mengkhawatirkannya..apa yang terjadi padanya? Apa taetae hyung baik baik saja? Hyung..tolong beri aku kabar.."

.

.

.

"AKU AKAN MENYUSUL HYUNG!'

.

.

.

.

.

.

Kereta itu berhenti tepat distasiun seoul, Jungkook bangkit dari duduknya, mengambil barang bawaannya dan bergegas berjalan keluar dari gerbong. Ia berhenti sejenak seseaat setelah keluar, menghirup oksigen untuk menetralkan semua organ yang bergemuruh didalam tubuhnya. Dia sudah datang di Seoul, sudah dekat dengannya.. ya sudah dekat dengan Kim Taehyung.

Sebuah tangan menepuk pundaknya, jeon muda itu menoleh untuk melihat siapa yang menepuk pundaknya, dan terlihatlah seorang lelaki yang tingginya cukup berlawanan dengannya, wajah datar, rambut hitam dan sebuah earphone yang ia kenakan ditelinga kirinya.

"Kau jeon jungkook?" Tanya pria itu, Jungkook mengangguk kikuk, "kau..siapa?"tanya Jungkook balik pada pria itu.

"Min Yoongi.. anak dari Min Sooji, sahabat ibumu" pria bernama Yoonji itu tersenyum sesaat lalu kembali ke wajah datarnya.

"Ah.. Jeon Jungkook imnida" Jungkook memperkenalkan dirinya.

"Ya ya aku sudah cukup mengenalmu lewat cerita eomma..kajja..eomma menunggumu dirumah"

"Aku tidak ingin mendengar omelannya dipagi hari"

.

.

.

Dan disinilah Jungkook berada dikediaman Nyonya dan tuan Min yang akan menjadi rumah keduanya di Seoul, Nyonya jeon sengaja menitipkan Jungkook dirumah sahabat kecilnya Min Sooji, Sebagai Eomma tentu khawatir jika anaknya pergi sendirian dikota besar, dikota ya baru jungkook kenal, Jungkook adalah anak semata wayangnya karena itulah Nyonya jeon menitipkan Jungkook ke sahabatnya.

"Ya ampun Jungkook-ah kau sudah besar" seorang wanita paruh baya langsung memeluk tubuh Jungkook, jungkook terkejut, sungguh ia tidak tahu menahu soal sahabat ibunya..bahkan Jungkook merasa semuanya begitu asing baginya.

"Ah..nee.." jawab jungkook kikuk

"Pasti Minju membesarkanmu dengan baik kkk" nyonya min menepuk pundak Jungkook dan melepas pelukannya.

"Kau pasti lupa padaku.. salahku juga terlalu jauh dari ibumu kkk.. terakhir aku mengunjungimu kau masih sangat kecil..mmm..sekitar 1 tahunan..."

"Oh ya kau bisa menganggapku sebagai eomma kedua..tidak usah sungkan Jungkook-ah..anggap saja aku ibumu nee.."

"Eomma terlalu berlebihan... akan kuantar dia ke kamarnya" Yoongi menyela sebelum ibunya berceloteh ria dan membuat telinga Yoongi panas, sebenarnya Yoongi lebih suka suasana yang damai dan sepi.

"Kook..ikut aku.."

Dan mereka berdua berjalan menuju kamar jungkook yang berada dilantai atas.

Clek!

Pintu kamar itu terbuka dan memperlihatkan sebuah kamar bercat putih, sebuah kamar tidur, lemari dan beberapa barang yang umumnya berada di kamar tidur.

"Maaf aku tidak sempat membersihkan beberapa kotoran disini.." Yoongi memunguti beberapa kertas yang berserakan dilantai kamar, mengumpukannya menjadi satu.

"Ah ne.. gwenchana..hyung.." ucap Jungkook ragu.. dia ragu apakah pria didepannya itu lebih tua darinya atau tidak..dilihat dari segi fisik, kulit putih, pendek dan wajahnya yang bisa dibilang manis..membuatnya terlihat lebih muda dari dirinya.

"Aku memang tua darimu..tapi tidak usah sungkan padaku.. kamarku ada disebelah..jika butuh apa apa bilang saja" Yoongi tersenyum tipis lalu keluar dari kamar itu dan meninggalkan Jungkook sendirian didalam kamar.

Jungkook berjalan membuka jendela, membiarkan angin pagi ini masuk kedalam kamar berbentuk persegi itu.

"Hyung! Aku sudah diseoul..kita sudah dekat.. sebentar lagi kita akan bertemu!" Ucap seorang jeon bersemangat dan senyum manis itu kembali terukir diwajah tampannya.

.

.

.

"Min ahjummah.." panggil Jeon pada wanita yang tengah merajut sebuah syal disofa. Yang dipanggil menoleh lalu tersenyum manis dan nengisyaratkan untuk menyuruh Jungkook duduk disebelahnya. Jungkook menggangguk kecil dan melangkahkan kakinya berjalan kearah sofa dan duduk disebelah Nyonya Min.

"Ada apa kook-ah?" Tanya Nyonya Min yang masih terfokus dengan syal rajutannya yang baru jadi setengah itu.

"Mm..aku ingin menanyakan sebuah alamat" Jungkook menggusap belakang kepalanya, ragu menanyakan kepada Nyonya Min.

"Eoh alamat?" Nyonya Min menoleh kearah Jungkook, Jungkook memberikan selembar kertas pada Nyonya Min, Nyonya Min menerima kertas itu lalu membaca serentetan huruf yang menyambung menjadi sebuah alamat.

"Oh..ini tak jauh dari sini kuk..kau hanya perlu berjalan kaki..tapi jika kau malas, kau bisa menunggu bis dihalte depan rumah ini.. ada apa? Ingin menemui temanmu?" Tanya Nyonya Min, Jungkook menggangguk mantab.

"Teman kecilku.. sahabat ku... taetae hyung.."

"Oh begitu.."ekor mata nyonya min melirik kearah jam dinding. Pukul setengah 8 malam.

"Aku akan meminta yoongi untuk menemanimu, sudah malam.. minju akan mengomeliku jika terjadi apa apa pada anak satu satunya ini"

"Mmm..tidak usah Ahjummah..keliatannya Yoongi hyung sedang sibuk dengan beberapa kertas di kamarnya.. tidak apa - apa aku bisa menjaga diri" Jungkook sudah besar, dia sudah lulus SMA dan sudah memiliki kartu identitas yang sah dan itu berarti Jungkook bisa menjaga dirinya sendiri.

"Kau yakin?" Tanya Nyonya Min ragu dan Jungkook mengangguk mantab.

Dan setelah itu Nyonya Min memberi sebuah gambaran, lebih tepatnya denah, mulai dari jalan hingga kemana arah jungkook harus pergi, jungkook sangat antusias mendengar semua intruksi dari nyonya min dan mengangguk sesekali, lagi...jantungnya seakan berdetak kencang, hatinya bergemuruh dan perutnya terasa seperti tergelitik, pikirannya serasa melayang...membayangkan ia akan bertemu dengan Taehyungnya yang menghilang dan membuatnya frustasi setengah hidup, membuatnya tak bisa tidur, membuatnya tak karuan. Kim Taehyung..Jeon Jungkook harus bertemu dengannya..setelah semua perjuangannya untuk dapat ke Seoul. Dia harus bertemu dengan pria itu..sekarang!.

"Jika kau tersesat..jangan lupa untuk menghubungi Yoongi..ah ya jangan terlalu malam ya..cepatlah kembali.." nasehat Nyonya Min sambil mengusak rambut hitam Jungkook, Jungkook mengangguk sebelum akhirnya melangkah pergi dari rumah.

.

.

.

"Setelah 2 blok, belok kiri" gumam jungkook sambil berjalan dan mengamati bagaimana megahnya ibu kota seoul , kota yang baru saja ia jajahi hari ini, tentu sangat berbeda dengan kampung halamannya yang masih banyak taman dengan rumah rumah sederhana, disini tampak rumah rumah yang menjulang tinggi, lampu kerlap kerlip suara bising mobil yang saling melaju dijalanan dan ramainya orang orang yang tak pernah surut.

"Tak kusangka ternyata ibu kota seperti ini" ucap Jungkook menatap kagum dengan hal 'mewah' yang disuguhkan didepannya.

Bruk!

Damn! Karna terlalu sibuk melihat kemewahan kota seoul Jungkook sampai tak memperhatikan langkahnya dan tak sengaja menabrak seseorang didepannya. Seorang lelaki yang menggunakan jaket hitam dengan penutup kepala yang ia gunakan,Lantas Jungkook bangkit, mengulurkan tangan dan bermaksud membantu lelaki itu berdiri.

"Maaf" ucap lelaki itu dan langsung bangkit menghiraukan uluran tangan jungkook, dan sedetik kemudian lelaki itu langsung berlari meninggalkan Jungkook yang berdiri bingung.

"Ternyata di Seoul ada juga orang yang aneh" Jungkook menggeleng pelan lalu melanjutkan perjalanannya yang tersendat.

"Taetae hyung! Sebentar lagi!" Gumam Jungkook

.

.

.

Dan disinilah Jungkook berada, didepan sebuah rumah yang tidak terlalu mewah, sederhana namun minimalis. Halamannya luas dan ditumbuhi banyak tanaman yang tertata rapi, dipojok halaman ada sebuah kolam ikan sera bangku taman.

Jungkook melangkahkan kakinya memasuki halaman rumah itu setelah membuka pintu pagar yang beruntung tak terkunci itu.

Ting

Tong

Ting

Tong

Jungkook memencet bel rumah itu dengan tidak sabaran, berulang kali dan benar benar bersemangat, ya ampun Jeon kau benar benar seperti seseorang yang hendak sekarat jika tidak bertemu dengan Taehyung. Salahkan hormonnya yang belum terkontrol dengan baik, salahkan juga Taehyung yang tiba tiba menghilang dan tidak memberinya kabar dan membuat jungkook uring uringan hampir gila.

Clek!

Pintu bercat coklat itu terbuka, debaran jantung jungkook semakin tak karuan saat pintu itu semakin terbuka lebar, ia meremas ujung jaket yang ia kenakan dan berysaha terlihat senormal mungkin saat terlihat seorang lelaki di balik pintu. Seorang lelaki tinggi, rambut coklat, wajah tampan namun untuk ukuran lelaki dia tergolong manis dan sebuah senyum manis dibibirnya. Tentu itu bukan Taehyung yang sedang Jungkook cari, Jungkook masih hafal bagaimana bentuk muka, alis, mata, hidung, bibir seorang Kim Taehyung, bagaimana postur tubuh Taehyung meski mereka terpisah lama.

"Ah selamat malam.." ucap Jungkook kikuk

"Ya, selamat malam,. Maaf kurasa aku tidak mengenalmu" ucap lelaki itu, menelusuri jungkook dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Ah.. Jeon Jungkook imnida" Jungkook memperkenalkan dirinya. Mengulurkan tangannya

"Kim Seokjin imnida" ucap lelaki bernama jin itu dan menjabat tangan Jungkook.

"Apa kau teman Namjoon?" Tanya Jin, Jungkook menggeleng.

"Mmm..apa Kim Taehyung ada disini?" Tanya Jungkook tiba tiba, Jungkook benar benar tidak bisa berbasa basi sekarang.

"Maaf? Apa kau bilang tadi?" Tanya Jin dengan mata mengerjap kerjap. Kim Taehyung? Pemuda didepannya tadi mengucapkan kata Kim Taehyungkan?.

"Apa Kim Taehyung ada disini?" Ulang Jungkook yang membuat Jin langsung menutup pintu dan menarik Jungkook kesalah satu bangku. Jungkook benar benar bingung...

"Apa hubunganmu dengan pria bernama Kim Taehyung itu?" Nada bicara Jin sedikit meninggi dan dia menatap kearah Jungkook tajam.

"Eoh..." Jungkook melongo, bingung.. menatap polos ke arah Jin.

"Katakan..kau tau dimana dia?"

"Dimana berandalan itu bersembunyi?"

"Jawab aku kook-ssi"

"Tu..tunggu.. aku tidak paham..ada apa sebenernya?" Jungkook butuh penjelasan, kenapa orang didepannya yang tadinya tersenyum manis sekarang mencercanya dengan nada marah.

"Cih.. apa perlu ku jelaskan? Setiap orang tahu siapa Kim Taehyung..jangan berlagak polos kook-ssi!" Nada Jin semakin meninggi, dan rasanya Jungkook ingin lari sekarang..sungguh dia takut.

"Aaa..aku benar benar tidak tau.. aku mendapatkan alamat rumah ini beberapa tahun yang lalu.. ini rumah taetae hyungkan?" Jungkook mencoba sekali lagi untuk bertanya tentang Taehyung kepada Jin.

"Ya..dulu ia dan ayahnya tinggal disini.."

"Lalu apa Anda tau dimana taetae hyung sekarang?"

"Ck.." jin menghembuskan nafas pelan, "kau bodoh atau bagaimana? Aku baru saja bertanya padamu dimana si keparat itu berada.." ucap Jin dengan nada marahnya, terselip amarah disana, dan Jungkook benar benar merasa bingung.. keparat?berandalan? Ayolah..sebenarnya apa yang terjadi pada taetaenya? Apa yang ia lewatkan? Apa yang ia tidak ketahui..dan dimana Taehyungnya sekarang?.

"Ma..maaf.. aku benar benar tidak tahu dimana taetae hyung.. maaf" Jungkook bangkit dari duduknya, membungkukan badan lalu berjalan pergi secepatnya, hatinya sesak dan sakit saat Jin mengatai Taehyungnya Keparat dan berandalan, demi apapun..ia mengenal sosok Taehyung yang baik selalu ada untuknya, tidak pernah menyakiti orang lain.. tapi sekarang?...Apa Taetaenya sudah menjadi orang lain?...

.

.

.

"Hyung... apa yang terjadi padamu?"

Jeon Jungkook melangkahkan kaki jenjangnya menelusuri trotoar, menundukan wajahnya, Dadanya sesak dan serasa ingin menangis, apa yang ia lewatkan dari Taehyung selama ini? Ia ingin protes saat pria bernama Jin itu mengatai Taehyung seperti itu. Tapi.. ia tak bisa..menyangkal hanya akan membuat mereka berdua dalam amarah, lagi pula ia juga tidak tahu bagaimana Taehyungnya sekarang.

"Apa yang kau sembunyikan dariku hyung?!"

"Kau bilang meski jarak memisahkan..kita harus tetap saling berhubungan, menceritakan apapun tidak ada rahasia antara kita.. tapi apa? Kau yang menghilang! Merahasiakan sesuatu dariku!"

"Kim Taehyung sialan!"

Jungkook mengusap air matanya, tanpa sadar ia menangis, fantasi yang ia bangun saat dikereta dimana ia akan bertemu dengan Taehyung yang tersenyum dan merengkuh tubuhnya dalam pelukan hangat yang ia rindukan tidak menjadi kenyataan sekarang, yang ia dapatkan bukan yang ia harapkan.

Jungkook percaya Taehyungnya adalah orang yang baik, tidak seperti yang diucapkan oleh pria bernama Jin itu, tapi saat melihat bagaimana nada bicara dan ekspresi itu berubah.. Jungkook ragu..

"Kau berada dijalan yang salah anak manis.."

Suara itu membuat Jungkook tersadar dari pikiran kalutnya, dan ia baru sadar jika ia berada dalam sebuah gang yang gelap, hanya sebuah lampu yang tak jauh dari tempatnya berdiri sebagai penerangnya.

"Aku tidak suka terlalu berbasa - basi.."

Suara itu tepat dibelakangnya sekarang, Tubuh Jungkook seakan membeku tak bisa digerakan, ia ingin menoleh dan melihat siapa yang berada dibelakangnya, namun tubuhnya terlanjur seperti kaku.

"Serahkan dompet dan barang berhargamu padaku, atau kau tidak akan bisa melihat dunia esok pagi.."

Dan Jungkook merasakan sebuah benda dingin menempel dilehernya, apa itu? . Keringat dingin mengucur dari pelipis Jungkook,Jungkook menelan ludahnya kasar.

"Aku tidak ingin mengotori pisau ini dengan darahmu..anak manis.."

Apa dia bilang tadi? Pisau? Oh Jeon.. apa yang harus kau lakukan?

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc~

.

.

.

Hallaww... maaf ya Nanchim baru bisa update ffnya sekarang

huhuhu udah sebulan lebih T^T

Makasih review kalian di chapther pertama.. owe seneng bacanya jadi semangat buat nulis kelanjutannya nih..

Nah terus kenapa semangat tapi baru update sekarang? tuh si Vkook lagi mogok gak mau jadi cast ff owe/ndak x'D

bukan kok bukaaann...cuman beberapa hari belakang ini hati owe tu lagi gundah gulana gitu.. istilahnya sih galaw/aseek Nanchim galaw e.e
ya gitulah..jadi inspirasi tu..cem muncul ngilang - muncul ngilang -.- mianne readersnim T^T

Gak bisa janji juga sih bisa update cepet.. karna tugas dah numpuk juga...tapi diusahain cepet kok updatenya

Sekali lagi..mohon reviewnya readersnim ~~~~~~

Heewheew makasih ^^

Oh ya keknya ratednya bisa berubah nih u.u tapi gak sampai ke situu...paling nyenggol dikit/ndak/

Sekian dari Nanchim..bertemu di episode berikutnya yaaaa~~~